BAB VI PENUTUP
C. Saran
1. Bagi PT. Agro Abadi Cemerlang
Meningkatkan penerapan Good Corporate Governance pada asas akuntabilitas, perusahaan diharapkan menerapakan sistem rewad and
punishment dengan jelas dan memperjelas ukuran kinerja bagi karyawan sehingga karyawan lebih termotivasi dalam melaksanakan pekerjaannya 2. Bagi Peneliti Selanjutnya
Peneliti selanjutnya dapat melakukan penelitian di perusahaan yang berbeda, melakukan analisis mendalam untuk mengetahui perkembangan penerapan asas-asas good corporate governance serta memperhatikan waktu dalam pengambilan data untuk memperoleh data yang optimal.
61
DAFTAR PUSTAKA
Christine, Marlin Rahantoknam dan Ratih Indriyani. 2014. Analisis Penerapan Prinsip-Prinsip Good Corporate Governance Pada Pt. X.
Jurnal Agora, Vol. 2 No. 1.
Eka, Bena Putri. 2014. Penerapan prinsip-prinsip Good Corporate Governance Pada PT Purnama Semesta Ilmiah. Jurnal Angora, Vol. 2 No. 2.
Forum for Corporate Governance in Indonesia (FCGI). 2001. Pengertian Good Corporate Governance GCG. MUC Consulting Group. 2015.
http://muc- advisory.com/tag/muc-consuting-group/ diakses tanggal Jumat 1 Mei 2020.
Komite Nasional Kebijakan Governance. 2006. Pedoman Umum Good Corporate Governance Indonesia.
Lavenia, Claudia Supit. 2016. Analisis Penerapan Prinsip-Prinsip Good Corporate Governance pada PT. Wang Kontruksi Indonesia. Jurnal Agora. Vol. 4 No. 2.
Manggala, Antonius Wahyubroto dan Ronny H.Mustamu. 2017.
“Implementasi Prinsip-Prinsip Good Corporate Governance Pada Perusahaan Di Kota Gresik” Jurnal Agora. Vol. 5 No. 3.
Peraturan Menteri Negara Badan Usaha Milik Negara, No.Per-01/MBU/2011 tentang Penerapan Tata Kelola Perusahaan yang Baik (Good Corporate Governance) pada Badan Usaha Milik Negara.
Pratama, Steven dan Ronny H. Mustamu. 2013. “Studi Deskriptif Penerapan Prinsip-Prinsip Good Corporate Governance pada Perusahaan Keluarga Dalam Industri Plastik”. Jurnal Agora. Vol. 1 No. 1.
PT. Agro Abadi Cemerlang . 2019. Perjanjian Kerja Bersama. Sanggau: Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi
PT. Agro Abadi Cemerlang. 2019. Roundtable on Sustainable Palm Oil New Planting Procedure Summary of Assessment Report and Management Plan. https://rspo.org/certification/new-planting-procedure/public- consultations/genting-plantations-berhad-pt-agro-abadi-cemerlang-pt-aac/ diakses tanggal Jumat 1 Mei 2020.
S.Kaihatu, Thomas. “Good Corporate Govenance dan Penerapannya di Indonesia”.
Jurnal Manajemen dan Kewirausahaan. Volume 8 No 1 Tahun 2006.
Spillane, James J. 2008. Metodologi Penelitian Bisnis. Universitas Sanata Dharma, Yogyakarta
Sugiyono. 2015. Metode Penelitian Kuantitatif Kualitatif R&B. Bandung: Aflabeta.
Umar, Husein. 2005. Metode Penelitian untuk Skripsi dan Tesis Bisnis. PT Raja Grafindo Persada, Jakarta
Undang-Undang Republik Indonesia No. 40 Tahun 2007 Tentang Perseroan Terbatas.
Undang-Undang Republik Indonesia No. 13 Tahun 2003 Tentang Ketenagakerjaan.
