BAB III PENERAPAN SANKSI PIDANA TERHADAP PEMALSUAN
B. Saran
Adapun saran-saran yang dapat penulis kemukakan dari penulisan skripsi ini adalah sebagai berikut :
1. Untuk mencegah terjadinya tindak pidana pemalsuan dokumen hendaknya para pejabat Imigrasi yang bertugas mengadakan pemeriksaan dokumen-dokumen TKW lebih ketat melakukan pemerikasaan, sehingga dapat memperkecil kemungkinan lolosnya pelaku tindak pidana pemalsuan dokumen tersebut. Lebih baik lagi apabila diciptakan sebuah alat pendeteksi untuk mengetahui apakah suatu dokumen itu asli atau palsu. Sementara itu untuk menjamin keaslian data dalam dokumen, akan lebih efisien apabila warga negara hanya memiliki satu nomor identitas yang tersimpan dalam
database di setiap instansi pemerintah. Tentunya untuk mendapatkan data akurat semua pihak terutama tingkat daerah harus melakukan pendataan kependudukan dengan teliti.
2. Isi Pasal 19 UU PTPPO masih kurang lengkap dibandingkan Pasal 263 dalam KUHP, padalah Pasal 263 KUHP merupakan pengaturan umum dari tindak pidana pemalsuan dokumen, seharusnya UU PTPPO mengaturnya secara lebih terperinci lagi, tidak hanya mengatur perbuatan memberikan dan memasukkan keterangan palsu saja melainkan dapat dimasukkan pengertian lain dari pemalsuan dokumen atau perbuatan memakai dokumen palsu.
BAB II
BENTUK-BENTUK SERTA CARA PEMALSUAN DOKUMEN NEGARA DALAM TINDAK PIDANA PERDAGANGAN ORANG
C. Bentuk-Bentuk Serta Cara Pemalsuan Dokumen Negara Dalam Tindak Pidana Perdagangan Orang
Dokumen negara merupakan dokumen yang dikeluarkan oleh pemerintah untuk kepentingan warga negara. Dokumen ini sering dipalsukan untuk mempermudah terjadinya trafficking. Biasanya, pelaku pemalsuan dokumen melakukan pemalsuan tersebut dengan berbagai tujuan. Ada pelaku yang memalsukan dokumen tanpa terkait dengan kepentingan kliennya (orang yang meminta dibuatkan dokumen palsu), dan mereka bekerja sendiri. Ada pula yang memang dipekerjakan khusus untuk membuat dokumen-dokumen palsu demi memperlancar pengiriman TKW ke luar negeri. Korbannya pada umumnya perempuan di bawah umur yang dipaksa maupun tidak untuk bekerja di luar negeri. Tidak sedikit dari para TKW tersebut yang berakhir di tempat pelacuran.
Pada awalnya mereka diimingi pekerjaan dengan gaji tinggi di luar negeri, meskipun kemudian dijadikan pelacur, atau korban diekploitasi secara ekonomi, gajinya tidak dibayar dan dipekerjakan tanpa batas waktu. Tidak banyak yang dapat diperbuat para korban untuk melarikan diri, sebab biasanya mereka dijaga ketat agar tidak bisa keluar, lagipula sekalipun mereka bisa melarikan diri, para korban tidak dapat kembali pulang ke Indonesia sebab dokumen-dokumen mereka di tahan oleh majikan, calo, mucikari maupun perusahaan yang mempkerjakan mereka.
yang sering dipalsukan serta cara sindikat memalsukan dokumen-dokumen tersebut.
1. KTP
Kartu Tanda Penduduk (KTP) adalah identitas resmi Penduduk sebagai bukti diri yang diterbitkan oleh Instansi Pelaksana yang berlaku di seluruh wilayah Negara Kesatuan Republik Indonesia.52 Kartu ini wajib dimiliki bagi Warga Negara Indonesia (WNI) dan Warga Negara Asing (WNA) yang memiliki Izin Tinggal Tetap (ITAP) yang sudah berumur 17 tahun atau sudah pernah kawin atau telah kawin. Anak dari orang tua WNA yang memiliki ITAP dan sudah berumur 17 tahun juga wajib memilki KTP. KTP bagi WNI berlaku selama lima tahun dan tanggal berakhirnya disesuaikan dengan tanggal dan bulan kelahiran yang bersangkutan. KTP bagi WNA berlaku sesuai dengan masa Izin Tinggal Tetap. Khusus warga yang telah berusia 60 tahun dan ke atas, mendapat KTP seumur hidup yang tidak perlu diperpanjang setiap lima tahun sekali.53
a. Nomor Induk Kependudukan (N.I.K.)
