BAB V PENUTUP
B. Saran
Berdasarkan hasil analisis data penelitian, maka peneliti
menyarankan hal-hal berikut:
1. Kepada kepala SMP Se Kecamatan Kedu Kabupaten Temanggung agar selalu mengontrol jalannya proses pembelajaran secara berkala
keruang-ruang kelas agar proses pembelajaran sesuai dengan yang
diharapkan.
2. Supervisor agar tetap terus melakukan supervisi klinis supaya ada peningkatan kinerja guru.
3. Kepada guru agar lebih mempersiapkan manajemen pembelajaran seperti silabus dan RPP
4. Kepada peneliti yang lain yang berminat mengembangkan penelitian ini agar mengambil fokus penelitian ini karena
pelaksanaan supervisi pendidikan mencakup hal-hal bagaimana
DAFTAR PUSTAKA
Arikunto, Suharsimi. 1995. Prosedur Penelitian Suatu Pendekatan Praktik. Jakarta: PT. Bina Aksara
Darajat, Zakiah. 2011. Ilmu Pendidikan Islam. Jakarta: Bumi Aksara.
Depatemen Agama Republik Indonesia. 1989. Al Qur’an dan Terjemahnya. Semarang: CV Toha Putra.
Imron, Ali. 2011. Supervisi Pembelajaran Tingkat Satuan Pendidikan. Jakarta: Bumi Aksara.
Iskandar. 2009. Metodologi Penelitian Kualitatif. Jakarta: Gaung Persada.
Moleong, Lexy J. 2008. Metodologi Penelitian Kualitatif. Bandung: PT. Remaja Rosdakarya
Mulyasa. 2007. Menjadi Kepala Sekolah Profesional. Bandung: PT Remaja Rosdakarya.
Pidarta, Made. 1992. Pemikiran Tentang Supervisi Pendidikan. Jakarta: Bumi Aksara.
Pedoman penulisan Skripsi dan Tugas Akhir STAIN SALATIGA 2008.
Purwanto, M Ngalim. 2002. Administrasi dan supervisi pendidikan. Bandung: PT Remaja Rosdakarya.
Sahartian, Piet A. 2008. Konsep-Konsep Dan Tehnik Supervisi Pendidikan Dalam Rangka Pengembangan Sumber Daya Manusia. Jakarta: Rineka Cipta.
Subari. 1994. Supervisi Pendidikan Dalam Rangka Perbaikan Supervisi Situ Situasi Mengajar. Jakarta: Bumi Aksara.
Sukmadinata, Nana Syaodih. 2006. Metode Penelitian Pendidikan. Bandung: PT Remaja Rosdakarya
Suprayogo, Imam & Tabroni. 2003. Metodologi Penelitian Sosial Agama. Bandung: Remaja Rosdakarya.
Syah, Muhibbin. 2004. Psikologi Pendidikan dengan Pendekatan Baru.
Bandung: Remaja Rosdakarya
Tabroni Rusyan, Cece Wijaya. 2003. Kemampuan Dasar Guru Dalam Proses Belajar Mengajar. Bandung: Remaja Rosdakarya.
http://achmadsuhaidi.wordpreess.com. (Diakses pada 17 februari 2015) http://www.infodiknas.com. (Diakses pada 23 februari 2015)
http://akhmasudrajat.wordpress.com. (Diakses pada 27 februari 2015) http://sakhan3.blogspot.com. (Diakses pada 23 februari 2015)
INSTRUMEN PENELITIAN
1. Apa model pelaksanaan supervisi klinis pada guru pendidikan agama Islam yang digunakan di SMP N 3 Kedu ini?
2. Selain menggunakan model kunjungan kelas, model apa lagi yang digunakan dalam pelaksanaan supervisi klinis pada guru pendidikan
agama Islam di SMP N 3 Kedu ini?
3. Kapan supervisi itu biasanya dilaksanakan?
4. Apa saja yang Bapak sampaikan dalam supervisi klinis pada guru pendidikan agama Islam di SMP N 3 Kedu ini?
5. Dengan model kunjungan kelas, apa kendala yang Bapak temui dalam palaksanaaan supervisi klinis?
6. Kemudian apakah Bapak menemui kendala juga ketiga menggunakan model percakapan pribadi dalam pelaksanaan supervisi pada guru
pendidikan agama Islam di SMP N 3 Kedu ini?
