Dari hasil informasi yang telah peneliti himpun. Terdapat beberapa masalah yang akan peneliti berikan usulan untuk membenahi proses pemberdayaan di Komunitas Tasawuf Underground. Peneliti juga berharap saran yang diberikan dapat dijadikan sebagai bahan rujukan dan pertimbangan serta evaluasi ke depannya.
Komunitas Tasawuf Underground harus tetap eksis berkembang hingga menjadi sebuah pesantren kaum marginal seperti anak jalanan, komunitas punk dan lainnya, sebagaimana yang di cita-citakan pendirinya, semua program harus menjadi fokus utama, apapun itu programnya. Seiring perkembangan jaman dan teknologi di era distrupsi dewasa ini, Komunitas Tasawuf Underground wajib segera menyesuaikan terutama dalam hal pengembangan kualitas sumber daya manusia yang menjadi keunggulan Tasawuf Underground. Peningkatan disiplin anggota binaan harus menjadi perhatian utama, guna terciptanya ekosistem yang konsisten dalam mewadahi dan mengembangkan kelompok-kelompok yang termarginalkan. Secara karakteristik Komunitas Tasawuf Underground sudah sangat cukup menyita perhatian, dengan model pendidikan agama non formal dan model pemberdayaan masyarakat yang lues dan terkesan tidak menggurui, hal ini di harapkan oleh peneliti harus tetap dipertahankan sebagai ciri khas.
Teruntuk Abang-abang santri binaan Tasawuf Underground, tetaplah istiqomah jangan sampe goyah apalagi kembali hilang arah. Abaikan apa kata orang tentang penampilan, karena Mesut Ozil pernah berkata “Only God Can Judge Me”. Yang maknanya hanya Tuhan yang bisa memberikan penghukuman terhadapku.
95
DAFTAR PUSTAKA
Anwas, Oos M (2019) “Pemberdayaan Masyarakat di Era Global”. Bandung: Alfabeta
Bakri, Maskuri. (2017) “Pemberdayaan Masyarakat Pendekatan RRA dan PRA”. Surabaya: Visipress Media
Emzir, (2012) “Metodologi Penelitian Kualitatif Analisis Data”. Jakarta: Rajawali Press.
Huraerah, Abu. (2018). “Kekerasan Terhadap Anak” Bandung: Penerbit Nuansa Cendikia.
Hikmat, Harry (2013). “Strategi Pemberdayaan Masyarakat” Bandung: Humaniora Utama Press.
Indrajet, Wisnu (2014). “Pemberdayaan Masyarakat & Pembangunan”, Malang: Intras Publishing
Mulyawan, Rahman (2016), “Masyarakat, Wilayah dan Pembangunan”, Bandung: UNPAD Press
Suharto Edy, (2010), “Membangun Masyarakat Memberdayakan Rakyat”, Aditama Press
Sugiyono, (2013) “Metode Penelitian Kuantitatif, Kualitatif dan R & D”, Bandung: Alfabeta.
Soetomo, (2010) “Masalah Sosial dan Upaya Pemecahannya”, Pustaka Pelajar.
Suryana, (2010) “Metodologi Penelitian Model Praktis Penelitian Kuantitatif dan kualitatif”, Bandung: UPI
Sudrajat, (2014) “Kiat Mengentaskan Pengangguran & Kemiskinan Melalui Wirausaha”, Jakarta: Bumi Aksara
Suyanto B. (2019), “Sosiologi Anak”, Jakarta: Prenadamedia Group Syopiansyah Jaya Putra, Dkk (2006), “Pedoman Penulisan Karya Ilmiah
(Skripsi, Tesis, dan Disertasi), Jakarta: Ce’QDA
Teguh, Ambar Sulistiyani (2017), “Kemitraan Dan Model-Model Pemberdayaan”, Yogyakarta: Gava Media
Tjetjep Rohendi Rohidi, (1992)”Analisis Data Kualitatif”, Jakarta: UI Press.
Purwosantoso. (2002). “Masalah Sosial dalam Pembangunan di Pedesaan”. Jakarta: Bumi Aksara.
