• Tidak ada hasil yang ditemukan

BAB 6. KIMPULAN DAN SARAN

6.2 Saran

Berdasarkan hasil penelitian dan kesimpulan diatas maka saran yang dapat disampaikan adalah sebagai berikut:

1. Usulan kepada para pimpinan institusi disarankan untuk mengadakan penilaian terhadap perawat pendidik yang mempunyai prestasi, baik prestasi di bidang akademik maupun non-akademik. Bagi perawat pendidik yang berprestasi hendaknya diberikan reward misalnya dengan diikut sertakan dalam rapat program studi dan diberi kesempatan untuk berbicara dalam forum rapat, dengan demikian, para perawat pendidik akan menjadi termotivasi untuk meraih prestasi lebih baik lagi.

2. Perawat pendidik diharapkan mempertahankan darma pendidikan dan pengajaran karena pendidikan dan pengajaran merupakan aspek yang paling tinggi dan disarankan aspek pengajaran bukan hanya dilihat dari segi kuantitasnya saja tetapi juga dari segi kualitas guna menciptakan lulusan yang unggul.

3. Perlu adanya dorongan (motivasi) dari pimpinan kepada perawat pendidik untuk melakukan penelitian dengan cara memberikan kesempatan bagi

perawat pendidik, mengadakan atau mengikut sertakan dalam berbagai latihan, kursus penelitian baik yang diadakan oleh Universitas sendiri maupun program kerjasama dan diharapkan kepada pimpinan Universitas Sari Mutiara Indonesia untuk dapat menyediakan alokasi dana untuk penelitian serta membuat kebijakan bahwa setiap dosen harus melaksanakan penelitian minimal 1 penelitian dalam 1 tahun

4. Sebaiknya perawat pendidik mempertahankan budaya kerja berdasarkan tanggung jawab karena tanggun jawab merupakan faktor yang paling dominan dalam mempengaruhi kinerja. Diharapkan tanggungjawab itu bukan hanya sebatas tanggung jawab moral sebagai perawat pendidik akan tetapi tanggung jawab atas segala sesuatu yang telah dilaksanakan pada diri perawat pendidik sebagai manusia yang bermoral.

5. Perlu adanya kebijakan dari pembuat keputusan untuk memberikan kesempatan lebih banyak kepada perawat pendidik untuk aktif terlibat dalam kegiatan organisasi profesi dan disarankan juga kepada pembuat keputusan untuk dapat membentuk komisariat organisasi profesi di Universitas Sari Mutiara Indonesia.

DAFAR PUSTAKA

Adi, R. (2009). Metodologi penelitian sosial dan hukum. Jakarta: Granit. Asmadi. (2008). Konsep dasar keperawatan. Jakarta: EGC.

AIPNI. (2010). Kurikulum pendidikan ners, implementasi kurikulum KBK.

Jakarta: AIPNI.

Alifuddin, M. (2012). Reformasi pendidikan strategi inovatif peningkatan mutu pendidikan. Jakarta: Magna Script Publishing.

Arwildayanto. (2012). Manajemen sumber daya manusia perguruan tinggi :

pendekatan budaya kerja dosen profesional. Gorontalo: Ideas

Publishing.

Bastable., & Susan, B. (2012). Perawat sebagai pendidik: prinsip pengajaran dan pembelajaran. Jakarta: EGC.

Chirstensen, P. J., & Kenney, J.W. (2009). Proses keperawatan aplikasi model konsep. Jakarta: EGC.

Dahlan, S. (2008). Statistik untuk kedokteran dan kesehatan.Jakarta: Salemba Medika.

Danim, S. (1997). Metode penelitian untuk ilmu-ilmu prilaku. Jakarta: Bumi Aksara.

Direktorat Jendral Pendidikan Tinggi Departemen Pendidikan Nasional. (2010). Pedoman beban kerja dan evaluasi pelaksanaan tridharma perguruan tinggi.

Denovoidea. (2011). Profesionalisme antara harapan dan kenyataan. mhttp://denovoidea.wordpress.com. Diakses tanggal 4 Juli 2013.

