BAB VII KESIMPULAN
7.2. Saran
Saran yang ingin disampaikan dari pelaksanaan kajian tugas akhir sebagai berikut:
1. Bagi Petani, diharapkan hasil dari laporan ini dapat menjadi sarana informasi dalam pengendalian hama secara terpadu yakni menggunakan perangkap Light Trap Insect tenaga surya, sehingga penggunaan pestisida kimia dapat diminimalisir.
2. Bagi Penulis, perlu dilakukannya penelitian lebih lanjut terhadap penggunaan perangkap Light Trap Insect tenaga surya jika diaplikasikan pada tanaman selain bawang merah dan dilakukan analisis lebih lanjut untuk mengetahui tingkat adopsi perangkap Light Trap Insect tenaga surya.
3. Bagi Institusi, adanya kerjasama antara petani, penyuluh dan institusi yakni Politeknik Pembangunan Pertanian Malang melalui Kelompok Tani Among Tani di Desa Banaran Kulon Kecamatan Bagor Kabupaten Nganjuk.
85
DAFTAR PUSTAKA
Aditama. R.C., dan N. Kurniawan. 2013. Struktur Komunitas Serangga Nocturnal Areal Pertanaman Padi Organik pada MusimPenghujan di Kecamatan Lawang, Kabupaten Malang. Jurnal Biotropika, 1(4): 186-190.
Ady Iswanto. 2008. Prinsip Dasar Solar Cell. Staf Divisi Riset 102FM ITB, Bandung.
Andi Ilham. 2015. Keanekaragaman Jenis Serangga Nokturnal Pada Perkebunan Kelapa Sawit Kecamatan Besulutu Kabupaten Koname Sulawesi Tenggara.
[Skripsi]. Universitas Halu Leo. Kendari.
Annisava A.R dan Solfan B. 2014. Agronomi Tanah Hortikultura. Aswaja Pressindo. Yogyakarta.
Anonim. 2010. Pedoman Bertanam Bawang Merah. Yrama Widia. Bandung.
Arianda, Dwi. 2010. Evaluasi Kegiatan Penyuluhan Budidaya Padi Sistem Legowo di Kabupaten Tangerang. Skripsi. Fakultas Sains dan Teknologi Universitas Islam Negeri Syarif Hidayatullah.
Arikunto, S. 2006. Prosedur Penelitian Suatu Pendekatan Praktik. Jakarta: Bina Aksara.
Arikunto, S. 2010. Prosedur Penelitian Suatu Pendekatan Praktek. Rineka Cipta, Jakarta.
Azwar, S. 2016. Sikap Manusia Teori dan Pengukurannya. Pustaka Pelajar.
Yogyakarta.
Badan litbang Pertanian. 2006. Prospek dan Arah Pengembangan Agribisnis Bawang Merah. Jakarta: Badan Penelitian dan Pengembangan Pertanian Kementrian Pertanian.
Badan Litbang Pertanian. 2014. Petunjuk Teknis Lapang Pengelolaan Tanaman Terpadu (PTT) Padi Sawah Irigasi. Jakarta: Badan Litbang Pertanian.
Kementerian Pertanian.
Badan Pusat Statistik Jawa Timur. 2020. Analisis Data Bawang Merah Jawa Timur. Jawa Timur: Badan Pusat Statistik Jawa Timur.
Badan Pusat Statistik Kabupaten Nganjuk. 2020. Kabupaten Nganjuk Dalam Angka. Nganjuk: Badan Pusat Statistik Kabupaten Nganjuk.
Barmawi, Malvino. 1994. Prinsip-Prinsip Elektronika Buku Dua. Jakarta: Salemba Teknika.
Bishop, Owen. 2004. Dasar-Dasar Elektronika. Jakarta: Erlangga.
Capinera, J. L. 2014. Beet Armyworm Spodoptera exigua (Hubner) (Insecta:
Lepidoptera : Noctuidae). IFAS Extension, 1 (1): 1-5.
Darwati. 2002. Siklus Hidup Spodoptera Exigua Pada Pakan Buatan Daun Bawang Merah dan Daun Bawang Prey. Universitas Diponegoro. Semarang.
Erwin, 2012. Mengevaluasi Pelaksanaan Penyuluhan Pertanian. Jambi.
Fajjriyah, Noor. 2017. Kiat sukses budidaya bawang merah. Yogyakarta:
Biogenesis
Febrianasari, R., H. Tarno., dan A. Afandhi. 2014. Efektivitas Klorantraniliprol Dan Flubendiamid Pada Ulat Bawang Merah (Spodoptera exigua Hubner) (Lepidoptera: Noctuidae). Jurnal HPT Vol 2(4).
Firmansyah, MA & Anto, A. 2013. Budidaya bawang merah di lahan marjinal luar musim. Kantor Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Kalimantan Tengah, Palangka Raya, Bogor.
Ginting, E. 1991. Metode Kuliah Kerja Lapang. Universitas Brawijaya, Malang.
Hadi M, U.Tarwojo,R.Rahadian. 2009. Biologi Insekta Entomologi. Yogyakarta:
Graha Ilmu.
Hernanto, F. 1993. Ilmu Usahatani. Jakarta: Penebar Swadaya. 309 hal.
Hidayat et al. 2004. Pengaruh Varietas dan Paket Pemupukan Terhadap Paket Pemupukan Pertumbuhan Bawang Merah. Lap. Hasil Penel. Balitsa Lembang/ Bandung
Hidayat Rahmad. 2013. Pengertian dan Fungsi Baterai Aki. Diakses pada tanggal 05 Januari 2022. http://www.kitapunya.net/2013/12/pengertian-danfungsi-baterai-aki.html.
Isbandi Rukminto. 2005. Ilmu Kesejahteraan Sosial dan Pekerjaan Sosial. FISIP UI PRESS.