Veronica, Maria Siahaan. 2015. “Pelaksanaan prinsip-prinsip Good Corporate Governance pada PT. PLN (Persero) Unit Induk Pembangunan III”. Skripsi dipublikasikan. Program Sarjana Universitas Sriwijaya
Wibowo, Edi. 2010. Implementasi Good Corporate Governance di Indonesia Jurnal Ekonomi dan Kewirausahaan. Vol. 10, No. 2.
LAMPIRAN- LAMPIRAN
Lampiran I
TRANSKIP WAWANCARA
1. Departemen HRD
Jabatan narasumber : Staf Human Resource Departemen Hari & tanggal wawancara : Senin, 13 Juli 2020
Pukul : 10.19 – 10.50 WIB
Durasi wawancara : 31 Menit Keterangan
Pewawancara : Arvensius Joni
Narasumber : Staf Human Resource Departemen
Wawancara saya awali dengan melakukan salam siku, memperkenalkan diri dan menyampaikan maksud dan tujuan saya melakukan wawancara.
Pertanyaan Mengenai Asas Transparansi
P : “Apakah seluruh informasi perusahaan disampaikan atau diungkapkan kepada karyawan dan berapa lama penyampaian informasi dilakukan?”
N : “Kalau mengenai informasi kita lihat dulu informasi yang disampaikan kekaryawan seperti apa kan, itu kan banyak hal yang harus kita pilah. Mungkin yang wajib kita sampaikan ke karyawan yang emang menjadi hak mereka, terutama mengenai hak-hak karyawan misalnya perhitungan upah kan, lalu dilapangan mereka juga perlu tau kan apa yang harus mereka kerjakan dan apa yang jadi hak mereka. Inti nya informasi informasi yang sudah menjadi hak karyawan wajib kita sampaikan ke karyawan.”
P : “Apakah informasi yang terkait dengan pengambilan
keputusan diketahui oleh semua pihak dalam perusahaan?”
N : “Sebenarnya terkait keputusan juga hampir sama seperti jawaban no 1 ya, keputusan seperti apa dulu gitu kan, kalo mengenai masalah perusahaan saya rasa karyawan tidak wajib tau, kecuali misalnya keputusan mengenai mutasi karyawan kami perlu sampaikan dan karyawan juga perlu tau kan mereka bakal dimutasi kemana.”
P : “Apakah ada media yang mendukung dalam penyampaian informasi sehingga mudah diakses?”
N : “Kalo media, kita biasanya disampaikan ke divisi divisi karna kan setiap divisi punya atasan jadi kita kasi surat edaran lalu di tempel di papan informasi setiap divisi divisi dan mandor nya yang bertugas menyampaikan informasinya ke karyawan, karna mereka biasanya setiap pagi ada briefing”
P : “Apakah kebijakan-kebijakan dalam perusahaan disampaikan secara terbuka?”
N : “Kalau kebijakan seperti yang pertama saya sampaikan kalau memang yang menjadi hak karyawan pasti kami sampaikan.
Jadi tergantung kebijakan seperti apa yang diambil, kalo berkaitan dengan karyawan pasti kita sampaikan.”
Pertanyaan Mengenai Asas Akuntabilitas
P : “Ada berapa divisi yang ada diperusahaan?”
N : “Kalo kita ada dua agro, dan terbagi menjadi 7 divisi. Ada 5 divisi
inti dan 2 plasma.”
P : “Apakah ada rincian tugas yang jelas dalam masing-masing divisi tersebut?”
N : “Kalau rincian tugas sih pasti ada ya setiap divisi juga nanti ada strukturnya, disitu ada kepala divisi ada mandor nya jadi macam- macam jabatan ada yang tenaga panen, tenaga semprot, untuk tugas mereka disesuaikan dengan jabatan mereka”
P : “Apakah ada SOP pada masing-masing divisi, bentuknya seperti apa?”
N : “Sop pasti ada, semuanya ada sop nya, sop nya dalam bentuk data yaitu buku”
P : “Apakah dalam perusahaan ada peraturan-peraturan atau pedoman perilaku yang harus ditaati?”
