31 V. PENUTUP
32 DAFTAR PUSTAKA
Agus, D.R. 2015. Pemanfaatan Lidi Kelapa Sawit sebagai Bahan Pembuatan Produk Kerajinan dengan Teknik Tenun ATBM. Skripsi. Fakultas Bahasa dan Seni Universitas Negeri Yogyakarta. Yogyakarta.
Agustina, L. 2006. Penggunaan Ramuan Herbal sebagai Feed Additive untuk Meningkatkan Performans Broiler. Lokakarya Nasional Inovasi Teknologi dalam Mendukung Usaha Ternak Unggas Berdaya Saing. Fakultas Peternakan Universitas Hasanuddin. Hal 47-51.
Amalia, L., L. Aboenawan., L.E. Budiarti., N. Ramli., M. Ridha dan A.L.
Darobin. 2000. Diktat Pengetahuan Bahan Makanan Ternak.
Laboratorium Ilmu dan Teknologi Pakan. Fakultas Peternakan Institut Pertanian Bogor.
Anggorodi, R. 1984. Ilmu Makanan Ternak. PT. Gramedia. Jakarta.
Anas, M.R. dan Syahrir. 2017. Pengaruh Penggunaan Jenis Aditif sebagai Sumber Karbohidrat terhadap Komposisi Kimia Silase Rumput Mulato. Journal Agrisains. 18 (1) : 13–22.
AOAC. 1993. Official Methods of Association of Official Analytical Chemists.
12th Edition. Association of Official Analytical Chemist. Benjamin Franklin Station. Washington. 326 hal.
Arif, R. W., A. Yani., Asropi dan F. Dewi. 2014. Kajian Pembuatan Tepung Jagung “ Inovasi dengan Proses Pengolahan yang Berbeda. Prosiding Seminar Nasional. Banjarbaru. 611-618.
Astawan, M. dan E. Febrinda. 2010. Potensi Dedak dan Bekatul Beras sebagai Ingredient Pangan dan Produk Pangan Fungsional. Jurnal Pangan. 19(1):
14–21.
Astuti, D.A. 2009. Petunjuk Praktis Menggemukkan Domba, Kambing, dan Sapi Potong. Agro Media. Jakarta.
Amri, M. 2006. Pengaruh Penggunaan Bungkil Inti Sawit dalam Pakan terhadap Performa Ikan Mas (Cyprinus carpiol). Universitas Bung Hatta.
https://bunghatta.ac.id/artikel. Diakses tanggal 4 Oktober 2021.
Aidismen, Y.D.P. 2014. Sifat Fisik dan Kimia Silase Kulit Nenas (Ananas Comosus L. Merr) dengan Penambahan Molases pada Level yang Berbeda. Skripsi. Fakultas Pertanian dan Peternakan Universitas Islam Negeri Sultan Syarif Kasim Riau. Pekanbaru.
33 Awiyanata, R., Jiyanto, dan P. Anwar. 2021. Kualitas Nutrisi Silase Kelapa Sawit (Pelepah dan Daun) terhadap Penambahan Kombinasi dan Bahan Aditif Cairan Asam Laktat. Jurnal Green Swarnadwipa. 10 (3): 473-483.
Azriani. 2009. Komposisi Kimia Daun Kelapa Sawit yang Difermentasikan dengan Inokulum Berbeda. Skripsi. Fakultas Pertanian dan Peternakan Universitas Islam Negeri Sultan Syarif Kasim Riau. Pekanbaru.
Basri, Nurhaidah dan Fitriani. 2019. Kandungan Kalsium (Ca) dan Fospor (P) Silase Kombinasi Jerami Padi dan Daun Lamtoro sebagai Pakan Ternak Ruminansia. Journal Bionature. 20 (1) : 21-26.
Batubara, L.P. 2002. Potensi Biologis Daun Kelapa Sawit sebagai Pakan Basal dalam Ransum Sapi Potong. Prosiding Seminar Nasional Teknologi Peternakan. Pusat Penelitian dan Pengembangan Peternakan. Badan Penelitian dan Pengembangan Pertanian. Departemen Pertanian. Jakarta.
Barokah, Y., A. Ali dan E. Erwan. 2017. Nutrisi Silase Pelepah Sawit yang Ditambah Biomassa Indigofera (Indigofera zollingeriana). Jurnal Ilmu-Ilmu Peternakan. 20 (2): 59-68.
Balitnak. 2003. Pemanfaatan Hijauan Perkebunan Kelapa Sawit sebagai Pakan Ternak. Puslitbang Departemen Pertanian. Bogor.
Badan Pusat Statistik Provinsi Riau. 2019. Produksi Perkebunan Tahun 2019.
Badan Pusat Statistik Provinsi Riau. Pekanbaru.
Buckle, K.A., R.A. Edwards., G.H. Fleet and M. Wotton. Food science.
Universitas Indonesia (UI) Jakarta.
Chrysostomus, H.Y., T.A.Y. Foenay dan T.N.I. Koni. 2020. Pengaruh berbagai Aditif berhadap Kandungan Serat Kasar dan Mineral Silase Kulit Pisang Kepok. Jurnal Ilmu Peternakan dan Veteriner Tropis. 10 (2). 91-97.
Dhalika, T., A. Budiman., A. Ayuningsih dan Mansyur. 2011. Nilai Nutrisi Batang Pisang dari Produk Bioproses (Ensilage) sebagai Ransum Lengkap. Jurnal Ilmu Ternak. 11 (1) : 17-23.
Desnamrina, K.C. 2018. Kualitas Fisik, Kimia dan Kecernaan In Vitro Pelepah Kelapa Sawit yang Difermentasi oleh Phanerochaete chrysosporium.
Tesis. Fakultas Pertanian. Universitas Sumatera Utara. Medan.
Elferink, S.J.W.H.O., Driehius, F., Gottschal, J.C., dan Spoelstra, S.F. 2010.
Silage Fermentation Processes and their Manipulation. Proceding FAO Electronic Conference on Tropical Silage. pp. 2-4.
Elman, H., I. Sembiring dan N. Ginting. 2011. Penggunaan Bungkil Inti Sawit yang Diberi Hemicell dalam Ransum terhadap Energi Metabolisme Ransum Itik Raja. jurnal Peternakan Integratif. 1(1):59-68.
34 Fauzi, Y., Y.E. Widyastuti., I. Satyawibawa dan R.H. Paeru. 2012. Kelapa Sawit.
Penebar Swadaya. Jakarta.
Fauzia, M., Y. Fauzi dan I. Sembiring. 2019. Silase Komplit Pelepah Kelapa Sawit dan Indigofera sp. dengan Probiotik MOIYL terhadap Performa Sapi PO. Journal of Livestock and Animal Health. 2(1): 14-19.
Fidriyanto, R., R. Rohmatussolihat., W.D. Astuti., N.F. Sari dan Y. Widyastuti.
2018. Formulasi Inokulum Bakteri untuk Pengolahan Limbah Sawit Sebagai Pakan Ternak. Proceeding of Biology Education. Research Center for Biotechnology, LIPI. Bogor.
Foss Analytical. 2003. Kjeltec™. Sistem Destilation Unit. User manual 1000 9164/Rev. 1.1 A.B. Sweden.79 hal.
Foss Analytical. 2006. Fibertec™ M.6 1020/1021.User Manual 1000 1537/Rev 3.
A.B. Sweden. 22 hal.
Garnasih, R.L. 2020. Pemanfaatan Limbah Lidi Sawit menjadi Produk Bernilai Ekonomis. Jurnal Pengabdian Masyarakat Multidisiplin. 3(2): 96-102.
