BAB V - PENUTUP
5.2. Saran
Saran yang dapat diberikan dalam penelitian ini adalah :
a) Guru dapat melakukan variasi dalam pembelajaran salah satunya dengan menggunakan metode pembelajaran Project Based Learning pada mata diklat Gambar Teknik 1 atau pada mata diklat lain yang memiliki karakteristik sama.
b) Penerapan metode pembelajaran inovatif memerlukan kemampuan guru dalam mengontrol kelas dan mengatur waktu pembelajaran, karena penggunaan metode pembelajaran inovatif dalam pembelajaran, salah satunya metode Project Based Learning, keadaan kelas cenderung ramai dan waktu yang dibutuhkan dalam proses pembelajaran menggunakan metode pembelajaran inovatif cenderung tidak cukup.
c) Guru hendaknya dapat mendayagunakan lingkungan sekitar seperti sarana prasarana yang ada di dalam ruang kelas sehingga pembelajaran akan lebih berkesan dan bermakna bagi peserta didik.
DAFTAR PUSTAKA
Arikunto, Suharsimi. 2009. Dasar-dasar Evaluasi Pendidikan. Jakarta: Bumi Aksara.
Arikunto, Suharsimi. 2010. Prosedur Penelitian Suatu Pendekatan Praktik. Jakarta: Rineka Cipta.
Faiq, Muhammad. 2013. Pendekatan scientific dalam implementasi kurikulum 2013.
http://penelitiantindakankelas.blogspot.com/2013/07/pendekatan-scientific-dalam-implementasi-kurikulum-2013.html. Diunduh 20 Januari
2015 pukul 05 : 13
Furchan, Arief.2005.Pengantar Penelitian dalam Pendidikan.Yogyakarta:Pustaka Pelajar.
Hamalik, Oemar. 2012. Proses Belajar Mengajar. Jakarta: Bumi Aksara
Kurniadi, Didi.2013.Upaya Meningkatkan Hasil Belajar Siswa SMA N 1 Bawang Banjarnegara Kelas XI IPA 1 dengan Pendekatan PjBL (Project Based Learning) berbasis Bahan Sekitar. Jurnal Skripsi UNNES..
Mardiyani, Anif Dwi.2012.Penagruh Penerapan Metode Jigsaw Terhadap
Tingkat Pemahaman Siswa Pada Mata Pelajaran Menggambar Konstruksi Rangka Atap Di SMK NEGERI 5 Semarang Tahun Ajaran
2012-2013.Jurnal Skripsi UNNES.
Peraturan Menteri.2008.Lampiran Peraturan Menteri Pendidikan Nasional bo. 40 Tahun 2008 tanggal 31 Juli 2008 Standar Sarana dan Prasarana Sekolah Menengah Kejuruan/Madrasah Aliyah Kejuruan.
Putri, Marinda Ditya.2013.Keefektifan Project Based Learning pada Pencapaian Pemecahan Masalah Peserta Didik Kelas X SMK Materi Progam Linier. Jurnal Skripsi UNNES.
Sardiman. 2008. Interaksi dan Motivasi Belajar Mengajar. Jakarta: Raja Grafindo Persada.
Soetjipto, Raflis Kosasi. 2009. Profesi Keguruan. Jakarta: Rineka Cipta. Sudjana, Nana.1995. Penilaian Hasil Proses Belajar Mengajar. Jakarta: Bumi
Aksara.
Trianto.2014.Mendesain Model Pembelajaran Inovatif, Progresif, dan Kontekstual.Jakarta:Pranemedia Group.
