BAB V PENUTUP
B. Saran
Berdasarkan kesimpulan diatas maka beberpa hal yang penulis sarankan sehubungan Implementasi Kebijakan Penertiban Angkutan Umum Di Terminal Daya Kota Makassar dalam mencapai tujuan / target di masa yang akan datang sebagai berikut :
1. Menyarankan kepada instansi-instansi yang terkait dalam penertiban angkutan umum di Terminal Daya Kota Makassar agar mereka konsisten terhadap tugasnya masing-masing.
2. Kemudian jangan mau pandang buluh karena yang namanya aturan harus tetap ditegakkan dan harus menjunjung tinggi keadilan.
3. Kemudian kebijakan penertiban angkutan umum harus di tegakkan dan jangan segan-segan memberikan sangsi kepada para pelanggar kebijakan penertiban angkutan.
4. Menyarankan kepada sopir-sopir angkutan umum, bahwa mereka harus menaati peraturan angkutan umum, agar terciptanya ketertiban berlalu lintas.
5. Kemudian kesadaran masyarakat juga sangat di perlukan agar mau memasuki terminal dan mau menaiki mobil angkutan di dalam terminal.
DAFTAR PUSTAKA
Kutipan :
Agustino, 2008. Dasar-Dasar Kebijakan Publik, Bandung : Alfabeta
Anderson, James E, 1994, Public Policy Making, Second Edition, Houghton Miffilin Company, USA
Dye Thomas, 1992. Policy analysi s: what governments do, why they do it, and what difference it makes, Minnesota, Universitas Of Alabama Press.
Dunn, William N. 2003. Analisis kebijakan Publik, Edisi ke dua, Yogyakarta, Gajah Mada University Press.
Edi Suharto, 2010. Analisis Kebijakan Publik, Bandung : Alfabeta.
Faiz isma, Makalah Transportasi Darat (http://makalahtransportasi.com) (diakses tanggal 07 maret 2014)
George C. Edwards. 2003. Implementasi kebijakan Publik, Yogyakarta, Lukman Offset.
Grindle, M.S. and Thomas, J.W. 1980. Public Choices and Policy Change: The Political Economy of Reform in Developing Countries, The Jhon Hopkins University Press, Baltimore and London.
Hill Michael, 1993, the policy process in the modern capitalist state, California, Harvester Wheatsheaf.
Jones, Charles O. 1994, Pengantar Kebijakan Publik Terjemahan Ricky Istamto, Jakarta: Roja Grafindo Persada.
Kurniawan H.Y. Makalah proses Implementasi Kebijakan Publik.
(http://hykurniawan.wordpress.com/2009/01/23/proses-implementasi-kebijakanpublik/). (diakses tanggal 03 Maret 2014)
Majone dan willdavsky. Nurdin dan Usman, 2002 . Konteks Implementasi Berbasis Kurikulum, Jakarta, PT Buku kita.
Mayer Neil, 1984, neighborhood organizations and community development: making revitalization work, Michigan, Urban Institute Press.
Mustopadidjaja AR,. 2003. Manajemen Proses Kebijakan Publik, Indonesia. Jakarta:
Duta Pertiwi Foundation
Nasution, 2004. Manajement Transportasi. Bogor: Ghalia Indonesia.
Nugroho Riant D. 2004 Kebijakan Publik Untuk Negara-negara Berkembang, PT.
Gramedia Jakarta.
Pakde Sofa, Makalah Pengertian dan Bentuk Analisis Kebijakan Publik.
(http://massofa.wordpress.com/2008/10/15/pengertian-dan-bentuk-analisis-kebijakan publik/). (diakses tanggal 03 Maret 2014)
Salusu, 1997, Pengambilan Keputusan Strategik Untuk Organisasi Publik dan Organisasi Nonprofit, Jakarta : Penerbit PT. Gramedia.
Sinambela L. P. 2006. Reformasi Pelayanan Publik. Michigan, Bumi Aksara.
Subarsono, Ag. 2005, Analisis Kebijakan Publik, Yogyakarta Pustaka Pelajar.
Sugiono, 2006. Metode Penelitian Kuantitatif, Kualitatif dan RD. Bandung Alfabeta.
Suharto Edi. 2007. Kebijakan Sosial Sebagai Kebijakan Publik, Alfabeta, Bandung.
Sumryadi, I. 2003. Efektifitas Implementasi Kebijakan Otonomi Daerah, Jakarta, CV.
Citra Utama.
Tahir Muhammad 2008, Analisis Implementasi Kebijakan Penertiban Balapan Liar Di Kota Makassar. S1 Program Studi Administrasi Negara, Universitas Muhammadiyah Makassar.
Tjandra R. 2005. Peningkatan Kapasitas Pemerintah Daerah Dalam Pelayanan Publik, Jakarta, Pembaruan.
Undang-Undang No. 22 Tahun 2009, Tentang Lalu Lintas Angkutan Jalan.