JURNAL
Andriyani Mustika N. 2012. “Ekploitasi Anak: Perlindungan Hukum Anak Jalanan dalm Perspektif Hukum Pidana di Daerah Yogyakarta.” Jurnal Jurispridence Vol. 1 No. 1 Bulan Juli Tahun 2012.
Lutya, T.M. (2010). Lifestyle and Routine Activities of South African
Teenegers at Risk of being trafficked for Involuntary Prostitution.
Pretotia: University of Petrotia.
Masdar F. Mas'udi, (1987), "Mukaddimah: Dakwah, Membela Kepentingan
Siapa?” dalam Majalah Pesantren, No. 4 Vol. IV, Jakarta: P3M
Sudrajat, Tata. 1999. “Isu Prioritas dan Program Intervensi untuk Menangani
Anak Jalanan.” Jurnal Hakiki Vol. 1 No. 2 November 1999.
Sk Rektor UIN Syarif Hidayatullah Jakarta (2017), No 507 Pedoman
Penulisan Karya Ilmiah (Skripsi, Tesis dan Disertasi), UIN Jakarta Press
MEDIA ONLINE
Situs Portal Departement Pendidikan Nasional, cet. Ke-4,.1180. diakses 25 Juli 2020 pukul 14.01
Situs Portal Pedoman Penyelenggaraan Program Kecakapan, Direktorat Jendral Pendidikan Luar Sekolah dan Pemerintahan Departemen Pendidikan Nasional 2003, 5. Diakses 25 Juli 2020 pukul 14.05
seputarpengetahuan.co.id 2019 09, diakses 26 Juli 2020 10:34
Lampiran I: Surat-surat
Lampiran II: Tabel Catatan Observasi
TABEL CATATAN OBSERVASI
NO TANGGAL OBYEK OBSERVASI DESKRIPSI 1 13 Februari 2020 Pengamatan lokasi penelitian & Penyampaian Ijin Penelitian
Mendatangi lokasi penelitian dan menyampaikan maksud serta tujuan untuk melakukan penelitian di Komunitas Tasawuf Underground kepada pengurus, dan meminta ijin untuk melakukan wawancara kepada pendiri Komunitas Tasawuf Underground 2 22 September 2020 Wawancara gambaran umum
Bertemu bersilaturahmi dengan pendiri Komunitas Tasawuf Underground, kemudian melakukan sesi wawancara tentang gambaran umum objek penelitian seperti: Sejarah, profil Komunitas Tasawuf Underground, visi misi dan pemberdayaan apa saja yang ada di Komunitas Tasawuf Underground. Kemudian dijelaskan dan diterangkan oleh Ustadz Halim Ambiya selaku pendiri Komunitas Tasawuf Underground dan didapatkan data bahwa terdapat beberapa pemberdayaan yang dilakukan Komunitas Tasawuf Underground, diantaranya: pemberdayaan barista kopi, pemberdayaan loundry, pemberdayaan budidaya ikan hias dan pemberdayaan keterampilan wirausaha sablon hingga sumber dana Komunitas Tasawuf Underground. 3 2 Maret 2021 Tahap prakondisi pemberdayaan
Mengamati dan melakukan wawancara dengan anak binaan yang dibina di Komunitas Tasawuf Underground. Kemudian didapatkan
data bahwa terdapat tahapan-tahapan yang dilakukan oleh Komunitas Tasawuf Underground sebelum anak jalanan atau anak binaan masuk ke dalam sebuah proses pemberdayaan. Adapun tahap pemberdayaanya yaitu: Tahap pendekatan humanis kepada anak jalanan, tahap peningkatan spiritualitas, tahap transformasi anak jalanan dan tahap peningkatan intelektualitas. 4 4 Juli 2021 Proses pemberdayaan Anak Jalanan Melalui Keterampilan Wirausaha Sablon
Berdasarkan hasil pengamatan dan data yang ditemukan peneliti, didapatkan bahwa proses pemberdayaan anak jalanan melalui keterampilan wirausaha sablon, terdapat beberapa proses. Adapun prosesnya yaitu,: Proses edukasi keterampilan sablon, pelatihan dan praktek pembuatan desain, proses pendampingan dan pemberian motivasi dan workshop kiat-kiat menjadi wirausahawan 5 5 Juli 2021 Mendampingi proses pelatihan komputer yang dilaksanakan mahasiswa PMI UIN Jakarta
Setelah mendengar keterangan dari data wawancara dan hasil pengamatan proses keterampilan sablon, kemudian didapati bahwa faktor penghambat salah satunya adalah, kurangnya penguasaan atau kemampuan komputer para anak binaan, kemudian setelah itu penulis berinisiatif untuk berpartisipasi aktif dan merangkul HMJ PMI UIN Jakarta untuk masuk memberikan program kepada Komunitas Tasawuf Underground dengan tujuan agar para anak binaan dapat belajar komputer, yaitu desain grafis seperti photoshop. Hal ini disambut baik oleh para pengurus tak terkecuali Ustadz Halim Ambiya yang menyambut gembira program pelatihan ini.
