BAB V PENUTUP
B. Saran
Secara teoritis, hasil penelitian ini diharapkan dapat memberikan kontribusi bukti empiris pada ilmu psikologi industri terutama mengenai konflik pada customer service. Selain itu hasil penelitian ini juga dapat memberikan kontribusi bagi perusahaan agar memperhatikan konflik yang ada dalam diri
customer service dengan memperjelas job description, merekrut karyawan tetap,
serta meningkatkan hubungan antar pribadi customer service sehingga terjadi
sharing yang bersifat membangun. Pekerjaan sebagai customer service
dibutuhkan orang yang ramah, sabar, serta memiliki pengetahuan yang luas. Selain itu perusahaan juga menetapkan kriteria tersebut dalam proses rekrutmen.
Keterbatasan dalam penelitian ini adalah tidak dilakukannya pengujian validitas. Tidak dilakukannya uji validitas ini dikarenakan penelitian ini menggunakan metode wawancara sebagai satu-satunya alat pengumpulan data, atau dijadikan sebagai metode yang utama dalam pengumpulan data lainnya.
47
Penelitian ini menggunakan metode wawancara untuk menguji kebenaran dan kemantapan suatu datum yang telah diperoleh dengan cara lain (dengan daftar pedoman wawancara) kepada responden pada saat dilakukannya wawancara (Hadi S, 2000) dan (Alsa A, 2003).
DAFTAR PUSTAKA
Ancok, Djamaludin., (1995), Revitalisasi Sumberdaya Manusia dalam Era
Perubahan. Kelola, Gadjah Mada University Business Review.
Alsa, Asmadi, (2003), “Pendekatan Kuantitatif & Kualitatif Serta Kombinasinya
Dalam Penelitian Psikologi”, Pustaka Pelajar, Yogyakarta.
Berry, L.L., (1995), “On Great Services, Free Press”, New York, NY.
Boles, J.S and Babin, B.J., (1996), “On the Front-lines: stress, conflict, and the customer services provider,” Journal of Business Research, Vol. 37, pp. 41-50.
Bowen, E. David., (1986). “Managing Customer as Human Resources in The
Services Organizations,” Human Resources Management., Vol. 25, p. 371
Burton, J., (1990), “Conflict: Human Needs Theory.” New York, ST. Martins Press,. Inc.
Chung, Beth G and Schneider, Benjamin., (2002), “Serving Multiple Masters: Role Conflict Experienced by Service Employees,” Journal of Services Marketing Vol.16 No.1 pp. 70-87, http://www.emeraldinsight.com
Cook, Curtis W & Phillip L.H., (2001), “Management and Organizational
Behavior.,” 3rd ed, Mc-Graw Hill
Didit & Djati., 2005.Faktor-Faktor Kepuasan Pelanggan dan Loyalitas
Pelanggan:Studi Kasus pada Karyawan Front-Line, Jurnal Manajemen &
Kewirausahaan Vol. 6, No. 2, September 2005: 123 – 136
Dubinski, A.J and Mattson, B.E., (1979), “Consequences of role conflict and ambiguity experienced by retail salespeople,” Journal of Retailing. Vol. 55, pp. 70-86.
Ertel, D., (1999), “How to Design a Conflict. Management Procedure That Fits
Your Dispute”, Sloan Management Review.
Getzels, J.W and Guba,E.G., (1952), “Role, role conflict and evectiveness: An empirical Study,” American Sociological Review, 19, 164-175.
Greenberg, (2000), Behavior in Organizations. Prentice Hall Inc: New Jersey.
Hadi, Sutrisno, (2000), “Metodologi Research,” Edisi kedua, Penerbit Andi, Yogyakarta, Hal. 218 & 234
Huneryager S.G. and Heckman I.L., (1967), “Human Relations in Management,”
2nd Edition, South-Western Publishing Company, Ohio, USA.
Irawan, Handi, 2004, “Trend Customer Service,” Marketing, No 12/IV/Desember 2004.
