• Tidak ada hasil yang ditemukan

LAPORAN PRAKTEK KERJA NYATA PROSES PRODU

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2018

Membagikan "LAPORAN PRAKTEK KERJA NYATA PROSES PRODU"

Copied!
68
0
0

Teks penuh

(1)

LAPORAN PRAKTEK KERJA NYATA

PROSES PRODUKSI BERITA UNTUK RUBRIK

NGANAL

KODEW

” DALAM SURAT KABAR RADAR MALANG

Diajukan Oleh: Niken Larasati (0911223100)

JURUSAN ILMU KOMUNIKASI

FAKULTAS ILMU SOSIAL DAN ILMU POLITIK

UNIVERSITAS BRAWIJAYA MALANG

(2)

LEMBAR PENGESAHAN

Telah dinyatakan dengan sah Laporan Praktek Kerja Nyata (PKN) yang dilakukan

mahasiswa:

Mahasiswa Pelaksana : Niken Larasati

NIM : 0911223100

Judul PKN : Proses Produksi Berita untuk Rubrik “Nganal

Kodew” dalam Surat Kabar Radar Malang

Lokasi : Jln. Pepen Kepanjen Kab. Malang Jawa Timur

Tanggal : 3 Februari sampai 8 Maret 2012

Laporan ini telah diujikan dan dinyatakan lulus untuk mata kuliah PKN.

Dosen Pembimbing Dosen penguji

Dewanto Putra Fajar, S.Sos, M.Si Mondry, SP. M.sos

NIP. NIP. 5910181111019

Mengetahui,

Pembantu Dekan I

Prof. Dr. Ir. Sanggar Kanto, MS

(3)

LEMBAR PERSETUJUAN

Telah disetujui Laporan Praktek Kerja Nyata (PKN) yang dilakukan mahasiswa :

Nama Mahasiswa : Niken Larasati

NIM : 0911223100

Judul PKN : Proses Produksi Berita untuk Rubrik “Nganal Kodew”

dalam Surat Kabar Radar Malang

Lokasi : PT. Malang Intermedia Pers (Radar Malang)

Tanggal : 3 Februari sampai 8 Maret 2012

Laporan Praktek Kerja Nyata ini telah disetujui oleh :

Dosen Pembimbing

Dewanto Putra Fajar, S.Sos, M.Si

(4)

KATA PENGANTAR

Puji Syukur penulis panjatkan ke hadirat Tuhan Yang Maha Esa, atas segala

rahmatNya yang telah dilimpahkan, sehingga penulis dapat menyelesaikan laporan Praktek

Kerja Nyata yang berjudul ”Proses Produksi dan Peliputan Berita untuk Rubrik “

Nganal-Kodew” dalam Surat Kabar Radar Malang”.

Penulisan laporan kegiatan Praktik Kerja Nyata ini tidak akan berjalan baik tanpa

campur tangan dari semua pihak. Oleh karena itu penulis mengucapkan terimakasih atas

segala bantuan pengarahan dan pembinaan selama pelaksanaan Praktek Kerja Nyata kepada

pihak-pihak yang telah membantu,yaitu:

1. Orang tua, yang telah memberi dukungan dan doa serta nasehat kepada

penulis untuk tidak henti-hentinya belajar menuntut ilmu

2. Dekan Fakultas Ilmu Sosial dan Politik Brawijaya Malang, Darsono

Wisadirana, yang telah memberikan ijin kepada penulis sehingga dapat

melaksanakan kegiatan Praktek Kerja Nyata sampai selesai

3. Dewanto Putra Fajar, S.Sos, M.Si, selaku pembimbing serta Mondry

SP, M.Sos selaku penguji yang telah memberi pengarahan, masukan, dan

petunjuk sehingga dapat terselesaikannya laporan Praktek Kerja Nyata ini

4. Ilham Aziz selaku redaktur pelaksana sekaligus sebagai pembimbing

lapangan dalam memberikan dukungan moril & melancarkan proses

pelaksanakan Praktek Kerja Nyata kepada penulis

5. Seluruh wartawan dan anggota redaksi Radar Malang yang telah

banyak membimbing, mengarahkan dan membantu dalam proses Praktek

(5)

6. Eru Cakra, partner yang selalu bersedia menjadi motivator dan

penyemangat dalam setiap pelaksanaan kegiatan Praktek Kerja Nyata

penulis hingga pembuatan laporan ini.

7. Shabrina Paramacitra, sahabat seperjuangan yang tidak bosan membagi

ilmu dengan penulis baik saat melaksanakan kegiatan Praktek Kerja Nyata

maupun dalam kegiatan perkuliahan.

Penulis menyadari bahwa laporan Praktek Kerja Nyata ini masih jauh dari sempurna.

Oleh karena itu kritik dan saran sangat penulis harapkan. Terakhir, penulis berharap semoga

dapat bermanfaat bagi semua kalangan, baik yang terkait secara langsung maupun tidak

langsung, serta dapat menambah pengetahuan baru bagi mahasiswa lain terutama yang

berkaitan dengan bidang komunikasi khususnya media cetak.

Malang, Juli 2012

(6)

DAFTAR ISI

2.1.6 Penulisan Berita Soft News (Feature)... . 18

2.2 Fokus Praktek Kerja Nyata... 19

2.3 Metode Pelaksanaan Praktek Kerja Nyata... . 20

BAB III DESKRIPSI KEGIATAN ... 21

3.1 Gambaran Umum Instansi PKN ... 21

3.1.1 Profil Instansi... 21

3.1.2 Visi dan Misi Radar Malang... 23

3.1.3 Struktur Instansi... 23

3.1.4 Rubrik-rubrik Berita Radar Malang... 24

3.2 Deskripsi dan Penjelasan Kegiatan ... 25

3.2.1 Waktu Pelaksanaan, Lokasi dan Konsentrasi ... 25

3.2.2 Deskripsi Kegiatan Praktek Kerja Nyata ... 25

3.2.3 Kegiatan Kerja Harian... 27

3.2.4 Permasalahan yang Ditemui di Lokasi PKN... 31

BAB IV HASIL DAN PEMBAHASAN ... 33

(7)
(8)

DAFTAR GAMBAR

(9)

DAFTAR TABEL

(10)

BAB I PENDAHULUAN

1.1.Latar Belakang

Banyaknya media yang bermunculan saat ini merupakan pengaruh dari kemajuan

teknologi yang semakin pesat. Media komunikasi massa semakin canggih dan

komplek, terutama kekuatannya dalam menjangkau komunikan. Menurut Mulyana

(2000: 83) komunikasi massa merupakan komunikasi yang menggunakan media

massa baik cetak, atau orang yang dilembagakan, yang ditunjukan pada sejumlah

orang yang tersebar, heterogen dan anonym. Keberadaan media massa sudah menjadi

bagian dari kebutuhan manusia. Apapun bentuknya komunikasi massa akan terus

menerus memegang peran penting dalam kehidupan masyarakat. Komunikasi massa

kini semakin menjadi bagian indera bagi kita dalam kehidupan. Komunikasi massa

memberi sarana untuk mengambil keputusan dan membentuk opini yang bisa

digunakan untuk lebih memahami diri mereka sendiri.

Sedangkan ciri-ciri komunikasi massa menurut Wright (Ardianto, 2007: 4) adalah

sebagai berikut:

1. Ditujukan pada khalayak yang relatif besar dan heterogen

2. Pesan disampaikan secara terbuka dan diterima secara serentak

3. Bersifat sekilas dengan melibatkan biaya yang besar

4. Komunikator berada atau bergerak dalam organisasi yang kompleks

Komunikasi melalui media massa modern, yang meliputi surat kabar yang

mempunyai sirkulasi yang luas, siaran radio dan televisi yang ditujukan kepada

khalayak luas, dan film yang dipertunjukkan di gedung bioskop.1

1

(11)

Media terbagi menjadi dua jenis yaitu media cetak dan non cetak (elektronik).

Media cetak seperti buku, koran, bulletin, majalah, dan lain-lain. Sedangkan media

non cetak yaitu radio dan televisi. Disamping itu kini telah muncul media baru (new

media) berupa internet yang daya jangkauannya untuk daerah-daerah tertentu masih

dibatasi teknologi dan biaya. Namun hal itu tidak membuat media cetak khususnya

surat kabar (koran) menjadi tersisihkan dan dianggap remeh keberadaanya, karena

media tersebut saat ini masih tetap bertahan dan dapat dinikmati berbagi macam

golongan masyarakat.2 Koran masih menjadi primadona ditengah masyarakat hingga

saat ini, karena kabar beritanya yang selalu baru setiap harinya. Selain itu koran juga

masih tetap bisa dibaca dimanapun dan kapanpun.

Malang juga memiliki beberapa koran besar salah satunya yaitu Radar

Malang, yang merupakan salah satu anggota Radar terbesar di Jawa Pos yang terbit

bersamaan dengan kebijakan pemerintah yang memberikan kemudahan untuk

penerbitan pers. Berdiri sejak 15 Desember 1999, Radar Malang menjadi suplemen

Jawa Pos. Dalam perkembangan waktunya menjelang pelaksanaan otonomi daerah

Jawa Pos mendirikan Radar Malang, awalnya dua halaman namun kini sudah

memiliki 8-12 halaman yang mengusung beragam berita di wilayah Malang Raya,

meliputi Kota Malang, Kabupaten Malang dan Kota Batu. Saat ini, Radar Malang

koran terbesar (market leader) di wilayah Malang Raya. Oleh karena itu, penulis

memilih fokus tempat Praktek Kerja Nyata di instansi surat kabar Radar Malang.

