BAB IV KONDISI SOSIAL EKONOMI MASYARAKAT SEBELUM DAN
5.2 Saran
Ada beberapa hal yang perlu diperhatikan sehubungan dengan lokalisasi prostitusi yang ada di desa Marihat Bukit. Pada dasarnya prostitusi merupakan kegiatan/ aktivitas yang tidak bermoral dan dari dahulunya sejak kehidupan dibumi ini. Dan manusia yang ada di belahan dunia berusaha untuk memberantas kegiatan prostitusi tersebut. tetapi prostitusi tersebut semakin berkembang yang ada hingga sekarang ini. Kota juga melihat bahwa lokalisasi prostitusi tersebut telah banyak memberikan berbagai manfaat bagi kehidupan masyarakat yang ada di desa Marihat Bukit. Khususnya dalam peningkatan perekonomian dan taraf kehidupan masyarakat desa tersebut. Namun lokalisasi prostitusi tersebut menimbulkan dampak negatif yang tidak dapat diabaikan begitu saja oleh masyarakat setempat.
Dari data- data yang diambil observasi/ wawancara, maka penulis mencoba memberikan beberapa saran. Saran yang dikemukakan penulis adalah sebagai berikut :
- Keluarga/ orang tua hendaknya memperhatikan dan mengawasi anak- anak mereka terutama pada masa pubertas.
- Perlunya pemerintah selalu memperhatikan berbagai perkembangan yang ada dalam desa tersebut. salah satu perkembangan yang dapat ditemukan adalah kasus pengedaran narkoba sehingga pemerintah, masyarakat setempat dan pihak keamanan dapat mengambil langkah- langkah dan
tindakan untuk membasmi jaringan pengedar narkoba yang tersamar dalam kegiatan prostitusi tersebut.
- Perlunya pemerintah setempat untuk terus menyediakan tenaga- tenaga medis bagi para pekerja seks agar memeriksa kesehatan mereka dan untuk mengantisipasi penularan berbagai penyakit kelamin yang menular akiabat hubungan seks bebas. Pemerintah setempat perlu mengaktifkan berbagai kegiatan bimbingan dan penyuluhan serta pembekalan dengan mengajarkan berbagai keterampilan bagi para pekerja seks, sehingga apabila pada usia yang tidak produktif yaitu diatas umur 35 tahun mereka dapat melanjutkan kehidupan mereka dengan membuka usaha dengan keterampilan yang ada.
- Dinamika masyarakat yang ada di desa tersebut sangat perlu diperhatikan oleh pemerintah setempat. Untuk melestarikan nilai- nilai kehidupan masyarakat setempat yang merupakan salah satu kekayaan daerah yang menjadi identitas masyarakat setempat, yang dapat mempertahankan kehidupan yang nyaman dan sejahtera.
DAFTAR PUSTAKA
Al- Ghifari, Abu, Gelombang Kejahatan Seks Remaja Modern, Bandung: Mujahid Press, 2004.
D, Soedjono, Pathology Sosial, Bandung: Alumni Bandung. 1970.
Deliarnov, Pengantar Ekonimi Makro, Jakarta : Universitas Indonesia ( UI Press), 1995.
Gottschalk, Louis, Mengerti Sejarah, (terj.), Nugroho Notosusanto, Jakarta: UI Press, 1985.
Hull, Terence H, dkk, Pelacuran Di Indonesia: Sejarah Dan Perkembangannya, Jakarta: Sinar Harapan Bekerja sma dengan Ford Foundation, 1997. Kartono, Kartini, Patologi Sosial, Jilid 1.Jakarta : Rajawali Press, 1992.
Kuntowijiyo, Pengantar Ilmu Sejarah, Yogyakarta: Yayasan Benteng Budaya, 1999.
Koentjaraningrat, Kebudayaan Mentalitas dan Pembangunan, Jakarta : Gramedia, 2004.
