BAB V KESIMPULAN DAN SARAN
5.2 Saran
1. Saran Metodologis
Bagi peneliti selanjutnya yang ingin meneliti mengenai topik yang sama agar melakukan pencarian data yang lebih mendalam terkait subjek dengan cara mewawancarai beberapa orang terdekatnya, guna memperkaya data dan mengetahui perubahan subjek dari berbagai sudut pandang. Kemudian, peneliti selanjutnya disarankan bisa menambahkan topik mengenai konflik subjek dalam mengambil sebuah keputusan yang diambil berdasarkan shalat istikharah.
2. Saran Praktis
Saran praktis dalam penelitian ini ditujukan kepada muslim yang merasa bimbang dalam mengambil sebuah keputusan. Melalui penelitian ini diharapkan seorang muslim tanpa berpikir panjang memilih jalan untuk melakukan shalat istikharah sewaktu dalam keadaan bimbang dan ragu.
Hal ini berdasarkan pengalaman subjek dalam penelitia, shalat istikharah mendatangkan kebaikan dalam kehidupan mereka serta seseorang yang dengan khusyu’ melakukannya akan mengalami sebuah pengalaman yang luar biasa diluar logika manusia dan merasakan terhubung dengan Allah SWT.
DAFTAR PUSTAKA
Amin, S., & Alam, I. (2008). Women’s employment decision in Malaysia: does religion matter?. Journal of Socio-Economics, 37(2008), 2368-2379.
Diunduh dari https://www.sciencedirect.com
Ayyash, M. (2008). Keajaiban shalat istikharah: menentukan pilihan sesuai petunjuk Tuhan. Jakarta Selatan: PT Agromedia Pustaka.
Bradshaw, W. S., Heaton, T. B., Decoo, E., Delhin, J. P., Galliher, R. V., &
Crowell, K. A. (2015). Religious experience of GBTQ mormon males.
Journal for the Scientific Study of Religion ,00(0) , 1-19. Diunduh dari https://s3.amazonaws.com/academia.edu.documents/46689470/Bradshaw_et_
al-2015-Journal_for_the_Scientific_Study_of_Religion-2.pdf
Compton,W.J. , & Hoffman, E. (2012). Positive psychology: the science of happiness and flourishing. USA: Wadsworth.
Creswell, J. W. (2009). Research design: qualitative, quantitative, and mixed methods approaches. USA: Sage
Daradjat, Z. (2016). Kesehatan mental. Jakarta: Gunung Agung.
Dunn, J. D. G (1970). Baptism in the holy spirit: a re-examination of the new testament teaching on the gift of the spirit in relation to pentacostalism today. UK: scm press
Fernando, M., & Jacskon, B. (2006). The influence of religion-based workplace spirituality on business leaders’ decision-making: an inter-faith study.
Journal of Management & Organization, 12(1), 23-39. Diunduh dari http://ro.uow.edu.au
Glock, C., & Stark, R. (1965). A taxonomy of religious experience. Journal for the Scientific Study of Religion, 5, 97-116. doi: 10.2307/1384259
Hanafi. (2013). Keutamaan & keistimewaan shalat tahajjud, shalat dhuha, shalat hajat, shalat istikharah, shalat tasbih. Jakarta: Bintang Indonesia Jakarta.
Hood, L. R., Hill, P. C., Spilka, B. (2009). The psychology of religion: an empirical approach. New York: The Guildfrod
Hurlock, E. B. (1986). Developmental psychology. New Delhi: McGraw-Hill.
Istianah. (2015). Shalat sebagai perjalanan ruhani menuju Allah.Jurnal Esoterik,
1(1), 47-64. Diunduh dari
http://journal.stainkudus.ac.id/index.php/esoterik/article/download
Jaelani, A. (2000). Penyucian jiwa & kesehatan mental. Jakarta: Amzah.
James, W. (2002). The varieties of religius experience. New York: Art Manor LLC.
Munawwir, A. M. (1997). Kamus lengkap al-Munawwir Arab Indonesia.
Surabaya: Pustaka Progrossif
O'Kane. (1989). Transpersonal dimentions of transformations : a study of the contribution drawn from the dusi order teachings and training the emerging of transpersonal psychology. Ann Arbor: The Union for Experimenting College & University
Poerwandari, E. K. (2009). Pendekatan kualitatif untuk penelitian perilaku manusia. Depok: LPSP3 Fakultas Psikologi UI.