KTP berisi informasi mengenai sang pemilik kartu, termasuk:
b. nama lengkap
c. tempat dan tanggal lahir d. jenis kelamin e. agama f. status perkawinan g. golongan darah h. alamat i. pekerjaan j. kewarganegaraan k. foto l. masa berlaku
m. tempat dan tanggal dikeluarkan KTP n. tandatangan pemegang KTP 52 10.29 WIB. 53 Ibid.
o. nama dan nomor induk pegawai pejabat yang menandatanganinya.
2. Kartu Keluarga
Kartu Keluarga adalah Kartu Identitas Keluarga yang memuat data tentang susunan, hubungan dan jumlah anggota keluarga.54
Kartu Keluarga (KK) tidak boleh dicoret, dirubah, digganti, maupun ditambah isi data yang tercantum dalamnya. Setiap terjadi perubahan karena Mutasi Data dan Mutasi Biodata, wajib dilaporkan kepada Lurah dan akan diterbitkan Kartu Keluarga (KK) yang baru.
Kartu Keluarga wajib dimiliki oleh setiap keluarga. Kartu ini berisi data lengkap tentang identitas Kepala Keluarga dan anggota keluarganya. Kartu keluarga dicetak rangkap 3 yang masing-masing dipegang oleh Kepala Keluarga, Ketua RT dan Kantor Kelurahan.
55
3. Akta Kelahiran
Bayi yang dilaporkan kelahirannya akan terdaftar dalam Kartu Keluarga dan diberi Nomor Induk Kependudukan (NIK) sebagai dasar untuk memperoleh pelayanan masyarakat lainnya. Sebagai hasil pelaporan kelahiran, diterbitkan Kartu Keluarga dan Akta Kelahiran.
Akta kelahiran digolongkan menurut jarak waktu pelaporan dengan kelahiran. Ada 3 jenis akta kelahiran, yaitu :
1) Akta Kelahiran Umum Akta kelahiran yang dibuat berdasarkan laporan kelahiran yang disampaikan dalam batas waktu selambat-lambatnya 60
54
Diakses 20 Juni 2010, pukul 10.33 WIB.
55
Wib.
(enam puluh) hari kerja bagi WNI dan 10 (sepuluh) hari kerja bagi WNA sejak tanggal kelahiran bayi.
2) Akta Kelahiran Istimewa Akta Kelahiran yang dibuat berdasarkan laporan kelahiran yang telah melampaui batas waktu 60 (enam puluh) hari kerja bagi WNI dan 10 (sepuluh) hari kerja bagi WNA sejak tanggal kelahiran bayi.
3) Akta Kelahiran Dispensasi Akta Kelahiran yang dibuat berdasarkan Program Pemerintah untuk memberikan kemudahan bagi mereka yang lahir sampai dengan tanggal 31 Desember 1985 dan terlambat pendaftaran / pencatatan kelahirannya.56
4. Ijazah
Istilah Ijazah yang terdapat dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia artinya surat tanda tamat belajar, tamat belajar dari jenjang pendidikan formal.57 Pengertian lain ijazah yaitu hasil dari proses sertifikasi seorang siswa atau mahasiswa yang menyatakan bahwa yang bersangkutan telah dinyatakan "Lulus" dan menyelesaikan semua persyaratan administratif dan akademik dari suatu sekolah maupun program studi tertentu pada sebuah universitas. Khusus mahasiswa, yang bersangkutan berhak menyandang gelar sesuai yang ditetapkan oleh Universitas. Dengan kata lain seorang mahasiswa akan menerima ijazah setelah ada Penetapan Kelulusan oleh Dekan dan Pengukuhan Kelulusan oleh Rektor, mahasiswa berhak menerima transkrip dan ijazah atau sertifikat.58
56
Diakses 20 Juni 2010 pukul 10.15 Wib.