Hadi, M.M. 2004. Teknik Berkebun Kelapa Sawit. Mitra Gama Widya.
Yogyakarta.
Haresta, J. 2017. Produksi Biomassa dan Silase beberapa Genotipe Sorgum (Sorghum Bicolor (L) moench) yang Ditanam Secara Tumpangsari dengan Ubi Kayu pada Dua Lokasi Berbeda. Skripsi. Universitas Lampung.
Bandar Lampung.
Harianto, B. 2012. Tiga Jurus Sukses Penggemukan Sapi Potong. Agromedia Pusaka. Jakarta.
Hartadi, H., S. Reksohadiprojo dan A.D Tillman. 1990. Tabel Komposisi Pakan Untuk Indonesia. Universitas Gadjah Mada Press, Yogyakarta.
Hidayat, R., S. Nurjannah dan H. Permana. 2021. Penggunaan Molases pada Silase Kulit Pisang Nangka (Musa paradisiaca informa typica) terhadap Kandungan Serat Kasar dan Protein Kasar. Jurnal Ilmu Pertanian. 3 (2) : 51-57.
Imsya, A. 2007. Konsentrasi N-amonia, Kecernaan Bahan Kering dan Kecernaan Bahan Organik Pelepah Sawit Hasil Amoniasi Secara In Vitro. Prosiding Seminar Teknologi Peternakan dan Veteriner. 21-22 Agustus 2007.
Puslitbang Peternakan Badan Litbang Pertanian, Departemen Pertanian Bogor. hal 111-115.
35 Isnandar. R.U., S. Chuzaemi., E. Sutariningsih., L.M. Yusiati dan R. Utomo.
2010. Optimasi Bakteri Asam Laktat dan Level Penggunaan Bahan Aditive Molases terhadap Kualitas Silase Isi Rumen Kualitas II Rumen. Jurnal Ilmiah Agrisains. 11(2):163-171.
Iskandar, R. dan S. Fitriadi. 2017. Analisa Proksimat Pakan hasil Olahan Pembudidaya Ikan di Kabupaten Banjar Kalimantan Selatan. Ziraa'ah. 42 (1) : 65-68.
Jaelani, A., A. Gunawan dan I. Asriani. 2014. Pengaruh Lama Penyimpanan Silase Daun Sawit terhadap Kadar Protein dan Serat Kasar. Ziraa’ah. 39 (1) : 8-16.
Juliantoni, J., D.A. Mucra dan D. Febrina. 2018. Kandungan Nutrisi Serat Buah Kelapa Sawit yang Difermentasi dengan Feses Kerbau pada Level yang Berbeda. Jurnal Peternakan. 15(1): 37-46.
Junaidi, A. 2010. Analisis Kandungan Gizi Ransum Komplit dari Limbah Perkebunan Kelapa Sawit yang Difermentasi dengan Feses Sapi. Skripsi.
Fakultas Pertanian dan Peternakan Universitas Islam Negeri Sultan Syarif Kasim Riau. Pekanbaru.
Ketaren, S. 2008. Pengantar Teknologi Minyak dan Lemak Pangan. Jakarta, Universitas Indonesia (UI-Press).
Kholid, E. 2009. Komposisi Kimia Daun Kelapa Sawit yang Difermentasi dengan Feses Ayam pada Level Berbeda. Skripsi. Fakultas Pertanian dan Peternakan Universitas Islam Negeri Sultan Syarif Kasim Riau.
Pekanbaru.
Kojo, R.M., D. Rustandi., Y.R.L. Tulung dan S.S. Malalantang. 2015. Pengaruh Penambahan Dedak Padi dan Tepung Jagung terhadap Kualitas Fisik Silase Rumput Gajah (Pennisentrum purpureum cv). Jurnal zootec.
35(1):21-29.
Liana, M. 2008. Pemanfaatan Limbah Pertanian sebagai Pakan Ruminansia pada Peternak Rakyat di Kecamatan Rengat Barat Kabupaten Indra Giri Hulu.
Skripsi. Fakultas Pertanian dan Peternakan Universitas Islam Negeri Sultan Syarif Kasim Riau. Pekanbaru.
Lubis, R.E. dan A. Widanarko. 2011. Buku Pintar Kelapa Sawit. Agromedia.
Jakarta. Hal 6-10.
Mahfuzi, I., Rosdiana dan F. Kurniawan. 2020. Pendampingan Ibu Rumah Tangga (IRT) dalam Inovasi Produk Limbah Lidi Kelapa Sawit sebagai Penghasilan Tambahan pada Masa Pandemi Covid-19. Jurnal Education For All. 9(2):27-32.
36 Mendoza, N.S., M. Aray., T. Kawaguchi., F.S. Cubol., E.G. Panerio., T. Yoshida and L.M. jonson. 1994. Isolation of Mannan Utilizing Bacteria and The Culture Condition For Manannase Produtcion. Journal of Microbiologi and Biotechnology. 10(1) : 51-54.
Mathius, I.W., S. Bahri dan Subandriyo. 2017. Akselerasi Pengembangan Sapi Potong melalui Sistem Integrasi Tanaman Ternak: Sawit-Sapi. IPB Press.
Bogor.
Mastopan., M. Tafsin dan N.D. Hanafi. 2009. Kecernaan Lemak Kasar dan TDN (Total Digestible Nutrien) Ransum yang Mengandung pelepah Daun Kelapa Sawit dengan Perlakuan Fisik, Kimia, Biologis dan Kombinasinya pada Domba. Jurnal Peternakan Integratif. 3 (1) : 37-45.
McDonald, P. 1981. The Biochemistry od Silage. John Wiley and Sons, Ltd.
Chichester. New York.
Mucra, D.A dan Azriani. 2012. Komposisi Kimia Daun Kelapa Sawit yang Difermentasi dengan Feses Kerbau dan Feses Sapi. Jurnal Peternakan.
9(1): 27-34.
Mucra, D. A. 2007. Pengaruh Fermentasi Serat Buah Kelapa Sawit terhadap Komposisi Kimia dan Kecernaan Nutrien Secara In-Vitro. Tesis.
Pascasarjana UGM. Yogyakarta.
Mugiawati, R.E. 2013. Kadar Air dan pH Silase Rumput Gajah pada Hari ke-21 dengan Penambahan Jenis Aditif dan Bakteri Asam Laktat. Jurnal Ternak Ilmiah. 1(1): 201-207.
Mugfira., B. Nobong dan S. Nompo. 2019. Pengaruh Pemberian Bahan Aditif Berbeda terhadap pH dan Kandungan Bahan Kering Silase Sorgum Manis (Sorgum bicolor L.). Jurnal Nutrisi dan Makanan Ternak. 13 (1) : 26-33.
Muhamad, N., R. A. Nurfitriani., S. P. S. Budhi., A. Astuti dan R. Utomo. 2022.
Kualitas Silase Rumput Minyak (Hymenanhne amplexicaulis) yang Diberi Lactobacillus Plantarum dengan Penambahan Level Molases yang Berbeda. Jurnal Peternakan Sriwijaya. 11 (1) : 1-8.
Musnandar, E. 2003. Pengaruh Dosisinokulum Marasmius sp. dan Lama Inkubasi Terhadap Kandungan Komponen Serat dan Protein Murni Pada Sabut Kelapa Sawit untuk Bahan Pakan Ternak. Jurnal Ilmiah Ilmu-Ilmu Peternakan. 9(4): 225-234.
Mustika, L.M. dan Hartutik. 2021. Kualitas Silse Tebon Jagung (Zea mays L.) dengan Berbagai Bahan Aditif Ditinjau dari Kandungan Nutrisi. Jurnal Nutrisi Ternak Tropis. 4 (1): 55-59.
