BAB V PENUTUP
B. Saran
Saran yang ingin penulis sampaikan ialah harus dilakukan revisi terhadap UU No. 30 Tahun 1999 tentang AAPS secara keseluruhan. Perbaikan tersebut khususnya terhadap hal yang dianggap kecil terlebih dahulu, terkait ketentuan bahwa putusan arbitrase merupakan putusan yang bersifat final dan binding sebagaimana dicantumkan dalam Pasal 60 UU No. 30 Tahun 1999, “Putusan arbitrase bersifat final dan mempunyai kekuatan hukum tetap”.
Padahal di dalam hukum, yang hitam jelas hitam dan yang putih pun harus jelas, dapat dilakukannya upaya banding atas putusan arbitrase menunjukkan tidak konsistennya ketentuan dalam undang-undang, bahwa putusan arbitrase tidak dapat dilanjutkan dengan upaya hukum lain. Sehingga menurut penulis hal ini perlu diperhatikan.
Selain itu, undang-undang ini harus ditambahkan pasal mengenai pembatalan putusan arbitrase internasional dengan menjelaskan bahwa putusan tersebut tidak dapat „dibatalkan‟ karena hal ini dapat mempertegas kewenangan Pengadilan Negeri di Indonesia dalam membatalkan putusan arbitrase Internasional tersebut.
Kemudian kelalaian atau kealpaan yang dilakukan oleh hakim Mahkamah Agung terhadap ketentuan yang telah digariskan oleh perundangan dapat
mengakibatkan keputusan yang dibuat menjadi cacat (invalid). Bila terjadi hal yang demikian tentunya proses persidangan yang telah berlangsung dan menyita waktu yang banyak akan sangat merugikan bagi para pihak yang bersengketa, disamping itu biaya yang harus dikeluarkan oleh para pihak akan bertambah besar, yang mana hal ini sangat bertentangan dengan prinsip peradilan yang cepat dan biaya murah.
Dengan begitu diharapkan hakim dalam mengambil keputusan harus memperhatikan lagi dengan seksama yurisprudensi-yurisprudensi yang ada, bahwasannya gugatan pembatalan putusan arbitrase internasional dapat diajukan ke pengadilan, hanya saja pengadilan tidak memiliki kewenangan dalam membatalkannya, dan hakim harus memperhatikan bahwasannya ada undang-undang lain yang akan saling bersinggungan dalam satu perkara dan ini patut dicermati.
DAFTAR PUSTAKA
Buku :
Abdurrasyid, Priyatna. Arbitrase dan Alternatif Penyelesaian Sengketa (APS) Suatu Pengantar, Cet. Ke-II. Jakarta: Fikahati Aneska, 2011.
Adolf, Huala. Arbitrase Komersial Internasional. Jakarta: Rajawali Pers, 1991.
Adolf, Huala. Dasar-dasar Hukum Kontrak Internasional, Bandung: PT Resika Aditama, 2008.
Ali, Ahmad. Menguak Teori Hukum (Legal Theory) dan Teori Peradilan (Judicialprudence) Termasuk Interpretasi Undang-undang (Legisprudence). Vol.I. (Jakarta: Kencana Prenada Media Group, 2009). Cet. Ke-III.
Amirudin dan Zainal Asikin. Pengantar Metode Penelitian Hukum, Cet. Ke-I. Jakarta: Raja Grafindo Persada, 2004.
Djauhari, Achmad. Arbitrase Syari‟ah di Indonesia. Jakarta: Badan Arbitrase Syariah Nasional (Basyarnas), 2006.
Emirzon, Joni. Alternatif Penyelesaian Sengketa di Luar Pengadilan (Negosiasi, Mediasi, Konsolidasi, dan Arbitrase). Jakarta: PT Gramedia Pustaka Utama, 2001.
Fakultas Syariah dan Hukum UIN Syarif Hidayatullah Jakarta. Metode Penulisan Skripsi. Jakarta: UIN Press, 2000.
Gautama, Sudargo. Indonesia dan Konvensi-konvensi Hukum Perdata Internasional. Bandung: Penerbit Alumni, 1996.
