• Tidak ada hasil yang ditemukan

LEMBAR JUDUL LAPORAN AKTUALISASI

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2021

Membagikan "LEMBAR JUDUL LAPORAN AKTUALISASI"

Copied!
106
0
0

Teks penuh

(1)

LEMBAR JUDUL

LAPORAN AKTUALISASI

PENINGKATAN PENGETAHUAN KADER DAN IBU

BALITA DALAM PEMBERIAN MAKAN BAYI

DAN ANAK DI DESA SAYUT KECAMATAN

PUTUSSIBAU SELATAN

DISUSUN OLEH: RIZKY AFFANDI, A.Md.Gizi

NIP. 19950803 202012 1 008 34

BADAN KEPEGAWAIAN DAN PENGEMBANGAN

SUMBER DAYA MANUSIA KABUPATEN KAPUAS HULU

BEKERJA SAMA DENGAN

BADAN PENGEMBANGAN SUMBER DAYA MANUSIA

PROVINSI KALIMANTAN BARAT

(2)

LEMBAR PERSETUJUAN

JUDUL : PENINGKATAN PENGETAHUAN KADER DAN IBU BALITA DALAM PEMBERIAN MAKAN BAYI DAN ANAK DI DESA SAYUT KECAMATAN PUTUSSIBAU SELATAN NAMA : RIZKY AFFANDI, A.Md.Gizi

PANGKAT / GOL. RUANG : PENGATUR / II c NIP : 19950803 202012 1 008 NOMOR DAFTAR HADIR : 34

JABATAN : PELAKSANA NUTRISIONIS

UNIT KERJA/INSTANSI : DINAS KESEHATAN KABUPATEN KAPUAS HULU

Telah disetujui untuk diseminarkan pada hari Kamis tanggal 12 Agustus 2021

Telah diperiksa/disetujui :

COACH,

URAY FERIYUANDA, S.STP., M.Ec.Dev

NIP. 19921013 201206 1 001

Putussibau, 11 Agustus 2021

MENTOR,

SITI WAHDAH, S.Gz.,RD.,M.P.H.

(3)

BERITA ACARA

EVALUASI LAPORAN AKTUALISASI

PELATIHAN DASAR CALON PEGAWAI NEGERI SIPIL GOLONGAN II ANGKATAN XXXII DI LINGKUNGAN PEMERINTAH KABUPATEN KAPUAS HULU TAHUN 2021

Pada hari ini Kamis tanggal Dua Belas bulan Agustus tahun 2021 bertempat di Badan Kepegawaian dan Pengembangan Sumber Daya Manusia Kabupaten Kapuas Hulu (Jl. Danau Luar No. 05 Putussibau), telah dilaksanakan Evaluasi Laporan Aktualisasi bagi Peserta Pelatihan Dasar CPNS Golongan II Angkatan XXXII di Lingkungan Pemerintah Kabupaten Kapuas Hulu Tahun 2021, sebagai berikut :

N a m a : Rizky affandi, A.Md.Gizi Pangkat / Gol. Ruang : Pengatur/IIc

NIP : 19950803 202012 1 008 Jabatan : Nutrisionis Pelaksana

Unit kerja/Instansi : Dinas Kesehatan Kabupaten Kapuas Hulu Mentor : Siti Wahdah, S.Gz.,R.D., M.P.H

Coach : Uray Feriyuanda, S.STP., M.Ec.Dev Penguji : Yetry Fasawal, S.I.P., M.Kesos

Judul : Peningkatan Pengetahuan Kader dan Ibu Balita dalam Pemberian Makan Bayi dan Anak di Desa Sayut Kecamatan Putussibau Selatan Kabupaten Kapuas Hulu

Demikian Berita Acara ini dibuat dengan sebenarnya dan ditandatangani oleh :

MENTOR,

SITI WAHDAH, S.Gz.,RD.,M.P.H.

NIP. 19711201 199403 2 006

PENYAJI,

RIZKY AFFANDI, A.Md.Gizi

NIP. 19950803 202012 1 008

COACH,

URAY FERIYUANDA, S.STP., M.Ec.Dev

NIP. 19921013 201206 1 001

PENGUJI,

YETRY FASAWAL, S.I.P.,M.Kesos

NIP. 19880517 200701 1 005 Mengetahui :

Plt. KEPALA BADAN KEPEGAWAIAN DAN PENGEMBANGAN SUMBER DAYA MANUSIA

KABUPATEN KAPUAS HULU

JANTAU, S.Sos., M.M. Pembina Utama Muda NIP. 19690201 199010 1 001

PEMERINTAH KABUPATEN KAPUAS HULU

BADAN KEPEGAWAIAN DAN PENGEMBANGAN SUMBER

DAYA MANUSIA

Jalan Danau Luar No.05 Putussibau 78711(0567) 21027 Fax. (0567) 21764

(4)

LEMBAR PENGESAHAN LAPORAN AKTUALISASI

JUDUL : PENINGKATAN PENGETAHUAN KADER DAN IBU BALITA DALAM PEMBERIAN MAKAN BAYI DAN ANAK DI DESA SAYUT KECAMATAN PUTUSSIBAU SELATAN KABUPATEN KAPUAS HULU

NAMA : RIZKY AFFANDI, A.Md.Gizi PANGKAT / GOL. RUANG : PENGATUR / II c

NIP : 19950803 202012 1 008 NOMOR DAFTAR HADIR : 34

JABATAN : NUTRISIONIS PELAKSANA

UNIT KERJA / INSTANSI : DINAS KESEHATAN KABUPATEN KAPUAS HULU

Telah diperbaiki berdasarkan koreksi dan/atau saran Penguji pada

Evaluasi Laporan Aktualisasi Pelatihan Dasar Calon Pegawai Negeri Sipil Golongan II Angkatan XXXII di Lingkungan Pemerintah Kabupaten Kapuas Hulu Tahun 2021

pada hari Kamis tanggal 12 Agustus 2021

di Badan Kepegawaian dan Pengembangan Sumber Daya Manusia Kabupaten Kapuas Hulu

Telah diperiksa/disetujui :

COACH,

URAY FERIYUANDA, S.STP., M.Ec.Dev

NIP. 19921013 201206 1 001 Putussibau, Agustus 2021 MENTOR, SITI WAHDAH, S.Gz.,RD.,M.P.H. NIP. 19711201 199403 2 006 Disetujui : PENGUJI,

YETRY FASAWAL, S.I.P.,M.Kesos

(5)

KATA PENGANTAR

Puji syukur penulis panjatkan kehadirat Allah Subhana Wa Ta’ala, yang telah melimpahkan rahmat dan hidaya-Nya sehingga penulis dapat menyelesaikan Laporan Aktualisasi “Peningkatan Pengetahuan Kader dan Ibu Balita Dalam

Pemberian Makan Bayi dan Anak di Desa Sayut Kecamatan Putussibau Selatan Kabupaten Kapuas Hulu” Bagi Calon Pegawai Negeri Sipil dalam

Pelatihan Dasar CPNS Golongan II Angkatan XXXII Pemerintah Kabupaten Kapuas Hulu.

Penulisan laporan ini terlaksana karena kontribusi banyak pihak berupa bimbingan dan motivasi sehingga pada kesempatan ini penulis ingin mengucapkan terima kasih yang sebesar-besarnya kepada:

1. Gubernur Kalimantan Barat; 2. Bupati Kabupaten Kapuas Hulu;

3. Kepala Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia Provinsi Kalimantan Barat;

4. Kepala Badan Kepegawaian dan Pengembangan Sumber Daya Manusia Kabupaten Kapuas Hulu;

5. Plt. Kepala Dinas Kesehatan Kabuparen Kapuas Hulu H. Sudarso, S.Pd., M.M.;

6. Kepala Seksi Gizi Siti Wahdah, S.Gz., R.D., M.P.H. selaku mentor yang membantu memberikan bimbingan, masukan dan pegarahan;

7. Uray Feriyuanda, S.STP., M.Ec.Dev selaku Coach yang telah memberikan bimbingan, motivasi, nasehat-nasehat serta masukan yang sangat berharga dalam penyusunan laporan aktualisasi;

8. Yetry Fasawal, S.I.P., M.Kesos. selaku penguji yang telah memberikan masukan dan saran perbaikan;

9. Kedua orang tuaku Pak Nordi dan Ibu Nasiah yang selalu memberikan doa, membimbing, memberikan semangat dan kasih sayang yang tulus;

10. Istriku Susi Susilawati yang selalu menemani, memberikan dukungan, semangat dan kasih sayang yang tulus;

(6)

11. Rekan Peserta Pelatihan Dasar Calon Pegawai Negeri Sipil Golongan II Angkatan XXXII tahun 2021 Kabupaten Kapuas Hulu yang telah memberikan bantuan dan motivasi.

Penulis berupaya agar Laporan Aktualisasi ini dapat mencapai tujuan, sehingga kritik dan saran yang sifatnya membangun demi kesempurnaan penulisan ini diterima dengan terbuka. Semoga laporan aktualisasi ini dapat bermanfaat bagi penulis maupun bagi pembaca sebagai tambahan pengetahuan yang telah dimiliki.