Warsito. 2008. Pembelajaran Sains Berbasis Proyek (Project Based Learning) sebagai Usaha untuk Meningkatkan Aktivitas dan Academic Skill Siswa
Kelas VII C SMP Muhammadiyah 3 Depok. Jurnal Skripsi UIN Sunan
Satuan Pendidikan : SMK/MAK
Kelas : X
Kompetensi Inti :
KI 1 : Menghayati dan mengamalkan ajaran agama yang dianutnya
KI 2 : Menghayati dan mengamalkan perilaku jujur, disiplin, tanggung jawab, peduli (gotong-royong, kerja sama, toleran, damai), santun, responsif dan proaktif dan menunjukkan sikap sebagai bagian dari solusi atas berbagai permasalahan dalam berinteraksi secara efektif dengan lingkungan sosial dan alam serta dalam menempatkan diri sebagai cerminan bangsa dalam pergaulan dunia
KI 3 : Memahami, menerapkan, dan menganalisis pengetahuan faktual, konseptual, dan prosedural, berdasarkan rasa ingin tahunya tentang ilmu pengetahuan, teknologi, seni, budaya, dan humaniora dengan wawasan kemanusiaan, kebangsaan, kenegaraan, dan peradaban terkait penyebab fenomena dan kejadian dalam bidang kerja yang spesifik untuk memecahkan masalah.
KI 4 : Mengolah, menalar, dan menyaji dalam ranah konkret dan ranah abstrak terkait dengan pengembangan dari yang dipelajarinya di sekolah secara mandiri, dan mampu melaksanakan tugas spesifik di bawah pengawasan langsung.
Kompetensi Dasar Materi Pokok Pembelajaran Penilaian Alokasi
Waktu Sumber Belajar
1.1 Menyadari sempurnanya konsep Tuhan tentang benda-benda dengan fenomenanya untuk dipergunakan sebagai aturan garis-garis gambar teknik dan cara proyeksi untuk menggambarkan benda
1.2 Mengamalkan nilai-nilai ajaran agama sebagai tuntunan dalam
konstruksi geometris dan gambar proyeksi untuk menggambarkan benda 2.1 Mengamalkan perilaku
jujur, disiplin, teliti, kritis, rasa ingin tahu, inovatif dan tanggung jawab dalam menerapkan aturan garis gambar dalam tugas menggambar konstruksi garis dan gambar proyeksi 2.2 Menghargai kerjasama,
toleransi, damai, santun, demokratis, dalam menyelesaikan masalah perbedaan konsep berpikir dan cara menggambar konstruksi geometris dan gambar proyeksi.
2.3 Menunjukkan sikap responsif, proaktif,
konsisten, dan berinteraksi secara efektif dengan lingkungan sosial sebagai bagian dari solusi atas berbagai permasalahan
menggambar konstruksi geometris dan gambar proyeksi
3.1 Memilih peralatan dan kelengkapan gambar teknik berdasarkan fungsi dan cara penggunaan 4.1 Menggunakan peralatan
dan kelengkapan gambar teknik sesuai fungsi dan prosedur penggunaan Pengenalan dan penggunanaan peralatan serta kelengkapan gambar teknik: Penggaris Jangka Pensil Mal Penghapus Kertas Mengamati
Mengamati dan/atau membaca informasi tentang peralatan dan kelengkapan gambar teknik. Menanya
Mengkondisikan situasi belajar untuk membiasakan mengajukan pertanyaan secara aktif dan mandiri tentang jenis peralatan dan kelengkapan gambar serta fungsinya.
