• Tidak ada hasil yang ditemukan

BAB V PENUTUP

B. Saran

Untuk lebih meningkatkan proses pembelajaran berbicara, maka peneliti memberikan saran sebagai berikut:

1. Agar siswa lebih tertarik dan termotivasi dalam pembelajaran berbicara, khususnya dalam memberikan tanggapan, guru harus lebih bisa menerapkan teknik yang cocok dalam setiap pembelajaran. Contohnya, menggunakan teknik the power of two pada materi memberikan tanggapan novel remaja (asli atau terjemahan).

2. Terkadang siswa merasa jenuh dan malas dalam berbicara. Oleh karena itu, guru juga harus bisa menarik minat siswa agar tidak bosan dan malas dalam berbicara.

3. Selain memilih teknik yang tepat, seorang guru juga harus bisa memilih metode dan strategi pembelajaran yang cocok dalam setiap pembelajaran.

4. Strategi pembelajaran aktif teknik the power of two sebaiknya lebih sering digunakan dalam proses pembelajaran bahasa khususnya berbicara agar siswa terbiasa mengaitkan pengetahuan yang dimiliki dengan pengetahuan temannya sehingga dapat memecahkan masalah secara individu dan kelompok.

DAFTAR PUSTAKA

Ahmadi, Abu dan Joko Tri Prasetya. Strategi Belajar Mengajar. Bandung: Pustaka Setia, Cet. I, 1997.

Anderson, Kenneth, Joan Maclean, dan Tony Lynch. Study Speaking, New York: Cambridge University Press, 2004.

Arifin, Zainal. Penelitian Pendidikan. Bandung: Remaja Rosdakarya, Cet. I, 2011. Arifin, Zainal dan Adhi Setiyawan. Pengembangan Pembelajaran Aktif dengan

ITC. Yogyakarta: Skripta Media Creative, Cet. I, 2012.

Bungin, Burhan. Metode Penelitian Kuantitatif. Jakarta: Kencana, Cet. V, 2010. Darmasyah. Strategi Pembelajaran Menyenangkan dengan Humor. Jakarta: Bumi

Aksara, Cet. I, 2010.

Djamarah, Syaiful Bahri dan Aswan Zain. Strategi Belajar Mengajar. Jakarta: PT. Rineka Cipta, Cet. IV, 2010.

Hakiim, Lukmanul. Perencanaan Pembelajaran. Bandung: CV Wacana Prima, 2009.

Hasan, Iqbal. Analisis Data Penelitian dengan Statistik. Jakarta: PT Bumi Aksara, Cet. IV, 2009.

Hernawan, Asep Herry, Asra, dan Laksmi Dewi. Belajar dan Pembelajaran Sekolah Dasar. Bandung: UPI PRESS, Cet. I, 2007.

Isjoni. Pembelajaran Visioner: Perpaduan Indonesia-Malaysia. Yogyakarta: Pustaka Pelajar, Cet. I, 2007.

Iskandarwassid dan Dadang Sunendar. Strategi Pembelajaran Bahasa. Bandung: PT Remaja Rosdakarya, Cet. III, 2011.

Kamadhi, J. S. Diskusi yang Efektif. Yogyakarta: Kanisius, Cet. I, 1995.

Orlich, dkk. Teaching Strategies: A Guide to Effective Intruction. USA: Wadsworth, 2000.

Sabri, Alisuf. Pengantar Psikologi Umum dan Perkembangan. Jakarta: Pedoman Ilmu Jaya, Cet. III, 2001.

Sanjaya, Wina. Perencanaan dan Desain Sistem Pembelajaran. Jakarta: Kencana, Cet. I, 2008.

Silberman, Melvin, Active Learning 101 Cara Belajar Aktif, terjemahan dari Active Learning 101 Strategies to Teach Any Subject oleh Raisul Muttaqien. Bandung: Nusa Media, Cet. III, 2006.

Soemanto, Wasty. Psikologi Pendidikan. Jakarta: Rineka Cipta, Cet. V, 2006. Sudijono, Anas. Pengantar Statistik Pendidikan. Jakarta: Raja Grafindo Persada,

Cet. XXIII, 2011.