57
Syarat mutlak kepemilikan ijazah tersebut adalah satu-satunya ukuran legal yang mengisyaratkan seseorang dinyatakan menamatkan pendidikan, kemudian ijazah akan menjadi salah satu syarat yang ditetapkan oleh dunia kerja, instansi pemerintah maupun swasta untuk mengisi lowongan kerja yang dibutuhkan.
Beberapa kasus yang muncul belakangan dan dimuat media adalah adanya sindikat pemalsuan ijazah yang dilakukan secara sistematik. Sama halnya dengan pemalsuan uang, sertifikat atau akta otentik lainnya, pemalsuan ijazah dilakukan dengan mencetak lembar ijazah tiruan sesuai dengan desain tahun keluar ijazah, kemudian mencatut nama sekolah dan pejabat penandatangan pada ijazah tersebut.59
5. Paspor
Hal ini mudah dilakukan mengingat penggunaan ijazah bersifat personal, tidak diperjualbelikan dan bukan Acta Public, sehingga tingkat keamanan pembuat dan pengguna menjadi begitu kuat, khususnya dalam melamar pekerjaan karena yang diisyaratkan adalah foto copy yang telah dilegalisir yang juga turut dipalsukan.
Paspor adalah suatu dokumen perjalanan yang resmi dikeluarkan oleh pemerintah atau suatu instansi pemerintah yang berwenang, untuk warga negaranya atau orang asing lainnya yang tidak mempunyai kewarganegaraan dan
59
Albert Pane, Analisis Kasus Dan Proses Juridis Penanganan Dugaan Ijazah Palsu ,
berdomisili di dalam wilayah negara yang mengeluarkan paspor tersebut.60
Dalam hal pengurusan paspor pada umumnya syaratnya antara lain:
Di dalam suatu paspor biasanya memuat tentang pemegang paspor, antara lain ialah nama, tempat dan tanggal lahir, kebangsaan, agama, tanda-tanda badan, tanda tangan serta foto yang bersangkutan.
61
a. Mempunyai kartu penduduk yang masih berlaku dari instansi yang berwenang mengeluarkannya, dan berdomisili di daerah, kantor imigrasi daerah tempat paspor akan dikeluarkan.
b. Mempunyai surat keterangan kelakuan baik atau keteranggan tidak terlibat G. 30 S/PKI jika di perlukan.
c. Surat bukti telah lunas membayar pajak keberangkatan ke luar negeri (fiscal sertificate) yang di keluarkan oleh Kantor Pajak setempat, tempat ia berdomisili.
d. Mengisi dan menandatangani formulir yang disediakan oleh kantor imigrasi, besedia datang ke kantor imigrasi untuk menjawab pertanyaan dan diambil sidik jarinya serta membubuhi tanda tangan waktu mengambil paspor.
Khusus bagi warga negara keturunan asing, selain syarat-syarat tersebut harus di lengkapi:
1) Surat Keteragan kewarganegaraan 2) Akta Kelahiran
3) Surat keterangan ganti nama.
Secara sederhana dapat dikatakan bahwa fungsi paspor adalah sama dengan kartu penduduk, hanya bedanya kalau kartu penduduk berlaku untuk
60
Oka A. Yoeti, Tours and Travel Management, Cetakan Keempat, Pradnya Paramita, Jakarta, 1995, hal 86.
daerah yang terbatas, secara lokal atau nasional saja, maka paspornya dapat secara internasional. Dengan kata lain paspor seolah-olah merupakan kartu penduduk yang berlaku secara internasional. Dengan paspor dapat diketahui indentitas seseorang, seperti nama, jabatan, kebangsaan atau kewarganegaraan seseorang.