Istina, I, N. 2016. Peningkatan Produksi Bawang Merah melalui teknik pemupukan NPK. Balai Pengkajian Teknologi Pertanian Riau. Jurnal Agroekoteknologi.
Vol 3 (1).
Kalshoven, L.G.E. 1981. The Pests of Crops In Indonesia. Jakarta :Ichtiar Baru Van Hoeve.
Kartasapoetra, G.1994. Teknologi Penyuluhan Pertanian. Bumi Aksara. Jakarta.
Kurniawati RW. 2012. Perangkap Warna Serangga. Srengat: TBPP BP3K.
Kusnadi, D. 2011. Dasar Dasar Penyuluhan Pertanian. STPPB. Bogor.
Lucie S. 2005.Teknik Penyuluhan dan Pemberdayaan Masyarakat. Bogor:Ghalia Indonesia
Mardikanto, T. dan Sri Sutarni. 1982. Pengantar Penyuluhan Pertanian. Hapsara, Surakarta.
Mardikanto, Totok, 2009. Sistem Penyuluhan Pertanian. Universitas Sebelas Maret. Surakarta.467 Hal.
Mardikanto. 2003. Penyuluhan Pembangunan Pertanian. UNS Press. Surakarta.
Marsadi, D., I.W. Supartha dan A.A.A.A.S. Sunari. 2017. Invasi dan Tingkat Serangan Ulat Bawang (Spodoptera exigua Hubner) pada Dua Kultivar Tanaman Bawang Merah di Desa Songan, Kecamatan Kintamani, Kabupaten Bungli. E-Jurnal Agroteknologi Tropika. Volume 6: 360-369 (4).
Mc Ewen, P. 1997. Sampling Handling and Rearing Insects. Pp. 5-20. Dalam D.R.
Dent dan M.P Walton (eds). Methods in Ecological and Agricultural Entomology. CAB International, Wallingford
Meyer, R. J. 2006. Color Vision. Departement Of Entomology. Nc State University.
Dalam Sunarno. Ketertarikan Serangga Hama Lalat Buah Terhadap Berbagai Papan Perangkap Warna Sebagai Salah Satu Teknik Pengendalian. Jurnal Agroforest. 6(2): 130-134.
Moekasan, T.K. 2004. Pencampuran Spodoptera exigua Nuclear Polyhedrosis Virus dengan Insektisida kimia untuk mortalitas larva Spodoptera exigua Hbn. Di laboratorium. J. Hort. 14 (3) : 178 - 187
Moekasan, T.K., Basuki, RS., & L. Prabinigrum. 2012. Penerapan Ambang Pengendalian Organisme Pengganggu Tumbuhan pada Budidaya Bawang Merah dalam Upaya Mengurangi Penggunaan Pestisida. J. Hort. 22 (1) : 47-56.
Moekasan, T.K., W. Setiawat, F. Hasan, Runa. R, dan Somantri, A. 2013.
Penetapan Ambang Pengendalian Spodoptera exigua pada Tanaman Bawang Merah Menggunakan Feromonoid Seks (Determination of Control Threshold of Spodoptera exigua on Shallots Using Pheromonoid Sex). J.
Hort. Volume 23: 80-90 (1).
Moekasan, TK, Basuki, RS dan Prabaningrum, L. 2012. Penerapan Ambang Pengendalian Organisme Pengganggu Tumbuhan Pada Budidaya Bawang Merah Dalam Upaya Mengurangi Penggunaan Pestisida. Jurnal Hortikultura 22 (1), 47-56.
Moekasan, TK. 1994. Pengujian ambang pengendalian hama Spodoptera exigua berdasarkan umur tanaman dan intensitas kerusakan tanaman bawang merah didataran rendah. Pros Seminar Hasil Penelitian pendukung Pengendalian Hama Terpadu. Lembang.
Mutiarani. 2009. Pengendalian Fisik Mekanis. Jakarta: Agromedia.
Noor, Isran. 2012. Buku Pintar Penyuluh Pertanian. Jakarta: PERHIPTANI (Perhimpunan Penyuluh Pertanian Indonesia).
Notoatmodjo S. 2003. Ilmu Kesehatan Masyarakat Prinsip - Prinsip Dasar. Jakarta :Rineka Cipta.
Nuraeni I. 2014. Media Penyuluhan Pertanian. Universitas Terbuka. Jember, pp.
1-30.
Nursam, Nursam, Mohammad Yunus, and Burhanuddin Nasir. 2018. Pengaruh Pestisida Nabati Buah Cabai (Capsicum annuum L) Dan Umbi Bawang Putih (Allium sativum L) Terhadap Mortalitas Hama Bawang Merah (Spodoptera exigua Hubner). AGROTEKBIS: E-JURNAL ILMU PERTANIAN 6.2 (2018):
225-231.
Nusyirwan. 2013. Studi Musuh Alami (Spodoptera exigua Hbn) pada Agroekosistem Tanaman Bawang Merah. Balai Pengkajian Teknologi Pertanian (BPTP) Sumatera Barat. Jurnal Penelitian Pertanian Terapan Vol 13(1): 33-37
Pitojo, S. 2003. Benih Bawang Merah. Kanisius. Yogyakarta. 82 hal.
Prasetyo, Gregorius WA. 2016. Pengendalian Hama Ulat Bawang (Spodoptera exigua) Pada Tanaman Bawang Merah (Allium cepa). Universitas Jenderal Soedirman. Purwokerto.
Putrasamedja, S. dan Suwandi. 1996.Varietas Bawang Merah Indonesia.
Monograf no. 5
Putrasamedja, S., W. Setiawati, L. Lukman, dan A. Hasyim. 2012. Penampilan beberapa klon bawang merah dan hubungannya dengan intensitas serangan organisme pengganggu tumbuhan. Jurnal Hort, 22(4) : 349-359.
Rahayu E. Berlian N. 2004. Mengenal Varietas Ungul dan Cara Budidaya
Rahayu, E, dan Berlian, N. V. 1999. Pedoman Bertanam Bawang Merah. Penebar Swadaya, Jakarta.