N : “Peraturan kita pasti ada, yang pertama kita mengacu kepada uu ketenagakerjaan no 13 thn 2003 lalu yg kedua kita ada serikat pekerja dan pkb (perjanjian kerja bersama) antara karyawan dan perusahaan disitu terdapat aturan aturan dan hal hal yang menjadi hak karyawan”
P : “Adakah strategi untuk mengurangi kecurangan dalam perusahaan, misalnya adanya audit internal dan audit eksternal?”
N : “Kalo audit ada, biasanya setahun 3 ada kali. Dalam 3 bulan sekali. Eksternal 1 kali dalam setahun.”
P : “Apakah perusahaan memberikan sanksi kepada yang melanggar aturan, dan memberikan penghargaan bagi yang kinerjanya baik? Jenis sanksinya dan penghargaannya seperti apa?”
N : “Kalau yang melanggar kita sih pasti sesuaikan sama uu dan pkb tadi ya, biasanya kita ada urutannya ya, ada sanksi
pertama, sanksi kedua, sama sanksi ketiga bahkan PHK. Cuma kan kembali ke berat kesalahan kalo kesalahan yang ndak terlalu berat kan biasa SP 1 atau SP 2, kalau untuk yang berprestasi sampai sekarang paling biasanya untuk karyawan harian lalu diangkat menjadi karyawan tetap. Tapi untuk yang lebih kita masih berusaha untuk yang lebih baik ya, sebelumnya emang sudah dibahas ya, mungkin berupa insentif atau apa gitukan”
Pertanyaan Mengenai Asas Responsibilitas
P : “Apakah kegiatan yang ada dalam perusahaan sudah sesuai dengan Undang-Undang yang berlaku di Indonesia?”
N : “Kalo untuk kegiatan dalam perusahaan kita emang sudah sepenuhnya mengacu sama peraturan pemerintah ya, tapi untuk mencapai 100 persen kan perlu proses, jadi kita sudah sebisa mungkin menyesuaikan sama peraturan uu ya, dan tahun kemarin juga ada dari dinas ketenagakerjaan untuk melakukan pengecekan, biasanya itu tiap tahunnya, dan kalo ada yang tidak sesuai biasa nya mereka kasi kita kayak nota gitu”
P : “Apakah perusahaan sudah melakukan atau melaksanakan kewajiban- kewajiban menurut UU secara rutin, misalnya membayar pajak, siapa yang bertanggung jawab?”
N : “Selama ini yang saya liat perusahaan udah melaksanakan kewajiban-kewajiban yang diatur uu, kayak pajak gtu kita selalu setorkan.”
P : “Apakah bentuk tanggung jawab sosial yang diberikan perusahaan kepada karyawan?”
N : “Kalo bantuan social, karyawan kerja itu kita kasi perumahan kita juga ada program CSR, missal nya desa ini kena bencana kita kasi bantuan kalo lebih ke karyawan mungkin kayak kalau
karyawan berduka atau ada yang melahirkan kita ada bantuannya”
P : “Apakah perusahaan dalam menjalankan aktivitas bisninya sudah memperhatikan kondisi lingkungan sekitarnya dan bagaimana bentuk kepedulian perusahaan terhadap lingkungan?”
N : “Pasti, kita kan ada amdal ya, amdal setiap perusahaan harus ada. Kita juga ada tim k3 yang biasa ngecek lingkungan nya kayak misalnya sungai mana yang perlu perhatian gitu kan, lalu kita juga punya gudang limbah gitu
P : “Apakah ada bentuk kepedulian perusahaan yang di berikan kepada masyarakat?”
N : “Kita udah laksanakan CSR”
Pertanyaan Mengenai Asas Independensi
P : “Bagaimana cara perekrutan karyawan yang dilakukan, syarat-syarat apa saja yang biasanya digunakan dalam penerimaan karyawan baru? Apakah semua karyawan memenuhi syarat yang ditentukan tersebut?”