Contoh kasus pemalsuan paspor yang yang terjadi di NTB:
Polisi Daerah Nusa Tenggara Barat (NTB) membongkar mafia pemalsu dokumen imigrasi Kepolisian NTB dengan menetapkan lima tersangka. Tersangka memalsukan identitas TKI untuk pembuatan paspor di Kantor Imigrasi Mataram. Dengan modus menggunakan scanner sehingga hasil cetakan mirip aslinya, mereka juga memalsukan stempel serta tanda-tangan catatan sipil. Barang bukti yang disita berupa dua unit laptop, dua printer, stempel palsu, dua alat scanner serta ratusan dokumen surat identitas calon TKI yang sudah dipalsukan. Data Kantor Imigrasi Mataram menyebutkan telah menertbitkan 22.841 paspor sejak Januari 2010 hingga Juni 2010. Dari jumlah tersebut sebanyak 10.692 adalah paspor TKI.
Di Surabaya, sebagaimana yang diliput oleh Liputan 6 pada 24 Juni 2010 Polisi baru saja menangkap tiga tersangka yang diduga memalsukan sejumlah dokumen sebagai persyaratan pembuatan paspor Tenaga Kerja Indonesia (TKI) yang akan bekerja di luar negeri.62
62
Anonim, Kasus Pemalsuan, 24 Juni 2010. (http://buser.liputan6.com/berita/20106/283) Terungkapnya kasus ini berawal dari laporan warga yang memergoki ketiga tersangka bisa membuat Kartu Tanda Penduduk (KTP), Kartu Surat Keluarga atau KSK, dan akte kelahiran palsu sebagai persyaratan pembuatan paspor. Menurut para tersangka, dalam aksinya mereka memungut biaya sebesar Rp 1,5 juta kepada para korban. Padahal, biaya resminya cuma Rp 250.000,-. Kepada polisi, mereka juga mengaku telah beroperasi selama lima tahun. Dari tangan para pelaku, polisi menyita barang bukti berupa 50 KTP,
KSK, akte kelahiran, dan tujuh paspor palsu. Atas perbuatannya itu, ketiga tersangka akan dijerat pasal 263 jo 266 KUHP tentang pemalsuan dengan ancaman lima tahun penjara. Kini, polisi masih mengejar anggota sindikat lainnya.
Pemalsuan surat diatur dalam Bab XII buku II KUHP, dari Pasal 263 s.d 276, yang dapat dibedakan menjadi 7 macam kejahatan pemalsuan surat, yakni:
a. Pemalsuan surat pada umumnya (263) b. Pemalsuan surat yang diperberat (264)
c. Menyuruh memasukkan keterangan palsu ke dalam akta autentik (266) d. Pemalsuan surat keterangan dokter (267, 268)
e. Pemalsuan surat-surat tertentu (269, 270 dan 271)
f. Pemalsuan surat keterangan pejabat tentang hak milik (274) g. Menyimpan bahan atau benda untuk pemalsuan surat (275).63
Target para sindikat pemalsu dokumen adalah Tenaga Kerja Wanita (TKW) yang ingin mengais rejeki di luar negeri. Namun, karena banyaknya pesanan, tak sedikit warga yang tergiur untuk membuat KTP, Kartu Keluarga (KK) dan Akta Kelahiran palsu lewat para sindikat itu. Mengingat proses pembuatan dokumen palsu yang sangat mudah dan murah, para calon TKW hanya membayar Rp 75.000,- dan dokumen yang diinginkannya dapat ia miliki dalam hitungan jam.64
63
Adami Chazawi, Op.Cit., hal 97.
Mereka hanya diminta menyerahkan foto diri saja, sebab semua file dokumen pembuatan mulai dari arsip yang berisi data-data termasuk stempel hingga tanda-tangan pejabat dari Dinas Catatan Sipil dan Kependudukan sudah lengkap dan tinggal menghubungkan dengan piranti komputer yang disediakan para pelaku pemalsuan tersebut.
64
Brama Yoga Kiswara, KTP Palsu Berwarna Pudar, Target Sindikat Para TKW Ilegal, 25 April 2010.
