BAB V PENUTUP
5.2 Saran
Berikut ini beberapa saran yang direkomendasikan oleh penulis, baik untuk instansi surat kabar Radar Malang maupun untuk Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Brawijaya.
5.2.1. Kepada pihak Radar Malang
Setelah melaksanakan proses Praktik Kerja Nyata selama satu bulan di Radar Malang, penulis menyarankan beberapa hal yaitu sebagai berikut :
1. Lebih sering diadakan komunikasi walaupun hanya briefing untuk pembagian tugas dan pos berita dengan peserta magang agar bimbingan selama kegiatan Praktik Kerja Nyata dapat lebih dipahami dan dilaksanakan dengan baik.
2. Sebaiknya anggota redaktur lebih diperbanyak jumlahnya agar seluruh proses kegiatan redaksi maupun untuk bimbingan kegiatan Praktek Kerja Nyata dapat berjalan baik dan lancar.
3. Kreatifitas, karakteristik hingga segmentasi pembaca masing-masing wartawan ataupun koran memang merupakan hak setiap media atau institusi yang menjalankan. Namun bila penulisan berita rubrik pada koran yang sama yang bersegmentasi berbeda dengan koran, penulisan gaya bahasa yang berbeda akan dapat menimbulkan pro kontra. Penulisan rubrik “Nganal Kodew” meskipun ditujukan kepada pembaca yang sudah berumah tangga atau dewasa, baiknya gaya bahasa yang digunakan bersifat umum saja, yang dapat dinikmati oleh seluruh usia sesuai segmentasi Koran Radar Malang tanpa menghilangkan ciri khas dan kreatifitas dari rubrik tersebut.
5.2.2. Kepada pihak Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik
Untuk keperluan Praktik Kerja Nyata bagi mahasiswa-mahasiswi angkatan selanjutnya hendaknya diberikan pengarahan dan sosialisasi jauh-jauh hari sebelum dilaksanakan kegiatan Praktik Kerja Nyata. Untuk pihak FISIP sendiri, hendaknya lebih memperluas jaringan kerjasama dengan beberapa instansi yang bisa dijadikan tempat magang oleh mahasiswa FISIP. Kerjasama ini akan mempermudah mahasiswa dalam melaksanakan Praktik Kerja Nyata dan pihak fakultas sendiri dalam memantau kinerja mahasiswa.
DAFTAR PUSTAKA
Ardianto, Elvinaro. 2007. Komunikasi Massa Suatu Pengantar, Edisi Revisi. Bandung: Simbiosa Rekatama Media
Basuki, Haryono. 1983. Teknik Mencari dan Menulis Berita. Jakarta: Fakultas Publisistik – Universitas Moestopo
Djuraid, N. Husnun. 2006. Panduan Menulis Berita. Malang: UMM Press
Djuroto, Totok. 2000. Manajemen Penerbitan Pers. Bandung: Remaja Rosda Karya Iswara, Luwi. 2007. Catatan-Catatan Jurnalisme Dasar. Jakarta: Kompas Media
Nusantara
Junaedhi, Fajar. 2007. Komunikasi Massa Pengantar Teoritis. Yogyakarta: Santusta McQuail. 1987. Teori Komunikasi Massa ed. 2. Jakarta: Erlangga
Mulyana, Deddy. 2000. Ilmu Komunikasi Suatu Pengantar. Bandung: Rosda Karya Nurudin. 2007. Pengantar Komunikasi Massa. Jakarta: RajaGrafindo Persada Putra, R. Masri Sareb. 2006. Teknik Menulis Berita dan Feature. Jakarta: Indeks Santana K, Septiawan. 2005. Jurnalisme Kontemporer. Jakarta: Obor Indonesia Sumadiria, AS Haris. 2005. Jurnalistik Indonesia: Menulis Berita dan Feature:
Panduan Praktis Jurnalis Profesional. Bandung: Sembiosa Rokatama Media
Website ;
Anonymous./2007/08/Karakteristik-Komunikasi Massa.Online.avaliable at:
http: //Pengertian Dan Karakteristik Komunikasi Massa. (diakses 30 April 2012)
Ifrarazak: /2009/05/Teknik-peliputan-dan-penulisan-berita.Online.available at:
http: //.blogspot.com-teknik-peliputan-dan-penulisan-berita.html (diakses 15 Juli 2012)
