BAB V KESIMPULAN DAN SARAN
5.2 Saran
Berdasarkan penelitian yang telah dilakukan dan kesimpulan yang telah dikemukakan, maka peneliti mengajukan beberapa saran yaitu:
A. Saran metodologis
Saran metodologis yang peneliti ajukan adalah sebagai berikut:
1. Pengambilan sampel dilakukan kepada seluruh mahasiswa aktif Fakultas Psikologi Universitas Sumatera Utara (USU) yang terdampak COVID-19 tanpa memperhitungkan kelompok program studinya S1, S2 Magister Psikologi Profesi atau Magister Psikologi Sains. Sampel penelitian pada kelompok program studi Magister Psikologi Sains berjumlah sangat sedikit. Peneliti menyarankan agar pada penelitian lanjutan yamg sejenis untuk lebih memperhatikan kelompok subyek dalam melakukan pengambilan sampel, agar dapat melakukan analisis data terhadap kelompok subyek berdasarkan jumlah sampel yang representatif.
2. Peneliti memilih teknik pengisian skala melalui google form yang memiliki kelebihan dan kekurangan dalam memperoleh data penelitian.
Kelebihan pengisian skala melalui google form yaitu lebih efisien karena penyebaran skala dilakukan secara online sehingga tidak menyita banyak waktu untuk bertemu responden dan membagikan skala.
Kelemahan pengisian skala melalui google form adalah peneliti tidak dapat mengawasi atau menentukan jumlah responden dalam satu kelompok subyek saat mengisi skala tersebut, sehingga responden yang didapat kurang variatif dan didominasi oleh satu kelompok saja (S1 Psikologi). Peneliti menyarankan untuk lebih memperhatikan teknik pengambilan data dalam melakukan penelitian agar dapat memenuhi tujuan penelitian yang hendak dicapai.
3. Penelitian ini merupakan penelitian pendahuluan tentang kondisi stres, kecemasan, dan strategi koping pada mahasiswa Fakultas Psikologi USU dalam kondisi pandemi COVID-19. Oleh karena itu, berdasarkan
mengkaitkan variabel stres, kecemasan, dan strategi koping pada mahasiswa Fakultas Psikologi USU dalam kondisi pandemi COVID-19 tersebut dengan variabel-variabel psikologi yang lain, agar didapatkan hasil penelitian yang lebih bermanfaat baik secara metodologis maupun praktis. Peneliti selanjutnya diharapkan dapat melakukan penelitian pada populasi yang lebih luas.
B. Saran Praktis
Saran praktis yang peneliti ajukan adalah sebagai berikut:
1. Untuk dosen diharapkan dapat membantu mahasiswa untuk meminimalkan dampak stres dan kecemasan dengan edukasi tentang penerapan strategi koping dalam menjalani perkuliahan daring di masa pandemi.
2. Untuk mahasiswa Psikologi USU hendaknya dapat menerapkan strategi koping yang digunakan dengan baik pada diri sendiri. Diharapkan juga dapat membantu teman-teman yang tidak berasal dari Psikologi USU agar mampu meminimalkan dampak stres dan kecemasan selama kuliah daring di masa pandemi dengan menerapkan strategi koping yang tepat.
Pemerintahan Mahasiswa diharapkan juga dapat bekerja sama dengan staf pengajar untuk membuat sharing session atau seminar secara terbuka untuk mahasiswa tentang penerapan strategi koping untuk mengatasi stres dan kecemasan di masa pandemi.
DAFTAR PUSTAKA Atkinson, R. (2008). Pengantar psikologi. Jakarta: Erlangga.
Azwar, S. (2010).Metode penelitian. Yogyakarta: Pustaka Pelajar Offset.
Azwar, S. (2012). Penyusunan skala psikologi edisi 2. Yogyakarta: Pustaka Pelajar Fajar. (2020). Mengenal konsep new normal. Diunduh dari https://indonesia.go.id Carver, C., Scheier, M., & Weintraub, J. (1989). Assessing coping strategies: A
theoretically based approach. Journal of Personality and Social Psychology, Vol. 56, No.2, 267-283
Carver, C. (1997). You want to measure coping but your protocol’s too long:
Consider the Brief COPE. International Journal of Beahviour Medicine, 4(1), 92-100.