Berdasarkan strukturnya di bidang berita, penulis tertarik dengan kegiatan

jurnalistik di media massa khususnya media cetak. Penulis mempunyai kesempatan

untuk berpartisipasi dalam kegiatan proses produksi dan peliputan berita pada surat

(12)

kabar Radar Malang pada tiap-tiap pos yang ada seperti pos Olahraga, Kriminal, Kabupaten, Kesehatan, Lifestyle, dan Malang Kota. Rubrik “Nganal Kodew” dari pos

Kriminal yang akan menjadi fokus penulis dalam menulis laporan hasil magang ini

adalah salah satu rubrik di dalam koran Radar Malang yang banyak diminati dan

menarik masyarakat yang memberitakan tentang seputar rumah tangga, memberi

pengetahuan terhadap masalah-masalah rumah tangga yang mungkin muncul atau

terjadi dalam masyarakat khusus untuk yang sudah menikah yang dikemas dalam

bentuk soft news.

Selama penulis melakukan PKN di Instansi tersebut, penulis menemui

beberapa permasalahan dalam proses produksi dan peliputan berita. Dari berbagi permasalahan tersebut penulis memilih untuk spesifikasi laporan ini pada “Proses

Produksi Berita untuk Rubrik “Nganal Kodew” dalam Surat Kabar Radar Malang”.

1.2.Tujuan Praktek Kerja Nyata

1.2.1 Bagi Mahasiswa

Tujuan penulis dalam Praktek Kerja adalah untuk memahami proses produksi berita sampai layak atau belum untuk dimuat, khususnya untuk rubrik “

Nganal-Kodew” Radar Malang.

1.2.2 Bagi Jurusan Ilmu Komunikasi

1. Mampu memperluas jaringan Jurusan Ilmu Komunikasi dengan institusi

diluar kampus Universitas Brawijaya yang kedepannya mampu

(13)

2. Memberi masukan bagi pengembangan kurikulum yang berlaku di

Universitas Brawijaya mengenai program Praktek Kerja Nyata khususnya

pada Jurusan Komunikasi.

1.2.3 Bagi Instansi

2. Mampu memberikan masukan bagi instansi untuk mengkaji evaluasi

produksi perusahaan.

3. Mampu meningkatkan afiliasi kerjasama alternatif bagi instansi dengan

melibatkan Universitas Brawijaya, terutama jurusan Ilmu Komunikasi

dalam mendukung kinerja perusahaan.

4. Dalam aktifitas sehari-hari instansi dapat memperoleh bantuan dari pihak

yang akan melakukan kegiatan PKN (Praktek Kerja Nyata).

1.3.Manfaat kegiatan Praktek Kerja Nyata

1.3.1. Bagi Mahasiswa

1. Sebagai sarana diperolehnya manfaat ilmu pengetahuan, pengertian dan

penghayatan dari segala macam bentuk proses produksi suatu berita atau

informasi dalam media, khususnya media cetak.

2. Sebagai media diperolehnya keterampilan baik praktik maupun teori

secara pragmatis ilmiah dengan pendekatan interdisipliner.

3. Melalui program PKN, perusahaan atau instansi terkait dapat menilai

kualitas yang dimiliki oleh mahasiswa selaku peserta program PKN

(14)

pada mahasiswa peserta PKN yang dianggap berkompeten dalam

bidangnya.

1.3.2. Bagi Instansi

1. Sebagai wadah diperolehnya bantuan pemikiran dari tenaga terdidik dalam

pertukaran informasi, dan saran untuk lebih meningkatkan kinerja instansi.

2. Sebagai media informasi, mengembangkan, merencanakan, dan

melaksanakan berbagai program yang kreatif dan inovatif bagi instansi.

1.3.3. Bagi Perguruan Tinggi

1. Sebagai sarana diperolehnya umpan balik sebagai bahan pengayaan materi

kuliah, penyempurnaan kurikulum dan sumber inspirasi bagi suatu

rancangan bentuk penelitian dan keperluan masyarakat yang berkaitan

dengan tema.

2. Sebagai tempat diperolehnya bahan masukan bagi peningkatan atau

perluasan kerjasama lembaga institusi pendidikan dengan instansi.

3. Sebagai sarana pengenalan institusi, yaitu Jurusan Ilmu Komunikasi FISIP

UB kepada perusahaan atau lembaga yang dituju. Dimungkinkan nanti

lembaga tersebut akan membutuhkan lulusan atau tenaga kerja yang telah

dicetak Jurusan Ilmu Komunikasi FISIP UB, khususnya Komunikasi

(15)

BAB II

KERANGKA KONSEP KEGIATAN

2.1. Tinjauan Teoritis

2.1.1. Definisi Berita

Berita adalah laporan tercepat mengenai fakta atau ide terbaru yang benar, menarik

dan atau penting bagi sebagian besar khalayak, yang disiarkan melalui media berkala

seperti surat kabar, radio, televisi, atau media online internet (Sumadiria, 2005:65).

Berita menampilkan fakta, tetapi tidak semua fakta merupakan berita. Berita

merupakan suatu informasi yang berkaitan dengan kebutuhan masyarakat. Informasi

tersebut bisa berupa peristiwa atau fenomena yang sedang hangat diperbicangkan

banyak orang dalam suatu lingkungan. Berita merupakan sebuah laporan atau

pemberitaan mengenai terjadinya sebuah peristiwa atau keadaan yang bersifat umum

dan baru saja terjadi seperti yang disampaikan wartawan di media massa (Husnun,

2006: 11).

Secara umum berita yang baik menurut Lasswell (Masri Sareb, 2006: 38) adalah

berita yang memenuhi unsur 5W+1H (Who, What, When, Where, Why dan How).

Selain hal tersebut, beberapa faktor yang mendasari nilai berita yang layak untuk

dipublikasikan (newsworthiness) sebagaimana yang telah dijelaskan Bruce D. Itule

dan Douglas A. Anderson (Junaedi, 2007: 22-25). Faktor-faktor tersebut antara lain :

a. Kedekatan (proximity)

Berita yang mempunyai nilai kedekatan maksudnya adalah kedekatan, yang

mengandung dua arti yaitu kedekatan geografis dan kedekatan psikologis.

Kedekatan geografis menunjuk pada suatu peristiwa atau berita yang terjadi di

(16)

domisili kita, maka semakin menarik untuk disimak dan diikuti. Sedangkan

kedekatan psikologis lebih banyak ditentukan oleh tingkat keterikatan pikiran,

perasaan, atau kejiwaan seseorang dengan suatu objek peristiwa atau berita.

Misalnya hobi, profesi, kesukaan, maupun hal lain yang berhubungan

langsung dengan masyarakat.

b. Pertentangan (conflict)

Segala sesuatu yang bersifat bertentangan biasanya selalu menarik perhatian

pembaca. Pertentangan tersebut diberitakan karena di dalam isinya

mengandung konflik serta memasukkan unsur emosi di dalamnya yang bisa

menarik perhatian masyarakat.

c. Menonjol atau dikenal (prominent)

Nilai berita yang diangkat biasanya berisi hal-hal yang menonjol atau dikenal

oleh masyarakat. Misalnya tokoh yang terkenal, tempat terkenal maupun

public figure. Semakin terkenal apa yang menjadi topik berita, maka semakin

menarik pula untuk disampaikan kepada masyarakat.

d. Konsekuensi dan Implikasi Berita terhadap Khalayak

Berita yang menarik adalah berita yang dapat menjadi jendela bagi masyarakat

untuk mengetahui apa yang terjadi di sekitarnya terutama yang secara

langsung maupun tidak langsung memiliki konsekuensi dan implikasi dalam

kehidupan khalayak yang mengkonsumsi berita tersebut.

e. Kemanusiaan (human interest)

Suatu berita yang di dalamnya mengulas suatu kisah yang dapat

membangkitkan emosi seseorang sangatlah menarik untuk menjadi bahan

(17)

2.1.2. Isi Media Cetak

Sebelum mendalami tentang dunia pers, kita harus mengerti apa isi media cetak.

Secara garis besar, isi media cetak terdiri dari fakta dan opini (Abdullah: 2000 :

13-16).

a. Fakta

Berita merupakan fakta, sesuatu yang dapat dilihat, diraba dan dirasakan oleh

setiap orang, bukan rekayasa. Oleh karena itu, laporan faktual adalah laporan

wartawan dari lapangan berdasarkan kejadian nyata yang dilihat wartawan

atau disaksikan orang lain. Jadi, berita yang ditulis merupakan peristiwa yang

benar-benar terjadi.

b. Opini

Laporan berita dalam surat kabar juga menyajikan opini yang merupakan

pendapat atau pandangan dan komentar orang lain tentang sesuatu hal. Opini

bersifat subjektif karena pandangan atau penilaian seseorang dengan orang

yang lain selalu berbeda. Kendati faktanya sama, namun ketika orang

beropnini maka antara orang satu dengan yang lain menunjukkan adanya

perbedaan.

c. Antara Fakta dan Opini

Isi media cetak selain fakta, opini atau komentar juga terdapat laporan yang

berisi antara fakta dan opini atau komentar. Jenis tulisan yang menggunakan

keduanya yaitu feature. Feature bukan merupakan karya fiksi melainkan

(18)

dibaca dan terkadang mampu mengarahkan emosi pembaca. Ada beberapa

macam feature, yaitu feature tokoh, feature perjalanan dan feature sejarah.