Sebagaimana yang diberitakan Antara News dari Cilacap bahwa Solidaritas Perempuan Tanpa Batas (STPB) mensinyalir kasus pemalsuan dokumen tenaga kerja wanita (TKW) marak terjadi di Kabupaten Cilacap, Jawa Tengah.65
Persoalan ini disebabkan kurangnya kesadaran masyarakat mengenai bahaya trafficking maupun sistem kerja yang diterapkan. Menurut Purwanti kemiskinan juga turut mendorong terjadinya trafficking karena faktor ini memaksa
Project Director Liason Office SPTB Cilacap, Purwanti mengatakan bahwa berdasarkan hasil penelitian yang dilakukan dalam 3 bulan di 11 kecamatan di Kabupaten Cilacap. Kesebelas kecamatan tesebut, yakni Nusawungu, Binangun, Adipala, Kesugihan, Jeruklegi, Gandrungmangu, Bantarsari, Kampung Laut, Patimuan, Majenang, dan Dayeuhluhur. Dalam penelitian yang dilakukan atas kerja sama dengan Canada Fund, SPTB mengambil sampel atau responden 20 orang per kecamatan yang merupakan mantan TKW dan Keluarga TKW. Berdasarkan hasil wawancara dalam penelitian tersebut diketahui, mereka tidak menyadari jika sebenarnya telah menjadi korban
trafficking. Hal ini diketahui dari sejumlah kasus yang muncul antara lain, pemalsuan dan penyanderaan dokumen, kekerasan fisik maupun psikologis, pembayaran gaji, pelecehan seksual, tidak adanya perlindungan hukum bagi tenaga kerja, serta pelanggaran hak kebebasan untuk beribadah. Penyanderaan dokumen dilakukan oleh majikan atau perusahaan yang memberangkatkan, hal ini dimaksudkan agar TKW tidak melarikan diri. Penganiayaan sering dialami para pekerja, bahkan kadang menyebabkan korbannya meninggal, namun tidak pernah tuntas diusut.
65
Ismar Patrizki, Cilacap Marak Pemalsuan Dokumen TKW, 7 Maret 2010
mereka memilih bekerja di luar negeri demi meningkatkan kesejahteraannya. Selain itu, keinginan untuk memiliki materi dan standar hidup yang lebih tinggi mendorong mereka untuk bekerja tanpa memikirkan risiko yang akan dihadapi. Hal ini juga akibat adanya anggapan yang hingga saat ini masih kental, yakni penghargaan terhadap seseorang dilihat dari status sosial atau kekayaan.
Masalah lain yang mendorong masyarakat bekerja di luar negeri, yakni minimnya lapangan pekerjaan, kurangnya pendidikan, dan faktor budaya berupa peran perempuan dalam keluarga, peran anak dalam keluarga, serta orang tua tunggal. Faktor lemahnya penegakan hukum cukup besar pengaruhnya terhadap
trafficking. Ini terlihat dari ulah oknum pejabat pemerintah yang disuap agar bersedia memberikan informasi yang tidak benar pada KTP, akta kelahiran, dan paspor sehingga membuat buruh migran rentan terhadap trafficking.
Dari contoh kasus pemalsuan dokumen di atas penulis menarik kesimpulan mengenai bentuk-bentuk serta cara pemalsuan dokumen. Adapun bentuk-bentuk pemalsuan dokumen yakni sebagai berikut:
1. Pemalsuan KTP 2. Kartu Keluarga (KK) 3. Akta Kelahiran 4. Pemalsuan ijazah 5. Pemalsuan paspor
Cara yang pada umumnya digunakan para pelaku pemalsu dokumen adalah dengan memanfaatkan kecanggihan teknologi. Perkembangan kecanggihan program komputer, bisa disalahgunakan untuk berbuat tindak pidana pemalsuan dokumen resmi. Caranya, tersangka memakai program photoshop dan corel draw
untuk membuat gambar, yang menyerupai gambar di dokumen aslinya. Selanjutnya, gambar tadi dicetak dengan memakai bahan, seperti bahan kertas dokumen aslinya. Cara lainnya adalah menggunakan scanner, jadi stempel maupun tanda tangan para pejabat terkait cukup di-scanning maka akan sangat sulit membedakan mana dokumen asli atau palsu.
