• Tidak ada hasil yang ditemukan

IV. HASIL DAN PEMBAHASAN

2. Saran

1. Untuk mentransformasi nilai-nilai dalam lingkungan kerja oleh pimpinan di Sekolah Madania, maka perlu dilakukan oleh Kepala Sekolah melalui langkah-langkah tegas, tetapi tetap mengacu pada tujuan yang telah ditentukan, agar tercapainya visi dan misi Sekolah Madania tercapai, misalnya sikap menghargai ide-ide baru, cara dan metode baru, praktik-praktik baru yang dilakukan para guru dalam proses kegiatan belajar mengajar (KBM) di sekolah dan menjalin kemitraan dengan berbagai pihak.

2. Untuk mempertahankan dan meningkatkan kinerja guru sesuai kriteria kinerja yang telah diterapkan, maka berdayakan guru untuk melakukan hal yang terbaik untuk sekolah, mendengarkan semua pemikiran guru untuk mengembangkan semangat kerjasama, sehingga guru merasa dihargai, dapat sadar dengan sendirinya untuk berperilaku disiplin dan profesional dalam menuju guru mutu dan mandiri.

3. Agar gaya kepemimpinan di Sekolah Madania berdampak positif bagi peningkatan kinerja pegawai, maka kepemimpinan kepala sekolah perlu diberdayakan. Pemberdayaan kepala sekolah mengandung arti peningkatan kemampuan secara fungsional, dimana kepala sekolah mampu berperan sesuai dengan tugas, fungsi, wewenang dan tanggungjawabnya, baik itu sebagai pemimpin bagi para guru, maupun sebagai manajer, atau pemimpin dalam manajemen sekolah. Hal ini dikarenakan, tugas dan fungsi kepala sekolah merupakan sosok sentral dalam peningkatan mutu kualitas pendidikan di sekolah.

DAFTAR PUSTAKA

 

Handoko, T H. 2004. Manajemen Personalia dan Sumberdaya Manusia. BPFE, Yogyakarta.

Hasibuan, M. 2006. Manajemen Sumber Daya Manusia. (Edisi revisi). PT Bumi Aksara, Jakarta

Mangkuprawira, Tb. S. 2008. Bisnis, Manajemen, dan Sumberdaya Manusia. IPB Press, Bogor.

Mangkunegara, S.P. 2002. Evaluasi Kinerja Sumberdaya Manusia. Refika Aditama, Jakarta.

Mangopang, A. 2010. Analisis Gaya Kepemimpinan dan Komitmen Kerja Pegawai Kantor Distrik Abepura Jayapura. Skripsi pada Departemen Manajemen.

Fakultas Ekonomi dan Manajemen. Institut Pertanian Bogor.

Natalia, R. 2010. Analisis Pengaruh Dimensi Gaya Kepemimpinan Atasan Terhadap Kinerja Karyawan (Studi Kasus PT Taspen (Persero) Cabang Bogor). Skripsi pada Departemen Manajemen, Fakultas Ekonomi dan Manajemen, Institut Pertanian Bogor, Bogor.

Nawawi, H. 2006. Evaluasi dan Manajemen Kinerja di Lingkungan Perusahaan dan Industri. Gadjah Mada Press University, Yogyakarta.

Rivai, V. 2004. Kepemimpinan dan Perilaku Organisasi. PT Rajagrafindo Persada.

Jakarta.

Robbins, S.P, 2010. Perilaku Organisasi (Terjemahan Buku 1), Salemba Empat, Jakarta.

Rohmat, 2010. Kepemimpinan Pendidikan Konsep dan Aplikasi. STAIN Press.

Purwokerto.

Siagian, S.P. 2004. Teori Pengembangan Organisasi. PT Bumi Aksara, Jakarta.

Sutrisno, Edy, 2010. Budaya Organisasi, Kencana Prenada Media Group. Jakarta.

Umar, H. 2005. Riset Sumber Daya Manusia dalam Organisasi. PT. Gramedia Pustaka Utama, Jakarta.

Wibowo, W.A. 2010. Analisis Pengaruh Stres Kerja Terhadap Kinerja Karyawan (Studi Kasus Bank Negara Indonesia Kantor Cabang Pati). Skripsi pada

Departemen Manajemen, Fakultas Ekonomi dan Manajemen, Institut Pertanian Bogor, Bogor.

Yukl, G. 2010. Kepemimpinan Dalam Organisasi, (Edisi Kelima). PT Indeks, Jakarta.

