BAB V PELAKSANAAN AKTUALISASI NILAI-NILAI DASAR PROFESI
B. SARAN
Setelah melakukan semua kegiatan aktualisasi di Dinas Kesehatan Kabupaten Kapuass Hulu, ada beberapa saran terkait kegiatan yang dilaksanakan, antara lain: 1. Aktualisasi nilai dasar ANEKA sangat baik untuk diterapkan seluruh ASN
untuk mendukung pelayanan dan kinerja. Hal tersebut menjadi sangat vital dalam melaksanakan kegiatan-kegiatan yang melibatkan berbagai pihak. Sehingga akan tercipta Good of Government dan Good Governence yang akan menumbuhkan kepercayaan masyarakat terhadap pemerintah,
2. Penggunaan media video pengolahan MP-ASI dalam promosi tentang kesehatan dapat menjadi alat bantu dalam menyampaikan informasi yang mudah diakses melalui media internet sehingga dapat tersampaikan secara luas.
DAFTAR PUSTAKA
Kementerian Kesehatan RI. (2020). Buku Kesehatan Ibu dan Anak. Jakarta: Kementrian Kesehatan RI.
Kementrian Kesehatan RI. (2019). Pedoman Pemberian Makan Bayi dan Anak
(PMBA). Jakarta: Kementrian Kesehatan RI.
PerLAN No. 1 Tahun 2021. (2021). Pelatihan Dasar Calon Pegawai Negeri Sipil. Jakarta: Lembaga Administrasi Negara.
Tim Penulis Modul. (2015). Modul Pelatihan Dasar Calon PNS : Anti Korupsi. Jakarta: Lembaga Administrasi Negara.
Tim Penulis Modul. (2015). Modul Pelatihan Dasar Calon PNS : Etika Publik. Jakarta: Lembaga Administrasi Negara.
Tim Penulis Modul. (2015). Modul Pelatihan Dasar Calon PNS : Komitmen Mutu. Jakarta: Lembaga Administasi Negara.
Tim Penulis Modul. (2017). Modul Pelatihan Dasar Calon PNS : Akuntabilitas
PNS. Jakarta: Lembaga Administrasi Negara.
Tim Penulis Modul. (2017). Modul Pelatihan Dasar Calon PNS : Manajemen ASN. Jakarta: Lembaga Administrasi Negara.
Tim Penulis Modul. (2017). Modul Pelatihan Dasar Calon PNS : Nasionalisme. Jakarta: Lembaga Administrasi Negara.
Tim Penulis Modul. (2017). Modul Pelatihan Dasar Calon PNS : Pelayanan
Publik. Jakarta: Lembaga Administrasi Nasional.
Tim Penulis Modul. (2017). Modul Pelatihan Dasar Calon PNS : Whole of
Government. Jakarta: Lembaga Administrasi Negara.