Creswell, J. W. (2014). Research design: qualitative, quantitative and mixed Methods approaches, 4th Edition. London: Sage.
Ghozali, Imam. (2009). Aplikasi analisis multivariate dengan program SPSS.
Semarang : BP. Universitas Diponegoro.
Gugus Tugas Percepatan Penanganan COVID-19.(2020). Data sebaran COVID-19.
Diunduh dari https://covid19.go.id
Haber, A., & Runyon, R. D. (1984). Psychology of adjustment. Illinois: The Dorsey Press.
Hadi, S. (2002). Metodologi research: Untuk penulisan paper, skripsi, thesis, dan disertasi. Yogyakarta: Andi Offset.
Hurlock, E.B. (1993). Psikologi perkembangan: Suatu pendekatan sepanjang rentang kehidupan (edisi kelima). Jakarta: Erlangga.
Ilahi, Astird Dinda Wahyu, dkk. (2021). Tingkat kecemasan mahasiswa di masa pandemi covid-19. Proceding of Inter-Islamic University Conference on Psychology Articles. Vol 1 No 1.
Kementrian Kesehatan Republik Indonesia (Kemenkes).(2020). Pertanyaan dan jawaban terkait Coronavirus disease 2019 (COVID-19) Update 6 Maret 2020.
Diunduh dari https://www.infeksiemerging.kemkes.go.id
Keputusan Bersama Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan, Kementerian Agama, Kementerian Kesehatan, Kementerian Dalam Negeri.(2020). Panduan penyelenggaraan pembelajaran pada tahun ajaran dan tahun akademik baru di masa pandemi corona virus disease (covid-19).
Kring, A.M., Johnson, S.L., Davison. G.C., & Neale, J.M. (2010). Abnormal psychology (Eleventh edition). United State of America: John Wiley & Sons, Inc.
Larasaty, R. (2012). Hubungan tingkat stres dengan sleep paralysis pada mahasiswa FIK UI angkatan 2008 (Skripsi). Fakultas Keperawatan, Universitas Indonesia.
Lazarus, R.S., & Folkman, S. (1984). Stress, appraisal, and coping. New York:
Springer Publishing Company.
Lubis, Hariani., Ramadhani, Ayunda., & Rasyid, Miranti. (2021). Stres akademik mahasiswa dalam melaksanakan kuliah daring selama masa pandemi covid 19.
Jurnal Psikologi Psikostudia, Departemen Psikologi, Universitas Mulawarman.
Vol. 10, No. 1, Maret 2021: 31-39.
Margono. (2010). Metodologi penelitian pendidikan. Jakarta: Rineka Cipta.
Maryam & Kurniawan A. (2008). Faktor-faktor yang berhubungan dengan tingkat kecemasan orang tua terkait hospitalisasi anak usia toddler di BRSD RAA Soewono Pati. FIKkes Jurnal Keperawatan, Vol. I No. 2 Maret 2008: pp. 38 -56.
Miftahudin A. Arsyad, & Kartinah. (2008). Hubungan pengetahuan tentang flu Burung dengan sikap masyarakat yang memelihara unggas di wilayah Mojogedang.Berita Ilmu Keperawatan, Vol. 1. No.4, Desember 2008 halaman 157-162 ISSN: 1979-2697.
Novelino, Andry. (2020). New normal dinilai beresiko bikin masif penyebaran corona. Jakarta: CNN Indonesia. Diunduh dari https://m.cnnindonesia.com/nasional/20200622031114-515831/new-normal-dinilai-beresiko-bikin-masif-penyebaran-corona
Price, P. C. (2012). Psychology research methods: Core skills and concepts (v. 1.0).
Radji, Maksum. (2006). Avian influenza A (H5N1): Patogenesis, pencegahan dan penyebaran pada manusia. Majalah Ilmu Kefarmasian, Vol. III, No.2, Agustus 2006, halaman 55 – 65 ISSN: 1693-9883
Riduan & Kuncoro, Engkos Achmad. (2008). Cara menggunakan dan memahami analisi jalur (path analysis). Bandung: Alfabeta.
Safaria, T., & Saputra, N. E. (2009). Manajemen emosi: Sebuah panduan cerdas bagaimana mengelola emosi positif dalam hidup anda. Jakarta: Bumi Aksara.
Santrock, J.W. (2003). Adolescence: Perkembangan remaja. (Terj.: Child Development). Jakarta: Erlangga.