Koentjaraningrat, Metode- metode Penelitian Masyarakat, Jakarta : Gramedia, 1990.
Mudjijono, SARKEM: Reproduksi Sosial Pelacura, Yogyakarta: Gadja Mada University Press, 2005.
Murray, Alison J, Pedagang Jalanan Dan Pelacuran Jakarta: Sebuah Kajian
Antropologi Sosial, Cet.1. Jakarta: Pustaka LP3ES Indonesia, 1994.
Suyono, Capt.R.P, Seks Dan Kekerasan Pada Zaman Kolonial: Penelusuran
Kepustakaan Sejarah, Jakarta: Grasindo, 2005.
Soekanto, Soerjono, Sosiologi Suatu Pengantar, Jakarta : Raja Grafindo Persada, 2000.
Susanto, Phil, Astrid S, Pengantar Sosiologi dan Perubahan Sosial, Bandung : Binacipta, 1976.
Truong, Thanh-Dam, Seks, Uang dan Kekuasaan, Pariwisata dan Pelacuran Di
Asia Tenggara, Jakarta : LP3ES, 1992.
Umar Sa’abah, Marzuki, Perilaku Seks Menyimpang Dan Seksualitas kontemporer
Umat Islam, Yogyakarta: UII Press, 2001.
DAFTAR INFORMAN
1. Nama : Samsudin Tampubolon Umur : 52 Tahun
Pekerjaan : Kepala Dusun III Nagori Marihat Bukit Alamat : Marihat Bukit
2. Nama : Legino Umur : 65 Tahun
Pekerjaan : Kepala Dusun Syakuda Bayu, Kecamatan Gunung Malela Alamat : Dusun III Syakuda Bayu
3. Nama : Efendi Umur : 52 Tahun
Pekerjaan : Penghulu Pematang Syakuda Alamat : Pematang Syakuda
4. Nama : Mardiansyah Umur : 43 Tahun Pekerjaan : Wiraswasta
Alamat : Dusun III Syakuda Bayu 5. Nama : Tugiman
Umur : 45 Tahun
Pekerjaan : Penjaga Palang Komplek Pelacuran Bukit Maraja Alamat : Marihat Bukit
6. Nama : Ely Umur : 50 Tahun
Pekerjaan : Ibu Rumah Tangga Alamat : Marihat Bukit 7. Nama : Ponimin Umur : 47 Tahun Pekerjaan : Wiraswasta
8. Nama : Biler Sagala Umur : 57 Tahun
Pekerjaan : Pensiunan Buruh Perkebunan Alamat : Marihat Bukit
9. Nama : Suparman Umur : 60 Tahun
Pekerjaan : Pensiunan Buruh Perkebunan Alamat : Marihat Bukit
10. Nama : Herman Umur : 30 Tahun Pekerjaan : Tukang Ojek
Alamat : Dusun III Syakuda Bayu, Pasar Tengah 11. Nama : Supriono
Umur : 37 Tahun Pekerjaan : Tukang Ojek
Alamat : Dusun III Syakuda Bayu, Pasar Baru 12. Nama : Tukiem
Umur : 59 Tahun Pekerjaan : Berdagang Alamat : Marihat Bukit 13. Nama : Sabar Siahaan Umur : 40 Tahun Pekerjaan : Berdagang Alamat : Perdagangan 14. Nama : Misnawati Umur : 52 Tahun
Pekerjaan : Mucikari/ Germo Alamat : Marihat Bukit
15. Nama : Purnama Umur : 50 Tahun
Pekerjaan : Mucikari/ Germo Alamat : Marihat Bukit 16. Nama : Ani
Umur : 40 Tahun
Pekerjaan : Pekerja Seks Komersil Alamat : Marihat Bukit
17. Nama : Eva Umur : 38 Tahun
Pekerjaan : Pekerja Seks Komersil Alamat : Marihat Bukit
18. Nama : Yustina Umur : 36 Tahun
Pekerjaan : Pekerja Seks Komersil Alamat : Marihat Bukit
19. Nama : Winda Umur : 35 Tahun
Pekerjaan : Pekerja Seks Komersil Alamat : Marihat Bukit
20. Nama : Sunarti Umur : 40 Tahun
Pekerjaan : Pekerja Seks Komersil Alamat : Marihat Bukit
MENTERI SOSIAL REPUBLIK INDONESIA
KEPUTUSAN MENTERI SOSIAL REPUBLIK INDONESIA NO : 41/Huk/Kep/XI/79 TAHUN 1979
TENTANG
KEDUDUKAN, TUGAS, FUNGSI, SUSUNAN ORGANISASI DAN TATA KERJA PANTI DAN SASANA DILINGKUNGAN DEPARTEMEN
SOSIAL MENTERI SOSIAL REPUBLIK INDONESIA
Menimbang :Bahwa sebagai pelaksana lebih lanjut dari keputusan Presiden R.I Nomor 44 dan 45 Tahun 1974, dipandang perlu menetapkan kedudukan, tugas, fungsi, susunan organisasi dan tata kerja Panti dan sasana dilingkungan Departemen Sosial.