Mengeksplorasi
Mengumpulkan data/informasi yang dipertanyakan dan
menentukan sumber (melalui benda konkrit, dokumen, buku, eksperimen) untuk menjawab pertanyaan yang diajukan tentang jenis peralatan dan kelengkapan gambar serta fungsi dan cara penggunanannya. Mengasosiasi Observasi Proses bereksperimen menggunakan peralatan dan kelengkapan gambar teknik. Tes Tes lisan/tertulis terkait dengan peralatan dan kelengkapan gambar teknik. 10 JP Sato G., Takeshi, N. Sugiharto H (1983), “Menggambar Mesin menurut Standar ISO”, PT. Pradnya Paramita, Jakarta Hantoro, Sirod dan Parjono. (2005), “Menggambar Mesin” Adicita, Jakarta
Tables for the electric trade (GTZ) GmbH,Eschborn Federal Republic of Germany Suparno (2008), “Teknik Gambar Bangunan untuk SMK Jilid 1”, Direktorat PSMK
dan menentukan hubungan jenis dan fungsi peralatan gambar, selanjutnya disimpulkan dengan urutan dari yang sederhana sampai pada yang lebih kompleks terkait dengan penggunaan peralatan dan kelengkapan gambar teknik. Mengkomunikasikan Menyampaikan hasil konseptualisasi berupa penggunaan peralatan dan kelengkapan gambar teknik dalam bentuk lisan, tulisan, gambar, atau media lainnya.
dan artikel yang sesuai
3.2 Membedakan garis-garis gambar teknik
berdasarkan bentuk dan fungsi garis
4.2 Menyajikan garis-garis gambar teknik sesuai bentuk dan fungsi garis
Pengenalan bentuk dan fungsi garis gambar: Garis gambar (garis kontinyu tebal) Garis sumbu (garis bertitik tipis) Garis ukuran (garis kontinyu tipis) Garis potongan Mengamati
Mengamati dan/atau membaca informasi tentang bentuk-bentuk garis gambar.
Menanya
Mengkondisikan situasi belajar untuk membiasakan mengajukan pertanyaan secara aktif dan mandiri tentang bentuk dan fungsi garis serta cara membuat garis. Tugas Hasil pekerjaan membuat garis gambar. Observasi Proses pelaksanaan tugas membuat garis gambar. Portofolio Terkait kemampuan 8 JP Sato G., Takeshi, N. Sugiharto H (1983), “Menggambar Mesin menurut Standar ISO”, PT. Pradnya Paramita, Jakarta Hantoro, Sirod dan Parjono. (2005), “Menggambar Mesin” Adicita,
tipis, ujung tebal atau garis tipis bebas) Garis bantu (garis kontinyu tipis) Garis arsiran (garis kontinyu tipis)
Garis benda yang
tertutup (garis putus-putus sedang)
Mengeksplorasi
Mengumpulkan data/informasi yang dipertanyakan dan
menentukan sumber (melalui benda konkrit, dokumen, buku, eksperimen) untuk menjawab pertanyaan yang diajukan tentang bentuk dan fungsi garis serta cara membuat garis. Mengasosiasi
Mengkatagorikan data/informasi dan menentukan hubungannya, selanjutnya disimpulkan dengan urutan dari yang sederhana sampai pada yang lebih
kompleks terkait dengan bentuk dan fungsi garis serta membuat garis.
Mengkomunikasikan Menyampaikan hasil
konseptualisasi tentang bentuk dan fungsi garis-garis gambar serta pembuatannya dalam bentuk lisan, tulisan, dan gambar atau media lainnya.
gambar (jika ada). Tes
Tes lisan/tertulis yang terkait dengan
membuat garis gambar.
Tables for the electric trade (GTZ) GmbH,Eschborn Federal Republic of Germany Suparno (2008), “Teknik Gambar Bangunan untuk SMK Jilid 1”, Direktorat PSMK Dokumen gambar kerja Buku referensi
dan artikel yang sesuai
3.3 Mengklarifikasi huruf, angka dan etiket gambar
Pengenalan aturan kelengkapan
Mengamati
Mengamati dan/atau membaca
Tugas
Hasil pekerjaan
6 JP Sato G., Takeshi, N. Sugiharto H
aturan penerapan 4.3 Merancang huruf, angka
dan etiket gambar teknik sesuai prosedur dan aturan penerapan teknik: Huruf gambar Angka gambar Skala gambar Etiket gambar
skala, dan etiket gambar. Menanya
Mengkondisikan situasi belajar untuk membiasakan mengajukan pertanyaan secara aktif dan mandiri tentang aturan dan penerapan huruf, angka, skala, dan etiket gambar.