Sugiyono. Metode Penelitian Pendidikan. Bandung: Alfabeta, 2009.

Suryabrata, Sumadi. Psikologi Pendidikan. Jakarta: PT Raja Grafindo Persada, Cet. XIII, 2005.

Uno, Hamzah B. Model Pembelajaran. Jakarta: Bumi Aksara, Cet. I, 2007.

Albaab, Irsyadul. “The Power of Two, diunduh dari (http://lifestyle.kompasiana.com/catatan/2012/05/29/the-power-of-two-465865.html), pada 30 November 2012 pukul 21.00 WIB.

Arini, Sukma. “Metode Liliefors untuk Uji Normalitas”, diunduh dari

(http://arini2992.blogspot.com/2011/04/metode-lilliefors-untuk-uji-normalitas.html), pada 5 Juni 2013 pukul 22.00 WIB.

Ipass, Ian Konjo.“Pengertian Pendekatan, Metode, Teknik, Model, dan Strategi

Pembelajaran”, diunduh dari (http://jaririndu.blogspot.com/2012/09/ pengertian-pendekatan-metode-teknik.html), pada 6 Juni 2013 pukul 20.00 WIB.

Unikam, HMPS BK. “Tanggapan”, diunduh dari (http://hmpsb.blogspot.com /2012/02/makalah-tentang-pengertian-tanggapan.html), pada 18 Maret 2013 pukul 17.30 WIB.

A

M

P

I

R

A

N

Mata Pelajaran Bahasa Indonesia

Kelas /Semester VIII/2

Standar Kompetensi Berbicara

14. Mengapresiasi kutipan novel remaja (asli atau terjemahan) melalui kegiatan diskusi

Kompetensi Dasar 14.2 Menanggapi hal yang menarik dari kutipan novel

remaja (asli atau terjemahan) Indikator Pencapaian

Kompetensi

Mampu mengemukakan hal yang menarik dari novel

dengan alasan yang logis

Mampu menanggapi dengan santun komentar teman

tentang hal yang menarik dalam novel remaja (asli atau terjemahan)

Alokasi Waktu 2 X 40 menit ( 1 x Pertemuan )

1. Tujuan Pembelajaran

 Peserta didik mampu menemukan hal yang menarik dari kutipan novel remaja

 Peserta didik mampu mendiskusikan hal yang menarik dari kutipan novel remaja

 Peserta didik mampu mengemukakan hal yang menarik dari novel remaja

 Peserta didik mampu menanggapi hal yang menarik dari kutipan novel remaja dengan bahasa yang terstruktur, komunikatif, efektif, dan variatif.

 Peserta didik mampu menanggapi hal yang menarik dari novel remaja dengan alasan yang logis

 Peserta didik mampu menanggapi dengan santun komentar teman tentang hal yang menarik dalam novel remaja

2. Materi Pembelajaran

a. Menemukan hal menarik dari kutipan novel remaja (asli atau terjemahan) Untuk menemukan kemenarikan sebuah novel perlu memahami unsur-unsur karya sastra dengan baik. Kemenarikan novel dapat dilihat dari unsur-unsur yang membangun yakni unsur intrinsik dan ektrinsik. Unsur intrinsik yaitu unsur-unsur penting yang ada di dalam novel itu sendiri. Unsur intrinsik novel meliputi tokoh, penokohan, tema, latar, alur, sudut pandang, gaya bahasa, dan amanat.

dalam cerita.

Penokohan terdiri dari antagonis (jahat), protagonis (baik), tritagonis (penengah/ netral.

3. Tema yaitu gagasan pokok atau persoalan yang mendasari suatu cerita.

4. Latar yaitu mengenai lingkungan (tempat/lokasi, waktu, dan suasana) terjadinya suatu peristiwa di dalam cerita.

5. Sudut pandang yaitu kedudukan si pengarang dalam cerita. Sudut pandang terdiri dari sudut pandang orang pertama dan orang ketiga. 6. Gaya bahasa yaitu cara yang digunakan oleh si pengarang untuk

mengungkapkan maksud dan tujuannya baik dalam bentuk kata, kelompok kata, atau kalimat.