LAMPIRAN-LAMPIRAN
Lampiran 1 Dokumentasi Tahapan Kegiatan KEGIATAN 1
MEMBUAT MEDIA INFORMASI TENTANG PEMBERIAN MAKAN BAYI DAN ANAK No Tahapan Kegiatan Output Dokumentasi Kegiatan
1 Mencari Referensi Materi Pemberian Makan Bayi dan anak
Mendapatkan referensi materi pemberian makan bayi dan anak
2 Membuat draf media informasi
Draf materi pemberian makan bayi dan anak
3 Konsultasi draf materi kepada mentor
Hasil perubahan dan masukan dari mentor
4 Merevisi draf sesuai masukan dan arahan mentor
Draf hasil perubahan dan masukan
5 Menyiapkan bahan-bahan untuk membuat media informasi Bahan dan alat untuk membuat media informasi
6 Membuat perekaman video media promosi
Video pengolahan MPASI
KEGIATAN 2
MELAKUKAN KOORDINASI DENGAN PETUGAS PUSKESMAS PUTUSSIBAU SELATAN
No Tahapan Kegiatan Output Dokumentasi Kegiatan 1 Konsultasi kepada atasan langsung/mentor dengan sopan Mendapat arahan dan masukan 2 Menghubungi petugas Puskesmas mengenai kegiatan yang akan dilaksanakan dengan menyampaikan kegiatan yang akan dilaksanakan dan menentukan jadwal kegiatan
Tersampaika nnya rencana kegiatan
3 Membuat Daftar Hadir untuk daftar peserta yang datang Daftar Hadir 4 Menentukan sasaran penyuluhan agar tersampainya tujuan kegiatan Sasaran Penyuluhan kader posyandu balita
KEGIATAN 3
MELAKUKAN KOORDINASI DENGAN PETUGAS PUSKESMAS PUTUSSIBAU SELATAN No Tahapan Kegiatan Output Dokumentasi Kegiatan
1 Meminta izin atasan untuk melakukan penyuluhan
pemberian makan bayi dan anak dengan sopan Mendapat izin 2 Mempersiapkan materi penyuluhan pemberian makan pada bayi dan anak dengan sederhana Tersedia media digital sebagai pembantu penyuluhan 3 Mempersiapkan media untuk membantu penyuluhan pemberian makan pada bayi dan anak
Tersedia media sebagai alat pembantu penyuluhan
4 Menginformasikan maksud dan tujuan penyuluhan
pemberian makan pada bayi dan anak dan demi kepentingan bersama, berdoa dan agar kegiatan tersampaikan dengan Tersampainya maksud dan tujuan penyuluhan
5 Melakukan
penyuluhan stuting yang berfokus pada pemberian makan bayi dan anak dengan tanggung jawab, profesionalisme dan koordinasi bersama rekan kerja Tersampaikan isi materi penyuluhan 6 Melakukan pre-test
dan post-test untuk menilai efektifitas kegiatan, dan kejelasan target dari kegiatan
Hasil pre-test dan post-test
KEGIATAN 4
Membuat laporan hasil kegiatan
No Tahapan Kegiatan Output Dokumentasi Kegiatan 1 Mengumpulkan data hasil kegiatan Tersedia dafar hadir, hasil pre-test dan post-test, dokumentasi kegiatan 2 Merekapitulasi data hasil penyuluhan Merekapitulasi hasil pre-test dan post-test 3 Mengkonsultasikan hasil kegiatan kepada atasan Hasil konsultasi, perubahan format laporan hasil kegiatan
4 Merevisi Laporan hasil kegiatan sesuai arahan mentor
Perbaikan revisi
5 Mencetak laporan hasil kegiatan dan menyerahkan kepada mentor Laporan Hasil Kegiatan
Lampiran 2 Dokumen-Dokumen
Draf Materi Penyuluhan
Materi Pemberian Makan Bayi dan anak
Asslamau’alaikum Wr Wb.
Perkenalkan nama saya Rizky Affandi, Ahli Gizi di Dinas Kesehatan Kabupaten Kapuas Hulu Pada kesempatan kali ini, saya akan menjelaskan Makanan Pendamping ASI
Nah, pada bulan pertama kehidupan sikecil, ASI saja memang sudah cukup untuk memenuhi kebutuhan Nutrisinya..
Namun, saat usia sudah mencapai 6 bulan, kebutuhan energy dan nutrisinya meningkat, sekedar asi saja tidak bias mencukupi kebutuhannya…
Oleh sebab itu, sejak usia 6 bulan, sikecil membutuhkan makanan pendamping asi atau biasa disebut MPASI
Nah, Ibu harus tahu resiko terlambat atau terlalu cepat pemberian MPASI Jika terlalu lambat memberikan MPASI kepada sikecil,
Risikonya dapat… Menghambat pertumbuhan, menyebabkan kekurangan zat besi, menghambat fungsi oromotor sehingga sikecil sering mengeluarkan air liur dan sulit mengunyah.
