• Tidak ada hasil yang ditemukan

BAB V PENUTUP

5.2 Saran

Penelitian selanjutnya diharapkan dapat melakukan analisis uji bilangan asam, peroksida, dan thiobarbituric acid (TBA) untuk mengetahui tingkat oksidasi yang mungkin terjadi selama proses pengolahan dan penyimpanan abon. Selain itu

40

diperlukan penelitian lebih lanjut mengenai cara mereduksi logam berat pada ikan sapu-sapu yang digunakan untuk pembuatan produk pangan. Serta disarankan untuk menggunakan ikan sapu-sapu hasil budi daya sebagai bahan pangan agar kebersihan dan keamanannya lebih terjamin dan mampu mempertahankan dan menambah karakteristik gizi abon ikan sapu-sapu.

41

DAFTAR PUSTAKA

[AOAC] Association of Official Analytical Chemists. 2005. Official methods of analysis of the association of analytical chemists, Washington D.C.

Ackman RG. 1967. Characteristic of the fatty acid composition and biochemistry of some fresh-water fish oil and lipids in comparison with marine oil and lipids. Comparative of Biochemical and Physiology. 22: 907-922.

Andarwulan N, Kusnandar F, Herawati D. 2011. Analisis pangan. Jakarta (ID): Dian Rakyat.

Armbruster JW. 2004. Phylogenetic relationships of the suckermouth armoured catfishes (Loricariidae) with emphasis on the hypostominae and the

ancistrinae. Zoological Journal of the Linnean Society. 141(1):1-80.

Armbruster JW, Page LM. 2006. Redescription of Pterygoplichthys punctatus and description of a new species of Pterygoplichthys (siluriformes :

Loricariidae). Zoological Journal of the Linnean Society. 4(4):401-409.

Aquino KAS. 2012. Sterilization by gamma irradiation. Europe (ID): inTech Cahyani AFK, Wiguna LC, Putri RA, Masduki VV, Harsojo. 2015. Aplikasi

teknologi hundle menggunakan iradiasi sinar gamma dan penyimpanan beku untuk mereduksi bakteri patogen pada bahan pangan. Jurnal pangan

dan agroindustri. 3(1): 73-79

Cahyani N, Djamar, Sulistino. 2016. Heavy metal contain Pb, Hg, Cd, and Cu in whiting fish (Sillago sihama) muscle in estuary of Donan river, Cilacap, Central Java. JPHPI. 19(3):267-276.

Chaidir A. 2001. Pengaruh pencucian daging lumat (minced fish) ikan sapu-sapu (Hypostomus sp) terhadap kualitas minced fish dalam pembuatan bakso ikan [Skripsi]. Bogor (ID): Institut Pertanian Bogor.

Chisrtie TM, Ma’aruf WF, Susanto E. 2016. Mereduksi oksidasi ikan manyung (Arius thalassinus) jambal roti dengan implikasi edible film selama penyimpanan suhu ruang. JPeng&BiotekHasilPi. 5(1):94-100.

Codex STAN. 2013. General standard for irradiated foods: 1-3.

Elfidasari D, Qoyyimah FD, Fahmi MR, Puspitasari RL. 2016. Variasi ikan sapu-sapu (Loricariidae) berdasarkan karakter morfologi di perairan Ciliwung. Jurnal Al-azhar Indonesia seri Sains dan teknologi. 3(4):221-225.

42

iradiasi sinar gamma selama masa simpan 30 hari [Skripsi]. Jakarta (ID): UIN Syarif Hidayatullah.

Hasnidar, Tamsil A, Akram AM, Hidayat T. 2021. Analisis kimia ikan sapu-sapu (Pterugoplichthys pardalis Castelnau 1855) dari danau Tempe Sulawesi Selatan, Indonesia. JPJHI. 24(1):78-88

Hendayana S. 2006. Kimia pemisahan metode kromatografi dan elektroforesis

modern. Bandung (ID): PT. Remaja Rosdakarya.

Hoover JJ, Killgore KJ, Confrancesco AF. 2004. Suckermouth catfishes: threats to aquatic ecosystems of the United States?. ANSRP Buletin. 4(1):1-9 Hossain MY, Rahman MM, Ahmed ZF, Ohtomi J, Islam ABMS. 2008. First

record of the South American sailfin catfish Pterygoplichthys multiradiatus in Bangladesh. Journal of Applied Ichthyology. 24(6):718-720.