7. Mengenai pelaksanaan supervisi, apakah guru sudah memenuhi apa yang Bapak sampaikan mengenai perangkat pembelajaran yang harus
di buat?
8. Apa tindak lanjut yang Bapak gunakan untuk mengatasi kendala dalam pelaksanan supervisi menggunakan model kunjungan kelas?
9. Kemudian apa tindak lanjut yang Bapak gunakan untuk mengatasi kendala dalam pelaksanan supervisi menggunakan model percakapan
pribadi?
10. Untuk perangkat pembelajaran yang masih kurang lengkap, apakah Bapak mewajibkan guru untuk melengkapinya?
11. Apa model pelaksanaan supervisi klinis pada guru pendidikan agama Islam yang digunakan di SMP N 2 Kedu ini?
12. Selain menggunakan model observasi kelas, model apa lagi yang digunakan dalam pelaksanaan supervisi klinis pada guru pendidikan
agama Islam di SMP N 2 Kedu ini?
13. Kapan supervisi itu biasanya dilaksanakan?
14. Apa saja yang Bapak sampaikan dalam supervisi klinis pada guru pendidikan agama Islam di SMP N 2 Kedu ini?
15. Dengan model observasi kelas, apa kendala yang Bapak temui dalam palaksanaaan supervisi?
16. Kemudian apakah Bapak menemui kendala juga ketiga menggunakan model percakapan pribadi dalam pelaksanaan supervisi pada guru
pendidikan agama Islam di SMP N 2 Kedu ini?
17. Mengenai pelaksanaan supervisi, apakah guru sudah memenuhi apa yang Bapak sampaikan mengenai proses pembelajaran yang harus
18. Apa tindak lanjut yang Bapak gunakan untuk mengatasi kendala dalam pelaksanan supervisi menggunakan model observasi kelas?
19. Kemudian apa tindak lanjut yang Bapak gunakan untuk mengatasi kendala dalam pelaksanan supervisi menggunakan model percakapan
pribadi?
20. Kemudian bagaimana dengan guru yang masih kurang dalam proses pembelajaran. Apakah dituntut untuk memperbaikinya?
21. Apa model pelaksanaan supervisi klinis pada guru pendidikan agama Islam yang digunakan di SMP PGRI Kedu ini?
22. Selain menggunakan model observasi kelas, model apa lagi yang digunakan dalam pelaksanaan supervisi klinis pada guru pendidikan
agama Islam di SMP PGRI Kedu ini? 23. Kapan supervisi itu biasanya dilaksanakan?
24. Apa saja yang Bapak sampaikan dalam supervisi klinis pada guru pendidikan agama Islam di SMP PGRI Kedu ini?
25. Dengan model percakapan pribadi, apa kendala yang bapak temui dalam palaksanaaan supervisi?
26. Mengenai pelaksanaan supervisi, apakah guru sudah memenuhi apa yang Bapak sampaikan mengenai proses pembelajaran yang harus
27. Apa tindak lanjut yang Bapak gunakan untuk mengatasi kendala dalam pelaksanan supervisi menggunakan model percakapan pribadi?
28. Kemudian bagaimana dengan guru yang masih kurang dalam perangkat pembelajaran. Apakah dituntut untuk memperbaikinya?
1. SMP N 3
a. Pelaksanaan Supervisi Klinis pada Guru Pendidikan Agama Islam di SMP 3 Se Kecamatan Kedu Kabupaten Temanggung Wawancara
1) Nara Sumber : Drs. Rupadi
Jabatan : Kepala Sekolah
Hari / Tanggal : Rabu, 4 Maret 2015
Pertanyaan : Apa model pelaksanaan supervisi
klinis pada guru pendidikan agama
Islam yang digunakan di SMP N 3
Kedu ini?
Jawaban : Kami menggunakan model
Perkunjungan kelas. Kunjungan
yang dilakukan oleh supervisor
kedalam kelas untuk melihat guru
memperoleh data mengenai
keadaan sebenarnya selama guru
mengajar. Dengan data itu
supervisor dapat
berbincang-bincang dengan guru tentang
kesulitan yang dihadapi guru-guru.