N : “Kalau perekrutan yang pertama usia minimal 18 thn, maks 45, kalau di uu memang tidak mengatur umur maks tapi kita memperhitungkan usia pension mereka berapa masa kerja nya berapa dan yang pasti punya kartu identitas lalu pendidikan kita sesuai kan dengan jabatan yang di butuhkan, dan semua karyawan yang di rekrut sudah sesuai semua dengan syarat syarat dari perusahaan”
P : “Apakah perusahaan dalam mengambil keputusan tidak dalam pengaruh dari pihak manapun dan selalu berdasarkan kesepakatan bersama?”
N : “Kalau mengambil keputusan pasti ada kesepakatan bersama ya, soalnya ada beberapa kali terjadi untuk pengambilan keputusan terutama antara karyawan dengan pihak perusahaan , seperti yang saya sampaikan di awal adanya serikat kerja sehingga selalu dikoordinasikan oleh mereka bahkan kita ada namanya LKS Bipartid”
P : “Apakah ada pengaruh dari suatu pihak tertentu dalam membuat keputusan atau membuat kebijakan? Siapa saja pihak yang terlibat dalam pengambilan keputusan?”
N : “Kalau yang berjalan selama ini sih tidak ada pengaruh pihak tertentu atau pihak luar perusahaan. Yang terlibat dalam pengambilan keputusan biasanya pimpinan perusahaan, perwakilan karyawan, serikat kerja.”
Pertanyaan Mengenai Asas Kewajaran dan Kesetaraan
P : “Apakah perusahaan memberikan kesempatan kepada karyawan untuk memberi saran dan pendapat dan apakah ada media yang disediakan bagi karyawan untuk menyampaikan pendapat atau saran dalam perusahaan?”
N : “Seperti yang saya sampaikan pertama tadi yang sudah menjadi hak karyawan pasti perusahaan berikan dan semuanya juga dikasi kesempatan yang sama, media biasanya lewat serikat kerja.”
P : “Apakah perusahaan memberikan hak dan perlakuan yang setara kepada pemangku kepentingan, misalnya kepada karyawan ?”
N : “Diperusahaan ndak ada pandang bulu, ndak ada membeda-bedakan golongan tertentu semua dipandang sama sesuai dengan manfaat sama kontribusinya ya. Mau dia manajer mau
dia buruh itu dalam perusahaan dipandang sama ndak ada perlakuan khusus dan disini ndak ada karyawan yang diberi hak-hak istimewa semua dipandang sama jak.”
P : “Apakah pemberian gaji sudah dilakukan sesuai dengan ketentuan yang berlaku, dan sesuai dengan pekerjaannya, atau apa dasar yang digunakan untuk menetapkan gaji karyawan?”
N : “Sistem pengajian juga disini udah sesuai sama ketentuan, sesuai sama pekerjaannya terus menetapkan gaji juga kita berpedoman sama UMSK (Upah Minimum Sektoral Kabupaten).”
P : “Apakah ada anggota keluarga yang terlibat dalam pengurusan/pengelolaan perusahaan ini? Bagaimana cara perekrutannya, apakah sama dengan karyawan lain atau langsung ditunjuk?”
N : “Kalau yang udah berjalan sih kita menyesuai kan kebutuhan perusahaan, lalu kemampuan yang melamar juga kita lihat dan juga kita tes, jadi sama seperti yang lain juga ya melalui prosedur-prosedur juga. Jadi ndak ada perlakuan khusus ke pelamar sama ke karyawan diperusahaan”
2. Manager Estate
Jabatan narasumber : Manager Estate Agro 2 Hari & tanggal wawancara : Selasa, 14 Juli 2020
Pukul : 14.10 – 14.58 WIB
Durasi wawancara : 48 Menit Keterangan
Pewawancara : Arvensius Joni
Narasumber : Manager Estate Agro 2
Wawancara saya awali dengan melakukan salam siku, memperkenalkan diri dan menyampaikan maksud dan tujuan saya melakukan wawancara.