Putussibau, 11 Agustus 2021 Penulis

(7)

DAFTAR ISI

Hal

LEMBAR JUDUL ... i

LEMBAR PERSETUJUAN... ii

BERITA ACARA ... iii

LEMBAR PENGESAHAN ... iv

KATA PENGANTAR ... v

DAFTAR ISI ... vii

DAFTAR TABEL ... ix DAFTAR BAGAN... x DAFTAR LAMPIRAN ... xi BAB I PENDAHULUAN ... 1 A. LATAR BELAKANG ... 1 B. TUJUAN ... 3 C. MANFAAT ... 4

1. Manfaat aktualisasi secara umum: ... 4

2. Manfaat aktualisasi secara khusus: ... 4

D. RUANG LINGKUP AKTUALISASI ... 4

E. TEMPAT DAN WAKTU KEGIATAN ... 5

1. Tempat Kegiatan ... 5

2. Waktu Kegiatan ... 5

BAB II GAMBARAN UMUM ... 7

A. GAMBARAN UMUM ORGANISASI ... 7

B. VISI DAN MISI ... 7

1. Visi ... 7

2. Misi... 7

C. TUGAS POKOK DAN FUNGSI DINAS KESEHATAN ... 8

D. STRUKTUR ORGANISASI ... 8

E. URAIAN TUGAS JABATAN PESERTA ... 10

F. NILAI-NILAI ORGANISASI ... 11

BAB III NILAI-NILAI DASAR, PERAN DAN KEDUDUKAN APARATUR SIPIL NEGARA... 12

A. IDENTIFIKASI NILAI-NILAI DASAR ASN ... 12

(8)

2. Nasionalisme ... 14

3. Etika Publik ... 15

4. Komitmen Mutu ... 15

5. Anti Korupsi ... 15

B. KEDUDUKAN DAN PERAN APARATUR SIPIL NEGARA DALAM NKRI ... 16

1. Manajemen ASN ... 17

2. Whole of Goverment (WOG) ... 17

3. Pelayanan Publik ... 17

BAB IV LAPORAN AKTUALISASI ... 19

A. IDENTIFIKASI DAN PENETAPAN ISU ... 19

1. Identifikasi Isu ... 19

2. Penetapan Isu ... 20

3. Gagasan penanganan Isu ... 22

B. RANCANGAN AKTUALISASI ... 23

C. Jadwal Implementasi... 30

BAB V PELAKSANAAN AKTUALISASI NILAI-NILAI DASAR PROFESI PNS ... 31

A. PELAKSANAAN KEGIATAN AKTUALISASI NILAI-NILAI DASAR PNS ... 31

B. STRATEGI PEMBIMBINGAN ... 39

C. JADWAL KONSULTASI DENGAN MENTOR ... 40

D. JADWAL KONSULTASI DENGAN COACH ... 41

PENUTUP ... 42 A. KESIMPULAN ... 42 B. SARAN ... 44 DAFTAR PUSTAKA ... 45 LAMPIRAN-LAMPIRAN BIODATA PENULIS

(9)

DAFTAR TABEL

Tabel 1. Data Kepegawaian Seksi Gizi Dinas Kesehatan Kabupaten Kapuas

Hulu ... 10

Tabel 2. Identifikasi Isu ... 19

Tabel 3. Penetapan Kriteria Isu dengan Teknik APKL ... 20

Tabel 4. Analisis Faktor Isu dengan Teknik USG... 21

Tabel 5. Laporan Aktualisasi... 23

Tabel 6. Jadwal Implementasi Aktualisasi Pelatihan Dasar CPNS Golongan II Angkatan XXXII Kabupaten Kapuas Hulu Tahun 2021 ... 30

Tabel 7. Membuat Media Informasi tentang Stunting dan Pemberian Makan bayi dan anak... 31

Tabel 8. Melakukan Koordinasi dengan Petugas Gizi Puskesmas Putussibau Selatan ... 34

Tabel 9. Melakukan Penyuluhan tentang Pemberian Makan Bayi dan Anak kepada Ibu Balita dan Kader Posyandu di Desa Sayut Kecamatan Putussibau Selatan ... 36

Tabel 10. Membuat Laporan Hasil Kegiatan ... 38

Tabel 11. Jadwal Konsultasi Dengan Mentor ... 40

(10)

DAFTAR BAGAN

(11)

DAFTAR LAMPIRAN

Lampiran 1 Dokumentasi Tahapan Kegiatan Lampiran 2 Dokumen-Dokumen

(12)

BAB I PENDAHULUAN A. LATAR BELAKANG

Aparatur Sipil Negara (ASN) merupakan profesi bagi pegawai negeri dan pegawai pemerintah dengan perjanjian kerja yang bekerja pada instansi pemerintah. Pegawai ASN melaksanakan kebijakan publik yang dibuat oleh pejabat pembina kepegawaian sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan, memberikan pelayanan publik yang profesional dan berkualitas dan mempererat persatuan dan kesatuan NKRI, yang berlandaskan kesejahtraan masyarakat yang taat hukum, berperadaban, demokratis, makmur, adil, dan bermoral tinggi dalam menyelengarakan pelayanan kepada masyarakat secara adil dan merata.

Berdasarkan Undang - Undang No. 5 Tahun 2014 tentang Aparatur Sipil Negara, peran dan fungsi ASN adalah sebagai pelaksana kebijakan publik, pelayan publik, serta perekat dan pemersatu bangsa, sejalan dengan fungsi ASN yang ditutut untuk profesional dalam memberikan pelayanan kepada masyarakat atau organisasi dan pihak yang berkepentingan lainnya. Aparatus Sipil Negera (ASN) juga dituntut untuk memberikan pelayanan yang prima, yaitu pelayanan yang prima, yaitu pelayanan yang merujuk pada nilai dasar orientasi mutu.

Dalam rangka mewujudkan visi besar agenda reformasi birokrasi, ASN dituntut untuk mempunyai karakter yang profesional, berintegritas dan berkomitmen baik terhadap fungsi maupun tugas yang diembannya. Peraturan pemerintah Nomor 11 tahun 2017 tentang Manajemen Pegawai Negeri Sipil, dan PERLAN Nomor 1 Tahun 2021 Tentang Pelatihan Dasar Calon Pegawai Negeri Sipil, yang dimaksud Pelatihan Dasar CPNS adalah pendidikan dan pelatihan dalam Masa Prajabatan yang dilakukan secara terintegrasi untuk membangun integritas moral, kejujuran, semangat dan motivasi nasionalisme dan kebangsaan, karakter kepribadian yang unggul dan bertanggung jawab, dan memperkuat profesionalisme serta kompetensi bidang. Tujuan dari Pelatihan Dasar CPNS yaitu untuk meningkatkan kompetensi CPNS agar dapat menjalankan peran dan fungsinya serta tetap mengedepankan penguatan nilai-nilai dan pembentukan karakter dalam

(13)

mencetak PNS yang kompeten di bidangnya serta dapat mengimplementasikan nilai-nilai dasar PNS dalam menjalankan tugasnya.

Calon Pegawai Negeri Sipil atau sering disingkat CPNS sebagai bibit atau penerus perjuangan bangsa dalam mewujudkan cita-citanya perlu ditanamkan nilai-nilai dasar profesi yang kemudian wajib diinternalisasikan dan diaktualisasikan saat kembali ke tempat kerja. Manfaat dari aktualisasi itu sendiri adalah untuk meningkatkan pemahaman ASN tentang nilai-nilai dasar dan sebagai langkah awal ASN untuk dapat belajar menjadi pelayan publik yang profesional. Nilai-nilai dasar tersebut terdiri dari Akuntantabilitas, Nasionalisme, Etika Publik, Komitmen Mutu dan Anti Korupsi yang disingkat menjadi ANEKA.

Aktualisasi terhadap nilai-nilai dasar (ANEKA), wajib diterapkan dalam memberikan pelayanan kepada masyarakat bahkan dalam kehidupan sehari-hari sehingga menjadi suatu kebiasaaan. Jika aktualisasi terhadap nilai-nilai dasar tidak dilakukan, dapat menyebabkan menurunnya kepercayaan masyarakat terhadap kinerja Aparatur Sipil Negara (ASN) sehingga akan berdampak buruk bagi ASN itu sendiri. Oleh karena itu, penulis perlu membuat Laporan Aktualisasi sebagai langkah awal untuk belajar menjadi ASN yang profesional dan berintegrasi tinggi serta menjadi ASN yang berkualitas. Laporan Aktualisasi ini akan dilakukan di Unit Kerja masing-masing ASN.

Pelatihan yang memadukan pembelajaran klasikal dan non klasikal di tempat pelatihan dan di tempat tugas sehingga memungkinkan peserta mampu mengaktualisasikan dan membuatnya menjadi kebiasaan (habituasi), dan merasakan manfaatnya. Karakter PNS profesional dibentuk dari sikap dan perilaku disiplin PNS, nilai-nilai dasar profesi PNS, dan pengetahuan tentang kedudukan dan peran PNS dalam NKRI serta mengusai tugasnya sehingga mampu melaksanakan tugas dan perannya secara profesional sebagai pelayan publik.

Peran ASN dibidang kesehatan melalui kegiatan mewujudkan pelayanan kesehatan yang berkualitas di unit kerja Dinas Kesehatan Kabupaten Kapuas Hulu. Selain mendukung dalam terlaksananya pelayanan kesehatan, Dinas Kesehatan juga harus menyediakan data yang akurat mengenai sasaran dan target demi tercapainya pelayanan publik yang PRIMA, salah satunya adalah tersedianya

(14)

sarana promosi kesehatan terkait gizi dan makanan di wilayah kerjanya, untuk menentukan tindakan yang tepat dalam penanganan masalah gizi yang harus diselesaikan.

Berdasarkan data Riskesda tahun 2018, persentase balita 0-59 bulan stunting (pendek dan sangat pendek) secara Nasional 30,8%. Menurut data PSG Kabupaten Kapuas Hulu tahun 2019, persentase stunting balita 0-59 bulan 36.1% dan pada tahun 2020 persentase stunting 32,9%. Selanjutnya angka stunting di Kecamatan Putussibau Selatan pada tahun 2019 adalah 36,3% dan pada tahun 2020 mengalami penurunan 32,9%, dan angka stunting di Desa Sayut tahun 2019 adalah 67,6% dan pada tahun 2020 adalah 73,3%. Berdasarkan data tersebut menunjukkan adanya penurunan angka stunting di tingkat kabupaten dan kecamatan namun ternjadi peningkatan yang signifikan di Desa Sayut Kecamatan Putussibau selatan selama dua tahun berturut. Rendahnya pengetahuan tentang pemberian makan pada bayi dan anak, kemiskinan, rendahnya sarana air bersih dan sanitasi lingkungan yang buruk adalah beberapa masalah utama yang dapat menyebabkan masih tingginya kasus masalah gizi di Desa Sayut Kecamatan Putussibau Selatan.

B. TUJUAN

Tujuan pelaksanaan aktualisasi bagi penulis sebagai Peserta Pelatihan Dasar Calon Pegawai Negeri Sipil Golongan II yaitu:

1. Meningkatkan pengetahuan, keahlian, keterampilan dan sikap untuk melaksanakan tugas secara profesional.

2. Menciptakan aparatur yang mampu berperan sebagai pembaharu dan perekat persatuan dan kesatuan.

3. Memantapkan sikap dan semangat pengabdian yang berorientasi pada pelayanan, pengayoman dan pemberdayaan masyaraka.

(15)

C. MANFAAT

Adapun manfaat pelaksanaan aktualisasi terdiri dari manfaat umum dan manfaat khusus.