Pada kesempatan itu guru-guru
dapat mengemukakan
pengalaman-pengalaman yang berhasil dan
hambatan-hambatan yang dihadapi
serta meminta bantuan, dan
dorongan. Oleh karena sifatnya
mengadakan peninjauan dan
mempelajari sesuatu yang dilihat
sementara guru mengajar.
Pertanyaan : Selain menggunakan model
kunjungan kelas, model apa lagi
yang digunakan dalam
pelaksanaan supervisi klinis pada
guru pendidikan agama Islam di
Jawaban : Biasanya saya menggunakan model
percakapan pribadi. Dimana guru
yang bersangkutan saya panggil
keruangan saya, kemudian saya
utarakan apa permasalahannya.
Setelah itu saya beri jalan keluar
tentang permasalahan tersebut.
Dan kita bisa mengevaluasi apa
kelebihan dan kekurangannya.
Pertanyaan : Kapan supervisi itu biasanya di
laksanakan?
Jawaban : Pelaksanaan supervisi dilakukan oleh
tim supervisi, dan pelaksanaanya
dilakukan diawal tahun pelajaran
baik itu semester satu ataupun dua.
Pertanyaan : Apa saja yang Bapak sampaikan
dalam supervisi dalam supervisi
klinis pada guru pendidikan agama
Islam di SMP N 3 Kedu ini?
Jawaban : Hal yang disampaikan kepada setiap
pembelajaran yang harus dibuat.
Seperti RPP, Silabus dan program-
program jangka panjang dan
pendek. Biasanya program dibuat
diawal tahun dan pelaksanaanya
ini dalam satu tahun 2 kali, ditiap
awal semester. Diawal tahun
disampaikan kepada semua guru
dan pelaksanaanya dilakukan pada
semester genap dan ganjil.
Pastinya perangkat supervisi
meliputi persiapan, pelaksanaan,
dan evaluasi pembelajaran.
2) Nara Sumber : Prawoto
Jabatan : WAKA Kurikulum
Hari / Tanggal : Rabu, 4 Maret 2015
Pertanyaan : Apa model pelaksanaan supervisi
klinis pada guru pendidikan agama
Islam yang digunakan di SMP N 3
Kedu ini?
dengan mengunjungan kelas ketika
guru sedang mengajar. Dengan
begitu kami akan mengetahui
kekurangan dan kelebihan dari
masing masing guru
Pertanyaan : Selain menggunakan model
kunjungan kelas, model apa lagi
yang digunakan dalam
pelaksanaan supervisi klinis pada
guru pendidikan agama Islam di
SMP N 3 Kedu ini?
Jawaban : Selain itu saya dan Bapak kepala
sering memanggil tiap-tiap guru
untuk mertemu, bertatap muka
membahas bagaimana cara
mengajar dan apa saja yang harus
dilenggkapi sebagai seorang
pendidik.
Pertanyaan : Kapan supervisi itu biasanya di
laksanakan?
semester. Baik itu semester satu
ataupun semester dua.
Pertanyaan : Apa saja yang Bapak sampaikan
dalam supervisi dalam supervisi
klinis pada guru pendidikan agama
Islam di SMP N 3 Kedu ini?
Jawaban : Yang bisa kami sampaikan adalah
soal kelengkapan manajemen
pembelajaran dan juga mengenai
bagaimana cara mengajar yang
baik untuk mendapatkan hasil yang
maksimal
b. Kendala Pelaksanaan Supervisi klinis pada Guru Pendidikan Agama Islam Se Kecamatan Kedu Kabupaten Temanggung Wawancara
1) Nara Sumber : Drs. Rupadi
Jabatan : Kepala Sekolah
Hari / Tanggal : Rabu, 4 Maret 2015
Pertanyaan : Dengan model kunjungan kelas, apa
palaksanaaan supervisi klinis?
Jawaban : Kenadala yang selama ini saya temui
untuk model kunjungan kelas ini
adalah siswa kurang konsentrasi,
karena tim supervisi masuk
kedalam kelas ketika kegiatan
belajar mengajar berlangsung.