Mengeksplorasi
Mengumpulkan data/informasi yang dipertanyakan dan
menentukan sumber (melalui benda konkrit, dokumen, buku, eksperimen) untuk menjawab pertanyaan yang diajukan tentang aturan dan penerapan huruf, angka, skala, dan etiket gambar.
Mengasosiasi
Mengkatagorikan data/informasi dan menentukan hubungannya, selanjutnyanya disimpulkan dengan urutan dari yang sederhana sampai pada yang lebih kompleks terkait dengan aturan dan penerapan huruf,
angka, dan etiket gambar.
Observasi
Proses pelaksanaan tugas membuat huruf, angka, dan etiket gambar.
Portofolio
Terkait kemampuan dalam membuat huruf, angka, dan etiket gambar (jika ada). Tes
Tes lisan/tertulis yang terkait dengan
membuat huruf, angka, dan etiket gambar “Menggambar Mesin menurut Standar ISO”, PT. Pradnya Paramita, Jakarta Hantoro, Sirod dan Parjono. (2005), “Menggambar Mesin” Adicita, Jakarta
Tables for the electric trade (GTZ) GmbH,Eschborn Federal Republic of Germany Suparno (2008), “Teknik Gambar Bangunan untuk SMK Jilid 1”, Direktorat PSMK Dokumen gambar kerja Buku referensi
dan artikel yang sesuai
Mengkomunikasikan Menyampaikan hasil konseptualisasi berupa
penerapan prosedur dan aturan tentang huruf, angka, dan etiket gambar dalam bentuk lisan, tulisan, dan gambar atau media lainnya.
3.4 Mengelompokkan gambar konstruksi geometris berdasarkan bentuk konstruksi sesuai prosedur 4.4 Menyajikan gambar
konstruksi geometris berdasarkan bentuk konstruksi sesuai prosedur
Gambar konstruksi geometris: Konstruksi garis Konstruksi sudut Konstruksi lingkaran Konstruksi garis singgung Konstruksi gambar bidang Mengamati
Mengamati dan/atau membaca informasi tentang bentuk-bentuk gambar konstruksi geometris. Menanya
Mengkondisikan situasi belajar untuk membiasakan mengajukan pertanyaan secara aktif dan mandiri tentang bentuk dan fungsi serta cara membuat gambar konstruksi geometris. Mengeksplorasi
Mengumpulkan data/informasi yang dipertanyakan dan
menentukan sumber (melalui benda konkrit, dokumen, buku, eksperimen) untuk menjawab
Tugas Hasil pekerjaan menggambar konstruksi geometris Observasi Proses pelaksanaan tugas menggambar konstruksi geometris Portofolio Terkait kemampuan dalam menggambar konstruksi geometris (jika ada). Tes
Tes lisan/tertulis yang terkait dengan 16 JP Sato G., Takeshi, N. Sugiharto H (1983), “Menggambar Mesin menurut Standar ISO”, PT. Pradnya Paramita, Jakarta Hantoro, Sirod dan Parjono. (2005), “Menggambar Mesin” Adicita, Jakarta
Tables for the electric trade (GTZ) GmbH,Eschborn Federal Republic of Germany
tentang bentuk dan fungsi serta cara membuat gambar
konstruksi geometris. Mengasosiasi
Mengkatagorikan data/informasi dan menentukan hubungannya, selanjutnyanya disimpulkan dengan urutan dari yang sederhana sampai pada yang lebih kompleks terkait dengan bentuk dan fungsi serta cara membuat gambar konstruksi geometris.
