• Tidak ada hasil yang ditemukan

BAB V PENUTUP

C. Saran

Berdasarkan keterbatasan penelitian yang dilakukan oleh peneliti tersebut, maka saran bagi peneliti lain yang akan mengembangkan media pembelajaran berbasis ICT sebagai berikut.

1. Wawancara analisis kebutuhan sebaiknya dilakukan kepada beberapa guru SD kelas IV agar sumber yang didapat lebih banyak dan bervariasi.

2. Melaksanakan uji coba produk agar produk final atau produk akhir lebih dijamin kualitasnya.

3. Produk yang dikembangkan diusahakan agar mewakili semua materi yang ada pada Tema Indahnya Kebersamaan.

130

.

Ahmadi, L. K dan Amri S. (2014). Pengembangan dan model pembelajaran tematik

integratif. Jakarta: Prestasi Pustakarya.

Akbar, S. (2013). Intrumen perangkat pembelajaran. Bandung: Remaja Rosdakarya. Anitah, S. (2010). Media pembelajaran. Kadipiro Surakarta: Yuma Pressindo.

Arifin, Z. (2011). Konsep dan model pengembangan kurikulum. Bandung: PT Remaja Rosdakarya.

Arsyad, A. (2007). Media pembelajaran. Jakarta: PT Raja Grafindo Persada.

Daryanto. (2009). Multi media learning: Prinsip-prinsip dan aplikasi. Yogyakarta: Pustaka Pelajar.

Daryanto dan Aris D. (2014). Pengembangan perangkat pembelajaran (silabus, RPP, PHB,

Bahan ajar). Yogyakarta: Gava Media.

Hermawan. (2015). Pengembangan media pembelajaran tematik kelas IV SD berbasis ICT

dan multiple intelligences untuk kurikulum 2013. (Skripsi tidak diterbitkan).

Kabir, ABD dan Hanun A. (2014). Pembelajaran tematik. Jakarta: PT. Rajagrafindo Persada. Karawati, E dan Donni J. P. (2014). Manajemen kelas (classroom management) guru

profesionala yang inspiratif, kreatif, menyenangkan, dan berprestasi. Bandung:

Alfabet.

Kurniasih, I dan Sani, B. (2014). Implementasi kurikulum 2013 (Konsep dan Penerapan). Surabaya : Kata Pena.

Ladjid, H. H. (2005). Pengembangan kurikulum. Quantum teaching. Jakarta.

Majid, A. (2014). Pembelajaran tematik terpadu. Bandung: PT. Remaja Rosdakarya. Mayer, R.E. (2009). Multimedia learning. Yogyakarta: Pustaka Pelajar.

Munadi, Y. (2010). Media pembelajaran:sebuah pendekatan baru. Jakarta: Gaung Persada Press.

Mulyanta & Marlon L. (2009). Tutorial membangun multimedia interaktif: Media

pembelajaran kolaborasi tool macromedia director MX macromedia fireworks, dan SwishMax. Jogjakarta: Universitas Atma Jaya Yogyakarta.

Mulyasa, H.E. (2013). Pengembangan dan implementasi kurikulum. Bandung: Remaja Rosdakarya.

131

Pinundhi. (2014). Pengembangan media pembelajaran berbasis powerpoint multimedia

untuk keterampilan menyimak bahasa indonesia kelas XI semester 2 SMA santa maria yogyakarta. (Skripsi tidak diterbitkan).

Pribadi, Beny.A. (2011). Model ASSURE untuk mendesain model sukses.Jakarta: Dian Rakyat.

Sanaky, Hujai AH. (2013). Media pembelajaran interaktif-inovatif. Yogyakarta: Kaukaba Dipantara.

Sanjaya, W. (2012). Media komunikasi pembelajaran. Jakarta: Kencana.

Samani, M dan Hariyanto. (2013). Konsep dan model pendidikan karakter. Bandung: PT Remaja Rosdakarya.