2.1.3. Isi Penerbitan Pers

Berbicara mengenai pers, terdapat tiga hal yang bisa dimasukkan dalam

komponen isi penerbitan pers. Komponen-komponen tersebut yaitu Pemberitaan

(News Getting), Pandangan atau Pendapat (Opinion), dan Periklanan (Advertising)

(Djuroto, 2000: 46). Secara keseluruhan, penjelasan dari ketiga hal tersebut adalah

sebagai berikut :

1. Pemberitaan (News Getting)

a. Pengertian Berita (Perception News)

Pengertian berita secera sederhana adalah sebuah fakta atau informasi

yang ditulis oleh wartawan dan di muat di media pers atau media massa.

Baik itu disurat kabar, majalah, radio, maupun televisi (Luwi, 2007: 17).

Meskipun demikian, masih banyak orang yang mendefinisikan berita

sesuai dengan sudut pandangnya sendiri.

Berita dapat diklasifikasikan ke dalam dua kategori, yaitu berita berat (Hard

News) dan berita ringan (Soft News). Selain itu, berita dapat juga dibedakan

menurut lokasi peristiwa, yaitu di tempat terbuka dan tertutup. Sedangkan

berdasarkan sifat, terbagi menjadi dua yaitu berita diduga dan berita tak

terduga. Dan juga, berita bisa dilihat melalui materi isi yang beraneka ragam.

b. Berita Langsung (Straight News)

Jenis berita straight news merupakan berita yang ditulis secara langsung.

(19)

beritanya. Penulisan berita langsung lebih mengutamakan aktualitas

informasinya. Berita langsung biasanya juga dibuat dengan gaya

memaparkan, yaitu suatu gaya penulisan berita yang memaparkan kejadian

atau peristiwa yang terjadi dalam keadaan yang apa adanya, tanpa

ditambah dengan penjelasan.

c. Penggalian berita (Investigative News)

Pembuatan suatu beritadibutuhkan kepandaian untuk menggali data yang

bisa diambil dari sumber berita. Untuk mendapatkan berita yang bagus,

data harus diperoleh dari bahan-bahan yang masih prima atau baru. Dalam

artian, bahwa bahan berita yang diperoleh harus memiliki news value yang

tinggi dan masih aktual. Berita jenis investigative news merupakan hasil

penyelidikan wartawan secara lengkap dan mendalam dalam

pelaporannya.

d. Pengungkapan Berita (Explanatory News)

Pengungkapan berita atau bisa disebut berita yang menjelaskan. Penulisan

berita dan penggunaan data yang disampaikan lebih banyak diuraikan

daripada diungkap secara langsung. Penulisannya memadukan antara fakta

dan opini.

e. Penjelasan Berita (Interpretative News)

Bentuk berita yang penyajiannya merupakan gabungan antara fakta dan

interpretasi. Laporan berita interpretative news merupakan laporan suatu

peristiwa yang berfokus pada isu atau masalah kontraversial yang

memerlukan penafsiran. Ketika menuliskan berita, penulis boleh

(20)

dengan data yang diperoleh. Banyak pendapat mengatakan interpretative

news bukan berita karena dimasuki berbagai uraian, komentar dan

sebagainya. Hal tersebut tidak sesuai dengan prinsip penulisan berita yang

mengutamakan objektifitas dalam menulis berita.

f. Pengembangan Berita (Depth News)

Jenis berita depth news merupakan kelanjutan atau hampir sama dengan

investigative news. Jika investigative news bermula dari adanya isu yang

kemudian dilakukan pemantauan atau penyelidikan. Sedangkan depth

news berasal dari adanya sebuah berita yang masih belum selesai

pengungkapannya dan bisa dilanjutkan kembali. Laporan berita depth

news memerlukan penggalian informasi yang aktual, mendalam, tajam,

lengkap, dan utuh.

g. Karangan Khas (Feature)

Berita jenis feature adalah bagian dari penyajian berita yang cara

menulisnya dapat mengabaikan pegangan utama dalam penulisan berita

yaitu 5W+1H. Sebagian pendapat menganggap feature sebagai karangan

khas, dan yang lain menyebutnya penyajian berita berbentuk human

interest.

2. Pandangan atau Pendapat (Opinion)

Opini terbagi menjadi dua bentuk yaitu pendapat umum dan pendapat penerbit.

a. Pendapat Umum (Public Opinion), terdiri dari :

1.) Komentar

Pendapat, pandangan, atau pemikiran lain yang disampaikan oleh

(21)

atau kebijakan pemerintah yang dimuat dalam penerbitan pers. Jika

komentar tersebut diterima atau dianggap layak muat, oleh redaktur

akan dimuat dalam terbitannya dan diberi nama by line story.

2.) Artikel

Merupakan opini masyarakat yang dituangkan dalam tulisan tentang

berbagai persoalan mulai dari politik, sosial, budaya, teknologi bahkan

olahraga. Peulisan artikel tidak hanya mengomentari masalah tapi bisa

juga mengajukan padangan, pendapat atau pemikiran lain baik yang

sudah dimengerti maupun yang belum dimengerti oleh masyarakat.

3.) Surat Pembaca

Opini publik yang cukup menarik dalam penerbitan pers. Surat

pembaca dapat dijadikan sebagai umpan balik bagi pengelola

penerbitan pers untuk mengetahui sejauh mana berita atau suatu

informasi ditanggapi oleh pembaca. Surat pembaca sering dijadikan

sebagai sarana komunikasi antar sesama pelanggan.

b. Opini Penerbit, terdiri dari :

1.) Tajuk Rencana

Sikap, pandangan, atau pendapat penerbit terhadap masalah yang

sedang hangat dibicarakan oleh masyarakat. Tajuk rencana bisa berupa

kritikan, pertanyaan, dukungan atau bahkan celaan terhadap keputusan

yang diambil oleh penguasa atau pemikiran yang timbul ditengah

(22)

2.) Pojok

Opini penerbit yang penyajiannya dilakukan secara humor. Pojok

ditulis dengan sangat singkat, lugas, menohok tetapi tidak kehilangan ketepatan dan antisipasi permasalahan yang di “pojok” kan. Pojok bisa

dilakukan oleh pimpinan redaksi, wartawan senior atau orang lain yang

dipercaya bisa mewakili penerbitan.

3.) Karikatur

Bagian dari opini penerbit yang dituangkan dalam bentuk

gambar-gambar khusus. Dalam perkembangannya, karikatur dijadikan sarana

untuk penyampaian kritik yang sehat.

3. Periklanan (Advertising)

Kegiatan memasok penghasilan bagi perusahaan penerbitan pers dengan

menjual kolom-kolom yang ada pada surat kabar atau majalah dalam bentuk

advertensi.

2.1.4. Redaksi Media Cetak

Redaksi merupakan istilah yang digunakan untuk menyebut sekelompok

orang-orang yang terhimpun dalam suatu proses pengelolaan dan penyajian berita kepada

masyarakat sesuai dengan visi dan misi pemberitaannya. Menurut perspektif

sederhana, redaksi sering disebut sebagai “dapur” suatu perusahaan media sebelum

menerbitkan berita yang disajikan kepada masyarakat.3

Redaksi adalah struktur dan mekanisme yang berlaku dalam pengelolaan media

massa, baik media cetak, media elektronik, maupun media online. Redaksi

3

(23)

menentukan apakah suatu peristiwa memiliki nilai berita. Seorang redaktur, sebagai

pimpinan redaksi, menentukan apa yang harus diliput melalui rapat redaksi, sementara

seorang reporter menentukan bagaimana cara meliputnya. Setelah materi terhimpun,

maka dilakukanlah penulisan dan penyuntingan atau editing (Santana, 2005: 191).

2.1.5. Proses Produksi Media Cetak

Tahapan dalam suatu redaksi media yang pertama kali adalah proses produksi

dalam media itu sendiri. Proses produksi media melalui beberapa tahapan. Diawali

dengan rapat redaksi yang didalamnya membahas tentang segalam macam aktivitas

yang akan dilakukan dalam proses produksi berita serta membahas rencana-rencana

berita yang akan diliput atau disajikan.

Melalui rapat redaksi para anggota redaksi juga menentukan berita apa yang akan

dimuat, narasumber yang diwawancarai, bagaimana proses peliputan berita, penulisan

naskah berita, editing untuk mengantisipasi tulisan yang salah dari naskah yang ditulis

wartawan dan menyesuaikan runtutan isi berita yang sesuai dengan topik berita,

persiapan pracetak hingga menuju percetakan.4

2.1.5.1. Pencarian Berita

Mencari berita merupakan salah satu bagian tahapan dari proses produksi suatu

berita. Dalam kegiatan ini seorang wartawan harus dapat menyaring informasi

maupun ide-ide narasumber dan wartawan itu sendiri. Untuk memperoleh suatu

4

(24)

informasi, wartawan melakukan pencarian data atau informasi baik langsung kepada

narasumber maupun melalui internet sebagai data pelengkap.