7. Amanat adalah pesan-pesan yang disampaikan oleh si pengarang melalui cerita.

Agar cerita yang dikembangkan dalam novel menjadi lebih baik, perlu didukung oleh unsur ekstrinsik atau unsur yang ada di luar cerita misalnya pengalaman pengarang, tingkat pendidikan, keyakinan pengarang, dan pandangan hidup pengarang.

b. Menanggapi hal menarik dari kutipan novel remaja (asli atau terjemahan) Setelah menemukan hal menarik dari kutipan novel, kita dapat menanggapi kutipan novel tersebut baik dari tokoh, penokohan, tema, latar, alur, sudut pandang, gaya bahasa, ataupun amanat. Tanggapan tersebut dapat berupa persetujuan, komentar, sanggahan, pertanyaan, atau pendapat.

3. Metode Pembelajaran

1. Tanya jawab 2. The Power of Two

3. Presentasi

4. Langkah-langkah Kegiatan Pembelajaran

a. Kegiatan Awal. Apersepsi :

2. Meminta salah satu siswa memimpin temannya untuk berdoa sebelum memulai belajar

Berdoa dipimpin oleh siswa yang telah ditunjuk

Religius

3. Mempresensi siswa Mengangkat tangan saat disebutkan namanya

Disiplin 4. Menjelaskan tujuan

pembelajaran dan kemanfaatan materi bagi siswa.

Menyimak tujuan pembelajaran yang disampaikan guru

Keseriusan, cinta ilmu, dan perhatian 5. Memberikan motivasi

kepada siswa sesuai dengan KD Mendengarkan motivasi dari guru Perhatian b. Kegiatan IntiEksplorasi No .

Kegiatan Guru Kegiatan Siswa Metode Nilai Karakter

1. Bertanya seputar unsur intrinsik dan ekstrinsik dalam novel Menjawab seputar unsur intrinsik dan ekstrinsik dalam novel Tanya-jawab Tanggung-jawab, keseriusan, dan perhatian. 3. Bertanya seputar hal-hal

menarik yang biasa dijumpai di dalam novel

Menjawab seputar hal-hal menarik yang biasa dijumpai di dalam novel Tanya-jawab Tanggung jawab, keseriusan, dan perhatian. 4. Bertanya seputar cara

menanggapi kutipan novel remaja (asli/terjemahan) Menjawab seputar cara menanggapi kutipan novel remaja (asli/terjemahan) Tanya-jawab Tanggung jawab, keseriusan, dan perhatian. 5. Membagi kutipan novel

remaja kepada siswa dan menyuruh siswa membacanya Menerima kutipan novel remaja dan membacanya - Perhatian

7. Menyuruh siswa menanggapi kutipan novel remaja

(asli/terjemahan) yang dibaca dengan alasan yang logis Menanggapi kutipan novel remaja (asli/terjemahan) yang dibaca dengan alasan yang logis The Power of Two Tanggung jawab, serius, perhatian, dan kerja sama. 8. Menyuruh siswa menanggapi dengan santun komentar teman tentang hal yang menarik dalam novel remaja

Menanggapi dengan santun komentar teman tentang hal yang menarik dalam novel remaja The Power of Two Tanggung jawab, serius, perhatian, dan kerja sama.  Elaborasi

No. Kegiatan guru Kegiatan Siswa Metode Nilai Karakter 1. Menyuruh kepada setiap kelompok membacakan hasil diskusinya di depan kelas Membacakan hasil diskusi di depan kelas Presentasi Berani, bertanggung jawab, dan percaya diri  Konfirmasi

No. Kegiatan guru Kegiatan Siswa Metode Nilai

Karakter 1. Mengecek pemahaman

siswa dengan bertanya tentang cara menanggapi kemenarikan novel remaja (asli/terjemahan) Menjawab pertanyaan guru tentang cara menanggapi kemenarikan novel remaja (asli/terjemahan) Tanya-jawab Perhatian dan keseriuasan 2. Menanyakan hal-hal yang belum dipahami