Selain terlalu lambat memberikan MP ASI, resiko pemberian MPASI terlalu dini bias menyebabkan Diare, atau konstipasi, meningkatkan obesitas dan meningkatkan alergi makanan.
Nah, mengapa MPASI?
• Usia 6-9 bulan, ASI hanya memenuhi 75% kebutuhan energi untuk bayi, sehingga kekurangannya dipenuhi oleh MP-ASI
• Usia 9-12 bulan, ASI hanya memenuhi 50% kebutuhan energi untuk bayi, sehingga kekurangannya dipenuhi oleh MP-ASI
• Usia 12-24 bulan, ASI hanya memenuhi 25% kebutuhan energi untuk bayi, sehingga kekurangannya dipenuhi oleh MP-ASI
• Semakin bertambah usia anak, semakin banyak MP-ASI yang harus diberikan kepada bayi/ anak
Dalam pemberian makan bayi dan anak, Bagaimana sih syarat pemberian makan bayi dan anak yang benar
2. Mulai 6 bulan baru diberikan mpasi
a. jumlahnya 2 hingga 3 sendok makan sekali makan dan sehari 2-3 kali sehari ditambah asi sesuai keinginan bayi
b. tektrurnya bisa diberikan bubur saring sudah ditumbuk dan disaring/pirit c. variasi ada 4 bintang
i. bintang pertama yaitu sumber karbohidrat seperti nasi, ubi, kentang dan jagung ii. bintang kedua yaitu lauk pauk (hewani), seperti daging, ayam, ikan dan telur iii. bintang ketiga yaitu lauk nabati atau kadang kacangan dan olahannya seperti,
tempe, tahun, kacang tanah, kacang hijau dan lain lain iv. dan bintang ke empat yaitu sayur dan buah
Masukkan video pengolahan makan 6 bulan
Untuk anak usia 6 hingga 8 bulan, ibu sudah bisa memberikan mpasi Mpasi yang dibuat itu 4 bintang, diblender dan atau ditumbuk dan disaring
3. dan untuk anak untuk usia 9 hingga 12 bulan bunda sudah bisa memberikan
a. 3 sampai 4 kali makan utama dan 1 sampai 2 kali selingan per hari ditambah ASI b. jumlahnya ½ sampai ¾ mangkuk berukuran 250 ml atau ukuran mangkuk ayam c. teksturnya yaitu makanan keluarga yang sudah dicincang atau diiris iris
d. dan variasinya tetap 4 bintang sumber karbohidrat, lauk pauk, kacang kacangan dan sayur dan buah
Masukkan video pengolahan makan 9 bulan
Nah, berikut adalah contoh pembuatan mpasi untuk usia 9 hingga 12 bulan
Tetap menggunakan variasi 4 bintang, namun tekstur yang diinginkan disini adalah tekstur yang dicincang untuk merangsang anak agar mau mengunyah
4. Untuk anak usia 12 hingga 24 bulan, ibu sudah bias memberikan makan keluarga kepada anak tersebut
a. Untuk jumlahnya itu sebanyak ½ -3/4 mangkuk 250 ml
b. Untuk pemberiannya 3-4 kali sehari ditambah asi dan 1-2 kali sehari c. Variasi makan tetap 4 bintang
i. Makanan pokok ii. Lauk protein hewani iii. Lauk protein nabati
iv. Sayur dan buah Hijau atau merah,
Masukkan video pengolahan makan anak 12 bulan / makan keluarga
5. Dan jangan lupa untuk selalu memperhatikan kebersihan alat makan dan selalu mencuci tangan sebelum memberikan makan dan memberikan makan pada bayi
Materi STUNTING
LAPORAN HASIL KEGIATAN
PENYULUHAN TENTANG STUNTING DAN PEMBERIAN
MAKAN BAYI DAN ANAK DI DESA SAYUT
KECAMATAN PUTUSSIBAU SELATAN
KABUPATEN KAPUAS HULU