Pertanyaan : Kemudian apakah Bapak menemui
kendala juga ketiga menggunakan
model percakapan pribadi dalam
pelaksanaan supervisi pada guru
prndidikan agama Islam di SMP N
3 Kedu ini?
Jawaban : Untuk model percakapan pribadi juga
menemui kendala. Kendalanya
adalah memakan waktu banyak
sekali. Karena saya harus
memanggil satu persatu guru untuk
berbicara empat mata dengan saya
mengenai segala hal yang
pembelajaran.
Pertanyaan : Mengenai pelaksanaan supervisi,
apakah guru sudah memenuhi apa
yang Bapak sampaikan mengenai
perangkat pembelajaran yang
harus di buat?
Jawaban : Soal itu ada beberapa guru yang
masih belum lengkap dalam
pembutan perangkat pembelajaran,
dan yang biasanya masih kurang
dari para guru itu adalah RPP.
2) Nara Sumber : Prawoto
Jabatan : WAKA Kurikulum
Hari / Tanggal : Rabu, 4 Maret 2015
Pertanyaan : Dengan model kunjungan kelas, apa
kendala yang Bapak temui dalam
palaksanaaan supervisi klinis?
Jawaban : Karena supervisor masuk ke dalam
kelas jadi, kendala yang sering
konsentrasi dalam kegiatan belajar
mengajar.
Pertanyaan : Kemudian apakah Bapak menemui
kendala juga ketiga menggunakan
model percakapan pribadi dalam
pelaksanaan supervisi pada guru
pendidikan agama Islam di SMP N
3 Kedu ini?
Jawaban : Kendala yang sering kami temui
adalah terlalu banyak waktu yang
digunakan.
Pertanyaan : Mengenai pelaksanaan supervisi,
apakah guru sudah memenuhi apa
yang Bapak sampaikan mengenai
perangkat pembelajaran yang
harus di buat?
Jawaban : Ada sebagian yang masih belum
c. Upaya-upaya yang dilakukan dalam menghadapi kendala Pelaksanaan Supervisi Klinis pada Guru Pendidikan Agama Islam Se Kecamatan Kedu Kabupaten Temanggung
Wawancara
1) Nara Sumber : Drs. Rupadi
Jabatan : Kepala Sekolah
Hari / Tanggal : Rabu, 4 Maret 2015
Pertanyaan : Apa tindak lanjut yang Bapak
gunakan untuk mengatasi kendala
dalam pelaksanan supervisi
menggunakan model kunjungan
kelas?
Jawaban : Jika saya masuk ke dalam kelas
ketika kegiatan belajar mengajar
berlangsung itu akan mengganggu
jalannya pembelajaran. Jadi saya
hanya mengamati guru dari luar
kelas. Ya walaupun hasilnya
kurang memuaskan.
Pertanyaan : Kemudian apa tindak lanjut yang
kendala dalam pelaksanan
supervisi menggunakan model
percakapan pribadi?
Jawaban : Karena terbatasnya waktu guru
dimana harus mengajar kelas jadi
untuk tindak lanjut model
pelaksanaan percakapan pribadi ini
saya lakukan sesingkat mungkin.
Ya walaupun hasilnya sama seperti
tadi masih kurang memuaskan.
Pertanyaan : Untuk perangkat pembelajaran yang
masih kurang lengkap, apakah
Bapak mewajibkan guru untuk
melengkapinya?
Jawaban : Ya jelas itu mbak, saya wajibkan
guru yang kurang lengkap
perangkat pembelajarannya untuk
2) Nara Sumber : Prawoto
Jabatan : WAKA Kurikulum
Hari / Tanggal : Rabu, 4 Maret 2015
Pertanyaan : Apa tindak lanjut yang Bapak
gunakan untuk mengatasi kendala
dalam pelaksanan supervisi
menggunakan model kunjungan
kelas?
Jawaban : Saya mengambil jalan yang tidak
begitu mengganggu kegitan
belajar, jadi saya hanya melakukan
kunjungan di luar kelas.