Nahak, O. K., P.K. Tahuk., G.F. Bira., A. Bere dan H. Riberu. 2019. Pengaruh Penggunaan Jenis Bahan Aditif yang Berbeda terhadap Kualitas Fisik dan Kimia Silase Komplit Berbahan Dasar Sorgum (Shorgum bicolor (L.) moench). Journal of Animal Science. 4 (1): 1-14
37 Nishino, N., H. Harada and E. Sakaguchi. 2003. Evaluation of Fermentation and Aerobic Stability of Wet Brewers’ Grains Ensiled Alone or In Combination With Various Feeds as a Total Mixed Ration. Journal Science Food Agriculture. 8 (83): 557-563.
Nurhayu, A., A.B.L. Ishak dan A. Ella. 2014. Pelepah dan Daun Sawit sebagai Pakan Substitusi Hijauan pada Pakan Ternak Sapi Potong di Kecamatan Luwu Timur Sulawesi Selatan. Balai Pengkajian Teknologi Pertanian.
Sulawesi Selatan.
Nurul, A., M. Junus dan M. Nasich. 2012. Pengaruh Penambahan Molases Terhadap Kandungan Protein Kasar dan Serat Kasar Padatan Lumpur Organik Unit Gas Bio. Skripsi. Fakultas Peternakan Brawijaya Malang.
Nelson dan Suparjo. 2011. Penentuan Lama Fermentasi Kulit Buah Kakao Phanerochaete chrysosporium : Evaluasi kualitas Nutrisi secara Kimiawi.
Agrinak. 1(1): 1-10.
Noviadi, R., A. Sofiana dan I. Panjaitan. 2012. Pengaruh Penggunaan Tepung Jagung dalam Pembuatan Silase Limbah Daun Singkong terhadap Perubahan Nutrisi, Kecernaan Bahan Kering, Protein Kasar dan Serat Kasar pada Kelinci Lokal. Jurnal Penelitian Pertanian terapan. 12 (1) : 6-12.
Oknaryanto, D. 2014. Profil Darah Sapi Bali Jantan pada Masa Adaptasi Pakan Hijauan Berupa Daun dan Pelepah Sawit di Desa Seko Lubuk Tigo Kabupaten Indragiri Hulu. Skripsi. Fakultas Pertanian dan Peternakan Uneversitas Islam Negeri Sultan Syarif Kasim Riau. Pekanbaru.
Pahan, I. 2008. Panduan Teknis Budidaya Kelapa Sawit. PT. Indopalma Wahana Hutama. Jakarta. 28 hal.
Prayer, F.P., K. Maaruf., Y. Kowel., H. Liwe dan Y.C. Raharjo. 2015. Pengaruh Penambahan Zat Aditif (Enzim dan Asam Organik) dengan Protein Tinggi dan Rendah pada Pakan Berbasis Dedak terhadap Performan Kelinci.
Jurnal Zootek. 35(2):280 –288.
Pujaningsih RI. 2006. Pengelolaan Pakan Bijian. Cetakan 1. Semarang: Penerbit Alif Press. 58 hal.
Qanitah. 2012. Kajian Pembuatan Tepung Jagung dengan Proses Pengolahan yang Berbeda. Jurnal. 2 (3) : 612-613.
Ravindran, V. 2012. Poultry Feed Availability and Nutrition in Developing Countries. Monogastric Research Centre, Institute of Food, Nutrition and Human Health, Massey University, Palmerston North, New Zealand.
Risma, E. 2015. Kandungan Nutrisi Silase Mahkota Nanas ang Difermentasi dengan Penambahan Berbagi Level Dedak. Skripsi. Jurusan Peternakan.
Universitas Negeri Sultan Syarif Kasim Riau. Pekanbaru.
38 Riswandi. 2014. Kualitas Silase Eceng Gondok (Eichhornia crassipes) dengan Penambahan Dedak Halus dan Ubi Kayu. Jurnal Peternakan Sriwijaya.
3(1) : 1-6.
Rizali, A., F. Fachrianto., M. H. Ansari dan A. Wahdi. 2018. Pemanfaataan Limbah Pelepah dan Daun Kelapa Sawit Melalui Fermentasi Trichoderma sp. Sebagai Pakan Sapi Potong. Enviro Scienteae. 14 (1): 1-7.
Sari, L.M., M.I.A. Ali., S. Sandi dan A. Yolanda. 2015. Kualitas Serat Kasar, Lemak Kasar, dan BETN terhadap Lama Penyimpanan Wafer Rumput Kumpai Minyak dengan Perekat Karaginan. Jurnal Peternakan Sriwijaya, 4(2): 35-40.
Sartini. 2003. Kecernaan Bahan Kering dan Bahan Organik In Vitro dan Level Aditif yang Berbeda. Jurnal Pengembangan Peternakan Tropis. 4(1): 1-7.
Santi, R.K., D. Fatmasari., S.D. Widyawati dan W.P.S. Suprayogi. 2011. Kualitas dan Nilai Kecernaan In Vitro Silase Batang Pisang (Musa paradisiaca) dengan Penambahan Beberapa Akselerator. Tropical Animal Husbandry Journal. 1 (1): 15 – 23.
Santoso, B., B.Tj. Hariadi., H. Manik dan H. Abubakar. 2009. Kualitas Rumput Unggul Tropika Hasil Ensilase dengan Aditif Bakteri Asam Laktat dari Ekstrak Rumput Terfermentasi. Media Peternakan. 3 (2) : 137-144.
Sinurat, A.P. 2012. Teknologi Pemanfaatan Hasil Samping Industri Sawit untuk Meningkatkan Ketersediaan Bahan Pakan Unggas Nasional. Jurnal Pengembangan Inofasi Pertanian. 5(2):65-78
Sitompul, D. 2003. Desain Pembangunan Kebun dengan Sistem Usaha Terpadu Ternak Sapi Bali. Prosiding Lokakarya Nasional: Sistem Intergasi Kelapa Sawit-Sapi. Bengkulu 9-10 September 2003. pp 81-88.
Suarni. 2009. Perospek Pemanfaatan Tepung Jagung untuk Kue Kering (Cookies).
Jurnal Penelitian Pengembangan Pertanian. 28(2):63-71
Sudarmadji, S., B. Haryono dan Suhardi. 1997. Prosedur Analisis untuk Bahan Makanan dan Pertanian. Liberty, Yogyakarta.
Sumarsih, S., C.I. Sutrisno dan B. Sulistiyanto. 2009. Kajian Penambahan Tetes sebagai Aditif Kualitas Uji Organoleptik Nutrisi Silase Kulit Pisang.
Seminar Nasional. Kebangkitan Peternakan. Semarang.
Sulaeman, E., D.S. Tasripin dan U.H. Tanuwiria. 2014. Prinsip Silase. Jurnal.
Universitas Padjadjaran. Bandung. 2 No. 8: 55-56.
Sulistyo, H.E., I. Subagiyo dan E. Yulinar. 2020. Kualitas Silase Rumput Gajah (Pennisetum purpureum) dengan Penambahan Jus Tape Singkong. Jurnal Nutrisi Ternak Tropis. 3(2): 63-70.
39 Surono., M. Soejono dan S.P. Budhi. 2006. Kehilangan Bahan Kering dan Bahan Organik Silase Rumput Gajah pada Umur Potong dan Level Aditif yang Berbeda. Jurnal Indonesian Tropical Animal Agricultur. 31(1), 62–68.
Sastrosayono, S. 2003. Budidaya Kelapa Sawit. Agromedia. Jakarta. 122 hal.