. Pengantar Hukum Perdata Internasional Indonesia. Bandung: Bina Cipta, 1987.
. Soal-soal Aktual Hukum Perdata Internasional. Bandung: Penerbit Alumni, 1981.
Harahap, Yahya. Arbitrase (Ditinjau dari : Reglemen Acara Perdata (Rv), Peraturan Prosedur BANI, International Centre for the Settlement of Investment Disputes (ICSID), INCITRAL Arbitration Rules, Convention on the Recognition and Enforcement of Foreign Arbitral Award, PERMA No. 1 Tahun 1990. Jakarta: Sinar Grafika, 2006. Cet: ke-3.
Mahkamah Agung Republik Indonesia. Pedoman Teknis Administrasi dan Teknis Peradilan Umum dan Perdata Khusus Mahkamah Agung Republik Indonesia. Jakarta: Mahkamah Agung, 2007.
Soemartono, Gatot. Arbitrase dan Mediasi di Indonesia. Jakarta: PT Gramedia, 2006.
Widjaja, Gunawan dan Michael Adrian. Seri Aspek Hukum Dalam Bisnis (Peran Pengadilan Dalam Penyelesaian Sengketa Oleh Arbitrase). Jakarta: Kencana Prenada Media Group, 2008.
. Seri Aspek Hukum dalam Bisnis, Arbitrase Vs. Pengadilan Persoalan Kompetensi (Absolut) Yang Tidak Pernah Selesai. Jakarta: Kencana Prenada Media Group, 2008.
Marzuki, Peter Mahmud. Penelitian Hukum, Cet. Ke-VI. Jakarta: Kencana, 2010.
Saleh, Abdul Rahman, dkk. Arbitrase Islam di Indonesi. Jakarta: Badan Arbitrase Muamalat Indonesia Kerjasama dengan Bank Muamalat, 1994.
Soekanto, Soerjono. Pengantar Penelitian Hukum, Cet. Ke-III. Jakarta: UI-Press, 2010.
Subekti. Pokok-pokok Hukum Perdata, Cet. Ke-XIX. Jakarta: PT Intermasa, 1984).
Sudiarto dan Zaeni Asyhadie. Mengenal Arbitrase, Salah Satu Alternatif Penyelesaian Sengketa Bisnis. Jakarta : PT RajaGrafindo, 2004.
Suparman, Erman. Arbitrase & Dilema Penegakan Keadilan. Jakarta: PT Fikahati Aneska, 2012.
Jurnal dan Artikel Ilmiah :
Fuady, Munir. “Penyelesaian Sengketa Bisnis Melalui Arbitrase”. Jurnal Hukum Bisnis: Arbitrase dan Alternatif Penyelesaian Sengketa, Vol. 21. Jakarta: Yayasan Pengembang Hukum Bisnis, 2002.
Harahap, Yahya. “Beberapa Cacatan Yang Perlu Mendapat Perhatian Atas UU. 30 Tahun 1999”. Jurnal Hukum Bisnis: Arbitrase dan Alternatif Penyelesaian Sengketa, Vol.21. Jakarta: Yayasan Pengembang Hukum Bisnis, 2002.
Juwana, Hikmahanto. “Pembatalan Putusan Arbitrase Internasional Oleh Pengadilan Nasional”. Jurnal Hukum Bisnis: Arbitrase dan Alternatif Penyelesaian Sengketa, Vol. 21. Jakarta: Yayasan Pengembang Hukum Bisnis, 2002.
Panggabean, H.P. “Efektifitas Eksekusi Putusan Arbitrase Dalam Sistem Hukum Indonesia”. Jurnal Hukum Bidnis: Arbitrase dan Alternatif Penyelesaian Sengketa, Vol. 21. Jakarta: Yayasan Pengembang Hukum Bisnis, 2002.