1. Manfaat aktualisasi secara umum:

Adapun manfaat secara umum yang didapatkan dari aktualisasi sebagai berikut:

a. Membentuk ASN yang profesional dan kompeten dalam bidangnya.

b. Membantu organisasi untuk mewujudkan visi-misinya dan menerapkan nilai-nilai organisasi.

2. Manfaat aktualisasi secara khusus:

Adapun manfaat secara khusus yang didapatkan dari aktualisasi sebagai berikut:

a. Terselesaikannya tugas akhir Pelatihan Dasar CPNS Golongan II.

b. Terlatihnya menjadi ASN yang profesional melalui penerapan nilai dasar profesi ASN yaitu ANEKA (Akuntabilitas, Nasionalisme, Etika Publik, Komitmen Mutu dan Anti Korupsi).

D. RUANG LINGKUP AKTUALISASI

Adapun ruang lingkup atau batasan penyusunan laporan aktualisasi ini, antara lain:

1. Hal-hal yang melatarabelakangi adanya isu yang muncul di unit kerja Dinas Kesehatan, yaitu tingginya angka stunting selama dua tahun berturut-turut di desa Sayut Kecamatan Putussibau Selatan;

2. Dalam upaya menyelesaikan isu tersebut maka dibuatlah gagasan pemecahan isu tersebut dengan melakukan peningkatan pengetahuan kader dan ibu balita di desa Sayut Kecamatan Putussibau Selatan;

3. Dalam penerapan gagasan pemecahan isu maka penulis akan melaksanakan sesuai dengan nilai-nilai dasar profesi PNS yang meliputi Akuntabilitas, Nasionalisme, Etika Publik, Komitmen Mutu dan Anti Korupsi, serta peran dan

(16)

kedudukan PNS dalam Manajemen ASN, Whole of Government (WoG), dan Pelayanan publik;

4. Upaya yang dilaksanakan meliputi beberapa kegiatan antara lain: Membuat media informasi tentang pemberian makan pada bayi dan anak, melakukan koordinasi dengan petugas gizi Puskesmas Putussibau Selatan, melakukan penyuluhan tentang stunting yang berfokus kepada pemberian makan bayi dan anak kepada kader posyandu dan ibu balita di Desa Sayut Kecamatan Putussibau Selatan, dan membuat laporan hasil pelaksanaan kegiatan;

5. Pelaksanaan laporan aktualisasi dilaksanakan 30 (tiga puluh) hari selama di tempat kerja.

E. TEMPAT DAN WAKTU KEGIATAN

Adapun tempat dan waktu pelaksanaan pelatihan dasar CPNS di Kabupaten Kapuas Hulu adalah.

1. Tempat Kegiatan

Kegiatan on class dilaksanakan di Gedung Aula Penginapan Uncak Lestari di Jalan Lintas Selatan Kelurahan Kedamin Hilir Kecamatan Putussibau Selatan Kabupaten Kapuas Hulu dan off class dilaksanakan di Dinas Kesehatan Kapuas Hulu.

2. Waktu Kegiatan

Waktu penyelengaraan pelatihan dasar CPNS Golongan II Angkatan XXXII Kabupaten Kapuas Hulu Tahun 2021 Akan dilaksanakan selama 511 (lima ratus sebelas) JP atau setara dengan 51 (lima puluh satu) hari kerja dengan rincian sebagai berikut:

a. Selama 177 (seratus tujuh puluh tujuh) JP yang dilaksanakan selama 18 (delapan belas) hari kerja di tempat penyelengaraan pelatihan dasar calon pegawai negeri sipil;

b. Selama 320 (tiga ratus dua puluh) JP yang dilaksanakan selama 30 (tiga puluh) hari kerja di tempat kerja/unit kerja asal peserta;

(17)

d. Pada saat pembelajaran klasik sebagaimana huruf a dan huruf c, Peserta diasramakan dan diberikan kegiatan penunjang kesehatan jasmani berupa senam kesegaran jasmani.

(18)

BAB II

GAMBARAN UMUM A. GAMBARAN UMUM ORGANISASI

Dinas Kesehatan Kapuas Hulu terletak di Jl. Diponegoro Nomor 27, Putussibau, pada saat ini dipimpin oleh H. Sudarso, S.Pd., M.M. sebagai Pelaksana Tugas dan bertanggung jawab kepada Bupati. Berdasarkan pada Peraturan Daerah Kabupaten Kapuas Hulu Nomor 02 Tahun 2005 tentang Pembentukan Organisasi Dinas Kabupaten Kapuas Hulu dan Keputusan Bupati Kapuas Hulu Nomor 49 Tahun 2017 tentang kedudukan, susunan organisasi, tugas dan fungsi, serta tata kerja Dinas Kesehatan Kabupaten Kapuas Hulu. Secara umum Dinas Kesehatan terdiri dari satu Sekretariat dan empat Bidang, yaitu Bidang Sumber Daya Kesehatan, Bidang Kesehatan Masyarakat, Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit, serta Bidang Pelayanan Kesehatan yang masing-masing memiliki kedudukan, tugas pokok dan fungsi yang diatur dalam Peraturan Menteri Kesehatan Repunlik Indonesia Nomor 49 Tahun 2016.

B. VISI DAN MISI

Adapun Visi dan Misi Bupati Kabupaten Kapuas Hulu yang dikutip sesuai dengan situs resminya adalah:

1. Visi

Adapun visi Pelayanan Kabupaten Kapuas Hulu adalah “Terwujudnya

Kapuas Hulu Yang Harmonis, Energik, Berdaya Saing, Amanah, dan Terampil “Kapuas Hulu HEBAT”

2. Misi

Untuk mewujudkan Visi, maka perlunya Misi dalam mewujudkan Kabupaten Kapuas Hulu sebagai berikut:

a. Mewujudkan Masyarakat Kapuas Hulu yang harmonis dalam kerukunan kehidupan beragama, budaya dan keamanan;

b. Mewujudkan Kapuas Hulu yang kreatif menuju desa mandiri, pengembangan aktifitas ekonomi yang adil dan pro rakyat, serta ramah investasi;

(19)

c. Mewujudkan masyarakat Kapuas Hulu yang berbudaya, mandiri, cerdas dan inovatif dalam meningkatkan kualitas dan mutu pendidikan yang memiliki daya saing;

d. Mewujudkan Tata Kelola Pemerintahan yang bersih, berwibawa dan tersedianya infrastruktur publik yang berbasis transparansi, responsibilitas dan akuntanbilitas;

e. Mewujudkan Kapuas Hulu yang sejahtera dalam pelayanan kesehatan dasar yang bermutu bagi masyarakat.

C. TUGAS POKOK DAN FUNGSI DINAS KESEHATAN

Dinas Kesehatan mempunyai tugas membantu Bupati melaksanakan pemerintahan bidang kesehatan yang menjadi kewenangan daerah dan tugas pembantuan yang diberikan kepada daerah. Dalam melaksanakan tugas pokok, Dinas Kesehatan melaksanakan fungsi:

1. Perumusan kebijakan teknis disektor kesehatan; 2. Pelaksanaan urusan pemerintahan disektor kesehatan;

3. Pelaksanaan evaluasi dan pelaporan pelaksanaan urusan pemerintahan disektor kesehatan;

4. Pelaksanaan administrasi dinas

5. Pelaksanaan fungsi lain yang diserahkan oleh bupati sesuai dengan tugas dan fungsinya.

D. STRUKTUR ORGANISASI

Adapun struktur organisasi Dinas Kesehatan Kabupaten Kapuas Hulu dapat dilihat di bagan 1.

(20)

Bagan 1. Struktur Organisasi Dinas Kesehatan Kabupaten Kapuas Hulu

Sumber: Profil Dinas Kesehatan Kab. Kapuas Hulu

Bidang Kesehatan Masyarakat dipimpin oleh seorang Kepala Bidang berada di bawah dan bertanggungjawab kepada Kelapa Dinas melalui Sekretaris serta bertugas membantu Kepala Dinas merumuskan dan melaksanakan kebijakan teknis pelayanan kesehatan keluarga, perbaikan gizi sera promosi dan pemberdayaan masyarakat. Bidang kesehatan Masyarakat membawahi tiga sub bidang kerja, yaitu: 1. Seksi Kesehatan Keluarga;

2. Seksi Promosi Kesehatan dan Pemberdayaan Masyarakat; 3. Seksi Gizi.

Seksi Gizi dipimpin oleh seorang Kepala Seksi Gizi yang berada di bawah tanggungjawab kepada Kepala Bidang Kesehatan Masyarakat serta mempunyai tugas membantu Bidang Kesehatan Masyarakat dalam penyiapan bahan, perumusan dan pelaksanaan perbaikan gizi. Seksi Gizi dalam melaksanakan tugasnya memiliki fungsi sebagai berikut:

1. Penyusunan rencana kegiatan Seksi Gizi;

2. Penyiapan petunjuk teknis dan petunjuk pelaksanaan perbaikan gizi;

3. Penyelenggaraan bimbingan teknis dan supervise kegiatan peningkatan gizi keluarga dan masyarakat;

(21)

4. Mengumpulkan data dan pengolahan data perkembangan gizi keluarga, institusi dan masyarakat;

5. Penyelenggaraan penanggulangan gizi buruk;

6. Penyelenggaraan peningkatan gizi keluarga dan masyarakat; 7. Pemenuhan kecukupan dan perbaikan gizi pada masyarakat;

8. Peningkatan pengetahuan dan kesadaran masyarakat dan pentingnya gizi serta pengaruhnya terhadap peningkatan status gizi;

9. Pemantauan, pengevaluasian dan pelaporan pelaksana tugas Seksi Gizi; 10. Pelaksanaan tugas lain yang diberikan oleh Kepala Bidang Kesehatan

Masyarakat sesuai dengan tugas dan fungsinya.