LAMPIRAN

Lampiran 1. Hasil Wawancara

1. Menurut Ibu apakah gaya kepemimpinan kepala sekolah berpengaruh terhadap kinerja pegawai ? Bolehkah dijelaskan ?

Jawab : Gaya kepemimpinan setiap pemimpin, termasuk kepala sekolah akan mempengaruhi kinerja pegawai. Hal ini dikarenakan pemimpin memiliki empat peran pokok: penentu arah gerak (pathfinding), penyelarasan pandangan langkah (aligning), pendelegasian (empowering) dan keteladanan (modeling). Untuk mewujudkannya, diperlukan karisma dan wibawa dari hati, sehingga menimbulkan gerakan dengan kekuatan pengaruhnya untuk mencapai tujuan organisasi yang telah ditentukan dalam pathfinding. Pengaruh ini berhubungan dengan kemampuan pemimpin membangun hubungan interpersonal dengan pegawai. Pegawai adalah manusia berperasaan, sehingga komunikasi yang baik berperan dalam memahami satu sama lain, agar semua pihak dapat mengeluarkan potensi terbesarnya bagi organisasi.

2. Apakah kinerja para pegawai sekolah madania berpengaruh terhadap gaya kepemimpinan ? Bolehkah dijelaskan ?

Jawab : Ada yang ya dan ada juga tidak. Setiap pemimpin memiliki gaya kepimimpinannya masing-masing. Gaya kepimpinan yang dilakukan dikondisikan terhadap kinerja pegawai. Yang diperlukan adalah kemampuan pemimpin untuk membaca keadaan dan meresponnya dengan gaya kepimpinan yang tepat.

3. Dari hasil pengaruh gaya kepemimpinan terhadap kinerja pegawai adakah manfaatnya untuk sekolah ? Apa saja ?

Jawab : Maksudnya ini teh, kalau gaya kepemimpinan disesuaikan dengan kinerja pegawai, di nomor 2

Manfaat untuk sekolah (organisasi) sebagai akibat dari gaya kepimimpinan terhadap kinerja pegawai adalah :

Lanjutan Lampiran 1.

a. Tercapainya tujuan orgainisasi dalam pathfinding dengan mendorong orang lain untuk bergerak menuju tujuan melalui contoh yang diberikan .

b. Terdapatnya kesamaan standar melalui pengembangan kemampuan pegawai

     

1. Kuesioner ini disusun untuk melihat dan mengetahui pengaruh gaya kepemimpinan terhadap kinerja pegawai pada Sekolah Madania Parung.

2. Untuk itu saya memohon kesediaan Bapak/Ibu/Saudara untuk mengisi kuesioner ini dengan jujur, benar dan akurat agar informasi ilmiah yang disajikan dapat dipertanggungjawabkan.

3. Jawaban yang Bapak/Ibu/Saudara berikan tidak ada kaitannya dengan penilaian komitmen maupun kinerja anda, sebab kuesioner ini hanya ditujukan untuk keperluan ilmiah dan penyelesaian tugas akhir studi.

4. Atas perhatian dan partisipasi Bapak/Ibu/Saudara, saya sampaikan terima kasih dan penghargaan setinggi-tingginya.

Nama : Daniar Lusiani

NRP : H24097022

Fakultas : Ekonomi dan Manajemen

Program Studi : Program Sarjana Alih Jenis Manajemen  

Identitas Responden  

1. Jenis Kelamin :

ANALISIS PENGARUH GAYA KEPEMIMPINAN TERHADAP KINERJA PEGAWAI (Studi Kasus Madania Indonesian School with World Class Standard)

Lanjutan Lampiran 2.

Cara Pengisian Kuesioner

1. Mohon memberi tanda ceklis (9) pada jawaban yang Bapak/Ibu anggap paling sesuai.

2. Setiap pernyataan hanya membutuhkan satu jawab.

3. Setelah melakukan pengisian, mohon Bapak/Ibu mengembalikan kepada yang menyerahkan kuesioner

   

NO PERNYATAAN

STS TS CS S SS 1 Kepala Sekolah memberikan instruksi dengan jelas dan

tegas agar pekerjaan diselesaikan tepat pada waktunya.

2 Kepala sekolah langsung memberi hukuman, tanpa adanya komunikasi penyelesaian konflik tersebut ketika

terjadi konflik diantara sesama pegawai.

3 Kepala Sekolah tidak berkoordinasi dengan bawahannya dan mengambil keputusan sendiri ketika memperoleh tugas dari Management yang lebih tinggi (Contoh;

Direktur dan Principal).

4 Kepala Sekolah melibatkan diri dalam semua aspek

kegiatan - kegiatan di kantor.

5 Kepala Sekolah ditempat saya mengajak staffnya bersama-sama merumuskan suatu tujuan dari program

yang dilaksanakan.

6 Kepala Sekolah senang menerima saran, pendapat, dan

kritikan-kritikan dari bawahan.

7 Kepala Sekolah terlebih dahulu mendengarkan masukan/saran dari pegawai dalam pengambilan keputusan ketika terdapat musibah/bencana yang terjadi di lingkungan.

8 Kepala Sekolah memberikan tanggung jawab penuh pemecahan masalah kepada bawahan pemecahan

masalah berkaitan dengan kesejahteraan pegawai.

9 Kepala Sekolah saya memperlihatkan perasaan bila dia

tidak suka atau ada masalah dengan seorang staff.