Meliput atau mencari berita dilakukan setelah melewati proses perencanaan

dalam rapat redaksi (Romli, 2005: 7). Menurut Basuki (1983: 45) untuk memudahkan

mendapatkan berita yang aktual dan faktual serta akurat, secara umum beberapa

metode yang digunakan antara lain :

a. Observasi

Metode untuk mencari berita dengan pengamatan realitas oleh jurnalis baik

secara langsung yaitu dengan ikut terjun langsung misalnya dalam peliputan

berita Lumpur Lapindo, wartawan ikut tinggal dan merasakan keadaan

narasumber berita, maupun secara tidak langsung yaitu misalnya hanya

dengan sekedar berempati terhadap korban bencana narasumber dan mencari

informasi saja.

b. Wawancara

Metode ini adalah untuk menggali informasi, komentar narasumber, data dan

fakta tentang suatu masalah yang terjadi dengan tanya jawab baik lisan

maupun tulisan kepada narasumber.

c. Cover up

Metode pencarian berita ini sejenis wawancara tetapi lebih dimaksudkan untuk

menyusun suatu laporan yang dilengkapi dampak dan pengaruh yang mungkin

(25)

d. Press Release

Pencarian berita dengan metode ini adalah melalui siaran pers yang

dikeluarkan oleh suatu organisasi secara tertulis untuk jurnalis dan tidak ada

tanya jawab.

2.1.5.2. Penulisan Berita Media Cetak

Prinsip dasar penulisan yang harus dimiliki dalam sebuah berita yaitu dengan

struktur atau teknik penulisan piramida terbalik. Penulisan dengan menggunakan

struktur tersebut dimaksudkan untuk menyampaikan berita secara tepat dan jelas.

Teknik piramida terbalik menempatkan hal yang paling penting untuk diketahui

pembaca terlebih dahulu yaitu pada teras berita. Selanjutnya, informasi yang

dinyatakan pada alinea setelah alenia pembuka merupakan penjelasan lanjutan yang

terdapat pada teras berita. Hal tersebut diikuti dengan semakin berkurangnya tingkat

kepentingan isi berita karena hanya bersifat sebagai penjelas.5

Selain piramida terbalik, hal yang tidak boleh dilupakan wartawan saat penulisan

berita adalah unsur 5W, yaitu What (apa), Who (siapa), When (kapan), Where

(dimana), Why (mengapa) dan 1H yaitu How (bagaimana) (Djuraid, 2006: 36).

Etika jurnalistik juga tidak boleh ditinggalkan dalam penulisan laporan berita

oleh wartawan. Kode etik jurnalistik mendasari bagaimana membuat berita yang etis.

Nurudin (2007: 259) menjelaskan bahwa wartawan melaksanakan kode etik

kewartawanan untuk melindungi rahasia sumber berita. Ada kalanya narasumber tidak

ingin disebutkan namanya (off the record). Tugas wartawan adalah menyiarkan berita

5

(26)

yang memang benar-benar terjadi. Jika ada pihak yang merasa tersinggung dengan

pemberitaan tersebut, maka boleh mengajukan keberatan. Cara seperti ini merupakan

usaha untuk melindungi nama baik dan dampak negatif yang mungkin diterima

narasumber.

2.1.6. Penulisan Berita Soft News (Feature)

Penulisan berita berupa soft news atau berita ringan yang berbentuk feature

merupakan laporan berita kreatif yang terkadang subjektif karena dimaksudkan untuk

menghibur dan member informasi kepada pembaca tentang suatu kejadian, keadaan

atau aspek kehidupan. Ciri-ciri penulisan dengan gaya feature menurut Ignacio Ricci

adalah sebagai berikut:6

a. Menceritakan suatu kebenaran dengan teknik penulisan bergaya sastra

b. Berisi opini atau komentar narasumber dengan titik berat tinjauan pada fakta

c. Disajikan lugas tetapi sudah diperhalus (soft news) dalam bentuk cerita

d. Uraian yang dijabarkan meliputi latar belakang peristiwa, sebab akibat,

interpretasi, dan penjelasan fakta

e. Menguraikan uraian ringan yang menyentuh perasaan, menimbulkan tawa,

haru atau senang

f. Memperhatikan lead berita, mendeskripsikan tokoh dan elemen utama dalam

pemberitaan

Bila sebuah laporan berita disusun terutama untuk menyampaikan informasi,

maka sebuah berita soft news berjenis feature yang lebih bercerita, disusun terutama

untuk memproduksi pengalaman. Untuk alasan ini maka elemen struktur dasarnya

6

(27)

bukanlah tema beritanya, tetapi adegan. Tujuan dari konstruksi berdasar adegan

adalah untuk menarik pembaca ke dalam cerita sehingga mereka bisa merasakan

seakan mengalami sendiri. Pembaca menyimak jalan cerita melalui serangkaian

adegan untuk nilai hiburannya. Karena prosesnya adalah melalui pengalaman, maka

bisa memiliki dampak emosional yang sangat kuat pada pembacanya. Wartawan

mengenal tulisan semacam ini sebagai bentuk berita ringan (soft news), yang

menggunakan teknik naratif untuk menghasilkan cerita dramatis.

2.2.Fokus Praktek Kerja Nyata

Fokus dari kegiatan PKN yang penulis lakukan pada laporan adalah sebagai

berikut:

1. Penulis memilih Radar Malang sebagai tempat Praktek Kerja Nyata (PKN)

dikarenakan Radar Malang merupakan surat kabar lokal Malang yang

sejak berdirinya bertugas untuk mengawali otonomi daerah. Artinya Radar

Malang mempunyai tanggung jawab yang besar untuk membangun

Malang Raya kedepan yang lebih maju dan berkembang.

2. Penulis menetapkan fokus laporan pada proses peliputan dan penulisan berita pada rubrik “Nganal-Kodew” dalam surat kabar harian Radar

Malang.

2.3 Metode Pelaksanaan Praktek Kerja Nyata

Metode pelaksanaan kegiatan PKN yang dilaksanakan oleh penulis adalah studi

(28)

terlibat langsung dalam proses kegiatan yang dilaksanakan dirubrik berita “Nganal

Kodew” Radar Malang.

Melalui metode tersebut dengan demikian diharapkan penulis dapat benar-benar

paham dan mengetahui dengan jelas akan kinerja di bidang media cetak khususnya

(29)

BAB III

DESKRIPSI KEGIATAN

3.1. Gambaran Umum Instansi PKN

3.1.1. Profil Instansi

Radar Malang merupakan salah satu grup Radar terbesar di Jawa Pos yang

berdiri sejak 15 Desember 1999 dan kini menjadi suplemen penting Jawa Pos.

Perkembangan Radar Malang mengalami peningkatan pesat selama kurun waktu

hingga tahun 2012. Pada 1988, Jawa Pos Biro Malang merupakan embrio Radar

Malang yang saat itu menerbitkan berita khusus Malang hanya satu halaman saja

bergabung dengan halaman Jawa Timur Jawa Pos.

Seiring perkembangan waktu menjelang pelaksanaan otonomi daerah, Jawa

Pos mendirikan Radar Malang yang bertempat di Jl. Arjuno 23 Malang, dan sekarang

mempunyai dua kantor yaitu kantor redaksi berada di Jl. Raya Pepen Kepanjen

Kabupaten Malang dan untuk kantor pemasaran tetap di Jl. Arjuno 23 Malang. Awal

penerbitan Radar Malang hanya menempati dua halaman saja namun kini sudah

memiliki 8-12 halaman yang mengusung beragam berita di wilayah Malang Raya,

meliputi Kota Malang, Kabupaten Malang dan Kota Batu. Hingga saat ini, Radar

Malang merupakan koran terbesar (market leader) di wilayah Malang Raya.

Radar Malang berdiri di bawah naungan usaha PT Malang Intermedia Pers

yang terdiri dari tiga divisi kerja, antara lain : Divisi Redaksi, Divisi Iklan dan Divisi

Pemasaran. Di luar divisi tersebut, Radar Malang telah memiliki tim event organizer

(EO) yang bertugas menangani beragam kegiatan off print Radar Malang dengan

mitra kerja yang telah menjalin kerja sama. Event yang digelar Radar Malang antara

(30)

Tahes (kerja sama dengan Decofres), Gerak jalan Samsung Fun Run,dan acara yang

lainnya adalah Yamaha Goes to School, Yamaha Peduli Wanita yang menggandeng

main dealer Yamaha PT Rodasakti Suryaraya. Ajang bursa kerja yang digelar setiap

tahun juga rutin digelar, bekerja sama dengan PM Event Organizer JP Radar Campus

Expo dan lomba keagamaan.

Oplah Radar Malang rata-rata per hari 44.000 eksemplar atau 1.620.000

eksemplar per bulan, rata-rata satu koran dibaca empat orang pembaca, atau sekitar

220.000 pembaca per hari. Segmentasi pembaca Radar Malang secara umum adalah

masyarakat luas Malang Raya baik kota, kabupaten, maupun Kota Batu. Secara

kriteria dan wilayah pemasaran dapat dijelaskan dalam tabel sebagai berikut :

Tabel 1. Kriteria Pembaca

Sumber : Company Profile Radar Malang

5%

27%

27% 18%

14%

9%

umum

pegawai negeri

pegawai swasta

pengusaha

mahasiswa

(31)

Tabel 2. Wilayah Pemasaran

Sumber :Company Profile Radar Malang

3.1.2. Visi dan Misi Radar Malang

Visi Radar Malang

1. Pembelajaran masyarakat untuk gemar membaca

2. Mendukung dan memajukan otonomi daerah

3. Turut membangun Malang Raya dengan mewujudkan tanggung jawab sosial

perusahaan.