Perundang-undangan :
Undang-undang No. 30 Tahun 1999 tentang Arbitrase dan Alternatif Penyelesaian Sengketa
Undang-undang No. 48 Tahun 2009 tentang Kekuasaan Kehakiman
Peraturan Mahmakah Agung No. 1 Tahun 1990 tentang Tata Cara Pelaksanaan Putusan Arbitrase Asing;
Konvensi New York Tahun 1985
Putusan Arbitrase, Pengadilan dan Mahkamah Agung :
Pengadilan Negeri Jakarta Selatan, Putusan Nomor: 394/Pdt.G/2010/PN.Jkt.Sel
Pengadilan Negeri Jakarta Pusat, Putusan Nomor: 126/Pdt.G/2011/PN.Jkt.Pst
Mahkamah Agung Republik Indonesia, Putusan Nomor: 631K/Pdt.Sus/2012
Internet :
Budidjaja, Tony, “Pembatalan Putusan Arbitrase di Indonesia” Pengadilan Indonesia”,
http://www.hukumonline.com/berita/baca/hol13217/pembatalan-putusan-arbitrasedi-indonesia, diunduh pada tanggal: 13 Januari 2014.
Faiz, Pan Muhammad, “Kemungkinan Diajukannya Perkara Dengan Klausul
Arbitrase Ke Muka Pengadilan.”,
http://jurnalhukum.blogspot.com/2006/09/klausul-arbitrase-dan-pengadilan_18.html, diunduh pada tanggal: 6 Februari 2014.
Hakim, Amri, “Apa Definisi Ketertiban Umum?”,
http://www.hukumonline.com/klinik/detail/lt4e3e380e0157a/apa-definisi-ketertiban-umum, diunduh pada tanggal :18 Februari 2014.
Rachmadsyah, Shanti, “Penyelesaian Sengketa di Arbitrase”,
http://www.hukumonline.com/klinik/detail/cl3897/penyelesaian-sengketa-di-arbitrase, diunduh pada tanggal : 23 Februari 2014.
,“Wewenang PN dalam Melaksanakan Putusan Arbitrase.”,
http://www.hukumonline.com/klinik/detail/cl3082/wewenang-pn-dalam melaksanakan-putusan-arbitrase, diunduh pada tanggal: 1 Maret 2014.
Risdiana, Yana, “Beberapa Kelemahan Ketentuan Pembatalan Putusan Arbitrase”,
http://www.hukumonline.com/berita/baca/hol9134/beberapa-kelemahan-ketentuan-pembatalan-putusan-arbitrase, diunduh pada tanggal: 5 Januari 2014.
Umar, Muhammad Husseyn, “Pokok-pokok Masalah Pelaksanaan Putusan Arbitrase
Internasional di Indonesia”,
http://www.hukumonline.com/berita/baca/lt4bbd785494fc7/pokokpokok- masalah-pelaksanaan-putusan-arbitrase-internasional-di-indonesia-br-oleh-m-husseyn-umar- , diunduh pada tanggal : 4 April 2014.
Mahkamah Agung Republik Indonesia
Mahkamah Agung Republik Indonesia
Mahkamah Agung Republik Indonesia
Mahkamah Agung Republik Indonesia
Mahkamah Agung Republik Indonesia
No. 631 K/Pdt.Sus/2012
DEMI KEADILAN BERDASARKAN KETUHANAN YANG MAHA ESA M A H K A M A H A G U N G
memeriksa perkara Perdata Khusus (Arbitrase) dalam tingkat kasasi telah memutuskan sebagai berikut dalam perkara:
HARVEY NICHOLS AND COMPANY LIMITED, suatu
perseroan terbatas yang didirikan berdasarkan hukum Inggris (registrasi No. 1774537), berkedudukan di 109/125 Knightsbridge, London SW1X 7RJ, Inggris, dalam hal ini memberi kuasa kepada:
ISWAHJUDI A. KARIM, SH., LL.M., dan kawan-kawan, para
Advokat, berkantor di Plaza Mutiara Lantai 7, Jalan Lingkar Mega Kuningan Kav. 1 & 2, Jakarta 12950, berdasarkan surat kuasa khusus tanggal 15 April 2011;
Pemohon Kasasi dahulu Tergugat; m e l a w a n :
1 PT. HAMPARAN NUSANTARA;
2 PT. MITRA ADIPERKASA, Tbk;
Keduanya berkedudukan di Wisma 46-Kota BNI Lantai 8, Jalan Jendral Sudirman Kav. 1, Jakarta Pusat 10220, dalam hal ini memberi kuasa kepada: JONI ARIES BANGUN, SH., MM., MH.,
dan kawan-kawan, para Advokat, berkantor di Bapindo
Plaza-Citibank Tower Lantai 24, Jl. Jenderal Sudirman Kav. 54-55, Jakarta 12190, berdasarkan surat kuasa khusus tanggal 21 Februari 2012; Para Termohon Kasasi dahulu para Penggugat;
Mahkamah Agung tersebut;
Membaca surat-surat yang bersangkutan;