Tabel 1. Data Kepegawaian Seksi Gizi Dinas Kesehatan Kabupaten Kapuas Hulu

No Nama NIP Jabatan Pangkat/ Golongan

1 Siti Wahdah, S.Gz.,R.D., M.P.H. 19701201 199403 2 001 Kepala Seksi Gizi

Penata Tk.I / III d 2 Suci Gartina, AMG 19870429 201001 2 013

Nutrisionis Pelaksana Lanjutan Penata Muda Tk.I/ III b 3 Tri Martuti, A.Md.Gz 19810215 201001 2 007

Nutrisionis Pelaksana Lanjutan Penata Muda Tk.I/ III b 4 Oktoviani Rahmawati, A.Md.Gz 19941031 202012 2 018 Nutrisionis

Terampil

Pengatur/ II c 5 Rizky Affandi, A.Md.Gizi 19950803 202012 1 008 Nutrisionis

Terampil

Pengatur/ II c 6 Yuli Ratnasari, A.Md.Kep Kontrak Daerah

7 Upik Darsinawati, A.Md.Kep Kontrak Daerah 8 Oktaviana Kartiningsih, A.Md.Kep Kontrak Daerah

(22)

E. URAIAN TUGAS JABATAN PESERTA

Penulis merupakan peserta Diklat Prajabatan Golongan II sebagai Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS) di Bidang Kesehatan Masyarakat, Sub Bidang kerja Seksi Gizi, Dinas Kesehatan Kabupaten Kapuas Hulu dengan jabatan Nutrisionis Terampil. Adapun uraian tugas pokok jabatan peserta diklat berdasarkan analisis jabatan sebagai berikut:

1. Membuat pelaporan bulanan pelayanan gizi remaja putri 2. Membuat laporan distribusi Vitamin A dan Obat Cacing

3. Melakukan entry data laporan surveylans gizi melalui ePPGBM

4. Melakukan pengolahan dan analisa data hasil survey pemantauan status gizi PSG balita

5. Membuat inventasi suplemen gizi 6. Membuat peta kecamatan rawan gizi

7. Melaksanakan tugas lain yang diberikan kepala Seksi gizi

F. NILAI-NILAI ORGANISASI

Nilai-nilai yang terdapat di Dinas Kesehatan Kabupaten Kapuas Hulu adalah Peduli, Ramah, Ikhlas, Mandiri dan Adil yang selanjutnya disebut dengan PRIMA.

Peduli Selalu tanggap terhadap permasalahan Pelanggaan

Ramah Memberikan pelayanan dengan senyum, sapa, salam, sopan & santun Ikhlas Memberikan Pelayanan dengan Tulus dan tanpa Pamrih

Mandiri Selalu berusaha secara optimal sesuai kemampuan yang dimiliki dan percaya diri

(23)

BAB III

NILAI-NILAI DASAR, PERAN DAN KEDUDUKAN APARATUR SIPIL NEGARA

A. IDENTIFIKASI NILAI-NILAI DASAR ASN

Sebagai abdi Negara, seorang Aparatur Sipil Negara (ASN) memiliki tanggung jawab yang besar terhadap kemajuan bangsa dan Negara. Segala hal yang terkait dengan kewajiban-kewajiban ASN telah diatur secara rinci dalam Undang-Undang ASN yaitu Undang-Undang-Undang-Undang Nomor 5 Tahun 2014. Begitu pula dengan segala tingkah dan perilaku seorang Pegawai Negeri Sipil (PNS) telah ditentukan untuk berpedoman pada nilai-nilai dasar yang telah ditetapkan. Diantara nilai-nilai tersebut ialah Akuntabilitas, Nasionalisme, Etika Publik, Komitmen Mutu dan Anti Korupsi (ANEKA). Berikut penjelasan mengenai nilai-nilai dasar ASN.

1. Akuntabilitas

Akuntabilitas merupakan sebuah kewajiban individu, kelompok, atau institusi untuk memenuhi tanggung jawab yang menjadi amanahnya. Amanah seorang Pegawai Negeri Sipil adalah menjamin terwujudnya nilai-nilai publik antara lain: a. Mampu mengambil pilihan yang tepat dan benar ketika terjadi konflik

kepentingan antara kepentingan publik dengan sektor, kelompok dan pribadi; b. Memiliki pemahaman dan kesadaran untuk menghindari dan mencegah

keterlibatan PNS dalam politik praktis;

c. Memperlakukan warga negara secara sama dan adil dalam penyelenggaraan pemerintahan dan pelayanan publik;

d. Menunjukkan sikap dan prilaku yang konsisten dan dapat diandalkan sebagaipenyelenggara pemerintah.

Akuntabilitas terdiri dari beberapa aspek. Menurut LAN RI, 2021, aspek-aspek tersebut terdiri dari:

a. Akuntabilitas adalah sebuah hubungan; b. Akuntabilitas berorientasi pada hasil;

c. Akuntabilitas membutuhkan adanya laporan; d. Akuntabilitas memerlukan konsekuensi;

(24)

e. Akuntabilitas memperbaiki kinerja.

Berdasarkan aspek-aspek tersebut seorang PNS harus memiliki tanggung jawab dalam menjalankan setiap tugasnya. Bovens (dalam LAN RI, 2015:10) menyatakan bahwa akuntabilitas publik memiliki tiga fungsi utama yaitu:

a. Untuk menyediakan kontrol demokratis (peran demokrasi);

b. Untuk mencegah korupsi dan penyalahgunaan kekuasaan (peran konstitusional);

c. Untuk meningkatkan efisiensi dan efektivitas (peran belajar).

Akuntabilitas publik dapat dibedakan menjadi dua, yaitu akuntabilitas vertikal (vertical accountability) dan akuntabilitas horizontal (horizontal

accountability). Akuntabilitas vertikal merupakan pertanggungjawaban atas

pengelolaan dana kepada otoritas yang lebih tinggi. Akuntabilitas vertikal membutuhkan pejabat pemerintah untuk melaporkan “ke bawah” kepada publik. Sedangkan akuntabilitas horizontal adalah pertanggungjawaban kepada masyarakat luas. Akuntabilitas ini membutuhkan pejabat pemerintah untuk melaporkan “ke samping” kepada para pejabat lainnya dan lembaga negara.

Selain itu, menurut LAN RI, akuntabilitas terdiri dari 5 tingkatan, sebagai berikut: a. Akuntabilitas personal; b. Akuntabilitas individu; c. Akuntabilitas kelompok; d. Akuntabilitas organisasi; e. Akuntabilitas stakeholder.

Nilai-nilai sebagai upaya menciptakan lingkungan kerja yang akuntabel antara lain:

a. Kepemimpinan (memberikan contoh pada orang lain, adanya komitmen yang tinggi dalam melakukan pekerjaan);

b. Transparansi (mendorong komunikasi dan kerjasama, meningkatkan kepercayaan dan keyakinan kepada pimpinan);

(25)

c. Integritas (kewajiban untuk mematuhi undang-undang, kontrak, kebajikan, dan peraturan yang berlaku);

d. Tanggung jawab/Responsibilitas (terbagi atas responsibilitas perseorangan dan responsibilitas institusi);

e. Keadilan (ketidakadilan dapat menghancurkan kepercayaan dan kredibilitas organisasi);

f. Kepercayaan (lingkungan akuntabilitas akan lahir dari hal-hal yang dapat

dipercaya);

g. Keseimbangan (keseimbangan antara akuntabilitas dan kewenangan, sertaharapan dan kapasitas);

h. Kejelasan (mengetahui kewenangan dan tanggung jawab); dan i. Konsistensi (konsistensi menjamin kestabilan).

Berdasarkan uraian di atas dapat disimpulkan bahwa akuntabilitas merupakan kewajiban pertanggungjawaban yang harus dicapai oleh PNS.

2. Nasionalisme

Nasionalisme dalam arti sempit adalah suatu sikap yang meninggikan bangsanya sendiri, sekaligus tidak menghargai bangsa lain sebagaimana mestinya (chauvinism). Sedangkan dalam arti luas, nasionalisme merupakan pandangan tentang rasa cinta yang wajar terhadap bangsa dan negara, dan sekaligus menghormati bangsa lain. Secara politis nasionalisme berarti pandangan atau paham kecintaan manusia Indonesia terhadap bangsa dan tanah airnya yang didasarkan pada nilai-nilai Pancasila.

Menurut Undang-Undang Nomor 5 tahun 2014 tentang Aparatur Sipil Negara, salah satu fungsi ASN adalah menjalankan kebijakan publik. Kebijakan publik diharapkan dapat dilakukan dengan integritas tinggi dalam melayani publik sehingga dalam menjadi pelayan publik yang professional. ASN adalah aparat pelaksana yang melaksanakan segala peraturan perundang-undangan yang menjadi landasan kebijakan publik untuk mencapai tujuan-tujuan yang ditetapkan.

Indikator nilai dasar nasionalisme mencakup religius, hormat menghormati, kerja sama, tidak memaksakan kehendak, jujur, amanah (dapat dipercaya), adil,

(26)

persamaan derajat, tidak diskriminatif, mencintai sesama manusia, tenggang rasa, membela kebenaran, persatuan rela berkorban, cinta tanah air, memelihara ketertiban, disiplin, musyawarah, kekeluargaan, menghormati keputusan, tanggung jawab, kepentingan bersama, gotong royong, sosial, tidak menggunakan hak yang bukan miliknya, hidup sederhana dan kerja keras serta menghargai karya orang lain.

3. Etika Publik

Etika publik adalah refleksi tentang standar/norma yang menentukan baik/buruk, benar/salah perilaku, tindakan dan keputusan untuk mengarahkan kebijakan publik dalam rangka menjalankan tanggung jawab pelayanan publik. Indikator nilai dasar dari etika publik adalah jujur, bertanggung jawab, integritas tinggi, cermat, disiplin, hormat, sopan, taat pada perundang-undangan, taat perintah dan menjaga rahasia.

4. Komitmen Mutu

Standar penjaminan mutu pada setiap organisasi tentulah tidak sama mengingat visi dan arah yang akan dituju berbeda tetapi ada beberapa nilai yang harus ada pada komitmen mutu seperti:

a. Efektif (tepat sasaran) yaitu tingkat ketercapaian target yang telah direncanakan baik menyangkut jumlah maupun mutu hasil kerja.

b. Efisien (tepat guna) yaitu tingkat ketepatan realisasi penggunaan sumber daya dan bagaimana pekerjaan dilaksanakan sehingga tidak terjadi pemborosan sumber daya, penyalahgunaan alokasi, penyimpangan prosedur dan mekanisme keluar alur.

c. Inovatif yaitu perubahan yang diciptakan untuk mencapai keadaan yang lebih baik di masa yang akan datang.

d. Berorientasi mutu yaitu setiap kegiatan atau program yang dilakukan diarahkan untuk pencapaian standar mutu.