Pujiastuti, T. (2017). Konsep pengalaman keagamaan Joachim wach. Journal syi’ar, 17(2), 63-72. Diunduh dari http//:ejornal.iainbengkulu.ac.id
Rankin, M. (2008). An introduction to religious & spiritual experience. Chennai:
Continum International Publishing Group.
Sangkan, A. (2006). Pelatihan shalat khusyu': shalat sebagai meditasi tertinggi dalam Islam. Jakarta Selatan: Baitul Ihsan.
Sasak, H. (2017). Penuntun mengerjakan shalat istikharah. Jakarta Selatan : Qultummedia.
Sugiono, D. (2008). Kamus besar bahasa Indonesia pusat bahasa. Jakarta: PT Gramedia pustaka utama.
Tart, C. T. (1975). Transpersonal psychology. NewYork: Harper & Row.
Valera, P., & Taylor, T. (2010). Hating the sin but not the sinner: a study about heterosexism and religious experience among black men. Joirnal of Black Studies, 42(1), 106-122. doi:10.1177/0021934709356385
Lampiran 1
Lampiran 2
PEDOMAN WAWANCARA Membangun Rapport
Pembukaan
Pertanyaan Latar Belakang
Pengalaman ketika melaksanakan shalat istikharah
Pertanyaan Inti (Pertanyaan-pertanyaan ini dibangun melalui karaktertistik pengalaman Keagamaan Compton dan Hoofman, 2012)
Elation dan Awe (Kegembiraan dan Kagum)
Coba anda ceritakan mengenai perasaan anda setelah shalat tersebut?
Apakah anda merasakan doa anda dijawab Allah SWT?
Apakah anda bisa menceritakan hal yang menurut anda merupakan sesuatu diluar logika manusia namun anda merasakannya?
Wonder (Takjub)
Bagaimana perasaan anda sebelum memutuskan untuk melaksanakan shalat istikharah?
Manfaat apa yang anda rasakan setelah melaksanakan shalat ini?
Hal apa yang menurut anda merupakan keajaiban yang diberikan Allah SWT?
Peak Experience (Pengalaman Puncak)
Coba anda ceritakan, bagaimana cara Allah memberikan petunjuk kepada anda setelah shalat ini dilakukan?
Apa yang anda rasakan terhadap petunjuk yang diberikan?
Apakah hal tersebut merupakan sesuatu yang bernilai menurut anda?
Numinous Experience
Bagaimana anda mempersepsikan mengenai kejadian yang anda alami?
Bagaimana anda meyakini bahwa kejadian tersebut nyata ?
Conversion (Konversi)
Perbedaan apa yang anda rasakan sebelum dan sesudah shalat istikharah?
Perbedaan apa yang dirasakan terkait dengan kehidupan yang menurut anda merupakan dampak setelah merasakan pengalaman diatas?
Penutup
Menyimpulkan wawancara
Lampiran 3 Wawancara 1 (03 Maret 2018) (14.00 WIB)
Koding akan berbentuk (Wawancara Keberapa).(Subjek Keberapa).
(Tanggal).(Nomor)
Sebagai contoh : W1.S1.030318.0001
No Verbatim Analisa Analisa
Tematik 0001 R Kakak kan pernah
melaksanakan shalat istikharah itu yakan, tentunya kakak memiliki cerita yang unik ketika kakak melaksanakan shalat ini. Apa benar begitu?
0002 E Iya benar sekali Mengalami pengalaman unik setelah melaksanakan shalat istikharah
(W1.S1.030318.0001)
Wonder (takjub)
0003 R Bisa kakak ceritakan tujuan kakak untuk melakukan shalat ini dulu itu apa kak?
0004 E Saya shalat istikharah semenjak bulan 12, saya sebenarnya sering shalat itu cuman dibulan 2 ini saya tidak melakukan lagi. Karena menurut saya, saya udah dapat jawaban jadi saya ya kayak melanjutkan shalat lain kayak shalat tahajud. Kalau shalat istikharah saya udah dapat jawaban insha Allah itu jawaban terbaik dari Allah.
Subjek melakukan shalat istikharah kurang lebih selama 2 bulan (W1.S1.030318.
0002)
Subjek tidak melanjutkan shalat istikharah karena sudah mendapatkan jawaban tidak melakukan lagi karena sudah mendapatkan petunjuk dari Allah. Tujuan kakak shalat ini apa?