Rahayu. 2007. Usaha pengendalian pencemaran lingkungan akibat penggunaan pestisida pertanian. Jurnal Kesehatan Lingkungan,
Rahayu. Estu & Berlian, Nur. 2006. Bawang Merah. Penebar Swadaya. Jakarta Rasid, M.R. 2012. Laporan Praktikum Ilmu Hama Tumbuhan Dasar Percobaan Uji
Preferensi Warna. Institut Peranaian Bogor.
Rauf, A. 1999. Dinamika Populasi Spodoptera Exigua (Hubner) (Lepidoptera:
Noctuidae) Pada Pertanaman Bawang Merah Di Dataran Rendah. Buletin Hama dan Penyakit Tumbuhan, 39-47.
Reddy, M.R.N., and S.G.Ammika. 2015. Modelling and Optimazation of Solar Light Trap For Reducing and Controling The Pest Population. International Journal of Engeenering, 3(4): 224-234.
Rika Wahyu Kurniawati. 2017.THL TBPP BP3K SRENGAT
Rolaskhi, S. 2019. Inovasi Perancangan Dan Perencanaan Bisnis Paket Panel Surya (Solar Home Sistem). Doctoral dissertation. Universitas Komputer Indonesia.
Rukmana Rahmat dan Yudirachman Herdi. 2017. Sukses Budi Daya Bawang Merah di Pekarangan dan Perkebunan. Lily Publisher. Yogyakarta.
Rukmana, R. 2002. Bawang Merah, Budidaya dan Pengolahan Pascapanen.
Kanisius. Yogyakarta. 68 hal.
Rukmana, R. 2007. Bawang Merah dari Biji. Aneka Ilmu. Semarang.
Sartono. 2009. Bawang Merah, Bawang Putih, Bawang Bombay. Intimedia Ciptanusantara. Jakarta Timur. 57 hal.
Satria. 2014. Rancang Bangun Alat Pengendali Hama Wereng Mekanik Menggunakan LED dan Alat Penyedot. JNTETI.3(4).
Sermsri, N., and T.Chonmapad. 2015. 7th World Conference on Educational Sciences (WC-2015), 05-07 February 2015, Novotel Athens Convention Centre, Greece. “Solar energy-Based Insect Pest Trap”.197(2015).2548 – 2553.
Setiana,L. 2005. Teknik Penyuluhan dan Pemberdayaan Masyarakat.Yogyakarta : Penerbit ANDI.
Setiawati. W. 1996. Kerusakan dan Kehilangan Hasil Bawang Merah akibat Serangan Ulat Perusak daun (Spodoptera exigua Hubn.). Hal.418
Soekartawi, 2006. Analisis Usahatani. Jakarta. UI-Press. 110 hal.
Soekartawi. 1995. Usahatani. Penerbit Universitas Indonesia (UI- Pres), Jakarta Sugito. H., S.B. Wahyu, K. S. Firdausi, dan S. Mahmudah. 2005. Pengukuran
Panjang Gelombang Sumber Cahaya Berdasarkan Pola Interferensi Celah Banyak. J. Berkala Fisika, 8(2): 37-44
Suhardiyono, L. 1992. Penyuluhan Petunjuk Bagi Penyuluhan Pertanian. Jakarta:
Erlangga.
Sumadi, B. 2003. Intensifikasi Budidaya Bawang Merah. Kanisius. Yogyakarta Sumarna, A. 1992. Pengaruh ketinggian dan frekuensi pemberian air terhadap
pertumbuhan dan produksi bawang merah. Bull. Penel. Hort. XXIV(1): 6-15.
Sumarni dan Hidayat. 2005. Klasifikasi Tanaman Bawang Merah.
Sunarno. 2011. Ketertarikan Serangga Hama Lalat Buah Terhadap Berbagai Papan Perangkap Berwarna Sebagai Salah Satu Teknik Pengendalian.
Agroforestri 5 (2) : 129-134.
Sutarya, R dan Grubben G. 1995. Pedoman Bertanam Sayuran Dataran Rendah.
Gajah Mada University Press. Prosea Indonesia Balai Panel. Hortikultura, Lembang
Sutarya. 1996. Hama Ulat Spedoptera Exigua Pada Bawang Merah Dan Strategi Pengendaliannya. J Litbang Pertanian.
Taufiq, Mawardi W, Baskoro MS, Zulkarnain. 2015. Rekayasa lampu LED celup untuk perikanan bagan apung di Perairan Patek Kabupaten Aceh Jaya Provinsi Aceh. Jurnal Teknologi Perikanan dan Kelautan. 6(1):51-67.
Tjiptoherijanto, Prijono. 1997. Migrasi, Urbanisasi dan Pasar Kerja di Indonesia.
Jakarta: Penerbit Universitas Indonesia.
Udiarto, B. K., W. Setiawati., dan E. Suryaningsih. 2006. Pengenalan Hama dan Penyakit pada Tanaman Bawang Merah dan Pengendaliannya. Panduan Teknis PTT Bawang Merah No. 2. Bandung: Balai Penelitian Tanaman Sayuran. Pusat Penelitian Dan Pengembangan Hortikultura. Badan Penelitian Dan Pengembangan Pertanian.
Undang Undang Republik Indonesia Nomor 16 tahun 2006. Sistem Penyuluhan Pertanian, Perikanan, dan Kehutanan.
Wibowo, S. 2005. Budidaya Bawang Putih, Bawang Merah, Bawang Bombay.
Penebar Swadaya. Jakarta. 194 hal.
Yunus et al. 2011.Aktivitas Ngengat Scirpophaga incertules di Wilayah Kabupaten Klaten. Jurnal Perlindungan Tanaman Indonesia 17(1): 18-25.
