BAB VI : PENUTUP
6.2 Saran
1. Bagi Penelitian Selanjutnya.
Dalam penelitian skripsi ini penulis hanya membahas tentang variabel price
discount, bonus pack dan instore display yang dijadikan faktor dalam
mempengaruhi impulse buying konsumen TOKMA yang berada di RT 47 Perum. CKM, Karawang. Sehingga untuk peneliti selanjutnya diharapkan mencari faktor-faktor lain yang mempengaruhi impulse buying agar penelitian tentang impuls buying dapat dikembangkan lebih baik lagi. Berdasarkan hasil penelitian masih terdapat faktor yang lain yang dapat mempengaruhi impulse buying sebesar 27.4%.
73
2. Bagi Perusahaan
Mengingat besarnya pengaruh impulse buying terhadap penjualan oleh karena itu penelitian ini diharapkan dapat memberikan pemahaman pada TOKMA Karawang terhadap upaya-upaya dalam meningkatkan impulse buying melalui stimulus-stimulus pemasaran menarik yang nantinya dapat menciptakan keinginan untuk melakukan impulse buying dalam rangka meningkatkan penjualan di TOKMA Karawang.
DAFTAR PUSTAKA
Artana dkk (2019). Pengaruh Store Atmosphere, Display Product, dan Price
Discount Terhadap Impulse Buying. Terbit di E-Jurnal Ekonomi dan
Bisnis Universitas Udayana 8.4, pp. 369-394
Bintarti, Surya (2019). Buku Pedoman Pembimbingan, Penulisan, dan Ujian
Skripsi Mahasiswa Program Studi Manajemen. Bekasi: Pelita Bangsa.
Bong, S. (2011). Pengaruh In-Store Stimuli Terhadap Impulse Buying Behavior. Vol. 3,No. 1, pp. 31–52.
Emor dan Soegoto (2015). Pengaruh Potongan Harga, Citra Merek, dan
Servicescape Terhadap Keputusan Pembelian Konsumen Indomaret Tanjung Batu. Terbit di Jurnal EMBA Vol.3, No.2, pp. 738-748
Faisal dan Sari (2018). Pengaruh price Discount, Bonus Pack dan In-store
Display Terhadap Impuls Buying Pada Giant Extra banjar. Terbit di
Jurnal Sains Manajemen dan Kewirausahaan Vol.2, No.1.
Fitriana, A. (2016). Analisis Pengaruh Display Interior Terhadap Perilaku
Pembelian Impulsif. Journal of Applied Intelligent System, Vol. 1, No. 2,
pp. 90– 102.
Ghozali, Imam (2011). Aplikasi Analisis Multivariate Dengan Program IBM
SPSS edisi 5. Semarang: Universitas Diponegoro.
Ghozali, Imam (2013). Aplikasi Analisis Multivariate dengan Program ibm SPSS
21. Semarang: Badan Penerbit Universitas Diponegoro.
https://databoks.katadata.co.id/datapublish/2017/06/06/indonesia-masuk-daftar-10-pasar-ritel-teratraktif. Diakses pada 12 Mei 2019.
https://www.rmoljabar.com/2018/02/05/61997/TOKMA-Toserba-Buka-Outlet-Ketiga-di-Purwakarta. Diakses 20 Juli 2019.
https://www.spssindonesia.com/?m=1. Diakses pada 15 Agustus 2019.
https://www.staistikian.com/2017/05/tutorial-sss-bahasa-indonesia.html. Diakses pada 15 Agustus 2019
75
https://www.wartakini.co/2017/03/dituduh-ilegal-ini-jawaban-manajemen-tokma/. Diakses 20 Juli 2019.
Kadafi Amin dan Melina (2017). Pengaruh Price Discount dan In-store Display
terhadap Keputusan Impulse Buying pada Matahari Departement Store Samarinda. Terbit di jurnal Forum Ekonomi Vol.19, No.2.