5. Anti Korupsi

Anti korupsi dapat diidentifikasi ke dalam 9 (sembilan) nilai yang terdiri dari nilai-nilai anti korupsi antara lain:

(27)

a. Kejujuran, dapat didefinisikan sebagai sebuah tindakan maupun ucapan yang lurus, tidak berbohong dan tidak curang.

b. Kepedulian, mengindahkan, memperhatikan dan menghiraukan. Rasa kepedulian dapat dilakukan terhadap lingkungan sekitar.

c. Kemandirian, mandiri berarti dapat berdiri di atas kaki sendiri, artinya tidak banyak bergantung kepada orang lain dalam berbagai hal.

d. Kedisiplinan, yaitu ketaatan/kepatuhan kepada peraturan.

e. Tanggung jawab adalah keadaan wajib menanggung segala sesuatu.

f. Kerja keras didasari dengan adanya kemauan di dalam kemauan terkandung ketekadan, ketekunan, daya tahan, daya kerja, pendirian keberanian.

g. Kesederhanaan; Gaya hidup yang sederhana yaitu dibiasakan untuk tidak hidup boros.

h. Keberanian, dapat diwujudkan dalam bentuk berani mengatakan dan membela kebenaran.

i. Keadilan; Adil adalah sama berat, tidak berat sebelah dan tidak memihak. Menempatkan segala sesuatu pada tempatnya.

B. KEDUDUKAN DAN PERAN APARATUR SIPIL NEGARA DALAM NKRI

Kedudukan dan peranan pegawai dalam setiap organisasi pemerintah sangatlah menentukan, sebab Pegawai Negeri merupakan tulang punggung pemerintah dalam melaksanakan pembangunan nasional. Dalam rangka memberikan pelayanan yang profesional, jujur, adil dan merata maka dibutuhkan juga Sumber Daya Manusia Aparatur Pemerintah yang berkualitas dan mempunyai kesadaran tinggi akan tanggung jawabnya sebagai aparatur negara, adbi negara serta abdi masyarakat. Sedangkan sumber daya manusia dikatakan berkualitas ketika mereka memiliki kemampuan untuk melaksanakan tugas pokok dan fungsinya sesuai dengan kewenangan yang diberikan kepadanya.

Peran dan kedudukan ASN dalam NKRI bisa dilihat dari kemampuan mereka memahami manajemen ASN, Whole of Government (WOG), dan pelayanan publik. Berikut ini penjelasan masing-masing dari peran dan kedudukan ASN dalam NKRI yaitu:

(28)

1. Manajemen ASN

Manajemen ASN adalah pengelolaan ASN untuk menghasilkan pegawai ASN yang profesional, memiliki nilai dasar, etika profesi, bebas dari intervensi politik, bersih dari praktek korupsi, kolusi dan nepotisme. Manajemen ASN lebih menekankan kepada pengaturan profesi pegawai sehingga diharapkan agar selalu tersedia sumber daya aparatur sipil negara yang unggul dan selaras dengan perkembangan zaman. Ada beberapa indikator untuk pegawai yaitu kepastian dalam hukum, profesionalisme, proposionalitas, keterpaduan, delegasi, netralitas, akuntabilitas, efektif, efisien, keterbukaan, nondiskriminatif, persatuan, kesatuan, keadilan dan kesetaraan, serta kesejahteraan.

2. Whole of Goverment (WOG)

Whole of Goverment (WOG) adalah suatu pendekatan penyelenggaraan

pemerintah yang menyatukan upaya kolaboratif pemerintahan dari keseluruhan sektor dalam ruang lingkup koordinasi yang lebih luas guna mencapai tujuan-tujuan pembangunan kebijakan, manajemen, program dan pelayanan publik. Oleh sebab itu WOG juga dikenal sebagai pendekatan interagency, yaitu pendekatan yang melibatkan sejumlah kelembagaan yang terkait dengan urusan-urusan yang relevan. Di dalam Whole of Goverment terdapat beberapa nilai indikator yaitu koordinasi, kemunikasi, integritas, singkronisasi dan simplikasi.

3. Pelayanan Publik

Menurut keputusan MENPAN Nomor 63 Tahun 2003, Pelayanan Publik adalah segala kegiatan pelayanan yang dilaksanakan oleh penyelenggara pelayanan publik sebagai upaya pemenuhan kebutuhan penerima pelayan maupun pelaksanaan ketentuan peraturan perundang-undangan bagi setiap warga atas jasa, barang dan pelayanan administrasi yang disediakan oleh penyelenggara publik.

Adapun prinsip-prinsip pelayanan publik yang disebutkan dalam Keputusan Menteri Pendayagunaan Negara Nomor 63 Tahun 2003 yaitu kesederhanaan, kejelasan, kepastian waktu, akurasi, keamanan, tanggung jawab, kelengkapan sarana dan prasarana, kemudahan akses, kedisiplinan, kesopanan, keramahan dan kenyamanan. Sejalan dengan hal tersebut, dalam rangka mencapai tujuan nasional

(29)

sebagaimana tercantum dalam alinea ke 4 Pembukaan Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia tahun 1945, diperlukan ASN yang memiliki pola pikir sebagai pelayan publik profesional, bebas dari intervensi politik, bersih dari praktek korupsi, kolusi dan nepotisme, mampu menyelenggarakan pelayanan publik bagi masyarakat dan mampu menjalankan peran sebagai perekat persatuan dan kesatuan bangsa berdasarkan pancasila dan UUD 1945.

(30)

BAB IV

LAPORAN AKTUALISASI A. IDENTIFIKASI DAN PENETAPAN ISU

1. Identifikasi Isu

Dalam proses meningkatkan Mutu Pelayanan Dinas Kesehatan Kabupaten Kapuas Hulu beberapa isu yang berkaitan dengan nilai-nilai Pelayanan Publik, Manajemen ASN dan Whole of Government. Sebagai pelayan publik isu-isu tersebut sangat mempengaruhi sehingga perlu untuk dianalisis penyebabnya dan ditemukan solusi untuk menanganinya, berdasarkan prinsip-prinsip kedudukan dan Peran Pegawai Negri Sipil dalam Negara Kesatuan Republik Indonesia.

Dari pengamatan selama berada di Dinas Kesehatan Kabupaten Kapuas Hulu serta hasil komunikasi dan konsultasi dengan mentor dimana penulis dapatkan identifikasi isu terkait tugas dan fungsi penulis sebagai seorang Nutrisionis Terampil di unit kerja Dinas Kesehatan Kabupaten Kapuas Hulu bidang Kesehatan Masyarakat, Seksi Gizi sebagai berikut:

Tabel 2. Identifikasi Isu

No Identifikasi isu Sumber isu

Keadaan Saat Ini Kondisi Yang Diharapkan

1 Masih tingginya angka stunting di Desa Sayut Kecamatan Putussibau Selatan di lingkup kerja Dinas Kesehatan Kabupaten Kapuas Hulu

Laporan Hasil PSG

Dari angka persentase stunting tingkat kabupaten di tahun 2020 stunting mencapai 32.9 % Data stunting di Desa Sayut tahun 2019 adalah 67,6% dan pada tahun 2020 mencapai 73,3%

Terjadi peningkatan angka stunting dari dua tahun terakhir

Penurunan kasus balita stunting dan penanganan gizi buruk dan kurang

2 Belum optimalnya sistem pencatatan dan pelaporan laporan bulanan gizi

Pengelola program

Masih adanya petugas yang tidak tepat waktu dan tidak melaporkan laporan bulanan rutin, dan masih adanya data yang kurang lengkap

Meningkatnya sistem pencatatan dan pelaporan 3 Belum maksimalnya sosialisasi informasi dan kegiatan program masalah gizi.

Kegiatan di

lapangan

Masih kurangnya penanganan kasus masalah gizi di Dinas Kesehatan Kabupaten Kapuas Hulu

Meningkatkan inovasi kegiatan terhadap

(31)

Berdasarkan identifikasi isu di atas maka dalam menetapkan isu yang diangkat penulis menggunakan analisis isu dengan APKL. Penentuan isu aktual prioritas dilakukan dengan menggunakan skala likert dengan rentang angka dari 1 sampai dengan 5 yang menyatakan bahwa isu tersebut: “(1) Tidak Penting”, “(2) Kurang Penting”, “(3) Cukup Penting”, “(4) Penting”, “(5) Sangat Penting”. Skala penilaian ini berpedoman pada 4 (empat) kriteria isu yaitu isu yang bersifat Aktual, Problematik, Khalayak dan Layak atau biasa disingkat APKL yaitu:

a. Aktual artinya bahwa isu yang diangkat adalah isu yang masih hangat dibicarakan.

b. Problematik artinya isu yang diangkat adalah sesuatu yang merupakan masalah yang sangat krusial yang harus segera ditemukan solusi pemecahan masalahnya.

c. Khalayakan artinya bahwa isu yang diangkat menyangkut banyak orang. d. Layak artinya bahwa isu yang diangkat merupakan suatu hal yang pentig untuk

diangkat.

Tabel 3. Penetapan Kriteria Isu dengan Teknik APKL

NO ISU AKTUAL KRITERIA TOTAL RANK A P K L

1

Masih tingginya angka stunting Desa Sayut Kecamatan Putussibau Selatan di Lingkup kerja Dinas Kesehatan Kabupaten Kapuas Hulu

5 4 5 4 18 I

2 Belum optimalnya sistem pencatatan dan

pelaporan Laporan bulanan gizi 4 3 3 4 14 III 3 Belum maksimalnya sosialisasi informasi

dan kegiatan program masalah gizi. 4 3 4 4 15 II

2. Penetapan Isu

Penentuan proritas isu menggunakan APKL telah dilakukan dan didapatkan hasil bahwa “Masih tingginya angka stunting Desa Sayut kecamatan

Putussibau Selatan di Lingkup kerja Dinas Kesehatan Kabupaten Kapuas Hulu”

Untuk menentukan faktor penyebab masalah dari isu prioritas, maka dilakukan tahapan selanjutnya yaitu analisis metode USG (Urgency, Seriousness,

(32)

mana yang menjadi penyebab/masalah utama terjadinya isu prioritas. Berikut adalah uraian pengertian dari Urgency, Seriousness, Growth yaitu:

a. Urgency

Seberapa mendesak isu tersebut harus dibahas dikaitkan dengan waktu yang tersedia serta seberapa keras tekanan waktu untuk memecahkan masalah yang menjadi penyebab isu.

b. Seriousness

Seberapa isu tersebut perlu dibahas, dikaitkan dengan akibat yang timbul dengan penundaan pemecahan masalah yang menimbulkan isu tersebut atau akibat yang menimbulkan masalah lain kalau masalah itu tidak diselesaikan.

c. Growth

Seberapa kemungkinan-kemungkinannya isu tersebut menjadi berkembang dikaitkan dengan kemungkinan masalah penyebab isu akan makin memburuk jika dibiarkan.