Anonymous./2007/12/Teknik-Penulisan-soft news-Feature.Online.available at: http:///www.journalist-adventure.com (diakses 15 Juli 2012)
Anonymous./2009/10/Produksi-Media-Cetak.Online.available at:
http:///www.WordPress.com.Produksi media Cetak. Laboratoium Fisip Untag.html (diakses 15 Juli 2012)
Anonymous./2007/07/preview-Proses-Produksi-Berita.Online at:
http: ///www.gosrok.blogspot.com.Redaksi Media Cetak.html (diakses 15 Juli 2012)
Lampiran 3. Rubrik “Nganal Kodew” Radar Malang
Lampiran 4. Dokumentasi Penulis
Suasana kerja di kantor redaksi Radar Malang
Liputan penulis di Polres Kepanjen saat kunjungan DirSabhara Polda Jatim
Lampiran 5. Berita Penulis selama Praktek Kerja Nyata
Kepergok Gara-Gara SMS “KB”
Lima tahun lamanya mengarungi mahligai rumah tangga, Markonah (31) dan Markucel (33) belum juga memiliki momongan Hingga keduanya merasa seperti makan sayur tanpa garam. Meski berbagai usaha telah ditempuh oleh pasangan asal Lowokwaru ini namun belum berhasil satupun jua.
Ternyata diam-diam dibelakang sang istri, Markucel pun berniat mencoba mencari wanita lain. Akhirnya Markucel mendapatkan wanita idaman lain begitu mudah dengan bantuan dari teman-temannya sesama pedagang di pasar besar.
Srintil (31), wanita yang dikenalkan dengan Markucel itu pun kian kecantol juga gara-gara rayuan maut Markucel yang rela memberikan semua dagangannya demi Srintil.
Perbuatan suami Markonah itu pun kian hari kian aneh dirasa istrinya. Dia curiga karena suaminya tersebut sering keluar hingga larut malam dan menjadi kurang perhatian kepadanya.
Suatu malam sekitar pukul 21.00 karena rasa penasaran Markonah yang begitu besar, ia meberanikan diri untuk membuka handphone milik Markucel yang saat itu berbunyi yang kebetulan sedang ditinggal ke kamar mandi oleh pemiliknya. Sontak Markonah kaget ketika membaca SMS dari seseorang yang membicarakan seputar KB. “Malam-malam begitu masak mau ke dokter, apa ya buka, siapa juga yang mau KB?” pikir Markonah semakin aneh dalam hati.
Ketika Markucel hendak pergi malam itu juga, Markonah ternyata diam-diam membuntuti suaminya tersebut yang beralasan keluar karena ada urusan bisnis dengan teman. Beberapa saat kemudian Markucel terlihat mendatangi rumah seseorang di kawasan Tlogomas yang tak lain dan tak bukan adalah rumah Srintil. Usut punya usut ternyata perihal KB dalam SMS Markucel tersebut yang dimaksud adalah “keluar berduaan”.
Markonah kaget bukan kepalang memergoki suaminya bersama wanita lain. Markucel tak dapat menghindar dan beralasan lagi karena sudah tertangkap basah sehingga membuat Markonah mengajukan cerai ke Pengadilan Agama Malang. (nik)
Banyak Ikuti Along dkk, Dejan Tetap Optimis
Malang. Konflik yang masih panas ditubuh manajemen tim Arema IPL membuat pemain marasa tidak terjamin dan tidak nyaman. Pasalnya, para pemain juga membutuhkan kejelasan dari manajemen atas keberadaan mereka untuk selanjutnya. Rasa tidak nyaman dan bosan akan masalah yang melibatkan dua kubu atas satu nama ini berujung mundurnya atau hengkangnya para pemain yang mengakibatkan berkurangnya kesolidan tim Arema IPL sendiri.
Meski demikian, hingga hari ini, belum ada pemain yang menyampaikan secara langsung terkait untuk meninggalkan Arema IPL. Namun, selain Esteban, Hendro Siswanto sebelumnya sudah menyampaikan niat pengunduran diri ke manajemen tim Ancora. “Masih lihat-lihat kedepannya dulu” ungkap Hendro saat latihan di Kostrad Singosari beberapa hari lalu sebelum berangkat ke Gresik.