PADA TANGGAL
26 AGUSTUS 2021
OLEH:
RIZKY AFFANDI, A.Md.Gizi
DINAS KESEHATAN KABUPATEN KAPUAS HULU
2021
KERANGKA ACUAN KERJA (TERM OF REFFERENCE)
PENYULUHAN STUNTING DAN PEMBERIAN MAKAN BAYI DAN ANAK KABUPATEN KAPUAS HULU
NAMA OPD : DINAS KESEHATAN KABUPATEN KAPUAS HULU
BIDANG : KESEHATAN MASYARAKAT NAMA PROGRAM : PERBAIKAN GIZI MASYARAKAT
NAMA KEGIATAN : PENYULUHAN STUNTING DAN PEMBERIAN MAKAN BAYI DAN ANAK
A. LATAR BELAKANG
Anak merupakan generasi penerus yang berpotensi untuk mewujudkan kualitas dan keberlangsungan bangsa. Sebagai generasi penerus bangsa anak harus dipersiapkan sejak dini dengan upaya yang tepat, terencana, intensif dan berkesinambungan agar tercapainya kualitas tumbuh kembang fisik, mental, intelektual, social dan spiritual tertinggi. Anak berhak mendapatkan pemenuhan, perlindungan serta pernghargaan akan hak asasinya.
Dalam proses tumbuh kembang yang merupakan ciri khas anak usia 0-2 tahun merupakan periode emas karena pada periode tersebut, terjadi pertumbuhan otak yang pesat. Pemberian makan yang optimal pada periode tersebut sangat penting untuk menunjang pertumbuhan otak, sebaliknya pada periode ini anak sangat rentan terhadap kekurangan zat gizi dengan segala akibat.
Adapun masalah gizi yang menjadi perhatian utama dunia terutama Indonesia saar ini adalah anak balita pendek (stunting). Data Riset Kesehatan Dasar (Riskesdas) tahun 2018 memperlihatkan bahwa prevalensi Balita stunting sebesar 30,8% artinya 3 dari 10 Balita Indonesia mengalami stunting. Anak balita stunting tidak disebabkan oleh keturunan tetapi umumnya disebabkan oleh kekurangan gizi dana tau mengalami sakit dalam waktu yang relative lama, terutama pada usia 1000 hari pertama kehidupan. Secara umum stunting yang terjadi pada 1000 hari pertama kehidupan dapat menyebkan daya tahan tubuh rendah, kecerdasan rendah dan produktifitas rendah pada saat dewasa.
Untuk mencapai tumbuh kembang anak yang optimal dan mencegah kekurangan gizi, maka Kementerian Kesehatan telah menetapkan Strategi Pemberian Makanan Bayi dan Anak
rekomendasi standar emas PMBA yaitu: Inisiasi Menyusu Dini (IMD), memberikan ASI Ekslusif sejak bayi lahir sampai berusia 6 bulan, memberikan Makanan Pendamping Air Susu Ibu (MP ASI) mulai usia 6 bulan, dan melanjutkan pemberian ASI sampai anak berusia 2 tahun atau lebih.
Upaya peningkatan status gizi masyarakat tidak hanya cukup dengan meningkatkan perluasan jangkauan pelayanan saja, tetapi perlu dilakukan bersama dengan peningkatan pengetahuan dan keterampilan masyarakat khususnya kader desa sebagai ujung tombak pelayanan kesehatan. Salah satu upaya untuk meningkatkan penanggulangan masalah gizi melalui penyuluhan Pemberian Makan Bayi dan Anak (PMBA) agar mereka mampu mengatasi secara mandiri dalam menangani masalahnya.
B. TUJUAN KEGIATAN 1. Tujuan umum
Meningkatkan pengetahuan ibu kader untuk menyampaikan ibu Balita (0-24 bulan) dalam pemberian makan bayi dan anak.