Zheng, X.L., X.P. Cong., X.P. Wang., C.L. Lei. 2011. A Review of geographic distribution, overwintering and migration in Spodoptera exigua Hübner (Lepidoptera: Noctuidae). J. Entomol. Res. Soc., 13(3): 39-48.
91
LAMPIRAN
Lampiran 1. Hasil Uji Anova dan DMRT Jumlah Hama Yang Terperangkap Tests of Normality
Perlakuan Kolmogorov-Smirnova Shapiro-Wilk Statistic df Sig. Statistic df Sig.
Pengamatan_1 Warna Hijau .300 5 .161 .883 5 .325 Warna Biru .221 5 .200* .902 5 .421 Warna Ungu .300 5 .161 .895 5 .386 Warna Kuning .372 5 .022 .828 5 .135 Warna Putih .237 5 .200* .961 5 .814 Pengamatan_2 Warna Hijau .254 5 .200* .914 5 .492 Warna Biru .237 5 .200* .961 5 .814 Warna Ungu .265 5 .200* .836 5 .154 Warna Kuning .372 5 .022 .828 5 .135 Warna Putih .254 5 .200* .914 5 .492 Pengamatan_3 Warna Hijau .287 5 .200* .914 5 .490 Warna Biru .180 5 .200* .952 5 .754 Warna Ungu .261 5 .200* .859 5 .223 Warna Kuning .300 5 .161 .883 5 .325 Warna Putih .231 5 .200* .881 5 .314 Pengamatan_4 Warna Hijau .310 5 .131 .871 5 .272 Warna Biru .141 5 .200* .979 5 .928 Warna Ungu .229 5 .200* .867 5 .254 Warna Kuning .231 5 .200* .881 5 .314 Warna Putih .136 5 .200* .987 5 .967 Pengamatan_5 Warna Hijau .300 5 .161 .833 5 .146 Warna Biru .254 5 .200* .803 5 .086 Warna Ungu .180 5 .200* .952 5 .754 Warna Kuning .367 5 .026 .684 5 .006 Warna Putih .221 5 .200* .902 5 .421 Pengamatan_6 Warna Hijau .136 5 .200* .987 5 .967 Warna Biru .254 5 .200* .914 5 .492 Warna Ungu .141 5 .200* .979 5 .928 Warna Kuning .237 5 .200* .961 5 .814 Warna Putih .213 5 .200* .963 5 .826 Pengamatan_7 Warna Hijau .237 5 .200* .961 5 .814 Warna Biru .300 5 .161 .908 5 .453 Warna Ungu .246 5 .200* .956 5 .777 Warna Kuning .300 5 .161 .833 5 .146 Warna Putih .136 5 .200* .987 5 .967 Pengamatan_8 Warna Hijau .136 5 .200* .987 5 .967 Warna Biru .229 5 .200* .867 5 .254 Warna Ungu .279 5 .200* .885 5 .335 Warna Kuning .237 5 .200* .961 5 .814 Warna Putih .136 5 .200* .987 5 .967 Pengamatan_9 Warna Hijau .180 5 .200* .952 5 .754 Warna Biru .254 5 .200* .914 5 .492 Warna Ungu .201 5 .200* .881 5 .314 Warna Kuning .237 5 .200* .961 5 .814 Warna Putih .180 5 .200* .952 5 .754 Pengamatan_10 Warna Hijau .221 5 .200* .902 5 .421 Warna Biru .221 5 .200* .902 5 .421 Warna Ungu .287 5 .200* .914 5 .490 Warna Kuning .237 5 .200* .961 5 .814 Warna Putih .349 5 .046 .771 5 .046
*. This is a lower bound of the true significance.
a. Lilliefors Significance Correction
ANOVA
Sum of Squares df Mean Square F Sig.
Pengamatan_1 Between Groups 306.760 4 76.690 11.179 .000 Within Groups 137.200 20 6.860
Total 443.960 24
Pengamatan_2 Between Groups 324.760 4 81.190 34.697 .000 Within Groups 46.800 20 2.340
Total 371.560 24
Pengamatan_3 Between Groups 275.760 4 68.940 28.966 .000 Within Groups 47.600 20 2.380
Total 323.360 24
Pengamatan_4 Between Groups 338.560 4 84.640 28.403 .000 Within Groups 59.600 20 2.980
Total 398.160 24
Pengamatan_5 Between Groups 272.240 4 68.060 32.410 .000 Within Groups 42.000 20 2.100
Total 314.240 24
Pengamatan_6 Between Groups 284.960 4 71.240 27.191 .000 Within Groups 52.400 20 2.620
Total 337.360 24
Pengamatan_7 Between Groups 321.840 4 80.460 36.573 .000 Within Groups 44.000 20 2.200
Total 365.840 24
Pengamatan_8 Between Groups 263.600 4 65.900 11.726 .000 Within Groups 112.400 20 5.620
Total 376.000 24
Pengamatan_9 Between Groups 418.640 4 104.660 34.887 .000 Within Groups 60.000 20 3.000
Total 478.640 24
Pengamatan_10 Between Groups 658.560 4 164.640 100.390 .000 Within Groups 32.800 20 1.640
Total 691.360 24
Pengamatan_1 Duncana
Perlakuan N
Subset for alpha = 0.05
1 2
Warna Kuning 5 1.1000
Warna Hijau 5 2.0000
Warna Putih 5 3.4000
Warna Biru 5 4.8000
Warna Ungu 5 11.0000
Sig. .052 1.000
Means for groups in homogeneous subsets are displayed.
a. Uses Harmonic Mean Sample Size = 5,000.
Pengamatan_2 Duncana
Perlakuan N
Subset for alpha = 0.05
1 2 3
Warna Kuning 5 1.1000
Warna Hijau 5 4.4000
Warna Biru 5 4.4000
Warna Putih 5 4.4000
Warna Ungu 5 12.0000
Sig. 1.000 1.000 1.000
Means for groups in homogeneous subsets are displayed.
a. Uses Harmonic Mean Sample Size = 5,000.
