• Tidak ada hasil yang ditemukan

BAB V KESIMPULAN DAN SARAN

5.2 Saran

1. Bagi RSUD Tangerang dalam hal ini tim dokter diharapkan dapat lebih meningkatkan kepedulian terhadap pentingnya pemberian antibiotika secara rasional khususnya dalam hal ini untuk terapi demam tifoid untuk menekan kejadian MDRST

2. Bagi masyarakat diharapkan agar meningkatkan kepatuhan selama menjalankan terapi antibiotika sampai tuntas untuk menekan kejadian MDRST

3. Bagi peneliti selanjutnya, perlu dilakukan penelitian serupa di rumah sakit yang lainnya agar tercapainya perbaikan tingkat rasionalitas dalam pemberian antibiotika.

DAFTAR PUSTAKA

1. Ahmed Zulfikar Bhutta. Enteric fever (Typhoid fever). In : Nelson Text Book of Pediatric. 19th edition. Philadelphia: Elsevier Saunders; 2011. p.954-958.

2. Brush L John . Typhoid fever. emedichine. 2011. [Cited 1st November 2011].

3. Badan Penelitian dan Pengembangan Kesehatan Departemen Kesehatan Republik Indonesia. Riset Kesehatan Dasar (RISKESDAS) 2007. Badan Penelitian dan Pengembangan Kesehatan Departemen Kesehatan Republik Indonesia; 2008. h.14.

4. Kementrian Kesehatan Republik Indonesia. Profil Kesehatan Indonesia 2010. Kementrian Kesehatan Republik Indonesia : Jakarta ; 2011. h.57. 5. Soedarmo Sumarmo SP, Gama Herry, Rezki Sri SH, Irawan HS. Demam

Tifoid. Dalam : Buku Ajar Infeksi dan Pediatri Tropis.Edisi ke-2. Jakarta: Ikatan Dokter Indonesia; 2012. h.338-345.

6. Gyssen Inge C. Audits for monitoring the quality of antimicrobial prescriptions. In: Antibiotic Policies Fighting Resistance. New York : Springer; 2005. p.197-208.

7. Van der Meer J.W.M, Gyssen I C. Quality of Antimicrobial Drug Prescription in Hospital. Europian Sociaty of Clinical Microbiology and Infectious Diseases. 2001; 7 (supplement 6): 12-15 [Cited 28th May 2012]. 8. Nagshetty Kavita, Channappa TS, Gaddad MS. Antimicrobial Susceptibility of Salmonella Typhi in India. The Journal of Infection In Develoving Coutries. 2010; 4(2): 070-073 [ Cited 6st September 2012]. 9. Santoso Henry. Kajian rasionalitas penggunaan antibiotik pada kasus

demam tifoid yang dirawat pada bangsal penyakit dalam di RSUP Dr. Kariadi Semarang tahun 2008. Diponogoro University Institutional Repository. 2009 [Diunduh tanggal 11 November 2011].

10.Nasronudin. Demam tifoid. Dalam : Penyakit Infeksi di Indonesia. Surabaya: Airlangga University Press; 2007. h.121-136.

11.World Health Organization. The Diagnosis, treatment, and prevention of typhoid fever. Communicable Disease Surveillance and Response

Vaccines and Biologicals World Health Organization; 2003 [cited 26th

January 2012]

12.Clearly Thomas G. Salmonella Ser. typhi. In : Textbook of pediatric infectious diseases volume 1. 5th edition. Philadelphia: Elsevier Saunders; 2004. p.1475-1482.

13.Prayitno Ari. Pilihan terapi antibiotik untuk demam tifoid. Dalam : Update Management of Infectious Diseases and Gastrointestinal Disorders. Jakarta: Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia Departemen Ilmu Kesehatan Anak; 2012. h.9-14.

14.Pickering Larry K, Clearly Thomas G. Infection of the gastrointestinal tract. In : Krugman’s Infectious Diseases of Children. 11th

edition. Philadelphia: Mosby; 2004. p.212-218.