2. Tujuan Khusus
a. Meningkatkan kemanpuan ibu kader posyandu dalam memberikan informasi kepada ibu balita (0-24 bulan) dalam memberikan makan pada anaknya;
b. Meningkatkan pengetahuan kader posyandu dalam memberikan informasi kepada ibu balita dalam praktik pemberian makan yang tepat pada bayi dan anak usia 0-24 bulan
C. KEGIATAN POKOK DAN RINCIAN KEGIATAN
No Kegiatan pokok Rincian Kegiatan
1 Refreshing kader Penyuluhan tentang Stunting dan PMBA
D. CARA MELAKSANAKAN KEGIATAN
1. Memberikan informasi kepada kader tentang tempat dan tanggal kegiatan 2. Mempersiapkan materi
3. Mempersiapkan ATK 4. Pembukaan Penyuluhan
5. Melakukan penyuluhan dengan metode ceramah, tanya jawab dan menyaksikan video pembuatan MP-ASI
8. Penutup
E. SASARAN
Sasaran kegiatan penyuluhan tentang Stunting dan Pemberian Makan Bayi dan anak adalah Kader posyandu balita di Desa Sayut Kecamatan Putussibau Selatan berjumlah 6 orang.
F. JADWAL PELAKSANAAN KEGIATAN
No KEGIATAN Juli 2021 Minggu 1 Minggu 2 Minggu 3 Minggu 4 1 Mengirimkan surat pemberitahuan
2 Mempersiapkan tempat pelaksanaan
3 Mempersiapkan alat dan bahan penyuluhan 4 Melakukan penyuluhan
G. Monitoring dan Evaluasi pelaksanaan kegiatan
Ketepatan pelaksanaan, ketertiban saat pelaksanaan kegiatan, peserta mengikuti kegiatan dari awal sampai akhir
H. Pencatatan, pelaporan dan evaluasi kegiatan
1. Pencatatan
Pemberian Materi dan ATK 2. Pelaporan
Absensi, Kerangka Acuan Kegiatan 3. Evaluasi Kegiatan
Laporan Hasil Kegiatan
Mengetahui, Mentor
SITI WAHDAH, S.Gz., RD., M.P.H NIP. 19711201 199403 2 006
Pelaksana Kegiatan
Rizky Affandi, A.Md.Gizi NIP. 19950803 202012 1 008
JADWAL KEGIATAN
PENYULUHAN STUNTING DAN PEMBERIAN MAKANAN BAYI DAN ANAK (PMBA) DI DESA SAYUT KECAMATAN PUTUSSIBAU SELATAN
KABUPATEN KAPUAS HULU TANGGAL 26 JULI 2021
No Waktu Pelaksanaan
Kegiatan Penanggung Jawab
1 Senin, 26 Juli 2021
09.00-09.15 Pembukaan
Perkenalan, berdoa, harapan, dan tujuan dilanjutkan dengan Pretest
Petugas Gizi
2 09.15 – 10.30 Penyampaian materi Apa Itu Stunting?
Mengapa PMBA penting?
Pemberian MP-ASI yang dianjurkan Menyaksikan video proses
pengolahan MP-ASI
Pembahasan, Sesi tanya jawab Post Test
Petugas Gizi
LAPORAN HASIL KEGIATAN PENYULUHAN KESEHATAN TENTANG STUNTING DAN PEMBERIAN MAKAN BAYI DAN ANAK
DI POSYANDU PANGGILINGAN DESA SAYUT KECAMATAN PUTUSSIBAU SELATAN
KABUPATEN KAPUAS HULU
A. Waktu dan Tempat Pelaksanaan
Waktu : Senin, 26 Juli 2021, Pukul 09.00 WIB
Tempat : Posyandu Panggilingan, desa Sayut Kecamatan Putussibau Selatan, Kabupaten Kapuas Hulu
B. Tahap Persiapan
Sebelum kegiatan dimulai maka semua tempat dan peralatan sudah disiapkan terlebih dahulu. Kemudian mengadakan kontrak dengan Kader dan Ibu Balita berkaitan dengan tempat dan waktu akan dilaksanakannya penyuluhan. Sedangakan materi penyuluhan sudah dipersiapkan sebelum kegiatan dengan menggunakan presentasi Power Point dan Video Pengolahan Makanan.