Kahn, R.L., Wolfe., Quinn., Snoek., Rosenthal., (1964), “Occupational Stress:
Studies in Role Conflict and Ambiguity,” Wiley, New York, NY.
Kotler, Philip, 2000, “Marketing Management,” Millennium Edition, New Jersey: Prentice Hall International, Inc.
Lacey, Hoda., (2003), “How To Resolve Conflict In the Workplace: (mengelola
konflik ditempat kerja),”S PT. Gramedia Pustaka Utama, Jakarta.
Lester, R Bittel., and Newstrom, John W., (1994), “Pedoman Bagi
Penyelia-penyelia,” Pustaka Binoman, Pressindo
Lovelock, C.H., (1984), “Services Marketing,” Prentice-Hall, Engelwood, Cliffs, NJ.
Masterbroek, (1985), “Penanganan konflik dan pertumbuhan organisasi,“
Depdikbud.
Rafaeli, A., (1989), “When cashiers meet customers: an analysis of the role of supermarket cashiers,” Academy of Management Journal, Vol.22, pp.270-81.
Rahim, M Afzalur., (1986), “Managing Conflict in Organizations,” Praeger Publisher, New York USA, pp.41-44.
Ranupandojo, Heidjrachman dan Husnan, Suad., (1984), “Manajemen Personalia,” BPFE, Yogyakarta, hal.231.
Robbins, S.P., (2001), Organization Behavior: Concepts, Controversies,
Schermerhorn, Hunt&Osborn, (1999) Organization Behavior. 7 th ed, John Wiley & Son Inc: United Stated of America.
Singh, J., Goolsby, J.R and Road, J.K., (1994), “Behavioral and psykological concequences of boundary spanning: burnout of customer services representatives,” Journal of Marketing Resources Vol. 31,pp. 58-69.
Thomas, Kenneth W., (2001). Conflict and Negotiation Processes in
Organizations. Handbook of Industrial and Organizational Psychology.
Vol 3 2001
Udai, Pareek., (1985), “Mendayagunakan peran-peran Keorganisasian,” PT. Pustaka Binoman Pressindo.
Zeithaml, V.A, and Bitner, M.J., (1996), “Services Marketing, McGraw-Hill, New York, NY.
Jawaban Responden 1
Nama: Rosalia Retna Prabandari Umur: >30 tahun
Lama Bekerja: 6 tahun
A. Konflik yang dialami
1. Peneliti: Apakah saudari sebagai customer service, mengalami konflik di tempat kerja?
Responden: Pernah. Apalagi jika kita sedang tidak mood, pasti pernah terjadi. Pekerjaan kita sebagai customer service, jadi hal tersebut harus ditekan.
2. Peneliti: Menurut Sdri sebagai customer service, apa yang menjadi konflik saudari pada pekerjaan saat ini? Mohon penjelasannya. Responden: Saya ingin tetap kerja disini tetapi untuk standar fisik
sepertinya sudah tidak mungkin lagi. Saya ingin berkarya disini tetapi keterbatasan fisik. Dari segi knowledge saya sudah lumayan. Daripada dikeluarkan mending saya sendiri langsung mengajukan pindah divisi.
3. Peneliti: Apakah Sdri merasakan konflik dalam diri saudari sejak bekerja ditempat ini? Sudah berapa lamakah saudari merasakan hadirnya konflik dalam diri saudari?
Responden: Saya sudah kerja lama, tidak ada penghargaan dari perusahaan. Kita disini hanya sebagai karyawan kontrak, tidak ada penjelasan nantinya kita akan kemana, apakah kita akan tetap dapat bekerja disini atau tidak.
4. Peneliti: Apakah situasi yang diharapkan saudari di tempat kerja berbeda dengan situasi yang dihadapi saudari saat ini? Mohon penjelasannya.
Responden: Waktu pertama kali enjoy, tapi untuk akhir-akhir ini saya kurang merasa nyaman, mungkin karena ada tekanan dari atasan.