No Verbatim Analisa Analisa Tematik 0006 E Tujuan saya ya saya ingin
menemukan pasangan hidup ya bukan saya memilih tapi memang Allah yang berikan menurut-Nya yang terbaik gitu. Dan saya didunia bingung memilih saya mintak ya saya memohon biarkan
melaksanakan shalat ini adalah untuk menentukan jodoh.
0008 E Iyaa bener sekali..
0009 R Emangnya ada berapa calon pria yang kakak masukkan dalam doa saat kakak itu?
E Sebenarnya ada banyak laki-laki baik yang mendekat, cuman saya gak terlalu merespon mereka. Cuman yang paling saya respon sih sebenarnya ada 2 pilihan. Pas 2 pilihan ini saya coba shalat.
Tiba-tiba ada masuk pilihan lagi saya cobak aja kenapa gak 3 pilihan kan. 3 pilihan saya shalat juga ya tapi ee… kedua pilihan pertama itu saya shalat itu ternyata termasuk kita kontak batin dengan berdoa dari lubuk hati yang paling dalam dengan kuasa Allah gitu, kita itu ya bener-bener yang orang yang kita doain itu terlihat seperti wataknya, sifatnya itu lama-kelamaan makin terlihat. Udah gitu tapi sosok dari laki-laki tersebut.
Setelah itu saya tidak shalat lagi, terus saya shalat lagi kemudian mimpi itu datang lagi. Kemudian saya mimpi keburukan-keburukan laki-laki ini. Cuman salah satu dari
Banyak pria yang mendekati subjek, namun ada 3 pria yang masuk kedalam doa subjek (W1.S1.030318. 0006) Subjek merasakan mendapatkan gambaran mengenai watak dan sifat asli dari ketiga pria tersebut (W1.S1.030318. 0007) 4 hari setelah shalat subjek memimpikan salah satu pria dari ketiga pria tersebut selama 3 hari berturut-turut (W1.S1.030318. 0008) Subjek melaporkan Allah menunjukkan keburukan sifat 2 pria lainnya melalui mimpi (W1.S1.030318. 0009)
No Verbatim Analisa Analisa Tematik ketiga laki-laki ini tidakada
keburukan. Menurut saya, saat mimpi dia mimpinya dalam kebaikan aja gitu gak ada keburukannya.
0010 R Setelah kakak diberikan petunjuk mengenai keburukan dari laki-laki tersebut, gimana kakak mempersepsikan sikap dari ketiga lelaki tersebut?
0011 E Kalau lelaki pertama ya dia itu saya manggilnya “A’ak” ya menurut saya sih dia itu baik terus kalau agamanya ya baiklah menurut saya tingkat keimanannya biasa. Yang ketiga tingkat keimanannya buruk tapi eee.. sifatnya baik.
Ya saya sebagai manusia ingin merubah dia saja gitu. Kalau yang kedua sosoknya ya memang dari dulu saya kenal baik memang dari dulu sampe sekarang memang seperti itu akhlaknya juga ketaatannya sama Allah juga baik gak pernah berubah sedikit pun.
Memang itulah sifatnya, memang itulah jati dirinya.
Dan juga orang ketiga ini saya juga udah kenal baik sama keluarganya, cuman dia ini orangnya masih gimana ya masih dia percaya kalo dia sekarang bisa seperti ini karena dirinya sendiri bukan karena Allah.SWT. Itu sih yang membuat saya bingung antara ketiganya, makanya saya lakuin shalat istikharah.
Subjek menyatakan bahwa pria pertama baik tapi agamanya biasa, pria yang kedua memiliki akhlak yang baik begitu juga dengan ketaatannya kepada Allah, pria ketiga tingkat
keimanannya buruk namun orangnya baik
(W1.S1.030318. 0010)
Hal ini yang membuat subjek memutuskan untuk akhirnya menjadi tujuan akhir kakak gitu?
0013 E Ya insha Allah saya milih lelaki yang kedua, tapi kami jugak gak pernah kontekan.
Ya konteknya sekali-sekali aja, cuman ya saya setelah shalat istikharah saya beralih ke shalat tahajud. Ya karena kan kalau saya sudah mendapatkan jawaban ya saya mencoba memastikan juga pada petunjuk itu. Ketika saya
Subjek memutuskan memilih pria kedua karena ia yakin hal tersebut merupakan petunjuk dari Allah (W1.S1.030318.