Pengamatan_3 Duncana
Perlakuan N
Subset for alpha = 0.05
1 2 3
Warna Kuning 5 2.0000
Warna Hijau 5 5.2000
Warna Biru 5 5.6000
Warna Putih 5 5.8000
Warna Ungu 5 12.2000
Sig. 1.000 .568 1.000
Means for groups in homogeneous subsets are displayed.
a. Uses Harmonic Mean Sample Size = 5,000.
Pengamatan_4 Duncana
Perlakuan N
Subset for alpha = 0.05
1 2 3
Warna Kuning 5 2.8000
Warna Hijau 5 5.2000
Warna Biru 5 5.2000
Warna Putih 5 6.0000
Warna Ungu 5 13.6000
Sig. 1.000 .497 1.000
Means for groups in homogeneous subsets are displayed.
a. Uses Harmonic Mean Sample Size = 5,000.
Pengamatan_5 Duncana
Perlakuan N
Subset for alpha = 0.05
1 2 3
Warna Kuning 5 2.2000
Warna Biru 5 5.6000
Warna Hijau 5 6.0000
Warna Putih 5 6.2000
Warna Ungu 5 12.4000
Sig. 1.000 .544 1.000
Means for groups in homogeneous subsets are displayed.
a. Uses Harmonic Mean Sample Size = 5,000.
Pengamatan_6 Duncana
Perlakuan N
Subset for alpha = 0.05
1 2 3
Warna Kuning
5 2.4000
Warna Biru 5 5.6000
Warna Putih 5 6.4000
Warna Hijau 5 7.0000
Warna Ungu 5 12.8000
Sig. 1.000 .210 1.000
Means for groups in homogeneous subsets are displayed.
a. Uses Harmonic Mean Sample Size = 5,000.
Pengamatan_7 Duncana
Perlakuan N
Subset for alpha = 0.05
1 2 3
Warna Kuning 5 3.0000
Warna Biru 5 6.0000
Warna Putih 5 6.0000
Warna Hijau 5 6.6000
Warna Ungu 5 13.8000
Sig. 1.000 .553 1.000
Means for groups in homogeneous subsets are displayed.
a. Uses Harmonic Mean Sample Size = 5,000.
Pengamatan_8 Duncana
Perlakuan N
Subset for alpha = 0.05
1 2
Warna Kuning 5 3.4000
Warna Biru 5 5.6000
Warna Hijau 5 6.0000
Warna Putih 5 6.0000
Warna Ungu 5 13.0000
Sig. .126 1.000
Means for groups in homogeneous subsets are displayed.
a. Uses Harmonic Mean Sample Size = 5,000.
Pengamatan_9 Duncana
Perlakuan N
Subset for alpha = 0.05
1 2 3
Warna Kuning 5 2.4000
Warna Putih 5 5.4000
Warna Biru 5 5.6000
Warna Hijau 5 6.4000
Warna Ungu 5 14.6000
Sig. 1.000 .399 1.000
Means for groups in homogeneous subsets are displayed.
a. Uses Harmonic Mean Sample Size = 5,000.
Pengamatan_10 Duncana
Perlakuan N
Subset for alpha = 0.05
1 2 3
Warna Kuning 5 2.6000
Warna Hijau 5 5.2000
Warna Biru 5 5.2000
Warna Putih 5 5.6000
Warna Ungu 5 17.2000
Sig. 1.000 .646 1.000
Means for groups in homogeneous subsets are displayed.
a. Uses Harmonic Mean Sample Size = 5,000.
Lampiran 2. Hasil Uji Anova dan DMRT Intensitas Kerusakan Tanaman Tests of Normality
Perlakuan Kolmogorov-Smirnova Shapiro-Wilk Statistic df Sig. Statistic df Sig.
Pengamatan_1 Warna Hijau .136 5 .200* .987 5 .967 Warna Biru .231 5 .200* .881 5 .314 Warna Ungu .254 5 .200* .914 5 .492 Warna Kuning .231 5 .200* .881 5 .314 Warna Putih .237 5 .200* .961 5 .814 Pengamatan_2 Warna Hijau .221 5 .200* .902 5 .421 Warna Biru .136 5 .200* .987 5 .967 Warna Ungu .246 5 .200* .956 5 .777 Warna Kuning .273 5 .200* .852 5 .201 Warna Putih .237 5 .200* .961 5 .814 Pengamatan_3 Warna Hijau .221 5 .200* .902 5 .421 Warna Biru .141 5 .200* .979 5 .928 Warna Ungu .221 5 .200* .953 5 .758 Warna Kuning .136 5 .200* .987 5 .967 Warna Putih .237 5 .200* .961 5 .814 Pengamatan_4 Warna Hijau .141 5 .200* .979 5 .928 Warna Biru .180 5 .200* .952 5 .754 Warna Ungu .231 5 .200* .881 5 .314 Warna Kuning .254 5 .200* .914 5 .492 Warna Putih .136 5 .200* .987 5 .967 Pengamatan_5 Warna Hijau .141 5 .200* .979 5 .928 Warna Biru .221 5 .200* .902 5 .421 Warna Ungu .291 5 .191 .905 5 .440 Warna Kuning .201 5 .200* .881 5 .314 Warna Putih .136 5 .200* .987 5 .967 Pengamatan_6 Warna Hijau .136 5 .200* .987 5 .967 Warna Biru .237 5 .200* .961 5 .814 Warna Ungu .291 5 .191 .905 5 .440 Warna Kuning .246 5 .200* .956 5 .777 Warna Putih .231 5 .200* .881 5 .314 Pengamatan_7 Warna Hijau .251 5 .200* .868 5 .257 Warna Biru .136 5 .200* .987 5 .967 Warna Ungu .291 5 .191 .905 5 .440 Warna Kuning .180 5 .200* .952 5 .754 Warna Putih .254 5 .200* .914 5 .492 Pengamatan_8 Warna Hijau .221 5 .200* .902 5 .421 Warna Biru .180 5 .200* .952 5 .754 Warna Ungu .179 5 .200* .962 5 .823 Warna Kuning .136 5 .200* .987 5 .967 Warna Putih .246 5 .200* .956 5 .777 Pengamatan_9 Warna Hijau .221 5 .200* .902 5 .421 Warna Biru .136 5 .200* .987 5 .967 Warna Ungu .291 5 .191 .905 5 .440 Warna Kuning .141 5 .200* .979 5 .928 Warna Putih .136 5 .200* .987 5 .967 Pengamatan_10 Warna Hijau .246 5 .200* .956 5 .777 Warna Biru .141 5 .200* .979 5 .928 Warna Ungu .179 5 .200* .962 5 .823 Warna Kuning .136 5 .200* .987 5 .967 Warna Putih .180 5 .200* .952 5 .754
*. This is a lower bound of the true significance.