Wahab. S. Abdul, 2002. Analisis Kebijakan, Jakarta : Bumi Aksara Waluyo, 2007.
Manajement Publik. Bandung : CV. Mandar Maju.
Waluyo, Silalahi, 2007, Manajemen Publik ( Konsep Implementasi ), Penerbit Maju.
Winardi, J. 2004. Manajemen Prilaku Organisasi. Edisi Revisi. Penerbit Prenada Media. Jakarta.
Winarno Budi, 2008. Kebijakan Publik Teori dan Proses, Jakarta, PT Buku kita.
Wibawa Samodra , 1994, Evaluasi Kebijakan Publik, PT Raja Grafindo Persada, Jakarta.
Zainal, Abidin. S. 2012. Kebijakan Publik, Jakarta : Salemba Humanika.
WAWANCARA DENGAN DIRUT TERMINAL DAYA DAYA KOTA
WAWANCARA DENGAN KETUA PELAKSANA ORGANDA
MOBIL ANGKUTAN PLAT HITAM
MUSFINA AYUB
2. UUD Nomor 22 Tahun 2009 Pasal 36 BAB VI bagian IV paragraf 1 menetapkan bahwa
“setiap kendaraan bermotor umum dalam trayek wajib singgah di Terminal yang sudah ditetapkan”
Dalam permasalahannya kenapa saya mengangkat judul ini karena banyaknya mobil plat hitam yang digunakan sebagai angkutan umum yang jelas-jelas melanggar aturan, karena angkutan mobil plat hitam bebas masuk kota, bebas ambil penumpang dimana saja, bebas menaikkan tarif,
3) disposisi atau sikap : kesadaran pelakasana, petunjuk/arahan pelaksana untuk merespon program kearah yang lebih baik dan para pelaksana harus memahami maksud dan sasaran program.
4) struktur birokrasi : karakteristik, norma-norma, dan pola-pola hubungan yang terjadi berulang-ulang dalam badan eksekutif yang mempunyai hubungan baik potensial maupun nyata dengan apa yang mereka alami dalam mengimplementasikan kebijakan.
IMPEMENTASI KEBIJAKAN:
3) Triangulasi Waktu pelaaksanaan 3) Tahap
penyelesaian
GAMBARAN UMUM TERMINAL DAYA KOTA MAKASSAR
Secara khusus kedudukan Perusahaan Daerah Terminal Makassar Metro ( PD TMM ) didasarkan pada Peraturan Daerah Kota Makassar No. 16 Tahun 1999 tentang pendirian Perusahaan Daerah Terminal Makassar Metro (Lembaran Daerah Kota Makassar No. 16 Tahun 1999 seri D Nomor 3) sebagaimana telah diubah dengan peraturan daerah Kota Makassar Nomor 14 Tahun 2006 (Lembaran Daerah Kota Makassar Nomor 14 Tahun 2006). Disamping itu pengelolaan Terminal Penumpang (Lembaran Daerah Kota
1. Senantiasa memberikan pelayanan jasa terminal secara maksimal.
2. Mengembangkan system informasi mengenai pelayanan jasa terminal angkutan darat terminal di seluruh propinsi yang ada di Sulawesi.
3. Membangun jaringan kerjasama peningkatan pelayanan jasa terminal angkutan darat antar propinsi serta antar kabupaten dan kota.
VISI & MISI TERMINAL DAYA KOTA MAKASSAR
KEBIJAKAN PENERTIBAN ANGKUTAN UMUM DI TERMINAL DAYA KOTA MAKASSAR. 1. Peraturan Daerah No. 14 tahun 2002
tentang “ Perizinan angkutan umum di
2.Surat Keputusan Wali Kota Makassar No. 74 tentang “
“ tapi susah juga memberantas sopir-sopir yang tidak memasuki
Terminal.
mengatakan bahwa :
“Kalau masalah membayar retribusi sebenarnya sopir-sopir angkutan yang masuk dalam area terminal rata-rata sudah membayar retribusi karena tidak mungkin sopir mobil ini bisa masuk diterminal jika tidak membayar retribusi, kecuali yang tidak memasuki
UMUM DI TERMINAL DAYA KOTA MAKASSAR 3. Disposisi atau Sikap
Salah satu faktor yang mempengaruhi efektifitas implementasi kebijakan adalah sikap implementor. Jika impelementor setuju dengan bagian-bagian isi dari maka mereka akan melaksanakan dengan senang hati tetapi jika pandangan mereka berbeda dengan pembuat kebijakan maka proses implementasi akan mengalami banyak masalah.
4. Struktur Birokrasi
Membahas pelaksana suatu kebijakan, tidak dapat dilepaskan dari struktur birokrasi, standar operasional, struktur birokrasi adalah karakteristik, norma-norma, dan pola-pola hubungan yang terjadi berulang-ulang dalam badan eksekutif yang mempunyai hubungan baik potensial maupun nyata dengan apa yang mereka miliki dalam menjalankan kebijakan.