Mengkomunikasikan Menyampaikan hasil konseptualisasi berupa pembuatan bentuk-bentuk gambar konstruksi geometris sesuai fungsi dalam bentuk lisan, tulisan, dan gambar atau media lainnya.
konstruksi geometris “Teknik Gambar
Bangunan untuk
SMK Jilid 1”, Direktorat PSMK
Buku referensi
dan artikel yang sesuai 3.5 Mengintegrasikan persyaratan gambar proyeksi piktorial (3D) berdasarkan aturan gambar proyeksi Pengenalan jenis gambar proyeksi: Gambar piktorial Cara dan penyajian gambar Mengamati
Mengamati dan/atau membaca informasi tentang gambar proyeksi piktorial. Menanya Tugas Hasil pekerjaan menggambar proyeksi piktorial 16 JP Sato G., Takeshi, N. Sugiharto H (1983), “Menggambar Mesin menurut Standar ISO”, PT. Pradnya
3D secara gambar sketsa dan gambar rapi, sesuai aturan proyeksi piktorial
Isometric Dimetri Oblique/miring Perspektif Pembuatan gambar proyeksi: Sketsa Menggunakan alat
untuk membiasakan mengajukan pertanyaan secara aktif dan mandiri tentang aturan gambar proyeksi piktorial dan cara menggambarnya dalam bentuk gambar sketsa dan gambar teknik (gambar rapi dengan menggunakan alat).
Mengeksplorasi
Mengumpulkan data/informasi yang dipertanyakan dan
menentukan sumber (melalui benda konkrit, dokumen, buku, eksperimen) untuk menjawab pertanyaan yang diajukan tentang gambar proyeksi piktorial dan cara
menggambarnya dalam bentuk gambar sketsa dan gambar teknik.
Mengasosiasi
Mengkatagorikan data/informasi dan menentukan hubungannya, selanjutnyanya disimpulkan dengan urutan dari yang sederhana sampai pada yang lebih kompleks terkait aturan
Proses pelaksanaan tugas menggambar proyeksi piktorial Portofolio
Terkait kemampuan dalam gambar teknik proyeksi piktorial (jika ada).
Tes
Tes lisan/tertulis yang terkait dengan gambar proyeksi piktorial Hantoro, Sirod dan Parjono. (2005), “Menggambar Mesin” Adicita, Jakarta
Tables for the electric trade (GTZ) GmbH,Eschborn Federal Republic of Germany Suparno (2008), “Teknik Gambar Bangunan untuk SMK Jilid 1”, Direktorat PSMK Buku referensi
dan artikel yang sesuai
piktorial dalam bentuk gambar sketsa dan gambar teknik. Mengkomunikasikan Menyampaikan hasil konseptualisasi tentang persyaratan gambar proyeksi piktorial yang diterapkan pada gambar sketsa dan gambar teknik benda 3D secara proyeksi piktrorial dalam bentuk lisan, tulisan, dan gambar atau media lainnya. 3.6 Mengintegrasikan persyaratan gambar proyeksi orthogonal (2D) berdasarkan aturan gambar proyeksi
4.6 Menyajikan gambar benda 2D secara gambar sketsa dan gambar rapi, sesuai aturan proyeksi orthogonal Pengenalan jenis gambar proyeksi: Gambar orthogonal Cara dan penyajian gambar proyeksi orthogonal: Sudut pertama/Proyeksi Eropa Sudut ketiga/Proyeksi Amerika Pembuatan Mengamati
Mengamati dan/atau membaca informasi tentang gambar proyeksi orthogonal. Menanya
Mengkondisikan situasi belajar untuk membiasakan mengajukan pertanyaan secara aktif dan mandiri tentang aturan gambar proyeksi orthogonal dan cara menggambarnya dalam bentuk gambar sketsa dan gambar teknik (gambar rapi dengan menggunakan alat). Tugas Hasil pekerjaan menggambar proyeksi orthogonal Observasi Proses pelaksanaan tugas menggambar proyeksi orthogonal Portofolio Terkait kemampuan dalam gambar teknik proyeksi orthogonal (jika ada). 20 JP Sato G., Takeshi, N. Sugiharto H (1983), “Menggambar Mesin menurut Standar ISO”, PT. Pradnya Paramita, Jakarta Hantoro, Sirod dan Parjono. (2005), “Menggambar Mesin” Adicita, Jakarta
Tables for the electric trade
(GTZ)
Sketsa
Menggunakan
alat
Mengumpulkan data/informasi yang dipertanyakan dan
menentukan sumber (melalui benda konkrit, dokumen, buku, eksperimen) untuk menjawab pertanyaan yang diajukan tentang gambar proyeksi orthogonal dan cara
menggambarnya dalam bentuk gambar sketsa dan gambar teknik.