a. Lilliefors Significance Correction
ANOVA Sum of Squares df
Mean
Square F Sig.
Pengamatan_1 Between Groups 29.840 4 7.460 6.459 .002 Within Groups 23.100 20 1.155
Total 52.940 24
Pengamatan_2 Between Groups 32.040 4 8.010 5.102 .005 Within Groups 31.400 20 1.570
Total 63.440 24
Pengamatan_3 Between Groups 46.960 4 11.740 5.783 .003 Within Groups 40.600 20 2.030
Total 87.560 24
Pengamatan_4 Between Groups 60.000 4 15.000 5.556 .004 Within Groups 54.000 20 2.700
Total 114.000 24
Pengamatan_5 Between Groups 60.440 4 15.110 6.457 .002 Within Groups 46.800 20 2.340
Total 107.240 24
Pengamatan_6 Between Groups 35.840 4 8.960 5.818 .003 Within Groups 30.800 20 1.540
Total 66.640 24
Pengamatan_7 Between Groups 67.760 4 16.940 5.500 .004 Within Groups 61.600 20 3.080
Total 129.360 24
Pengamatan_8 Between Groups 60.960 4 15.240 5.976 .002 Within Groups 51.000 20 2.550
Total 111.960 24
Pengamatan_9 Between Groups 55.640 4 13.910 6.101 .002 Within Groups 45.600 20 2.280
Total 101.240 24
Pengamatan_10 Between Groups 61.560 4 15.390 5.217 .005 Within Groups 59.000 20 2.950
Total 120.560 24
Pengamatan_1 Duncana
Perlakuan N
Subset for alpha = 0.05
1 2 3
P3 5 .8000
P5 5 2.6000
P2 5 2.8000 2.8000
P1 5 3.0000 3.0000
P4 5 4.2000
Sig. 1.000 .585 .064
Means for groups in homogeneous subsets are displayed.
a. Uses Harmonic Mean Sample Size = 5.000.
Pengamatan_2 Duncana
Perlakuan N
Subset for alpha = 0.05
1 2 3
P3 5 .9000
P5 5 2.6000
P2 5 3.0000 3.0000
P1 5 3.2000 3.2000
P4 5 4.4000
Sig. 1.000 .483 .109
Means for groups in homogeneous subsets are displayed.
a. Uses Harmonic Mean Sample Size = 5.000.
Pengamatan_3 Duncana
Perlakuan N
Subset for alpha = 0.05
1 2 3
P3 5 1.7000
P5 5 3.4000 3.4000
P1 5 3.8000
P2 5 3.8000
P4 5 6.0000
Sig. .074 .680 1.000
Means for groups in homogeneous subsets are displayed.
a. Uses Harmonic Mean Sample Size = 5.000.
Pengamatan_4 Duncana
Perlakuan N
Subset for alpha = 0.05
1 2 3
P3 5 1.8000
P1 5 4.2000
P2 5 4.4000 4.4000
P5 5 5.0000 5.0000
P4 5 6.6000
Sig. 1.000 .476 .057
Means for groups in homogeneous subsets are displayed.
a. Uses Harmonic Mean Sample Size = 5.000.
Pengamatan_5 Duncana
Perlakuan N
Subset for alpha = 0.05
1 2 3
P3 5 1.5000
P1 5 3.8000
P5 5 4.0000
P2 5 4.2000
P4 5 6.4000
Sig. 1.000 .701 1.000
Means for groups in homogeneous subsets are displayed.
a. Uses Harmonic Mean Sample Size = 5.000.
Pengamatan_6 Duncana
Perlakuan N
Subset for alpha = 0.05
1 2 3
P3 5 1.5000
P1 5 3.0000 3.0000
P2 5 3.4000
P5 5 3.8000 3.8000
P4 5 5.2000
Sig. .070 .347 .090
Means for groups in homogeneous subsets are displayed.
a. Uses Harmonic Mean Sample Size = 5.000.
Pengamatan_7 Duncana
Perlakuan N
Subset for alpha = 0.05
1 2
P3 5 1.5000
P2 5 4.0000
P5 5 4.4000
P1 5 5.4000
P4 5 6.4000
Sig. 1.000 .060
Means for groups in homogeneous subsets are displayed.
a. Uses Harmonic Mean Sample Size = 5.000.
Pengamatan_8 Duncana
Perlakuan N
Subset for alpha = 0.05
1 2 3
P3 5 2.1000
P1 5 4.2000 4.2000
P2 5 4.6000
P5 5 4.8000
P4 5 7.0000
Sig. .051 .581 1.000
Means for groups in homogeneous subsets are displayed.
a. Uses Harmonic Mean Sample Size = 5.000.
Pengamatan_9 Duncana
Perlakuan N
Subset for alpha = 0.05
1 2 3
P3 5 1.5000
P2 5 4.0000
P5 5 4.0000
P1 5 4.2000
P4 5 6.2000
Sig. 1.000 .846 1.000
Means for groups in homogeneous subsets are displayed.
a. Uses Harmonic Mean Sample Size = 5.000.