Menjawab tentang hal-hal yang belum

Tanya-jawab

Perhatian dan

c. Kegiatan Akhir

No. Kegiatan guru Kegiatan siswa Metode Nilai

Karakter 1. Menanyakan inti

pelajaran yang telah disampaikan Menjawab pertanyaan guru Tanya jawab Kritis dan perhatian 2. Guru bersama dengan

siswa membuat kesimpulan Menyimpulkan pelajaran dengan guru Tanya jawab Kritis dan perhatian 5. Sumber Belajar

a. Wahyudi, Johan dan Darmiyati Zuchdi. 2012. Bahasaku Bahasa Indonesia untuk Kelas VIII SMP dan MTs. Solo: Platinum.

b. Kusrini, Idda Ayu. 2012. Bahasa Indonesia 2: SMP Kelas VIII. Bogor: Quadra. c. Internet d. Novel Remaja 6. Media Pembelajaran a. Kertas HVS b. Kartu Warna 7. Penilaian

 Penilaian proses dilaksanakan selama pembelajaran berlangsung Indikator Pencapaian Kompetensi Penilaian Teknik Penilaian Bentuk Penilaian Instrumen Mampu mengemukakan hal yang menarik dari novel dengan alasan yang logis Mampu menanggapi dengan santun Observasi Lembar observasi  Kemukakan hal-hal yang menarik yang terdapat di dalam novel remaja yang kamu baca! Jelaskan pula alasan-alasannya sehingga kamu

tidaknya yang terdapat dalam suatu kutipan novel terjemahan!

 Aspek Penilaian Kemampuan Memberikan Tanggapan

Aspek Rincian

Skor Jumlah

Skor

1 2 3

Sikap Terlibat secara aktif mencari hal

menarik dalam kutipan novel remaja

9

Menanggapi dengan santun komentar teman tentang hal yang menarik dalam novel remaja

Mengungkapkan hal menarik yang ada dalam kutipan novel remaja

Bahasa Runtut dan terstruktur dengan

baik

9 Komunikatif dan efektif

Diksi variatif dan tepat konteks Kualitas

tanggapan

Pertanyaan sesuai dengan topik yang dibahas

12 Memberikan sanggahan dengan

bukti dan alasan yang logis Memberikan persetujuan dengan bukti dan alasan yang logis Memberikan komentar terarah yang dilengkapi dengan bukti dan alasan yang logis

Skor Maksimal 30

(Wiwi Adawiyah) NIP.

( Ika Setiowati ) NIM. 109013000055

aku semakin suka. Aku belajar banyak hal. Tapi ada suatu kisah yang membuat aku berpendapat berbeda tentang arti persahabatan. Saat itu, papa mamaku berlibur ke Bali dan aku sendirian menjaga rumah. “Hahahahaha!” aku tertawa

sambil membaca.

“Beni! Katanya mau cari referensi tugas kimia, malah baca komik. Ini aku

menemukan buku dari rak sebelah, mau pinjam atau tidak? Kamu bawa kartu kan? Pokoknya besok kamis, semua tugas kelompok pasti selesai. Asal kita

kerjakan malam ini. Yuhuuuu... setelah itu bebas tugas. Play Station!” jelas Judi

dengan nada nyaring.

Judi orang yang simpel, punya banyak akal, tapi banyak juga yang gagal, hehehe.. Dari kelas 1 SMA sampai sekarang duduk di kelas 2, aku sering sekelompok, beda lagi kalau masalah bermain Play Station, Judi jagoannya. Rasanya seperti dia sudah tau apa yang bakal terjadi di permainan itu. Tapi entah kenapa, sekalipun sebenarnya aku kurang suka main Play Station, gara-gara Judi, aku jadi ikut-ikutan suka main game.

Sahabatku yang kedua adalah Bang Jon, nama sebenarnya Jonathan. Bang Jon pemberani, badannya besar karena sehari bisa makan lima sampai enam kali. Sebentar lagi dia pasti datang - nah, sudah kuduga dia datang kesini.