Pertanyaan : Kemudian apa tindak lanjut yang
Bapak gunakan untuk mengatasi
kendala dalam pelaksanan
supervisi menggunakan model
percakapan pribadi?
Jawaban : Kami hanya melakukan percakapan
seperlunya dsan dengan waktu
yang singkat.
masih kurang lengkap, apakah
Bapak mewajibkan guru untuk
melengkapinya?
Jawaban : Kalau yang itu tidak bisa di tawar
mbak. Wajib untuk di penuhi..
2. SMP N 2
a. Pelaksanaan Supervisi Klinis pada Guru Pendidikan Agama Islam Se Kecamatan Kedu Kabupaten Temanggung
Wawancara
1) Nara Sumber : Sugi S, S.Pd, M.Pd
Jabatan : Kepala Sekolah
Hari / Tanggal : Kamis, 5 Maret 2015
Pertanyaan : Apa model pelaksanaan supervisi
klinis pada guru pendidikan agama
Islam yang digunakan di SMP N 2
Kedu ini?
Jawaban : Untuk model supervisi yang biasanya
digunakan adalah observasi kelas.
kelas selama pelajaran
berlangsung dengan tujuan untuk
memperoleh data yang subyektif
mungkin sehingga dengan bahan
yang diperoleh dapatlah digunakan
untuk menganalisa
kesulitan-kesulitan yang dihadapi guru-guru
dalam usaha memperbaiki proses
belajar mengajar
Pertanyaan :Selain menggunakan model observasi
kelas, model apa lagi yang
digunakan dalam pelaksanaan
supervisi klinis pada guru
pendidikan agama Islam di SMP N
2 Kedu ini?
Jawaban : Selain model observasi kelas saya
biasanya menggunakan model
percakapan pribadi. Dimana agar
guru itu tidak malu dengen rekan
guru yang lain.
laksanakan?
Jawaban : Biasanya saya lakukan 2 kali dalam
satu tahun. Dan waktunya saya
sesuaikan situasi dan kondisi di
sekolah.
Pertanyaan : Apa saja yang Bapak sampaikan
dalam supervisi klinis pada guru
pendidikan agama Islam di SMP N
2 Kedu ini?
Jawaban : Hal yang biasa saya sampaikan
dalam supervisi adalah bagaimana
cara guru itu mengajar. Apakah
masih ada kekurangan atau sudah
sesuai.
2) Nara Sumber : Sugiyono, S.Pd
Jabatan : WAKA Kurikulum
Hari / Tanggal : Kamis, 5 Maret 2015
Pertanyaan : Apa model pelaksanaan supervisi
klinis pada guru pendidikan agama
Kedu ini?
Jawaban : Kami biasanya menggunakan
observasi kelas mbak. Jadi kita
tahu apa kekurangan dan kelebihan
guru
Pertanyaan : Selain menggunakan model
observasi kelas, model apa lagi
yang digunakan dalam
pelaksanaan supervisi klinis pada
guru pendidikan agama Islam di
SMP N 2 Kedu ini?
Jawaban : Percakapan pribadi antara survisor
dengan guru yang bersangkutan.
Pertanyaan : Kapan supervisi itu biasanya di
laksanakan?
Jawaban : 2 kali dalam setahun mbak. Agar
guru itu dapat disiplin dalam
perangkat pembelajaran sdan juga
kita bias tahu apa kekurangan dan
klelebihan guru.
dalam supervisi dalam supervisi
klinis pada guru pendidikan agama
Islam di SMP N 2 Kedu ini?
Jawaban : yang biasanya kami sampaikan
ketika mengadakan supervisi
adalah bagaimana guru itu
mengajar dengan baik dan benar.
Adakah kekurangan dari guru
tersebut ketika di dalam kelas.
b. Kendala Pelaksanaan Supervisi klinis pada Guru Pendidikan Agama Islam Se Kecamatan Kedu Kabupaten Temanggung Wawancara
1) Nara Sumber : Bapak Sugi
Jabatan : Kepala Sekolah
Hari / Tanggal : Kamis, 5 Maret 2015
Pertanyaan : Dengan model observasi kelas, apa
kendala yang Bapak temui dalam
palaksanaaan supervisi?