Pengamatan_10 Duncana
Perlakuan N
Subset for alpha = 0.05
1 2
P3 5 2.1000
P5 5 4.6000
P1 5 4.8000
P2 5 5.2000
P4 5 7.0000
Sig. 1.000 .055
Means for groups in homogeneous subsets are displayed.
a. Uses Harmonic Mean Sample Size = 5.000.
Lampiran 3. Analisis Produksi Light Trap Insect Tabel Biaya Variabel
No Barang Harga Saat ini Jumlah Satuan Total 1 Panel surya Rp 15.000,00 2 Buah Rp. 30.000,00 2 Baterai Li-On Rp 8.000,00 2 Buah Rp. 16.000,00 3 Transistor D882 Rp 500,00 1 Buah Rp. 500,00 4 Dioda 1ampere Rp 500,00 1 Buah Rp. 500,00 5 Resistor 47 ohm Rp 500,00 1 Buah Rp. 500,00 6 Lampu LED Rp 400,00 16 Buah Rp. 6.400,00 7 Paralon ½ inch Rp 200,00 10 cm Rp. 2.000,00 8 Botol selai Rp 4.000,00 1 Botol Rp. 4.000,00 9 Casing lampu Rp 3.000,00 1 Buah Rp. 3.000,00 10 Kap lampu Rp 10.000,00 1 Buah Rp. 10.000,00 11 Fitingan Rp 8.000,00 1 Buah Rp. 8.000,00 12 Kabel Rp 5.000,00 1 Meter Rp. 5.000,00 13 Impraboarad 10 x 30 Rp 4.000,00 1 Buah Rp. 4.000,00 14 Skrup Rp 500,00 6 Buah Rp. 3.000,00 15 Papan (15cm x 15cm) Rp 8.000,00 1 Buah Rp. 8.000,00
16 Paku Rp 1.000,00 2 Buah Rp. 2.000,00
17 Kayu (50 cm) Rp 8.000,00 1 Buah Rp. 8.000,00 18 Karet Ban (30 cm) Rp 2.500,00 2 Buah Rp. 5.000,00 Total Keseluruhan Biaya Variabel Rp.115.900,00
Tabel Biaya Tetap No Barang Harga Saat
ini Jumlah Satuan Masa (thn)
Prakiraan Harga kedepan
Penyusutan 1 Palu Rp.35.000,00 1 Buah 5 Rp. 5.000,00 Rp. 6.000,00 2 Gergaji Rp.40.000,00 1 Buah 3 Rp.10.000,00 Rp.10.000,00 3 Ember Rp. 3.000,00 1 Buah 1 Rp 500,00 Rp. 2.500,00 4 solder Rp.30.000,00 1 Tahun 2 Rp. 5.000,00 Rp.12.500,00 5 Besi Hollow Rp.25.000,00 1 Buah 3 Rp. 5.000,00 Rp. 6.666,67 6 Besi Kanal C Rp.20.000,00 1 Buah 3 Rp. 4.000,00 Rp. 5.333,33 7 Kap Lampu Rp.10.000,00 1 Buah 2 Rp. 500,00 Rp. 4.750,00 8 siku L Rp. 4.000,00 1 Buah 2 Rp. 1.000,00 Rp. 1.500,00 9 Cutter Rp.10.000,00 1 Buah 1 Rp. 1.000,00 Rp. 9.000,00 Total Keseluruhan Biaya Tetap Rp.58.250,00
Lampiran 4. Form Kontekstual Keadaan Lapang
KONTEKTUALISASI KEADAAN LAPANGAN DI WILAYAH BALAI PENYULUHAN PETANIAN KECAMATAN BAGOR KABUPATEN NGANJUK
TANGGAL 23 MEI 2022
1. Kegiatan Penyuluhan Pertanian yang Direncanakan Judul Kegiatan
Penyuluhan
: Penyuluhan tentang pembuatan dan penggunaan Light Trap Insect tenaga surya untuk pengendalian hama ngengat Spodoptera exigua pada tanaman bawang merah.
Tujuan : Mengetahui peningkatan pengetahuan petani terhadap alat Light Trap Insect tenaga surya setelah dilaksanakannya penyuluhan
2. Keadaan Pelaku Utama / Pelaku Usaha Jumlah Orang
(Terpilah menurut jenis kelamin)
: 30 orang
Karakteristik Pelaku Utama / Usaha : a. Rata – rata tingkat pendidikan : SMA
b. Rata – rata umur : 40
c. Rata – rata pengalaman dibidang usahanya
: Budidaya Tanaman Bawang Merah
Kondisi Sosial Ekonomi : a. Kepemilikan sumberdaya
pertanian
: Lahan milik pribadi
b. Skala Usaha : Menengah
c. Pendapatan : -
d. Jumlah orang dalam rumah yang ditanggung (rata - rata)
:
Lingkungan Eksternal
a. Keetnisan / kesukaan : Jawa
b. Budaya Setempat : Budaya adat
c. Gender responsibilitas : - d. Program yang sedang
berlangsung
: -
Lingkungan fisik dll :
a. Keadaan wilayah / lokasi : Sawah
b. Tanah, iklim, geografi, topografi : (tertulis dalam pembahasan)
c. Infrastruktur : Ada
d. Ketersediaan Pasar : Ada e. Lembaga – lembaa lain setempat
(termasuk lembaga penyuluhan)
: Kelompok Tani, Gabungan Kelompok Tani, BPP, Balai Desa f. Vegetasi yang ada : - Tanaman pangan (padi,
jagung, kedelai)
- Tanaman hortikultura (bawang merah)
g. Vegetasi potensi dikembangkan : Ada
h. Ternak : Sapi, kambing, ayam dan itik
3. Materi Penyuluhan Pertanian yang Direncanakan
Judul Materi : Pembuatan dan penggunaan Light Trap Insect tenaga surya untuk pengendalian hama ngengat Spodoptera exigua pada tanaman bawang merah
Jenis Materi : Teknis/ Ekonomi / Sosial / Hukum
Bentuk Materi : Konseptual / Prinsip Kerja / Problem solving
Sifat Materi : Mudah disampaikan secara oral / Sulit disampaikan secara oral
4. Penetapan Metode Penyuluhan Pertanian dan Rencana Pelaksanaan Meode (dan Teknik) Penyuluhan
Pertanian yang dipilih / ditetapkan
: Ceramah dan diskusi kelompok
Aspek Metode / Teknik Penyuluhan
:
a. Sintaksis (Urutan langkah) metodologis yang harus dilakukan penyuluh untuk melaksanakan serangkaian metode (dan teknik) yang dipilih
1. Pembukaan
2. Penyampaian maksud dan tujuan 3. Penyampaian materi tentang hama
ngengat yang menyerang tanaman bawang merah dan pembuatan perangkap.