Tabel 4. Analisis Faktor Isu dengan Teknik USG

No Faktor Penyebab U S G Rangking

1 Banyaknya masalah sanitasi yang belum

teratasi 5 4 4 13 2

2

Rendahnya pengetahuan masyarakat terkait pemberian makan pada bayi dan anak

5 5 4 14 1

3 Rendahnya tingkat kesejahteraan

masyarakat 3 4 4 11 3

Dari hasil analisis faktor-faktor penyebab isu dengan menggunakan metode USG, didapatkan hasil “Masih Rendahnya Pengetahuan Masyarakat terkait

Pemberian Makan pada Bayi dan Anak di Desa Sayut Kecamatan Putussibau Selatan di lingkup kerja Dinas Kesehatan Kabupaten Kapuas Hulu” maka

diperlukan gagasan pemecahan isu yang disarankan, dalam upaya penanganan masalah stunting di lingkup kerja Dinas Kesehatan Kabupaten Kapuas Hulu.

(33)

3. Gagasan penanganan Isu

Untuk itu diperlukan gagasan Peningkatan Pengetahuan Masyarakat

terkait Pemberian Makan pada Bayi dan Anak di Desa Sayut Kecamatan Putussibau Selatan, apabila isu ini dibiarkan maka akan menyebabkan masalah

kesehatan dalam jangka panjang terkait masalah stunting dimana akan menurunnya produktivitas, sehingga kemampuan masyarakat akan berdampak pada kualitas pendidikan bangsa. Untuk itu diperlukan upaya dengan tahapan kegiatan sebagai berikut:

a. Membuat media informasi tentang pemberian makan pada bayi dan anak; b. Melakukan koordinasi dengan petugas gizi Puskesmas Putussibau Selatan; c. Melakukan penyuluhan tentang stunting yang berfokus kepada pemberian

makan bayi dan anak kepada ibu balita dan kader posyandu di Desa Sayut Kecamatan Putussibau Selatan;

(34)

B. RANCANGAN AKTUALISASI

Serangkaian proses perencanaan strategis sebagaimana dijelaskan oleh Robert N. Anthony yaitu proses memutuskan program-program yang akan dilaksanakan oleh organisasi dan perkiraan jumlah sumber daya yang akan dialokasikan ke setiap tahun ke depan. Tabel berikut adalah Laporan Aktualisasi kegiatan yang akan dilaksanakan di Dinas Kesehatan Kabupaten Kapuas Hulu.

Tabel 5. Laporan Aktualisasi

Unit Kerja Dinas Kesehatan Kabupaten Kapuas Hulu

Identifikasi Isu 1. Masih tingginya angka stunting Desa Sayut Kecamatan Putussibau Selatan di lingkup Kerja Dinas Kesehatan Kabupaten Kapuas Hulu

2. Belum optimalnya sistem pencatatan dan pelaporan Laporan bulanan gizi 3. Sosialisasi informasi program masalah gizi dan kegiatan yang belum maksimal.

Isu yang di angkat Rendahnya pengetahuan masyarakat terkait pemberian makan pada bayi dan anak di Desa Sayut Kecamatan Putussibau Selatan

Gagasan Pemecahan Isu Peningkatan Pengetahuan Masyarakat terkait Pemberian Makan pada Bayi dan Anak di Desa Sayut Kecamatan Putussibau Selatan

No Kegiatan & Output/Hasil Kegiatan Tahapan Kegiatan Output/Hasil Tahapan Kegiatan

Keterangan Subtansi Mata Pelatihan

Kontribusi Kegiatan Terhadap Visi Dan

Misi Kontribusi Kegiatan Terhadap Penguatan Nilai-Nilai Organisasi 1 2 3 4 5 6 7 1 1. Kegiatan: Membuat media informasi tentang stunting dan 1. Mencari referensi materi tentang stunting dan pemberian makan Mendapatkan materi stunting dan pemberian makan bayi dan anak

Saya akan mencari referensi tentang stunting yang benar

(Akuntabilitas- Jujur) dan

dilakukan oleh saya sendiri

Dengan Membuat media informasi tentang stunting di Desa Sayut kecamatan

Dengan Membuat media informasi tentang stunting di Desa Sayut kecamatan

(35)

Output:

Video Pengolahan pemberian makanan bayi dan anak dokumentasi 2. Membuat draf media informasi Tersedia draf untuk pembuatan media informasi

Saya akan m/embuat draf media informasi berdasarkan referensi dan disusun agar mudah

dipahami (Komitmen

mutu-efektivitas)

berkontribusi terhadap misi:

Mewujudkan masyarakat Kapuas Hulu yang berbudaya, mandiri, cerdas dan inovatif dalam

meningkatkan kualitas dan mutu pendidikan yang memiliki daya saing; (Misi 3) membantu penguatan nilai-nilai Kabupaten Kapuas Hulu (Terampil) 3. Konsultasi kepada atasan langsung atau mentor Mendapatkan masukan tentang materi dan arahan untuk dilakukan

Saya akan berkonsultasi dengan atasan dengan menggunakan bahasa yang baik dan sopan

(Etika Publik- Sopan) (WoG-Koordinasi) dan

menerima masukan dari mentor serta akan saya jadikan sebagai panduan aktualisasi (Manajemen ASN-Keterbukaan) (Akuntabilitas-Kejelasan target) 4. Merevisi draf sesuai dengan arahan atasan Perbaikan draf materi

Saya akan mendengarkan atasan saya dalam melakukan revisi

(Nasionalisme-tidak memaksakan kehendak) 5. Menyiapkan bahan-bahan untuk pembuatan video Mendapatkan bahan makanan dan alat untuk membuat makanan anak

Saya akan menyiapkan bahan- bahan terkait pemberian makan bayi dan anak yang tepat guna agar anggaran tidak terlalu besar dan resep dapat dicontoh (Anti

Korupsi-Sederhana) (Pelayanan Publik-Mudah

(36)

6. Melakukan perekaman video media promosi Mendapatkan video tentang stunting dan pemberian makan pada bayi dan anak

Saya akan melakukan perekaman video dengan singkat dan mudah dimengerti (Pelayanan Publik-efektif dan

efisien) 2 Kegiatan: Melakukan kordinasi dengan petugas gizi Puskesmas Putussibau Selatan Output: 1. Adanya jadwal pelaksanaan kegiatan 2. Adanya daftar hadir 3. Adanya jumlah sasaran 4. Terdapat dokumentasi 1. Konsultasi kepada atasan langsung atau mentor Mendapatkan arahan dan masukan

Saat berkonsultasi dengan atasan/mentor, Saya akan menggunakan bahasa yang baik dan sopan serta menerima masukan dan arahan yang diberikan demi lancarnya pelaksanaan kegiatan

(Etika Publik- Sopan) (WoG-Koordinasi)

(Nasionalisme-Musyawarah)

Dengan Membuat media informasi tentang stunting di Desa Sayut kecapatan Putussibau Selatan dimana saya ikut berkontribusi terhadap visi misi organisasi Misi: Mewujudkan masyarakat Kapuas Hulu yang berbudaya, mandiri, cerdas dan inovatif dalam

meningkatkan kualitas dan mutu pendidikan yang memiliki daya saing; (Misi 3)

Dengan melakukan kordinasi kepada petugas gizi lokus stunting di Desa Sayut Kecamatan Putussibau Selatan membantu penguatan nilai-nilai Kabupaten Kapuas Hulu (Harmonis) 2. Menghubungi petugas puskesmas mengenai kegiatan yang akan dilakukan Ditentukannya jadwal temu bersama sasaran untuk dilaksanakan kegiatan

Saya akan menghubungi petugas puskesmas untuk menginformasikan tentang pelaksanaan dan alasan pelaksanaan kegiatan serta menentukan jadwal kegiatan sehingga tujuan dan maksud kegiatan tercapai (Komitmen

mutu-Efektivitas)

(37)

3. Membuat daftar hadir

Ada daftar hadir Saya akan membuat daftar hadir untuk jumlah peserta yang datang (Akuntabilitas-Kejelasan target) 4. Menentukan sasaran penyuluhan Sasaran penyuluhan adalah kader dan ibu balita

Saya akan menetapkan sasaran penyuluhan agar

tersampaikannya tujuan kegiatan (komitmen mutu-

efektif) (akuntabilitas-kejelasan target) 3 Kegiatan: Melakukan penyuluhan tentang pemberian makan bayi dan anak kepada Ibu Balita dan Kader Posyandu di Desa Sayut Kecamatan Putussibau Selatan Output: 1. Terlaksananya penyuluhan 2. Tersedianya 1. Meminta izin atasan untuk melakukan penyuluhan pemberian makan bayi dan anak

Mendapat persetujuan melakukan penyuluhan stunting

Saat meminta persetujuan atasan, Saya menggunakan bahasa yang baik dan sopan

(Etika Publik-Sopan)

Dengan Membuat media informasi tentang stunting di Desa Sayut kecapatan Putussibau Selatan dimana saya ikut berkontribusi terhadap visi misi organisasi Misi:

Mewujudkan masyarakat Kapuas Hulu yang berbudaya, mandiri, cerdas dan inovatif dalam meningkatkan kualitas Dengan Melakukan penyuluhan tentang stunting kepada masyarakat kelompok sasaran,Kader

Posyandu dan lintas sektor Desa Sayut Kecamatan Putussibau Selatan membantu penguatan nilai-nilai Kabupaten Kapuas Hulu (Harmonis, Terampil) 2. Mempersiapkan materi penyuluhan pemberian makan pada bayi dan anak

Ada materi penyuluhan

Saya akan mencari materi yang digunakan dalam penyuluhan dengan jelas dan tepat sasaran sesuai dengan ilmu yang saya pelajari (Komitmen Mutu-

(38)

gunakan dalam penyuluhan 3. Tersedianya media yang di gunakan saat penyuluhan 4. Dokumentasi kegiatan dan daftar hadir penyuluhan 3. Mempersiapkan media untuk membantu penyuluhan pemberian makan pada bayi dan anak