Khalimah dan Prabowo (2017). Faktor-faktor yang mempengaruhi Impulse
Buying Product pada Pembeli Minimarket Indomart Sleman Yogyakarta.
Terbit di jurnal JAB Vol.3, No.01.
Kotler dan Amstrong, (2012). Prinsip – Prinsip Pemasaran. Edisi Tiga Belas, Jilid Satu, Jakarta: Erlangga.
Kotler dan Keller. (2012).Marketing Management 13. New Jersey: Pearson Pertince Hall. inc.
Lestari, Sri (2018). Pengaruh price Discount dan Bonus Pack Terhadap Impuls
Buying melalui Nilai Hedonik di Carrefour Surakarta. Terbit di jurnal Maksipreneur Vol.7, No 2.
Misbahuddin, & Iqbal, H. (2014). Analisis Data Penelitian dengan Statistik. Jakarta: Bumi Aksara.
Mulyanto dan Wulandari (2010). Penelitian Metode & Analisis. Semarang: CV Agung.
Muruganantham and Bhakat (2013). A Review of Impulse Buying Behavior. Terbit di International Journal of marketing Studies Vol.5, No.3.
Permana, Hirsa (2017). Pengaruh Citra Merek dan Kualitas Produk Terhadap
Keputusan Pembelian pada Naga Toserba Cikarang Utara. Terbit di
Jurnal Ilmiah Ekonmi Akuntansi Manajemen Pelita Ilmu Vol.11, No.2. Pontoh Marcella Engelin dkk (2017). Pengaruh Display Produk Dan Store
Atmosphere Terhadap Impulse Buying Pada Konsumen Matahari Departemen Store Mega Mall Manado. Terbit di Jurnal EMBA. Vol.5,
No.2, pp. 1823-1833.
Priyatno, Duwi (2013). Mandiri Belajar Analisis Statistik data dengan SPSS. Yogyakarta: Mediakom.
Putra Aditya dkk (2017). Pengaruh Karakteristik Toko dan Produk bagi
Konsumen di Indonesia terhadap Pembelian Impulsif. Terbit di Jurnal
Manajemen dan Kewirausahaan Vol.5, No.2.
Rahmadana, Maya Sari. Pengaruh Display Produk Dan Suasana Toko Terhadap
Samarinda. 2016. Terbit di Ejournal Ilmu Administrasi Bisnis. Vol.4,
No.3, pp. 683-697.
Sanusi, A (2011). Metodologi Penelitian Bisnis. Jakarta: Salemba Empat. Sari D Dan Ikhwan Faizal (2018). Pengaruh Price Discount, Bomus Pack, Dan
InStore Display Terhadap Keputusan Impulse Buying Pada Giant Ekstra Banjar. Terbit di Junal Sains Manajemen Dan Kewirausahaan. Vol.2,
No.1, pp. 51-60.
Setiadi, Nugroho (2010). Perilaku Konsumen. Cetakan Keempat. Penerbit Kencana Prenada Media Group, Jakarta.
Siregar, S (2011). Statistik Deskriptif untuk penelitian : dilengkapi perhitungan
manual dan aplikasi SPSS versi 17. Jakarta: Rajawali Press.
Sugiyono (2014). Metode Penelitian Kuantitatif Kualitatif dan R&D. Bandung: Alfabeta.
Sunyoto, Danang (2012). Dasar-Dasar Statistika Untuk Ekonomi. Yogyakarta: GAPS.
Tjiptono, Fandy (2008). Strategy Pemasaran. Edisi Ketigabelas. Andi, Yogyakarta.
Tumbuan dan Waani (2015). The Influence of Price Discount, Bonus Pack, and
In-store Display on Impulse Buying Decision in Hypermart Kairagi Manado. Terbit di jurnal EMBA Vol.3, No.3.
Visensius dkk (2018). Pengaruh Potongan Harga, Bonus Kemasan, Tampilan
Dalam Toko terhadap Keputusan Pembelian Impulsif. terbit di jurnal
Manajemen Bisnis Indonesia Vol. 6, No.1.