Mengasosiasi
Mengkatagorikan data/informasi dan menentukan hubungannya, selanjutnyanya disimpulkan dengan urutan dari yang sederhana sampai pada yang lebih kompleks terkait aturan dan cara menggambar proyeksi orthogonal dalam bentuk gambar sketsa dan gambar teknik.
Mengkomunikasikan Menyampaikan hasil konseptualisasi tentang persyaratan gambar proyeksi orthogonal yang diterapkan pada gambar sketsa dan gambar
Tes
Tes lisan/tertulis yang terkait dengan gambar proyeksi orthogonal Republic of Germany Buku referensi
dan artikel yang sesuai
orthogonal dalam bentuk lisan, tulisan, bagan, dan gambar atau media lainnya.
Satuan Pendidikan : SMK Kelas : Kelas X
Semester : Semester Genap Mata Pelajaran : Gambar Teknik 1
Alokasi Waktu : 4 minggu x 2 jam pelajaran
I. Kompetensi Inti dan Kompetensi Dasar
KOMPETENSI INTI KOMPETENSI DASAR
1. Menghayati dan mengamalkan
ajaran agama yang dianutnya.
2. Menghayati dan mengamalkan
perilaku jujur, disiplin, tanggung jawab, santun, responsif dan pro aktif dan menunjukkan sikap sebagai bagian dari solusi atas
berbagai permasalahan dalam
berinteraksi secara efektif dengan lingkungan sosial dan alam serta dalam menempatkan diri sebagai cerminan bangsa dalam peegaulan dunia.
3. Memahami, menerapkan dan
menganalisis pengetahuan faktual,
konseptual, dan prosedural
berdasarkan rasa ingin tahunya
tentang ilmu pengetahuan,
teknologi, seni, humaniora dalam wawasan kemanusiaan, kebangsaan, kenegaraan, dan peradaban terkait
3.7. Menunjukka sikap responsif, proaktif, dan berinteraksi secara efektif dengan lingkungan sosial sebagai bagian dari solusi atas berbagai permasalahan dalam memahami proyeksi orthografi.
Mengintegrasikan persyaratan gambar proyeksi orthogonal (2D) berdasarkan aturan gambar proyeksi.
untuk memecahkan masalah.
4. Mengolah, menggambar, dan
menyaji dalam ranah konkret terkait dengan pengembangan dari yang dipelajari di sekolah secara mandiri, dan mempu melaksanakan tugas spesifik di bawah pengawasan langsung.
4.9. mengamalkan perilaku jujur, kraetif, teliti, inovatif dan tanggung jawab, dalam menyajikan gambar proyeksi orthografi, proyeksi normal berupa proyeksi titik garis, bidang, dan benda dengan prinsip kotak proyeksi orthografi. Menyajikan gmbar benda 2D secara gambar sketsa dan gambar rapi, sesuai aturan proyeksi orthogonal.
II. Indikator a. Sikap
Mengembangkan perilaku berkarakter, meliputi: 1. Syukur 2. Jujur 3. Aktif 4. Responsif 5. Kreatif 6. Inovatif 7. Teliti 8. Tanggung Jawab b. Pengetahuan
1. Menjelaskan gambar proyeksi orthogonal sudut ketiga/proyeksi Amerika. 2. Menjelaskan persyaratan gambar proyeksi orthogonal (2D) sudut
ketiga/proyeksi Amerika berdasarkan aturan gambar proyeksi. c. Ketrampilan
1. Mampu membuat gambar proyeksi orthografi, proyeksi normal berupa proyeksi titik garis, bidang, dan benda dengan prinsip proyeksi kotak orthografi.