Sarafino, E.P. (2006). Health psychology biopsychological interactions. 5th ed.
United States of America
Septiani, E. (2013). Hubungan antara tingkat stres dengan gaya humor pada mahasiswa (Skripsi). UIN SGD Bandung.
Sijangga, W,N. (2010). Hubungan antara strategi coping dengan kecemasan menghadapi persalinan pada ibu hamil hipertensi. Skripsi. Fakultas Psikologi Universitas Muhammadiyah Surakarta
Smet, Bart. (1994). Psikologi kesehatan. Jakarta: Gramedia.
Stuart, G.W., and Laraia, M.T. 2007. Principles and practice of psyhiatric nursing.
(8th ed.). St. Louis: Mosby Year B.
Subagyo, P. Joko (2011). Metode peneiltian dalam teori dan praktek. Jakarta: Rineka Cipta.
Subana. (2005). Statistika pendidikan. Bandung: CV. Pustaka Setia.
Sugiyono. (2016). Metode penelitian kualitatif, kuantitatif, R & D. Bandung:
Alfabeta.
Suliswati, D. (2005). Konsep dasar keperawatan kesehatan jiwa. Bandung: Alfabeta.
Suryabrata, S. (2009). Metodologi penelitian. Jakarta: PT Raja Grafindo Persada.
Wheaton, Michael G., Berman, Noah C., & Abramowitz, Jonathan (2011).
Pscychological predictors of anxiety in response to the H1N1 (Swine flu) pandemic. University of North Carolina at Chapel Hill: Article in Cognitive Therapy and Research. DOI: 10.1007/s10608-011-9353-3
World Health Organization (WHO). (2020) Coronavirus Disease (COVID-19) Pandemic. Retrieved from https://www.who.int/emergencies/diseases/novel-coronavirus-2019
Wulandari, R. P. (2012). Hubungan tingkat stres dengan gangguan tidur pada mahasiswa skripsi di salah satu fakultas rumpun science-technology UI (Skripsi). Universitas Indonesia, Depok.
LAMPIRAN A. Blue Print Alat Ukur
Blue Print Skala Stres
Komponen Indikator Nomor Item
Pernyataan Jumlah
Favorable Unfavorable
Fisiologis
Tubuh terasa lelah 12, 24 18, 27
(U) Mengerjakan tugas kuliah selama masa pandemi tidak membuat saya mudah lelah
4 (U) Saya tidak merasa cepat lelah ketika mengikuti kuliah online
(F) Tubuh terasa lelah ketika mengerjakan tugas kuliah
(F) Ketika mengerjakan tugas-tugas kuliah, saya merasa mengantuk
Pusing 3, 16 11, 21
(U) Meskipun ada banyak tugas kuliah, saya tidak merasa pusing mengerjakannya
4 (U) Saya tidak merasa pusing meski harus mengikuti kuliah online di masa pandemi
(F) Saya merasakan sakit di kepala ketika dihadapkan dengan tugas kuliah
(F) Saat mengikuti kuliah online, kepala saya terasa sakit
Berkeringat 6 13
(U)Kuliah online tidak membuat saya berkeringat lebih banyak dari
biasanya 2
(F) Saya lebih banyak berkeringat ketika mengikuti kuliah online Detak jantung
tidak normal 25 4
(U) Saya tetap tenang meski dihadapkan dengan deadline tugas kuliah
(F) Detak jantung berdebar lebih cepat ketika mengikuti kuliah 2 online
Psikologis
Tidak termotivasi
belajar 10, 26 5, 19
(U) Kuliah online di masa pandemi tetap memotivasi saya untuk belajar dengan giat
4 (U) Masa pandemi tetap memotivasi saya mengikuti kuliah online
dengan baik
(F) Saya tidak termotivasi untuk mengikuti kuliah online dengan baik
(F) Saya kehilangan motivasi untuk belajar selama masa pandemi
Tidak
bersemangat 2, 15 9, 22
(U) Saya tetap bersemangat belajar meski dalam masa pandemi
4 (U) Saya tetap bersemangat meski harus mengikuti kuliah online di
masa pandemi
(F) Selama masa pandemi, saya tidak semangat untuk belajar dengan giat
(F)Masa pandemi membuat saya kehilangan semangat mengikuti kuliah online
Malas 7, 23 14
(U) Ketika saya tidak dapat memahami materi dosen, saya mencoba membacanya ulang
(F) Saya malas membuat rangkuman dari setiap mata kuliah 3 (F)Saya malas membaca ulang materi perkuliahan ketika tidak memahaminya
Kesulitan menyelesaikan tugas
1, 17 8, 20
(U)Saya tidak merasa terhambat untuk mengerjakan tugas kuliah dengan baik
4 (U) Masa pandemi tidak membuat saya kesulitan mengerjakan tugas kuliah
(F) Masa pandemi menghambat saya untuk menyelesaikan tugas dengan baik.