Ciri-ciri KTP, Kartu Keluarga (KK) dan Akta Kelahiran yang dicetak pelaku sangat kasar. Selain warnanya terlihat pudar, pada bagian screen yang muncul pada KTP atau dokumen lainnya, tidak sama dengan warna dokumen aslinya bahkan tanda-tangan pada KTP palsu tebal. Ciri-ciri dokumen asli biasanya, tanda tangannya tipis dengan corak warna bagus, selain itu warna dokumen seperti KTP, Kartu Keluarga (KK) dan Akta Kelahiran tidak pudar.66
D. Pengaturan Hukum Tentang Pemalsuan Dokumen
3. Pengaturan Hukum Tentang Pemalsuan Dokumen Menurut KUHP Perbuatan pemalsuan merupakan suatu jenis pelanggaran terhadap kebenaran dan kepercayaan, dengan tujuan memperoleh keuntungan bagi diri sendiri atau bagi orang lain. Suatu pergaulan hidup yang teratur di dalam masyarakat yang teratur dan maju tidak dapat berlangsung tanpa adanya jaminan kebenaran atas beberapa bukti surat dan alat tukarnya. Karenanya perbuatan pemalsuan dapat merupakan ancaman bagi kelangsungan hidup dari masyarakat tersebut.67
66
Brama Yoga Kiswara, KTP Palsu Berwarna Pudar, Target Sindikat Para TKW Ilegal,
25/4/2010
67
Perbuatan pemalsuan ternyata merupakan suatu jenis pelanggaran terhadap dua norma dasar :
a. Kebenaran atau kepercayaan yang pelanggarannya dapat tergolong dalam kelompok kejahatan penipuan.
b. Ketertiban masyarakat yang pelanggarannya tergolong dalam kelompok kejahatan terhadap Negara/ ketertiban umum.68
Perbuatan pemalsuan sesungguhnya baru dikenal didalam suatu masyarakat yang sudah maju, dimana surat, uang logam, merek atau tanda tertentu dipergunakan untuk mempermudah lalu-lintas hubungan didalam masyarakat.
Perbuatan pemalsuan dapat digolongkan pertama-tama dalam kelompok kejahatan “penipuan”, tetapi tidak semua perbuatan penipuan adalah pemalsuan. Perbuatan pemalsuan tergolong kelompok kejahatan penipuan, apabila seseorang memberikan gambaran tentang sesuatu keadaan atas sesuatu barang (surat) seakan-akan asli atau kebenaran tersebut dimilikinya. Karena gambaran ini orang lain terpedaya dan mempercayai bahwa keadaan yang digambarkan atas barang/ surat tersebut itu adalah benar atau asli.69
68 Ibid.
Pemalsuan terhadap tulisan/ surat terjadi apabila isinya atas surat itu yang tidak benar digambarkan sebagai benar. Definisi ini terlalu luas, hingga dapat termasuk semua jenis penipuan. Menurut seorang sarjana, kriteria untuk pemalsuan harus dicari didalam cara kejahatan tersebut dilakukan. Dalam berbagai jenis perbuatan pemalsuan yang terdapat dalam KUHP dianut azas :
a. Disamping pengakuan terhadap azas hak atas jaminan kebenaran/ keaslian sesuatu tulisan/ surat, perbuatan pemalsuan terhadap surat/ tulisan tersebut harus dilakukan dengan tujuan jahat.
b. Berhubung tujuan jahat dianggap terlalu luas harus disyaratkan bahwa pelaku harus mempunyai niat/ maksud untuk menciptakan anggapan atas sesuatu yang dipalsukan sebagai yang asli atau benar.70
Kedua hal tersebut tersirat dalam ketentuan-ketentuan mengenai pemalsuan uang yang dirumuskan dalam Pasal 244 dan mengenai pemalsuan tulisan/ surat dalam Pasal 263 dan Pasal 270, maupun mengenai pemalsuan nama/ tanda/ merek atas karya ilmu pengetahuan atau kesenian dalam Pasal 380. Pasal-pasal tersebut memuat unsur niat/ maksud untuk menyatakan bagi sesuatu barang/ surat yang dipalsu seakan-akan asli dan tidak dipalsu (Pasal 244) atau “untuk mempergunakannya” atau “menyuruh untuk dipergunakannya” (Pasal 253 dan 263) sedangkan dalam pemalsuan barang (Pasal 386) sistem tersebut tidak dianut.