5. Peneliti: Apakah harapan suatu status dalam diri Sdri belum diperoleh secara jelas? Mohon penjelasannya.
Responden: Belum sama sekali. Di usia seperti saya sekarang ini ingin pekerjaan yang settle, tapi saat ini saya belum tahu apakah saya akan terus dipekerjakan atau tidak.
6. Peneliti: Apakah aturan yang diberlakukan perusahaan tidak sesuai bagi keharusan tindakan saudari sebagai customer service.
Responden: Kurang berkenan. Karena dedikasi saya kepada perusahaan cukup tinggi, tapi penghargaan yang diberikan kurang memadai, tapi dari sisi perusahaan mungkin sudah standar karena perusahan sudah membayar kita sesuai dengan yang perusahaan inginkan.
B. Penyebab terjadinya Konflik
1. Peneliti: Menurut Sdri sebagai customer service, apakah konflik yang timbul dalam diri saudari lebih disebabkan oleh faktor internal yang ada dalam diri saudari, misalnya tuntutan keinginan? Mohon penjelasannya
Responden: Dari jenjang karir, mungkin karena konflik pribadi dan job
description yang kurang jelas.
2. Peneliti: Menurut Sdri sebagai customer service, apakah konflik yang timbul dalam diri saudari lebih disebabkan oleh faktor eksternal yang ada dalam diri saudari, misalnya karena pendidikan? Mohon penjelasannya
Responden: Saya pikir tidak ada masalah dengan pendidikan ataupun eksternal. Masalah yang ada menyebabkan perubahan dalam sisi psikologis yang menyebabkan kita sendiri untuk bekerja lebih keras. Tidak ada rangsangan apapun karena pekerjaan kita memang stack disitu.
C. Akibat/Dampak serta Pengaruh Konflik pada Kinerja
1. Peneliti: Menurut saudari, selama mengalami konflik dalam diri saudari, apakah saudari merasakan adanya penurunan kinerja/produktivitas kerja?
Responden: Meskipun saya tidak puas tapi saya berusaha bekerja disiplin jika terjadi penurunan kinerja, itu di luar kesadaran saya. 2. Peneliti: Menurut saudari, selama mengalami konflik dalam diri saudari,
apakah saudari merasakan adanya ketidakdisiplinan dalam bekerja, mohon penjelasannya?
Responden: Mau gak mau itu memang mempengaruhi. Tetapi sejauh ini tidak mempengaruhi kinerja. Penurunan kinerja tetap terjadi.
3. Peneliti: Menurut saudari, selama mengalami konflik dalam diri saudari, apakah saudari merasakan tingginya tingkat kesalahan-kesalahan yang saudari perbuat dalam bekerja?
Responden: Ya. mau gak mau memang meskipun tidak ingin itu berpengaruh dalam pekerjaan kita, tapi dibawah sadar kita akan menyimpan kekecewaan seperti kita mau bekerja dengan baik atau tidak, penghargaan akan sama saja dan hal itu akan mengendorkan semangat kerja kita.
4. Peneliti: Menurut saudari, selama mengalami konflik dalam diri saudari, apakah saudari merasakan adanya keinginan untuk keluar dari perusahaan?
Responden: Ada. Keinginan itu kuat sekali. Tapi apakah saya dengan keluar dari pekerjaan disini akan mendapat yang lebih bagus.
5. Peneliti: Menurut saudari, selama mengalami konflik dalam diri saudari, apakah saudari merasakan adanya ketidaknyamanan suasana dan lingkungan kerja, mohon penjelasannya.
Responden: Untuk akhir-akhir ini banyak tekanan dari atas dan kemudian kita sebagai tim kerja kurang solid dan mendapat kecaman dari atas sehingga kurang nyaman.