Misi Radar Malang

1. Memberikan informasi seluas-luasnya kepada masyarakat segala bidang politik,

sosial, budaya, teknologi, ekonomi, pendidikan, olah raga dan sebagainya.

2. Ikut mencerdaskan kehidupan bangsa

3.1.3. Struktur Instansi

Seperti layaknya suatu perusahaan dan organisasi lainnya, suatu instansi media

juga memiliki pimpinan tertinggi yang memegang kendali suatu instansi. Radar

Malang dipimpin oleh seorang Direktur yaitu H. Kurniawan Muhamad. Struktur 65%

20%

15% 0%

Kota Malang

Kabupaten Malang

(32)

dibawahnya diisi oleh HM. Usman Syahadat sebagai Wakil Direktur. Berbagai divisi

merupakan struktur lainnya yang berada dibawah Wakil Direktur. Divisi redaksi

dipimpin oleh Ilham Aziz. Pemimpin redaksi juga memegang peranan penting dalam

instansi. Anggota dari divisi redaksi terdiri dari Redaktur Pelaksana yang bertugas

mengkoordinator seluruh kegiatan kerja reporter, baik dalam penugasan di lapangan

maupun dalam penulisan di kantor, Redaktur bertugas mengedit tulisan yang masuk

dan melakukan rewriting, baik yang datang dari luar maupun reporter yang diberikan

penugasan, Redaktur Foto, dan staf Redaksi yaitu para wartawan lapangan yang

bertugas mencari, meliput dan menulis berita setiap harinya.

3.1.4 Rubrik – Rubrik Berita di Radar Malang

Produk Redaksi Radar Malang menghasilkan berita dalam 8-10 halaman

setiap harinya. Halaman 1 merupakan halaman utama, halaman 2 adalah Malang Raya

(berita tentang Kota Malang dan Kabupaten), halaman 3 Radar Bisnis tentang

pemberitaan service khusus pemasang iklan, halaman 4 Panderman meliputi berita

dari wilayah Kota Batu, halaman 5 pro-Edukasi yang mengupas berita dunia

pendidikan, halaman 6 dan 8 adalah Radar Sport tentang berita seputar olah raga, dan

halaman 7 adalah sambungan. Radar Malang memiliki 10 halaman ketika pada Jumat

atau Sabtu, hal tersebut dikarenakan pemasangan iklan yang diterima Radar Malang

pada dua hari tersebut sangat tinggi. Tambahan dua halaman tersebut diisi berita

(33)

3.2. Deskripsi dan Penjelasan Kegiatan

3.2.1. Waktu Pelaksanaan, Lokasi dan Konsentrasi

Pelaksanaan kegiatan Praktek Kerja Nyata (PKN) dilaksanakan oleh penulis

selama kurang lebih satu bulan, terhitung sejak tanggal 3 Februari hingga 8 Maret

2012. Program PKN ini dilaksanakan di PT. Malang Intermedia Pers (Radar Malang),

Jl. Raya Pepen Kepanjen Kab. Malang-Jawa Timur.

Praktek Kerja Nyata ini berkonsentrasi pada divisi redaksi dalam seluruh

proses produksi pos berita serta penulisan berita di dalamnya. Penempatan lokasi

konsentrasi PKN yang diberikan untuk staf magang yaitu ditempatkan dalam staf

redaksi sebagai wartawan yang disesuaikan berdasar pemintaan yang diambil penulis,

yaitu peminatan komunikasi massa. Penulis juga dapat mempergunakan pengetahuan

yang telah didapatkan selama proses perkuliahan selama ini.

Selama menjalankan kegiatan Praktek Kerja Nyata (PKN), penulis diarahkan

dan dimonitori langsung oleh Bapak Ilham Aziz selaku pembimbing lapangan dan

redaktur. Selama kegiatan PKN, penulis tidak memiliki bidang konsentrasi pada divisi

redaksi dikarenakan sistem yang diberikan oleh pembimbing lapangan adalah

bertugas pada seluruh pos berita, sehingga selalu berganti setiap tiga hari sekali.

Selama kegiatan, penulis mendapatkan pembelajaran yang dimulai dari penentuan

tema, melakukan peliputan dan wawancara langsung dengan narasumber, sampai

dengan melakukan proses penulisan naskah.

3.2.2. Deskripsi Kegiatan PKN

Melalui adanya kegiatan Praktek Kerja Nyata (PKN) tersebut, penulis

(34)

Penulis menjalani masa PKN ini selama kurang lebih satu bulan dengan mendapat

waktu kerja layaknya karyawan redaksi yang lain, yaitu selama enam hari, dengan

dipilihnya satu hari untuk libur. Di hari pertama, penulis serta peserta magang

lainnya diajak untuk melakukan briefing dan perkenalan dengan seluruh staf redaksi

di kantor Radar Malang serta pembagian pos berita yang akan diliput untuk keesokan

harinya.

Jadwal kerja penulis setiap harinya, yakni dalam tiap harinya diberikan waktu

peliputan di luar lapangan hingga pukul 16.00 WIB. Setelah itu, penulis harus

kembali ke kantor Radar Malang untuk melakukan penulisan naskah. Waktu

penulisan naskah pun dibatasi hingga pukul 20.00 WIB. Setelah selesai, penulis harus

menyerahkan hasil tulisan tersebut kepada redaktur untuk dilakukan evaluasi.

Redaktur sendiri bertugas melakukan proses editing terhadap materi yang akan dimuat

maupun mengedit tulisan yang masuk dan melakukan rewriting.

Adapun kegiatan yang selama ini dilakukan penulis selama masa PKN ini

yaitu penentuan ide yang ditentukan bersama oleh penulis kemudian didiskusikan

dengan redaktur, peliputan, serta penulis naskah saat dilakukannya rapat redaksi.

Liputan adalah kegiatan mencari data atau bahan berita dengan cara

wawancara kepada narasumber yang dituju. Data atau informasi yang di dapat

semuanya dicatat di dalam sebuah note, dengan bahasa dan penulisan yang penulis

mudah pahami dan mengerti.

Di dalam prosesnya, sebagai penulis harus mencari data yang dibutuhkan

dengan sebanyak-banyaknya dari berbagai narasumber supaya informasi yang didapat

semakin lengkap dan bervariatif serta tidak lupa harus memenuhi kriteria 5W+1H

(35)

memperhatikan unsur 5W+1H karena dimaksudkan supaya tulisan yang ada dapat

memenuhi unsur berita serta dapat menarik minat pembaca.

Proses agar sebuah berita dapat dimuat atau ditampilkan dengan baik serta

menarik minat pembaca, maka tidak berhenti sampai disini, melainkan harus melalui

tahap editing oleh redaktur. Proses tersebut dilakukan untuk memperbaiki dengan

melakukan penyempurnaan kata-kata, ejaan atau kalimat pada naskah yang dianggap

kurang. Hal tersbeut dilakukan agar seluruh kalimat dapat lebih masuk akal dan logis,

mudah dipahami dan tidak rancu. Cara penulisannya juga harus benar dan enak

dibaca, serta dapat berhubungan antara satu dengan yang lainnya.

3.2.3. Kegiatan Kerja Harian

Berikut merupakan deskripsi kegiatan penulis secara detail dalam bentuk tabel

selama melakukan kegiatan Praktek Kerja Nyata (PKN) di surat kabar Radar Malang.

Tabel 3. Kegiatan Kerja Harian

Hari / Tanggal / Bulan / Tahun

Kegiatan yang dilaksanakan

Rabu, 1 Februari 2012 Melakukan briefing magang tentang kegiatan apa saja persiapan yang akan dilakukan di lapangan oleh pembimbing lapangan dari pihak Radar Malang. Perkenalan dengan seluruh staf redaksi Radar Malang.

Kamis, 2 Februari 2012

Ditempatkan di bagian redaksi sebagai “wartawan” yang ikut bekerja bersama wartawan senior.

Penetuan dan pemilihan pos atau tema berita yang akan diliput.

Jum’at, 3 Februari 2012

Peliputan bersama wartawan senior Radar Malang:

Melakukan liputan berita dan wawancara ke RSUD Kanjuruhan untuk meliput program Jampersal pada pos Kabupaten (pelayanan publik).

Melakukan liputan berita dan wawancara ke Dinas Kesehatan kabupaten Malang tentang program Jampersal.

(36)

redaksi Radar Malang.

Sabtu, 4 Februari 2012 Peliputan bersama wartawan senior Radar Malang:

Liputan berita dan wawancara ke Polsek Wagir tentang kasus curanmor pada pos Kabupaten (kriminal).

Peliputan berita di Polsek Pakisaji tentang kasus penganiayaan.

Menulis laporan dan mengumpulkan berita di kantor redaksi Radar Malang.

Minggu, 5 Februari 2012

Libur

Senin, 6 Februari 2012 Peliputan bersama wartawan senior Radar Malang:

Liputan dan wawancara ke Puskesmas Ardimulyo Singosari tentang program Jampersal untuk pos Kabupaten (pelayanan publik).