Jawaban : Kendala yang biasanya kita temui
model observasi kelas ini adalah
guru itu terlihat canggung dalam
mengajar siswanya. Karena guru
tahu ketika dirinya sedang di
observasi. Jadi biasanya guru itu
mengajar tidak sesuai dengan cara
biasanya mengajar.
Pertanyaan : Kemudian apakah menemui kendala
juga ketika menggunakan model
percakapan pribadi dalam
pelaksanaan supervisi pada guru
pendidikan agama Islam di SMP N
2 Kedu ini?
Jawaban : Kendala menggunakan model
percakapan pribadi ini biasanya
adalah minimnya waktu guru
ketika tidak mengajar. Saya juga
tidak berani memanggil guru ke
ruangan saya ketika guru itu ada
jam mengajar mbak.
apakah guru sudah memenuhi apa
yang Bapak sampaikan mengenai
proses pembelajaran yang harus di
laksanakan?
Jawaban : Untuk yang ini hanya beberapa guru
saja yang belum memenuhi apa
yang telah saya sampaikan.
Kebanyakan guru sudah
melaksakan apa yang telah saya
sampaikan ketika supervisi.
2) Nara Sumber : Bapak Sugiyono
Jabatan : WAKA Kurikulum
Hari / Tanggal : Kamis, 5 Maret 2015
Pertanyaan : Dengan model observasi kelas, apa
kendala yang Bapak temui dalam
palaksanaaan supervisi?
Jawaban : Ketika melakukan observasi kelas
guru itu biasanya terlihat mengajar
seperti di buat buat. Dengan kata
biasanya mengajar
Pertanyaan : Kemudian apakah Bapak menemui
kendala juga ketiga menggunakan
model percakapan pribadi dalam
pelaksanaan supervisi pada guru
pendidikan agama Islam di SMP N
2 Kedu ini?
Jawaban : Yang jelas kalau menggunakan
metode pertemuan pribadi itu
permasalahan yang biasanya di
temui adalah kurangnya waktu
dalam pertemuan.
Pertanyaan : Mengenai pelaksanaan supervisi,
apakah guru sudah memenuhi apa
yang Bapak sampaikan mengenai
proses pembelajaran yang harus di
laksanakan?
Jawaban : Hanya ada beberapa guru yang belum
c. Upaya-upaya yang dilakukan dalam menghadapi kendala Pelaksanaan Supervisi Klinis pada Guru Pendidikan Agama Islam Se kecamatan Kedu Kabupaten Temanggung
Wawancara
1) Nara Sumber : Bapak Sugi
Jabatan : Kepala Sekolah
Hari / Tanggal : Kamis, 5 Maret 2015
Pertanyaan : Apa tindak lanjut yang Bapak
gunakan untuk mengatasi kendala
dalam pelaksanan supervisi
menggunakan model observasi
kelas?
Jawaban : Tindak lanjut yang saya terapkan
adalah saya membagikan angket
kepada murid murid dimana isinya
tentang bagaimana cara guru itu
mengajar.
Pertanyaan : Kemudian apa tindak lanjut yang
Bapak gunakan untuk mengatasi
supervisi menggunakan model
percakapan pribadi?
Jawaban : Untuk mengatasinya saya biasanya
panggil guru itu beberapa kali
mbak. Supaya bisa berjalan
sebagaimana mestinya.
Pertanyaan : Kemudian bagaimana dengan guru
yang masih kurang dalam proses
pembelajaran. Apakah dituntut
untuk memperbaikinya?
Jawaban : Kalo itu hukumnya wajib mbak. Jadi
jika proses pembelajaran yang
diterapkan guru itu sudah bagus
maka hasil yang akan di dapat pun
juga bagus.
2) Nara Sumber : Bapak Sugiyono
Jabatan : WAKA Kurikulum
Hari / Tanggal : Kamis, 5 Maret 2015
Pertanyaan : Apa tindak lanjut yang Bapak
dalam pelaksanan supervisi
menggunakan model observasi
kelas?
Jawaban : Kita bagikan angket kepada anak
anak tentang bagaimana guru itu
mengajar.
Pertanyaan : Kemudian apa tindak lanjut yang
Bapak gunakan untuk mengatasi
kendala dalam pelaksanan
supervisi menggunakan model
percakapan pribadi?