Superianto, S., A.E. Harahap dan A. Ali. 2018. Nilai Nutrisi Limbah Sayur Kol dengan Penambahan Dedak Padi dan Lama Fermentasi yang Berbeda.
Jurnal Sains Peternakan Indonesia. 13 (2): 172-181.
Supriyati and B. Haryanto. 2011. Molasses Protected Palm Kernel Cake As Source of Protein For Young Male Ettawah Grade Goats. Journal of Animal and Veterinary science. 16(1): 17-24.
Sukria, H.E. dan R. Krisnan. 2009. Sumber dan Ketersediaan Bahan Baku Pakan di Indonesia. IPB Press, Bogor. 163 hal.
Suriana, N. 2019. Budi Daya Tanaman Kelapa Sawit. Bhuana Ilmu Populer.
Jakarta. 14 hal.
Suryana dan M. Yasin. 2015. Prospek Pengembangan Intergrasi Sawit-Sapi di Kalimantan Selatan. Jurnal Litbang Pertanian. 34 (1) : 9-18.
Suryani, H,. W. Wijayandari., S. Fakri., A. Alif dan A. Yani. 2020. Pengaruh Penambahan Bakteri Asam Laktat dan Pakan Sumber Energi terhadap Kandungan Nutrisi dan Fraksi Serat Silase Pelepah Kelapa Sawit. Jurnal Peternakan. 17 (2). 81-89.
Sutardi, T. 2006. Landasan Ilmu Nutrisi Jilid 1. Departemen Ilmu Makanan Ternak. Bogor : Fakultas Peternakan IPB.
Sutowo, I., T. Adelina dan D. Febrina. 2016. Kualitas Nutrisi silase limbah Pisang (Batang dan Bonggol) dan Level yang Berbeda Sebagai Pakan alternatif Ternak Ruminansia. Jurnal Peternakan. 13(2): 41-47.
Tillman, A.D., H. Hartadi., S. Reksohadiprodjo., S. Prawirokusumo dan S.
Lebdosoekojo. 1998. Ilmu Makanan Ternak Dasar. Gadjah Mada University Press. Yogyakarta.
Tillman, A.D., H. Hartadi., S. Reksohadiprodjo dan S. Lebdosoekojo. 1989. Ilmu Makanan Ternak Dasar. Gadja Mada University Press. Yogyakarta.
Volk, W.A. and M.F. Wheeler. 1993. Mikrobiologi Dasar. Edisi Kelima. Jilid 1.
Penerbit Erlangga. Jakarta.
Wibawa A.A.P., I.W. Wirawan dan I.B.G. Partama. 2015. Peningkatan Nilai Nutrisi Dedak Padi sebagai Pakan Itik melalui Biofermentasi dengan khamir. Majalah Ilmiah Peternakan. 18(1):11–16.
Wibowo, A.H. 2010. Pendugaan Kandungan Nutrien Dedak Padi Berdasarkan Karakteristik Fisik. Tesis. Institut Pertanian Bogor.
40 Yamin, M., M. Muhakka dan A. Abrar. 2010. Kelayakan Sistem Intergrasi Sapi dengan Perkebunan Kelapa Sawit di Propinsi Sumatera Selatan. Jurnal Pembangunan Manusia. 10 (1): 1-21.
Yanuarlanto, O., M. Amin., S.D. Hasan., S.H. Dilaga dan S. Suhubdy. 2020.
Komposisi Nutrisi dan Kecernaan Silase Jerami Jagung yang Ditambahkan Lamtoro dan Molases yang Difermentasi pada Waktu Berbeda. Jurnal Ilmu dan Teknologi Peternakan Indonesia. 6 (1) : 16-23.
Yulanda, N., N. Hidajati., A.B. Achmad dan D. Chrismanto. 2021. Pengaruh Penambahan Molasses terhadap Kualitas Fisik dan Kimia Silase tebon Jagung yang Diberi Fermented Mother Liquor. Journal of Applied Veterinary Science and Technology. 2 (11): 10-14
Zakariah, A. 2016. Potensi Kulit Buah Kakao sebagai Bahan Pakan ternak Ruminansia. Makassar : Pustaka Almaida. 132 hal
41 Lampiran 1. Persentase Penambahan Air dan Bahan Aditif.
1. Persentase penambahan air Bahan kering sampel 58,6%
Berarti dalam 1 kg silase = 586 gr BK Sampel 100%
Kadar air = Jumlah sampel – Kadar Bahan Kering
= 100% - 58,6%
= 41,4%
Kadar air yang diinginkan dalam fermentasi = 70%
Persentase air yang ditambahkan adalah 70% - 41,4% = 28,6%
Jadi 586 x 28,6% = 167,59 ml + 10% = 184,349 ml
Jadi jumlah air yang dibutuhkan adalah 184,349 ml untuk 1 kg bahan
2. Molases
Perlakuan A Molases 0% BK = 0% x 586 gr = 0 gr Perlakuan B Molases 1% BK = 1% x 586 gr = 5,86 gr Perlakuan C Molases 3% BK = 3% x 586 gr = 17,58 gr Perlakuan D Molases 5% BK = 5% x 586 gr = 29,3 gr 3. Bungkil Inti Sawit
Perlakuan A BIS 0% BK = 0% x 586 gr = 0 gr Perlakuan B BIS 1% BK = 1% x 586 gr = 5,86 gr Perlakuan C BIS 3% BK = 3% x 586 gr = 17,58 gr Perlakuan D BIS 5% BK = 5% x 586 gr = 29,3 gr 4. Dedak Padi
Perlakuan A DP 0% BK = 0% x 586 gr = 0 gr Perlakuan B DP 1% BK = 1% x 586 gr = 5,86 gr Perlakuan C DP 3% BK = 3% x 586 gr = 17,58 gr Perlakuan D DP 5% BK = 5% x 586 gr = 29,3 gr
42 5. Tepung Jagung
Perlakuan A TP 0% BK = 0% x 586 gr = 0 gr Perlakuan B TP 1% BK = 1% x 586 gr = 5,86 gr Perlakuan C TP 3% BK = 3% x 586 gr = 17,58 gr Perlakuan D TP 5% BK = 5% x 586 gr = 29,3 gr
43 Lampiran 2. Analisis Statistik Protein Kasar
Faktor (A) Ulangan
Faktor (B)
Jumlah Rataan Stdev
B1 B2 B3 B4
A1
1 11,4150 11,4150 12,3948 11,7881
2 10,8792 11,3292 11,7309 11,3547
3 11,9300 11,2192 12,6938 11,9300
Jumlah 34,2242 33,9634 36,8195 35,0728 140,0799
Rataan 11,4081 11,3211 12,2732 11,6909 11,6733
Stdev 0,5254 0,0981 0,4928 0,2997 0,4299
A2
1 11,0947 12,1686 11,8992 12,3081
2 10,9859 11,7881 11,7583 11,0947
