• Tidak ada hasil yang ditemukan

BAB V. PENUTUP

B. Saran

Berdasarkan kesimpulan di atas penulis mau mengungkapkan beberapa sa-ran sebagai salah satu masukan yang dapat membantu para Suster dalam mengaktulakan misi universal Beata Marie de la Passion dalam misi FMM di Provinsi Indonesia, melaui tugas perutusan yang dipercayakan dengan bersumber pada spiritualitas dan kharisma kongregasi.

1. Para Suster FMM di Provinsi Indonesia hendaknya memanfaatkan kesempatan-kesempatan yang dipercayakan misalnya, studi professional dan ketrampilan-keterampilan yang mendukung para Suster dalam menanggapi tuntutan zaman yang semakin kompleks sehingga misi para Suster tetap eksis dan relevan dengan zamannya, termasuk dalam bidang rohani sehingga ada keseimbangan hidup an-tara aktif dan kontemplatif sebagai salah satu kekhasan FMM.

2. Membangun kembali rasa saling percaya satu sama lain, suatu kesadaran bahwa setiap kita tidak dapat menjalankan misi dengan kekuatan sendiri. Kita mem-butuhkan rahmat Allah dan bantuan/dukungan dari sesama saudari dalam komunitas dan tidak lupa akan kehadiran saudara dan saudari rekan kerja. Suatu kesadaran untuk berjalan bersama dan bekerja bersama secara dewasa.

3. Pembinaan terus-menerus dan berkelanjutan. Program katekese model Share Christian Praxis yang penulis usulkan merupakan salah satu sarana pembinan diri yang dapat membantu kita untuk menemukan sejarah suci dari hidup kita dengan Allah yang memanggil kita kepada pertobatan, transformasi, suatu pembinaan yang berdasarkan pada pengalaman rohani pada Allah yang hadir secara istimewa, yang memiliki kelimpahan kasih, memanggil kita masuk ke dalam keberadaan kita di setiap hari-hari hidup kita. Perjumpaan pribadi dengan Tuhan seharusnya mengubah hidup kita dan dengan demikian kita mampu menjadi saksi dan pewarta kasih Tuhan dalam seluruh hidup kita, menghayati panggilan hidup sebagai religius.

DAFTAR PUSTAKA

Dokumen Kapitel Umum. (1990). Ekaristi Sumber Daya Dorongan yang baru (terj.), Grottaferrata, Roma.

_____(1996). Misi Universal: Satu petualangan dalam persekutuan pada pela-yanan hidup dan harap (terj.), Grottaferata, Roma.

Hubaut, M dan Maleissye, M. T. (1976). Dua Tokoh Injil: St. Fransiskus dan Marie de la Passion (terj.), Grottaferata, Roma.

Jacob, N.Therese. (2005). Franciscan Missionaries of Mary, A History of the In-donesian Province Book I, Penerbit Kanisius, Yogyakarta.

Kirchberger, Georg. (1999). Misi Gereja Dewasa ini, LPBAJ – Ledalero, Maumere.

2004, (ed.), Misi-Evangelisasi-Penghayatan Iman, Ledalero, Maumere. la Orden, Pilar. (1976). Seorang Wanita dan Sebuah Pesan (terj.), Roma Lalu, Yosef. (2007). Katekese Umat. Jakarta: Komisi Kateketik KWI.

Maleissye, M.T. (1997). A Short Life of Mary of the Passion, St. Pauls, Bandra, Mumbai.

______ Beata Marie de la Passion Dalam Zamannya, (terj.), Studium des Chėate-lests.

______ (2004). Dia Berani, (terj.), Grafika Mardi Yuana, Bogor.

_____ (2000). Fifteen Days of Prayer with Mary of the Passion, St. Pauls, Bandra, Mumbai.

Maura. (1990). Laporan pada Kapitel Umum: Kehadiran kenabian kita di tengah dunia (terj.), Grottaferata, Roma

Megarbane, Christiane. (2002). Laporan pada Kapitel Umum: Kalau saja kita mengetahui anugerah Allah...(terj.), Grottaferata, Roma.