0012)
Setelah mendapat keputusan, subjek melanjutkan dengan shalat tahajud agar teguh pada petunjuk yang diberi Allah (W1.S1.030318. 0013)
Awe (kagum)
No Verbatim Analisa Analisa Tematik dapat jawaban, jawaban satu
itu terus yang saya doakan 0014 R Kalau gitu kakak udah shalat
istikharah, kakak juga udah dapat petunjuk dari Allah SWT. Apa yang kakak rasakan setelah shalat ini?
0015 E Saya waktu saya shalat saya gak tau bacaan doa istikharah itu. Saya lihat buku. Setelah saya selesai shalat saya juga lihat buku itu yang tadi saya sebutkan. Saya lihat buku saya baca ayatnya dan artinya terus saya itu tanpa sadar saya nangis gitu tersedu-sedu dan saya betul-betul memohon gitu. Baru setelah ya doa yang saya panjatkan saya merasa nyaman gitu, nyaman dan pikiran saya dibukakan aja gitu. Ibaratnya yang hati ini biasanya khawatir jadi gak khawatir gitu sih. Saya merasa lebih tenang, lebih fokus, lebih nyaman lalu saya merasa gak terlalu memikirkan ketiganya jadinya karena saya percaya Allah bakalan ngasih yang terbaik. Makanya saya merasa cukup saya yang meminta Allah udah tau mana yang terbaik dan saya intinya saya tetap kuatkan ajalah doanya.
Subjek tanpa sadar menangis tersedu ketika membaca ayat beserta arti dari bacaan shalat istikharah serta merasakan kenyamanan setelah berdoa dalam shalat ini dan merasa tidak khawatir lagi dan nangis yang tersedu-sedu.
Apa yang membuat kakak sampai bisa nangis tersedu?
0017 E Karena diusia saya yang 22 tahun ini sebenarnya kalau dibilang sih termasuk masih muda. Tapi saya gak mau salah pilihan dan saya itu orangnya sekarang saya lagi hijrah. Alhamdulillah saya lagi hijrah dan saat ini saya sedang kuatkan istiqomah saya dan saya mau memperbaiki diri saya juga ingin menemukan laki-laki yang sama seperti saya yang
Subjek sedang hijrah dan istiqomah serta ingin menemukan pria yang sama-sama ingin memperbaiki diri (W1.S1.030318. 0015) Subjek menginginkan seseorang yang taat pada Allah dan sesekali subjek menangis ketika berdoa (W1.S1.030318. 0016)
Conversion (konversi)
Peak experience
saling menguatkan untuk istiqomahnya. Saya gak mau
Subjek mengatakan bahwapasangan hidup
No Verbatim Analisa Analisa Tematik tapi tidak hebat untuk akhirat
yang hanya kayanya hanya gantengnya saya tidak perlu itu. Yang saya perlukan akhlak ketaatannya kepada Allah SWT itu yang saya perlukan. Makanya saya bener-bener berdoa memohon karena menurut saya kalau saya mintak harta saya tidak perlu memohon, mungkin Allah kasi harta itu tapi hanya sekejao tidak duni dan akhirat.
Tapi kalau saya mintak akhirat saya bener-bener mohon saya sampe nangis ya saya sedih gitu kenapa disaat umur saya 22 tahun saya belum menemukan pasangan hidup, sedangkan pasangan hidup itu merupakan salah satu untuk nyamannya saya nyaman dengan dunia saya yang lagi memperbaiki diri. Saya yakin laki-laki yang dikirim Allah itu gak tau aja tiba-tiba mereka menjauh dan saya merasa nyaman. Terus ada aja musibah untuk menjauhkan mereka dari saya. Kayak hp saya rusak, mungkin selama ini hp saya ada mereka terus hubungi saya PC saya tetapi setelah hp saya rusak mereka gak bisa hubungi saya dan hal itu membuat saya menjadi mengulangi kesalahan saya lagi dengan PC sama mereka
Subjek merasa nyaman karena sedang memperbaiki diri ke jalan Allah dan merasa lelaki yang tidak baik itu dijauhkan dari dirinya (W1.S1.030318.
0018)
Subjek melaporkan ada saja hal yang membuat pria yang tidak baik tersebut menjauh dan hal ini tidak lain karena Allah SWT (W1.S1.030318.
No Verbatim Analisa Analisa Tematik Allah saya siap dilamar.
0020 R Oo perasaan nyaman itu karena tidak ada yang mengganggu anda lagi? Anda merasakan Allah membantu anda dalam hal ini?