Pertanyaan Mengenai Asas Transparansi
P : ”Apakah seluruh informasi perusahaan disampaikan atau diungkapkan kepada karyawan dan berapa lama penyampaian informasi dilakukan?”
N : “Iya pasti, informasi-informasi yang untuk kepentingan karyawan dan terkait operasional perusahaan pasti di sampaikan ke karyawan. kayak info tentang visi misi juga perlu disampaikan ke karyawan ya itu contoh sederhananya.”
P : “Apakah informasi yang terkait dengan pengambilan keputusan diketahui oleh semua pihak dalam perusahaan?”
N : “Tergantung sama keputusan yang mau di ambil, jika keputusan yang diambil resiko nya kecil dan berkaitan dengan karyawan pasti disampaikan kepada karyawan biasanya melalui group wa atau melalui papan informasi yang ada di tiap
divisi, tapi kalau keputusan yang mau diambil risk management nya tinggi saya rasa itu sudah mencapai ke level atas bahkan sampai ke owner nya”
P : “Apakah ada media yang mendukung dalam penyampaian informasi?”
N : “Kalau media biasanya kalau ada info dari atasan melalui email lalu juga bisa melalui papan informasi kan setiap divisi kebun ada papan informasinya sama dikantor sini juga kan ada papan informasinya . Sekarang juga sudah ada whatsapp semua ya kita juga ada group whatsapp jadi kadang juga bisa melalui group whatsapp untuk menyampaikan informasi.”
P : “Apakah informasi mudah diakses baik oleh pihak pihak internal maupun eksternal?”
N : “Yang saya liat sekarang lebih mudah ya, kalau untuk internal kita ada macam-macam media untuk akses informasi perusahaan seperti papan informasi atau group wa. Kalau untuk eksternal mungkin lewat web perusahaan ya atau juga bisa pakai wa ya”
P : “Apakah kebijakan-kebijakan dalam perusahaan disampaikan secara terbuka?”
N : “Tergantung kebijakan seperti apa ya, kalau tetang hal-hal operasional perusahaan pasti perusahaan sampaikan ke semua karyawan.”
Pertanyaan Mengenai Asas Akuntabilitas
P : “Ada berapa divisi yang ada diperusahaan?”
N : “Divisi kita ada terbagi 2 agro, dan terbagi jadi 5 divisi inti dan 2 plasma. Kalau departemen kita ada HRD, manajer kebun, ada KTU,
ada Humas, infonya ada di papan struktur organisasi didepan itu ya.”
P : “Apakah ada rincian tugas yang jelas dalam masing-masing divisi tersebut?”
N : “Rincian tugas nya sudah ada, sudah jelas juga departemen ini sama departemen ini tugas nya pasti berbeda”
P : “Apakah ada SOP pada masing-masing divisi, bentuknya seperti apa?”
N : “Sop pasti ada dan harus ada sop diperusahaan, ini ada contoh sop untuk jabatan saya cukup tebal bukunya.”
P : “Apakah dalam perusahaan ada peraturan-peraturan atau pedoman perilaku yang harus ditaati?”
N : “Ada kita, disamping juga kita sudah diatur sama Undang-undang, disini kita juga punya peraturan perusahaan kan kita juga punya serikat kerja lalu muncul lah PKB atau Perjanjian Kerja Bersama yang isinya mengenai hak dan kewajiban pekerja. Sebenarnya sudah diatur di Undang-undang bahwa pekerja boleh membentuk serikat kerja untuk pegangan sebagai karyawan”
P : “Adakah strategi untuk mengurangi kecurangan dalam perusahaan, misalnya adanya audit internal dan audit eksternal?”
N : “Kita audit ada internal ada eksternal juga, terakhir kita ada datang audit bulan juni lalu, kalo berapa kali nya tergantung kalau internal audit seperti tahun lalu 2 bulan berturut ada datang yaitu bulan juni dan juli, terkadang bisa 3 atau empat kali gitu lah dalam setahun, kalau eksternal kadang 2 kali kadang sekali dalam setahun. Selain ada audit kita juga tim RPA/QIT ini tim yang biasa membantu tentang losses-losses gitu lah”
P : “Apakah perusahaan memberikan sanksi kepada yang melanggar aturan, dan memberikan penghargaan bagi yang kinerjanya baik? Jenis sanksinya dan penghargaannya seperti apa?”