Misbach Jusa. (1983). Ensiklopedi Indonesia: ICTIAR BARU – VAN HOEVE. Ja-karta. Hlm. 2261

Rukiyanto, B.A. (2012). “Katekese di Tengah Arus Globalisasi”. Dalam B.A Rukiyanto (Ed.). Pewartaan di Zaman Global. Yogyakarta: Kanisius. Hlm. 59

Sumarno DS,M. (2017). Diktat Mata Kuliah Program Pengalaman Lapangan Pen-didikan Agama Katolik Paroki, untuk mahasiswa semester VI, Fakultas Ilmu Pendidikan Program Studi IPPAK, Universitas Sanata Dharma Yog-yakarta.

Tim Suster FMM. (1996). Anugerah Allah: Kharisma Fransiskan Misionaris Ma-ria (terj.), Grottaferrata, Roma.

_____ (1979). Konstitusi Kongregasi FMM (terj.), Grotaferrata

_____ (1994). Mary of the Passion: Foundres of the Fransiscan Missionaries of Mary, (terj.) Grottaferrata, Roma.

_____ (1972). Sumber 7: Surat-surat Edaran Marie de la Passion (terj.), Grott-aferrata, Roma.

_____ (1986) Tarekat Rasul Utusan Allah: Komunitas Injili yang bertugas Mela-yani Misi Universal (terj. Bosco Carvallo), Grottaferrata, Roma.

_____ (1995). Universal Mission Saries II: Pemahaman Marie de la Passion ten-tang Misi Universal (terj.), Grottaferrata, Roma.

Website: Franciscan Misionaries of Mary dari http://www.fmm.org. Diakses 18 Mei 2018

Woga, Edmund. (2002). Dasar-dasar Misiologi, Kanisius, Yogyakarta.

Yohanes Paulus II. (1979). Catechesi Tradendae. Percetakan SMT Mardi Yuana, Bogor.

(1) LAMPIRAN

Lampiran 1: Transkrip Hasil Wawancara Dari Setiap Responden

1. Apa pemahaman suster mengenai Misi Universal Beata Marie de la Passion? Responden 1:

Semakin saya melihat Maria de la Passion dan visinya lewat tulisan-tulisannya, saya semakin menyadari bahwa karena rahmat Allah-lah Misi Universal menjadi suatu aspek penting dalam hidup setiap FMM. Misi Universal adalah perutusan yang bersumber dari Allah sendiri, perutusan yang tidak punya batas. Tuhan ada-lah Misionaris Utama yang dari-Nya putri-putri Marie de la Passion belajar bagaimana untuk menghayati panggilan missioner dalam semangat Misi Univer-sal.

Responden 2:

Misi berarti segala sesuatu yang harus saya lakukan baik dengan tangan, kaki, maupun bagaimana mulut, mata saya berbicara untuk menyampaikan suatu pesan atau informasi dan sebagainya, yang berhubungan dengan segala makhluk hidup. Universal berarti tidak hanya terbatas pada segolongan atau sekelompok makhluk ciptaan, atau pada suatu ras/bangsa/Negara tertentu, tapi tidak ada batas; tidak terbatas hanya pada tugas, usaha, pelayanan, karya, tapi juga kewajiban sebagai seorang manusia, seorang religius dan seorang FMM. Menurut Marie de la Pas-sion, seorang FMM yang ber-Misi Universal tidak hanya melakukan suatu tugas pelayanan sebatas pengetahuan dan pembinaan/pendidikan yang telah di-perolehnya, tapi tetap siap sedia melakukan tugas apapun yang sekalipun belum pernah si FMM melakukan tapi saat itu kebutuhan yang diminta masyara-kat/Gereja. Bermisi universal bukan hanya dengan hal-hal yang dilakukan tapi juga dalam kesaksian hidup si FMM baik tutur kata, pikiran, tingkahlaku, semua keteladanan yang mencerminkan layaknya seorang religius FMM, dan tidak terbatas pada satu tempat dan waktu tertentu.