Firman. (2009). Tanggung jawab guru dalam era teknologi informasi. Pedagogik. Jurnal Ilmiah Ilmu Pendidikan, 9(1), 89-100.

Hamidi, M., & Indrastuti, S. (2012). Analisis pengaruh kompetensi, latar belakang pendidikan terhadap kinerja dosen politeknik bengkalis dari perspektif pimpinan. Prosiding Seminar Nasional Industri dan Teknologi, 26(12), 71-76.

Hartini. S. (2012). Pengaruh kualifikasi akademik, pengalaman kerja dan motivasi kerja terhadap kinerja kepala sekolah se kecamatan wiradesa kabupaten pekalongan. Jurnal Manajemen Pendidikan, 1(3), 331-344. Haryadi. (2010). Meningkatkan kinerja dosen.Yogyakarta: Lembah Manah. Haryanto. (2001). Perubahan dan pengembangan organisasi. Bandung: Sinar

Baru.

Hartanto, F. M. (2009). Paradigma baru manajemen Indonesia menciptakan nilai dengan bertumpu pada kebijakan dan potensi insani. Bandung: Mizan.

Gaffar, L. O. J. (1999). Pengantar keperawatan profesional. Jakarta: EGC. Gitosudarmo, I., & Sudita, I. N. (2000). Perilaku organisasi. Yogyakarta:

BPFE. Yogyakarta

Kartakusumah, B. (2006). Pimpinan adiluhing genealogi kepemimpinan kontemporer. Bandung: Mizan Media Utama.

Keraf, A. S. (1998). Etika bisnis tuntutan dan relevansinya. Yogyakarta: Kanisius.

Kuncoro, A, K., & Acin, E. (2009). Pengaruh effort, support dan ability terhadap kinerja karyawan. Jurnal Manajemen, 1(1).

Kusmaryani, R. E. (2009). Komitmen terhadap pekerjaan dan kinerja guru pembimbing di Kabupaten bantul. Jurnal Peneitian dan Pengembangan Pemerinta Provinsi DIY, 1(1), 1-13.

Kisdarto, A. (2000). Menuju SDM berdaya. Jakarta: Elex Media Komputindo.

Levi, N. Z., & Biomo, I. D. (2010). Pengaruh motivasi pada kinerja belajar.

Journal Manajemen Bisnis, 3(3), 287-303.

Ndraha, T. (1999). Pengantar teori pembangunan sumber daya manusia. Jakarta: Rineka Cipta.

Nursalam. (2002). Manajemen keperawatan, aplikasi dalam praktik keperawatan profesional. Jakarta: Salemba Medika.

Maryadi. (2012). Pengaruh motivasi, diklat, ilkim organisasi, komptensi terhadap kinerja dosen perguruan tinggi swasta kopertis wilayah VI jawa tengah. Jurnal Manajemen Pendidikan, 2(1), 108-128.

Murgijanto, E. (2010). Pengaruh kompensasi intrinsik dan kompensasi ekstrinsik terhadap kinerja dosen pada sekolah tinggi ekonomi ama salatiga. Jurnal Among Makarti, 3(6), 1-8.

Musafir. (2007). Pengaruh kemampuan dan motivasi terhadap kinerja pegawai pemerintahan provinsi gorontalo. Jurnal Ichsan Gorontalo, 2

(3), 1105-1118.

Moeheriono. (2010). Pengukuran kinerja berbasis kompetensi. Jakarta: Ghalia Indonesia.

Morrison., & Hock. (1986). Hospitality and travel marketing. New York: D. Publishers.

Perry, A. G., & Potter. P. A. (2005). Fundamental keperawatan konsep proses dan praktik. Jakarta: EGC.

Peraturan Pemerintah Nomor 19 Tahun (2005). Tentang Standar Nasional Pendidikan Peraturan Menteri Pendidikan Nasional RI.

Peraturan Pemerintah Republik Indonesia Nomor 37. (2009). Tentang Dosen

Bandung: Fukusindo Mandiri.