(F) Saya merasa kesulitan menyelesaikan tugas kuliah
Total 14 13 27
Blue-print Skala Kecemasan
Aspek Indikator Nomor Item Pernyataan Jumlah
Emosional
Mudah marah 4, 18, 25
Saya mudah merasa terganggu ketika mengikuti kuliah online di rumah Saya merasa kesal ketika ada yang menanyakan tentang perkuliahan 4 Saya merasa kesal ketika dimintai tolong saat sedang mengerjakan tugas kuliah/skripsi/thesis
Tegang 7, 14 Masa pandemi membuat saya merasakan ketegangan saat mengikuti kuliah online Saya merasa tegang saat bimbingan online dengan dosen 2
Gelisah 2, 13, 21
Saya merasa tidak nyaman ketika mengikuti kuliah online di rumah
3 Saya merasa gelisah ketika tidak mendapat respon oleh dosen untuk bimbingan online Ketika mengerjakan tugas kuliah/skripsi/thesis saya merasa gelisah
Gugup 9, 17, 28
Saya merasa kesulitan menyampaikan pendapat saat mengikuti kuliah online
3 Selama kuliah online saya tidak mampu berbicara dengan baik saat presentasi.
Tangan saya berkeringat jika berbicara dengan dosen saat bimbingan online
Kognitif
Khawatir 1, 10, 22
Saya merasa khawatir tidak dapat menyelesaikan target kuliah tepat waktu
Saya khawatir masa pandemi akan menghambat pengerjaan tugas kuliah/skripsi/thesis 3 Saya merasa khawatir masa pandemi menghambat saya untuk melakukan pengambilan data/penelitian
Sukar
berkonsentrasi 6, 15, 24, 32
Saya tidak mampu untuk fokus mengerjakan satu tugas kuliah/skripsi/thesis selama masa pandemi
Saya kesulitan berkonsentrasi saat mengikuti kuliah online 4
Sulit bagi saya untuk berkonsetrasi ketika mengerjakan tugas kuliah/skripsi/thesis di rumah
Saya tidak mampu untuk fokus belajar selama kuliah online
Menghindari
situasi 3, 12, 19, 30
Saya menunda-menunda untuk mengerjakan tugas kuliah/skripsi/thesis
4 Saya lebih senang menghabiskan waktu untuk bersantai daripada mengerjakan tugas
kuliah/skripsi/thesis.
Saya mengalihkan perhatian untuk melakukan hal lain daripada mengerjakan tugas kuliah/skripsi/thesis
Saya tidak berusaha mengerjakan tugas kuliah/skripsi/thesis sesegera mungkin agar selesai dengan cepat.