Sugiyono. (2014). Metodologi penelitian pendekatan kuantitatif, kualitatif, dan R&D. Bandung: Alfabeta.

Sukardjo. (2008). Kumpulan materi evaluasi pembelajaran. Yogyakarta: Prodi Teknologi Pembelajaran, Pps UNY.

Suparlan. (2012). Tanya jawab pengembangan kurikulum dan materi pembelajaran. Jakarta: PT.Bumi Aksara.

Sutirjo dan Sri I. M. (2005). Tematik integratif: pembelajaran efektif dalam kurikulum 2004. Malang: Bayumedia Publishing.

Suwarsono,St. (2013). Modul: berbagai hal penting tenteng kurikulum 2013 (salah satu

bahan kuliah perencanaan pembelajaran matematika).

Trianto. (2011). Model pembelajaran terpadu: Konsep, strategi, dan implementasinya dalam

kurikulum tingkat satuan pendidikan (KTSP). Jakarta: Bumi Aksara.

Widyastono, H. (2014). Pengembangan kurikulum di era otonomi daerah dari kurikulum

2004, 2006.

Yuviani. (2015). Pengembangan media pembelajaran berbasis blog pada mata pelajaran

ekonomi untuk kelas XI IPS. (Skripsi tidak diterbitkan).

MODUL:

Panitia Sertifikasi Guru Rayon 138 Universitas Sanata Dharma. Universitas Sarjanawiyata Tamansiswa. 2013.

Modul Guru Kelas SD. Yogyakarta: Universitas Sanata Dharma. Universitas Sarjanawiyata

Tamansiswa.

Permendikbud No 81A lampiran 1-4.2013. Implementasi kurikulum. Jakarta: Kementrian pendidikan dan kebudayaan.

132

133

LAMPIRAN 1

134

LAMPIRAN 1

135

LAMPIRAN 2

136

LAMPIRAN 2

137

LAMPIRAN 3

SURAT IJIN VALIDASI

SDN KALASAN 1

138

LAMPIRAN 3

139

LAMPIRAN 4

SURAT IJIN VALIDASI

SDN MAGUWOHARJO 1

140

LAMPIRAN 4

141

LAMPIRAN 5

RANGKUMAN

WAWANCARA ANALISIS

KEBUTUHAN

142 DAFTAR PERTANYAAN ANALISIS KEBUTUHAN

No. Daftar Pertanyaan Jawaban Pertanyaan

1

Sejauh mana pemahaman Bapak/Ibu terhadap Kurikulum SD 2013?

Kurikulum 2013 bagus sekali karena mampu membuat anak didik kaya akan pengetahuan yang sebenarnya, tidak hanya pengetahuan secara teori, sehingga anak-anak mampu menerapkannya dalam kehidupan sehari-hari.

2

Apakah Bapak/Ibu telah mengupayakan terakomodasinya aspek kognitif,

keterampilan, dan sikap dalam proses pembelajaran?

Sudah dan selalu berusaha untuk mengakomodasi aspek kognitif, keterampilan, dan sikap dalam proses pembelajaran. Namun dalam

penerapannya, guru masih menyesuaikan dengan keadaan sekolah, yang dilihat dari keadaan fisiknya masih mengalami

kekurangan dalam hal sarana dan prasarana.

3

Apakah tujuan pembelajaran yang Bapak/Ibu kembangkan sudah

mengupayakan tercapainya pendidikan karakter?

Tujuan pembelajaran yang dikembangkan selalu mengupayakan tercapainya

pendidikan karakter. Dalam

penerapannya, guru menomorsatukan aspek sikap daripada pengetahuan.

4

Sejauh mana pemahaman Bapak/Ibu terkait dengan pendekatan tematik integratif dalam pembelajaran?