0021 E Bener itu. Sangat membantu saya. Saya bisa merasakan kehadiran Allah ditengah-tengah doa saya. Saya merasakan adanya bantuan langsung yang diberikan. Saya merasakan kehadiran Allah kekuatan Allah SWT
Subjek merasakan bantuan dari Allah dan kehadiran Allah dalam setiap masalah yang ada (W1.S1.030318.
0020)
Awe (Kagum)
0022 R Kakak tadi bilang laki-laki yang gak baik itu tiba-tiba dijauhkan dari kakak. Apakah kakak merasakan luar biasanya rencana Allah dengan menjawab doa kakak?
0023 E Ya.. saya merasakan hal itu udah sangat jauh. Komunikasi jarang tapi terkadang pernah juga cuman sebentar gitu.
Yang kedua saya gak tau gitu, walaupun kita jarang komunikasi tapi kontak batin itu apa aja kayak deket padahal kami gak ada komunikasi. Terus dia itu orangnya selalu mendukung apa perubahan saya jadi lebih
Maksudnya saya jadi positif terus saya kayak dia itu mendukung sara dari kegiatan, maupun urusan kerjaan dan lain lain ya menjadi lebih baiklalah insha Allah. Kalau
subjek merasakan doa nya dijabah oleh Allah bedasarkan pengalaman bahwa pria yang pertama dijauhkan dari kehidupannya dengan pindah kerja di luar kota
(W1.S1.030318. 0021) Selanjutnya ada saja kejadian yang mendekatkan subjek pada pria kedua tanpa disengaja seperti mengikuti pengajian yang sama (W1.S1.030318. 0022) Subjek menyatakan Allah memberikan petunjuk bahwa pria ketiga bukan pria yang baik (W1.S1.030318. 0023)
yang ketiga dengan perubahan saya menjadi lebih baik malah yang ketiga itu gak mau, gak suka gitu. Dan mungkin dia cintanya ya cinta gak tulus sampe kami baru aja disidang
No Verbatim Analisa Analisa Tematik marah-marah sama saya karen
dia mau datang kerumah saya sakit saya gak mau karena gak ada orang dirumah. Terus dia bilang ketemen-temen kalau saya pura-pura sakit karena hal itu kami didudukkan sama pimpinan dia marah, dia gak suka perubahan saya yang sekarang semenjak saya habis cuti katanya saya berubah. kasih petunjuk kalau laki-laki ini sebenarnya gak baik dan Alhamdulillah dari kejadian itu dia menyadarinya dan dia terimakasih dia ingin hijrah bener-bener dan dia terimakasih sama saya. Saya menyadarkan bahwa sikap dia memang buruk selama ini dan saya itu menyadarkan dia kalau kita ingin mendapatkan jodoh yang baik kita harus jauh lebih baik. Jadi menurut saya lelaki yang pertama dan ketiga itu sudah dijauhkan.
Yang pertama ini juga saya gak berharap sama dia, karena semenjak shalat istikharah itu saya gak pernah berharap sama siapapun. Itulah letak fokus saya, saya gak berharap sama siapapun malah saya berharap sama diri saya jadi lebih baik itu menurut saya.
0024 R Jadi intinya doa kakak udah dijawab dan anda diberikan pertolongan untuk dijauhkan pada orang yang tidak tepat 0025 E Iya bener sekali.
0026 R Selanjutnya nih setelah shalat ini kakak pernah gak ngerasain sesuatu yang tidak logika dipersepsikan indera manusia, namun hal tersebut
No Verbatim Analisa Analisa bener-bener sakit hati, saking sakitnya saya itu memohon.
Terus saya shalat istikharah saya bilang tapi saya tidak menentukan pilihan mana waktu itu. Saya hanya berdoa untuk yang pertama. Jadi saya shalat istikharah saya bener-bener mintak pertolongan saya memohon pada Allah kalau dia bukan jodohkan maka jauhkan. Saya pernah juga dulu shalat istikharah sekita bulan 4 tahun 2016. Kalau jodoh saya, didekatkan dengan kebaikan, kalau tidak ya dijauhkan. Dan saya mau sebagai teman aja.dan akhirnya dua hari kemudian dia itu langsung dipindah tugas kedaerah. Pindah kerja ke daerah dengan jarak yang jauh. Kami dijauhkan seperti itu. Dan saya berdoa terus, dalam hati saya ya Allah doa saya langsung terkabul. Maha Besar Allah. Terus waktu shalat selanjutnya saya berdoa lagi. Ya Allah kalau ini memang benar-benar piliha-Mu saya ikhlaskan saya dijauhkan tapi saya mintak ikhlaskan dari hati saya yang paling dalam. Dan itu bener-bener terjadi dan menurut saya sih gak dulu saya pacarana sekitar 2 tahun setengah tiba-
Subjek menyatakan pernah shalat istikharah untuk lelaki pertama pada tahun 2016 hanya untuk pria yang pertama. Setelah itu pria tersebut langsung dijauhkan dari kehidupan subjek (W1.S1.030318. 0024)
Subjek merasakan diberikan kekuatan oleh Allah dengan tegar menerima apa yang terjadi (W1.S1.030318. 0025)
Wonder (Takjub)
Awe (Kagum)
tiba saya ngelupain gitu aja, ikhlas gitu aja maksudnya siap gitu aja dengan kami dulu prnah sama pulang bareng makan bareng. Ibaratnya ini kehilangan dia gak pernah liat muka dia gak tau apa yang dia lakuin. Dan akhirnya dua hari kemudian dia memutuskan untuk balik ke Jakarta.