10 Kepala Sekolah saya menetapkan, bila ingin konsultasi tentang suatu program atau ada masalah, hendaknya dikonsultasikan lebih dahulu dengan pegawai yang lebih senior, bila tidak bisa dipecahkan masalahnya, baru kepada kepala Sekolah.

11 Kepala Sekolah memberikan pendelegasian wewenang

yang jelas terhadap pegawai.

12 Kepala Sekolah terbuka menerima pendapat dari

pegawai.

13 Kepala Sekolah tegas dalam mengambil keputusan.

 

KINERJA PEGAWAI

NO PERNYATAAN ALTERNATIF JAWABAN

STS TS CS S SS 1 Banyaknya volume pekerjaan yang diterima oleh

pegawai sudah sesuai dengan kemampuan.

2 Banyaknya volume pekerjaan tidak menjadi hambatan bagi pegawai dalam menyelesaikan pekerjaan tepat pada waktunya.

3 Pegawai mampu menyelesaikan pekerjaan lebih dari

volume yang telah ditentukan.

4 Pegawai mampu menyelesaikan pekerjaan sebelum

batas waktu yang telah ditentukan.

5 Pegawai diharuskan menyelesaikan tugas pada hari berikutnya, jika pekerjaan tidak dapat dikerjakan sesuai waktu yang tersedia.

6 Pegawai melaksanakan pekerjaan menurut

pembagian kerja masing-masing.

7 Pegawai mempunyai ketepatan waktu dalam

menyelesaikan pekerjaan.

8 Pegawai bertanggungjawab terhadap pekerjaan yang

diberikan.

9 Pegawai masuk kerja tepat waktu.

10 Pegawai berada di ruangan kantor pada saat jam

kerja.

11 Pegawai tidak pernah dikenakan sanksi atau

hukuman.

12 Pegawai bekerja sesuai dengan jadwal yang telah

ditentukan.

13 Pegawai dapat berpikir kreatif dalam melaksanakan

pekerjaan.

14 Pegawai dapat memberikan ide yang baik dalam

bekerja.

15 Pegawai mampu bekerja sama dengan baik dengan

rekan kerja.

16 Pegawai mampu memecahkan masalah yang terjadi

dalam pekerjaan.

 

1 4 4 4 3 3 2 3 3 4 4 5 4 4 47 3.62

1 4 4 4 3 4 4 4 4 3 4 4 4 4 4 4 4 62 3.88

1 3 3 3 3 3 3 4 3 3 3 3 4 3 41 3.15

0.403 0.625 0.590 0.711 0.809 0.625 0.384 0.502 0.809 0.593 0.590 0.586 0.637 Koefisien validitas

r tabel 0.361

K14 K15 K16 K17 K18 K19 K20 K21 K22 K23 K24 K25 K26 K27 K28 K29 total Rataan

0.693 0.818 0.831 0.825 0.485 0.721 0.841 0.577 0.641 0.818 0.660 0.485 0.602 0.570 0.573 0.690

Lampiran 9. Hasil uji perhitungan analisis SPSS A. Koefisien Validitas dan Reliabilitas

Cor relations

Correlation is s ignif icant at the 0.05 level (2-tailed).

*.

Correlation is s ignif icant at the 0.01 level (2-tailed).

Lanjutan Lampiran 9.

Correlation is s ignif icant at the 0.01 level (2-tailed).

Correlation is s ignif icant at the 0.01 level (2-tailed).

**.

Lanjutan Lampiran 9.

B. Analisis Regresi Linear Sederhana Pengaruh Gaya Kepemimpinan terhadap Kinerja Pegawai

Uji Linearitas Model Analisis Regresi Sederhana (Uji F)

Uji Asumsi Normalitas Residual Model Regresi

Koefisien Determinasi Model Regresi Sederhana

Des criptive Statis tics

3.8062 .49338 76

3.3925 .39107 76

Kinerja Kepemimpinan

Mean Std. Deviation N

ANOV Ab

5.284 1 5.284 30.143 .000a

12.973 74 .175

Squares df Mean Square F Sig.

Predictors: (Constant), Kepemimpinan

Statistic df Sig. Statistic df Sig.

Kolmogorov-Smirnova Shapiro-Wilk

Lillief ors Signif icance Correc tion a.

Model Sum m aryb

.538a .289 .280 .41869

Model

Dependent V ariable: kinerja b.

Lanjutan Lampiran 9.

Hasil Analisis Regresi Linear Sederhana Pengaruh Gaya Kepemimpinan terhadap Kinerja Pegawai

Coe fficientsa

1.504 .422 3.562 .001

.679 .124 .538 5.490 .000

(Cons tant) Kepemimpinan Model

1

B Std. Error Unstandardiz ed

Coef f icients

Beta Standardized

Coef f icients

t Sig.

Dependent Variable: Kinerja a.

Dokumen terkait