Tersedia media digital sebagai pembantu penyuluhan

Saya akan mempersiapkan media yang sederhana dan tepat guna yg dapat membantu proses penyuluhan (Anti

Korupsi-Sederhana)

dan mutu pendidikan yang memiliki daya saing; (Misi 3) Mewujudkan Kapuas Hulu yang sejahtera dalam pelayanan kesehatan dasar yang bermutu bagi

masyarakat.(Misi 5) 4. Menginformasikan

maksud dan tujuan penyuluhan

pemberian makan pada bayi dan anak

Tersampainya maksud dan tujuan penyuluhan

Sebelum melakukan penyuluhan terlebih dahulu saya akan

mempersilahkan seluruh peserta yang hadir untuk berdoa agar kegiatan diberkahi

(Nasionalisme-Religius)

selanjutnya saya akan menyampaikan maksud dan tujuan peyuluhan kepada peserta

(Nasionalisme- Kepentingan Bersama)

(Pelayanan Publik-Efektif dan efisien)

5. Melakukan

penyuluhan stuting yang berfokus pada pemberian makan bayi dan anak

Tersampaikan isi materi penyuluhan

saya akan melakukan koordinasi dengan rekan kerja saya dalam menyampaikan penyuluhan berdasarkan materi dan media yang telah dipersiapkan

(Akuntabilitas-tanggung jawab) (Manajemen

(39)

ASN-6. Melakukan pre dan post tes

Didapatkan hasil evaluasi

penyuluhan

saya membuat lembaran pre dan post tes untuk mengetahui pemahaman peserta (Komitmen

mutu-efekti dan efisien) (akuntabilitas-kejelasan target) 4 Kegiatan: Membuat laporan hasil kegiatan Output: 1. Adanya laporan Kegiatan 2. Lampiran Dokumentasi 1. Mengumpulkan data hasil kegiatan

Tersedia hasil evaluasi, foto kegiatan, dan media kegiatan

Saya akan Mengumpulkan data hasil kegiatan berdasarkan apa yang didapatkan pada saat kegiatan (Akuntabilitas –

kejelasan target)(Anti Korupsi-Jujur)

Dengan membuat laporan hasil kegiatan, saya ikut berkontribusi terhadap visi misi organisasi

Misi:

Mewujudkan masyarakat Kapuas Hulu yang berbudaya, mandiri, cerdas dan inovatif dalam

meningkatkan kualitas dan mutu pendidikan yang memiliki daya saing; (Misi 3)

Membuat laporan hasil kegiatan membantu penguatan nilai-nilai Kabupaten Kapuas Hulu (Amanah) 2. Merekapitulasi data hasil kegiatan Tersusunnya data hasil evaluasi kegiatan

Saya akan Membuat rekapan hasil kegiatan secara jelas dan tepat sasaran (komitmen

mutu-efektifitas) 3. Mengkonsultasikan hasil kegiatan kepada atasan Tersampaikannya solusi dan penyelesaian masalah Mengkonsultasikan hasil kegiatan kepada atasan, Saya menggunakan bahasa yang baik dan sopan (Etika Publik- Sopan)(Manajemen ASN- Akuntabilitas)(WoG-Koordinasi) 4. Merevisi laporan kegiatan sesuai Perbaikan laporan, serta masukan dan

Saya akan Merevisi laporan kegiatan sesuai dengan arahan

(40)

5. Mencetak laporan kegiatan dan menyerahkan kepada atasan

Berkas Laporan Saya akan Mencetak laporan kegiatan dan menyerahkan kepada atasan (anti korupsi- jujur)(Akuntabilitas-Tanggung Jawab) Putussibau, 2 Juli 2021 COACH,

URAY FERIYUANDA, S.STP., M.Ec.Dev

NIP. 19921013 201206 1 001

MENTOR,

SITI WAHDAH, S.Gz.,RD.,M.P.H.

NIP. 19711201 199403 2 006

Peserta Diklat

RIZKY AFFANDI, A.Md.Gizi

(41)

C. JADWAL IMPLEMENTASI

Jadwal implementasi kegiatan-kegiatan aktualisasi dijelaskan pada tabel berikut ini

Tabel 6. Jadwal Implementasi Aktualisasi Pelatihan Dasar CPNS Golongan II Angkatan XXXII Kabupaten Kapuas Hulu Tahun 2021

Nama Peserta Rizky Affandi, A.Md.Gizi

Unit Kerja Dinas Kesehatan Kabupaten Kapuas Hulu

Tempat Aktualisasi Wilayah Kerja Dinas Kesehatan Kabupaten Kapuas Hulu

No Kegiatan Tanggal Output Dokumen Kegiatan/Bukti Fisik

1 Membuat media informasi pemberian makan pada bayi dan anak

7 Juli 2021 – 19 Juli 2021

Tersedianya materi dan video promosi terkait pemberian makan bayi dan anak

Tersedianya video promosi terkait pemberian makan bayi dan anak

dokumentasi 2 Melakukan kordinasi kepada petugas gizi Puskesmas Putussibau Selatan 22 Juli 2021 – 23 Juli 2021 Didapatkan jadwal kegiatan

Terdapat daftar hadir Didapatkan jumlah sasaran jadwal kegiatan dokumentasi 3 Melakukan penyuluhan tentang stunting kepada masyarakat kelompok sasaran, Kader Posyandu di Desa Sayut Kecamatan Putussibau Selatan 26 Juli 2021 terlaksananya penyuluhan tersedianya materi yang digunakan dalam penyuluhan tersedianya media yang digunakan dalam penyuluhan Daftar hadir Pre dan post tes dokumentasi 4 Melakukan pelaporan 27 Juli 2021 – 7 Agustus 2021 tersedianya laporan aktualisasi laporan aktualisasi Lampiran dokumentasi

(42)

BAB V

PELAKSANAAN AKTUALISASI NILAI-NILAI DASAR PROFESI PNS A. PELAKSANAAN KEGIATAN AKTUALISASI

Lingkup waktu kegaitan aktualisasi dilakukan dari tanggal 4 Juli s.d. 8 Agustus 2021. Pelaksanaan kegiatan aktualisasi ini dilakukan di Desa Sayut Kecamatan Putussibau Selatan Lingkup Kerja Dinas Kesehatan Kabupaten Kapuas Hulu. Kegiatan aktualisasi yang dilakukan bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan kader dan ibu balita dalam pemberian makan bayi dan anak, selain itu kegiatan ini bertujuan untuk melihat keefektifan penggunaan media video dalam penyuluhan pemberian makan bayi dan anak. Berikut adalah deskripsi pelaksanaan kegiatan tersebut.

Tabel 7. Membuat Media Informasi tentang Stunting dan Pemberian Makan bayi dan anak

No. Kegiatan : 1

Nama Kegiatan : Membuat media informasi tentang stunting dan pemberian makan bayi dan anak

Tanggal Pelaksaan Kegiatan

: 6-19 Juli 2021

Output : a. Tersedia Materi Stunting dan Pemberian makan pada bayi dan anak

b. Tersedia Draf Pembuatan media informasi c. Mendapatkan masukan dan arahan tentang

materi

d. Perbaikan draf

e. Mendapatkan alat dan bahan untuk pembuatan media informasi

f. Tersedianya Video Pengolahan makanan Daftar Lampiran : a. Dokumentasi buku referensi

b. Dokumentasi foto kegiatan

c. Dokumentasi Perubahan Hasil Konsultasi Uraian Pelaksanaan Tahapan kegiatan

1. Desktipsi Proses Terhadap Nilai-Nilai Dasar Pelaksanaan Aktualisasi Kegiatan membuat media informasi tentang stunting dan pemberian makan bayi dan anak mulai dilaksanakan pada 7 Juli s.d 20 Juli 2021. Diawali dengan Saya mencari referensi mengenai stunting dan pemberian makan bayi dan anak dengan jujur yang terdapat di dalam buku Pedoman PMBA

(43)

(Akuntabilitas:Jujur) yang saya coba temukan sendiri di media internet dan koleksi buku yang terdapat di Seksi Gizi Dinas Kesehatan (Anti

Korupsi:Mandiri). Setelah menemukan referensi materi, selanjutnya saya

membuat draf materi media informasi yang efektif agar tersusun dan mudah dipahami dalam membuat media informasi (Komitmen Mutu:Kejelasan

Target). Setelah draf yang saya buat telah siap, saya dengan sopan meminta izin

kepada mentor untuk mengkonsultasikan draf tersebut agar dalam pembuatan media informasi tidak terdapat kekeliruan informasi (Etika Publik:Sopan,

WoG:Koordinasi). Saya menerima semua perubahan dan masukan yang

diberikan oleh mentor saya tentang informasi yang harus disampaikan (Manajemen ASN: Akuntabilitas). Setelah mendapatkan masukan dan komentar saya langsung merubah draf sesuai revisi yang diberikan oleh mentor saya serta menyempurnakan materi sesuai masukan dan arahan mentor tanpa memaksakan kehendak sendiri (Nasionalisme: Tidak Memaksakan

Kehendak). Setelah draf selesai dibuat, selanjutnya saya mulai mencari

bahan dan alat untuk pembuatan media informasi, saya menggunakan bahan-bahan yang mudah dan murah (Anti Korupsi: Sederhana) namun memenuhi syarat kelengkapan gizi yang harus ada dalam pembuatan media informasi pemberian makan bayi dan anak (Pelayanan Publik: Mudah dan Murah). Setelah semua bahan dan alat tersedia, saya melakukan pengambilan video dengan singkat dan sederhana agar mudah dimengerti (Pelayanan

Publik:Efektif dan Efisien) sehingga didapatkan Video Pengolahan MP-ASI

2. Manfaat

a. Bagi Peserta Diklat

Meningkatkan kreatifitas dan keterampulan dalam penyampaian informasi. b. Bagi Instansi

Media yang ada bisa digunakan sebagai sarana promosi kepada masyarakat.

c. Bagi Masyarakat

(44)

3. Kontribusi Terhadap Visi dan Misi

Pembuatan media informasi tentang Stunting dan Pemberian Makan Bayi dan Anak turut memberikan kontribusi pada misi bupati pada Misi Ke-3 yaitu Mewujudkan masyarakat Kapuas Hulu yang berbudaya, mandiri, cerdas dan inovatif dalam meningkatkan kualitas dan mutu pendidikan yang memiliki daya saing

4. Penguatan terhadap Nilai-Nilai Organisasi

Pembuatan media informasi tentang stunting dan pemberian makan bayi dan anak akan memperkuat nilai organisasi yaitu Terampil

5. Analisis Dampak

Apabila dalam kegiatan pembuatan media informasi tentang stunting dan pemberian makan bayi dan anak tidak mengedepankan sikap jujur, tidak adanya kejelasan target yang ingin dicapai, tidak adanya sikap sopan pada saat konsultasi dan memaksakan kehendak dalam berpendapat serta tidak menggunakan bahan dan alat yang mudah dan murah dalam proses pembuatan media informasi sehingga tidak tercapainya nilai efektif dan efisien maka pembuatan media informasi akan terhambat dan tidak tercapai dengan baik sehingga dapat merugikan kualitas instansi maupun informasi yang disampaikan.