Wahyudi, Septian (2017). Pengaruh Price Discount terhadap Impulse Buying di
Azwa Parfume Pekanbaru. terbit di Jurnal Valuta Vol.3, No.2.
Wibowo Nasib (2017). Pengaruh Price Discount dan Bonus Pack terhadap
Keputusan Impulse Buying pada PT. Toyota Auto 2000 Cabang Sisingamangraja Medan. Terbit di Journal of Business Studies Vol.2,
No.2.
Yuliati dan Syazkia (2018). Pengaruh Bonus Pack dan Price Discount Terhadap
Impulse Buying pada Konsumen PT Lion Super Indo Gerai Antapani.
77
LAMPIRAN SKRIPSI
PENGARUH PRICE DISCOUNT, BONUS PACK, DAN
IN-STORE DISPLAY TERHADAP KEPUTUSAN IMPULSE
BUYING
(Studi kasus konsumen Tokma di RT 47 Perum. Citra Kebun Mas
Karawang)
SKRIPSI
Diajukan untuk memenuhi salah satu syarat menjadi Sarjana (S1)
Disusun Oleh:
ANDI SETIAWAN
NIM = 11.151.0737
PROGRAM STUDI MANAJEMEN
FAKULTAS EKONOMI BISNIS UNIVERSITAS PELITA BANGSA
BEKASI - 2019
LAMPIRAN 01
MAPPING JURNAL
79
Jurnal Nasional 1
Nama Peneliti Khalimah & Heri Prabowo Tahun Peneliti Juni 2017
Judul
FAKTOR-FAKTOR YANG
MEMPENGARUHI IMPULSE BUYING PRODUCT PADA PEMBELI
MINIMARKET Variabel Penelitian 1. Diskon Harga (X1) 2. Paket Bonus (X2)
3. Pembelian impulsive (Y) Populasi Sampel
Populasi adalah konsumen yang pernah membeli di minimarket indomart dan sampel sejumlah 100
Metode Analisis Data yang
digunakan Analisis Regresi Linier Berganda
Landasan Teori per Variabel
Price discount adalah strategi promosi penjualan berbasis harga di mana pelanggan ditawarkan produk yang sama dengan harga yang berkurang, sedangkan bonus pack merupakan strategi promosi penjualan berbasis kuantitas di mana pelanggan ditawarkan produk dengan kuantitas yang lebih dengan harga yang sama (Mishra & Mishra, 2011).
Kesimpulan
1. Terdapat pengaruh positif price discount terhadap impulse buying pada pelanggan minimarket Indomaret. Hal ini dapat dilihat dari nilai koefisien beta pada variabel price discount terhadap sebesar 0,743, artinya setiap perubahan variabel price discount (X1) sebesar satu satuan maka akan mengakibatkan perubahan impulse buying pada pelanggan minimarket Indomaret sebesar 0,743 satuan, dengan asumsi-asumsi yang lain adalah tetap. Peningkatan satu-satuan pada variabel price discount akanmeningkatkan impulse buying pada pelanggan minimarket Indomaret sebesar
0,743 satuan, sebaliknya penurunan satu satuan pada variabel price discount akan menurunkan impulse buying pada pelanggan minimarket Indomaret sebesar 0,743 satua
2. Terdapat pengaruh positif bonus pack terhadap impulse buying pada pelanggan minimarket Indomaret. Hal ini dapat dilihat dari nilai koefisien beta pada variabel bonus pack terhadap sebesar 0,289, artinya setiap perubahan variabel bonus pack (X2) sebesar satu satuan maka akan mengakibatkan perubahan impulse buying pada pada pelanggan minimarket Indomaret sebesar 0,289 satuan, dengan asumsi-asumsi yang lain adalah tetap. Peningkatan satu satuan pada variabell bonus pack akan meningkatkan impulse buying pada pelanggan minimarket Indomaret sebesar 0,289 satuan, sebaliknya penurunan satu satuan pada variabel bonus pack akan menurunkan impulse buying pada pelangganminimarket Indomaret sebesar 0,289 satuan.