Pendekatan tematik integratif merupakan proses pembelajaran yang berawal dari tema yang diangkat dari kehidupan anak-anak. Pendekatan tematik integratif

143

sangat bagus diterapkan pada anak usia SD. Hal ini disesuaikan dengan

perkembangan kognitif peserta didik yang holistik, yang belum mampu belajar secara terpisah-pisah. Namun,

pendekatan tematik integratif memiliki kendala yaitu siswa merasa sulit dalam memahami materi apa yang sedang dipelajari, sehingga siswa mengalami proses belajar yang kabur karena belum terbiasa dengan proses belajar yang holistik.

5

Sejauh mana pemahaman Bapak/Ibu terkait dengan penerapan pendekatan saintifik dalam pembelajaran?

Dalam pendekatan saintifik, proses pembelajaran dimulai dari siswa. Siswa dituntut untuk mencari tahu sendiri informasi atau ilmu yang dibutuhkan. Dalam pelaksanaannya, pendekatan saintifik juga memiliki hambatan atau kendala. Hambatannya yaitu tidak semua siswa memperoleh ilmu yang sama oleh karena setiap anak memiliki kemampuan berpikir yang berbeda-beda.

6

Sejauh mana pemahaman Bapak/Ibu terkait dengan penggunaan media pembelajaran dalam proses pembelajaran?

Media sangat berperan penting untuk menyampaikan informasi. Namun, sekolah mengalami kendala dalam membuat media, sehingga media yang dihasilkan masih sangat sederhana dan terhitung masih 25%.

7

Pernahkah Bapak/Ibu menggunakan media pembelajaran dalam proses pembelajaran?

Media pasti dipakai dalam proses pembelajaran, minimal dalam bentuk gambar atau yang lainnya. Terkadang guru meminta siswa untuk membawa

144

benda dari rumahnya masing- masing untuk dijadikan sebagai media.

8

Seberapa seringkah Bapak/Ibu menggunakan media pembelajaran dalam proses pembelajaran?

Media sering digunakan dalam proses pembelajaran. Media yang digunakan minimal dalam bentuk gambar.

9

Sejauh mana pemahaman Bapak/Ibu terkait dengan media pembelajaran berbasis ICT?

Media pembelajaran berbasis ICT dapat didownload di internet. Media ICT dapat memberikan pembelajaran yang bersifat kontekstual. Namun, sangat sulit

mendapat media ICT yang sesuai dengan pembelajaran.

10

Apakah Bapak/Ibu pernah

menggunakan media berbasis ICT dalam proses pembelajaran?

Pernah menggunakan media berbasis ICT dalam proses pembelajaran, walaupun belum terlalu berkompeten dalam menggunakannya.

11

Apa sajakah media pembelajaran berbasis ICT yang Bapak/Ibu ketahui?

Jenis media berbasis ICT yang diketahui yaitu seperti Powerpoint, lektora, movie maker.

12

Apakah jenis media pembelajaran berbasis ICT yang sering atau pernah Bapak/Ibu gunakan?

Media pembelajaran berbasis ICT yang pernah dan sering digunakan yaitu

Powerpoint, meskipun menurut beliau, Powerpoint bukan merupakan sebuah

media.

13

Apakah Bapak/Ibu mengetahui jenis media pembelajaran berbasis ICT lainnya?

Tidak mengetahui jenis media

pembelajaran berbasis ICT lainnya selain yang sudah diungkapkan yaitu

Powerpoint, lektora, dan movie maker.

14

Apakah sekolah memiliki fasilitas yang mendukung penggunaan media

pembelajaran berbasis ICT?

Fasilitas sekolah sudah sangat mendukung penggunaan media pembelajaran berbasis ICT. Hal ini dibuktikan dengan adanya LCD yang

145

disiapkan oleh sekolah untuk masing-masing kelas. Namun, kendalanya yaitu jika guru ingin menggunakan LCD tersebut, guru harus memasangnya sendiri dan harus mengangkatnya lagi ketika selesai digunakan.