Prayitno. (2009). Dasar teori dan praktis pendidikan. Padang: Grasindo. Profil Universitas Sari Mutiara Indonesia. (2013)

Diakses tanggal 4 Juli 2013.

Ramdhani, N. (2012). Menjadi guru inspiratif: aplikasi ilmu positif dalam dunia pendidikan. Jakarta: Titian Foundation..

Riduwan. (2003). Skala pengukuran variabel-variabel penelitian. Bandung: Alfa Beta.

Rosyidi, M. (2006). Penuntun perundang-undangan negara republik indonesia. Jakarta: Gramedia Pustaka Utama.

Robbins, S. P. (1996). Organizational behavior. New Jersey: Prentice Hall. Int.

Robbins, S. P. (2001). Perilaku organisasi. konsep, kontroversi, aplikasi.

Jakarta: Prenhallindo.

Sappaile, B.I., & Rusmawati. (2007). Kualifikasi akademik guru pendidik dasar. Jurnal Pendidikan dan Kebudayaan, 2, 1-10.

Schultz, D. (1991). Psikologi pertumbuhan model-model kepribadian sehat. Yogyakarta: Kanisius.

Sedarmayanti. (2011). Membangun dan mengembangkan kepemimpinan serta meningkatkan kinerja untuk meraih keberhasilan. Bandung: Refika Aditama.

Sembiring, M. G. (2009). Mengungkap rahasia dan tips mengajar menjadi guru sejati. Yogyakarta: Galang Press.

Silalahi, B. N. B., & Silalahi, R. S. (2001). Pembinaan tenaga kerja dan SDM.Jakarta: Erlangga.

Simamora, R, H. (2009). Buku ajar pendidikan dalam keperawatan. Jakarta: EGC.

Sinambela, L. P. (2012). Kinerja pegawai teori pengukuran dan implikasi. Yogyakarta : Graha Ilmu.

Siregar, S. (2013). Statistik parametrik untuk penelitian kuantitatif. Jakarta : Bumi Aksara.

Sudarma, M. (2008). Sosiologi untuk kesehatan. Jakarta: Salemba Medika. Sugiono. (2011). Metode penelitian administrasi. Bandung: Alfabeta. Sunaryo. (2004). Psikologi untuk perawat. Jakarta: EGC.

Surakhmad, W. (2009). Pendidikan nasional dan strategi dan tragedi. Jakarta: Kompas Media Nusantara.

Supriyadi, G., & Trigono. (2006). Budaya kerja organisasi pemerintah, modul pendidikan dan pelatihan prajabatan golongan III. Jakarta: Lembaga Adminstrasi Negara.

Supriyadi. (2010). Pengaruh keselamatan kerja terhadap kinerja karyawan CV. Sriwijaya utama dibandar lampung. Jurnal Sains dan Inovasi,6(1), 15-21.

Sopiah. (2008). Perilaku organisasi. Yogyakarta: Cv andi

Swansburg, R. C., & Swansburg, L. C. (2000). Pengantar staf keperawatan. Jakarta: EGC.

Tatik, S. (2009). Pengaruh budaya kerja terhadap kinerja dosen. Jurnal Universitas Pendidikan Indonesia, 2(14).

Ubulom, W. J., Ebulom, E. W., & Enyoghasim, M. O. (2012). Organization culture and academic performance of undergraduate business education students in revers state Nigeria. Academic Research International, 3(1), 301-310.

Udiyono. (2011). Pengaruh kompetensi profesional dalam keikutsertaan dalam forum ilmiah serta karya pengembangan profesi terhadap kinerja guru. Jurnal Magistra, 23(76), 1-9.

Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 14. (2005). Tentang Guru dan Dosen. Bandung: Fukusindo Mandiri.

Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 20 (2003). Tentang sistem pendidikan nasional.

Wood., & Neal. (1984). John locke and agrarian capitalisme. London England: University of California Press.

Yuwono, I. D. (2011). Memahami berbagai etika profesi & pekerjaan. Yogyakarta: Pustaka Yustisia.

Dokumen terkait