6. Peneliti: Apakah saudari menyadari bahwa konflik yang terjadi dalam diri saudari menyebabkan kinerja saudari menurun?
Responden: Ya. Mau gak mau memang, meskipun tidak ingin itu berpengaruh dalam pekerjaan kita, tapi dibawah alam sadar kita akan menyimpan kekecewaan seperti kita mau bekerja dengan baik atau tidak penghargaan akan sama saja dan hal itu akan mengendorkan semangat kerja kita.
7. Peneliti: Apakah konflik yang terjadi mengganggu hubungan saudari dengan rekan lainnya, bisa dijelaskan alasannya?
Responden: Tidak ada masalah konflik disini. Bukan karena hubungan dengan rekan kerja tapi hubungan intern antara pekerjaan dan penghargaan perusahaan itu terhadap personality saya.
Jawaban Responden 2 Nama: Rika Febriani Umur: 25 tahun Lama Bekerja: 2 tahun
A. Konflik yang dialami
1. Peneliti: Apakah saudari sebagai customer service, mengalami konflik di tempat kerja?
Responden: Konflik selalu ada. Saya tiap hari selalu ada konflik, tapi saya sebagai customer service yang harus melayani jadi harus bekerja sebagai customer service dengan baik.
2. Peneliti: Menurut Sdri sebagai customer service, apa yang menjadi konflik saudari pada pekerjaan saat ini? Mohon penjelasannya. Responden: Yang berhubungan dengan orang. Pekerjaan customer service
kan berinteraksi dengan orang yang berbeda personality, jadi terkadang tidak sesuai dengan pribadi kita bagaimana menjelaskannya.
3. Peneliti: Apakah Sdri merasakan konflik dalam diri saudari sejak bekerja ditempat ini? Sudah berapa lamakah saudari merasakan hadirnya konflik dalam diri saudari?
Responden: Saya sudah mengalami konflik sejak pertama bekerja disini. 4. Peneliti: Apakah situasi yang diharapkan saudari di tempat kerja
berbeda dengan situasi yang dihadapi saudari saat ini? Mohon penjelasannya.
Responden: Beda dengan apa yang dibayangkan dengan kejadian. Kita membayangkan pekerjaan enak berhubungan dengan banyak orang tapi keadaan sekarang ternyata jauh berbeda, kan setiap orang punya karakter yang berbeda-beda.
5. Peneliti: Apakah harapan suatu status dalam diri Sdri belum diperoleh secara jelas? Mohon penjelasannya.
Responden: Belum, sekarang kan masih kontrak. Untuk ke depan status masih belum jelas, karir belum jelas.
6. Peneliti: Apakah aturan yang diberlakukan perusahaan tidak sesuai bagi keharusan tindakan saudari sebagai customer service.
Responden: Sudah sesuai. Setiap perusahaan mempunyai culture yang berbeda, sehingga kita sebagai pekerja disini harus menyesuaikan.
B. Penyebab terjadinya Konflik
1. Peneliti: Menurut Sdri sebagai customer service, apakah konflik yang timbul dalam diri saudari lebih disebabkan oleh faktor internal yang ada dalam diri saudari, misalnya tuntutan keinginan? Mohon penjelasannya
Responden: Kebanyakan dari faktor internal. Tapi sejak saya memutuskan sebagai customer service saya sudah berani menanggung resiko dengan apa yang saya kerjakan, seperti kita meng-hundle
customer yang gak normal, menurut kita benar tapi menurut
perusahaan salah.
2. Peneliti: Menurut Sdri sebagai customer service, apakah konflik yang timbul dalam diri saudari lebih disebabkan oleh faktor eksternal yang ada dalam diri saudari, misalnya karena pendidikan? Mohon penjelasannya
Responden: Gak juga, menjadi customer service tidak dibutuhkan pendidikan tertentu, yang dibutuhkan attitude-nya. Manajer juga bisa meng-handle customer.
C. Akibat/Dampak serta Pengaruh Konflik pada Kinerja
1. Peneliti: Menurut saudari, selama mengalami konflik dalam diri saudari, apakah saudari merasakan adanya penurunan kinerja/produktivitas kerja?