Daftar Pustaka
Dawson, S. and Kim, M., 2009. External and internal trigger cues of impulse buying online. Direct Marketing: An International Journal, 3(1), pp.20-34
81
Jurnal Nasional 2
Nama Peneliti Sri Isfantin Puji Lestari Tahun Peneliti Juni 2018
Judul
PENGARUH PRICE DISCOUNT DAN BONUS PACK TERHADAP IMPULSE BUYING MELALUI NILAI HEDONIK DI CARREFOUR SURAKARTA
Variabel Penelitian
1. Price Discount (X1) 2. Nilai Hedonik (X2) 3. Bonus Pack (X3) 4. Impulse Buying (Y) Populasi Sampel
Populasi penelitian ini mencakup pelanggan Carrefour di Surakarta. dengan menggunakan 200 pelanggan Carrefour di Surakarta sebagai sampel.
Metode Analisis Data yang
digunakan Analisis Regresi Linier Berganda
Landasan Teori per Variabel
1. Menurut Kotler yang dikutip (Molan, 2005:299), pengertian diskon adalah pengurangan langsung dari harga barang pada pembelian selama suatu periode waktu yang dinyatakan,
2. Menurut Belch dan Belch (2009), bonus pack menawarkan konsumen sebuah muatan ekstra dari sebuah produk dengan harga normal.
3. Nilai hedonik konsumsi merupakan pengalaman konsumsi yang berhubungan dengan perasaan, fantasi, kesenangan, dan panca indera, yaitu pengalaman tersebut mempengaruhi emosi seseorang (Hirsman & Holbrook, 1986).
4. Bayley dan Nancarrow (1998) dalam Muruganantham dan Bhakat (2013) mendefinisikan pembelian impulsif sebagai suatu pembelian yang tiba-tiba dan mendesak, ketika kecepatan dalam mengambil keputusan menghalangi berbagai pertimbangan bijaksana dan pencarian pilihan alternatif lain.
Kesimpulan
Penelitian ini menunjukkan bahwa price discount dan bonus pack mempengaruhi impulse buying melalui nilai hedonik. Nilai hedonik mampu memediasi pengaruh antara price discount dan bonus pack terhadap impulse buying pelanggan Carrefour di Surakarta. Nilai hedonik yang dirasakan oleh pelanggan Carrefour akan muncul di saat pelanggan merasakan kesenangan saat berbelanja ketika melihat diskon harga (price discount) melalui harga paket hemat, dan bonus pack yang menarik sesuai dengan produk utama yang ditawarkan oleh Carrefour, sehingga tanpa berpikir lagi, pelanggan akan membeli produk tersebut (impulse buying).
Daftar Pustaka
1. Belch, G. E. & Belch, M. A. (2009). Advertising and Promotion: An Integrated Marketing Communication Perspective. 8th Edition. New York: Pearson Education. 2. Hirschman, E. C. & Holbrook, M. B.
(1982). Hedonic consumption: emerging concept, methods and proportions. Journal of Marketing, 46, 92-101.
3. Bayley, G. & Nancarrow, C. (1998). Impulse purchasing: a qualitative exploration of the phenomenon. Qualitative Market Research: An International Journal, 1(2), 99-114.
Publikasi Jurnal Maksipreneur | Vol. 7 No. 2 | Juni 2018 P-ISSN 2089-550X │ E-ISSN 2527-6638
83
Jurnal Nasional 3
Nama Peneliti Nasib Wibowo Tahun Peneliti Desember 2017
Judul
PENGARUH PRICE DISCOUNT DAN BONUS PACK TERHADAP KEPUTUSAN IMPULSE BUYING PADA PT. TOYOTA
AUTO 2000 CABANG
SISINGAMANGRAJA MEDAN Variabel Penelitian 1. Price Discount (X1) 2. Bonus Pack (X2)
3. Impulse Buying (Y)
Populasi Sampel
Populasi dalam penelitian ini adalah pelanggan PT. Toyota Auto 2000 Cabang Sisingamangraja Medan yang berjumlah 5.175 orang. Dengan sampel yang diambil sejumlah 98 responden
Metode Analisis Data yang
digunakan Analisis Regresi Linier Berganda
Landasan Teori per Variabel
1. menurut Kotler dalam Prihastama (2016:20) mendefinisikan price discount merupakan penghematan yang ditawarkan pada konsumen dari harga normal akan suatu produk, yang tertera di label atau kemasan produk tersebut.