Irawati Z. 2007. Pengembangan teknologi nuklir untuk meningkatkan keamanan dan daya simpan bahan pangan. Jurnal Ilmiah Aplikasi Isotop dan Radiasi. 3(2):41-52

Ismi LN, Elfidasari D, Puspitasari RL, Sugoro I. 2019. Kandungan 10 Jenis Logam Berat pada Daging Ikan Sapu-sapu (Pterygoplichthys pardalis) Asal Sungai Ciliwung Wilayah Jakarta. Jurnal Al-Azhar Indonesia Seri Sains dan

Teknologi. 5(2):56-59.

Jamaludin A, Adiantoro D. 2012. Analisis kerusakan x-ray fluoresence (XRF).No. 09-10 tahun V april-oktober 2012. Pusat teknologi bahan bakar nuklit BATAN

Kadir, I. 2010. Pemanfaatan iradiasi untuk memperpanjang daya simpan jamur tiram putih (Pleurotus ostreatus) kering. Jurnal Ilmiah Aplikasi Isotop dan

Radiasi. 6(1):86-100

Kalyani B, Manjula K. 2014. Review article food irradiation – Technology and application. International Journal of Current Microbiology and Applied

Sciences. 3(4):549-555.

Karo YCB, Nopianti R, Lestari SD. 2017. Pengaruh variasi suhu terhadap mutu abon ikan ekonomis rendah selama penyimpanan. Jurnal Teknologi Hasil

Perikanan. 6(1):80-91

Kartamihardja ES, Purnomo K, Umar C. 2009. Sumber daya ikan perairan umum daratan di Indonesia terabaikan. Jurnal kebijakan perikanan

43

Karyadi D. 1999. Ketengikan minyak dan lemak karena oksidasi. Buletin

penelitian. 1(3):1-12

Kotellat M, Whitten AJ, Kartikasari SN, Wirjoatmodjo S. 1993. Freshwater fishes of western Indonesia and Sulawesi. Hongkong: Periplus Edition, 344 p.

Leksono T, Syahrul. 2001. Studi mutu dan penerimaan konsumen terhadap abon ikan. Jurnal Natur Indonesia. 2(3):178-184.

Munasir, Triwikantoro, Zainuri M, Darminto. 2012. Uji XRD dan XRF pada bahan mineral (batuan dan pasir) sebagai sumber material cerdas (CaCO3 Dan SiO2). 2(1):20-29.

Nico, LG. 2012. Discovery of South American suckermouth armored catfish (Loricariidae, Pterygoplichthys spp.) in the Santa Fe river drainage, Suwannee river basin, USA. Bioinvasions Records. 1(3):179-200.

Page, LM. dan Robins, RH. 2006. Identification of sailfin catfishes (Teleostei:Loricariidae) in South-Eastern Asia. The Raffles Bulletin of

Zoology. 54:455-457.

Peraturan Pemerintah RI No. 28 tahun 2004 tentang keamanan, mutu, dan gizi pangan.

Putra HH. 2018. Pengaruh radiasi gamma terhadap kadar protein, lemak, dan radikal bebas daging ikan tenggiri [skripsi]. Malang: Universitas Negeri Maulana Malik Ibrahim.

Purwaningtyas. 2004. Manfaat iradiasi sinar gamma untuk memperpanjang umur simpan telur itik segar [Skripsi]. Yogyakarta (ID): Universitas Wangsa Manggala.

Pusat Elemen Bakar Nuklir. 1993. Manual EDXRF DX-95.

Puspasari R. 2006. Logam dalam ekosistem perairan. Jurnal BAWAL. 1(2):43-47. Salamah E, Purwaningsih S, Kurnia R. 2012. Kandungan mineral remis

(Corbicula javanica) akibat proses pengolahan. Jurnal Akuatika. 3(1):74-83.

Standar Nasional Indonesia (SNI). 2013. Abon ikan bagian 1: spesifikasi no. 7690.1.2013.

Standar Nasional Indonesia (SNI). 2013. Abon ikan bagian 3: penanganan dan pengolahan no. 7690.3.2013.