“Kamu gak malu pakai kacamata hitam itu?” Tanyaku pada Bang Jon yang baru

masuk ke perpustakaan. Sudah empat hari ini dia sakit mata, tapi tadi pagi rasanya dia sudah sembuh. Tapi kacamata hitamnya masih dipakai. Aku heran, orang ini benar-benar kelewat pede. Aku semakin merasa unik dikelilingi dua sahabat yang over dosis pada berbagai hal.

Kami pulang bersama berjalan kaki, rumah kami dekat dengan sekolah, Bang Jon dan Judi juga teman satu komplek perumahan. Saat pulang dari sekolah terjadi sesuatu.

Kataku dalam hati sambil lihat dari kejauhan “( Eh, itu... ).”

“Aku sangat kenal dengan rumahku sendiri...” aku mulai ketakutan saat seseorang

asing bermobil terlihat masuk rumahku diam-diam. Karena semakin

ketakutannya, aku tidak berani pulang kerumah. “Ohh iya itu!” Judi dan Bang Jon

setuju dengan ku. Judi melihatku seksama, ia tahu kalau aku takut berkelahi. Aku melihat Judi seperti sedang berpikir tentangku dan merencanakan sesuatu.

terucapkan kata apapun dari mulut. “...Beni, ayo...satpam” Judi membisiku sekali

lagi.

Aku segera lari ke pos satpam yang ada diujung jalan dekat gapura dan tidak terpikirkan lagi olehku apa yang terjadi dengan dua sahabatku. Pak Satpam panik mendengar ceritaku dan ia segera memberitahu petugas lainnya untuk segera datang menangkap maling dirumahku. Aku kembali kerumah dibonceng petugas dengan motornya. Sekitar 4 menit lamanya saat aku pergi ke pos satpam dan

kembali ke rumahku. “Ya Tuhan!” kaget sekali melihat seorang petugas satpam

lain yang datang lebih awal dari pada aku saat itu sedang mengolesi tisu ke hidung Bang Jon yang berdarah. Terlihat juga tangan Judi yang luka seperti kena pukul. Satpam langsung menelpon polisi akibat kasus pencurian ini.

“Jangan kawatir... hehehe... Kita bertiga berhasil menggagalkan mereka. Tadi saat kami teriak maling! Ternyata tidak ada tetangga yang keluar rumah. Alhasil, maling itu terbirit-birit keluar dan berpapasan denganku. Ya akhirnya kena pukul deh... Judi juga kena serempet mobil mereka pencuri itu terburu-buru pergi”

jawab Bang Jon dengan tenang dan pedenya. Kemudian Judi membalas perkataan

Bang Jon “Rumahmu aman, kita memergoki mereka saat awal-awal, jadi tidak

sempat ambil barang rumahmu.”

Singkat cerita, aku mengobati mereka berdua. Mama Judi dan Ban Jon datang kerumahku dan kami menjelaskan apa yang tadi terjadi. Anehnya, peristiwa adanya maling ini seperti tidak pernah terjadi.

“Hahahahaha... “ Judi malah tertawa dan melanjutkan bercerita tentang tokoh

kesayangannya saat main Play Station. Sedangkan Bang Jon bercerita kalau dia masih sempat-sempatnya menyelamatkan kacamata hitamnya sesaat sebelum hidungnya kena pukul. Bagaimana caranya? aku juga kurang paham. Bang Jon

kurang jelas saat bercerita pengalamannya itu. “(Hahahahaha...)” Aku tertawa dalam hati karena mereka berdua memberikan pelajaran berarti bagiku. Aku tidak mungkin menangisi mereka, malu dong sama Bang Jon dan Judi. Tapi ada pelajaran yang kupetik dari dua sahabatku ini.

Arti persahabatan bukan cuma teman bermain dan bersenang-senang. Mereka lebih mengerti ketakutan dan kelemahan diriku. Judi dan Bang Jon adalah sahabat terbaikku. Pikirku, tidak ada orang rela mengorbankan nyawanya jika bukan untuk sahabatnya (Judi dan Bang Jon salah satunya).

2. 17 Tahun!

Karya Leyla Imtichanah

“Bangun dong, Yasmin! Bangun, dong, Yasmin! Bangun, dong, Yasmin!

Klek.