6 7 Juli 2021 Hasil
pemberdayaan keterampilan wirausaha sablon
Berdasarkan hasil pengamatan dan kemudian penulis melakukan wawancara kepada Bang Widy, Bang Trian, Bang Suhardi dan Bang Bintang mengenai keberhasilan yang didapatkan sejauh ini dalam pemberdayaan melalui keterampilan wirausaha sablon, kemudian didapatkan bahwa mereka amat sangat senang dan merasa hidup lebih bermanfaat ketimbang sebelumnya, didapatkan kesimpulan bahwa mereka berhasil menguasai teknik sablon, mendapatkan ilmu pengetahuan agama, terbentuknya sifat sensitif ke arah pembangunan yang positif, memiliki ketaatan dan peduli lingkungan, dan terciptanya sifat psikomotorik yang timbul dari tahapan dan proses yang mereka lalui di Komunitas Tasawuf Underground. 7 10 Juli 2021 Pengambilan dokumentasi & Menggali data tentang kondisi kegiatan pemberdayaan di masa Pandemi Covid 19
Pada kesempatan ini, penulis banyak mengambil dokumentasi tentang proses pemberdayaan melalui keterampilan sablon, pemberdayaan-pemberdayaan yang ada di Komunitas Tasawuf Underground hingga berbagai aset dan objek lokasi. Kemudian setelah itu berdiskusi soal kondisi kegiatan semasa pandemi Covid 19 dengan pengurus Komunitas Tasawuf Underground, para anak binaan dan Ustadz Halim Ambiya.
8 15 Juli 2021 Silaturahmi & penyampaian penelitian selesai
Setelah semua dirasa cukup dan data yang digali telah memadai. Penulis terus bersilaturahmi dan menyampaikan ucapan terimakasih kepada seluruh elemen Komunitas Tasawuf Underground telah memberikan ijin dan waktunya untuk mau dijadikan objek, diwawancarai
dan dimintai data-data tentang Komunitas Tasawuf Underground. Dan hingga saat inipun penulis masih terus berhubungan baik dengan para anak binaan, Ustadz Halim Ambiya dan selalu menyinggahi Kantor Tasawuf Underground.
Lampiran III: Foto-Foto
Gambar wawancara dengan Bang M. Rifqi alias Bintang
Gambar seusai mewawancarai Bang Suhardi
Gambar setelah kegiatan pelatihan komputer
Lampiran IV: Pedoman Wawancara
Pedoman wawancara
Pendiri dan Pengurus Tasawuf Underground Nama :
Usia :
1. Apa yang melatar belakangi berdirinya Komunitas Tasawuf Underground ?
Jawaban:
2. Sejak kapan Komunitas ini dibentuk ? Jawaban:
3. Apa persyaratan untuk menjadi santri atau binaan Komunitas Tasawuf Underground ini?
Jawaban:
4. Berapa banyak anak binaan yang berada di Komunitas Tasawuf Underground ?
Jawaban:
5. Usia berapa saja yang terdapat di Komunitas Tasawuf Underground? Jawaban:
6. Bagaimana cara bapak mengajak anak-anak jalanan untuk bergabung di Komunitas ini?
Jawaban:
7. Motivasi apa yang bapak berikan untuk memberikan kesadaran kepada anak binaan?
Jawaban:
8. Apakah komunitas ini terafiliasi dengan lembaga pemerintah? Jawaban:
9. Dari mana sumber dana Komunitas Tasawuf Underground ini? Jawaban:
10. Program apa saja yang ada di Komunitas Tasawuf Underground ini? Jawaban:
11. Bagaimana proses dalam melakukan penyadaran kepada anak-anak binaan?
Jawaban:
12. Perubahan apa yang terjadi setelah mereka bergabung di komunitas ini?
13. Bagaimana proses pemberdayaan keterampilan wirausaha sablon ini berjalan?
Jawaban:
14. Bagaimana hasil yang diperoleh dalam program keterampilan wirausaha sablon?
Jawaban:
15. Hasil apa saja yang sudah didapatkan dari program yang sudah berjalan?
Jawaban:
16. Apa saja suka dan duka yang bapak/ibu rasakan selama membina atau menyadarkan anak-anak jalanan?
Jawaban:
17. Apa saja faktor penghambat dan pendukung dalam pembinaan anak jalanan di Komunitas ini ?
Jawaban:
18. Apa harapan bapak terhadap berdirinya Komunitas ini bagi para anak-anak jalanan?
Pedoman wawancara Anak Binaan/Santri Komunitas Tasawuf Underground Nama :
Usia :
1. Sejak kapan anda dibinaan di Komunitas Tasawuf Underground ? Jawaban:
2. Dari mana anda mengetahui informasi tentang Tasawuf Underground ?
Jawaban:
3. Mengapa anda memilih untuk berada dan dibina disini ? Jawaban:
4. Apa motivasi anda ingin dibina di Komunitas Tasawuf Underground ini?
Jawaban:
5. Apa pekerjaan/kegiatan anda sebelum tinggal di Komunitas ini? Jawaban:
6. Apa saja yang anda dapatkan selama dibina komunitas Tasawuf Underground ?
Jawaban:
7. Bagaimana sekarang anda memenuhi kebutuhan hidup sehari hari? Jawaban:
8. Bagaimana anda mendapatkan keterampilan sablon? Jawaban:
9. Apakah sebelumnya anda sudah mempunyai kemampuan di bidang sablon?
Jawaban:
10. Bagaimana proses sablon yang diajarkan Komunitas ini? Jawaban:
11. Apakah anda mendapatkan pengetahuan tentang wirausaha sablon? Jawaban:
12. Sudahkah anda merasa berhasil menguasai keterampilan sablon? Jawaban:
13. Apakah ada hambatan yang anda dapatkan selama dibina Komunitas Tasawuf Underground?
14. Apa suka dan duka yang anda rasakan selama dibina tentang wirausaha sablon di komunitas Tasawuf underground? Jawaban:
15. Apakah anda selamanya akan ikut terus berada di Komunitas Tasawuf Underground ini?
Jawaban:
16. Akankah dimasa yang akan datang anda keluar dari Komunitas ini dan mendirikan usaha sablon atau usaha lain yang bermanfaat bagi anda dan orang lain?
Jawaban:
17. Adakah Kritik dan saran untuk Komunitas Tasawuf Underground ini? Jawaban:
Lampiran V: Hasil Wawancara
Pedoman wawancara
Pendiri sekaligus pemilik & Pengurus Tasawuf Underground Nama : Al Ustadz Halim Ambiya
Usia : 49
1. Apa yang melatar belakangi berdirinya Komunitas Tasawuf Underground ?
Jawaban: Antusiasme anak-anak jalanan yang menyimak kajian di facebook.
2. Sejak kapan Komunitas ini dibentuk ? Jawaban: 8 Februari 2012
3. Apa persyaratan untuk menjadi santri atau binaan Komunitas Tasawuf Underground ini?
Jawaban: Tidak ada
4. Berapa banyak anak binaan yang berada di Komunitas Tasawuf Underground ?
Jawaban: Secara umum ada 40-50 anak,hanya yang baru bisa mukim sekitar 10
5. Usia berapa saja yang terdapat di Komunitas Tasawuf Underground? Jawaban: Beragam mulai dari 15-40
6. Bagaimana cara bapak mengajak anak-anak jalanan untuk bergabung di Komunitas ini?
Jawaban: Mendekati secara perlahan step by step
7. Motivasi apa yang bapak berikan untuk memberikan kesadaran kepada anak binaan?
Jawaban: Kajian-kajian tasawuf atau kitab-kitab tasawuf ( jalan pulang kepada Allah dan kepada keluarga)
8. Apakah komunitas ini terafiliasi dengan lembaga pemerintah? Jawaban: Tidak
9. Dari mana sumber dana Komunitas Tasawuf Underground ini? Jawaban: Relawan
10. Program apa saja yang ada di Komunitas Tasawuf Underground ini? Jawaban: Pengajian, ziarah makam, pemberdayaan sablon, kopi, kuliner, loundry, angkringan.