15

Apakah Bapak/Ibu pernah membuat media pembelajaran berbasis ICT secara mandiri?

Pernah membuat media berbasis ICT jenis lektora.

16

Kesulitan-kesulitan apa yang Bapak/Ibu dapatkan dalam membuat media

pembelajaran berbasis ICT?

Tidak dapat membuat sendiri media ICT secara spesifik karena membutuhkan pemrograman. Selain itu, pengetahuan IT guru masih minim, sehingga sangat sulit untuk membuat media pembelajaran berbasis ICT.

17

Kesulitan-kesulitan apa yang Bapak/Ibu dapatkan dalam penggunaan media pembelajaran berbasis ICT di kelas?

Kesulitan yang dihadapi dalam penerapan media pembelajaran berbasis ICT di kelas yaitu belum mampu menggunakan media tersebut secara maksimal.

18

Apakah media pembelajaran berbasis ICT yang digunakan atau dibuat sudah sesuai dengan tuntutan Kurikulum 2013 di Sekolah Bapak/Ibu?

Media yang digunakan sudah diusahakan sesuai dengan tuntutan Kurikulum 2013, walaupun belum maksimal. Hal ini disebabkan karena salah satu faktor keberhasilan penerapan kurikulum 2013 yaitu penggunaan media dalam proses pembelajaran.

19

Apakah media berbasis ICT yang sudah Bapak/Ibu gunakan dapat

menumbuhkan antusias belajar siswa?

Siswa sangat bersemangat dalam mengikuti pembelajaran ketika menggunakan media pembelajaran berbasis ICT. Hal ini disebabkan karena anak-anak zaman sekarang sedang dalam keadaan “demam” gadget. Siswa lebih

146

tertarik atau memiliki daya tarik yang tinggi terhadap pembelajaran yang menggunakan teknologi ICT atau komputer. Namun, kendalanya adalah siswa tidak dapat mengoperasikan sendiri media tersebut karena kekurangan sarana dan prasarana. Sehingga, media yang digunakan hanya bersifat satu arah.

20

Apakah media pembelajaran berbasis ICT membantu Bapak/Ibu dalam proses pembelajaran?

Media ICT sangat membantu guru dalam proses pembelajaran di kelas.

21

Apakah media pembelajaran berbasis ICT yang Bapak/Ibu gunakan sudah mengakomodasi 5M dalam pendekatan saintifik?

Hal tersebut tergantung pintarnya guru dalam menggunakan media. 5M tersebut dapat diakomodasi dengan baik jika sudah ada media. Namun, kendalanya adalah anak-anak kurang memiliki rasa ingin tahu yang tinggi dan pasif.

22

Saran apa yang dapat Bapak/Ibu berikan terkait dengan pengembangan media pembelajaran berbasis ICT?

Sarannya agar media yang dikembangkan disesuaikan dengan tema.

23

Apa keinginan Bapak/Ibu terkait dengan pengembangan media pembelajaran berbasis ICT?

Harapannya agar media pembelajaran berbasis ICT mampu membuat siswa lebih mudah dalam menerima informasi, lebih mudah dalam mengkonstruksi informasi, dan memiliki minat yang tinggi.

Yogyakarta, 09 Juli 2015 Peneliti,

148

LAMPIRAN 6

DATA MENTAH HASIL

VALIDASI AHLI MEDIA

149

LAMPIRAN 6

159

LAMPIRAN 7

DATA MENTAH HASIL

VALIDASI GURU SD

160

LAMPIRAN 7

Tema 1. Subtema Keberagaman Budaya Bangsaku Page 170

Pemetaan Kompetensi Dasar 1 dan 2

SUBTEMA 1

Keberagaman Budaya Bangsaku

BAHASA INDONESIA

1.1 Meresapi makna anugerah Tuhan Yang Maha Esa berupa bahasa Indonesia yang diakui sebagai bahasa persatuan yang kokoh dan sarana belajar untuk memperoleh ilmu pengetahuan. 2.4 Memiliki kedisiplinan dan

