PENERAPAN ASAS-ASAS GOOD CORPORATE GOVERNANCE PADA PT. AGRO ABADI CEMERLANG
(Studi Kasus Di PT. Agro Abadi Cemerlang) SKRIPSI
Diajukan untuk Memenuhi Salah Satu Syarat Memperoleh Gelar Sarjana Akuntansi
Program Studi Akuntansi
Oleh:
Arvensius Joni NIM : 152114042
PROGRAM STUDI AKUNTANSI JURUSAN AKUNTANSI FAKULTAS EKONOMI
UNIVERSITAS SANATA DHARMA YOGYAKARTA
2020
i
PENERAPAN ASAS-ASAS GOOD CORPORATE GOVERNANCE PADA PT. AGRO ABADI CEMERLANG
(Studi Kasus Di PT. Agro Abadi Cemerlang) SKRIPSI
Diajukan untuk Memenuhi Salah Satu Syarat Memperoleh Gelar Sarjana Akuntansi
Program Studi Akuntansi
Oleh:
Arvensius Joni NIM : 152114042
PROGRAM STUDI AKUNTANSI JURUSAN AKUNTANSI FAKULTAS EKONOMI
UNIVERSITAS SANATA DHARMA YOGYAKARTA
2020
ii
iii
iv
MOTTO DAN PERSEMBAHAN
“The older i get, the better i get, like red wine ” (Lord Zlatan)
Skripsi ini kupersembahkan untuk :
Tuhan Yesus Kristus Kedua orang tuaku serta keluargaku yang terkasih Seluruh teman-temanku
v
vi
vii
KATA PENGANTAR
Puji syukur dan terima kasih kepada Tuhan Yang Maha Esa, yang telah melimpahkan berkat dan karunia kepada penulis sehingga dapat menyelesaikan skripsi ini. Penulisan skripsi ini bertujuan untuk memenuhi salah satu syarat untuk memperoleh gelar sarjana pada Program Studi Akuntansi, Fakultas Ekonomi Universitas Sanata Dharma.
Dalam menyelesaikan skripsi ini mendapat bantuan, bimbingan, dan arahan dari berbagai pihak. Oleh karena itu penulis mengucapkan terima kasih yang tak terhingga kepada:
1. Drs. Johanes Eka Priyatma, M.Sc., Ph.D. selaku Rektor Universitas Sanata Dharma.
2. T. Handono Eko Prabowo, MBA, Ph.D selaku Dekan Fakultas Ekonomi Universitas Sanata Dharma.
3. Dr. Firma Sulistiyowati, SE., M.Si., Ak., QIA., CA., selaku Ketua Program Studi Akuntansi Universitas Sanata Dharma.
4. Antonius Diksa Kuntara, S.E., MFA., QIA., selaku dosen pembimbing yang telah mengarahkan dan membimbing penulis.
5. Dr. Firma Sulistiyowati, SE., M.Si., Ak., QIA., CA., selaku dosen pembimbing pengganti yang telah membantu serta membimbing penulis dalam menyelesaikan skripsi ini.
viii
6. Drs. Yohanes Pembaptis Supardiyono, M.Si., Ak., QIA., CA., selaku dosen pembimbing akademik yang telah membantu dalam proses perkuliahan.
7. Bapak Romulus Lubis Group Manager PT. Agro Abadi Cemerlang yang telah memberikan ijin dan kesempatan untuk melakukan penelitian sehingga penelitian bisa terlaksana.
8. Kak Sopia Weni Anggriani Staf HRD PT. Agro Abadi Cemerlang yang telah membantu penulis selama penelitian.
9. Keluarga Pak Pedi Sugiono yang telah membantu penulis selama penelitian 10. Ayah, Ibu, dan adik-adikku yang selalu memberi doa, semangat, dan
dukungan supaya saya bisa menyelesaikan kuliah S1 dengan lancar.
11. Teman-teman akuntansi 2015 kelas B yang selalu memberikan semangat dan menemani dari awal semester hingga akhir semester.
12. Teman-teman MPAT A Pak Diksa dan teman-teman skripsi Bu Firma yang telah memberikan semangat dalam mengerjakan skripsi.
13. Teman-teman satu kontrakan yang selalu memberikan dukungan, semangat, doa dan menemani selama kuliah di Yogyakarta.
14. Teman-teman seperantauan yang berasal dari Kabupaten Sintang yang selalu memberikan dukungan, semangat, dan menemani selama kuliah di Yogyakarta.
15. Teman-teman Akuntansi USD 2015 yang telah memberikan semangat dan saran dalam mengerjakan skripsi
16. Semua pihak yang tidak dapat penulis sebutkan satu per satu.
ix
Penulis menyadari bahwa skripsi ini masih banyak kekurangannya, oleh karena itu penulis mengharapkan kritik dan saran yang bersifat membangun dan bermanfaat bagi pembaca.
Yogyakarta, 22 Desember 2020
Arvensius Joni
x
DAFTAR ISI
HALAMAN JUDUL ... i
HALAMAN PERSETUJUAN PEMBIMBING ... ii
HALAMAN PENGESAHAN ... iii
HALAMAN MOTTO DAN PERSEMBAHAN ... iv
HALAMAN PERNYATAAN KEASLIAN KARYA ... v
PERNYATAAN PERSETUJUAN PUBLIKASI KARYA ILMIAH UNTUK KEPENTINGAN AKADEMIS ... vi
KATA PENGANTAR ... vii
DAFTAR ISI ... x
DAFTAR TABEL ... xiii
DAFTAR GAMBAR ... xiv
ABSTRAK ... xv
ABSTRACT ... xvi
BAB I PENDAHULUAN ... 1
A. Latar Belakang... 1
B. Batasan Masalah ... 6
C. Rumusan Masalah ... 6
D. Tujuan Penelitian ... 6
xi
E. Manfaat Penelitian ... 7
F. Sistematika Penulisan ... 7
BAB II KAJIAN PUSTAKA ... 9
A. Good Corporate Governance ... 9
B. Perseroan Terbatas ... 17
C. Penelitian Terdahulu ... 18
BAB III METODE PENELITIAN ... 20
A. Jenis Penelitian ... 20
B. Tempat dan Waktu Penelitian ... 20
C. Subjek dan Objek Penelitian ... 20
D. Penentuan Informan ... 21
E. Teknik Pengumpulan Data ... 21
F. Teknik Analisis Data ... 22
BAB IV GAMBARAN UMUM PT. AGRO ABADI CEMERLANG ... 24
A. Sejarah Berdirinya PT. AGRO ABADI CEMERLANG ... 24
B. Visi dan Misi ... 25
C. Struktur Organisasi ... 27
BAB V ANALISIS DATA DAN PEMBAHASAN ... 29
A. Daftar Narasumber... 29
xii
B. Analisis Dan Pembahasan Penerapan Asas-Asas Good Corporate
Governance Pada PT. Agro Abadi Cemerlang (PT AAC)... 29
C. Penilaian Keseluruhan dari Penerapan Asas-Asas Good Corporate Governance pada PT. Agro Abadi Cemerlang ... 54
BAB VI PENUTUP ... 58
A. Kesimpulan... 58
B. Keterbatasan Penelitian ... 59
C. Saran ... 59
DAFTAR PUSTAKA ... 61
LAMPIRAN ...63
xiii
DAFTAR TABEL
Tabel V.1. Daftar Narasumber ...29
xiv
DAFTAR GAMBAR
Gambar IV.1. Struktur Organisasi GM Office PT AAC...27 Gambar IV.2. Struktur Organisasi Estate PT AAC ...28
xv ABSTRAK
PENERAPAN ASAS-ASAS GOOD CORPORATE GOVERNANCE PADA PT. AGRO ABADI CEMERLANG
(Studi Kasus di PT. Agro Abadi Cemerlang)
Arvensius Joni NIM: 152114042
Universitas Sanata Dharma Yogyakarta
2020
Penerapan asas-asas Good Corporate Governance (GCG) menjadi suatu poin yang penting bagi perusahaan-perusahaan di Indonesia untuk mampu bertahan dan bertumbuh sekaligus untuk menumbuhkan kepercayaan dan keberlanjutan.
Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan penerapan asas-asas Good Corporate Governance di PT. Agro Abadi Cemerlang
Jenis penelitian ini adalah studi kasus. Teknik pengumpulan data yang dilakukan dalam penelitian ini adalah wawancara dan dokumentasi. Teknik analisis data yang digunakan adalah reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa pada asas transparansi, perusahaan menyampaikan dan mengungkapkan informasi secara transparan kepada pihak internal perusahaan yaitu karyawan. Pada asas akuntabilitas, perusahaan memiliki sistem pengendalian internal, struktur organisasi, rincian tugas yang jelas. Pada asas responsibilitas, perusahaan telah melaksanakan corporate social responsibility, dan telah mematuhi peraturan pemerintah. Pada asas independensi, perusahaan dikelola secara professional dan tidak ada dominasi dari pihak lain. Pada asas kewajaran dan kesetaraan, setiap pemangku kepentingan dalam perusahaan mendapatkan hak dan perlakuan yang sama.
Kata Kunci: good corporate governance,transparansi, akuntabilitas, responsibilitas, independensi, kewajaran dan kesetaraan
xvi ABSTRACT
IMPLEMENTATION OF GOOD CORPORATE GOVERNANCE PRINCIPLES AT PT. AGRO ABADI CEMERLANG
(A Case Study at PT. Agro Abadi Cemerlang)
Arvensius Joni NIM: 152114042
Universitas Sanata Dharma Yogyakarta
2020
Implementation of Good Corporate Governance (GCG) principles is an important point for companies in Indonesia in order to survive and grow as well as to foster trust and sustainability. This study aims to describe the application of the principles of Good Corporate Governance at PT. Agro Abadi Cemerlang.
The type of this research is a case study. The data collection techniques used in this study were interviews and documentation. The data analysis techniques used were data reduction, data presentation, and conclusion drawing.
The results showed that on the principle of transparency, the companies convey and disclose information transparently to internal parties, namely employees. On the principle of accountability, the company has an internal control system, an organizational structure, and clear job details. On the principle of responsibility, the company has implemented corporate social responsibility, and has complied with government regulations. On the principle of independence, the company is managed in a professional manner and there is no domination from other parties. On the principle of fairness and equality, every stakeholder in the company gets the same rights and treatment.
Keywords: good corporate governance, transparency, accountability, responsibility, independence, fairness and equality
1 BAB I PENDAHULUAN
A. Latar Belakang
Dewasa ini, dunia usaha semakin dinamis. Perkembangan kemampuan perusahaan menjadi suatu hal yang sangat penting agar dapat bertahan di pasar global. Sehingga tidak heran bahwa kini perusahaan berlomba-lomba meningkatkan daya saingnya di berbagai bidang. Salah satu upaya perusahaan dalam meningkatkan kualitas perusahaan adalah dengan penerapan tata kelola perusahaan yang baik (Good Corporate Governance) (Wicaksono, 2014).
Di Indonesia saat ini banyak terdapat perusahaan yang bergerak dalam bidang industri dan jasa dengan visi dan misi yang berbeda-beda, salah satunya yaitu perusahaan perkebunan. Perusahaan perkebunan merupakan perusahaan yang memiliki kegiatan operasional dimulai dari proses menanam tanaman hingga mengolah hasil tanaman tersebut menjadi produk jadi. Contohnya, hasil tanaman kelapa sawit yang diolah untuk menghasilkan minyak goreng dan tanaman teh yang diolah untuk menghasilkan bubuk teh. Guna untuk mencapai visi dan misi tersebut dibutuhkan berbagai macam cara, salah satunya yaitu penerapan Good Corporate Governance (GCG). Selain itu, penerapan Good Corporate Governance (GCG) diharapkan juga akan dapat membantu perusahaan untuk menentukan langkah atau cara memperoleh keuntungan dalam jangka panjang guna untuk menjamin kelangsungan hidup perusahaan/going concern (Nasution, 2014).
Pemerintahan Indonesia melakukan perubahan terhadap undang-undang Nomor 1 Tahun 1995 tentang Perseroan Terbatas (PT) dengan Undang-Undang Nomor 40 Tahun 2007 (UUPT). Pada saat pemerintah memberikan keterangan rancangan undang-undang tersebut kepada DPR, salah satu tujuan pembaruan undang-undang Perseroan Terbatas (PT) adalah mendukung implementasi Good Corporate Governance (GCG). Alasan pemerintah ini sangat mendasar, karena dari beberapa hasil riset, seperti laporan Credit Lyonnais Securitas Asia (CLSA) tentang Good Corporate Governance tahun 2003, dimana posisi Indonesia berada paling bawah kawasan Asia dengan skor 1,5 untuk masalah penegakan hukum 2,5 untuk mekanisme institusional dan 3,2 untuk budaya Corporate Governance. Hasil riset ini menunjukkan bahwa dunia usaha Indonesia “paling lemah” dalam mengimplementasikan prinsip-prinsip GCG (Azheri, 2011)
Good Corporate Governane menjadi penting untuk diterapkan oleh perusahaan-perusahaan di Indonesia demi menunjang pertumbuhan perusahaan, untuk mendorong terciptanya persaingan yang sehat dan menunjang perekonomian negara kearah yang lebih baik. Komite Nasional Kebijakan Corporate Governance (KNKCG) berpendapat bahwa perusahaan-perusahaan di Indonesia mempunyai tanggung jawab untuk menerapkan standart Good Corporate Governance (GCG) yang telah diterapkan di tingkat internasonal.
“Menurut The Organization for Economic Cooperation and Depelopment (OECD) Corporate Governance Principle of 1999 merumuskan pengertian corporate governance, yakni: “Corporate governance involves a set of relationship between a company’s management, its board, its shareholders and other stakeholders. Corporate governance also provides the structure through which the objective of the company are set,
and the means of attaining those objectives and monitoring performance are determined”
Pengertian di atas jelas bahwa corporate governance lebih menitikberatkan hubungan antara manajemen perusahaan, board, shareholders dan stakeholders. Selain itu, mensyaratkan adanya struktur untuk mencapai tujuan dan pengawasan atas kinerja perusahaan. Good Corporate yang baik dapat memberikan rangsangan bagi board dan manajemen untuk mencapai tujuan perusahaan, sedangkan shareholders harus melakukan pengawasan yang efektif sehingga mendorong perusahaan menggunakan sumber daya lebih efisien (Azheri, 2011).
Tata kelola perusahaan yang baik atau Good Corporate Governance (GCG) merupakan proses untuk merubah atau melakukan pembaharuan dalam sistem pengelolaan organisasi. Penerapan GCG adalah upaya mengajak dan mendorong suatu organisasi seperti perusahaan negara, perusahaan swasta, maupun koperasi melakukan penataan sistem pengelolaan untuk menghasilkan organisasi yang terkelola dengan baik, menghasilkan efisiensi, efektivitas dalam pencapaian tujuan perusahaan. Komponen GCG yang harus dipenuhi perusahaan untuk memaksimalkan profitabilitas perusahaan yaitu pemegang saham, direksi, dewan komisaris, manajer, karyawan/serikat pekerja, sistem renumerasi berdasarkan kinerja, komite audit, sekretaris perusahaan dan lain sebagainya (Nasution, 2014).
Good Coorporate Governance mempunyai dampak yang baik bagi peningkatan pendapatan karyawan dan perusahaan dalam hal ini menyangkut
target kerja tehadap realisasi kerja, Good Coorporate Governance juga memberikan peluang kepada karyawan untuk mendapatkan penghasilan tambahan dalam peningkatan kesejahteraan. Dengan adanya Good Coorporate Governance kinerja karyawan dan menejemen perusahaan akan lebih baik sehingga memberikan keuntungan bagi kedua pihak (Sinaga. 2010).