2. Mengembangkan ketrampilan sosial, meliputi:
a) Mampu bertanya mengenai jenis gambar proyeksi orthogonal dan persyaratannya berdasarkan aturan gambar proyeksi.
III. Tujuan Pembelajaran a. Sikap
1. Religi
Dengan datang tepat waktu dan berdoa secara seksama dalam memulai pelajaran siswa mampu mensyukuri karunia Tuhan karena masih diberikan kesehatan dan kelancaran dalam menjalankan kegiatan belajar mengajar. 2. Karakter
Terlibat dalam proses belajar mengajar berpusat pada siswa, paling tidak siswa dinilai pengamat membuat kemajuan dalam menunjukkan perilaku berkarakter meliputi: jujur, aktif, teliti, dan tanggung jawab sesuai PHB 4: Pengamatan Perilaku Berkarakter.
3. Keterampilan Sosial
Terlibat dalam proses belajar mengajar berpusat pada siswa, paling tidak siswa dinilai pengamat membuat kemajuan dalam menunjukkan
keterampilan berkerja sama (proaktif), menyumbangkan ide (inovatif), menjadi pendengar yang baik dan berkomunikasi (responsif) sesuai PHB 5: Keterampilan Sosial.
b. Pengetahuan
1. Secara mandiri dan tanpa membuka bahan ajar siswa mampu menjelaskan jenis gambar proyeksi orthografi dengan mengerjakan soal terkait PHB 1: Produk sesuai kunci jawaban.
c. Keterampilan
1. Mampu membuat gambar proyeksi orthografi sesuai dengan persyaratan proyeksi orthografi. PHB 3: Psikomotor.
IV. Materi Pembelajaran : Konstruksi Bangunan
a. Gambar orthogonal sudut ketiga/proyeksi Amerika.
b. Persyaratan gambar proyeksi orthogonal (2D) berdasarkan aturan gambar proyeksi.
V. Model dan Metode Pembelajaran
VI. Kegiatan Pembelajaran 1. Pertemuan 1
a. Pendahuluan
Kegiatan Waktu
1. Berdo’a, Mengabsen.
2. Memotivasi siswa dengan menunjukkan gambar motivasi dan mengkaitkannya dengan mata pelajaran sehingga murid-murid terkesan dan memiliki semangat untuk dapat mengikuti mata pelajaran gambar teknik. Menarik perhatian siswa.
3. Memberikan batasan ruang lingkup pelajaran yang akan dibahas dengan menjabarkan matei pendahuluan mengenai materi.
15 menit
b. Inti
Kegiatan Waktu
1. Menyampaikan informasi berupa rumusan masalah gambar teknik mengenai proyeksi orthogonal dan jenisnya.
2. Membimbing siswa untuk merumuskan hipotesis atas rumusan masalah yang telah diberikan sambil memberi kesempatan siswa dengan jujur melakukan evaluasi-diri sesuai dengan PHB 2: Proses yang dibagikan.
3. Membimbing siswa mengidentifikasi gambar-gambar yang berkaitan dengan proyeksi orthogonal dengan cara menunjuk satu-dua siswa untuk berpendapat dan meminta siswa lain mengulang pendapat temannya untuk mengecek apakah ia menjadi pendengar yang baik.
4. Membimbing siswa untuk berdiskusi dengan teman sebangkunya tentang prinsip-prinsip proyeksi orthogonal sudut ketiga/proyeksi Amerika, diingatkan agar setiap siswa aktif berpendapat.
kemudahan guru melakukan evaluasi formatif dan memberi kesempatan siswa lain untuk belajar menjadi pendengar yang baik.