Fisiologis
Pusing 8, 26, 31
Saya merasakan sakit di kepala ketika mengikuti kuliah online
3 Kepala bagian belakang terasa berat saat mengerjakan tugas kuliah/skripsi/thesis
Saya merasakan sakit di kepala ketika mengerjakan tugas kuliah/skripsi/thesis
Mual 16, 23, 29
Perut saya terasa mual ketika mengikuti kuliah online
3 Ketika memikirkan tentang tugas kuliah/skripsi/thesis, perut saya terasa mual
Perut saya terasa mual ketika bimbingan online dengan dosen Mulut kering 5, 20, 22 Mulut saya terasa kering setiap kali mengikuti kuliah online
Setiap kali bimbingan online, mulut saya terasa kering 3
Berdebar-debar 11, 27 Detak jantung saya berdebar lebih cepat ketika bimbingan online dengan dosen Saya merasa berdebar-debar ketika mengikuti kuliah online 2
Total 34
Blue-print Skala Strategi Koping
Bentuk
Koping Aspek Indikator Nomor
Item Pernyataan Jumlah
Problem Focused Coping
Active Coping Bertindak langsung 2, 7
Saya berusaha keras untuk memusatkan perhatian pada pekerjaan atau kegiatan yang sedang saya lakukan
Saya telah mengambil tindakan untuk membuat situasi menjadi 2 lebih baik
Planning Merencanakan langkah
(strategi) 14, 25
Saya berusaha menggunakan cara tertentu untuk menyelesaikan masalah
Saya berpikir keras tentang langkah yang harus dilakukan dalam 2 menyelesaikan suatu masalah
Saya bertanya pada orang lain agar mendapatkan bantuan dan nasihat
Saya berusaha memperoleh nasihat atau bantuan dari orang lain 2 tentang apa yang harus dilakukan
Saya berbicara untuk menghilangkan perasaan tidak enak Saya mengungkapkan perasaan-perasaan negatif, seperti 2 kesedihan, kemarahan dan kekesalan
Self-distraction Mengalihkan perhatian 1, 19
Saya kembali bekerja atau melakukan aktivitas lain untuk mengalihkan pikiran saya
Saya mengurangi pikiran tentang masalah saya dengan cara 2 melamun, tidur, atau berkhayal
Denial Menyangkal 3, 8
Saya mengatakan pada diri sendiri bahwa “masalah saya tidak
nyata” 2
Saya menolak untuk yakin bahwa masalah ini terjadi
Substance use Menggunakan
alkohol/obat-obatan 4, 11
Saya meminum alkohol atau obat-obatan lain (cth: obat tidur, obat sakit kepala, dll) agar merasa lebih nyaman
2 Saya meminum alkohol atau obat-obatan (cth: obat tidur, obat
sakit kepala, dll) lain untuk membantu melewati permasalahan yang dihadapi
Use of emotional
support Menenangkan diri 5, 15 Saya merasa orang-orang peduli terhadap saya
Saya memperoleh kenyamanan dan pengertian dari orang lain 2 Behavioral
disengagement
Menyerah untuk
berusaha 6, 16 Saya tidak berusaha keras ketika dihadapkan pada suatu masalah Saya menyerah untuk berusaha mengatasi masalah 2
Positive
reframing Mengambil sisi positif 12, 17
Saya mencoba melihat masalah dari pandangan berbeda agar
terlihat lebih positif 2
Saya mencari hikmah dari permasalahanyang terjadi Humor Membuat lelucon dari
masalah 18, 28 Saya membuat lelucon tentang permasalahan yang saya hadapi Saya membuat situasi menjadi menyenangkan 2
Acceptance Menerima masalah 20, 24 Saya menerima masalah yang telah terjadi Saya belajar untuk menerima kenyataan yang terjadi 2 Religion Beribadah, berdoa 22, 27 Saya berusaha mendekatkan diri kepada Tuhan
Saya berdoa kepada Tuhan 2
Self-blame Menyalahkan diri
sendiri 13, 26
Saya menyalahkan diri sendiri atas masalah yang tidak
terselesaikan 2
Saya menyalahkan diri sendiri untuk hal-hal yang telah terjadi
Total 28
B. Informed Consent dan Tampilan Alat Ukur dalam Google Form
Informed Consent alat ukur dalam google form
Contoh tampilan alat ukur dalam google form
C. Skala Stres, Kecemasan, dan Strategi Koping SKALA STRES
Petunjuk Pengisian
Skala ini terdiri dari berbagai pernyataan yang mungkin sesuai dengan pengalaman Anda dalam menjalani perkuliahan daring selama masa pandemi.
Terdapat empat pilihan jawaban yang disediakan untuk setiap pernyataan yaitu:
1 : TIDAK PERNAH 2 : KADANG-KADANG 3 : SERING
4 : SANGAT SERING
Selanjutnya, Anda diminta untuk menjawab dengan memilih pada salah satu jawaban yang paling sesuai dengan Anda. Tidak ada jawaban yang benar ataupun salah, karena itu isilah sesuai dengan keadaan diri Anda.