Penerapan GCG perlu didukung oleh tiga pilar yang saling berhubungan, yaitu negara dan perangkatnya sebagai regulator, dunia usaha sebagai pelaku pasar, dan masyarakat sebagai pengguna produk dan jasa dunia usaha. Prinsip yang harus dilaksanakan oleh masing-masing pilar adalah Negara dan perangkatnya menciptakan peraturan perundang undangan yang menunjang iklim usaha yang sehat, efisien dan transparan, melaksanakan peraturan perundang-undangan dan penegakan hukum secara konsisten. Dunia usaha sebagai pelaku pasar menerapkan GCG sebagai pedoman dasar pelaksanaan usaha. Masyarakat sebagai pengguna produk dan jasa dunia usaha serta pihak yang terkena dari keberadaan perusahaan, menunjukan kepedulian dan melakukan kontrol sosial (social control) secara obyektif dan bertanggung jawab (Wahyudin, 2008).
Penerapan good corporate governance terhadap perusahaan milik negara maupun swasta di Indonesia juga diharapkan mampu menjaga hubungan antara dewan direksi dengan dewan komisaris guna untuk mencapai tujuan organisasi.
Kinerja dewan direksi dan dewan komisaris nantinya akan diukur oleh komite nominasi dan remunerasi guna menentukan jumlah profit yang layak mereka terima, begitu juga untuk para karyawan.
PT. Agro Abadi Cemerlang (PT AAC) adalah salah satu perkebunan kelapa sawit nasional yang secara administratif terletak di Kecamatan Toba dan Meliau, Kabupaten Sanggau, Provinsi Kalimantan Barat, bergerak di bidang usaha perkebunan dan pengelolan kelapa sawit/ Palm Oil Mill (POM) yang menghasilkan minyak Crude Palm Oil (CPO) dengan rendemen tinggi dan inti (PKO) yang berkualitas bagus. Oleh karena itu penerapan Good Corporate Governance perlu dilakukan untuk meningkatkan keberhasilan perusahaan yang baik serta untuk memaksimalkan nilai perusahaan dan menciptakan nilai tambah bagi semua pihak yang berkepentingan. Dalam operasinya, perusahaan telah memperoleh lisensi berdasarkan SK Bupati Sanggau No: 400 - 44 / IL - 41 - 2008 tentang Pemberian Izin Perluasan Lokasi ke PT. Agro Abadi Cemerlang untuk Kebutuhan Perkebunan Kelapa Sawit di Kecamatan Meliau dan Toba, Kabupaten Sanggau, Kalimantan Barat dengan luas 8.100 ha, kemudian pada tahun 2011 mendapatkan Perpanjangan Izin Lokasi berdasarkan SK Bupati Sanggau No: 266 Tahun 2011 luas wilayah 8.095.58 Ha. Kegiatan produksi di daerah tersebut dimulai pada 2008 di atas lahan seluas 53,39 ha. Berdasarkan kepemilikan tanah, kepemilikan tanah di area izin PT. AAC terdiri dari dua jenis, tanaman utama (5.177,46 ha) dan plasma (1.434,63 ha).
Setiap perusahaan pasti memiliki visi misinya masing-masing. Dimana visi misinya menjadi patokan akan keberhasilan suatu perusahaan tersebut.
Untuk mencapai visi dan misinya perusahaan perlu menerapkan praktik-praktik Good Corporate Governance (GCG) sebagaimana telah menjadi kebutuhan perusahaan-perusahaan diseluruh dunia. Dengan penelitian ini diharapkan dapat
mengetahui bagaimana asas-asas Good Corporate Governance yang diterapkan oleh perusahaan dalam pengelolaan perusahaannya serta memberikan informasi terkait dengan pengelolaan perusahaan saat ini agar dapat digunakan untuk mengembangkan perusahaan dimasa mendatang kearah yang lebih baik.
B. Batasan Masalah
Batasan masalah dalam penelitian ini yaitu penelitian lebih fokus pada penerapan asas-asas good corporate governance dalam lingkup internal perusahaan. Studi kasus penelitian ini adalah karyawan atau kepala divisi yang relevan dengan penerapan asas-asas good corporate governance.
C. Rumusan Masalah
Berdasarkan latar belakang masalah tersebut maka rumusan masalah dalam penelitian ini adalah: Bagaimana penerapan asas-asas Good Corporate Governance pada PT. Agro Abadi Cemerlang (PT AAC) ?
D. Tujuan Penelitian
Berdasarkan rumusan masalah tersebut, maka tujuan dari penelitian ini yaitu untuk mengetahui penerapan asas-asas Good Corporate Governance pada PT.
Agro Abadi Cemerlang (PT AAC).
E. Manfaat Penelitian 1. Bagi Perusahaan
Hasil penelitian ini diharapkan dapat memberikan informasi, bahan masukan dan evaluasi kepada pihak perusahaan agar lebih memperhatikan pelaksanaan Good Corporate Governance.
2. Bagi Universitas Sanata Dharma
Hasil penelitian ini diharapkan dapat menjadi referensi serta tambahan pengetahuan bagi pihak yang membutuhkan mengenai implementasi asas- asas Good Corporate Governace, khususnya mahasiswa Universitas Sanata Dharma.
F. Sistematika Penulisan Bab I Pendahuluan
Bab ini membahas mengenai latar belakang masalah, rumusan masalah, tujuan penelitian, manfaat penelitian dan sistematika penulisan.
Bab II Kajian Pustaka
Bab ini membahas mengenai teori-teori yang digunakan yang berhubungan dengan penelitian mengenai penerapan GCG pada perusahaan.
Bab III Metode Penelitian
Bab ini berisi mengenai jenis penelitian, tempat dan waktu penelitian, subyek dan obyek penelitian, variabel penelitian dan pengukuran variabel penelitian, jenis dan sumber data, teknik pengumpulan data dan teknik analisis data.
Bab IV Gambaran Umum PT. Agro Abadi Cemerlang (PT AAC) Bab ini membahas mengenai segala sesuatu yang berkaitan dengan PT. Agro Abadi Cemerlang (PT AAC), yang digunakan sebagai lokasi dalam penelitian.
Bab V Analisis Data dan Pembahasan
Pada bab ini, peneliti membahas penerapan asas-asas Good Corporate Governance yang akan dibahas per asas dan membandingkan dengan teori yang ada untuk mengetahui apakah PT. Agro Abadi Cemerlang (PT AAC) telah menerapkan semua asas Good Corporate Governance.
Bab VI Penutup
Bab ini berisi kesimpulan dari analisis yang telah dibahas, keterbatasan penelitian serta saran bagi pihak terkait
9 BAB II
KAJIAN PUSTAKA A. Good Corporate Governance
1. Pengertian Good Corporate Governance
Sebagai sebuah konsep, Good Corporate Governance (GCG) tidak memiliki definisi tunggal. Istilah corporate governance sendiri untuk pertama kali diperkenalkan oleh Cadbury Committee di tahun 1992 yang menggunakan istilah tersebut. Dalam laporan mereka yang dikenal sebagai Cadbury Report, laporan ini dipandang sebagai titik balik yang menentukan bagi praktek corporate governance di seluruh dunia. Cadbury Report mendefinisikan corporate governance adalah: “GCG adalah prinsip yang mengarahkan dan mengendalikan perusahaan agar mencapai keseimbangan antara kekuatan serta kewenangan perusahaan dalam memberikan pertanggung jawabannya kepada para shareholders khususnya, dan stakeholders pada umumnya.”
Menurut Menteri BUMN, berdasarkan Keputusan Menteri BUMN Nomor KEP-117/M-MBU/2002, Corporate Governance adalah “Seperangkat proses dan struktur yang digunakan oleh organ BUMN untuk meningkatkan keberhasilan usaha dan akuntabilitas perusahaan guna mewujudkan nilai pemegang saham dalam jangka panjang dengan tetap memperhatikan kepentingan stakeholder lainnya, berlandaskan peraturan perundangan dan nilai- nilai etika.”
