BAB III PENUTUP
B. Saran
Sehat fisik bukan berarti juga sehat jiwa. Terkadang kita menyepelekan kesehatan jiwa, padahal jika kesehatan jiwa kita terganggu maka kesekatan fisik pun akan terganggu.
Oleh sebab itu, marilah kita lebih memperbanyak amal dan juga ibadah, sehingga kita lebih dekat kepada Allah, dan juga kita dapet ketenangan jiwa yang sessungguhnya/
DAFTAR PUSTAKA
Al-Qur‟an
Alwisol. 2004. Psikologi Kepribadian. Malang : Penerbit UMM.
Bakan, Hamdani. 1990. Psikoterapi dan Konseling Islam. Jakarta : Erlangga.
Dep Kes, RI. 2001. Kebijakan Nasional Pembangunan Kesehatan Jiwa. Jakarta : Dirjen Binkesmas Depkes RI.
Depag RI. 1989. Al-Qur‟an dan Terjemahnya, Terj. Yayasan Penyelenggara Penterjemah Al-Qur‟an. Semarang : CV. Toha Putra.
Depkes, RI. 2004. Pedoman Pelayanan Kesehatan Jiwa Dasar di Puskesmas. Jakarta : Dirjen Binkesmas Depkes RI.
El Quusiy, Abdul Aziz. Diterjemahan oleh Dzakia Drajat. 1974. Pokok-Pokok Kesehatan Jiwa/Mental.
Hadits
Hamka, Tasauf Modern. 1996. Pustaka Panji Mas. Jakarta.
Hawari, H. Dadang Hawari. 1999. Al-Qur‟an Ilmu Kedokteran Jiwa dan Kesehatan Mental. Yogyakarta : PT. Dana Bhakti Primayasa.
Heerdjan, S. 1987. Apa itu Kesehatan Jiwa. Jakarta : Penerbit FKUI.
Ishak Husaini Kehsari. 2012. Al-Qur‟an dan Tekanan Jiwa : Diagnosis Kejiwaan Manusia Modern
dan Solusi Qur‟ani dalam Mengatasi dan Menyembuhkannya. Jakarta : The Islamic College Jakarta.
Jaya, Y. 1992. Peranan Taubat dan Maaf dalam Kesehatan Mental. Jakarta : Depdikbud, Dirjen Dasar dan Menengah
Jaya, Yahya. 1994. Spiritualisasi Islam : Dalam Menumbuhkembangkan Kepribadian dan Kesehatan Jiwa. Jakarta : CV. Ruhama.
Jaya, Yahya. 2002. Kesehatan Mental.
Khazana Pemikiran Islam
Lumbantobing. 2007. Skizofrenia/ Gila. Jakarta : Penerbit FKUI.
Maramis. 1980. Ilmu Kedokteran Jiwa. Surabaya : Airlangga press.
MUI DKI Jakarta. 2006.
Musfir bin Said Az-Zahrani. Diterjemahkan oleh Sari Marulita. 2005. Konseling Terapi. Jakarta : Gema Insani Press.
Mustofa, A. 2005. Menyelam Kesamudera Jiwa dan Ruh, Serial Diskusi Tasawwuf Modern. Surabaya : Padma Press.
DAFTAR NAMA ANGGOTA KELOMPOK 4
1. Umayah Arindah 1410711049 Sebagai moderator 2. Nevi Oktabriyani 1410711053 Sebagai narator 1 3. Ine Saraswati 1410711055 Sebagai narator 2 4. Pratiwi Yullia Damayati 1410711058 Sebagai anggota 5. Anis Muhayati 1410711051 Sebagai anggota
DAFTAR PERTANYAAN
1. Nama : Aula Ramadani
NIM : 1410711074
Pertayaan : Bagaimana amal ibadah yang dilakukan untuk mengatasi penyakit kejiwaan ?
Jawaban :
a. Doa dan Dzikir
Saat berdoa kepada Tuhannya, individu akan merasakan ketentraman dan berkobarnya api harapan. Apalagi jika individu berada dalam kondisi penuh bahaya yang kecil sekali kemungkinan untuk selamat, saat itu pula fitrahnya akan langsung menyeru dirinya bersimpuh dan berdoa agar Allah Swt menyelamatkanya. Dalam berdoa, terjadi semacam jalinan batin antara hamba dengan Tuhannya.
b. Shalat
Shalat mampu mengatasi yang sedang dihadapi seorang hamba, karena : 1) Saat berdiri untuk mengerjakan ibadah shalat, pikiran dan ingatan seorang
hamba akan teralih dari kesusahan dan tekanan yang sedang dialami, dan hatinya hanya fokus pada Tuhan. Saat individu tidak hanyut dalam perasaan sedih sewaktu menghadapi masalah, saat itu pula beban persoalan tersebut terasa lebih ringan.
2) Dalam shalat, terjalin ikatan emosional antara hamba dengan Tuhannya. Ikatan inilah yang menciptakan kekuatan dalam hatinya sehingga dapat merasakan ketenangan.
3) Shalat memiliki serangkaian adab yang dapat mengantarkan jiwa manusia
ke dalam suasana penuh ketenangan.