2. Menurut Belch & Belch dalam Prihastama (2016:24) mengartikan bonus pack menawarkan konsumen sebuah muatan ekstra dari sebuah produk dengan harga normal.
3. Menurut Kotler (2008:184) menjelaskan keputusan pembelian memiliki beberapa tahap proses diantaranya pengenalan masalah, pencarian informasi, evaluasi alternatif, keputusan pembelian serta yang terakhir perilaku pascapembelian.
Kesimpulan
1. Terdapat pengaruh price discount berpengaruh positif dan signifikan terhadap keputusan impulse buying pada PT. Toyota Auto 2000 Cabang Sisingamangraja Medan.
Hal ini menunjukkan bahwa ketika price discount ditingkatkan maka akan meningkatkan keputusan impulse buying pada PT. Toyota Auto 2000 Cabang Sisingamangraja Medan.
2. Terdapat pengaruh bonus pack berpengaruh positif dan signifikan terhadap keputusan impulse buying pada PT. Toyota Auto 2000 Cabang Sisingamangraja Medan. Hal ini menunjukkan bahwa ketika bonus pack ditingkatkan maka akan meningkatkan keputusan impulse buying pada PT. Toyota Auto 2000 Cabang Sisingamangraja Medan. 3. Terdapat pengaruh price discount, bonus
pack dan store atmosphere berpengaruh positif dan signifikan terhadap keputusan impulse buying pada PT. Toyota Auto 2000 Cabang Sisingamangraja Medan. Hal ini menunjukkan bahwa ketika price discount, bonus pack dan store atmosphere ditingkatkan maka akan meningkatkan keputusan impulse buying pada PT. Toyota Auto 2000 Cabang Sisingamangraja Medan.
Daftar Pustaka
Prihastama, Brian Vicky. 2016. Pengaruh Price Discount Dan Bonus Pack Terhadap Impulse Buying Pada Pelanggan Minimarket. Program Studi Manajemen Jurusan Manajemen Fakultas Ekonomi Universitas Negeri Yogyakarta.
Publikasi JOURNAL OF BUSINESS STUDIES Vol.2 No.2 Des 2017 Issn: 2443-3837
85
Jurnal Nasional 4
Nama Peneliti Septian Wahyudi Tahun Peneliti Oktober 2017
Judul PENGARUH PRICE DISCOUNT
TERHADAP IMPULSE BUYING
Variabel Penelitian 1. Price Discount (X1) 2. Impulse Buying (Y)
Populasi Sampel
Populasi dalam penelitian ini adalah semua konsumen yang berbelanja di Azwa Perfume Pekanbaru dengan menentukan populasi sejumlah 1563 responden dan sampel diambil sejumlah 94 responden
Metode Analisis Data yang
digunakan Analisis Regresi Linier Sederhana
Landasan Teori per Variabel
1. Price discount tatau potongan penjualan adalah potongan harga apabila pembayaran dilakukan lebih cepat daripada jangka waktu kredit (Soemarso, dalam Kasimin et al 2014:5)
2. Menurut Mowen & Minor (dalam Prihastama2016:15) definisi pembelian impulsif (impulse buying) adalah tindakan membeli yang dilakukan tanpa memiliki masalah sebelumnya atau maksud/niat membeli yang terbentuk sebelum memasuki toko.