Dikalangan pebisnis, secara umum good corporate governance (GCG) diartikan sebagai tata kelola perusahaan. GCG di artikan pula sebagai sistem yang mengatur dan mengendalikan perusahaan yang menciptakan nilai tambah (value added) untuk semua stakeholder (Monks, 2003).
OECD (Organization for Economic Co-operation and Development) yang anggota - anggotanya antara lain, Amerika Serikat, Negara-negara Eropa dan negara-negara Asia Pasifik mendefenisikan Corporate Governance sebagai :
“Corporate Governance is the system by which business corporations are directed and controlled. The corporate governance structure specifies the distribution of rights and responsibilities among different participants in the corporation, such as, the board managers, shareholders and other stakeholders, and spells out the rules and procedures for making decisions on corporate affairs. By doing this it also provides the structure through which the company objectives are set, and the means of attaining those objectives and monitoring performance”.
Tulisan OECD mendefenisikan corporate governance sebagai sekumpulan hubungan antara pihak manajemen perusahaan, dewan dan pemegang saham, dan pihak lain yang mempunyai kepentingan dengan perusahaan. Corporate Governance juga mengisyaratkan adanya struktur, perangkat untuk mencapai tujuan, dan pengawasan atas kinerja. Corporate Governance yang baik dapat memberikan perangsang atau insentif yang baik bagi dewan dan manajemen untuk mencapai tujuan yang merupakan kepentingan perusahaan atau pemegang saham dan harus menfasilitasi pemonitoran yang efektif, sehingga mendorong perusahaan untuk menggunakan sumber daya dengan lebih efisien.
Dari beberapa defenisi di atas dapat disimpulkan bahwa corporate governance adalah sistem dan struktur untuk mengelola perusahaan dengan tujuan meningkatkan nilai pemegang saham (shareholder’ value) serta mengakomodasi berbagai pihak yang berkepentingan dengan perusahaan (stakeholder) seperti kreditor, supplier, asosiasi usaha, konsumen, pekerja, pemerintah dan masyarakat luas.
2. Asas Good Corporate Governance
Menurut Komite Nasional Kebijakan Governance (KNKG, 2006) “Setiap Perusahaan harus memastikan bahwa asas GCG diterapkan pada setiap aspek bisnis dan semua jajaran perusahaan”. Terdapat 5 asas GCG menurut KNKG yaitu:
a. Transparansi (Transparency)
Perusahaan harus menyediakan informasi yang material dan relevan, tepat waktu, memadai, jelas, akurat dengan cara yang mudah diakses dan dipahami oleh pemangku kepentingan, serta keterbukaan dalam proses pengambilan keputusan.
b. Akuntabilitas (Accountability)
Perusahaan harus dapat mempertanggungjawabkan kinerjanya secara transparan dan wajar. Untuk itu perusahaan harus dikelola secara benar, terukur dan sesuai dengan kepentingan perusahaan dengan tetap memperhitungkan kepentingan pemegang saham dan pemangku kepentingan lain.
c. Responsibilitas (Responsibility)
Perusahaan harus mematuhi peraturan perundang-undangan serta melaksanakan tanggung jawab terhadap masyarakat dan lingkungan sehingga dapat terpelihara kesinambungan usaha dalam jangka panjang dan mendapat pengakuan sebagai good corporate citizen.
d. Independensi (Independency)
Untuk melancarkan pelaksanaan asas GCG, perusahaan harus dikelola secara independen sehingga masing-masing organ perusahaan tidak saling mendominasi dan tidak dapat diintervensi oleh pihak lain.
e. Kewajaran dan Kesetaraan (Fairness)
Dalam melaksanakan kegiatannya, perusahaan harus senantiasa memperhatikan kepentingan pemegang saham dan pemangku kepentingan lainnya berdasarkan asas kewajaran dan kesetaraan.
3. Manfaat Good Corporate Governance
Corporate Governance yang tidak efektif menjadi penyebab utama terjadinya krisis ekonomi dan kegagalan pada berbagai perusahaan di Indonesia akhir-akhir ini. Penerapan Corporate Governance yang efektif dapat memberikan sumbangan yang penting dalam memperbaiki kondisi perekonomian, serta menghindari terjadinya krisis dan kegagalan serupa di masa depan. Dengan melaksanakan Corporate Govenance, menurut Forum for Corporate Governance (FCGI) (2001 : 4), ada beberapa manfaat antara lain:
a. Meningkatkan kinerja perusahaan melalui terciptanya proses pengambilan keputusan yang lebih baik, meningkatkan efisiensi operasional perusahaan, serta lebih meningkatakan pelayanan kepada stakeholders.
b. Mempermudah diperolehnya dana pembiayaan yang lebih murah dan tidak rigid yang pada akhirnya akan meningkatkan corporate value.
c. Mengembalikan kepercayaan investor untuk menanamkan modalnya di Indonesia.
d. Pemegang saham akan merasa puas dengan kinerja perusahaan karena sekaligus meningkatkan stakeholders value dan deviden. Penerapan Corporate Governance yang baik memberi manfaat sebagai berikut:
1) Perbaikan dalam komunikasi 2) Minimasi potensial benturan 3) Fokus pada strategi-strategi utama
4) Peningkatan dalam produktivitas dan efisiensi 5) Kesinambungan manfaat (sustainability of benefits) 6) Promosi ciri korporat (corporate image)
7) Peningkatan kepuasan pelanggan 8) Perolehan kepercayaan investor
Menurut Siswanto Sutojo dan E. Jhon Aldridge (2005) Good Corporate Governance mempunyai lima tujuan utama, adalah sebagai berikut:
a. Melindungi hak dan kepentingan pemegang saham.
b. Melindungi hak dan kepentingan para anggota The Stakeholders non pemegan saham.
c. Meningkatakan nilai perusahaan dan pemegang saham.
d. Meningkatkan efisiensi dan efektivitas kerja Dewan Pengurus atau Board of Directors dan manajemen perusahaan, dan
e. Meningkatakan mutu hubungan Board of Directors dengan manajemen senior perusahaan.
Kelima tujuan utama GCG menunjukan isyarat bagaimana pentingnya hubungan antara pihak - pihak yang mempunyai kepentingan dengan perusahaan sehingga diperlukan tata kelola perusahaan yang baik.
4. Tujuan Good Corporate Governance
Tujuan diterapkannya GCG menurut Komite Nasional Kebijakan Governance (KNKG), adalah:
a. Mendorong terciptanya transparansi, akuntabilitas, responsibility, independensi, serta kesetaraan dan kewajaran.
b. Mendorong pemberdayaan fungsi dan kemandirian masing - masing organ perusahaan, yaitu Dewan Komisaris, Direksi dan Rapat Umum Pemegang Saham.
c. Mendorong pemegang saham, anggota Dewan Komisaris dan anggota Direksi agar dalam membuat keputusan dan menjalankan tindakannya dilandasi oleh nilai moral yang tinggi dan kepatuahn terhadap peraturan perundang-undangan.
d. Mendorong timbulnya kesadaran dan tanggung jawab social perushaan terhadap masyarakat dan kelestarian lingkungan terutama di sekitar perusahaan.
e. Mengoptimalkan nilai perusahaan bagi pemegang saham dengan tetap memperhatikan pemangku kepentingan lainnya.
f. Meningkatkan daya asing perusahaan secara nasional maupun internasional, sehingga meningkatkan kepercayaan pasar yang dapat mendorong arus investasi dan pertumbuhan ekonomi nasional yang berkesinambaungan.
Dengan demikian, penerapan pelaksanaan prinsip GCG secara optimal akan mampu mendorong peningkatan kinerja perusahaan yang ada, dan pada gilirannya memberikan value creation semua pihak yang terkait dengan perusahaan.