Mengingat: 1. Undang- undang Nomor 6 Tahun 1974 tentang ketentuan- ketentuan Pokok Kesejahteraan Sosial.
2. Undang- undang Nomor 4 Tahun 1979 tentang Kesejahteraan Anak.
3. Keputusan Presiden R. I Nomor 44 Tahun 1974. 4. Keputusan Presiden R. I Nomor 45 Tahun 1974. 5. Keputusan Presiden R. I Nomor 59/ M Tahun 1978.
6. Keputusan Menteri Sosial R. I Nomor Huk. 3-3-8/239 Tahun 1974.
Memperhatikan : Persetujuan Menteri Negara Penerbitan Aparatur Negara dalam suratnya Nomor B/508/I/MENPAN/5/78 tanggal 11 Mei 1978.
MEMUTUSKAN
Menetapkan : KEDUDUKAN, TUGAS, FUNGSI, SUSUNAN
ORGANISASI DAN TATA KERJA PANTI DAN SASANA DI LINGKUNGAN DEPARTEMEN SOSIAL.
BAB I s/d BAB III BAB IV
PANTI REHABILITASI WANITA TUNA SUSILA
Pasal 44
Panti Rehabilitasi Wanita Tuna Susila adalah unit pelaksana teknis dibidang rehabilitasi dan pelayanan sosial dalam ligkungan Departemen Sosial.
Pasal 45
Panti Rehabilitasi Wanita Tuna Susila berada dibawah dan bertanggung jawab langsung kepada Kepala Kantor Wilayah Departemen Sosial setempat.
Pasal 46
Panti Rehabilitasi Wanita Tuna Susila bertugas melaksanakan usaha- usaha rehabilitasi dan pelayanan sosial bagi wanita tuna susila dengan jalan penampungan, pemeliharaan kesehatan, bimbingan, latihan keterampilan, dan penyaluran kedalam masyarakat.
Pasal 47
Untuk menjalankan tugas sebagaimana dimaksud dalam pasal 46 Panti Rehabilitasi Wanita Tuna Susila berfungsi :
a. Penampungan dan pemeliharaan kesehatan. b. Observasi dan Identifikasi.
c. Pembinaan mentak dan bimbingan kemasyarakatan. d. Pemberian latihan keterampilan.
e. Pelaksaan usaha- usaha penyaluran kedalam masyarakat. f. Pemeliharaan Lanjut.
Gambar 1 : Sekitar Komplek Lokalisasi Pelacuran Marihat Bukit.
Gambar 2 : Palang depan batas antara pemukiman penduduk dengan Lokalisasi prostitusi
Gambar : Palang masuk menuju Lokalisasi.
Gambar : Salah satu Barak tempat para penghuni lokalisasi prostitusi melakukan aktivitasnya