“Huah!” Yasmin menguap sambil mematikan jam weker yang telah berhasil

membuatnya terbangun. Kedua matanya lekat seperti dilumuri lem. Ia sangat mengantuk. Kemudian ia melirik jam weker. Seketika itu juga sepasang matanya membelalak. Sudah pukul tujuh kurang lima belas menit! Gawat! Ia bisa terlambat lagi sampai di kelas, padahal hari ini ada ujian!

“Assalamualaikum, Dira! Yasmin mana?” tanya Fatimah, agak heran melihat

Nadira jalan sendiri tanpa Yasmin. Setahunya Nadira dan Yasmin selalu bersama-sama. Selain karena memang tinggal satu kamar, mereka juga satu kelas dan sahabat dekat.

Nadira tersenyum, “Waalaikumsalam. Tadi sih Yasmin masih tidur,” sahutnya

sambil terus berjalan menuju kelas.

Fatimah manggut-manggut, meskipun jawaban Nadira makin membuatnya heran.

Masih tidur? Bukankah hari ini masih ada ujian?

“Ugh! Dira payah! Kenapa aku nggak dibangunin!” Yasmin terus

menggerutu sambil memakai sepatu. Terpaksa hari ini ia mandi cowboy kalau tidak mau ketinggalan pelajaran pertama. Pakaian seragamnya terlihat awut-awutan kerana lupa disetrika. Jilbabnya juga terpasang seadanya. Penampilannya hari ini adalah penampilan yang terburuk. Kalau saja Dira membangunkan lebih awal, ia pasti punya waktu untuk berdandan. Dira pasti mengerjainya.

“Dira!” teriak Yasmin ketika sampai di kelas. Syukur alhamdulillah pengawas ujian belum datang. Kalau sudah datang, ia pasti tidak diperbolehkan ikut ujian. Maklum, peraturan di pondok pesantren ini memang sangat ketat.

“Ssst....Yasmin! Kalau masuk kelas ucapkan salam.” Dira meletakan satu jari telunjuknya di bibir. Yasmin kesal sekali melihat wajah Dira yang innoncent itu.

“Kok, kamu nggak bangunin aku, sih? Untung aku nggak telat. Kamu tahu nggak, aku mandi cuma lima menit!” Yasmin mendelik.

Dira tersenyum. “ Salah sendiri kenapa tidur lagi sehabis subuh? Bagus kan nggak mandi lama-lama? Daripada buang-buang waktu di kamar mandi.” Ia

Yasmin buru-buru duduk di bangkunya.

“Lain kali jangan ngerjain aku kayak gitu, dong. Coba kalau aku telat datang bagaimana? Bisa nggak ikut ujian, kan? Yasmin merengut.

“Memangnya, siapa yang menyetel jam wekermu jam setengah tujuh itu?” “Memangnya kamu?” tanya Yasmin kemudian Dira tersenyum.

******

“Oke deh, Dira. Terima kasih sudah bangunin aku jam setengah tujuh.

Untung jam weker itu nggak aku banting,” ujar Yasmin setelah ujian selesai.

Ujian barusan lumayan membuat wajahnya bertekuk empat. Ujian Bahasa Arab

bo! Yasmin paling koit, deh. Susahnya bukan main.

“Iya. Aku Cuma mau ngasih pelajaran buat kamu supaya nggak tidur lagi habis

subuh. Afwan ya kalau aku kelewatan.” Dira tersenyum.

“Nggak, nggak, kamu nggak kelewatan, tapi kebangetan! Awas ya kalau lain kali diulang lagi!” Yasmin mengancam.

“Hmm, kayak kamu nggak pernah ngerjain orang aja! Aku kan belajar dari

kamu.” Dira tersenyum.

“ Yasmin manyun.“Iya! Iya! Sekarang aku kena batunya, deh!”

“Tapi alhamdulillah ya, setelah satu minggu ujian akhirnya selesai juga.” Dira

lega.

“Bener banget! Aku juga sudah males ujian melulu. Eh, liburan besok kamu

pulang, kan?”

Yasmin menatap Dira.

Dira menggeleng, “Nenekku yang di Magelang sakit. Aku harus menjenguknya dulu, baru pulang ke Jakarta.”