5. Penerapan Good Corporate Governance di Indonesia
Komite Nasional Kebijakan Governance (KNKG, 2006) menjelaskan bahwa penerapan GCG perlu didukung oleh tiga pilar yang saling berhubungan, yaitu negara dan perangkatnya sebagai regulator, dunia usaha sebagai pelaku pasar, dan masyarakat sebagai pengguna produk dan jasa dunia usaha. Prinsip-prinsip dasar yang harus dilaksanakan oleh masing- masing pilar adalah :
a. Negara dan perangkatnya menciptakan peraturan perundang-undangan yang menunjang iklim usaha yang sehat, efisien, dan transparan.
Melaksanakan peraturan perundang-undangan dan penegakan hukum secara konsisten (consistent law enforcement).
b. Dunia usaha sebagai pelaku pasar menerapkan GCG sebagai pedoman pelaksanaan usaha.
c. Masyarakat sebagai pengguna produk dan jasa serta pihak yang terkena dampak dari beberapa perusahaan menunjukkan kepedulian dan melakukan control social secara obyektif dan bertanggung jawab.
Dalam Center For Risk Management Studies (CRMS Indonesia), ruang lingkup yang mencakup sistem pemerintahan, fungsi dewan direksi, bidang hukum dan struktur organisasi memiliki dan memegang peranan penting dalam Corporate Governance di Indonesia. Penerapan Corporate Governance di Indonesia diharapkan mampu memajukan taraf hidup masyarakat dari berbagai kalangan ekonomi. Penerapan Corporate Governance harus disesuaikan dengan karakteristik kelembagaan dan organisasi di Indonesia, sehingga perusahaan mampu meningkatkan keunggulan demi menghadapi persaingan ekonomi global yang ketat.
Khusus terhadap Badan Usaha Milik Negara kewajiban dalam menerapkan asas-asas good corporate governance telah ditetapkan dalam pasal 5 ayat (3) dan pasal 6 ayat (3) UU No 19 Tahun 2003 tentang Badan Usaha Milik Negara (UU BUMN) pada pasal 5 ayat (3) yang menyatakan “Dalam melaksanakan tugasnya, Komisaris dan Dewan Pengawas harus mematuhi Anggaran Dasar BUMN dan ketentuan peraturan perundang-undangan serta wajib melaksanakan prinsip-prinsip profesionalisme, efesiensi, transparansi,
kemandirian, akuntabilitas, pertanggungjawaban serta kewajaran”. Meskipun redaksi norma dalam pasal 5 ayat (3) dan pasal 6 ayat (3) tersebut tidak dengan tegas menyebutkan wajib menerapkan prinsip-prinsip good corporate governance, akan tetapi prinsip-prinsip yang menjadi acuan dalam kedua pasal tersebut pada dasarnya adalah prinsip-prinsip good corporate governance itu sendiri. Norma hukum yang lebih tegas menetapkan kewajiban menerapkan prinsip-prinsip good corporate governance dalam pengelolaan BUMN ditemukan dalam Peraturan Menteri BUMN Nomor Per-01/M-MBU/2011 tentang praktik penerapan Tata Kelola Perusahaan yang Baik (Good Corporate Governance). Namun pada saat ini belum terdapat sanksi yang tegas bagi perusahaan yang tidak menerapkan asas-asas good corporate governance.
B. Perseroan Terbatas
1. Pengertian Perseroan Terbatas
Perseroan Terbatas menurut Undang-Undang RI No. 40 Tahun 2007 adalah badan hukum yang merupakan persekutuan modal, didirikan berdasarkan perjanjian, melakukan kegiatan usaha dengan modal dasar yang seluruhnya terbagi dalam saham dan memenuhi persyaratan yang ditetapkan. Dalam perseroan terbatas tanggung jawab pemilik usaha yang hanya terbatas pada nilai nominal saham yang telah ditempatkan serta adanya pemisahaan antara pemilik dan pengelola usaha.
2. Penerapan Good Corporate Governance pada Perseroan Terbatas Penerapan Good Corporate Governance pada Perseroan Terbatas bertujuan untuk menciptakan sistem yang dapat menjaga keseimbangan dalam
mengendalikan perusahaan sehingga mengurangi peluang terjadinya kesalahan mengelola, menciptakan insentif bagi manajer untuk memaksimumkan produktivitas penggunaan asset sehingga menciptakan nilai tambah yang optimal. (Daniri: 2005, dalam Maulidani:2012).
Selain itu, penerapan Good Corporate Governance diharapkan dapat menciptakan insentif internal yang efektif bagi manajemen perusahaan dan penggunaan sumber daya yang efisien sehingga mendorong terbentuknya kepercayaan investor.
Dalam pelaksanaan Good Corporate Governance di perusahaan sangat penting bagi perusahaan untuk melakukan pentahapan yang cermat berdasarkan analisis atas situasi dan kondisi perusahaan, serta tingkat kesiapan perusahaan, sehingga penerapan Good Corporate Governance dapat berjalan lancar dan dapat memberikan dampak positif bagi perusahaan.
C. Penelitian Terdahulu
1. Claudia Lavenia Supit (2016)
Penelitian ini berjudul “Analisis Penerapan Prinsip-Prinsip Good Corporate Governance Pada PT. Wang Konstruksi Indonesia”. Penelitian ini dilakukan bertujuan untuk mendeskripsikan penerapan prinsip-prinsip GCG pada PT Wang Konstruksi Indonesia. Penelitian menggunakan jenis penelitian kualitatif deskriptif. Dari hasil penelitian ditemukan bahwa perusahaan telah mengimplementasikan prinsip-prinsip Good Corporate Governance, namun perusahaan belum menerapkan semua prinsip-prinsip
Good Corporate Governance denga baik terutama pada prinsip Transparansi, Akuntabilitas, serta kewajaran dan kesetaraan yang perlu dilakukan perbaikan lebih lanjut.
2. Bena Eka Putri (2014)
Penelitian ini berjudul “Penerapan Prinsip-Prinsip Good Corporate Governance Pada PT. Purnama Semesta Alamiah”. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui sejauh mana penerapan prinsip-prinsip Good Corporate Governance pada PT. Purnama Semesta Alamiah. Penelitian ini menggunakan jenis penelitian kualitatif. Pengumpulan data dilakukan dengan menggunakan teknik wawancara dengan menggunakan informan sebagai sumber informasi. Data yang diperoleh kemudian diolah dan dibahas menggunakan deskriptif kualitatif. Hasil dalam penelitian ini menunjukkan bahwa PT. Purnama Semesta Alamiah sudah menerapkan prinsip-prinsip Good Corporate Governance sesuai dengan prinsip transparency, accountability, responsibility, independency, dan fairness.
20 BAB III
METODE PENELITIAN A. Jenis Penelitian
Penelitian ini berbentuk studi kasus dengan menggunakan pendekatan penelitian kualitatif. Pada pendekatan kualitatif, data bersifat deskriptif, maksudnya data dapat berupa gejala-gejala yang di kategorikan ataupun dalam bentuk lainnya, seperti foto, dokumen, artefak, dan catatan-catatan lapangan pada saat penelitian dilakukan. (Sarwono, 2011)
B. Tempat dan Waktu Penelitian A. Tempat Penelitian
Penelitian ini dilakukan di PT. Agro Abadi Cemerlang (PT AAC) Enggadai, Kec. Meliau, Kabupaten Sanggau, Kalimantan Barat.
B. Waktu Penelitian
Penelitian ini dilakukan pada bulan Juli tahun 2020
C. Subjek dan Objek Penelitian 1. Subjek Penelitian
Subjek penelitian adalah pihak-pihak yang terlibat dalam penelitian dan berperan sebagai sumber informasi, antara lain :
a. Manager PT. Agro Abadi Cemerlang (PT AAC)
b. Human Resources Derpatement di PT. Agro Abadi Cemerlang (PT AAC) c. Kepala divisi lain yang relevan sebagai narasumber di PT. Agro Abadi
Cemerlang (PT AAC)
2. Objek Penelitian
Objek penelitian yang digunakan adalah informasi yang terkait dengan asas-asas Good Corporate Governance yang ada di PT. Agro Abadi Cemerlang (PT AAC)
D. Penentuan Narasumber
Narasumber dalam penelitian ini dipilih secara sengaja dengan pertimbangan sebagai berikut, yaitu narasumber dianggap paling tahu tentang informasi yang harapkan oleh peneliti, narasumber memiliki posisi atau jabatan yang relevan dengan masalah dalam penelitian misalnya sebagai pembuat keputusan/decision maker, berposisi sebagai orang yang berpengaruh dalam perusahaan sehingga memudahkan peneliti menjelajahi objek/situasi sosial yang diteliti.