Untuk perbuatan pemalsuan yang dapat dihukum, pertama-tama disyaratkan bahwa yang dipalsu telah dipergunakan dan bahwa “niat/ maksud” nya harus terdiri atas “untuk dipergunakan”. “Niat atau maksud” untuk mempergunakan barang yang dipalsu membedakan tindak pidana pemalsuan dari jenis tindak pidana terhadap kekayaan. Dalam tindak pidana terhadap kekayaan harus terdapat suatu niat/ maksud pada pelaku untuk menguntungan dirinya atau suatu kerugian bagi orang lain. Dalam pemalsuan uang dan tulisan/ surat, unsur niat/ maksud atau unsur kerugian tidak merupakan masalah yang penting. Setiap pebuatan yang dapat dihukum harus terdiri pertama-tama atas pelanggaran terhadap hak-hak
kekayaan seseorang sebagai tujuan dari pelaku, sedangkan dalam pemalsuan tidak demikian halnya, berhubung perbuatan pemalsuan dianggap sebagai menimbulkan bahaya umum.71
a. Pelaku mempunyai niat/ maksud mempergunakan sesuatu barang yang tidak benar dengan menggambarkan keadaan barang yang tidak benar itu seolah-olah benar atau mempergunakan sesuatu barang yang tidak asli seolah-olah asli, hingga orang lain percaya bahwa barang tesebut adalah benar dan asli dan karenanya orang lain terpedaya.
Suatu perbuatan pemalsuan dapat dihukum apabila terjadi perkosaan terhadap jaminan/ kepercayaan dalam hal mana :
b. Unsur niat/ maksud tidak perlu meliputi unsur menguntungkan diri sendiri atau orang lain (sebaliknya dari berbagai jenis perbuatan penipuan).
c. Tetapi perbuatan tersebut harus menimbulkan suatu bahaya umum yang khusus dalam pemalsuan tulisan/ surat dan sebagainya dirumuskan dengan mensyaratkan “kemungkinan kerugian” dihubungkan dengan sifat daripada tulisan/ surat tersebut.72
Kejahatan pemalsuan yang dimuat dalam KUHP digolongkan menjadi 4 golongan, yakni:
a. Kejahatan sumpah palsu. b. Kejahatan pemalsuan uang.
c. Kejahatan pemalsuan materai dan merk. d. Kejahatan pemalsuan surat.
71
Penggolongan tersebut didasarkan atas objek dari pemalsuan. Di dalam tulisan ini penulis hanya akan membahas kejahatan pemalsuan surat karena erat kaitannya dengan kejahatan pemalsuan dokumen negara seperti paspor, dan akta kelahiran yang digunakan dalam tindak pidana perdagangan orang.
Membuat surat palsu adalah membuat sebuah surat yang seluruh atau sebagian isinya palsu. Palsu artinya tidak benar atau bertentangan dengan yang sebenarnya. Membuat surat palsu ini dapat berupa:
a. Membuat sebuah surat yang sebagian atau seluruh isi surat tidak sesuai atau bertentangan dengan kebenaran. Membuat surat yang demikian disebut dengan pemalsuan intelektual.
b. Membuat sebuah surat yang seolah-olah surat itu berasal dari orang lain selain si pembuat surat. Membuat surat palsu yang demikian ini disebut dengan pemalsuan materil. Palsunya surat atau tidak benarnya surat terletak pada asalnya atau si pembuat surat.73
Disamping isinya dan asalnya surat yang tidak benar dari pembuat surat palsu, dapat juga tanda tangannya yang tidak benar. Hal ini dapat terjadi dalam hal misalnya:
a. Membuat dengan meniru tanda tangan seseorang yang tidak ada orangnya, seperti orang yang telah meninggal dunia atau secara fiktif (dikarang-karang).
b. Membuat dengan meniru tanda tangan orang lain baik dengan