Setelah mundurnya Noh Alamshah dkk, tidak menutup kemungkinan akan diikuti oleh pemain lain dari tim Dejan. Namun pelatih Dejan optimis akan dapat menemukan pemain yang dapat dipercaya membawa timnya maju dan sepenuh hati bermain untuk timnya, ungkap Dejan saat latihan. (nn)
Butuh Biaya Pernikahan Sikat Motor Tetangga
Malang.Keinginan HD warga asal desa Gedangan Kecamatan Wagir untuk menikah dengan kekasih idaman terpaksa harus terhenti dibalik jeruji sel tahanan. Pasalnya calon pengantin baru ini kemarin, Jum'at 2 Februari 2012 ditangkap satuan Kapolsek Wagir Kabupaten Malang dikarenakan dikenai tuduhan atas pencurian sepeda motor milik salah seorang perangkat desa di desa Janguran Kecamatan Wagir. Kejadiannya bermula ketika tersangka diajak oleh seorang temannya yang juga ikut dalam operasi pencurian ini yaitu ED(26 th) untuk mengambil sepeda motor milik Pak wo yang diparkir di teras depan rumah sekitar pukul 19.30 WIB. ED membujuk HD untuk mengikuti rencana dengan iming-iming hasil curian tersebut akan dijual dan hasilnya akan dipergunakan untuk biaya pernikahan HD yang rencananya akan dilangsungkan sekitar 20 hari lagi. Belum sempat dijual kegiatan residivis ini sudah tercium polisi. Setelah diselidiki sebelum mencuri motor ternyata pelaku juga mengambil handphone milik kerabatnya bernama Buang warga desa Janguran yang juga tempat si pelaku menitipkan motor untuk mengamankan sebelum dijual. Beberapa jam kemudian sekitar pukul 03.00 dinihari pelaku HD berhasil diamankan oleh Polsek setempat. Barang bukti berupa kunci T masih dibawa pelaku ED yang kini masih dalam pengejaran polisi.
Tersangka HD yang kesehariannya mencari ular ini sebelumnya juga sudah keluar masuk penjara sebanyak tiga kali dengan kasus berbeda sejak 2009 lalu yaitu pencurian televisi (2009) dan pencurian hewan (2010) dengan hukuman 10 bulan penjara, hal tersebut berdasarkan keterangan AKP. Suyoto,S.H. selaku Kapolsek Wagir. Kini tersangka HD masih mendekam diruang tahanan kurang lebih selama dua bulan sambil menuggu proses persidangan.(nn)
Dinas Kesehatan Kurang Sosialisasi Jampersal
Malang.Menelusuri lebih dalam tentang program baru pemerintah, Jampersal, ternyata masih banyak masyarakat yang belum mengetahui dan memanfaatkan subsidi tentang penanganan ibu hamil dan persalinan ini. Berbeda dengan RSUD Kanjuruhan Kepanjen, data dari Puskesmas Ardimulyo Singosari yang diliput hari ini (6/2) menunjukkan bahwa pasien Jampersal tidak begitu banyak, hanya sekitar 29-30 persalinan program Jampersal yang sudah ditangani sejak 2011 sampai awal tahun ini. Data yang diberikan Kepala Puskesmas Ardimulyo, Dr. Sylvia Medyawati, kebanyakan warga memang langsung ke bidan desa atau bidan swasta dekat lingkungan mereka daripada ke puskesmas karena lokasi puskesmas sendiri sulit dijangkau dan kurang strategis serta ada yang belum mengetahui tentang Jampersal."Dampaknya, ibu-ibu hamil dan bersalin baik anggota Jampersal maupun mandiri wilayah Singosari banyak yang memilih untuk ke bidan desa setempat dan kerumah sakit daripada ke puskesmas sini" imbuh Dr. Sylvia.
Faktor lain adalah karena kurangnya sosialisasi tentang program pemerintah ini kepada seluruh lapisan masyarakat terutama ibu hamil. Oleh karena itu Dinas Kesehatan melalui Kabid Pemberdayaan Masyarakat menganjurkan bahwa pemerintah dan masyarakat bersama-sama ikut melaksanakan dan menggunakan program dari pemerintah tentang persalinan dan lebih menjangkau desa-desa kecil yang belum mengetahui mengenai Jampersal ini.(nn)