E. Teknik Pengumpulan Data
Teknik pengumpulan data yang dilakukan dalam penelitian ini yaitu:
1. Wawancara
Wawancara dalam penelitian ini dilakukan dengan Manager, HRD dan Kepala Tata Usaha di PT. Agro Abadi Cemerlang (PT AAC). Tujuan dari wawancara ini untuk memperoleh informasi mengenai gambaran umum perusahaan (profil organisasi, struktur organisasi, visi dan misi, tugas dan fungsi perusahaan, dan aktivitas perusahaan), serta informasi mengenai penerapan asas-asas Good Corporate Governance dalam aktivitas di PT.
Agro Abadi Cemerlang (PT AAC)
2. Dokumentasi
Dokumentasi dilakukan dengan mengumpulkan data melalui arsip- arsip, dokumen serta data-data tertulis lainnya yang berkaitan dengan objek penelitian, seperti data mengenai struktur organisasi, dan peraturan serta kebijakan-kebijakan dalam perusahaan.
F. Teknik Analisis Data
Analisis data dalam penelitian ini dilakukan melalui tiga kegiatan yang terjadi secara bersamaan yaitu reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan atau verifikasi Miles dan Huberman (Sugiyono 2015: 246). Analisis data kualitatif merupakan upaya yang berlanjut, berulang dan menerus. Masalah reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan merupakan rangkaian kegiatan analisis yang saling susul menyusul. Langkah-langkah analisis data dalam penelitian dilakukan sebagai berikut:
1. Reduksi data adalah proses analisis data yang dilakukan untuk mereduksi dan merangkum hasil-hasil penelitian dengan menitikberatkan pada hal-hal yang dianggap penting oleh peneliti. Reduksi data bertujuan untuk mempermudah pemahaman terhadap data yang telah terkumpul sehingga data yang direduksi memberikan gambaran lebih rinci.
2. Penyajian data adalah data-data hasil penelitian yang sudah tersusun secara terperinci untuk memberikan gambaran penelitian secara utuh. Data yang terkumpul secara terperinci dan menyeluruh selanjutnya dicari pola hubungannya untuk mengambil kesimpulan yang tepat. Penyajian data
selanjutnya disusun dalam bentuk uraian atau laporan sesuai dengan hasil penelitian diperoleh.
3. Kesimpulan merupakan tahap akhir dalam proses penelitian untuk memberikan makna terhadap data yang telah dianalisis. Proses pengolahan data dimulai dengan penataan data lapangan (data mentah), kemudian direduksi dalam bentuk unifikasi dan kategorisasi data.
24 BAB IV
GAMBARAN UMUM PT. AGRO ABADI CEMERLANG
A. Sejarah Berdirinya PT. AGRO ABADI CEMERLANG
Setelah berhasil mendirikan dua perusahaan di daerah Kecamatan Meliau yaitu PT. Bintang Harapan Desa (PT BHD) dan PT. Duta Surya Pratama (PT DSP), maka pada tahun 2006 seorang investor yang bernama “Djamili” sebagai komisaris utama yang memiliki modal dan mendapatkan kepercayaan untuk menanamkan sahamnya serta dukungan dari Pemerintah Pusat maupun Pemerintah Daerah dengan mendirikan PT. DSP Inti II yang kemudian pada tahun 2007 berubah nama menjadi PT. Agro Abadi Cemerlang (PT AAC) yang tergabung dalam PT. BHD GROUP.
Berdirinya perusahaan ini, dengan melalui proses yang cukup panjang, antara lain :
1. Harus memiliki Surat Izin Usaha dengan diberi nama PT. Agro Abadi Cemerlang (PT AAC).
2. Melalui proses penyuluhan ke pihak desa, dusun, maupun ke pihak instansi terkait pada areal yang akan dilakukan untuk pembangunan perkebunan kelapa sawit.
3. Perencanaan program kerja yang mendasar melalui pembebasan lahan atau pembukaan lahan (Land Clearing) sehingga sampai ketitik penanaman bibit kelapa sawit.
4. Program perkebunan kelapa sawit ini didukung langsung oleh Pemerintah Pusat maupun Pemerintah Daerah.
Tujuan berdirinya PT. Agro Abadi Cemerlang (PT AAC) ini adalah untuk mensejahterakan penduduk petani dan membuka lapangan pekerjaan, sehingga tahap kehidupan masyarakat dapat berkembang dengan baik dan disisi lain pihak perusahaan mendapatkan hasil panen Tandan Buah Segar (TBS) sedangkan petani mendapatkan penjualan tandan buah segar.
Secara geografis PT. Agro Abadi Cemerlang (PT AAC) terletak di Ketanjak, Desa Baru Lombak, Kec. Meliau, Kab. Sanggau, Provinsi. Kalimantan Barat, dengan luas lahan 8.095.58 Ha, dan terbagi ke beberapa Divisi, mulai dari Divisi I s/d Divisi VII, yang dimana lima divisi merupakan tanaman inti dan dua divisi lainnya merupakan plasma. Sehingga hanya beberapa (Hektare) Ha saja yang masih belum diolah menjadi lahan perkebunan kelapa sawit. Sebelah barat berbatasan dengan Modang, yaitu wilayah Kec. Toba, sebelah utara berbatasan dengan PT SDK, sebelah timur berbatasan dengan PT DSP, dan sebelah selatan berbatasan dengan PT SJAL.
B. Visi dan Misi
Sebagai sebuah perusahaan perseroan, PT. Agro Abadi Cemerlang (PT AAC) memiliki visi misi yang berfungsi sebagai penunjuk arah bagi seluruh karyawan yang bekerja didalamnya agar memiliki kesamaan jalan untuk mencapai tujuan yang telah ditetapkan. Visi dan Misi PT. Agro Abadi Cemerlang (PT AAC) yaitu :
1. Visi
Menjadi salah satu perusahaan sawit lestari yang paling menguntungkan dengan pengelolaan terbaik, biaya efektif dan inovasi terus-menerus, dengan memperhatikan kepuasan karyawan dan kepuasan pelanggan, kontribusi masyarakat luas dan standar-standar lingkungan.