Pertamanya saya tidak sedih
No Verbatim Analisa Analisa Tematik ini pertanda petunjuk gitu.
Saya sempat bilang sini ajalah cari uangnya, tapi akhirnya dia tetap mau balik kek Jakarta.
Dan akhirnya dia balik.
0028 R Terus gimana ?
0029 E Saya waktu antar ke bandara saya gak sedih, saya ngerasa ikhlas aja. Sesudah 2 hari di Jakarta dia memutuskan untuk gak balik lagi kesini, disitu tiba-tiba ikhlas dan akhirnya saya dipertemukan lagi dengan orang kedua saat saya kena musibah. Orang ke 2 itu datang dan sampai sekarang.
Jadi kami tu dulu yang pertama dan kedua dekat sama saya, cuman saya yang pertama itu mendekatin saya dengan materi karena saya masih labil dulu. Kalau yang kedua dulu mendekati saya dengan ya mendekatkan diri kepada Allah gitu. Tapi karena saya masih labil saya berfikiran negatif aja ke yang kedua. Sedangkan yang pertama kasih materi saya terlena dengan dunia itu. Jadi dulu saya pilih yang pertama sedangkan saya lupa sama yang kedua ini kalau kami dulu pernah sama-sama pernah ibaratnya berusa lah harus begini-begini ternyata
Subjek mengatakan saat mengantar ke bandara tidak ada perasaan sedih, namun setelah pria pertama
mengatakan untuk tidak balik lagi subjek merasakan kesedihan yang mendalam namun hanya 2 hari (W1.S1.030318. 0026) lebih memilih orang pertama karena materi (W1.S1.030318.
0028)
Subjek merasakan takjub ketika berpisah degan orang pertama, Allah mendatangkan ketika kami dipisahkan yang buat saya takjub lagi yang kedua kembali lagi. Dan itu menurut saya keajaiban sih dan itu menurut saya gak akan saya lupakan.
0030 R Berarti seketika itu juga anda
No Verbatim Analisa Analisa Tematik ditolong oleh Allah ya kak?
0031 E Iya bener, terus waktu saya kena musibah orang kedua datang. bener-bener saya dulu banyak salah sama dia karena
Sedangkan yang pertama bersikap kewanita itu dia itu orangnya lembut saya sering kali melihat dia dipeluk sama kawan kerja wanitanya dan saya ngeliat langsung tapi dia tetep bela temen-temennya dia bilang itu cuman bercanda.
Dan saya hancur sebagai wanita.
Subjek pernah memutuskan pertemanan ada orang kedua karena tidak memberikan kabar 1 minggu kepadanya (W1.S1.030318. 0030) teguhkan sama shalat istikharah siapa tau bisa bener-bener bisa dapatkan jawaban. Akhirnya saya lakukan malam itu juga dan ya alhamdulillah 4 hari kemudian saya mimpi jalan dengan orang yang pertama
Subjek merasakan perasaan istikharah dan setelah hari keempat subjek merasa
berpegangan tangan sama orang yang kedua. Dan saya itu gak mau pisah dari dia itu.
Itu sih mimpi orang kedua dari 4 hari setelah saya shalat istikhara langsung saya mimpi. Terus hari yang ke 5 orang kedua langsung kabarin saya bersikap baik lagi kesaya.
Itu sih mimpi orang kedua dari 4 hari setelah saya shalat istikhara langsung saya mimpi. Terus hari yang ke 5 orang kedua langsung kabarin saya bersikap baik lagi kesaya.