No Pernyataan 1 2 3 4
1 Masa pandemi menghambat saya untuk menyelesaikan tugas dengan baik.
2 Selama masa pandemi, saya tidak semangat untuk belajar dengan giat 3 Saya merasakan sakit di kepala ketika dihadapkan dengan tugas kuliah 4 Saya tetap tenang meski dihadapkan dengan deadline tugas kuliah
5 Kuliah online di masa pandemi tetap memotivasi saya untuk belajar dengan giat 6 Saya lebih banyak berkeringat ketika mengikuti kuliah online
7 Saya malas membuat rangkuman dari setiap mata kuliah
8 Saya tidak merasa terhambat untuk mengerjakan tugas kuliah dengan baik 9 Saya tetap bersemangat belajar meski dalam masa pandemi
10 Saya tidak termotivasi untuk mengikuti kuliah online dengan baik
11 Meskipun ada banyak tugas kuliah, saya tidak merasa pusing mengerjakannya 12 Tubuh terasa lelah ketika mengerjakan tugas kuliah
13 Kuliah online tidak membuat saya berkeringat lebih banyak dari biasanya 14 Ketika saya tidak dapat memahami materi dosen, saya mencoba membacanya ulang 15 Masa pandemi membuat saya kehilangan semangat mengikuti kuliah online 16 Saat mengikuti kuliah online, kepala saya terasa sakit
17 Saya merasa kesulitan menyelesaikan tugas kuliah
18 Mengerjakan tugas kuliah selama masa pandemi tidak membuat saya mudah lelah 19 Masa pandemi tetap memotivasi saya mengikuti kuliah online dengan baik 20 Masa pandemi tidak membuat saya kesulitan mengerjakan tugas kuliah 21 Saya tidak merasa pusing meski harus mengikuti kuliah online di masa pandemi 22 Saya tetap bersemangat meski harus mengikuti kuliah online di masa pandemi 23 Saya malas membaca ulang materi perkuliahan ketika tidak memahaminya 24 Ketika mengerjakan tugas-tugas kuliah, saya merasa mengantuk
25 Detak jantung berdebar lebih cepat ketika mengikuti kuliah online 26 Saya kehilangan motivasi untuk belajar selama masa pandemi 27 Saya tidak merasa cepat lelah ketika mengikuti kuliah online
SKALA KECEMASAN Petunjuk Pengisian
Skala ini terdiri dari berbagai pernyataan yang mungkin sesuai dengan pengalaman Anda dalam menjalani perkuliahan daring selama masa pandemi.
Terdapat empat pilihan jawaban yang disediakan untuk setiap pernyataan yaitu:
1 : TIDAK PERNAH 2 : KADANG-KADANG 3 : SERING
4 : SANGAT SERING
Selanjutnya, Anda diminta untuk menjawab dengan memilih pada salah satu jawaban yang paling sesuai dengan Anda. Tidak ada jawaban yang benar ataupun salah, karena itu isilah sesuai dengan keadaan diri Anda.
No Pernyataan 1 2 3 4
1 Saya merasa khawatir tidak dapat menyelesaikan target kuliah tepat waktu 2 Saya merasa tidak nyaman ketika mengikuti kuliah online di rumah 3 Saya menunda-menunda untuk mengerjakan tugas kuliah/skripsi/thesis 4 Saya mudah merasa terganggu ketika mengikuti kuliah online di rumah 5 Mulut saya terasa kering setiap kali mengikuti kuliah online
6 Saya tidak mampu untuk fokus mengerjakan satu tugas kuliah/skripsi/thesis selama masa pandemi
7 Masa pandemi membuat saya merasakan ketegangan saat mengikuti kuliah online 8 Saya merasakan sakit di kepala ketika mengikuti kuliah online
9 Saya merasa kesulitan menyampaikan pendapat saat mengikuti kuliah online 10 Saya khawatir masa pandemi akan menghambat pengerjaan tugas kuliah/skripsi/thesis 11 Detak jantung saya berdebar lebih cepat ketika bimbingan online dengan dosen 12 Saya lebih senang menghabiskan waktu untuk bersantai daripada mengerjakan tugas
kuliah/skripsi/thesis.