Jawaban : Kami biasanya memanggil guru itu
beberapa kali sampai apa yang kita
bicarakan dapat terselesaikan.
Pertanyaan : Kemudian bagaimana dengan guru
yang masih kurang dalam proses
pembelajaran. Apakah dituntut
untuk memperbaikinya?
Jawaban : Sebisa mungkin guru harus
melengkapi perangkat
memperbaiki cara mengajar yang
masih kurang.
3. SMP PGRI
a. Pelaksanaan Supervisi Klinis pada Guru Pendidikan Agama Islam Se Kecamatan Kedu Kabupaten Temanggung
Wawancara
1) Nara Sumber : Ibu Sri
Jabatan : Kepala Sekolah
Hari / Tanggal : Jum’at, 6 Maret 2015
Pertanyaan : Apa model pelaksanaan supervisi
klinis pada guru pendidikan agama
Islam yang digunakan di SMP
PGRI Kedu ini?
Jawaban : Dalam beberapa tahun ini kami
menggunakan metode percakapan
pribadi. Jadi guru saya panggil ke
ruangan saya dan saya utarakan
apa yang jadi pokok
Pertanyaan : Selain menggunakan model
percakapan pribadi, model apa lagi
yang digunakan dalam
pelaksanaan supervisi klinis pada
guru pendidikan agama Islam di
SMP PGRI Kedu ini?
Jawaban : Untuk saat ini saya hanya
menggunakan metode itu. Soalnya
guru di SMP PGRI ini kan hanya
beberapa saja. Jadi saya rasa
menggunakan satu model itu sudah
cukup.
Pertanyaan : Kapan supervisi itu biasanya di
laksanakan?
Jawaban : Biasanya hanya saya lakukan 1 kali
diawal tahun pelajaran. Toh misal
ada kekurangan atau yang harus
diperbaiki itu kondisional dari
masing masing guru.
Pertanyaan : Apa saja yang Ibu sampaikan dalam
pendidikan agama Islam di SMP
PGRI Kedu ini?
Jawaban : Yang biasa saya sampaikan dalam
supervisi adalah mengenai
perangkat pembelajaran. Seperti
halnya RPP, Silabus, Prota,
Promes, dll.
1) Nara Sumber : Bapak Nur Aziz
Jabatan : WAKA Kurikulum
Hari / Tanggal : Jum’at, 6 Maret 2015
Pertanyaan : Apa model pelaksanaan supervisi
klinis pada guru pendidikan agama
Islam yang digunakan di SMP
PGRI Kedu ini?
Jawaban : Kami biasaanya memanggil guru
yang bersangkutan untuk
melakukan percakapan mengenai
hal-hal yang harus diperbaiki dan
perangkat pembelajaran yang
Pertanyaan : Selain menggunakan model
percakapan kelas, model apa lagi
yang digunakan dalam
pelaksanaan supervisi klinis pada
guru pendidikan agama Islam di
SMP PGRI Kedu ini?
Jawaban : Kami hanya menggunakan satu
metode saja untuk saat ini.
Pertanyaan : Kapan supervisi itu biasanya di
laksanakan?
Jawaban : Satu tahun sekali. Itu kami lakukan
di awal tahun.
Pertanyaan : Apa saja yang Bapak sampaikan
dalam supervisi klinis pada guru
pendidikan agama
Islam di SMP PGRI Kedu ini?
Jawaban : Tentang kelengkapan administrasi
b. Kendala Pelaksanaan Supervisi klinis pada Guru Pendidikan Agama Islam Se kecamatan Kedu Kabupaten Temanggung Wawncara
1) Nara Sumber : Ibu Sri
Jabatan : Kepala Sekolah
Hari / Tanggal : Jum’at, 6 Maret 2015
Pertanyaan : Dengan model percakapan pribadi,
apa kendala yang bapak temui
dalam palaksanaaan supervisi?
Jawaban : Kendala yang biasanya kita temui
ketika melakukan supervisi dengan
model percakapan pribadi ini
adalah masalah waktu mbak.
Karena memang keterbatasan guru
jadi jarang ada guru kosong dalam