Responden: Saya kalau menemui konflik malah menjadi terpacu, sebagai tantangan jadi semangat.
2. Peneliti: Menurut saudari, selama mengalami konflik dalam diri saudari, apakah saudari merasakan adanya ketidakdisiplinan dalam bekerja, mohon penjelasannya?
Responden: Terkadang. Misal kita salah, kita gak boleh egois apalagi kita bekerja di perusahaan yang sudah go public, kita harus mengikuti tata cara yang ada di perusahaan ini.
3. Peneliti: Menurut saudari, selama mengalami konflik dalam diri saudari, apakah saudari merasakan tingginya tingkat kesalahan-kesalahan yang saudari perbuat dalam bekerja?
Responden: Tidak juga
4. Peneliti: Menurut saudari, selama mengalami konflik dalam diri saudari, apakah saudari merasakan adanya keinginan untuk keluar dari perusahaan?
Responden: Keinginan ada. Itu hal yang normal, setiap manusia menginnginkan .
5. Peneliti: Menurut saudari, selama mengalami konflik dalam diri saudari, apakah saudari merasakan adanya ketidaknyamanan suasana dan lingkungan kerja, mohon penjelasannya.
Responden: Pasti ada. Mayoritas kalau satu terkena masalah, yang lain akan terimbas, jadi suasana panas, mudah marah, auranya terbawa. 6. Peneliti: Apakah saudari menyadari bahwa konflik yang terjadi dalam
diri saudari menyebabkan kinerja saudari menurun? Responden: Tidak.
7. Peneliti: Apakah konflik yang terjadi mengganggu hubungan saudari dengan rekan lainnya, bisa dijelaskan alasannya?
Responden: Konflik dalam diri gak ada hubungan dengan tim kerja. Misal ada masalah, saya tidak terbawa-bawa dan tidak berimbas ke lainnya.
Jawaban Responden 3 Nama: Gunies Mahana Rizky Umur: 23 tahun
Lama Bekerja: 3 tahun
A. Konflik yang dialami
1. Peneliti: Apakah saudari sebagai customer service, mengalami konflik di tempat kerja?
Responden: Ada sedikit konflik. Sebagai customer service di excel, jenjang karir tidak begitu jelas, sudah 3 tahun kerja sebagai karyawan kontrak.
2. Peneliti: Menurut Sdri sebagai customer service, apa yang menjadi konflik saudari pada pekerjaan saat ini? Mohon penjelasannya. Responden: Selain jenjang karir, manajer yang mengatur CRR malah yang
membuat konflik seperti gaji terlambat juga uang lembur. 3. Peneliti: Apakah Sdri merasakan konflik dalam diri saudari sejak
bekerja ditempat ini? Sudah berapa lamakah saudari merasakan hadirnya konflik dalam diri saudari?
Responden: Belum Lama. Saya merasakan konflik sebagai customer service baru beberapa bulan.
4. Peneliti: Apakah situasi yang diharapkan saudari di tempat kerja berbeda dengan situasi yang dihadapi saudari saat ini? Mohon penjelasannya.
Responden: Pada dasarnya sudah ngerti tugas customer service itu sendiri, cuma kadang dari atasan/customer service yang minta tambahan-tambahan yang berlebihan.
5. Peneliti: Apakah harapan suatu status dalam diri Sdri belum diperoleh secara jelas? Mohon penjelasannya.
Responden: Status belum diperoleh karena kita masih sebagai karyawan kontrak.
6. Peneliti: Apakah aturan yang diberlakukan perusahaan tidak sesuai bagi keharusan tindakan saudari sebagai customer service.
Responden: Peraturan yang dibuat perusahaan kadang bertentangan dengan aturan-aturan diri kita, kadang jika menghadapi masalah,
kadang menuntut kebijaksanaan kita untuk melakukan yang bertentangan dengan perusahaan.