Liputan dan wawancara ke Dinas Kesehatan kabupaten Malang tentang program Jampersal. Liputan berita dan wawancara ke RSUD Kanjuruhan untuk meliput program Jampersal

Menulis laporan dan mengumpulkan berita di kantor redaksi Radar Malang.

Selasa, 7 Februari 2012

Liputan sendiri ke TKP:

Meliput berita dan wawancara korban tanah longsor di daerah Klayatan gg.3 pada pos Kota (Malang dan sekitarnya).

Menulis laporan dan mengumpulkan berita di kantor redaksi Radar Malang.

Rabu, 8 Februari 2012 Peliputan bersama wartawan senior Radar Malang:

Liputan berita dan wawancara ke Polresta Malang tentang gelar hasil operasi kepolisian “Sikat Semeru 2011” untuk pos Kriminal (Kota).

Liputan berita dan wawancara di Polresta Malang tentang kasus pencurian.

Menulis laporan dan mengumpulkan berita di kantor redaksi Radar Malang.

Kamis, 9 Februari 2012

Peliputan bersama wartawan senior Radar Malang:

Liputan berita dan wawancara di Stadion Gajayana Malang tentang “Apel Besar Bhabinkamtibmas dan Komponen Masyarakat di kota Malang” untuk pos Kriminal (Kota).

Liputan berita dan wawancara di Polresta Malang tentang kasus pencurian.

(37)

redaksi Radar Malang.

Peliputan bersama wartawan senior Radar Malang:

Liputan dan wawancara di lapangan Kostrad Singosari tentang liputan latihan Arema IPL pada pos Olahraga.

Menulis laporan dan mengumpulkan berita di kantor redaksi Radar Malang.

Selasa, 14 Februari 2012

Peliputan bersama wartawan senior Radar Malang:

Liputan dan wawancara tentang persiapan Arema IPL (asuhan Milo Seslija) di kediaman pelatih kebugaran Arema, Momcilovic “Dule” Dusan pada pos Olahraga.

Menulis laporan dan mengumpulkan berita di kantor redaksi Radar Malang.

Rabu, 15 Februari 2012

Peliputan bersama wartawan senior Radar Malang:

Liputan dan wawancara tentang latihan PSPS di Stadion Kanjuruhan untuk pos Olahraga.

Menulis laporan dan mengumpulkan berita di kantor redaksi Radar Malang.

Kamis, 16 Februari 2012

Liputan sendiri ke Stadion kanjuruhan Malang:

Liputan berita pertandingan Arema (IPL) vs PSPS di Stadion Kanjuruhan Malang untuk pos Olahraga. Menulis laporan dan mengumpulkan berita di kantor redaksi Radar Malang.

Jum’at, 17 Februari 2012

Peliputan bersama wartawan senior Radar Malang:

Liputan dan wawancara Peni suparto tentang ijin penggunaan Stadion Gajayana oleh Arema (IPL) untuk pos Olahraga.

Menulis laporan dan mengumpulkan berita di kantor redaksi Radar Malang.

Sabtu, 18 Februari 2012

Peliputan bersama wartawan senior Radar Malang:

Liputan dan wawancara Arema IPL tentang kabar perpindahan pemain di lap. Kostrad Singosari untuk pos Olahraga.

Liputan dan wawancara tentang persiapan laga Arema vs Persija.

Menulis laporan dan mengumpulkan berita di kantor redaksi Radar Malang.

Minggu, 19 Februari 2012

Libur

(38)

2012 Liputan berita ke Pengadilan Agama dan Kantor Polisi untuk pos Kriminal (Rubrik “nganal kodew”).

Menulis laporan dan mengumpulkan berita di kantor redaksi Radar Malang.

Selasa, 21 Februari 2012

Peliputan bersama wartawan senior Radar Malang:

Liputan berita ke Pengadilan Agama dan Polresta Malang untuk pos Kriminal (Rubrik “ nganal-kodew”).

Menulis laporan dan mengumpulkan berita di kantor redaksi Radar Malang.

Rabu, 22 Februari 2012

Peliputan bersama wartawan senior Radar Malang:

Liputan berita ke Pengadilan Agama dan Polresta Malang untuk pos Kriminal (Rubrik “ nganal-kodew”).

Menulis laporan dan mengumpulkan berita di kantor redaksi Radar Malang.

Kamis, 23 Februari 2012

Peliputan bersama wartawan senior Radar Malang:

Liputan dan wawancara tentang kerajina kayu “woodcraft” daerah Malang untuk pos Lifestyle. Menulis laporan dan mengumpulkan berita di kantor redaksi Radar Malang.

Jum’at, 24 Februari 2012

Peliputan bersama wartawan senior Radar Malang:

Liputan dan wawancara tentang bisnis laundry di 5àsec dan Green untuk pos Lifestyle.

Menulis laporan dan mengumpulkan berita di kantor redaksi Radar Malang.

Kamis, 1 Maret 2012 Peliputan bersama wartawan senior Radar Malang:

Liputan dan wawancara tentang profil RS Hasta Husada Kepanjen Malang untuk pos Kesehatan (Kabupaten).

Menulis laporan dan mengumpulkan berita di kantor redaksi Radar Malang.

Jum’at, 2 Maret 2012 Peliputan bersama wartawan senior Radar Malang:

Liputan dan wawancara ke RS Mitra Delima Gondanglegi dan RS Ben Mari untuk pos Kesehatan (Kabupaten).

(39)

Sabtu, 3 Maret 2012 Peliputan bersama wartawan senior Radar Malang:

Liputan dan wawancara tentang kunjungan DirSabhara Polda Jatim ke Polres Kepanjen Malang untuk pos Kriminal Kabupaten.

Menulis laporan dan mengumpulkan berita di kantor redaksi Radar Malang.

Minggu, 4 Maret 2012 Peliputan bersama wartawan senior Radar Malang:

Liputan dan wawancara di Polres Kepanjen Malang tentang kasus pencurian dan penganiayaan untuk pos Kriminal Kabupaten.

Menulis laporan dan mengumpulkan berita di kantor redaksi Radar Malang.

Mengikuti rapat redaksi untuk penentuan headline berita yang akan terbit selama satu minggu kedepan berikutnya.

Kamis, 8 Maret 2012 Peliputan bersama wartawan senior Radar Malang:

Liputan dan wawancara ke RS Wava Husada Kepanjen untuk pos Kesehatan (Kabupaten).

Menulis laporan dan mengumpulkan berita di kantor redaksi Radar Malang.

Perpisahan dan pengambilan penilaian.

3.2.4. Permasalahan yang Ditemui

Selama kegiatan PKN yang berlangsung, adanya hambatan dan permasalahan

juga tidak luput dialami oleh penulis. Berikut beberapa kendala yang dialami selama

penulis melakukan kegiatan praktek kerja magang :

1. Kurangnya komunikasi dengan redaktur

Kurangnya komunikasi dengan redaktur terutama pembimbing lapangan

membuat pemberitahuan pembagian pos berita yang seharusnya sudah

diberitahukan sebelum pelaksanaan ke lapangan menjadi kurang lancar.

Komunikasi pun dilakukan hanya melalui media pesan singkat bila memang

redaktur atau pembimbing tidak sempat untuk memberikan pengarahan

(40)

2. Kurangnya staf atau anggota redaktur

Masih minimnya tenaga redaktur atau editor di bagian redaksi Radar Malang

membuat para peserta magang yang membutuhkan bimbingan editing masih

belum dapat bekerja secara maksimal. Sedikitnya anggota editing dalam

redaksi membuat evaluasi peserta magang tidak dapat terlaksana dengan baik

dan lancar.

3. Pemilihan atau penggunaan gaya bahasa khususnya pada rubrik “Nganal

Kodew” yang terkadang masih terlalu vulgar dan cenderung kurang etis bila

dibaca oleh anak-anak atau masih dibawah usia dewasa. Meski segmentasi

rubrik memang ditujukan untuk pembaca yang sudah berumah tangga, namun

tidak menutup kemungkinan akan dibaca juga oleh pembaca lain secara

umum termasuk anak-anak yang termasuk dalam segemntasi umum dari

(41)

BAB IV

HASIL DAN PEMBAHASAN

4.1. RUBRIK “Nganal Kodew”

Rubrik “Nganal Kodew” adalah merupakan bagian berita yang masuk dalam

pos Kriminal dalam surat kabar Radar Malang. Namun yang berbeda dari rubrik tersebut dangan pos induknya adalah berita rubrik “Nganal Kodew” ini bergenre soft

news atau berita ringan. Pemilihan nama rubrik inipun memang sengaja dibuat khas

dengan bahasa Kota Malang sendiri yaitu menggunakan bahasa walikan atau balikan yang artinya “Lanang Wedok” atau dalam bahasa Indonesia Pria dan Wanita, hal

tersebut dimaksudkan agar lebih menarik masyarakat.

Rubrik berita yang baru dimuat mulai Februari 2012 ini dipilih oleh redaksi

untuk mengingatkan keluarga tentang bahaya seputar rumah tangga dan memberi

pengetahuan agar berhati-hati terhadap masalah keluarga yang mungkin muncul.