Responden 3:

Misi Universal Beata Marie de la Passion yang sesungguhnya adalah Kerajaan Allah dalam perjalanan menuju ke kepenuhannya. Maka kehadiran Tarekat FMM hendaknya mampu menghadirkan Kerajaan Allah di dunia yang menjadi suatu pembaruan dari semangat Evangelical dan semangat Kristiani, melampaui batas-batas wilayah, tradisi dan budaya, serta bahasa.

Responden 4:

Pemahaman saya: Bagi Ibu Pendiri, Beata Marie de la Passion, Sang Kebenaran yang adalah Tuhan sendiri, harus diwartakan. Karena Sang Kebenaran itu sendiri sifatnya universal, DIA bukan milik bangsa tertentu atau kelompok tertentu, maka pewartaannya juga harus bersifat universal. Universal disini berarti melewati ba-tas-batas teritorial, tidak hanya di tempat-tempat tertentu juga melalui cara-cara yang universal, dengan cara apa saja yg merupakan wujud dari kasih. Misi Uni-versal adalah menghadirkan Yesus dalam segala hal, selalu dan dimana saja.

(2)

Dengan kata lain: Sang Kebenaran harus diwartakan dimana saja, dengan mengambil jalan cinta kasih. Oleh karena itu misi fmm dimana saja sangat be-ragam. Kekhususan misi FMM adalah bahwa FMM tidak mempunyai kekhususan dalam bidang karya pelayanan. Bermisi berarti berpartisipasi pada misi Kristus. Responden 5:

Menurut pemahaman saya, bagi Marie de la Passion, konsekwensi dari persemba-han diri adalah pelayanan kerasulan / misi di dalam Gereja.

Maka Misi/pelayanan seorang suster FMM harus secara konkret diungkapkan dalam satu peranan khusus di dalam kegiatan mewarta dari Gereja, dalam univer-salitas dari perutusan kepada orang-orang yang belum mengenal Kristus, dengan mengutamakan kepada mereka yang paling miskin, yang tidak dipedulikan, untuk misi-misi yang paling jauh dan berbahaya, dengan tujuan dari semua kegiatan kerasulan itu adalah demi Kedatangan Kerajaan Allah.

Responden 6:

FMM memiliki lima unsur yang merupakan satu kesatuan yaitu unsur Fransiskus, Misionaris, Maria , Adorasi – Ekaristik dan Penyerahan Diri. Unsur – unsur ini yang menyemangati hidup dan karya pelayanan para suster FMM. Pada intinya menghayati Injil dalam kesederhanaan, minoritas dan kegembiraan, siap sedia diutus kemanapun untuk menemukan wajah Allah di dunia dalam diri mereka yang lemah,tersingkir, dan menderita dengan penyerahan diri yang total kepada Allah melalui Yesus Kristus yang disembah dalam Sakramen mahakudus yang menjadi sumber kekuatan dalam melaksanakan pelayanan. Prinsip dasar pelayanan Kongregasi FMM adalah ajaran Kasih. Tujuan dari pelayanan kongregasi FMM adalah menjadikan kenosis Kristus dasar penghayatan dan semangat FMM dalam setiap perutusan dan karya pelayanan dengan keberpihakan pada dunia menderita dan pelayanan kepada mereka yang sangat merindukan keselamatan dan kebahagiaan.

Responden 7:

Mewartakan Kerajaan Allah, yang mana dalam tulisan-tulisan Beata Marie de la Passion sering disebut kerajaan cinta kasih, kerajaan keadilan dan kerajaan damai. Secara kongkrit hal tersebut diungkapkan dalam satu peranan khusus di dalam perutusan kepada orang-orang yang belum mengenal Kristus, dengan lebih mengutamakan kepada mereka yang paling miskin dan paling tak dipedulikan dan untuk misi-misi yang paling jauh dan berbahaya.