B. Penyebab terjadinya Konflik
1. Peneliti: Menurut Sdri sebagai customer service, apakah konflik yang timbul dalam diri saudari lebih disebabkan oleh faktor internal yang ada dalam diri saudari, misalnya tuntutan keinginan? Mohon penjelasannya
Responden: Kadang konflik yang timbul pasti disebabkan dari faktor internal. Tapi sebagai customer service yang baik harus bisa menekan dari faktor internal.
2. Peneliti: Menurut Sdri sebagai customer service, apakah konflik yang timbul dalam diri saudari lebih disebabkan oleh faktor eksternal yang ada dalam diri saudari, misalnya karena pendidikan? Mohon penjelasannya
Responden: Disebabkan juga oleh faktor eksternal seperti faktor pendidikan, pendidikan sangat diperlukan minimal D3, sedangkan saya D2 sehingga saya merasa terancam.
C. Akibat/Dampak serta Pengaruh Konflik pada Kinerja
1. Peneliti: Menurut saudari, selama mengalami konflik dalam diri saudari, apakah saudari merasakan adanya penurunan kinerja/produktivitas kerja?
2. Peneliti: Menurut saudari, selama mengalami konflik dalam diri saudari, apakah saudari merasakan adanya ketidakdisiplinan dalam bekerja, mohon penjelasannya?
Responden: Saya merasakan ketidakdisiplinan. Adanya konflik menjadikan kita tidak bersemangat bekerja sehingga bertentangan dengan aturan perusahaan.
3. Peneliti: Menurut saudari, selama mengalami konflik dalam diri saudari, apakah saudari merasakan tingginya tingkat kesalahan-kesalahan yang saudari perbuat dalam bekerja?
Responden: Sedikit. Karena biasanya konflik membuat kinerja/konsentrasi berkurang. Tapi selama ini belum pernah terjadi kesalahan fatal.
4. Peneliti: Menurut saudari, selama mengalami konflik dalam diri saudari, apakah saudari merasakan adanya keinginan untuk keluar dari perusahaan?
Responden: Ya, tapi kita harus bersikap profesional.
5. Peneliti: Menurut saudari, selama mengalami konflik dalam diri saudari, apakah saudari merasakan adanya ketidaknyamanan suasana dan lingkungan kerja, mohon penjelasannya.
6. Responden: Terkadang ya. tapi menyadari juga dalam bekerja kita dituntut keprofesionalannya.
7. Peneliti: Apakah saudari menyadari bahwa konflik yang terjadi dalam diri saudari menyebabkan kinerja saudari menurun?
Jawaban Responden 4 Nama: Yohanes Prima C.K Umur: 25 tahun
Lama Bekerja: 1 tahun
A. Konflik yang dialami
1. Peneliti: Apakah saudari sebagai customer service, mengalami konflik di tempat kerja?
Responden: Sering mengalami konflik. Konflik yang sering terjadi saat ini, saya menghadapi 2 hal:
- Saya bertanggung jawab kepada perusahaan untuk menjaga image
tentang produk yang perusahaan jual.
- Saya juga harus menjaga agar customer yang datang harus melakukan komplain terhadap produk-produk yang lain. Saya harus menjadi hubungan baik dengan perusahaan dan customer.
2. Peneliti: Menurut Sdri sebagai customer service, apa yang menjadi konflik saudari pada pekerjaan saat ini? Mohon penjelasannya. Responden: Sejak saya bekerja, sering terjadi konflik. Ketika customer
komplain terhadap produk yang dijual perusahaan dan saya harus menjelaskan sesuai prosedur perusahaan.
3. Peneliti: Apakah Sdri merasakan konflik dalam diri saudari sejak bekerja ditempat ini? Sudah berapa lamakah saudari merasakan hadirnya konflik dalam diri saudari?
4. Peneliti: Apakah situasi yang diharapkan saudari di tempat kerja berbeda dengan situasi yang dihadapi saudari saat ini? Mohon penjelasannya.