4. Berdiskusi dengan petani setelah dilakukannya pemaparan materi penyuluhan
5. Penutup b. Responsibilitas / Tanggungjawab
Penyuluh dalam melaksanakan metoda (dan teknik) yang dipilih
: Mampu melakasanakan penyuluhan mengenai perangkap Light Trap Insect kepada Kelompok Tani Among Tani dengan baik.
c. Hubungan social yang dapat terbentuk dari pelaksanaan metoda (dan teknik) yang dipilih
: Terjalinnya komunikasi dan interaksi terbuka dengan petani terhadap materi penyuluhan yang disampaikan d. Sistem penunjang yang
diperlukan untuk melaksanakan metoda (dan teknik) yang dipilih
: - Laptop - LCD
- Benda sesungguhnya Pengetahuan dan keterampilan
penyuluh yang dibutuhkan dalam melaksanakan metoda (dan teknik) yang dipilih
: 1. Memahami karakteristik sosial kemasyarakatan
2. Memahami adat istiadat dan kebudayaan masyarakat setempat 3. Pemahaman pola komunikasi Tempat dan Waktu direncanakan : Rumah ketua kelompok tani Among
Tani Desa Banaran Kulon Kecamatan Bagor Kabupaten Nganjuk.
Personil – personil yang terlibat : 1. Anggota kelompok tani Among Tani 2. Penyuluh Pertanian Kecamatan
Bagor
3. Mahasiswa Polbangtan Malang
Catatan lain – lain :
106 Lampiran 5. Pertimbangan Pemilihan Metode Penyuluhan Pertanian
FORM PERTIMBANGAN PEMILIHAN METODE PENYULUHAN Tujuan Penyuluhan : Pembuatan dan penggunaan perangkap Light Trap Insect tenaga surya
Tujuan Intruksional : Memberikan informasi kepada petani tentang pembuatan Light Trap Insect tenaga surya untuk pengendalian hama ngengat Spdoptera exigua
Tujuan Pengiring : Mengetahui peningkatan pengetahuan petani terhadap pembuatan dan penggunaan Light Trap Insect tenaga surya Sasaran Penerapan
Metode
Karakteristik Sasaran Pertimbangan penetapan Metode
Karakteistik Kondisi Keragaan
Tujuan Penyuluhan
(P/K/S)
Materi Penyuluhan Media Yang digunakan
Pendekat an Psiko Sosial
Tingkat Pengatahuan 1.Kelompok Tani
Among Tani Desa Banaran Kulon Kecamatan Bagor
1.Karakteristik Pribadi Pengetahuan Pembuatan dan
penggunaan perangkap Light Trap Insect tenaga surya untuk pengendalian hama ngengat Spodoptera eigua
Leaflet, vidio vlog dan benda sesungguhnya
Kelompok Evaluasi
a.Jenis Kelamin L
b.Umur 29-66
c.Agama Islam
2.Status Sosial Ekonomi
a.Tingkat Pendidikan SLTP-sarjana
b.Tingkat Pendapatan -
c.Jumlah tanggungan keluarga
- d.keterlibatan Kelompok Aktif 3.Pengalaman Budidaya Turun
temurun 4.Tingkat Pengetahuan Evaluasi 5.Perilaku keinovatifan Pelopor
107 Lampiran 6. Analisa Penetapan Metode Penyuluhan
MATRIKS ANALISA PENETAPAN METODE PENYULUHAN Tujuan Penyuluhan : Pembuatan dan penggunaan perangkap Light Trap Insect tenaga surya
Tujuan Intruksional : Memberikan informasi kepada petani tentang pembuatan Light Trap Insect tenaga surya untuk pengendalian hama ngengat Spdoptera exigua
Tujuan Pengiring : Mengetahui peningkatan pengetahuan petani terhadap pembuatan dan penggunaan Light Trap Insect tenaga surya Metode dan
Teknik Penyuluhan
Pertanian
Analisis Penetapan Metode Penyuluhan Karakteristik
Sasaran
Tujuan penyuluhan
(P/K/S)
Materi Penyuluhan
Media yang Digunakan
Pendekatan Psiko-Sosial
Tingkat Adopsi
Prioritas Keputusan Memilih Metode
Diskusi kelompok √ √ √ √ √ √ 6 Metode disesuaikan
dengan pokok
bahasan dan
karakteristik
karakteristik sasaran sehingga metode diskusi efektif untuk di terapkan
Anjangsana √ √ √ - - √ 4
Demonstrasi cara √ √ √ - √ √ 5
Demonstrasi hasil √ √ √ √ √ √ 6 Metode demonstrasi
hasil disesuaikan dengan materi serta karakteristik sasaran sehingga petani dapat mudah untuk memahami
Demonstrasi plot √ - - - - √ 2
Demonstrasi farming
- √ √ - - √ 3