Responden 8:

Misi Beata Marie de la Passion yang diteruskan oleh para suster FMM adalah bagaimana para suster FMM terlibat secara langsung dan aktif dalam mewartakan Kabar Gembira kepada semua orang dalam universalitas secara khusus kepada orang miskin, tersingkir dan mereka yang belum mengenal Allah.

Misi ini sebagai tindakan konkret dari persembahan diri dalam Ekaristi sebagai satu kesatuan unsur kharisma FMM yang harus selalu dihayati. Misi ini juga menuntun para suster FMM untuk berani meninggalkan atau melepaskan diri dari hal-hal yang menghalangi kelancaran kedatangan Kerajaan Allah melalui misi.

(3)

Kesiapsediaan para suster FMM untuk pergi kemana saja diutus untuk membawa Yesus kepada semua orang sekalipun ke tempat yang sulit dan berbahaya.

Responden 9:

Misi universal berarti memanifestasikan Yesus kepada dunia, selalu, dimana saja dan dalam segala-galanya. Kata “Dalam Segala-galanya”, berarti misi itu tidak hanya monoton tetapi merangkul penggandaan kegiatan/karya. Sedangkan kata “selalu” merupakan sebuah penyerahan diri, misi universal tidak melulu dalam suatu kegiatan tetapi dalam penyerahan diri kepada Allah dasar dan sumber sejati dari aktivitas misi.

Responden 10:

Pemahaman saya mengenai misi universal MDP yaitu misi yang dianugerahkan oleh Allah kepada MDP untuk mewartakan kabar sukacita keselamatan kepada setiap orang terutama mereka yang belum mengenal Kristus. Misi itu melintasi seluruh dunia tanpa memandang suku, agama, budaya, ras dan golongan.

2. Apa pemahaman suster mengenai misi FMM di Provinsi Indonesia? Responden 1:

Misi Allah tetap sama dari zaman ke zaman. Namun dalam perjalanan sejarah manusia, pengertian akan misi telah mengalami banyak elaborasi, namun sebagai Provinsi kita sebagai FMM tidak bisa lepas dari Misi Universal. Untuk memahami visi misi universal pada konteks Provinsi Indonesia, kita dipanggil untuk mengkontemplasikan misionaris agung Tarekat, yaitu Yesus di dalam Ekaristi, yang atas cinta Dia secara bebas memilih untuk masuk ke dunia dan sama seperti manusia. Kontemplasi akan visi ini secara komunitas akan membimbing kita di dalam discernment untuk menentukan jalan yang dibutuhkan untuk menanggapi panggilan misionaris kita, panggilan akan Misi Universal.

Responden 2:

Keberadaan FMM di Indonesia, sebagai sekelompok religius yang jumlahnya sangat minim, membantu agar keberadaan Gereja terlihat eksis di tengah masyarakat Indonesia dengan pelayanan dan keteladanan yang bisa diandalkan. Misi FMM di Indonesia sebagian besar masih dikoordinir dengan cara konven-sional, walau ada sedikit yang sudah mulai proaktif dengan mulai berubah sesuai dengan kemajuan zaman. Dan pada umumnya Misi FMM Indonesia masih terlihat keberpihakannya pada kaum miskin.

Responden 3:

Misi FMM di Indonesia menjadi salah satu perwujudan Misi Universal itu sendiri, yaitu menghadirkan Kerajaan Allah di tempat dimana Tarekat FMM berada. Artinya kehadiran FMM di Indonesia haruslah menjadi tanda kehadiran Kerajaan Allah dalam setiap karya dan pelayanan para Suster FMM di berbagai wilayah di Indonesia.