Responden: Untuk situasi yang saya hadapi saat ini, saya lihat dari tanggung jawab customer service, kita harus menjaga komitmen perusahaan dan mentreatmen customer dan situasinya akan lebih baik jika ada reward dari perusahaan/gaji yang lebih baik sehingga situasi/konflik yang tidak nyaman dapat dikurangi.
5. Peneliti: Apakah harapan suatu status dalam diri Sdri belum diperoleh secara jelas? Mohon penjelasannya.
Responden: Status saya sebagai customer service, saya rasa sudah jelas asal kita tahu apakah customer service dan pekerjaan apa yang hrus dikerjakan.
6. Peneliti: Apakah aturan yang diberlakukan perusahaan tidak sesuai bagi keharusan tindakan saudari sebagai customer service.
Responden: Saya rasa untuk tindakan yang saya sebgaimana mestinya saya lakukan terhadap customer service sudah diatur dalam metode prosedur perusahaan, saya rasa sudah jelas batas-batasnya.
B. Penyebab terjadinya Konflik
1. Peneliti: Menurut Sdri sebagai customer service, apakah konflik yang timbul dalam diri saudari lebih disebabkan oleh faktor internal yang ada dalam diri saudari, misalnya tuntutan keinginan? Mohon penjelasannya
Responden: Konflik yang sering timbul sebagai customer service bukan timbul dari dalam diri saya, timbul apabila saya menghadapi
customer yang sangat menjurus, apalagi kalau sudah sangat
kecewa dengan produk dan mengancam akan memasukkan ke media massa maka akan mengancam saya sebagai individu yang bekerja sebagai customer service.
2. Peneliti: Menurut Sdri sebagai customer service, apakah konflik yang timbul dalam diri saudari lebih disebabkan oleh faktor eksternal yang ada dalam diri saudari, misalnya karena pendidikan? Mohon penjelasannya
Responden: Untuk faktor eksternal seperti pendidikan, saya rasa tidak. Untuk konflik dari luar, kita belum tahu banyak tentang seluk beluk customer, apa yang seharusnya dilakukan customer, apa yang seharusnya dilakukan customer tapi tidak dilaksanakan semestinya. Tapi itu bukan faktor eksternal yang harus dijadikan konflik.
C. Akibat/Dampak serta Pengaruh Konflik pada Kinerja
1. Peneliti: Menurut saudari, selama mengalami konflik dalam diri saudari, apakah saudari merasakan adanya penurunan kinerja/produktivitas kerja?
Responden: Konflik menjadi suatu input/pengembangan, tidak menjadi momok. Tapi saya selalu jadikan hal ini sebagai tolak ukur. Saat ini mengalami konflik maka saya harus berkembang lebih dari sebelumnya.
2. Peneliti: Menurut saudari, selama mengalami konflik dalam diri saudari, apakah saudari merasakan adanya ketidakdisiplinan dalam bekerja, mohon penjelasannya?
Responden: Dalam menghadapi konflik, saya jarang merasakan menjadi malas/tidak disiplin bekerja. Konflik yang terjadi akan mendorong saya lebih banyak belajar.
3. Peneliti: Menurut saudari, selama mengalami konflik dalam diri saudari, apakah saudari merasakan tingginya tingkat kesalahan-kesalahan yang saudari perbuat dalam bekerja?
Responden: Saya rasa konflik yang terjadi sedikit sekali yang mempengaruhi kinerja saya. Tapi dengan adanya sharing
dengan sesama customer service akan mengurangi rasa bersalah kita dalam menghadapi konflik.
4. Peneliti: Menurut saudari, selama mengalami konflik dalam diri saudari, apakah saudari merasakan adanya keinginan untuk keluar dari perusahaan?
Responden: Tidak. Karena bekerja sebagai customer service sangat unik, berbeda dengan pekerjaan-pekerjaan lain yang terpaku pada target/suatu hal yang benar-benar sudah terintegrasi dengan banyak perusahaan yang melakukan itu. Sebagai customer