Stefanova R, Nikola V, Spassov, Stefan L. 2010. Irradiation of food, current legislation framework, and detection of irradited foods. Springer, Food

44

Anal. Methods, 3:225-252.

Sudarmaji J, Mukono, Corie. 2006. Toksikologi logam berat B3 dan dampaknya bagi kesehatan. Jurnal Kesehatan Lingkungan. 2(2):129-142.

Sugeng A. 2014. Makna Bahrain dalam al-Qur’an [Skripsi]. Surabaya: UIN Sunan Ampel.

Suryani, Hambali E, Hidayat E. 2005. Membuat aneka abon. Jakarta: Penebar Swadaya.

Susanto E, Fahmi AS. 2012. Senyawa fungsional dari ikan: aplikasinya dalam pangan. Jurnal Aplikasi Teknologi Pangan. 1(4):95-102.

Wowor D. 2010. Studi biota perairan dan herpetofauna di daerah aliran sungai (DAS) Ciliwung dan Cisadane: kajian hilangnya keanekaragaman hayati.

Laporan Penelitian. Bogor: Puslit Biologi.

Yarosita FS, Rindy PT, Bustami I, Winarti Z. 2004. Mutu bakso ikan patin yang diiradiasi dengan sinar gamma (60Co). Risalah Seminar Ilmiah Penelitian

45 LAMPIRAN

Lampiran 1. Perhitungan Kadar air, Organik dan Abu

Sampel C CS CS105 CS600 %BK %Air BK %BO %BA

Daging D1 33,6500 37,0679 34,2798 33,6861 18,4265 81,5735 0,6298 94,268 5,7320 D2 33,1750 37,4604 33,9821 33,2132 18,8337 81,1663 0,8071 95,267 4,7330 Abon A1 33,7550 41,1528 39,5384 34,2681 78,1773 21,8227 5,7834 91,1281 8,8719 A2 33,7728 41,2411 38,4771 34,1582 62,9902 37,0098 4,7043 91,8075 8,1925 Keterangan : C = Cawan kosong

CS = Cawan + sampel sebelum dioven 105°C CS105 = Cawan + sampel setelah dioven 105°C CS600 = Cawan + sampel setelah ditanur 600°C BK = Berat kering BO = Berat organik BA = Berat abu % BK = (CS105 – C) x 100 (CS – C) = (34,2798 – 33,6500) x 100 (37,0679 – 33,6500) = 18,4265 BK = (CS – C) x %BK 100 = (37,0679 – 33,6500) x %BK 100 = 0,6298 %BO = 100 -

(

(CS600 – C) BK

)

= 100 -

(

(33,6861 – 33,6500) 0,6298

)

= 94,268

% Kadar air = 100 - %BK % Kadar abu = 100 - %BO = 100 – 18,4265 = 100 – 94,268

46 Lampiran 2. Perhitungan Kadar Protein

Kadar protein = (VHCl – VNaOH) x NHCl x 1,4 x 6,25

x 100% Berat sampel

= (60 – 10,8) x 0,1 x 1,4 x 6,25 x 100% 0,4873

= 88,34%

ID Sampel Berat sampel HCl 0,1 N (ml) NaOH 0,1 N (ml) %Protein Daging D1 0,4873 60 10,8 88,34 D2 0,4893 60 11,2 84,39 Abon A(1) 0,4846 30 6,0 41,90 A(2) 0,4876 30 3,5 45,98 Abon Iradiasi Ai 15 (1) 0,4851 30 4,3 44,82 Ai 15 (2) 0,4891 30 7,8 38,40

47 Lampiran 3. Perhitungan Kadar Lemak

ID Sampel BK Sampel BKs-105 sox Berat Akhir % Lemak

Daging D1 0,7086 0,6899 0,1798 25,3754 D2 0,7107 0,6919 0,1776 24,9899 D3 0,7146 0,6968 0,1785 24,9806 Abon iradiasi Ai 15.3 (1) 0,5104 0,6345 0,1241 24,3164 Ai 15.3 (2) 0,5184 0,6419 0,1235 23,8311 Ai 15.3 (3) 0,5203 0,6434 0,1231 23,6491

Kadar lemak = 100 -

(

(BK sampel – berat akhir) x 100 BK sampel

)

= 100 -

(

(0,7086 – 0,1798) x 100 0,1798

)

Dokumen terkait