6. Guru melakukan apersepsi tentang prinsip proyeksi orthogonal sudut ketiga/proyeksi Amerika dengan menggunakan alat peraga berupa benda 3D.
7. Guru melakukan evaluasi dengan cara meminta salah satu peserta didik mengulang prinsip-prinsip proyeksi orthogonal di depan kelas, sambil memberikan kesempatan siswa lain untuk bertanya.
8. Memberikan penghargaan kepada anak yang berkinerja baik dan amat baik dalam kegiatan belajar mengajar tersebut.
c. Penutup
Kegiatan Waktu
1. Bersama-sama siswa membuat kesimpulan dari hasil kerja hari ini
2. Guru memberikan umpan baik dengan mengulas kembali pertanyaan pada tahap motivasi dan meminta siswa untuk menyimpulkan. 15 menit 2. Pertemuan ke 2 a. Pendahuluan Kegiatan Waktu 1. Berdo’a, Mengabsen.
2. Memotivasi siswa dengan menunjukkan gambar motivasi dan mengkaitkannya dengan mata pelajaran sehingga murid-murid terkesan dan memiliki semangat untuk dapat mengikuti mata pelajaran gambar teknik. Menarik perhatian siswa.
3. Memberikan batasan ruang lingkup pelajaran yang akan
d. Inti
Kegiatan Waktu
1. Mengulas kembali materi pertemuan yang lalu dengan meminta salah satu peserta didik mengkomunikasikan materi prinsip gambar proyeksi orthogonal sudut ketiga di depan kelas, dan memberikan kesempatan siswa lain belajar menjadi pendengar yang baik.
2. Melakukan evaluasi dengan cara meminta satu dua peserta didik mengulang materi yang telah di komunikasikan temannya.
3. Memberikan sketsa gambar 3D kepada siswa lalu membimbing siswa membuat gambar proyeksi orthogonal sudut ketiga/ proyeksi Amerika dengan sungguh-sungguh dan penuh tanggung jawab.
4. Bersama-sama siswa membuat jadwal penyelesaian tugas yang harus dibuat dan diingatkan agar mengerjakan tugas sesuai waktu yang telah disepakati untuk melatih siswa agar terbiasa disiplin.
5. Memberikan petunjuk kepada siswa yang terlihat kesulitan dalam mengerjakan tugas sambil diingatkan agar tidak mudah menyerah dan bersemangat.
6. Membimbing siswa agar menyelesaikan tugasnya selama KBM sambil memberikan motivasi kepada siswa agar tetap bersemangat dalam menyelesaikan tugasnya.
60 menit
e. Penutup
Kegiatan Waktu
1. Bersama-sama siswa membuat kesimpulan dari hasil kerja hari ini
2. Guru memberikan umpan baik dengan mengulas kembali pertanyaan pada tahap motivasi dan meminta
3. Pertemuan ke 3 a. Pendahuluan
Kegiatan Waktu
1. Berdo’a, Mengabsen.
2. Memotivasi siswa dengan menunjukkan gambar motivasi dan mengkaitkannya dengan mata pelajaran sehingga murid-murid terkesan dan memiliki semangat untuk dapat mengikuti mata pelajaran gambar teknik. Menarik perhatian siswa.
3. Memberikan batasan ruang lingkup pelajaran yang akan dibahas dengan menjabarkan matei pendahuluan mengenai materi.
15 enit
b. Inti
Kegiatan Waktu
1. Memonitor perkembangan tugas yang telah diberikan dengan cara meminta siswa satu persatu mengajukan hasil kerjanya. Guru memberikan evaluasi apakah hasil kerja tersebut sudah sesuai dengan gambar sketsa 3D yang dibagikan.
2. Memberikan kesempatan kepada siswa untuk memperbaiki tugasnya selama KBM berlangsung. Guru mengingatkan agar siswa mengerjakan tugas dengan bersungguh-sungguh dan penuh tanggung jawab.