3 11,3807 11,5008 11,1813 11,8442
Jumlah 33,4613 35,4575 34,8388 35,2470 139,0046
Rataan 11,1583 11,3692 11,6129 11,7490 11,5837
Stdev 0,2039 0,3350 0,3804 0,6123 0,2991
A3
1 10,5928 10,8792 10,8142 12,5308
2 11,2056 10,9213 10,6904 11,4150
3 12,1214 12,3081 11,3547 12,5682
Jumlah 33,9198 34,1086 33,0792 33,1514 134,2590
Rataan 11,3066 11,3695 11,0264 11,0505 11,1883
Stdev 0,7693 0,8131 0,4616 0,0368 0,1752
A4
1 8,9260 11,7881 10,8142 12,5308
2 9,4478 11,6164 10,6904 11,4150
3 9,4410 11,6725 11,3547 12,5682
Jumlah 27,8184 35,0770 32,8593 36,5140 132,2651
Rataan 9,2716 11,6923 10,9531 12,1713 11,0221
Stdev 0,2993 0,0876 0,3533 0,6553 1,2700
TOTAL 129,4201 138,6065 137,5968 139,9852 545,6068
RATAAN 10,7850 11,5505 11,4664 11,6654 11,3668
STDEV 1,0143 0,2433 0,6136 0,4625 0,3118
FK = Y…2 = (545,6068)2 r.a.b 4.4.3
= 6.201,86
JKT = Σ(Yijk)2 – FK
= (11,41502+ 11,41502 +… + 12,56822) – 6.201,86
= 27,58
44 JKA = Σ(ai)2 – FK
r.b
= (140,07992+ 139,00462 + 134,25902 + 132,26512) – 6.201,86 4.3
= 3,50
JKB = Σ(bi)2 – FK r.a
= (129,42012 + 138,60652 + 137,59682 + 139,98522) – 6.201,86
4.3
= 5,66
JKAB = Σ(abi)2 – JKA – JKB - FK r
= (34,22422 + 33,96342 + ...+ 36,51402) – 3,50 – 5,66 – 6.201,86 3
= 11,61
JKG = JKT – JKA – JKB – JKAB
= 27,58 – 3,50 – 5,66 – 11,61
= 6,82 KTA = JKA
dbA
= 3,50 3
= 1,17 KTB = JKB
dbB
= 5,66 3
= 1,89 KTAB = JKAB
dbAB
= 11,61 9
= 1,29 KTG = JKG
dbG
= 6,82 32
= 0,21
45 F Hit A = KTA
KTG = 1,17 0,21 = 5,47 F Hit B = KTB KTG = 1,89 0,21 = 8,85 F Hit AB = KTAB
KTG = 1,29 0,21 = 6,05
Tabel Analisis Sidik Ragam Faktor
Koreksi
Derajat Bebas
Jumlah Kuadrat
Kuadrat Tengah
F Hitung
F Tabel
5% 1%
A 3 3,50 1,17 5,47** 2,89 4,46
B 3 5,66 1,89 8,85** 2,89 4,46
AB 9 11,61 1,29 6,05** 2,18 3,02
Galat 32 6,82 0,21
Total 47 27,58
Keterangan : ** berpengaruh sangat nyata, F hitung > F tabel 1%.
46 Uji Lanjut Duncan’s Multiple Range Test (DMRT)
Faktor A S A= √
= √ = 0,13 Tabel SSR
P SSR 5% LSR 5% SSR 1% LSR 1%
2 2,88 0,38 3,87 0,52
3 3,03 0,40 4,04 0,54
4 3,12 0,42 4,15 0,55
Urutan rataan perlakuan dari yang terbesar A1 A2 A3 A4
11,67 11,58 11,19 11,02 Pengujian nilai tengah
Perlakuan Selisih LSR 5% LSR 1% Keterangan
A1-A2 0,09 0,38 0,52 ns
A1-A3 0,49 0,40 0,54 *
A1-A4 0,65 0,42 0,55 **
A2-A3 0,40 0,38 0,52 *
A2-A4 0,56 0,40 0,54 **
A3-A4 0,17 0,42 0,52 ns
Keterangan : ** berbeda sangat nyata, F hitung > F tabel 1%.
* berbeda nyata, F hitung > F tabel 5%.
ns berbeda tidak nyata, F hitung < F tabel 5%.
Superskrip:
A1A A2A A3B
A4B
47 Faktor B
S B = √ = √ = 0,13 Tabel SSR
P SSR 5% LSR 5% SSR 1% LSR 1%
2 2,88 0,38 3,87 0,52
3 3,03 0,40 4,04 0,54
4 3,12 0,42 4,15 0,55
Urutan rataan perlakuan dari yang terbesar
B4 B2 B3 B1 11,67 11,55 11,47 10,79 Pengujian nilai tengah
Perlakuan Selisih LSR 5% LSR 1% Keterangan
B4-B2 0,11 0,38 0,52 ns
B4-B3 0,20 0,40 0,54 ns
B4-B1 0,88 0,42 0,55 **
B2-B3 0,08 0,38 0,52 ns
B2-B1 0,77 0,40 0,54 **
B3-B1 0,68 0,42 0,52 **
Keterangan : ** berbeda sangat nyata, F hitung > F tabel 1%.
ns berbeda tidak nyata, F hitung < F tabel 5%.
Superskrip:
B4a B2a B3a
B1b
48 Interaksi AB
Sy AB = √ = √ = 0,27 Tabel SSR
P SSR 5% LSR 5% SSR 1% LSR 1%
2 2,88 0,77 3,87 1,03
3 3,03 0,81 4,04 1,08
4 3,12 0,83 4,15 1,11
A1. Interaksi Faktor A1 terhadap Faktor B Urutan rataan perlakuan dari yang terbesar A1B3 A1B4 A1B1 A1B2 12,27 11,69 11,41 11,32 Pengujian nilai tengah
Perlakuan Selisih LSR 5% LSR 1% Keterangan
A1B3-A1B4 0,58 0,77 1,03 ns
A1B3-A1B1 0,86 0,81 1,08 *
A1B3-A1B2 0,95 0,83 1,11 *
A1B4-A1B1 0,28 0,77 1,03 ns
A1B4-A1B2 0,37 0,81 1,08 ns
A1B1-A1B2 0,09 0,77 1,03 ns
Keterangan : * berbeda nyata, F hitung > F tabel 5%.
ns berbeda tidak nyata, F hitung < F tabel 5%.
Superskrip:
A1B3a A1B4ab A1B1b A1B2b A2. Interaksi Faktor A2 terhadap Faktor B Urutan rataan perlakuan dari yang terbesar
Perlakuan A2B2 A2B4 A2B3 A2B1 11,82 11,75 11,61 11,15
49 Pengujian nilai tengah
Perlakuan Selisih LSR 5% LSR 1% Keterangan
A2B2-A2B1 0,07 0,77 1,03 ns
A2B2-A2B4 0,21 0,81 1,08 ns
A2B2-A2B3 0,67 0,83 1,11 ns
A2B1-A2B4 0,14 0,77 1,03 ns
A2B1-A2B3 0,60 0,81 1,08 ns
A2B4-A2B3 0,46 0,77 1,03 ns
Keterangan : ns berbeda tidak nyata, F hitung < F tabel 5%.
A3. Interaksi Faktor A3 terhadap Faktor B Urutan rataan perlakuan dari yang terbesar A3B2 A3B1 A3B4 A3B3 11,37 11,31 11,05 11,03 Pengujian nilai tengah
Perlakuan Selisih LSR 5% LSR 1% Keterangan
A3B2-A3B1 0,06 0,77 1,03 ns
A3B2-A3B4 0,32 0,81 1,08 ns
A3B2-A3B3 0,34 0,83 1,11 ns
A3B1-A3B4 0,26 0,77 1,03 ns
A3B1-A3B3 0,28 0,81 1,08 ns
A3B4-A3B3 0,02 0,77 1,03 ns
Keterangan : ns berbeda tidak nyata, F hitung < F tabel 5%.