Menghasilkan kesadaran bahwa segala sesuatu yang terjadi di alam semesta ini hanyalah kehendak Allah Swt dan para wali-Nya merupakan perantara-Nya mencurahkan rahmat dan karunia. Oleh karena itu, saat sedang berada dalam kesusahan, disarankan untuk bertawasul kepada mereka (para kekasih Allah).
d. Ziarah ke Temapat Suci
Dalam Islam, terdapat sejumlah tempat suci, seperti kota Mekkah, Madinah, Atabat, Arafah, Syafa, Marwah dan masih banyak lagi. Dalam Islam, khususnya mazhab Syiah, aktivitas ziarah sangat ditekankan bagi para pemeluknya. Berziarah ibarat berada di rumah orang yang dicintai, sekaligus dapat memahami rasa sakit dan deritanya. Di situ ia mengadukan segenap persoalan yang dihadapinya. Di rumah itu, dirinya akan merasa tenteram karena merasa tidak lagi sendiri dan sedang berada di bawah naungan rahmat dan kekuatan Allah Swt.
2. Nama : Alvin Septya Nova
NIM : 1410711063
Pertayaan : Dampak penyakit kejiwaan bagi rumah tangga ?
Jawaban :
a. Beban keluarga
b. Biang kerok (suka mencari masalah) di masyarakat
c. Kehidupan rumah tangga terancam
3. Nama : Juwita Wijayanti
NIM : 1410711081
Pertayaan : Jelaskan perbedaan dan persamaan kesehatan jiwa menurut Islam !
Jawaban :
1) Perbedaan Kesehatan Jiwa Menurut Ilmu Pengetahuan
Dalam ilmu pengetahuaan, kesehatan jiwa terpisah itu terpisah konsepnya, antara sehat jiwa dan sehat fisik. Maksudnya adalah, di dalam ilmu pengetahuan sehat jiwa dan sehat fisik itu tidak saling berkaitan, jika seseorang sakit jiwa maka ia hanya dinyatakan sakit jiwa dan fisiknya dinyatakan sehat jika ia tidak merasakan sakit di fisiknya. Jika ia merasakan sakit di fisiknya maka ia dikatakan sakit fisik, tetapi jiwanya sehat, karena ia tidak merasakan sakit di jiwanya.
2) Perbedaan Kesehatan Jiwa Menurut Islam
Dalam Islam, kesehatan itu adalah keterkaitan antara sehat jiwa dan sehat fisik, atau dalam islam disebut trikotomi. Jadi jika seseorang sakit jiwanya maka ia dinyatakan juga sakit fisik.
Hal tersebut digambarkan seperti tubuh dan kepala, jiak tubuh tidak mempunyai kepala maka ia akan mati, begitupun sebaliknya, jioka kepala tidak mempunyai tubuh maka ia jga akan mati.
b. Persamaan Kesehatan Jiwa Menurut Ilmu Pengetahuian dan Menurut Islam
Dalam ilmu pengetahuan maupun dalam Islam, kesehatan jiwa terpaut atas jiwa, akal, dan perasaan/nafsu. Jika salah satunya terganggu maka orang itu akan dinyatakan terkena gangguan jiwa.
Dan juga baik dalam ilmu pengetahuan maupun islam, jika seseorang sudah mengalami sakit jhiwa atau gangguan pada jiwanya, maka itu akan menyebabkan terganggunya fungsi tubuh yang nantinya orang itu akan menderita sakit fisik
4. Nama : Darnis Arneta Sari
NIM : 1410711083
Pertayaan : Bagaimana cara mengatasi putus asa ?
a. Mendekatkan diri kepada Allah SWT,
b. Memperbanyak dzikir
c. Memperbanyak sholat
d. Seri g e a a Al Qur’a
5. Nama : Hasim Darjo
NIM : 1410711048
Pertayaan : Menurut kelompok 4, penyakit jiwa termasuk gila atau bukan ?
Jawanban :
Definisi penyakit ialah suatu fungsi abnormal baik itu di tubuh maupun jiwa (psikologis). Penyakit itu sendiri terdiri atas dua, yaitu penyakit kejiwaan dan penyakit fisik (tubuh).
Contoh penyakit kejiwaan yaitu psikopat, paranoid, ataupun stress. Stress merupakan penyakit kejiwaan yang bila berkembang akan menjadi depresi, dan jika depresi itu tidak diobati maka akan berubah menjadi perasaan ingin bunuh diri ataupun gila.
Gila sendiri termasuk penyakit kejiwaan dimana salah satu tiga trikotomi yang terdiri atas jiwa, akal, perasaan/nafsu terlah terganggu atau tidak berfungsi. Dalam kasus gila ini, hal yang menganggangu tiga trikotomi tersebuyt adalah akalnya.
Orang gila, biasa masyarakat kita menyebutnya, adalah orang yang telah terganggu akalnya, hal ini menyebabkan dia melakukan hal-hal diluar rasional kita.
Kesimpulannya adalah, kesehatan jiwa tidak termasuk gila, karena gila itu sendiri merupakan salah satu contoh penyakit kejiwaan.