(4)

Sebagai bagian dari keluarga besar fmm di seluruh dunia, kami FMM di Indonesia berusaha dan terus berjuang untuk mewujudkan cita-cita Ibu Pendiri dalam situasi Indonesia dan bersama para Suster FMM yang ada di Indonesia. Berusaha menanggapi kebutuhan-kebutuhan di mana FMM berada dan berusaha menanggapi sesuai dengan kebutuhan itu. Karena itu sifat universal juga nampak dari keberagaman karya pelayanan. Tidak mempunyai kekhususan tertentu. Tentu saja hal ini disesuaikan dengan kemampuan personel yang ada.

Responden 5:

Menurut pemahaman saya, kehadiran dan pelayanan / misi FMM di provinsi Indonesia ini, selalu bersama dengan Gereja, dan di beberapa tempat, memang kehadiran kami masih di beberapa daerah yang mana Gereja belum nampak, belum banyak kongregasi/tarekat yang hadir di sana, mayoritas Muslim, daerah terpencil dan sulit, sebagai contoh di Serang (daerah muslim, tidak ada kongregasi suster yang lain), Jambi , Baubau, Pagal, Soa dll.

Responden 6:

Kongregasi Fransiskan Misionaris Maria (FMM) merupakan bagian dari gereja katolik Universal. Keprihatinan Gereja Universal khususnya terhadap masalah kemanusiaan juga menjadi keprihatinan Kongregasi. Kongregasi FMM sebagai sebuah kongregasi perempuan religius yang bersifat Internasional terpanggil untuk terlibat dalam mengatasi masalah kemanusiaan. Di Indonesia para suster melayani dalam bidang Formal: sekolah dan kesehatan serta bidang pastoral sosial sesuai dengan kebutuhan di daerah masing-masing dan bekerjasam dengan pemerintah setempat maupun masyarakat , dengan siapa saja yang bisa bekerjasam tanpa ada batas.

Responden 7:

Misi FMM di Provinsi Indonesia merupakan bagian dari misi FMM di seluruh dunia. Hal itu berarti kami berjalan seiring dengan gerak langkah FMM di seluruh dunia, yaitu misi bagi kedatangan Kerajaan Allah, dimana Allah yang meraja pada setiap makhluk dan kehadiranNya dirasakan oleh setiap orang; kebahagiaan, harapan dan kedamaian. Dalam Kapitel Provinsi Indonesia 2017 mengajak saya untuk berjalan bersama seluruh Tarekat dalam proses transformasi. Dengan membiarkan diri kita dibentuk oleh Allah, kita masuk dalam proses transformasi komunitas dan karya yang menjadikan kita mampu bertransformasi diri.

Responden 8:

Bertolak pada misi Beata Marie de la Passion, para suster FMM Provinsi Indo-nesia bermisi (mewarta) melalui karya pelayanan pendidikan, kesehatan yang saat ini dikelola FMM, pastoral, dan keterlibatan para suster dalam kegiatan di Paroki serta dalam hidup bermasyarakat. Provinsi Indonesia juga menanggapi kebutuhan misi di luar provinsi dengan mengirimkan beberapa suster untuk bermisi/ membantu provinsi lain. Melalui karya pelayanan yang saat ini masih dipercaya-kan Tuhan kepada para suster FMM, para suster FMM mewartadipercaya-kan kabar sukacita Tuhan dengan pelayanan yang baik, membantu mereka yang membutuhkan, peka

(5)

dengan kebutuhan masyarakat sekitar dan berjuang untuk memberikan kesaksian yang baik kepada setiap orang yang mereka layani.

Responden 9:

Provinsi Indonesia bukan suatu kesatuan yang berdiri sendiri. Meskipun misi provinsi Indonesia terbuka akan kebutuhan-kebutuhan pelayanan di Indonesia. Misi Provinsi Indonesia juga berpartisipasi dalam misi Universal dari Tarekat atau merupakan bagian dari misi universal Tarekat.