13 Saya merasa gelisah ketika tidak mendapat respon oleh dosen untuk bimbingan online 14 Saya merasa tegang saat bimbingan online dengan dosen
15 Saya kesulitan berkonsentrasi saat mengikuti kuliah online 16 Perut saya terasa mual ketika mengikuti kuliah online
17 Selama kuliah online saya tidak mampu berbicara dengan baik saat presentasi.
18 Saya merasa kesal ketika ada yang menanyakan tentang perkuliahan
19 Saya mengalihkan perhatian untuk melakukan hal lain daripada mengerjakan tugas kuliah/skripsi/thesis
20 Setiap kali bimbingan online, mulut saya terasa kering
21 Ketika mengerjakan tugas kuliah/skripsi/thesis saya merasa gelisah
22 Saya merasa khawatir masa pandemi menghambat saya untuk melakukan pengambilan data/penelitian
23 Ketika memikirkan tentang tugas kuliah/skripsi/thesis, perut saya terasa mual 24 Sulit bagi saya untuk berkonsetrasi ketika mengerjakan tugas kuliah/skripsi/thesis di
rumah
25 Saya merasa kesal ketika dimintai tolong saat sedang mengerjakan tugas kuliah/skripsi/thesis
26 Kepala bagian belakang terasa berat saat mengerjakan tugas kuliah/skripsi/thesis 27 Saya merasa berdebar-debar ketika mengikuti kuliah online
28 Tangan saya berkeringat jika berbicara dengan dosen saat bimbingan online 29 Perut saya terasa mual ketika bimbingan online dengan dosen
30 Saya tidak berusaha mengerjakan tugas kuliah/skripsi/thesis sesegera mungkin agar selesai dengan cepat.
31 Saya merasakan sakit di kepala ketika mengerjakan tugas kuliah/skripsi/thesis 32 Saya tidak mampu untuk fokus belajar selama kuliah online
SKALA STRATEGI KOPING
Petunjuk Pengisian
Skala ini terdiri dari berbagai pernyataan yang mungkin sesuai dengan pengalaman Anda dalam menjalani perkuliahan daring selama masa pandemi.
Terdapat empat pilihan jawaban yang disediakan untuk setiap pernyataan yaitu:
1 : TIDAK PERNAH 2 : KADANG-KADANG 3 : SERING
4 : SANGAT SERING
Selanjutnya, Anda diminta untuk menjawab dengan memilih pada salah satu jawaban yang paling sesuai dengan Anda. Tidak ada jawaban yang benar ataupun salah, karena itu isilah sesuai dengan keadaan diri Anda.
NO PERNYATAAN 1 2 3 4
1 Saya kembali bekerja atau melakukan aktivitas lain untuk mengalihkan pikiran saya 2 Saya berusaha keras untuk memusatkan perhatian pada pekerjaan atau kegiatan yang
sedang saya lakukan
3 Saya mengatakan pada diri sendiri bahwa “masalah saya tidak nyata”
4 Saya meminum alkohol atau obat-obatan lain (cth: obat tidur, obat sakit kepala, dll) agar merasa lebih nyaman
5 Saya merasa orang-orang peduli terhadap saya
6 Saya tidak berusaha keras ketika dihadapkan pada suatu masalah 7 Saya telah mengambil tindakan untuk membuat situasi menjadi lebih baik 8 Saya menolak untuk yakin bahwa masalah ini terjadi
9 Saya berbicara untuk menghilangkan perasaan tidak enak
10 Saya bertanya pada orang lain agar mendapatkan bantuan dan nasihat
11 Sayameminum alkohol atau obat-obatan (cth: obat tidur, obat sakit kepala, dll) lain untuk membantu melewati permasalahan yang dihadapi
12 Saya mencoba melihat masalah dari pandangan berbeda agar terlihat lebih positif 13 Saya menyalahkan diri sendiri atas masalah yang tidak terselesaikan
14 Saya berusaha menggunakan cara tertentu untuk menyelesaikan masalah 15 Saya memperoleh kenyamanan dan pengertian dari orang lain
16 Saya menyerah untuk berusaha mengatasi masalah 17 Saya mencari hikmah dari permasalahan yang terjadi 18 Saya membuat lelucon tentang permasalahan yang saya hadapi
19 Saya mengurangi pikiran tentang masalah saya dengan cara melamun, tidur, atau berkhayal 20 Saya menerima masalah yang telah terjadi
21 Saya mengungkapkan perasaan-perasaan negatif, seperti kesedihan, kemarahan dan kekesalan
22 Saya berusaha mendekatkan diri kepada Tuhan
23 Saya berusaha memperoleh nasihat atau bantuan dari orang lain tentang apa yang harus
23 Saya berusaha memperoleh nasihat atau bantuan dari orang lain tentang apa yang harus