15.Chamber Henry F. Obat kemoterapetik. Dalam : Farmakologi Dasar dan Klinik Katzung. Edisi 10. Jakarta: EGC; 2011. h.775-776, 759-760, 788-794.

16.Sidabutar Sondang, Irawan Hindra S. Pilihan terapi empiris demam tifoid pada anak : Kloramfenikol atau Seftriakson. Sari Pediatri volume 11. 2010; 11(6) : 434-9) [Diunduh tanggal 24 Mei 2012].

17.World Health Organization. Guide to good prescribing. Geneva: Action Programe on Essential Drugs World Health Organization; 1994. P.31-33 [cited 25th April 2012]

18.Ayaz Ayesha, Khalid Muhammad P, Din M Azad, et al. Risk factor of enteric fever in children less than 15 years of age. Journal of Statistic volume 13. 2006; ISSN 1684-8403 [Cited 6 September 2012].

19.Ganesh Ramaswamy, Janakiraman Lalitha, Vasanthi T, et al. Profile of typhoid fever in children from a tertiary care hospital in Chennai-South India. Indian Journal Pediatric. 2010; 77:1089-1092 [Cited 6 September 2012].

20.Musnelina Lili, Fuad A Afdhal, Gani Aschobat, dkk. Dalam : Pola pemberian antibiotika pengobatan demam tifoid anak di Rumah Sakit Fatmawati Jakarta Tahun 2001-2002. Makara Kesehatan volume 8. 2004; 27-31. [Diunduh tangga 6 September 2012].

21.Srikantiah Padmini, Girgis Fouad Y, Luby Stephen P, et al. Population besed surveillance of typhoid fever in Egypt. American Journal of Tropic Medicine. 2006; pp. 114-119. [Cited 6st September 2012].

22.Istiantro Vati H, Gan Vincent HS. Penisilin, Sefalosforin, dan antibiotik Beatalaktam Lainnya. Dalam : Farmakologi dan Terapi. Edisi 5. Jakarta: Departemen Farmakologi dan Terapeutik Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia; 2009. h.700-702

23.World Health Organization. Antimicrobial resistance. World Health Organization; 2012. [Cited 6th September 2012].

24.Rowe Bernard, Ward Linda R, Therlfall E John. Multidrug-Resistant

Salmonella typhi: A Worldwide Epidemic. Clinical Infection Diseases Oxford Journal. 2012; 24 (suppl 1) : S 106-9 [Cited 6st September 2012].

Lampiran 1 Alogaritma Gyssen

Mulai

Data tidak lengkap Tidak VI HENTIKAN

Ya

Antibiotik yang diindikasikan Tidak HENTIKAN

Ada alternatif yang lebih efektif

Ya

V

Ya IVa

Tidak

Toksisitas obat alternatif lebih rendah

Tidak

Ya IVb

Obat alternatif lebih murah Ya IVc

Tidak

Obat alternatif memiliki spektrum yang

lebih sempit Ya IVd

Tidak Durasi terlalu lama Ya IIIa Tidak Durasi terlalu cepat Tidak Ya IIIb

Dosis tepat IIa

Tidak Ya Interval Tepat Tidak IIb Ya

Rute tepat IIc

Ya Tidak Waktu tepat I Ya 0 Tidak

Gambar 2.1 Alogaritma untuk mengevaluasi rasionalitas pemberian antibiotika Sumber : Gyssen, 2005.

Lampiran 2 Data Hasil Uji Statistik

A. Hasil Analisis freqquencies subjek penelitian pasien demam tifoid anak

jenis kelamin responden

Frequency Percent Valid Percent

Cumulative Percent

Valid perempuan 62 47.7 47.7 47.7

laki-laki 68 52.3 52.3 100.0

(Lanjutan)

usia responden

Frequency Percent Valid Percent

Cumulative Percent Valid 0-1 8 6.2 6.2 6.2 2-3 20 15.4 15.4 21.5 4-5 20 15.4 15.4 36.9 6-7 15 11.5 11.5 48.5 8-9 20 15.4 15.4 63.8 10-11 20 15.4 15.4 79.2 12-13 23 17.7 17.7 96.9 14-15 4 3.1 3.1 100.0 Total 130 100.0 100.0