Menimbang, bahwa dari surat-surat tersebut ternyata bahwa sekarang para Termohon Kasasi dahulu sebagai para Penggugat telah menggugat sekarang Pemohon Kasasi dahulu sebagai Tergugat di muka persidangan Pengadilan Negeri Jakarta Pusat, pada pokoknya atas dalil-dalil:
1 Bahwa Tergugat telah mendaftarkan putusan akhir dan adendum putusan akhir pada Panitera Pengadilan Negeri Jakarta Pusat, sebagaimana dimaksud dalam
Hal. 1 dari 38 hal. Put. No. 631 K/Pdt.Sus/2012
Disclaimer
Kepaniteraan Mahkamah Agung Republik Indonesia berusaha untuk selalu mencantumkan informasi paling kini dan akurat sebagai bentuk komitmen Mahkamah Agung untuk pelayanan publik, transparansi dan akuntabilitas pelaksanaan fungsi peradilan. Namun dalam hal-hal tertentu masih dimungkinkan terjadi permasalahan teknis terkait dengan akurasi dan keterkinian informasi yang kami sajikan, hal mana akan terus kami perbaiki dari waktu kewaktu. Dalam hal Anda menemukan inakurasi informasi yang termuat pada situs ini atau informasi yang seharusnya ada, namun belum tersedia, maka harap segera hubungi Kepaniteraan Mahkamah Agung RI melalui :
Email : [email protected]
Mahkamah Agung Republik Indonesia
Mahkamah Agung Republik Indonesia
Mahkamah Agung Republik Indonesia
Mahkamah Agung Republik Indonesia
Mahkamah Agung Republik Indonesia
lNT/2011/PN.JKT.PST tertanggal 22 Maret 2011;2 Bahwa oleh karenanya pengajuan gugatan pembatalan putusan akhir dan adendum putusan akhir ini telah dilaksanakan sesuai dengan, dalam tenggang waktu, cara-cara dan syarat-syarat yang ditentukan dalam peraturan perundang-undangan Republik Indonesia yang berlaku cq. Pasal 71 Undang-undang nomor 30 Tahun 1999 tentang Arbitrase dan Alternatif Penyelesaian Sengketa ("UU No. 30/1999");
3 Bahwa adapun amar putusan akhir dan adendum putusan akhir adalah sebagai berikut:
Putusan akhir:
"VI-Award 71. For the reasons set out aboveI award as follows:
a. I declare that the Exclusive licence agreement between the parties dated 23 January 2007 ("the Agreement") is a valid agreement which is binding on the parties;
b. I confirm the declarations made in my award on Jurisdiction dated 14 June 2010, namely that:
i. Clause 15 of the Exclusive Licence Agreement dated 23 January 2007 between the Claimants and the Respondents constitutes a valid and binding arbitration agreement between the parties;
ii. My appointment as sole arbitrator by the President of the Chartered Institute of Arbitrators on 12 May 2010 was valid and effective so that the arbitral tribunal is properly constituted;
iii. I have jurisdiction to determine the claimant's claim referred to arbitration pursuant to its notice of Arbitration dated 25 March 2010 and request for the appointment of an Arbitrator dated 4 May 2010; c. I declare that the first respondent is in breach of the Agreement in the
following respects:
i. failing to issue the second letter of guarantee in the Sterling equivalent of US $3 million as required by clause 4.2(j) of the Agreement;
ii. failing to pay to the claimant the minimum royalty in accordance with clauses 7.2 and 8.1 of the Agreement;
2
Disclaimer
Kepaniteraan Mahkamah Agung Republik Indonesia berusaha untuk selalu mencantumkan informasi paling kini dan akurat sebagai bentuk komitmen Mahkamah Agung untuk pelayanan publik, transparansi dan akuntabilitas pelaksanaan fungsi peradilan. Namun dalam hal-hal tertentu masih dimungkinkan terjadi permasalahan teknis terkait dengan akurasi dan keterkinian informasi yang kami sajikan, hal mana akan terus kami perbaiki dari waktu kewaktu. Dalam hal Anda menemukan inakurasi informasi yang termuat pada situs ini atau informasi yang seharusnya ada, namun belum tersedia, maka harap segera hubungi Kepaniteraan Mahkamah Agung RI melalui :