2. Misi
a. Mencapai keunggulan kualitas produk
b. Menggunakan metode operasi yang terstruktur dan rapi
c. Menggunakan sumber daya dengan seefektif mungkin d. Membangun karyawan yang mampu bekerja sama
e. Menyediakan lingkungan kerja yang aman, sehat dan nyaman f. Menjadikan karyawan sebagai aset terpenting perusahaan g. Membangun hubungan jangka panjang dengan para pemasok
h. Melakukan perbaikan yang terus-menerus (continues improvement)
C. Struktur Organisasi
1. Struktur Organisasi GM Office PT AAC
Gambar IV. 1 : Struktur Organisasi GM Office PT AAC
Doc. Name : Structure PT. AAC Revision # : -
Date :
1
1
1
1 1 0
1
1 1 1
1 1 AVP
ROMULUS LUBIS
MANDOR CIVIL DOMINIKUS TIKO
Workhsop/ Bengkel Transport
ASISTEN SHE/K3 Darmadiansa
Kerani SHE ORGANIZATION CHART AGRO ABADI CEMERLANG - GMO
SEKRETARIS AVP LASMARIYAH PANJAITAN
Supir & Operator Alat Berat Operator Genset
MEDIS CHATRESIA DHEA Edy Irwan Bakti Nasution
Senior Vice President
ASSISTANT MANAGER - IT WINDU SENTURI ASSISTANT MANAGER - HUMAS & CD
HERWIN PAKPAHAN TEHNICAL & WORKSHOP
DIREKSI
Mekanik
Group Manager / Senior Manager / Manager
SECURITY
Non Staf PB/KHTAssistant Manager / Executive
YUNITA VANI - KERANI SILVESTER LUIS
CERTIFICATION, SAFETY AND HEALTH
21-04-2020
MANAGER COMMUNITY DEVELOPMENT
IT
TONISIUS AJEL - PEMBANTU HUMAS PEMBANTU HUMAS & KERANI
VACANT HUMAN RESOURCES
VACANT IGNATIUS WIJAYA
S. Amri - Welder
COMMUNITY DEVELOPMENT
ALEXANDER DELPIERO - PEMBANTU HUMAS
ASSISTANT MANAGER - HR
STAFF - IT
DANRU SECURITY
Oktavianus Dion- Helper James- Helper
Ajin P- Kerani
STAFF - HR SOPIA WENI ANGGRIANI
ANGGOTA SECURITY A. CHUAKCUN
Kiyon - Mandor Transport Rizki Alasa
Yayak - Mekanik
Staff
2. Struktur Organisasi Estate PT AAC
Gambar IV. 2 : Struktur Organisasi Estate PT AAC
1
1
1 1 1 1 1 1 1 1
1 1
1 1 1 1 1 1 1 1
1 1 1 1 1 1 1 1
1
1 1
1 1 1 1 1 1 1 1
1 1 1 1 1 1 1 1
1 1 1 1 1 1 1 1
1 1 1 1 1 1 1 1 1
1 1 1 1 1 1 1
1 1 1 1 1 1 1
1 1 1 1 1 1 1
21
AGRO ABADI CEMERLANG - ESTATE
DEWI Kerani Produksi Agro 2
WELI - Perawatan Agro 2
Divisi IV
KR. KANTOR / OFFICE ORGANIZATION CHART
OFFICE
IKRAR PUTRA
KA. GUDANG / STORE HADI SUTJIPTO
KR. PEMBUKUAN / SECOND CLERK AVP ROMULUS LUBIS
Karolus Soro - Harvesting MARSELINUS
706,98 Ha
SAHRIAL
PENGAWAS
SUPERVISOR
Jeffri - Harvesting
Kardinus Mida - Harvesting
Adrianus Joko - Checker
Nali - Upkeep Vitalis Ulik - Checker
Kali Endra - Checker PENGAWAS
MIDUNIANSYAH
Paulus Heru - Harvesting
SUPERVISOR SITOMPO
HERWAN
PETRUS SUDIPRAPTO YOHANES SENA
MARWAN M. SALEH
SUPERVISOR
EMANUEL WEA KRISTIAN P. LUBIS
ALEX BUNDER ARITONANG SUPERVISOR
ADE DERMAWAN TARIGAN
PENGAWAS
ARIO SENO HAMZAH LUBIS
FRONIKA ELIES
ASSISTANT MANAGER ASSISTANT MANAGER
SUPERVISOR
OSCAR BASTEN IKSHAN KRISTONIUS
PENGAWAS PENGAWAS
SUPERVISOR ASSISTANT MANAGER
PENGAWAS
SUPERVISOR
Ade Mulyadi- Checker PENGAWAS
Agustinus Wake - Harvesting
Gugun Supriadi - Checker JULIANUS
Mogau - Upkeep Arifin - Upkeep
YUSTA FENNY GLORIA ( KR. AGRO II )
Nuriana - Upkeep Eknasius Chandra - Upkeep
Geradus Sina - Upkeep
BADEN
Deny Suherman - Petugas Gudang Agro 1
Fransiskus Yudi - Checker Yeremias Sawo - Harvesting
Marianus Sari - Checker
Wilhelmus Wiro - Upkeep Eduardus E. Beo - Upkeep
Efrianus Ndange - Petugas Gudang Agro 1
Viktor Ate - Checker Serpanus Pipit - Harvesting
Kusnadi - Upkeep Arye Kurniawan -
Harvesting
Ajis Sandu - Checker
Rizki Pratama- Checker
HENNY- Produksi Agro 1
Non Staff ( PB / KHT / KHL )
Elisabet Karo - Upkeep
Staff
Heriansyah - Harvesting
Rikardi Repo - Harvesting Dedek Kurniawan - Harvesting
Heru Prasetyo - Upkeep
AVP / Senior Manager / Manager
ASSISTANT MANAGER
736,80 Ha 786,34 Ha
ESTATE MANAGER AGRO 1 2.129,00 Ha
Assistant Manager / Executive
Divisi I 703,80 Ha
Alexander Ajung - Harvesting PENGAWAS Divisi II
ASSISTANT MANAGER ASSISTANT MANAGER
SUPERVISOR FRANSISKUS AMIN
TOGAP PANDIANGAN BENIFASIUS
Rudi - Harvesting M. HERRIS
ASSISTANT MANAGER Divisi III
ASSISTANT MANAGER
Dasianus Likong Alexander Aluman
Pardi Sinso - Upkeep
M. LEGARIA ( KR. AGRO I )
Hariyanto - Harvesting
Padelius Aden - Checker
ERNI- Kerani Perawatan Agro 1
Fransiskus Lukisno - Checker Benesikta Mojo
Sabinus Tugino - Upkeep Divisi V 618,98 Ha
PALENTINUS EDI
Albahri - Checker
Jodoi Manalu - Upkeep
Herkulanus Akun - Checker Paulus Reno Tilo
Divisi Plasma - II 436,61 Ha MANURING
ASSISTANT MANAGER TRI CAHYANTO
SUPERVISOR SULAEMAN
K T U
Divisi Plasma - I
MANURING 480,04 Ha
PETUGAS GUDANG
Arnika Indriani - Kr QAT Ajis T. Nainggolan - Kerani Inventory Agro 1
Veronika Wulan- Kerani VRA Agro 1
Herri Fadly - Kr.
Timbangan
HOTIJAH ( KR.
PLASMA I )
BUDIONO ( KR.
PLASMA II ) ESTATE MANAGER
AGRO 2 2.322,00 Ha MELIAKI SARAGIH
PENGAWAS
29 BAB V
ANALISIS DATA DAN PEMBAHASAN A. Daftar Narasumber
Berikut daftar nama-nama narasumber yang telah diwawancari oleh peneliti, yang diantaranya adalah sebagai berikut:
Tabel V.1. Daftar Narasumber
No Nama Jabatan Tanggal Lama Waktu
1 Sopia Weni Anggriani S.Sos
Human Resource Departement
13 Juli 2020 31 Menit
2 Meliaki Saragih Estate Manager 14 Juli 2020 48 Menit 3 Ikrar Putra Anugerah
Sumangkut
Kepala Tata Usaha
16 Juli 2020 35 Menit
B. Analisis Dan Pembahasan Penerapan Asas-Asas Good Corporate Governance Pada PT. Agro Abadi Cemerlang (PT AAC)
Analisis data good corporate governance dilakukan untuk melihat sejauh mana PT. Agro Abadi Cemerlang telah menerapkan asas-asas good corporate governance. Penerapan asas-asas good corporate governance diperlukan bagi PT. Agro Abadi Cemerlang untuk memastikan bahwa seluruh kegiatan-kegiatan bisnis yang dilakukan oleh PT. Agro Abadi Cemerlang sudah berjalan dengan baik sesuai pedoman good corporate
governance yang telah ditetapkan oleh KNKG. Selain itu, menurut Widyaningsih (2018) good corporate governance juga perlu untuk memenangkan persaingan usaha. Selanjutnya, menganalisis penerapan asas- asas good corporate governance yang dilengkapi dengan data-data hasil wawancara di PT. Agro Abadi Cemerlang. Analisis penerapan asas-asas good corporate governance dilakukan berdasarkan tiap-tiap asas, yaitu:
1. Asas Transparansi
a) Perusahaan telah menyampaikan atau mengungkapkan seluruh informasi kepada karyawan secara jelas dan tepat waktu
Penerapan asas transparansi diwujudkan oleh PT. Agro Abadi Cemerlang dengan menyampaikan atau mengungkapkan informasi secara jelas kepada karyawan sesuai dengan kebutuhannya. Artinya, tidak semua informasi disampaikan ke karyawan, informasi hanya disampaikan kepada pihak-pihak tertentu yang berkaitan dengan informasi yang akan disampaikan. Informasi tersebut misalnya informasi terkait dengan barang di gudang maka informasi hanya akan disampaikan kepada bagian gudang, informasi tentang operasional di lapangan atau di kebun maka informasi akan disampaikan kepada asisten manajer tiap divisi atau disampaikan kepada serikat kerja, informasi tentang kesehatan lingkungan dan keselamatan kerja maka akan disampaikan kepada departemen sustainability.