Data-data dan narasumber yang ada dalam rubrik ini berasal dari peliputan di

kepolisian, Pengadilan Agama, hingga informasi dari masyarakat sekitar. Rubrik “Nganal Kodew” dimuat setiap hari dengan segmentasi khusus untuk masyarakat

yang sudah menikah di sekitar Malang Raya. Selain dituntut untuk mengedepankan

fakta, kreatifitas penulis dalam rubrik juga harus selalu diasah dan ditingkatkan. Menurut wartawan penulis rubrik “Nganal Kodew”, Yoyon, dalam penulisannya

selama kurun waktu kurang lebih lima bulan, tingkat peminatnya cukup banyak

diminati masyarakat karna gaya bahasa yang populer, lucu, dan menarik (wawancara

(42)

4.1.2. Proses Produksi Berita Rubrik “Nganal Kodew”

Gambar 1. Alur Proses Produksi Berita

Sumber: Data Lapangan diolah

A. Rapat Redaksi

Proses produksi berita, dimana berita tersebut diperoleh, kemudian diolah

hingga pada akhirnya siap untuk dicetak sebulumnya haruslah melalui beberapa tahap

kegiatan yang penulis telah deskripsikan dimulai dari tahap pertama yaitu rapat

redaksi. Agenda yang harus dilakukan sebelum menentukan isi berita selama satu

minggu kedepan yaitu rapat redaksi yang dilakukan oleh seluruh tim redaksi satu

minggu sekali. Dalam kegiatan ini, redaktur melakukan penyusunan halaman berita p

Editing

Pra cetak atau lay out

Rapat Redaksi

Menentukan berita yang akan diangkat

Cek Ulang

Siap Cetak Peliputan

Penulisan naskah

Editing

(43)

apa saja yang akan menjadi headline dan yang menjadi isi, lalu mencatat isu-isu berita

yang akan diliput bersama dengan pimpinan redaksi, wartawan dan fotografer.7

Dalam rapat redaksi yang dilakukan setiap hari Minggu ini agenda yang dibahas untuk rubrik “Nganal Kodew” adalah menentukan topik yang akan diliput selama satu

minggu kedepan, sekaligus ditunjuk reporter yang harus meliputnya. Dalam

pembahasan yang lebih rinci, dibahas juga angle (sudut pandang) yang dipilih dari

topik liputan bersangkutan, serta narasumber yang harus diwawancarai. Topik yang

dipilih biasanya berdasarkan dari informasi dari narasumber atau lapangan yang

berhubungan dengan isu-isu terkini yang sedang terjadi di lingkungan masyarakat.

Untuk kelengkapan data, bisa diminta mencari data tambahan guna menyempurnakan

hasil liputan nantinya.

Kemudian dari rapat redaksi tersebut, redaktur melakukan evaluasi harian

bersama dengan tim membahas mengenai hasil apa saja yang diperoleh dari rapat

redaksi tersebut. Selain itu juga, mulai dari pokok-pokok berita apa saja, target-target

liputan, penentuan berita ataupun tema yang akan diangkat, mengenai hal-hal yang

harus diperhatikan, dan lainnya. Tujuan dari diadakannya evaluasi harian adalah

untuk mengetahui letak kesalahan maupun sejauh mana kemampuan kita dalam

membuat sebuah berita. Evaluasi harian biasanya disampaikan redaktur setelah

wartawan ataupun penulis menyelesaikan penulisan beritanya.

Pokok-pokok dari seluruh agenda kegiatan rutin rapat redaksi dalam proses produksi berita dalam rubrik “Nganal Kodew” sudah cukup sesuai dengan prosedur

atau proses awal produksi berita sebagaimana mestinya. Masing-masing anggota

redaksi juga sudah melaksanakan tanggung jawab atas divisi atau bidang yang

7

(44)

dijalankan. Mulai dari penentuan topik berita, headline, isi berita selama satu minggu

kedepan, hingga evaluasi harian yang dilakukan oleh redaktur lapangan bersama

dengan wartawan.

B. Persiapan Peliputan

Tahap kedua dalam proses produksi berita untuk rubrik “Nganal Kodew” ini

yaitu menentukan topik berita yang akan diangkat. Dalam proses ini, wartawan

diberikan kesempatan untuk memilih berita yang sesuai dengan pos, menentukan

topik berita yang kemungkinan akan ditemui di lapangan, hingga menentukan

narasumber yang akan diwawancarai, tentunya tidak asal memilih narasumber tetapi

juga disesuaikan dengan tema atau isu yang sedang diperbincangkan. Namun untuk

topik berita inti secara keseluruhan diserahkan pada redaktur selaku pemimpin

redaksi. Setiap peserta magang juga diberi kesempatan untuk bebas memberikan

masukan berita apa yang akan diangkat yang akan ditampung terlebih dahulu oleh

redaktur.

Setelah melalui tahap rapat redaksi, penulis bersama wartawan senior yang

telah ditentukan oleh pembimbing lapangan melakukan proses peliputan ke lapangan.

Sebelum turun langsung ke lapangan untuk melakukan peliputan, penulis terlebih

dahulu membuat janji dengan wartawan senior untuk menentukan lokasi berita mana

yang akan diangkat. Biasanya untuk informasi tentang adanya kasus tindak kriminal

terutama yang berkaitan dengan rubrik “Nganal Kodew”, wartawan dan penulis

mencari info dari anggota-anggota kepolisian, dari kantor pengaduan Perlindungan

Perempuan dan Anak di kantor Polisi, dari Pengadilan Agama, bahkan bisa dari

masyarakat sekitar. Peliputan dilakukan dengan metode observasi tidak langsung dan

(45)

dengan topik yang sedang kita telusuri serta. Semakin banyak narasumber yang kita

punya tentang isu yang diangkat, maka semakin banyak pula data serta informasi

yang bisa diperoleh. Penulis juga harus bisa membawakan setiap pertanyaan yang

mudah dipahami dan berhubungan dengan tema yang akan di bahas. Sehingga penulis

bisa memperoleh data yang benar-benar akurat dari narasumber.

Secara teoritis, menurut Basuki (1983: 45) untuk memudahkan mendapatkan

berita yang aktual, faktual, serta akurat antara lain adalah dengan metode wawancara

untuk menggali informasi, komentar narasumber, data dan fakta tentang suatu

masalah yang terjadi dengan tanya jawab kepada narasumber. Selain itu metode

lainnya yaitu observasi untuk pengamatan realitas, press release, dan cover up untuk

liputan berita yang lebih mendalam.

Begitu pula secara teknis yang terjadi dalam proses peliputan berita “Nganal

Kodew” Radar Malang, metode-metode yang digunakan tidak sembarang mencari

berita dan asal wawancara namun tetap pada landasan teori yang sudah umum

digunakan untuk jurnalistik. Wartawan juga menyiapkan beberapa pertanyaan yang

mungkin muncul terkait dengan topik berita yang diliput. Sehingga wartawan dapat

memperoleh data yang lebih lengkap dan akurat dari narasumber.

C. Penulisan Naskah Berita

Selanjutnya tahap penulisan naskah. Sebelum penulisan naskah dimulai,

penulis maupun wartawan harus terlebih dahulu mengerti apa yang nanti akan ditulis.

Setelah mengumpulkan data dari hasil wawancara dari berbagai narasumber dan

temuan di tempat kejadian, wartawan melakukan penulisan berita dikantor redaksi.

Selain menggunakan data temuan di lapangan, bisa juga menambah informasi dengan

(46)

rubrik “Nganal Kodew” ini harus tetap memperhatikan unsur penting di dalam

beritanya. Unsur penting tersebut yakni 5W+1H (What, Who, When, Where, Why, dan

How). Selain hal tersebut, hal penting lainnya yaitu piramida terbalik dan teknik

naratif juga digunakan dalam penulisannya. Dimana penulis berita yang selalu

mendahulukan berita yang terpenting kemudian baru diikuti oleh data atau fakta yang

ditemukan sebagai pelengkap serta menyuguhkan berita melalui adegan-adegan yang

disajikan lewat cerita untuk menarik pembaca.8

Penulisan naskah berita di rubrik tersebut adalah penulisan sotf news.

Penulisan berita soft news adalah berita ringan yang lebih bertumpu pada ketertarikan

manusiawi seperti tentang hobi, info selebritis, atau tentang perilaku sosial dan

masyarakat. Berita-berita rutin yang bila dilihat sepintas tidak menarik terkadang bisa

dikembangkan menjadi cerita yang menarik. Hal ini tergantung dari ketajaman atau

penciuman berita seorang wartawan atau editor. Wartawan menggali hal-hal yang

menarik yang bisa disajikan lugas tetapi sudah diperhalus (soft news) dalam bentuk

cerita. Dimana di dalamnya kita menyajikan berita secara sederhana sesuai dengan

fakta atau informasi yang sebelumnya diperoleh dari peliputan di lapangan. Penulis

maupun wartawan dalam penulisan rubrik “Nganal Kodew” juga memasukkan

beberapa komentar dari narasumber untuk mendukung informasi didalam berita yang

diberikan kepada masyarakat.

Keamanan narasumber sangat diperhatikan untuk melindungi identitas asli

narasumber disamping menerapkan kode etik jurnalistik media, oleh karena itu penulisan dalam rubrik “Nganal Kodew” menggunakan nama samaran yaitu

8

(47)

Markucel dan Markonah. Pemberian nama pengganti ini guna melindungi identitas

narasumber dan menarik perhatian pembaca.