C. Tahap Pelaksanaan
1. Acara pelaksanaan penyuluhan dimulai pada pukul 09.00 wib. Kegiatan ini dilaksanakan tepat waktu sesuai dengan yang dijanjinkan sebelumnya.
2. Kegiatan dilaksanakan oleh peserta latsar CPNS dan berkerja sama dengan rekan kerja serta petugas setempat.
3. Susunan acara
TAHAP WAKTU KEGIATAN METODE MEDIA
PESERTA LATSAR LANSIA
Pembukaan (5 menit)
09.00-09.05 1. Memberi salam dan menyapa 2. Memperkenalkan diri
3. Menjelaskan tujuan pengajaran 4. Memimpin doa 1. Menjawab salam 2. Mendengarkan 3. Mendengarkan 4. Berdoa Ceramah - Pelaksanaan (45 menit)
09.05-09.50 1. Menggali pengetahuan klien tentang stunting dan pemberian makan bayi dan anak dengan pre test dan pertanyaan sederhana
2. Memberikan penjelasan tentang pengertian, penyebab, tanda dan gejala, penanganan stunting
3. Memberikan penjelasan tentang pemberian makan bayi dan anak sesuai Usia, Frekuensi, Jumlah, Tekstur, dan variasi makanan serta untuk tetap menjaga kebersihan dalam pemberian makan.
4. Memberikan pertanyaan sederhana terkait stunting dan pemberian makan bayi dan anak
5. Mempersilahkan peserta untuk bertanya mengenai stunting dan pemberian makan bayi dan anak 6. Menggali pemahaman peserta terhadap
pemberian materi dengan memberikan post test
1. Mengerjakan pretest dan memberi pendapat tentang stunting dan pemberian makan bayi dan anak 2. Mendengarkan
3. Menjawab pertanyaan 4. Memberi pertanyaan
5. Ikut berdiskusi dengan memberikan pendapat dan mengerjakan post test
Ceramah dan Tanya Jawab Laptop dna Proyektor
D. Evaluasi a. Struktur
- Peserta kader yang hadir sebanyak 5 orang.
- Setting tempat penyuluhan berlangsung di Posyandu Panggilingan Desa Sayut Kecamatan Putussibau Selatan.
- Penggunaan bahasa sudah komunikatif dalam penyampaian, kader cukup paham dengan apa yang disampaikan dan peserta latsar mampu memfasilitasi audiens selama jalannya diskusi.
- Peran dan tugas peserta latsar sebagai pelaksana acara telah sesuai.
- Perlengkapan alat dan media yang digunakan sudah lengkap sesuai dengan yang sudah direncanakan yaitu, note book dan alat tulis dan proyektor.
b. Proses
- Pelaksanaan kegiatan penyuluhan berlangsung pada hari Senin 26 Juli 2021 pukul 09.00 wib dan berakhir pukul 10.00 wib
- Kegiatan berjalan lancar sesuai rencana dan kontrak yang telah disepakati diawal pembukaan.
- Kader aktif dalam kegiatan penyuluhan, penuh perhatian, dan kader mengajukan pertanyaan mengenai presentasi penyuluhan yang disampaikan.
- Seluruh perseta mengikuti kegiatan sampai akhir, tidak ada kader yang meninggalkan ruangan dipertengahan acara.
c. Hasil
- Peserta mengetahui pengertian stunting
- Peserta mengetahui penyebab-penyebab stunting
- Peserta mengetahui cara pemberian makan bayi dan anak
d. Saran
Untuk selanjutnya sebaiknya dilakukan kegiatan yang dapat meningkatkan antusias kader dan ibu balita untuk lebih semangat lagi untuk mengikuti kegiatan yang akan dilaksanakan.