11. Bagaimana proses dalam melakukan penyadaran kepada anak-anak binaan?
Jawaban: Peningkatan spiriualitas, tahap transformasi, tahap pengetahuan.
12. Perubahan apa yang terjadi setelah mereka bergabung di komunitas ini?
Jawaban: Meninggalkan narkoba, kejahatan, rajin mandi, solat dan mengaji.
13. Bagaimana proses pemberdayaan keterampilan wirausaha sablon ini berjalan?
Jawaban: Ini mrupakan konsep dari jalan pulang kepada keluarga melalui konsep pemberdayaan ekonomi dan sosial, salah satunya sabon ini.
14. Bagaimana hasil yang diperoleh dalam program keterampilan wirausaha sablon?
Jawaban: Mereka dulunya para ahli tato lalu bertaubat dan saya pindahkan objeknya ke desain atau sablon dan akhirnya mereka tidak mau nato lagi.
15. Hasil apa saja yang sudah didapatkan dari program yang sudah berjalan?
Jawaban: beragam, mulai dari perubahan karakter, prinsip hidup dan gaya hidup.
16. Apa saja suka dan duka yang bapak/ibu rasakan selama membina atau menyadarkan anak-anak jalanan?
Jawaban: Sukanya ketika mereka sudah bertranformasi meninggalkan kebiasaan lama, dukanya selalu saja ada abu jahal.
17. Apa saja faktor penghambat dan pendukung dalam pembinaan anak jalanan di Komunitas ini ?
Jawaban: penghambat, covid 19, kendala dalam desain dan komputer sehingga menghambat di desain, trus juga latar belakang yang
berbeda dan juga emosional yang berbeda beda. Pendukung itu relawan, pihak-pihak yang mau secara sukarela untuk membantu secara individu atau kelompok.
18. Apa harapan bapak terhadap berdirinya Komunitas ini bagi para anak-anak jalanan?
Jawaban: Dapat mengispirasi orang lain dan membuka pemikiran tentang anak jalanan dan punk memiliki masa depan yang sama, masa lalu itu jadi sejarah masing-masing, ingin Agama itu hadir dan harus menjadi sendi di segala aspek kehidupan.
Pedoman wawancara
Pendiri sekaligus pemilik & Pengurus Tasawuf Underground Nama : Aan Sujana
Usia : 27 Tahun
1. Apa yang melatar belakangi berdirinya Komunitas Tasawuf Underground ?
Jawaban: Kita sebagai pengurus membantu pak ustadz, kalo untuk terciptanya kantor karna antusias anak jalanan buat pengen mukim. 2. Sejak kapan Komunitas ini dibentuk ?
Jawaban: 9 Tahun yang lalu.
3. Apa persyaratan untuk menjadi santri atau binaan Komunitas Tasawuf Underground ini?
Jawaban: Ngga ada bang.
4. Berapa banyak anak binaan yang berada di Komunitas Tasawuf Underground ?
Jawaban: Kalo dikantor ada 10 orang.
5. Usia berapa saja yang terdapat di Komunitas Tasawuf Underground? Jawaban: Beragam bang mulai dari belasan sampai puluhan.
6. Bagaimana cara bapak mengajak anak-anak jalanan untuk bergabung di Komunitas ini?
Jawaban: Dulu itu pak ustadz yang bergerak sama temen-temen beliau, kalo saya kan khusus untuk disini membina sebagai koor santri.
7. Motivasi apa yang bapak berikan untuk memberikan kesadaran kepada anak binaan?
Jawaban: Pendampungan dikantor secara persuasif juga. 8. Apakah komunitas ini terafiliasi dengan lembaga pemerintah?