unit rawat inap responden

Frequency Percent Valid Percent

Cumulative Percent Valid kelas 3 88 67.7 67.7 67.7 kelas 2 29 22.3 22.3 90.0 kelas 1 12 9.2 9.2 99.2 VIP 1 .8 .8 100.0 Total 130 100.0 100.0 (Lanjutan)

lama rawat inap responden

Frequency Percent Valid Percent

Cumulative Percent Valid 2-4 37 28.5 28.5 28.5 5-7 63 48.5 48.5 76.9 8-10 21 16.2 16.2 93.1 11-13 7 5.4 5.4 98.5 14-16 1 .8 .8 99.2 20-22 1 .8 .8 100.0 Total 130 100.0 100.0

(Lanjutan)

berat badan responden (kg)

Frequency Percent Valid Percent

Cumulative Percent Valid 6-15 43 33.1 33.1 33.1 16-23 39 30.0 30.0 63.1 24-31 27 20.8 20.8 83.8 32-39 12 9.2 9.2 93.1 40-47 8 6.2 6.2 99.2 64-71 1 .8 .8 100.0 Total 130 100.0 100.0

nilai IgM salmonella

Frequency Percent Valid Percent

Cumulative Percent

Valid tidak diperiksa 22 16.9 16.9 16.9

negatif 20 15.4 15.4 32.3

borderline 2 1.5 1.5 33.8

positif lemah 17 13.1 13.1 46.9

positif kuat 69 53.1 53.1 100.0

hasil widal responden

Frequency Percent Valid Percent

Cumulative Percent

Valid tidak diperiksa 74 56.9 56.9 56.9

negatif 28 21.5 21.5 78.5

positif 28 21.5 21.5 100.0

Total 130 100.0 100.0

hasil tubex responden

Frequency Percent Valid Percent

Cumulative Percent

Valid tidak diperiksa 121 93.1 93.1 93.1

negatif borderline 2 1.5 1.5 94.6

positif kuat 7 5.4 5.4 100.0

(Lanjutan)

hasil kultur responden

Frequency Percent Valid Percent

Cumulative Percent

Valid tidak diperiksa 127 97.7 97.7 97.7

negatif 2 1.5 1.5 99.2

positif 1 .8 .8 100.0

(Lanjutan)

B. Hasil analisis freqquencies penggunaan antibiotika

jenis antibiotika yang diberikan

Frequency Percent Valid Percent

Cumulative Percent Valid ceftriaxone 100 76.9 76.9 76.9 cefotaxime 30 23.1 23.1 100.0 Total 130 100.0 100.0

(Lanjutan)

kategori pemberian antibiotik

Frequency Percent Valid Percent

Cumulative Percent Valid kategori V 23 17.7 17.7 17.7 kategori IIIb 44 33.8 33.8 51.5 kategori IIa 18 13.8 13.8 65.4 kategori IIb 12 9.2 9.2 74.6 kategori I 33 25.4 25.4 100.0 Total 130 100.0 100.0

Lampiran 3 Daftar Riwayat Hidup DAFTAR RIWAYAT HIDUP

PERSONAL DATA

Nama : Angelia Puspita

Jenis Kelamin : Perempuan

Tempat Tanggal Lahir: Karawang, 24 Agustus 1992

Status : Belum Menikah

Agama : Islam

Alamat : Jl. RH Djadja Abdullah Perumahan Cluster Block B2 RT 05 RW 11 Kelurahan Karawang Kulon

Kabupaten Karawang Jawa Barat Nomor Telepon/HP : 085722188275

Email : [email protected]

RIWAYAT PENDIDIKAN

1995 – 1997 : Taman Kanak-kanak RA Masyitoh Karawang 1997 – 2003 : SD Negeri Nagasari III Karawang

2003 – 2006 : SMP Negeri 1 Karawang 2006 – 2009 : SMA Negeri 3 Karawang

2009 – Sekarang : Program Studi Pendidikan Dokter,

Fakultas Kedokteran dan Ilmu Kesehatan UIN Syarif Hidayatullah Jakarta.

Dokumen terkait