tanggungjawab terhadap penggunaan alat teknologi modern dan tradisional, proses

PJOK

1.1 Menghargai tubuh dengan seluruh perangkat gerak dan kemampuannya sebagai anugerah Tuhan yang tidak ternilai.

1.2 Tumbuhnya kesadaran bahwa tubuh harus dipelihara dan dibina, sebagai wujud syukur kepada sang Pencipta.

2.1 Menunjukkan disiplin, kerjasama, toleransi, belajar menerima kekalahan dan kemenangan, sportif dan tanggungjawab, menghargai perbedaan.

2.7 M enerima kekalahan dan kemenangan dalam permainan.

SBdP

3.1 Mengenal karya dua dan tiga dimensi berdasarkan pengamatan. 3.2 Membedakan panjang-pendek bunyi, dan tinggi-rendah nada

dengan gerak tangan.

3.3 Mengenal tari-tari daerah dan keunikan geraknya.

4.2 Membuat karya seni kolase dengan berbagai bahan di lingkungan sekitar.

4.5 Menyanyikan lagu dengan gerak tangan dan badan sesuai dengan tinggi rendah nada.

4.10 Memperagakan makna gerak kedalam bentuk tari bertema dengan mengacu pada gaya tari daerah berdasarkan ruang gerak.

Matem atika

1.1 Menerima, menjalankan, dan menghargai ajaran agama yang dianutnya.

2.1 Memiliki rasa ingin tahu dan ketertarikan pada matematika yang terbentukmelalui pengalaman belajar. 2.2 Memiliki rasa percaya pada daya dan

kegunaan matematika yang terbentuk melalui pengalaman belajar.

IPA

1.1 Bertambah keimanannya dengan menyadari hubungan keteraturan dan kompleksitas alam dan jagad raya terhadap kebesaran Tuhan yang menciptakannya, serta mewujudkannya dalam pengamalan ajaran agama yang dianutnya. 2.1 Menunjukkan perilaku ilmiah (memiliki rasa

ingin tahu; objektif; jujur; teliti;cermat; tekun; hati-hati; bertanggungjawab; terbuka; dan peduli lingkungan) dalama ktivitas sehari-hari sebagai wujud implementasi sikap dalam melakukan inkuiri ilmiah dan berdiskusi. 2.2 Menghargai kerja individu dan kelompok dalam

aktivitas sehari-hari sebagai wujud implementasi melaksanakan penelaahan fenomena alam secara mandiri maupun berkelompok.

PPKn

1.1 Menghargai kebhinneka tunggal ikaan dan keberagaman agama, suku bangsa, pakaian tradisional, bahasa rumah adat, makanan khas upacara adat, sosial, dan ekonom di lingkungan rumah, sekolah dan masyarakat sekitar.

1.2 Menghargai kebersamaan dalam keberagaman sebagai anugerah Tuhan Yang Maha Esa di lingkungan rumah, sekolah dan masyarakat sekitar. 2.1 Menunjukkan perilaku, disiplin,

tanggungjawab, percaya diri, berani mengakui kesalahan, meminta maaf dan member maaf sebagaimana dicontohkan tokoh penting yang berperan dalam perjuangan menentang penjajah hingga kemerdekaan Republik Indonesia sebagai perwujudan nilai dan moral Pancasila. 2.4 Menunjukkan perilaku bersatu sebagai wujud

keyakinan bahwa tempat tinggal dan lingkungannya sebagai bagian dari wilayah Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI)

IPS

1.3 Menerima karuni a Tuhan YME yang telah menciptakan manusia dan lingkungannya

2.3 Menunjukkan perilaku santun, toleran dan peduli dalam melakukan

interaksi

sosial dengan lingkungan dan teman sebaya

Dokumen terkait