Kesimpulan
1. Dari tanggapan responden terhadap pemberian price discountyang dilakukan di azwa parfume Pekanbaru sudah dilakukan dengan baik. Setiap kegiatan potongan harga yang dilakukan sudah sampai pada target yang telah ditentukan karena jika tidak maka hal tersebut akan tidak tepat sasaran pada saat promosi, sehingga kinerja promosi dapat dilakukan dengan baik jika sudah sampai pada konsumen akhir.
indikator impulse buying di azwa parfume Pekanbaru cukup baik. Impulse buying masih dirasa kurang menarik bagi konsumen karena kebanyakan konsumen sudah menetapkan apa yang akan dibelinya dan apa yang akan digunakannya sehingga konsumen tidak membeli parfume karena tidak ada rencana untuk membeli parfume. 3. Hasil perhitungan regresi memperlihatkan
bahwa hipotesa diterima dengan menujukkan bahwa pemberian price discount berpengaruh terhadap impulse buying di azwa parfume Pekanbaru. Pemberian price discount dapat menjadi sumber kegiatan promosi bagi perusahaan karena dapat menimbulkan stimulus untuk konsumen akhir membeli suatu produk sehingga dapat menambah keuntungan bagi perusahaan
Daftar Pustaka
1. Kasimin; Dhiana, Patricia; Warso, Muh Mukery. 2014. “Effect Of Discounts, Sales Promotion And Merchandising On Impulse Buying At Toko IntanPurwokerto” Fakultas Ekonomi: Universitas Pandanaran Semarang.
2. Prihastama, Brian Vicky. 2016.“Pengaruh Price Discount Dan Bonus Pack TerhadapImpulse Buying Pada Pelanggan Minimarket” (Studi pada Pelanggan Minimarket Indomaret Jl. Demangan Baru, Depok, Sleman, Yogyakarta). Fakultas Ekonomi: Universitas Negeri Yogyakarta. Publikasi Jurnal Valuta Vol. 3 No 2, Oktober 2017 ISSN
87
Jurnal Nasional 5
Nama Peneliti 1. Della Ruslimah Sari 2. Ikhwan Faisal Tahun Peneliti Maret 2018
Judul
PENGARUH PRICE DISCOUNT, BONUS PACK, DAN IN-STORE DISPLAY TERHADAP KEPUTUSAN IMPULSE BUYING PADA GIANT EKSTRA BANJAR Variabel Penelitian
1. Price Discount (X1) 2. Bonus Pack (X2) 3. In-store Display (X3) 4. Impulse Buying (Y)
Populasi Sampel
Pada penelitian ini menggunakan 100 responden. Dari 100 responden konsumen Giant Ekstra Kabupaten Banjar diambil sampel menggunakan metode non probability sampling, yaitu dengan teknik purposive sampling.
Metode Analisis Data yang
digunakan Analisis Regresi Linier Berganda
Landasan Teori per Variabel
1. Menurut Kotler (2003) price discount, merupakan penghematan yang ditawarkan pada konsumen dan harga normal akan suatu produk, yang tertera di label atau kemasan produk tersebut.
2. Menurut Belch & Belch (2009) bonus pack menawarkan konsumen sebuah muatan ekstra dari sebuah produk dengan harga normal.
3. Menurut Alma (2004), display merupakan usaha mendorong perhatian dan minat konsumen pada toko atau barang dan mendorong keinginan membeli melalui daya tarik penglihatan langsung (direct visual appeal).
4. Solomon & Rabolt (2009) menyatakan bahwa impulse buying adalah suatu kondisi yang terjadi ketika individu mengalami perasaan terdesak secara tiba-tiba yang tidak dapat dilawan.
in-store display berpengaruh secara simultan terhadap keputusan impulse buying pada Giant Ekstra Kabupaten Banjar Kalimantan Selatan.
2. Variabel price discount tidak berpengaruh secara parsial terhadap keputusan impulse buying pada Giant Ekstra Kabupaten Banjar Kalimantan Selatan.