Responden 10:

Pemahaman saya yaitu sama dengan misi universal hanya ruang lingkupnya terbatas dalam provinsi Indonesia.

3. Bagaimana suster mengaktualkan Misi Universal Beata Marie de la Passion dalam misi FMM Provinsi Indonesia?

Responden 1:

Terlibat di dalam kehidupan meng-Gereja dan ber-masyarakat, sebagaimana dikatakan dalam Konstitusi Tarekat FMM: Tuhan menantang kita melalui tanda-tanda zaman; oleh karena itu kita mengarahkan perhatian kita kepada kepentingan-kepentingan dunia yang terus berubah, kepada himbauan dan kepentingan Gereja universal maupun lokal (Konstitusi FMM Art. 37). Keterli-batan ini seharusnya bersumber dari Sang Misionaris Agung (Yesus) yang setiap hari saya sembah di dalam adorasi. Saya menyadari panggilan saya sebagai FMM yang mempunyai kekhususan dalam Misi Universal. Saya senantiasa siap sedia

untuk perutusan kemana dan ke siapa pun di seluruh dunia. Marie de la Passion

pernah berkata: “Seluruh dunia adalah ‘rumah’ kita”. Berwawasan yang luas dan berpikir secara global tidak hanya yang lokal, berpikir secara keseluruhan Tarekat

bukan hanya provinsi atau komunitas tertentu. Ikut ambil bagian dalam tugas

pe-rutusan ini dengan mengutus suster-suster ke negara atau provinsi di luar Indone-sia di berbagai belahan dunia.

Responden 2:

FMM Indonesia selain tetap mempertahankan pelayanan di bidang persekolahan dan kesehatan, dan pelayanan jenis ini tetap diminta Keuskupan/Gereja untuk tid-ak dilepaskan, karena ini masih sangat diperlukan oleh Gereja. FMM juga mela-yani untuk pemberdayaan kaum perempuan, selain dengan menangani Asrama Putri, juga memberikan kursus-kursus ketrampilan kepada kaum perempuan, dan satu hal lagi adalah dengan menangani kaum migran yang kembali ke Indonesia dengan kasus/bermasalah, kami menyediakan shelter untuk mereka.

Responden 3:

Aktualisasi misi universal MDP dalam misi FMM Indonesia dengan bermisi/ melakukan karya Pastoral terutama di tempat dimana Kristus belum dikenal dan di tempat-tempat yang paling miskin. Dengan pergi menjangkau mereka, kita

(6)

menjadi tanda akan kehadiran Kristus sendiri melalui pelayanan-pelayanan yang kita lakukan di tengah-tengah masyarakat dimana kita diutus.

Responden 4:

Sebagai anggota FMM di Indonesia saya sadar bahwa penghayatan misi universal merupakan salah satu tuntutan yang mesti saya hayati. Untuk itu pertama-tama saya membina diri untuk bisa menjadi pribadi yang siap sedia menerima tugas apa saja yang dipercayakan kepada saya untuk menanggapi kebutuhan di Indo-nesia. Siap menerima tugas yang sesuai dengan bidang saya dan tetap siap menerima tugas yang pada awal terasa asing. Mengatakan “ya” dengan ber-tanggung jawab, artinya kalau sudah menerima tugas itu, saya mesti berusaha dengan berbagai cara melaksanakannya dengan sebaik mungkin. Menghayati misi universal berarti juga mau menerima tugas dimana saja dan tugas apa saja.

Responden 5:

Saya mengatualisasikan Misi Universal Marie de la Passion dalam misi FMM di Provinsi Indonesia ini adalah dengan menerima setiap perutusan yang dipercaya-kan kepada saya, sebagai contoh, saya sebagai perawat diutus di RS St. Theresia Jambi, saya berusaha melaksanakan perutusan/misi ini dengan semangat pemberian diri yang total, tidak setengah-setengah, dan suka cita, sehingga kehadiran/misi/pelayanan saya dapat “medatangkan Kerajaan Allah” yakni berguna, membawa damai dan sukacita bagi para pasien dan keluarganya juga rekan-rekan kerja semua.