Email : [email protected]
Mahkamah Agung Republik Indonesia
Mahkamah Agung Republik Indonesia
Mahkamah Agung Republik Indonesia
Mahkamah Agung Republik Indonesia
Mahkamah Agung Republik Indonesia
drawdown in accordance with clause 7.4 of the Agreement; andiv. issuing the proceedings dated 26 May 2010 against the claimant in the South Jakarta District Court ("the Jakarta proceedings");
d. I declare that the second respondent is in breach of the Agreement in the following respects:
ifailing to perform its obligation to ensure the performance by the first respondent of all monetary obligation of the first respondent under the Agreement, namely the timely payment of minimum royalties and the renewal or reissue of the second letter of guarantee by the first respondent; and
ii issuing the Jakarta proceedings;
e. I declare that the conduct of both respondents described in (c) and (d) above amounts to a material breach of the Agreement by each of them; f. I order that the respondents and each of them jointly and severally do
pay to the claimant the sum of £971,524.26, together with interest thereon at 4% per annum above Libor, compounded with monthly rests, from 1 July 2010 until payment;
g. I order that the respondents and each of them jointly and severally do pay to the claimant the further sum of US $35,000 as damages incurred up to and including 31 August 2010 for the respondents' breach in issuing the Jakarta proceedings, together with interest thereon at 4% per annum above Libor, compounded with monthly rests, from 1 September 2010 until payment;
h. I declare that the claimant is entitled to further damages in respect of any loss and damage suffered after 31 August 2010 as a result of the respondents' breach of Agreement in issuing the Jakarta proceedings and I reserve power to assess those damage in due course;
i. I order that the respondents and each of them do forthwith cause Barclays Bank Plc or another major international bank of similar standing acceptable to the claimant to issue a second letter of guarantee substantially in the form set out in Part 2, Schedule 2 to the Agreement in favour of the claimant in the amount of US $3 million;
Hal. 3 dari 38 hal. Put. No. 631 K/Pdt.Sus/2012
Disclaimer
Kepaniteraan Mahkamah Agung Republik Indonesia berusaha untuk selalu mencantumkan informasi paling kini dan akurat sebagai bentuk komitmen Mahkamah Agung untuk pelayanan publik, transparansi dan akuntabilitas pelaksanaan fungsi peradilan. Namun dalam hal-hal tertentu masih dimungkinkan terjadi permasalahan teknis terkait dengan akurasi dan keterkinian informasi yang kami sajikan, hal mana akan terus kami perbaiki dari waktu kewaktu. Dalam hal Anda menemukan inakurasi informasi yang termuat pada situs ini atau informasi yang seharusnya ada, namun belum tersedia, maka harap segera hubungi Kepaniteraan Mahkamah Agung RI melalui :
Email : [email protected]
Mahkamah Agung Republik Indonesia
Mahkamah Agung Republik Indonesia
Mahkamah Agung Republik Indonesia
Mahkamah Agung Republik Indonesia
Mahkamah Agung Republik Indonesia
to the claimant the sum of £45,000 in respect of the claimant's costs ofthe arbitration;