Mengetahui, MENTOR
Siti Wahdah, S.Gz. RD., M.P.H
Pembuat Laporan Kegiatan, Peserta Latsar
LAMPIRAN
KEGIATAN PENYULUHAN STUNTING DAN PEMBERIAN MAKAN BAYI DAN ANAK DI POSYANDU PANGGILINGAN DESA SAYUT
KECAMATAN PUTUSSIBAU SELATAN KABUPATEN KAPUAS HULU
RINGKASAN HASIL PRE TEST DAN POST TEST PENYULUHAN STUNTING DAN PMBA
TANGGAL 26 JULI 2021
Berdasarkan rekapitulasi pre test dan post test, dari 5 peserta, terlihat bahwa pada hasil pre test ada dua orang peserta (40%) yang memiliki nilai baik (minimal 8 poin), dan pada saat post test 5 peserta (100%) dengan tren kenaikan baik.
Untuk keluaran dari kegiatan penyuluhan adalah persentase peserta dengan post test 80% benar dengan target kinerja 70%
Maka berdasarkan hasil post test diketahui bahwa 5 peserta yang menjawab 80% benar (minimal 8 dijawab benar) sebanyak 5 orang (100%), artinya target kinerja sebesar 70% sudah tercapai.
KETENTUAN DALAM PENILAIAN
Dalam menentukan tren baik atau tidak baik, hasil pre test dan post test dengan memperhitungkan
4. Jumlah nilai maksimal 10
5. Nilai 80% dari nilai maksimal adalah nilai 8
6. Normatif dalam penilaian jika nilai 80% dari nilai maksimal dikatakan baik
7. Jika pre test mendapat minimal nilai sama atau kurang dari 80%, maka hasil post test yang mendapat nilai 8 sampai 10 disebut tren baik
8. Jika hasil post test sama dengan atau lebih rendah dari nilai pre test maka disebut tren tidak baik kecuali nilai sempurna yaitu 10
SOAL PRE TEST DAN POST TEST
Penyuluhan Stunting dan Pemberian Makan Bayi dan Anak
1. Yang dimaksud dengan stunting adalah anak yang memiliki tinggi badan lebih rendah sesuai dengan grafik indikator dan anak pada usianya
2. Pemberian makan anak pertama kali adalah ASI 3. ASI diberikan pada bayi dengan semau bayi 4. ASI tidak memberikan manfaat untuk bayi
5. ASI ekslusif adalah pemebrian makan pada bayi ASI saja sejak lahir hingga anak berusia 6 bulan
6. Makanan Pendamping ASI diberikan ketika anak berusia 4 bulan 7. Ketika anak berusia 6 bulan, anak diberikan makanan bertekstur lunak 8. Anak usia 8 bulan diberikan makanan bertekstur cincang
9. Ketika anak berusia 12 bulan, sudah bisa diberikan makanan keluarga 10. MPASI cukup hanya karbohidrat dan lauk saja
BIODATA PENULIS
1. Nama : Rizky Affandi, A.Md.Gizi 2. Jenis Kelamin : Laki-laki
3. Tempat/Tanggal Lahir : Mengkayar, 3 Agustus 1995 4. N I P : 19950803 202012 1 008 5. Pangkat / Gol. Ruang : Pengatur / II c
6. Status : Kawin 7. Agama : Islam 8. Pendidikan : D-III Gizi
9. Jabatan : Pelaksana Nutrisionis 10. Unit Kerja
: Dinas Kesehatan
11. Alamat Unit Kerja : Jl. Diponegoro No. 27 Putussibau
12. Alamat Rumah : Jl. Kalimantan No. 34 RT 006/ RW 002 Kel. Kedamin Hilir, Kec. Putussibau Selatan 13. Nomor HP : 081349311361
13. Motto : Jika tidak membantu, jangan menghambat Jika membantu, lakukan sampai tuntas. 14. E-mail