Jawaban: Ngga bang.
9. Dari mana sumber dana Komunitas Tasawuf Underground ini? Jawaban: Dari relawan, kita juga pengurus ngeluarin, sama bantuan-bantuan yang masuknya dari pak ustadz.
10. Program apa saja yang ada di Komunitas Tasawuf Underground ini? Jawaban: Kalo untuk program pemberdayannya ada 4, pertama pemberdayaan barista kopi, pemberdayaan loundry, peberdayaan budi daya ikan, sama pemberdayaan wira usaha sablon.
11. Bagaimana proses dalam melakukan penyadaran kepada anak-anak binaan?
Jawaban: Prosesnya panjang bang, mulai dari pendekatan, kemudian tahap perubahan, sampai tahap peningkatan pengetahuan.
12. Perubahan apa yang terjadi setelah mereka bergabung di komunitas ini?
Jawaban: Anak binaan memperoleh pengetahuan agama islam, mendapatkan keterampilan sablon, meninggalkan nartoba dan obat-obatan psikotropika, mulai menjalankan solat lima waktu, aktif berdzikir dan bersolawat, meninggalkan jalanan, beberapa membuka usaha sendiri dirumahnya, terus beberapa ada yang mondok disini dan membantu merekrut anak-anak punk jalanan.
13. Bagaimana proses pemberdayaan keterampilan wirausaha sablon ini berjalan?
Jawaban: Pertama proses edukasi ketrampilan sablon, pelatihan dan praktek pembuatan desain, proses pendampingan pelatihan dan pemberian motivasi sama workshop kiat-kiat menjadi wirausahawan. 14. Bagaimana hasil yang diperoleh dalam program keterampilan
Jawaban: Mereka anak binaan memiliki pengetahuan agama islam, mendapatkan ilmu sablon, menguasai keterampilan menyablon, dapat menjadi tutor dalam bidang sablon, mendapatkan peluang menjadi seorang wirausahawan, mereka mampu dan berdaya secara mandiri dalam mengelola unit usaha yang terdapat disini, siap kembali ke keluarganya jika mereka mau.
15. Hasil apa saja yang sudah didapatkan dari program yang sudah berjalan?
Jawaban: Sama seperti yang sebelumnya.
16. Apa saja suka dan duka yang bapak/ibu rasakan selama membina atau menyadarkan anak-anak jalanan?
Jawaban: Perlu kesabaran yang exstra dan istiqomah yang paling penting.
17. Apa saja faktor penghambat dan pendukung dalam pembinaan anak jalanan di Komunitas ini ?
Jawaban: Banyak relawan yang membantu ketersediaan tenaga materi dari relawan, perhatian dari pihak-pihak tertentu secara pribadi ataupun kelompok.
18. Apa harapan bapak terhadap berdirinya Komunitas ini bagi para anak-anak jalanan?
Jawaban: Dapat menginspirasi orang lain dan dapat melihat secara jernih persoalan anak jalanan.
Pedoman wawancara
Pendiri sekaligus pemilik & Pengurus Tasawuf Underground Nama : M. Ridwan
Usia : 22 tahun
1. Apa yang melatar belakangi berdirinya Komunitas Tasawuf Underground ?
Jawaban: Permintaan yang banyak. 2. Sejak kapan Komunitas ini dibentuk ?
Jawaban: Sejak 2012.
3. Apa persyaratan untuk menjadi santri atau binaan Komunitas Tasawuf Underground ini?
Jawaban: Tidak ada.
4. Berapa banyak anak binaan yang berada di Komunitas Tasawuf Underground ?
Jawaban: Ada 10 orang.
5. Usia berapa saja yang terdapat di Komunitas Tasawuf Underground? Jawaban: Beragam dari usia 17 sampai 40 an ada.
6. Bagaimana cara bapak mengajak anak-anak jalanan untuk bergabung di Komunitas ini?
Jawaban: Secara pelan-pelan masuk ke mereka, awal dari media sosial sampai banyaknya antusias mereka dan akhirnya kita mendirikan kantor.
7. Motivasi apa yang bapak berikan untuk memberikan kesadaran kepada anak binaan?
Jawaban: Motivasi tentang kehidupan dalam hal ini tasawuf. 8. Apakah komunitas ini terafiliasi dengan lembaga pemerintah?