A4. Interaksi Faktor A4 terhadap Faktor B Urutan rataan perlakuan dari yang terbesar A4B4 A4B2 A4B3 A4B1 12,17 11,69 10,95 9,27 Pengujian nilai tengah
Perlakuan Selisih LSR 5% LSR 1% Keterangan
A4B4-A4B2 0,48 0,77 1,03 ns
A4B4-A4B3 1,22 0,81 1,08 **
A4B4-A4B1 2,90 0,83 1,11 **
A4B2-A4B3 0,74 0,77 1,03 ns
A4B2-A4B1 2,42 0,81 1,08 **
A4B3-A4B1 1,68 0,77 1,03 **
Keterangan : ** berbeda sangat nyata, F hitung > F tabel 1%.
ns berpeda tidak nyata, F hitung < F tabel 5%.
50 Superskrip:
A4B4a A4B2ab A4B3b A4B1c B1. Interaksi Faktor B1 terhadap Faktor A Urutan rataan perlakuan dari yang terbesar B1A1 B1A3 B1A2 B1A4 11,41 11,31 11,15 9,27 Pengujian nilai tengah
Perlakuan Selisih LSR 5% LSR 1% Keterangan
B1A1-B1A3 0,10 0,77 1,03 ns
B1A1-B1A2 0,26 0,81 1,08 ns
B1A1-B1A4 2,14 0,83 1,11 **
B1A3-B1A2 0,16 0,77 1,03 ns
B1A3-B1A4 2,04 0,81 1,08 **
B1A2-B1A4 1,88 0,77 1,03 **
Keterangan : ** berbeda sangat nyata, F hitung > F tabel 1%.
ns berbeda tidak nyata, F hitung < F tabel 5%.
Superskrip:
B1A1A B1A3A B1A2A B1A4B B2. Interaksi Faktor B2 terhadap Faktor A Urutan rataan perlakuan dari yang terbesar B2A2 B2A4 B2A3 B2A1 11,82 11,69 11,37 11,32 Pengujian nilai tengah
Perlakuan Selisih LSR 5% LSR 1% Keterangan
B2A2-B2A4 0,13 0,77 1,03 ns
B2A2-B2A3 0,45 0,81 1,08 ns
B2A2-B2A1 0,50 0,83 1,11 ns
B2A4-B2A3 0,32 0,77 1,03 ns
B2A4-B2A1 0,37 0,81 1,08 ns
B2A3-B2A1 0,05 0,77 1,03 ns
Keterangan : ns berbeda tidak nyata, F hitung < F tabel 5%.
51 B3. Interaksi Faktor B3 terhadap Faktor A
Urutan rataan perlakuan dari yang terbesar B3A1 B3A2 B3A3 B3A4 12,27 11,61 11,03 10,95 Pengujian nilai tengah
Perlakuan Selisih LSR 5% LSR 1% Keterangan
B3A1-B3A2 0,66 0,77 1,03 ns
B3A1-B3A3 1,24 0,81 1,08 **
B3A1-B3A4 1,32 0,83 1,11 **
B3A2-B3A3 0,58 0,77 1,03 ns
B3A2-B3A4 0,66 0,81 1,08 ns
B3A3-B3A4 0,08 0,77 1,03 ns
Keterangan : ** berbeda sangat nyata, F hitung > F tabel 1%.
ns berbeda tidak nyata, F hitung < F tabel 5%.
Superskrip:
B3A1A B3A2AB B3A3B B3B4B B4. Interaksi Faktor B4 terhadap Faktor A Urutan rataan perlakuan dari yang terbesar B4A4 B4A2 B4A1 B4A3 12,17 11,75 11,69 11,05 Pengujian nilai tengah
Perlakuan Selisih LSR 5% LSR 1% Keterangan
B4A4-B4A2 0,42 0,77 1,03 ns
B4A4-B4A1 0,48 0,81 1,08 ns
B4A4-B4A3 1,12 0,83 1,11 **
B4A2-B4A1 0,06 0,77 1,03 ns
B4A2-B4A3 0,70 0,81 1,08 ns
B4A1-B4A3 0,64 0,77 1,03 ns
Keterangan : ** berbeda sangat nyata, F hitung > F tabel 1%.
ns berbeda tidak nyata, F hitung < F tabel 5%.
Superskrip:
B4A1A B4A2AB B4A3AB
B4A4B
52 Lampiran 3. Analisis Statistik Serat Kasar
Faktor (A) Ulangan
Faktor (B)
Jumlah Rataan Stdev
B1 B2 B3 B4
A1
1 25,4902 26,2136 20,5882 23,7624
2 25,9615 25,2427 24,2718 24,5089
3 26,0000 26,0000 22,7723 20,7921
Jumlah 77,4517 77,4563 67,6323 69,0643 291,6061
Rataan 25,8172 25,8188 22,5441 23,0214 24,3004
Stdev 0,2839 0,5102 1,8524 1,9665 1,7632
A2
1 21,5686 21,3592 21,5686 22,1154
2 20,9524 22,0000 22,3301 21,5686
3 24,0000 23,0769 20,7901 23,0000
Jumlah 66,5210 66,4361 64,6888 66,6840 264,3299
Rataan 22,1737 22,1454 21,5629 22,2280 22,0275
Stdev 1,6114 0,8680 0,7700 0,7223 0,3116
A3
1 22,0000 20,9524 22,1154 20,5924
2 22,1154 21,3592 21,5686 21,3592
3 20,7921 22,5490 20,3883 20,7921
Jumlah 64,9075 64,8606 64,0723 62,7437 256,5841
Rataan 21,6358 21,6202 21,3574 20,9146 21,3820
Stdev 0,7330 0,8297 0,8827 0,3978 0,3368
A4
1 23,0000 21,3592 21,1154 22,0000
2 20,5882 21,5886 21,3592 21,1538
3 21,1538 21,7822 21,3592 21,1538
Jumlah 64,7420 64,7100 64,3883 64,3076 258,5934
Rataan 21,5807 21,5700 21,6113 21,4359 21,5495
Stdev 1,2613 0,2115 0,4366 0,4886 0,0777
TOTAL 273,6222 273,4620 261,2272 262,7996 1.071,1120
RATAAN 22,8019 22,7886 21,7886 21,9000 22,3148
STDEV 2,0280 2,0368 0,5284 0,9223 1,3517
FK = Y…2 = (1071,1120)2 = r.a.b 4.4.3
= 23.901,69 JKT = Σ(Yijk)2 – FK
= (25,49022+ 25,96152 +… + 21,15382) – 23.901,69
= 128,36
53 JKA = Σ(ai)2 – FK
r.b
= (291,60612 + 264,32992 + 256,58412 + 258,59342) – 23.901,69 4.3
= 65,77 JKB = Σ(bi)2 – FK
r.a
= (273,62222+ 273,46202 + 261,22722 +262,79962) – 23.901,69
4.3
= 11,18
JKAB = Σ(abi)2 – JKA – JKB - FK r
= (77,45172 + 77,45632 + ...+ 64,30762) – 65,77 – 11,18 – 23.901,69 3
= 18,75
JKG = JKT – JKA – JKB – JKAB
= 128,36 – 65,77 – 11,18 – 18,75
= 32,66 KTA = JKA
dbA
= 65,77 3
= 21,92 KTB = JKB
dbB
= 11,18 3
= 3,73 KTAB = JKAB
dbAB
= 18,75 9
= 2,08 KTG = JKG
dbG
= 32,66 32
= 1,02
54 F Hit A = KTA
KTG = 21,92 1,02 = 21,48 F Hit B = KTB
KTG = 3,73 1,02 = 3,65 F Hit AB = KTAB
KTG = 2,08 1,02 = 2,04
Tabel Analisis Sidik Ragam Faktor
Koreksi
Derajat Bebas
Jumlah Kuadrat
Kuadrat Tengah
F Hitung
F Tabel
5% 1%
A 3 65,77 21,92 21,48** 2,89 4,46
B 3 11,18 3,73 3,65* 2,89 4,46
AB 9 18,75 2,08 2,04ns 2,18 3,02
Galat 32 32,66 1,02
Total 47 128,36
Keterangan : ** berpengaruh sangat nyata, F hitung > F tabel 1%.