Menurut Kepala Tata Usaha PT. Agro Abadi Cemerlang perusahaan wajib menyediakan dan menyampaikan informasi kepada
karyawan secara jelas, akurat dan tepat waktu, karena karyawan juga merupakan pemangku kepentingan dalam perusahaan. Namun tidak semua informasi disampaikan kepada karyawan, ada hal-hal tertentu yang memang tidak semua karyawan wajib tau tapi hal-hal yang bersifat umum karyawan wajib tau misalnya visi dan misi, sasaran perusahaan, bisnis perusahaan dan sistem pengajian yang ada di perusahaan. Penjelasan ini didasari oleh pernyataan dari Pak Putra sebagai Kepala Tata Usaha PT. Agro Abadi Cemerlang yang disampaikan sebagai berikut:
“Ya wajib, karna karyawan kan bagian dari perusahaan kalau kita tidak transparan kepada karyawan berarti karyawan bukan bagian dari perusahaan. Transparan ke karyawan itu kan banyak macam caranya bisa melalui sosialisasi, bisa melalui pelatihan-pelatihan. Itu untuk hal hal tertentu, ada juga hal-hal tertentu yang memang rahasia perusahaan yang tidak semua karyawan boleh tau tapi sebagian yang bersifat umum karyawan wajib tau.
informasi tersebut misalnya visi misi perusahaan, sasaran perusaan, bisnis perusahaan, karyawan perlu tau bagian bagian dari perusahaan. Kalau waktu penyampaian nya kita biasanya kalau ada kebijakan terbaru mengenai operasional perusahaan misalnya, kita langsung sampaikan ke asisten manager divisi masing masing atau ke serikat kerja.”
b) Perusahaan Mengungkapkan Informasi atau Hal-hal Penting untuk Pengambilan Keputusan
Penyampaian informasi ini dianggap penting karena dengan adanya keterlibatan karyawan dalam pengambilan keputusan maka keputusan tersebut diharapkan akan diterima oleh semua karyawan dan akan dijalankan dengan sepenuh hati. Namun informasi tersebut hanya untuk hal-hal yang berkaitan dengan karyawan.
PT. Agro Abadi Cemerlang sampai saat ini selalu menyampaikan informasi guna pengambilan keputusan terkait kegiatan operasional perusahaan. Penyampaian informasi biasanya akan disampaikan melalui group whatsapp dan melalui papan pengumuman atau papan informasi yang terdapat di setiap divisi. Penjelasan ini didasari oleh hasil wawancara dengan Pak Saragih sebagai Manager Estate dari PT.
Agro Abadi Cemerlang, yang menyampaikan :
“Tergantung sama keputusan yang mau diambil, jika keputusan yang diambil resiko nya kecil dan berkaitan dengan karyawan pasti disampaikan kepada karyawan biasanya melalui group wa atau melalui papan informasi yang ada di tiap divisi, tapi kalau keputusan yang mau diambil risk management nya tinggi saya rasa itu sudah mencapai ke level atas bahkan sampai ke owner nya.“
Pak Saragih menyampaikan bahwa selama ini perusahaan sudah menyampaikan informasi terkait pengambilan keputusan dan sudah melibatkan karyawan untuk memberikan pendapat atau saran terkait dengan informasi tersebut. Informasi terkait pengambilan keputusan yang berhubungan dengan pekerjaan yang dikerjakan pasti akan diinformasikan.
c) Perusahaan Menyediakan Media untuk Menyampaikan Informasi Sehingga Mudah Diakses
Media dalam bentuk apapun merupakan sarana yang dapat memudahkan untuk melakukan komunikasi. Di PT. Agro Abadi Cemerlang media yang digunakan untuk menyampaikan dan mengakses informasi serta untuk melakukan komunikasi yaitu media
email, group whatsapp, papan informasi. Pendapat ini disampaikan oleh Manager Estate PT. Agro Abadi Cemerlang, bahwa setiap ada informasi dari atasan biasanya akan disampaikan melalui email yang kemudian informasi tersebut akan diteruskan ke bawahannya lagi, atau melalui group whatsapp. Selain itu adanya papan informasi yang merupakan dinding kosong yang dimanfaatkan untuk menempelkan informasi jika ada hari libur atau lainnya. Dari hasil wawancara dengan Staf HRD menyampaikan :
“Sekarang sih lebih mudah karna kita kan ada groupkan apalagi semuanya rata rata sudah punya wa, jadi biasanya setiap informasi kita konfirmasi lewat wa, lalu nanti asisten divisi dan mandor nya yang bertugas menyampaikan informasinya ke karyawan, karna mereka biasanya setiap pagi ada briefing”
Dari hasi wawancara tersebut, pada era yang serba digital sekarang informasi sangat mudah diakses dan didapatkan oleh siapapun. Dari penjelasan Staf HRD bahwa di PT. Agro Abadi Cemerlang sekarang informasi lebih mudah diakses karena hampir semua karyawan memiliki media sosial whatsapp yang dapat memudahkan karyawan mendapatkan atau mengakses informasi, yang biasanya akan dikonfirmasi oleh atasan kepada asisten divisi atau mandor yang bertugas untuk menyampaikan informasi.
d) Perusahaan Menyampaikan dan Mengkomunikasikan Setiap Kebijakan Yang Dibuat Secara Terbuka
Pada PT. Agro Abadi Cemerlang kebijakan-kebijaka yang telah dibuat oleh perusahaan selalau disampaikan dan dikomunikasikan
kepada karyawan dan pihak terkait dengan kebijakan tersebut. Dari hasil wawancara dengan Kepala Tata Usaha PT. Agro Abadi Cemerlang menyampaikan bahwa setiap kebijakan yang berkaitan dengan karyawan maka perusahaan harus sampaikan dan komunikasikan kepada karyawan misalnya kebijakan perusahaan terkait selama pandemic Covid-19 perusahaan membatasi aktivitas dalam perusahaan dan pembatasan jam kerja, itu merupakan salah satu contoh kebijakan manajemen yang harus disampaikan dan dikomunikasikan kepada karyawan.
Penyampaian dan mengkomunikasikan kebijakan perusahaan kepada karyawan dapat dilakukan dengan cara lisan maupun tertulis, seperti surat edaran, email, papan informasi, group whatsapp, atau penyampaian secara langsung kepada kepala bagian atau departemen yang terkait dengan kebijakan tersebut. Namun tidak semua kebijakan manajemen dikomunikasikan kepada karyawan ada hal-hal yang memang hanya menjadi wewenang top management bahkan owner, hal-hal yang terkait dengan karyawan dan sudah menjadi hak karyawan selalu disampaikan dan dikomunikasikan kepada karyawan. Penjelasan ini didasari oleh hasil wawancara dengan staf HRD PT. Agro Abadi Cemerlang, yang menyampaikan :
“Kalau kebijakan seperti yang pertama saya sampaikan kalau memang yang menjadi hak karyawan pasti kami sampaikan. Jadi tergantung kebijakan seperti apa yang diambil, kalo berkaitan dengan karyawan pasti kita sampaikan.”