Responden 6:

Untuk mengaktualisasikan misi universal di Indonesia salah satunya yaitu masalah perdagangan orang sehingga FMM menyediakan Shelter sebagai rumah aman sementara bagi korban. Sesuai dengan Konstitusi Kongregasi FMM dan keputusan-keputusan yang dihasilkan oleh Kapitel Umum Kongregasi FMM, para suster FMM yang tersebar di lima benua melibatkan diri dalam berbagai kegiatan pelayanan kemanusiaan dalam upaya meningkatkan kesejahteraan mereka termasuk di Indonesia. Keterlibatan Kongregasi FMM Indonesia sebagai mitra pemerintah sangat dibutuhkan agar kesejahteraan sosial rakyat Indonesia sebagaimana yang menjadi cita - cita bangsa Indonesia dapat terwujud.

Responden 7:

Marie de la Passion mengajak kami semua untuk memperbaharui diri dengan selalu mengenali kehendak Allah, melakukan apa yang baik, yang sempurna dan berkenan kepadaNya. Maka dari itu kami hendak mengupayakan tranformasi diri dengan cara:

- Pertobatan pribadi, terbuka untuk pembaharuan diri terus-menerus dalam terang Sabda Allah.

- Kualitas doa dan meditasi yang dapat membaharui hidup

- Ketrampilan mengolah setiap peristiwa hidup menjadi sarana tranformasi

- Kreativitas untuk memanfaatkan berbagai sarana yang ada untuk pengembangan dan pembaharuan diri

(7)

- Komitmen pribadi untuk menghidupi spiritualitas Tarekat - Keberanian untuk mengambil resiko dalam bertransformasi - Kerjasama dalam tim

(bdk.hasil Kapitel Provinsi 2017) Responden 8:

Indonesia adalah Negara yang majemuk dengan segala perbedaan yang ada, bagaimana misi harus tetap dijalankan tanpa saling bertentangan tetapi saling mendukung. Para suster Provinsi Indonesia sadar betul bahwa tidak mudah mengaktualisasikan misi Beata Marie De la Passion ini di Indonesia tetapi sama Gereja yang terbuka akan keprihatinan atau kebutuhan bangsa mampu ber-jalan bersama. Suster FMM sebagai bagian dari Gereja juga terlibat dengan program-program yang dibuat Gereja local dalam hal ini keuskupan-keuskupan dimana para suster FMM berkarya. Disitulah bagaimana para suster FMM mengaktualisasikan misi yang sejalan dengan perjalanan Gereja lokal.

Responden 9:

Berlandaskan konst. FMM Bab 1 art. 4: Sebagai misionaris yang siap sedia pergi kemana saja dan kepada siapa saja, untuk mewartakan kabar Gembira yang membawa keselamatan, kita pertama-tama diutus kepada mereka yang belum menerima pewahyuan Kristus. Panggilan misi FMM Provinsi Indonesia juga menanggapi misi yang sama dengan Tarekat. Misi FMM provinsi Indonesia juga melampaui Spesialisasi dan beragam karya yang dijalankan, baik itu karya pendidikan, kesehatan, Pastoral dan Sosial. Dan yang terpenting bahwa semangat Ekaristi dan Adorasi merupakan sumber sejati kekuatan misi yang membawa semua orang kepada Yesus.

Responden 10:

Dengan melayani dan merawat orang- orang yang sakit secara fisik maupun secara psikologis, hadir dan mendengarkan mereka dengan penuh kasih dan per-hatian karena kehadiran saya membawa Kristus bukan membawa diri saya sendiri sehingga orang-orang yang saya jumpai dan saya layani merupakan orang-orang yang penting dan berharga, yang mempunyai martabat luhur yang diberikan oleh

Dokumen terkait