* berpengaruh nyata, F hitung > F tabel 5%.
ns berpengaruh tidak nyata, F hitung < F tabel 5%.
55 Uji Lanjut Duncan’s Multiple Range Test (DMRT)
Faktor A S A = √
= √ = 0,29 Tabel SSR
P SSR 5% LSR 5% SSR 1% LSR 1%
2 2,88 0,84 3,87 1,13
3 3,03 0,88 4,04 1,18
4 3,12 0,91 4,15 1,21
Urutan rataan perlakuan dari yang terbesar A1 A2 A4 A3
24,30 22,03 21,55 21,38 Pengujian nilai tengah
Perlakuan Selisih LSR 5% LSR 1% Keterangan
A1-A2 2,27 0,84 1,13 **
A1-A4 2,75 0,88 1,18 **
A1-A3 2,88 0,91 1,21 **
A2-A4 0,48 0,84 1,13 ns
A2-A3 0,61 0,88 1,18 ns
A4-A3 0,13 0,84 1,13 ns
Keterangan : ** berbeda sangat nyata, F hitung > F tabel 1%.
ns berbeda tidak nyata, F hitung < F tabel 5%.
Superskrip:
A1A A2B A4B
A3B
56 Faktor B
S B = √ = √ = 0,29 Tabel SSR
P SSR 5% LSR 5% SSR 1% LSR 1%
2 2,88 0,84 3,87 1,13
3 3,03 0,88 4,04 1,18
4 3,12 0,91 4,15 1,21
Urutan rataan perlakuan dari yang terbesar B1 B2 B4 B3
22,80 22,79 21,90 21,77 Pengujian nilai tengah
Perlakuan Selisih LSR 5% LSR 1% Keterangan
B1-B2 0,01 0,84 1,13 ns
B1-B4 0,90 0,88 1,18 *
B1-B3 1,03 0,91 1,21 *
B2-B4 0,89 0,84 1,13 *
B2-B3 1,02 0,88 1,18 *
B4-B3 0,13 0,84 1,13 ns
Keterangan : * berbeda nyata, F hitung > F tabel 5%.
ns berbeda tidak nyata, F hitung < F tabel 5%.
Superskrip:
B1a B2a
B4b B3b
57 Lampiran 4. Analisis Statistik Lemak Kasar
Faktor (A) Ulangan
Faktor (B)
Jumlah Rataan Stdev
B1 B2 B3 B4
A1
1 3,9801 4,4776 3,9216 3,9801
2 4,0000 4,0000 3,9409 4,4776
3 3,9216 4,4554 4,4776 4,0000
Jumlah 11,9017 12,9330 12,3401 12,4577 49,6325
Rataan 3,9672 4,3110 4,1134 4,1526 4,1360
Stdev 0,0408 0,2696 0,3156 0,2817 0,1413
A2
1 4,9261 3,9801 4,5000 3,5000
2 5,0000 4,9261 3,9604 4,4776
3 3,9409 4,4554 4,4554 4,4776
Jumlah 13,8670 13,3616 12,9158 12,4552 52,5996
Rataan 4,6223 4,4539 4,3053 4,1517 4,3833
Stdev 0,5913 0,4730 0,2995 0,5644 0,2015
A3
1 4,9505 4,4554 5,0000 3,9801
2 4,4776 4,0000 3,9604 3,9801
3 4,4776 4,9751 4,0000 4,5000
Jumlah 13,9057 13,4305 12,9604 12,4602 52,7568
Rataan 4,6352 4,4768 4,3201 4,1534 4,3964
Stdev 0,2730 0,4879 0,5891 0,3002 0,2069
A4
1 4,9751 5,0000 4,4554 4,4776
2 4,4554 3,9604 4,4554 4,4776
3 4,4554 4,4776 4,5000 4,0000
Jumlah 13,8859 13,4380 13,4108 12,9552 53,6899
Rataan 4,6286 4,4793 4,4703 4,3184 4,4742
Stdev 0,3000 0,5198 0,0257 0,2757 0,1267
TOTAL 53,5603 53,1631 51,6271 50,3283 208,6788
RATAAN 4,4634 4,4303 4,3023 4,1940 22,3148
STDEV 0,3308 0,0803 0,1463 0,0829 0,1465
FK = Y…2 = (208,6788)2 r.a.b 4.4.3
= 907,23
JKT = Σ(Yijk)2 – FK
= (3,98012+ 4,47762 +… + 4,00002) – 907,23
= 6,69
58 JKA = Σ(ai)2 – FK
r.b
= (49,63252 + 52,59962 + 52,75682 + 53,68992) – 907,23 4.3
= 0,77
JKB = Σ(bi2) – FK r.a
= ( 53,56032 + 53,16312 + 51,62712 + 50,32832) – 907,23
4.3
= 0,55
JKAB = Σ(abi)2 – JKA – JKB – FK r
= (11,90172 + 12,93302 + ...+ 12,95522) – 0,77 – 0,55 – 907,23 3
= 0,52
JKG = JKT – JKA – JKB – JKAB
= 6,69 – 0,77 – 0,55 – 0,52
= 4,84 KTA = JKA
dbA
= 0,77 3
= 0,26 KTB = JKB
dbB
= 0,55 3
= 0,18 KTAB = JKAB
dbAB
= 0,52 9
= 0,06 KTG = JKG dbG
= 4,48 32
= 0,15
59 F Hit A = KTA
KTG = 0,26 0,15 = 1,70 F Hit B = KTB KTG = 0,18 0,15 = 1,21 F Hit AB = KTAB
KTG = 0,06 0,15 = 0,38
Tabel Analisis Sidik Ragam Faktor
Koreksi
Derajat Bebas
Jumlah Kuadrat
Kuadrat Tengah
F Hitung
F Tabel
5% 1%
A 3 0,77 0,26 1,70ns 2,89 4,46
B 3 0,55 0,18 1,21ns 2,89 4,46
AB 9 0,52 0,06 0,38ns 2,18 3,02
Galat 32 4,84 0,15
Total 47 6,69
Keterangan : ns berpengaruh tidak nyata, F hitung < F tabel 5%.