3. Variabel bonus pack berpengaruh secara parsial terhadap keputusan impulse buying pada Giant Ekstra Kabupaten Banjar Kalimantan Selatan.
4. Variabel in-store display berpengaruh secara parsial terhadap keputusan impulse buying pada Giant Ekstra Kabupaten Banjar Kalimantan Selatan.
5. Variabel in-store display merupakan variabel yang paling berpengaruh secara signifikan terhadap keputusan impulse buying pada Giant Ekstra Kabupaten Banjar Kalimantan Selatan.
Daftar Pustaka
1. Kotler dan Keller. 2007. Manajemen Pemasaran, Edisi 12, Jilid 1, PT.Indeks, Jakarta.
2. Belch, George E, Belch, Michael A. 2009. Advertising and Promotion : An Integrated Marketing Communication Perpective. 8th Edition. New York : McGraw-Hill.
3. Alma, Buchari. 2004. Manajemen Pemasaran dan Pemasaran Jasa, Cetakan Keenam, Alfabeta, Bandung.
4. Solomon, M.R. & Rabolt, N. 2009. Consumer Behavior in Fashion, Edition. USA: Prentice Hall
Publikasi
Jurnal Sains Manajemen dan Kewirausahaan (JSMK), Vol. 2. No.1. Maret 2018 ISSN: 2597-467X
89
Jurnal Nasional 6
Nama Peneliti 1. Allen Kristiawan 2. Ika Gunawan 3. Vinsensius Tahun Peneliti Oktober 2018
Judul
PENGARUH POTONGAN HARGA, BONUS KEMASAN, TAMPILAN DALAM TOKO TERHADAP KEPUTUSAN PEMBELIAN IMPULSIF.
Variabel Penelitian
1. Potongan Harga (X1) 2. Bonus Kemasan(X2)
3. Tampilan Dalam Toko (X3) 4. Pembelian Impulsif (Y)
Populasi Sampel
Populasi dalam penelitian ini adalah orang-orang yang berbelanja di supermarket dan hypermarket. Sampel penelitian diambil dari populasi yakni orang-orang yang sudah pernah berbelanja di Carrefour Paris Van Java Bandung & Yogya Pasteur dan Surya Sumantri, Bandung.
Metode Analisis Data yang
digunakan Analisis Regresi Linier Berganda
Landasan Teori per Variabel
1. (Staton 2005:350) hasil pengurangan dari harga dasar atau harga tercatat atau harga terdaftar pengurangan dapat berbentuk harga yang dipotong atau konsesi lain seperti sejumlah barang gratis.
2. Menurut (Belch & Belch 2009) bonus pack menawarkan konsumen sebuah muatan ekstra dari sebuah produk dengan harga normal.
3. Menurut Berman dan (Evans 2007: 555) mendefinisikan tampilan dalam toko dalam hal ini point-of-purchase (POP) display menyediakan informasi untukpembeli, store atmosphere menambah, dan melayani peran promosi besar.
4. Menurut (Mowen & Minor 2010) definisi pembelian impulsif (impulse buying) adalah tindakan membeli yang dilakukan tanpa memiliki masalah sebelumnya atau
maksud/niat membeli yang terbentuk sebelum memasuki toko.
Kesimpulan
1. Berdasarkan hasil penelitian, menunjukkan bahwa potongan harga berpengaruh terhadap keputusan pembelian impulsif pada toko Carrefour.
2. Berdasarkan hasil penelitian, menunjukkan bahwa bonus kemasan berpengaruh terhadap keputusan pembelian impulsif pada toko Yogya.
3. Berdasarkan hasil penelitian menunjukkan bahwa tampilan dalam toko berpengaruh terhadap keputusan pembelian impulsif pada kedua toko.
4. Berdasarkan hasil penelitian menunjukkan bahwa potongan harga, bonus kemasan dan tampilan dalam toko berpengaruh terhadap keputusan pembelian impuslif di kedua toko.
Daftar Pustaka Berman, B. dan Evans, J.R. (2007). Retail Management. New Jersey: Prentice Hall.