k. I order that the respondents must pay my fees, which I settle in the total amount of £12,175 plus VAT if applicable (which includes the costs of the award on Jurisdiction), together with expenses of £340.75; and that if the claimant has paid those fees and expenses in the first sentence, it is entitled to immediate reimbursement by the respondents;"
Dengan terjemahan sebagai berikut: "VI-Putusan
71. Untuk alasan-alasan yang dikemukakan di atas, saya memutuskan sebagai berikut:
a. Saya memutuskan bahwa Perjanjian lisensi ekslusif antara para pihak tertanggal 23 Januari 2007 ("Perjanjian") adalah sebuah perjanjian yang sah yang mengikat para pihak;
b. Saya menegaskan bahwa penetapan-penetapan yang dibuat dalam putusan atas yurisdiksi tertanggal 14 Juni 2010, yaitu bahwa:
i Pasal 15 dari Perjanjian Lisensi Ekslusif tertanggal 23 Januari 2007 antara Pemohon dan para Termohon merupakan perjanjian arbitrase yang sah dan mengikat antara para pihak;
ii Penunjukan saya sebagai Wasit tunggal oleh Presiden dari Chartered Institute of Arbitrators pada 12 Mei 2010 adalah sah dan efektif sehingga Majelis Arbitrase dibentuk secara patut;
iii Saya memiliki yuridiksi untuk menyelesaikan tuntutan Pemohon merujuk pada Arbitrase sesuai dengan pemberitahuan Arbitrase tertanggal 25 Maret 2010 dan permohonan untuk penunjukan seorang Wasit tertanggal 4 Mei 2010;
b Saya menetapkan bahwa Termohon kesatu telah melanggar perjanjian dengan cara-cara sebagai berikut:
i lalai untuk menerbitkan surat jaminan kedua dalam Sterling setara dengan US $3 juta sebagaimana disyaratkan oleh Pasal 4.2 (j) Perjanjian;
ii lalai untuk membayar Pemohon royalti minimum berdasarkan Pasal-Pasal 7.2 dan 8.1 Perjanjian;
iii lalai untuk memperbaharui surat jaminan kedua setelah penarikan Pemohon berdasarkan Pasal 7.4 Perjanjian; dan
4
Disclaimer
Kepaniteraan Mahkamah Agung Republik Indonesia berusaha untuk selalu mencantumkan informasi paling kini dan akurat sebagai bentuk komitmen Mahkamah Agung untuk pelayanan publik, transparansi dan akuntabilitas pelaksanaan fungsi peradilan. Namun dalam hal-hal tertentu masih dimungkinkan terjadi permasalahan teknis terkait dengan akurasi dan keterkinian informasi yang kami sajikan, hal mana akan terus kami perbaiki dari waktu kewaktu. Dalam hal Anda menemukan inakurasi informasi yang termuat pada situs ini atau informasi yang seharusnya ada, namun belum tersedia, maka harap segera hubungi Kepaniteraan Mahkamah Agung RI melalui :
Email : [email protected]
Mahkamah Agung Republik Indonesia
Mahkamah Agung Republik Indonesia
Mahkamah Agung Republik Indonesia
Mahkamah Agung Republik Indonesia
Mahkamah Agung Republik Indonesia
Pengadilan Negeri Jakarta Selatan ("proses-proses di Jakarta");c Saya menetapkan bahwa Termohon kedua telah melanggar perjanjian dengan cara-cara sebagai berikut:
i. lalai untuk melaksanakan kewajibannya untuk memastikan pemenuhan oleh Termohon pertama atas semua kewajiban keuangan dan Termohon pertama berdasarkan perjanjian, yaitu pembayaran dari waktu ke waktu atas royalti-royalti minimum dan pembaharuan atau penerbitan ulang surat jaminan kedua oleh Termohon pertama; dan
ii. menerbitkan proses-proses di Jakarta;
d Saya menetapkan bahwa tindakan kedua Termohon yang diuraikan dalam (c) dan (d) di atas menimbulkan pelanggaran material dari perjanjian oleh masing-masing mereka;
e Saya menetapkan bahwa para Termohon dan masing-masing mereka secara bersama-sama dan sendiri-sendiri membayar kepada Pemohon sejumlah £971,524.26, bersama dengan bunganya sebesar 4% setiap tahunnya di atas Libor, berlipat setiap bulannya, dari 1 Jui 2010 hingga pembayaran;