N : “Kalau yang melanggar pasti ada sanksi, misal seperti kemarin ada yang berkelahi di salah satu divisi kebun itu saya kasi SP, itu tergantung sama tingkat kesalahan nya, kalau reward atau penghargaan kita sejauh ini belum ya, penilaian nya paling untuk pekerja harian ya biasanya kalo kerja nya bagus bisa diangkat jadi pekerja tetap ya.”
Pertanyaan Mengenai Asas Responsibilitas
P : “Apakah kegiatan yang ada dalam perusahaan sudah sesuai dengan Undang-Undang yang berlaku di Indonesia?”
N : “Sejauh ini sih kita juga udah didatangi oleh DISNAKER kemudian ada pengawas disnaker lagi dari sintang juga ada datang, mereka sih belum ada menemukan yang fatal lah semua nya masih berjalan sesuai aturan dan uu yang berlaku, semuanya masih oke lah.”
P : “Apakah perusahaan sudah melakukan atau melaksanakan kewajiban- kewajiban menurut UU secara rutin, misalnya membayar pajak, siapa yang bertanggung jawab?”
N : “Kalau kewajiban seperti bayar pajak kita bayar terus, BPJS segala kita juga bayar, yang tanggung jawab biasanya satu orang yang bayar ke pusat.”
P : “Apakah bentuk tanggung jawab sosial yang diberikan perusahaan kepada karyawan?”
N : “Ya paling yang umum saja seperti bantuan untuk keluarga karyawan yang meninggal misalnya, itu bentuk solidaritas
dalam SOP juga sudah diatur, ada juga karyawan yang menikah juga sudah diatur dalam SOP nya”
P : “Apakah perusahaan dalam menjalankan aktivitas bisninya sudah memperhatikan kondisi lingkungan sekitarnya dan bagaimana bentuk kepedulian perusahaan terhadap lingkungan?”
N : “Kalau AAC yang saya lihat sudah memperthatikan kondisi lingkungan dan sudah sesuai dengan aturan uu dan SOP yang ada. Bahkan dibandingkan dengan perusahaan sebelah banyak yang memuji AAC ya terkait dengan kepedulian lingkungan, saya juga kan memang bukan hanya dikantor saya juga sering terjun ke lapangan langsung.”
P : “Apakah ada bentuk kepedulian perusahaan yang di berikan kepada masyarakat?”
N : “Nah kita ini juga CSR cukup bagus, fasilitas umum kita bantu semua yang sekitaran wilayah AAC ya termasuk jalan kita bantu semua, contoh pemerintah desa minta bantu pakai alat berat segala selalu kita bantu, walaupun kadang agak lambat ya”
Pertanyaan Mengenai Asas Independensi
P : “Bagaimana cara perekrutan karyawan yang dilakukan, syarat-syarat apa saja yang biasanya digunakan dalam penerimaan karyawan baru? Apakah semua karyawan memenuhi syarat yang ditentukan tersebut?”
N : “Tergantung level apa yang dilamar kalau sudah level atas itu dari Jakarta rekrut nya langsung manajemen atas, kalau untuk misalnya yang karyawan untuk di pabrik ya yang rekrut disini nnti ada tes tertulis, wawancara, tes kesehatan. Kalau yang rekrut disini paling tinggi level asisten. Semua karyawan saya
rasa sudah memenuhi syarat-syarat yang ditentukan ya.”
P : “Apakah perusahaan dalam mengambil keputusan tidak dalam pengaruh dari pihak manapun dan selalu berdasarkan kesepakatan bersama?”