60 Lampiran 5. Analisis Statistik Abu
Faktor (A) Ulangan
Faktor (B)
Jumlah Rataan Stdev
B1 B2 B3 B4
A1
1 7,3413 6,8000 6,7729 7,1429
2 7,3852 7,5547 7,1429 7,7381
3 7,0000 7,0000 7,1856 7,3852
Jumlah 21,7265 21,3547 21,1014 22,2662 86,4488
Rataan 7,2422 7,1182 7,0338 7,4221 7,2041
Stdev 0,2109 0,3910 0,2270 0,2993 0,1687
A2
1 8,5828 8,3499 9,1816 10,1796
2 9,1633 8,9286 9,3439 9,1270
3 8,9109 8,2000 9,0000 8,7649
Jumlah 26,6570 25,4785 27,5255 28,0715 107,7325
Rataan 8,8857 8,4928 9,1752 9,3572 8,9777
Stdev 0,2911 0,3848 0,1720 0,7349 0,3771
A3
1 8,7824 8,0000 9,5338 8,1836
2 8,7302 9,3812 8,1511 8,1511
3 8,8000 9,1816 10,3586 8,8000
Jumlah 26,3126 26,5628 28,0435 25,1347 106,0536
Rataan 8,7709 8,8543 9,3478 8,3782 8,8378
Stdev 0,0363 0,7465 1,1154 0,3656 0,3984
A4
1 9,5618 8,7649 8,7824 8,9641
2 10,5368 9,5808 8,7824 9,0000
3 8,8000 8,1349 9,7610 9,3439
Jumlah 28,8986 26,4806 27,3258 27,3080 110,0130
Rataan 9,6329 8,8269 9,1086 9,1027 9,1678
Stdev 0,8706 0,7249 0,5650 0,2097 0,3368
TOTAL 103,5947 99,8766 103,9962 102,7804 410,2479
RATAAN 8,6329 8,3231 8,6664 8,5650 8,5468
STDEV 1,0028 0,8198 1,0930 0,8675 0,9053
FK = Y…2 = (410,2479)2 r.a.b 4.4.3
= 3.506,32
JKT = Σ(Yijk)2 – FK
= (7,34132+ 7,38522 +… + 9,34392) – 3.506,32
= 42,94
61 JKA = Σ(ai)2 – FK
r.b
= (86,44882 + 107,73252 + 106,05362 + 110,01302) – 3.506,32 4.3
= 29,51
JKB = Σ(bi2) – FK r.a
= (103,59472 + 99,87662 +103,99622 + 102,78042) – 3.506,32
4.3
= 0,87
JKAB =Σ(abi)2 – JKA – JKB – FK r
= (21,72652+ 21,35472 + … + 27,30802) – 29,51 – 0,87 – 3.506,32 3
= 3,12
JKG = JKT – JKA – JKB – JKAB
= 42,94 – 29,51 – 0,87 – 3,12
= 9,45 KTA = JKA
dbA
= 29,51 3
= 9,84 KTB = JKB
dbB
= 0,87 3
= 0,29 KTAB = JKAB
dbAB
= 3,12 9
= 0,35 KTG = JKG
dbG
= 9,45 32
= 0,30
62 F Hit A = KTA
KTG = 9,84 0,30 = 33,31 F Hit B = KTB KTG = 0,29 0,30 = 0,98 F Hit AB = KTAB
KTG = 0,35 0,30 = 1,17
Tabel Analisis Sidik Ragam Faktor
Koreksi
Derajat Bebas
Jumlah Kuadrat
Kuadrat Tengah
F Hitung
F Tabel
5% 1%
A 3 29,51 9,84 33,31** 2,89 4,46
B 3 0,87 0,29 0,98ns 2,89 4,46
AB 9 3,12 0,35 1,17ns 2,19 3,02
Galat 32 9,45 0,30
Total 47 42,94
Keterangan : ** berpengaruh sangat nyata, F hitung > F tabel 1%.
ns berpengaruh tidak nyata, F hitung < F tabel 5%.
63 Uji Lanjut Duncan’s Multiple Range Test (DMRT)
Faktor A S A= √
= √ = 0,16 Tabel SSR
P SSR 5% LSR 5% SSR 1% LSR 1%
2 2,88 0,45 3,87 0,61
3 3,03 0,47 4,04 0,63
4 3,12 0,49 4,15 0,65
Urutan perlakuan dari yang terbesar A4 A2 A3 A1
9,17 8,98 8,84 7,20 Pengujian nilai tengah
Perlakuan Selisih LSR 5% LSR 1% Keterangan
A4-A2 0,19 0,45 0,61 ns
A4-A3 0,33 0,47 0,63 ns
A4-A1 1,96 0,49 0,65 **
A2-A3 0,14 0,45 0,61 ns
A2-A1 1,77 0,47 0,63 **
A3-A1 1,63 0,45 0,61 **
Keterangan : ** berbeda sangat nyata, F hitung > F tabel 1%.
ns berbeda tidak nyata, F hitung < F tabel 5%.
Superskrip:
A4A A2A A3A
A1B
64 Lampiran 6. Analisis Statistik Bahan Ekstrak Tanpa Nitrogen (BETN)
Faktor (A) Ulangan
Faktor (B)
Jumlah Rataan Stdev
B1 B2 B3 B4
A1
1 51,7734 51,0936 56,3225 53,0842
2 51,7740 51,8734 52,9135 52,0882
3 51,1418 51,3254 60,0563 63,2779
Jumlah 154,6958 154,2926 169,2923 168,4503 646,7310
Rataan 51,5653 51,4309 56,4308 56,1501 53,8943
Stdev 0,3610 0,4004 3,5726 6,1929 2,7698
A2
1 53,8278 54,1422 52,8506 51,8968
2 53,8984 52,3572 52,6072 53,7321
3 51,7675 52,7668 54,5711 51,9133
Jumlah 159,4937 159,2662 160,0289 157,5422 636,3310
Rataan 53,1646 53,0887 53,3430 52,5141 53,0276
Stdev 1,2104 0,9350 1,0705 1,0549 0,3585
A3
1 53,6743 55,7130 52,6516 55,8122
2 53,4712 54,3382 55,5057 55,4379
3 53,8089 50,9861 53,6973 54,8999
Jumlah 160,9544 161,0373 161,8546 166,1500 649,9963
Rataan 53,6515 53,6791 53,9515 55,3833 54,1664
Stdev 0,1700 2,4314 1,439 0,4586 0,8225
A4
1 53,5371 53,0878 53,8325 52,0275
2 54,9717 53,2738 54,7125 53,9535
3 53,8089 53,9328 53,0251 52,9341
Jumlah 164,6585 160,2944 161,5701 158,9151 645,4381
Rataan 54,8862 53,4315 53,8567 52,9717 53,7865
Stdev 1,3084 0,4315 0,8440 0,9636 0,8173
TOTAL 639,8024 634,8905 652,7459 651,0576 2.578,4964
RATAAN 53,3169 52,9075 54,3955 54,2548 53,7187
STDEV 1,3743 1,0138 1,3829 1,7835 0,4877
FK = Y…2 = (2.578,4964)2 r.a.b 4.4.3
= 138.513,41 JKT = Σ(Yijk)2 – FK
= (51,77342+ 51,77402 +… + 52,93412) – 138.513,41
= 226,45 JKA = Σ(ai)2 – FK
r.b
= (646,73102+ 636,33102 +649,99632 +645,43812) – 138.513,41 4.3
= 8,56
65 JKB = Σ(bi2) – FK
r.a
= (639,80242 + 634,89052 + 652,74592 + 651,05762) – 138.513,41
4.3
= 18,78
JKAB = Σ(abi)2 – JKA – JKB – FK r
= (154,69582 + 154,29262 + … + 158,91512) – 8,56 – 18,78 - 138.513,41 3
= 63,53
JKG = JKT – JKA – JKB – JKAB
= 226,45 – 8,56 - 18,78 – 63,53
= 135,58 KTA = JKA
dbA
= 8,56 3
= 2,85 KTB = JKB
dbB
= 18,78 3
= 6,26 KTAB = JKAB
dbAB
= 63,53 9
= 7,06 KTG = JKG
dbG
= 135,58 32
= 4,24 F Hit A = KTA
KTG = 2,84 4,24 = 0,67
66 F Hit B = KTB
KTG = 6,26 4,24 = 1,48 F Hit AB = KTAB
KTG = 7,06 4,24 = 1,67
Tabel Analisis Sidik Ragam Faktor
Koreksi
Derajat Bebas
Jumlah Kuadrat
Kuadrat Tengah
F Hitung
F. Tabel
5% 1%
A 3 8,56 2,85 0,67ns 2,89 4,46
B 3 18,78 6,26 1,48ns 2,89 4,46
AB 9 62,53 7,06 1,67ns 2,19 3,02
Galat 32 135,58 4,24
Total 47 226,45
Keterangan : ns berpengaruh tidak nyata, F hitung < F tabel 5%.