9. Dari mana sumber dana Komunitas Tasawuf Underground ini? Jawaban: Pak ustadz, relawan dan pengurus.
10. Program apa saja yang ada di Komunitas Tasawuf Underground ini? Jawaban: Kalo untuk program pemberdayannya ada 4, pertama pemberdayaan barista kopi, pemberdayaan loundry, peberdayaan budi daya ikan, sama pemberdayaan wira usaha sablon.
11. Bagaimana proses dalam melakukan penyadaran kepada anak-anak binaan?
Jawaban: Prosesnya panjang bang, mulai dari pendekatan, kemudian tahap perubahan, sampai tahap peningkatan pengetahuan.
12. Perubahan apa yang terjadi setelah mereka bergabung di komunitas ini?
Jawaban: Anak binaan memperoleh pengetahuan agama islam, mendapatkan keterampilan sablon, meninggalkan nartoba dan obat-obatan psikotropika, mulai menjalankan solat lima waktu, aktif berdzikir dan bersolawat, meninggalkan jalanan, beberapa membuka usaha sendiri dirumahnya, terus beberapa ada yang mondok disini dan membantu merekrut anak-anak punk jalanan.
13. Bagaimana proses pemberdayaan keterampilan wirausaha sablon ini berjalan?
Jawaban: Pertama proses edukasi ketrampilan sablon, pelatihan dan praktek pembuatan desain, proses pendampingan pelatihan dan pemberian motivasi sama workshop kiat-kiat menjadi wirausahawan. 14. Bagaimana hasil yang diperoleh dalam program keterampilan
wirausaha sablon?
Jawaban: Mereka anak binaan memiliki pengetahuan agama islam, mendapatkan ilmu sablon, menguasai keterampilan menyablon, dapat
menjadi tutor dalam bidang sablon, mendapatkan peluang menjadi seorang wirausahawan, mereka mampu dan berdaya secara mandiri dalam mengelola unit usaha yang terdapat disini, siap kembali ke keluarganya jika mereka mau.
15. Hasil apa saja yang sudah didapatkan dari program yang sudah berjalan?
Jawaban: Sama seperti yang sebelumnya.
16. Apa saja suka dan duka yang bapak/ibu rasakan selama membina atau menyadarkan anak-anak jalanan?
Jawaban: Perlu kesabaran yang exstra dan istiqomah yang paling penting.
17. Apa saja faktor penghambat dan pendukung dalam pembinaan anak jalanan di Komunitas ini ?
Jawaban: Banyak relawan yang membantu ketersediaan tenaga materi dari relawan, perhatian dari pihak-pihak tertentu secara pribadi ataupun kelompok.
18. Apa harapan bapak terhadap berdirinya Komunitas ini bagi para anak-anak jalanan?
Jawaban: Dapat menginspirasi orang lain dan dapat melihat secara jernih persoalan anak jalanan.
Pedoman wawancara Anak Binaan/Santri Komunitas Tasawuf Underground Nama : Widynophanza Eka Putra
Usia : 29 Tahun
1. Sejak kapan anda dibinaan di Komunitas Tasawuf Underground ? Jawaban: Di bina kurang lebih 2 Tahun.
2. Dari mana anda mengetahui informasi tentang Tasawuf Underground ?
Jawaban: Dari temen yang ngajak ngaji ditebet.
3. Mengapa anda memilih untuk berada dan dibina disini ? Jawaban: Penasaran untuk mengaji tahun 2018.
4. Apa motivasi anda ingin dibina di Komunitas Tasawuf Underground ini?
Jawaban: Proses perjalanan saya juga, serta niat hati saya berbenah dan berubah, kejenuhan dijalanan.
5. Apa pekerjaan/kegiatan anda sebelum tinggal di Komunitas ini? Jawaban: Kegiatan dijalan itu ngamen, kalo dkampung kerja , berjualan aksesoris pun, bolak-balik Jakarta sumatra untuk beli barang dagangan.
6. Apa saja yang anda dapatkan selama dibina komunitas Tasawuf Underground ?
Jawaban: Ya alhamdulillah kalo sekarang udah bisa wudhu, solat