Publikasi Jurnal Manajemen Bisnis Indonesia Vol. 6, Nomor 1, Oktober 2018
91
Jurnal Nasional 7
Nama Peneliti 1. Wayan Aris Gumilang 2. I Ketut Nurcahya Tahun Peneliti 2016
Judul
PENGARUH PRICE DISCOUNT DAN STORE ATMOSPHERE TERHADAP EMOTIONAL SHOPPING DAN IMPULSE BUYING
Variabel Penelitian
1. Price Discount (X1) 2. Store Atmosphere (X2)
3. Emosional shopping dan Pembelian Impulsif (Y)
Populasi Sampel
Jumlah sampel yang ideal adalah 5-10 kali jumlah variabel atau indikator. Jumlah indikator dalam penelitian ini adalah 16 buah dan jumlah sampel yang ditentukan sebanyak 100-200 sampel. Jadi dari nilai tengah antara nilai 5-10 maka jumlah sampel yang digunakan adalah 16 x 8 = 128 sampel
Metode Analisis Data yang
digunakan Analisis Regresi Linier Berganda
Landasan Teori per Variabel
1. Philip Kotler (2009), potongan harga adalah diskon langsung dari harga untuk masing–masing produk yang dibeli selama kurun waktu yang telah disebutkan.
2. Store atmosphere merupakan lingkungan dalam dan luar toko yang beberapa diantaranya adalah pencahayaan, warna, bau dan musik yang dibuat sedemikian rupa oleh para pengusaha untuk mempengaruhi konsumen (Ratnasari dkk., 2015).
3. Pembelian impulsif terjadi setiap kali pelanggan memiliki pengalaman sebagai insentif yang tak terduga untuk membeli sesuatu tanpa penundaan, tanpa evaluasi tambahan dan bertindak berdasarkan keinginan tersebut (Moayery et al., 2014). Kesimpulan 1. Pengaruh Price Discount terhadap Impulse
2. Pengaruh Store Atmosphere terhadap Impulse Buying bernilai positif dan signifikan.
3. Pengaruh Price Discount terhadap Emotional Shopping bernilai positif dan signifikan.
4. Pengaruh Store Atmosphere terhadap Emotional Shopping bernilai positif dan signifikan.
5. Pengaruh Emotional Shopping terhadap Impulse Buying bernilai positif dan signifikan.
Daftar Pustaka
1. Kotler, Philip dan Kevin Lane Keller. 2009. Manajemen Pemasaran Jilid I, Edisi Ketiga Belas. Jakarta: Erlangga.
2. Ratnasari, Vika Ary, Srikandi Kumadji, dan Andriani Kusumawati. 2015. Pengaruh Store Atmosphere Terhadap Hedonic Shopping Value dan Impulse Buying (Survei Pada Konsumen Hypermart Malang Town Square). Jurnal Administrasi Bisnis (JAB). 1. 1. Rook
3. Moayery, Meysam, Zamani, Samar, Vazifehdoost, Hosein. 2014. Effect of Visual Merchandising on Apparel Impulse Buying Behaviors among Iranian Young Adult Females. Indian Journal of Science and Technology. Vol. 7
Publikasi E-Jurnal Manajemen Unud, Vol. 15, No. 3, 2016: 1859-1888 ISSN : 2302-8912
93
Jurnal nasional 8
Nama Peneliti Mohamad Haironi Tahun Peneliti 2018
Judul
PENGARUH DISCOUNT, BONUS PACK, DAN IN- STORE DISPLAY TERHADAP IMPULSE BUYING PRODUK OBAT NYAMUK HIT di PAMELLA SWALAYAN YOGYAKARTA
Variabel Penelitian
1. Discount (X1) 2. Bonus Pack (X2) 3. In-store Display (X3) 4. Impulse Buying (Y)
Populasi Sampel
Penelitian ini disebarkan kepada 100 kuesioner pada 100 responden. Kuesioner yang dikembalikan oleh responden sejumlah