“Yah, jadi aku pulang sendiri, dong?” Yasmin kecewa.

“Afwan, ya? Habis mau gimana lagi? Atau, kamu mau ikut aku dulu ke

Magelang?”

“ Kamu lupa, ya? Tiga hari lagi kan ulang tahunku. Aku harus pulang. Biasa,

Mama-Papa minta aku ngrayainnya di rumah.”

“ Jadi, ulang tahunmu masih dirayain juga kayak tahun-tahun lalu?”

“ Ya begitu, deh. Orangtuaku maunya begitu. Tapi untuk tahun ini, aku mau

ngundang anak yatim!”

“Subhanallah! Begitu lebih baik.” Dira senang. “Tapi kamu nggak di sisiku...” Yasmin cemberut.

terdekatnya. Apalagi besok adalah ulang tahunnya yang ketujuh belas. Kata orang, ulang tahun yang ketujuh belas adalah momen paling penting bagi hidup seorang manusia. Yasmin ingin memasuki tahun terpenting dalam hidupnya itu bersama orang-orang yang dicintainya termasuk Dira.

-Bang Jon

banyak akal tetapi sering gagal dan ia juga suka bermain play station. Sesuai dengan namanya sifat Judi memiliki persamaan dengan

bermain “judi” yang kadang dalam bermain sudang menggunakan

banyak akal tetapi kadang gagal. Sifat Judi terdapat dalam kutipan:

“Asal kita kerjakan malam ini. Yuhuuuu... setelah itu bebas tugas. Play Station!” jelas Judi dengan nada nyaring.

“Judi orang yang simpel, punya banyak akal, tapi banyak juga yang gagal, hehehe..”

Bang Jon merupakan sahabat Judi yang gendut, sayang dengan kaca mata hitamnya dan memiliki sifat percaya diri yang tinggi. Selain itu ia juga laki-laki super yang makan bisa 5-6 kali sehari. Hal ini terdapat dalam kutipan:

“Bang Jon pemberani, badannya besar karena sehari bisa makan lima sampai enam kali.”

“Sudah empat hari ini dia sakit mata, tapi tadi pagi rasanya dia sudah sembuh. Tapi kacamata hitamnya masih dipakai. Aku heran, orang ini benar-benar kelewat pede.”

“Sedangkan Bang Jon bercerita kalau dia masih sempat-sempatnya menyelamatkan kacamata hitamnya sesaat sebelum hidungnya kena pukul.”

Amanat Pesan yang terdapat di dalam kutipan novel ini sangat bagus. Hal ini terdapat dalam kutipan:

“Arti persahabatan bukan cuma teman bermain dan bersenang -senang. Mereka lebih mengerti ketakutan dan kelemahan diriku. Judi dan Bang Jon adalah sahabat terbaikku. Pikirku, tidak ada orang rela mengorbankan nyawanya jika bukan untuk sahabatnya.”

adalah sebagai berikut:

Eksposisi (Perkenalan/Pengantar)

“Bangun dong, Yasmin! Bangun, dong, Yasmin! Bangun, dong, Yasmin!

Komplikasi (Penampilan Masalah)

Kemudian ia melirik jam weker. Seketika itu juga sepasang matanya membelalak. Sudah pukul tujuh kurang lima belas menit! Gawat! Ia bisa terlambat lagi sampai di kelas, padahal hari ini ada ujian!

Klimaks (Puncak Ketegangan)

“Dira!” teriak Yasmin ketika sampai di kelas.

“Ssst....Yasmin! Kalau masuk kelas ucapkan salam.” Dira meletakan satu jari telunjuknya di bibir. Yasmin kesal sekali melihat wajah Dira yang innoncent itu.

“Kok, kamu nggak bangunin aku, sih? Untung aku nggak telat. Kamu tahu nggak, aku mandi cuma lima menit!” Yasmin mendelik.

Antiklimaks (Ketegangan Menurun/peleraian)

“Iya. Aku cuma mau ngasih pelajaran buat kamu supaya nggak tidur lagi habis subuh. Afwan ya kalau aku kelewatan.” Dira tersenyum.

Dokumen terkait