f Saya menetapkan bahwa para Termohon dan masing-masing mereka secara bersama-sama dan sendiri-sendiri membayar kepada Pemohon lebih lanjut sejumlah US $ 35,000 sebagai kerugian yang ada hingga dan termasuk 31 Agustus 2010 untuk pelanggaran para Termohon dalam menerbitkan proses-proses di Jakarta, bersama dengan bunganya sebesar 4% setiap tahunnya di atas Libor, berlipat setiap bulannya, dari 1 September 2010 hingga pembayaran;
g Saya menetapkan bahwa Pemohon berhak untuk ganti rugi sehubungan dengan tiap kerugian yang diderita setelah 31 Agustus 2010 sebagai akibat dari pelanggaran para Termohon atas perjanjian dalam menerbitkan proses-proses di Jakarta dan saya mencadangkan wewenang untuk menetapkan kerugian-kerugian tersebut selanjutnya;
h Saya memutuskan bahwa para Termohon dan masing-masing mereka untuk dengan segera membuat Barclays Bank Plc atau bank internasional besar lainnya dengan kedudukan yang sama yang diterima oleh Pemohon untuk menerbitkan surat jaminan kedua yang isinya dalam bentuk yang dikemukakan dalam Bagian 2, Lampiran 2 Perjanjian untuk Pemohon sejumlah US $3 juta;
Hal. 5 dari 38 hal. Put. No. 631 K/Pdt.Sus/2012
Disclaimer
Kepaniteraan Mahkamah Agung Republik Indonesia berusaha untuk selalu mencantumkan informasi paling kini dan akurat sebagai bentuk komitmen Mahkamah Agung untuk pelayanan publik, transparansi dan akuntabilitas pelaksanaan fungsi peradilan. Namun dalam hal-hal tertentu masih dimungkinkan terjadi permasalahan teknis terkait dengan akurasi dan keterkinian informasi yang kami sajikan, hal mana akan terus kami perbaiki dari waktu kewaktu. Dalam hal Anda menemukan inakurasi informasi yang termuat pada situs ini atau informasi yang seharusnya ada, namun belum tersedia, maka harap segera hubungi Kepaniteraan Mahkamah Agung RI melalui :
Email : [email protected]
Mahkamah Agung Republik Indonesia
Mahkamah Agung Republik Indonesia
Mahkamah Agung Republik Indonesia
Mahkamah Agung Republik Indonesia
Mahkamah Agung Republik Indonesia
secara bersama-sama dan sendiri-sendiri untuk membayar kepada Pemohon sejumlah£45,000 sehubungan dengan biaya-biaya arbitrase Pemohon;
j Saya memutuskan bahwa para Termohon hams membayar biaya-biaya jasa saya, yang saya tetapkan sejumlah £12,175 ditambah PPN apabila berlaku (termasuk biaya-biaya putusan atas yurisdiksi), bersama-sama dengan pengeluaran-pengeluaran sebesar £340.75; dan bahwa apabila Pemohon harus membayar biaya-biaya jasa dan pengeluaran-pengeluaran tersebut sebelumnya, diberikan hak untuk penggantian segera oleh para Termohon;"
Adendum putusan akhir:
V-Amended Award
13. For the reasons set out above paragraph 71 of my award is amended to read as follows (the only changes being to sub-paragraphs (f) and (g):
a I declare that the Exclusive licence agreement between the parties dated 23 January 2007 ("the Agreement") is a valid agreement which is binding on the parties; b I confirm the declarations made in my award on Jurisdiction dated 14 June 2010, namely that:
i. Clause 15 of the Exclusive Licence Agreement dated 23 January 2007 between the claimants and the Respondents constitutes a valid and binding arbitration agreement between the parties;
ii. My appointment as sole arbitrator by the President of the Chartered Institute of Arbitrators on 12 May 2010 was valid and effective so that the arbitral tribunal is properly constituted;
iii. I have jurisdiction to determine the claimant's claim referred to arbitration pursuant to its notice of Arbitration dated 25 March 2010 and request for the appointment of an Arbitrator dated 4 May 2010;