Hal lain yang perlu diperhatikan dalam penulisan yaitu bahasa. Karena rubrik

tersebut diperuntukkan bagi kalangan masyarakat yang sudah menikah, maka

penggunaan penulisan bahasa disini menggunakan bahasa yang tidak terlalu berat,

populer namun tetap menurut pada pedoman kamus saku Jawa Pos. Hal tersebut agar

isi maupun pesan yang disampaikan didalamnya mudah dicerna dan dipahami bagi

siapa saja yang membacanya supaya tidak mengandung kesalahpahaman bagi

masyarakat. Daya kreatifitas penulis, penentuan segmentasi, dan karakter pembaca

juga perlu diperhatikan saat penulisan.

Secara keseluruhan, prinsip-prinsip dasar yang harus memenuhi unsur suatu

berita yaitu unsur 5W, berupa What (apa), Who (siapa), When (kapan), Where

(dimana), Why (mengapa) dan 1H yaitu How (bagaimana) (Djuraid, 2006: 36) serta

teknik penulisan piramida terbalik yang mendahulukan berita penting lalu alinea

berikutnya bersifat sebagai berita penjelas, dan teknik naratif sudah terlihat diterapkan

dalam susunan penulisan berita soft news untuk rubrik “Nganal Kodew”. Penulisan

berita dalam rubrik tersebut juga tidak meninggalkan aturan kode etik jurnalistik yang

antara lain menjelaskan bahwa kode etik dilaksanakan untuk melindungi rahasia

sumber berita, sehingga wartawan dapat menyebutkan identitas narasumber dengan

nama samara (Nurudin, 2007: 259).

Gaya bahasa suatu berita akan berbeda dari wartawan satu dengan yang

lainnya sesuai dengan segmentaasi beritanya. Terutama penulisan dalam bentuk berita

soft news dengan jenis feature tentu akan berbeda dengan bentuk berita hard news.

(48)

fakta, menguraikan uraian ringan yang menimbulkan emosi pembacanya, serta

mendeskripsikan tokoh dan elemen utama dalam pemberitaannya.9 Wartawan penulis rubrik “Nganal Kodew” juga sangat memperhatikan hal-hal dasar tersebut. Dari segi

gaya bahasa yang dipilih sangat umum, ringan dan populer bahkan terkadang terlalu

kreatif dalam pemilihan bahasa sehingga nampak vulgar dan cenderung menggunakan

bahasa orang-orang dewasa. Hal tersebut memang sesuai bila dengan melihat

segmentasi rubrik berita yang ditujukan kepada para pembaca yang sudah berumah

tangga tetapi masih kurang sesuai untuk segmentasi pembaca koran Radar Malang secara umum. Disamping gaya bahasa, penulisan berita rubrik “Nganal Kodew”

termasuk sesuai dengan kriteria bentuk berita soft news dengan jenis berita feature

yang mengangkat berita-berita mengenai human interest, kejadian, keadaan atau

aspek kehidupan masyarakat.

Berikut adalah naskah berita “Nganal Kodew” Radar Malang yang dibuat oleh

penulis sebagai tugas harian yang dikumpulkan kepada redaktur dan berita “

Nganal-Kodew” Radar Malang yang terbit pada edisi Rabu, 20 Februari 2012:

Lima tahun lamanya mengarungi mahligai rumah tangga, Markonah (31) dan Markucel (33) belum juga memiliki momongan Hingga keduanya merasa seperti makan sayur tanpa garam. Meski berbagai usaha telah ditempuh oleh pasangan asal Lowokwaru ini namun belum berhasil satupun jua.

Ternyata diam-diam dibelakang sang istri, Markucel pun berniat mencoba mencari wanita lain. Akhirnya Markucel mendapatkan wanita idaman lain begitu mudah dengan bantuan dari teman-temannya sesama pedagang di pasar besar.

Srintil (31), wanita yang dikenalkan dengan Markucel itu pun kian kecantol juga gara-gara rayuan maut Markucel yang rela memberikan semua dagangannya demi Srintil.

Perbuatan suami Markonah itu pun kian hari kian aneh dirasa istrinya. Dia curiga karena suaminya tersebut sering keluar hingga larut malam dan menjadi kurang perhatian kepadanya.

9

(49)

Suatu malam sekitar pukul 21.00 karena rasa penasaran Markonah yang begitu besar, ia meberanikan diri untuk membuka handphone milik Markucel yang saat itu berbunyi yang kebetulan sedang ditinggal ke kamar mandi oleh pemiliknya. Sontak Markonah kaget ketika membaca SMS dari seseorang yang membicarakan seputar KB. “Malam-malam begitu masak mau ke dokter, apa ya buka, siapa juga yang mau KB?” pikir Markonah semakin aneh dalam hati.

Ketika Markucel hendak pergi malam itu juga, Markonah ternyata diam-diam membuntuti suaminya tersebut yang beralasan keluar karena ada urusan bisnis dengan teman. Beberapa saat kemudian Markucel terlihat mendatangi rumah seseorang di kawasan Tlogomas yang tak lain dan tak bukan adalah rumah Srintil. Usut punya usut ternyata perihal KB dalam SMS Markucel tersebut yang dimaksud adalah “keluar berduaan”.

Markonah kaget bukan kepalang memergoki suaminya bersama wanita lain. Markucel tak dapat menghindar dan beralasan lagi karena sudah tertangkap basah sehingga membuat Markonah mengajukan cerai ke Pengadilan Agama Malang. (nik)

Gambar 2. Berita “Nganal Kodew”

Sumber: Dokumen Radar Malang

D. Proses Editing

Proses produksi berita yang selanjutnya yaitu editing. Setelah melakukan

(50)

proses editing. Dalam proses ini untuk rubrik “Nganal Kodew” redaktur juga

menambahkan misalnya beberapa akronim-akronim populer untuk menarik pembaca.

Misalnya, Simpati (sibuk mencari perhatian dan hati), Siaga (siap antar jaga) dll.

Sayangnya dalam proses editing ini, naskah berita yang telah dibuat oleh

penulis dan peserta magang lainnya tidak dilakukan penyuntingan atau editing,

sehingga penulis kurang mengetahui bagaimana hasil bentuk naskah berita yang telah

dibuat oleh penulis setelah melalui proses editing.

Proses editing perlu dilakukan untuk mengantisipasi tulisan yang salah,

pengeditan kalimat hingga penggunaan ejaan yang digunakan dalam menulis berita

dari naskah yang ditulis wartawan dan menyesuaikan runtutan isi berita. Tak hanya

itu, proses editing perlu dilakukan untuk membuat tulisan yang dibuat wartawan

menjadi enak dibaca serta saling berhubungan.10 Minimnya jumlah redaktur Radar

Malang yang melakukan tugas editing menjadi salah satu kendala dalam proses

editing. Baik untuk proses produksi setiap hari maupun saat pelaksanaan bimbingan

untuk kegiatan Praktek Kerja Nyata. Secara keseluruhan pelaksanaan proses penyuntingan atau editing dalam rubrik “Nganal Kodew” sesuai antara teori dan

prakteknya serta melaksanakan tugas sesuai tanggung jawab divisi walaupun masih

ada beberapa kendala pada bagian ini.

E. Proses Lay Out

Setelah proses editing selesai, selanjutnya diserahkan pada design graphics

untuk melakukan proses lay out. Proses lay out berita disesuaikan dengan tema atau

isu yang telah ditulis wartawan. Naskah berita “Nganal Kodew” yang akan dimuat

dibentuk atau di design sedemikian rupa agar tampak sesuai dengan menambahkan

10

Gambar

Tabel 1. Kriteria Pembaca
Tabel 2. Wilayah Pemasaran
Tabel 3. Kegiatan Kerja Harian
Gambar 1. Alur Proses Produksi Berita
+2

Referensi

Dokumen terkait

Bertanggung jawab terhadap kordinasi dengan Instalasi Gawat Darurat,Instalasi Rawat Inap dan Instalasi Rawat Jalan jika pasien yang bersangkutan membutuhkan tindakan

Dalam hubungan dengan peranan guru Pendidikan Agama Kristen sebagai pembina iman peserta didik, maka guru Pendididikan Agama Kristen harus membimbing para peserta didik

Jika dikaitkan dengan penelitian yang telah dilakukan tidak adanya hubungan antara kematangan emosi dan perilaku agresi di media sosial pada siswa di SMK X di

Ketertarikan peneliti mengambil judul hubungan academic self concept dengan konformitas terhadap teman sebaya di MA Almaarif Singosari- Malang karena peneliti telah

Berdasarkan hasil penelitian terhadap 50 unit usaha mikro di Kecamatan Medan Baru dapat dilihat bahwa responden pada penelitian pengaruh pemadaman listrik secara

Hasil penelitian menunjukkan bahwa : 1) Terdapat perbedaan yang bermakna sebelum dan sesudah perendaman di dalam saliva pH4 dan pH8 selama 48 jam terhadap perubahan

Unit ini berlaku untuk melakukan pendampingan penyusunan rencana pemanfaatan, melakukan pendampingan pelaksanaan pemanfaatan dan melakukan pendampingan pengolahan dan pemasaran

gabungan KD apabila dalam pembelajaran terpadu. Waktunya lebih singkat dibanding silabus, yaitu satu sampai tiga pertemuan. Dalam RPP inilah kegiatan pembelajaran apa