(45)

Tabel 8. Melakukan Koordinasi dengan Petugas Gizi Puskesmas Putussibau Selatan

No. Kegiatan : 2

Nama Kegiatan : Melakukan Koordinasi dengan Petugas Gizi Puskesmas Putussibau Selatan

Tanggal Pelaksaan Kegiatan

: 22 Juli 2021

Output : Tersedianya Jadwal Kegiatan Tersedia Daftar Hadir

Daftar Lampiran : a. Dokumen Surat Pemberitahuan b. Dokumen Daftar Hadir

c. Dokumentasi foto kegiatan Uraian Pelaksanaan Tahapan kegiatan

1. Deskripsi Proses Terhadap Nilai-Nilai Dasar Pelaksanaan Aktualisasi

Kegiatan melakukan koordinasi dengan petugas gizi di Puskesmas Putussibau Selatan dilaksanakan pada 22 Juli 2021. Diawali dengan melakukan konsultasi kepada mentor tentang rencana pelaksanaan kegiatan untuk mendapatkan masukan dan arahan dengan baik dan sopan (Etika Publik:Sopan). Selanjutnya saya menghubungi tenaga gizi puskesmas untuk menginformasikan pelaksanaan dan alasan serta berkoordinasi dalam menentukan jadwal kegiatan dan sasaran kegiatan (WoG:Koordinasi) sehingga ada kejelasan target yang ingin dicapai (Nasionalisme:Musyawarah). Setelah mengetahui jumlah sasaran, selanjutnya saya membuat daftar hadir peserta yang akan datang sehingga ada kejelasan target yang ingin dicapai (Akuntabilitas:Kejelasan Target). Setelah itu saya melakukan penentuan sasaran penyuluhan tanpa diskriminasi serta merekap secara jujur sesuai dengan apa yang ada dilapangan sehingga tujuan kegiatan tercapai (Anti Korupsi:Jujut, Pelayanan Publik:Tidak Diskriminatif) (Komitmen Mutu:Kejelasan Target). Sehingga tersedialah jadwal kegiatan, sasaran, tersampainya informasi rencana kegiatan kepada Puskesmas dan desa. 2. Manfaat

a. Bagi Peserta Diklat

Menjalin kerja sama dan memudahkan dalam penyampaikan rencana kegiatan serta pelaksanaan kegiatan kepada sasaran.

(46)

b. Bagi Instansi

Ikut dilibatkan dalam pelaksanaan kegiatan ke masyarakat c. Bagi Masyarakat

Mendapat informasi yang jelas dan terpercaya 3. Kontribusi Terhadap Visi dan Misi

Koordinasi dengan Petugas Gizi Puskesmas turut memberikan kontribusi pada misi bupati pada Misi Ke-3 yaitu Mewujudkan masyarakat Kapuas Hulu yang berbudaya, mandiri, cerdas dan inovatif dalam meningkatkan kualitas dan mutu pendidikan yang memiliki daya saing

4. Penguatan terhadap Nilai-nilai Organisasi

Koordinasi dengan Petugas Gizi Puskesmas akan memperkuat nilai organisasi yaitu Harmonis

5. Analisis Dampak

Apabila dalam kegiatan koordinasi dengan petugas gizi Puskesmas tidak mengedepankan adanya sikap sopan dalam berhadapan dengan atasan maupun petugas gizi puskesmas, tidak adanya integrasi dengan petugas puskesmas, tidak ada kejelasan target dalam kegiatan maka kegiatan tidak akan bisa berjalan dengan mudah dan pasti akan mengalami hambatan.

(47)

Tabel 9. Melakukan Penyuluhan tentang Pemberian Makan Bayi dan Anak kepada Ibu Balita dan Kader Posyandu di Desa Sayut Kecamatan Putussibau

Selatan No. Kegiatan : 3

Nama Kegiatan : Melakukan penyuluhan tentang pemberian makan bayi dan anak kepada Ibu Balita dan Kader Posyandu di Desa Sayut Kecamatan Putussibau Selatan

Tanggal Pelaksaan Kegiatan

: 26 Juli 2021

Output : Terlaksananya Penyuluhan Tersedianya Materi Penyuluhan Tersedianya Media Informasi Daftar Lampiran : a. Dokumen Kegiatan

b. Dokumentasi kegiatan Uraian Pelaksanaan Tahapan kegiatan

1. Deskripsi Proses Terhadap Nilai-Nilai Dasar Pelaksanaan Aktualisasi

Kegiatan Pelaksanaan Penyuluhan tentang stunting dan pemberian makan pada bayi dan anak di Desa Sayut Kecamatan Putussibau Selatan dilaksanakan pada 26 Juli 2021. Sebelum melaksanakan kegiatan, saya meminta izin kepada mentor dengan baik dan sopan (Etika Publik:Sopan). Saya menyiapkan materi penyuluhan yang telah dibuat dengan jelas dan tepat sasaran sehingga ada kejelasan target yang dicapai (Komitmen Mutu:Kejelasan Target).

Demi kepentingan bersama (Nasionalisme:Religius) saya akan menyampaikan maksud dan tujuan peyuluhan kepada peserta agar pelaksanaan kegiatan terlaksana secara efektif dan efisien (Pelayanan Publik:Efektif dan

Efisien). Selanjutnya saya mempersilahkan seluruh peserta yang hadir untuk

berdoa agar pelaksanaan kegiatan terlaksana dengan baik dan bermanfaat (Nasionalisme:Kepentingan Bersama). Pada saat melakukan penyuluhan, saya akan melakukan koordinasi dengan rekan kerja saya dalam membagi tugas dalam menyampaikan penyuluhan berdasarkan materi dan media yang telah dipersiapkan sesuai dengan profesi kami sebagai ahli gizi (Akuntabilitas:Tanggung Jawab) (Manajemen ASN: Profesionalitas) (WoG:Koordinasi). Pada awal dan akhir penyuluhan, saya menyerahkan lembaran pre-test dan post-test untuk mengetahui pemahaman peserta sebelum di berikan penyuluhan dan setelah menerima

(48)

penyuluhan (akuntabilitas:Kejelasan Target) untuk mengetahui efektifitas metode penyuluhan (Komitmen mutu:Efektif dan efisien), sehingga terlaksananya kegiatan penyuluhan stunting dan pemberian makan pada bayi dan anak sesuai yang direncanakan.

2. Manfaat

a. Bagi Peserta Diklat

Membantu meningkatkan keluwesan dalam penyampaian informasi kepada kader dan sasaran.

b. Bagi Instansi

Memberikan pelayanan kesehatan dalam meningkatkan pengetahuan masyarakat

c. Bagi Masyarakat

Meningkatkan pengetahuan dan informasi dalam pemberian makan bayi dan anak.

3. Kontribusi Terhadap Visi dan Misi

Melakukan penyuluhan tentang stunting dan PMBA turut memberikan kontribusi pada misi bupati pada Misi Ke-3 yaitu Mewujudkan masyarakat Kapuas Hulu yang berbudaya, mandiri, cerdas dan inovatif dalam meningkatkan kualitas dan mutu pendidikan yang memiliki daya saing

4. Penguatan terhadap Nilai-nilai Organisasi

Melakukan penyuluhan tentang stunting dan PMBA akan memperkuat nilai organisasi yaitu Harmonis

5. Analisis Dampak

Jika dalam pelaksanaan penyuluhan tentang stunting dan PMBA tidak mengedepankan sikap sopan kepada atasan, tidak adanya sikap religius dan rasa tanggung jawab serta profesionalisme dalam menyampaikan informasi dan tidak ada koordinasi dengan rekan kerja, maka kegiatan penyuluhan tidak akan bisa terlaksana sesuai tujuan yang ingin dicapai penulis.

Gambar

Tabel 1. Data Kepegawaian Seksi Gizi Dinas Kesehatan Kabupaten Kapuas Hulu
Tabel 2. Identifikasi Isu  No  Identifikasi isu  Sumber
Tabel 3. Penetapan Kriteria Isu dengan Teknik APKL
Tabel 4. Analisis Faktor Isu dengan Teknik USG
+7

Referensi

Dokumen terkait

Praktek membuat/memasak menu makan meliputi makan pagi, siang, dan bekal sekolah anak, serta menyajikan dengan porsi/ukuran sesuai umur / kebutuhan gizi

Media yang digunakan oleh kader PARAPAM dalam memberikan edukasi kepada masyarakat berupa booklet berjudul pemberian makan pada bayi dan anak, lembar balik serta

Program kerja ini efektif untuk dilaksanakan secara rutin dengan media yang menarik perhatian karena respon warga social media instagram yang positif, sehingga alangkah

Upaya yang dilaksanakan meliputi beberapa kegiatan, antara lain: menyusun rencana/jadwal penyuluhan kesehatan gigi dan mulut, menyiapkan materi dan bahan penyuluhan kesehatan gigi

diangkat adalah bagaimana implementasi pasal 7 huruf b UU No.8 Tahun 1999 tentang Perlindungan Konsumen terkait pemberian informasi kepada konsumen dalam perjanjian

Sebagai narasumber dalam pelatihan PMBA (Pemberian Makan pada Bayi dan Anak) Dilakukan selama 4 hari dengan peserta sebanyak 20 orang, yang terdiri dari petugas gizi,

Dalam pelaksanaan kegiatan ini! )*N terlebih dahulu berkonsultasi dengan mentor  tentang tindakan "ang akan dilaksanakan dan tingkat kecocokan media "ang akan

Pola asuh makan anak usia 12-24 bulan diantaranya meliputi pemberian makanan MPASI/makanan keluarga, riwayat menyusui dan penyapihan kebutuhan bayi akan zat-zat gizi adalah yang paling