N : “Saya rasa keputusan keputusan yang kita ambil pasti melalui kesepakatan bersama tergantung keputusan seperti apa yang diambil seperti yang saya katakana tadi ya, kalau hanya teknis teknis dilapangan maka itu kesepakatan bersama dengan karyawan-karyawan lapangan ya. Tapi kalau sudah keputusan yang dengan nominal ratusan juta misal pelelangan tender itu sudah ke level paling atas”
P : “Apakah ada pengaruh dari suatu pihak tertentu dalam membuat keputusan atau membuat kebijakan? Siapa saja pihak yang terlibat dalam pengambilan keputusan?”
N : “Yang berjalan sekarang sih tidak ada pengaruh-pengaruh kayak gitu, kalo yang terlibat dalam pengambilan keputusan itu biasanya tergantung keputusan nya yang seperti apa. Kalau tentang operasional perusahaan sih setiap level di perusahaan terlibat.”
Pertanyaan Mengenai Asas Kewajaran dan Kesetaraan
P : “Apakah ada media yang disediakan bagi karyawan untuk menyampaikan pendapatan atau saran dalam perusahaan?”
N : “Dulu sih ada dibuat mading gitu ya, tapi sekarang kan mereka untuk menyampaikan pendapat atau aspirasi itu melalui serikat kerja tadi, lalu dari serikat baru ke kita ya. Lalu untuk menyampaikan nya kita kan ada LKS-Bipartit itu pewakilan serikat kerja dan perwakilan perusahaan”
P : “Apakah perusahaan memberikan hak dan perlakuan yang setara kepada pemangku kepentingan, misalnya kepada karyawan ?”
N : “Iya harus, disini semua karyawan dapat hak yang sama, perlakuan yang sama tidak ada membeda-bedakan.”
P : “Apakah pemberian gaji sudah dilakukan sesuai dengan ketentuan yang berlaku, dan sesuai dengan pekerjaannya, atau apa dasar yang digunakan untuk menetapkan gaji karyawan?”
N : “Kalo gaji kita sudah sesuai sama ketentuan, sesuai dengan pekerjaanya. Kita juga kan ada yang nama nya upah minimum sector kabupaten. Jadi kita juga berpedoman kesitu.”
P : “Apakah ada anggota keluarga yang terlibat dalam pengurusan/pengelolaan perusahaan ini? Bagaimana cara perekrutannya, apakah sama dengan karyawan lain atau langsung ditunjuk?”
N : “Perekrutan nya kita ya ada prosedur-prosedur nya dari perusahaan juga ada ketentuan-ketentuan khusus yang sesuai dengan kebutuhan perusahaan.”
3. Kepala Tata Usaha
Jabatan narasumber : Kepala Tata Usaha Hari & tanggal wawancara : Kamis, 16 Juli 2020
Pukul : 10.43 – 11.18 WIB
Durasi wawancara : 35 Menit Keterangan
Pewawancara : Arvensius Joni
Narasumber : Kepala Tata Usaha
Wawancara saya awali dengan melakukan salam siku, memperkenalkan diri dan menyampaikan maksud dan tujuan saya melakukan wawancara.
Pertanyaan Mengenai Asas Transparansi
P : “Apakah seluruh informasi perusahaan disampaikan atau diungkapkan kepada karyawan dan berapa lama penyampaian informasi dilakukan?”
N : “Ya wajib, karna karyawan kan bagian dari perusahaan kalau kita tidak transparan kepada karyawan berarti karyawan bukan bagian dari perusahaan. Transparan ke karyawan itu kan banyak macam caranya bisa melalui sosialisasi, bisa melalui pelatihan-pelatihan. Itu untuk hal hal tertentu, ada juga hal-hal tertentu yang memang rahasia perusahaan yang tidak semua
N : “Ya wajib, karna karyawan kan bagian dari perusahaan kalau kita tidak transparan kepada karyawan berarti karyawan bukan bagian dari perusahaan. Transparan ke karyawan itu kan banyak macam caranya bisa melalui sosialisasi, bisa melalui pelatihan-pelatihan. Itu untuk hal hal tertentu, ada juga hal-hal tertentu yang memang rahasia perusahaan yang tidak semua