• Tidak ada hasil yang ditemukan

Alat sensor penangkap citra mengalami kendala bila kondisi lahan yang terlalu dalam lumpurnya. Selain itu pada saat pengoperasian terkadang roda mengalami bergeser mundur (roda tidak berputar) sehingga menyebabkan sensor tidak membaca magnet. Hal tersebut menyebabkan jumlah foto hasil tangkapan berkurang. Oleh karena itu, alat perlu dirancang pada kondisi lumpur yang dalam. Dalam perancangan juga perlu diperhatikan agar roda tersebut dapat dapat berputar sehingga sensor dapat membaca magnet. Jumlah foto hasil tangkapan yang lebih disebabkan oleh program tidak berjalan. Hal tersebut disebabkan lubang untuk kabel usb kamera yang sudah kendur. Penggantian laptop untuk mengatasi lubang kabel usb yang kendur belum bisa dilakukan. Hal ini disebabkan, jika mengganti laptop untuk menyesuaikan perangkat untuk membaca kamera (kabel usb) maka harus mengganti perangkat pembaca sensor, yakni kabel pararel port. Kabel

pararel port hanya bisa digunakan pada laptop tertentu. Penggunaan laptop atau kabel perantara

selain pararel port untuk membaca sensor perlu diperhatikan untuk mengurangi hal tersebut. Pemilihan seperti perantara kabel usb untuk membaca sensor supaya dapat digunakan pada semua jenis laptop.

Saat pengoperasian alat sulit mengatur agar dapat bergerak lurus dan menjaga ketinggian. Hal ini disebabkan jumlah roda yang digunakan satu dimana diperlukan keseimbangan dalam pengeoperasian alat tersebut. Penggunaan penahan seperti tali yang diikatkan pada operator diperlukan agar memudahkan pengoperasian alat.

DAFTAR PUSTAKA

Abdulrahman S, Suparyono, Widiarta IN, Nugraha US, dan Hasanuddin A. 2001. Teknologi untuk peningkatan produksi padi nasional. Dalam Wahid AS (ed). 2003. Peningkatan efisiensi pupuk nitrogen pada padi sawah dengan metode bagan warna daun. Jurnal Litbang Pertanian 22(4) : 156-161.

Arymurthy AM, Suryani S. 1997. Pengantar Pengolahan Citra. PT. Elex Media Komputido. Jakarta. Baranoski GVG, Rokne JG. 2005. A practical approach for estimating the red edge position of plant

leaf reflectance. Internasional Journal of Remote Sensing 26 (3) : 503-521.

Barus B, Wiradisastra US. 1996. Sistem Informasi Geografis. Dalam Maharjanti RY (ed). 2009. Pemetaan Sawah Baku Kabupaten Subang Bagian Timur dengan Citra Satelit Alos [skripsi]. Bogor : Program Sarjana, Institut Pertanian Bogor.

BB Padi. 2006. Bagan warna daun menghemat penggunaan pupuk N. Dalam Gani A (ed). 2006. Bagan warna daun. Balai Besar Penelitian Padi.

BPPT. 2000. Padi (Oryza Sativa). http://www.warintek.ristek.go.id/pertanian/padi.pdf. [7 April 2011] Brady NC. 1974. The Nature and Properties of Soils. 8th edition. Dalam Hardjowigeno S (ed). 2007.

Ilmu Tanah. CV Akademia Presindo. Jakarta.

Cho MA. 2007. Hyperspectral remote sensing of biochemical and biophysical parameters : the derivative red-edge double-peak feature, a nuisance or an oppurtunity? [Thesis]. International Institute of Geoinformation Science and Earth Observation. Enschede and Wageningen University. The Netherland.

Direktorat Jenderal Pendidikan Tinggi Departemen Pendidikan dan Kebudayaan. 1991. Kesuburan

Tanah.

Dobermann A, Fairhurst T. 2000. Rice : Nutrient Disorders & Nutrient Management. Dalam Gani A (ed). 2006. Bagan warna daun. Balai Besar Penelitian Tanaman Padi.

Donahue RL, Miller RW, and Shickluna JC. 1977. Soils An Introduction to Soils and Plant Growth.

Dalam Hardjowigeno S (ed). 2007. Ilmu Tanah. CV Akademia Presindo. Jakarta.

Gani A. 2006. Bagan warna daun. Balai Besar Penelitian Tanaman Padi.

Gates DM, Keegan HJ, Schleter JC, and Weidner VR. 1965. Spectral properties of plants. Applied Optics 4 (1) : 11-20.

Hardjowigeno S. 2007. Ilmu Tanah. CV Akademia Presindo. Jakarta.

Horlel DNH, Dockray M. and Barber J. 1983. The red-edge of plant leaf reflectance. International Journal Remote Sensing 4 (2) : 273-288.

Ismunadji M, Zulkarnaini I, Partohardjono S, dan Yazawa F. 1985. Diagnosis Status Hara Nitrogen

Kedelai dan Padi Berdasarkan Warna Daun. Bogor : Pusat Penelitian dan Pengembangan

Tanaman Pangan.

Jumin HB. 2005. Dasar-Dasar Agronomi. PT. Rajagrafindo Persada. Jakarta.

Kim KS, Giacomelii GA, Sase S , Son JE, Nam SW, and Nakazama F. 2006. Optimization of growth environment in a plant production facility using a chlorophyll fluorescence method. JARQ 40 (2) : 149-156. Dalam Gani A (ed) . 2006. Bagan warna daun. Balai Besar Penelitian Tanaman Padi.

Lamb DW, Steyn-Ross M, Schaare P, Hanna MM, Silvester W, and Steyn-Ross A. 2002. Estimating leaf nitrogen concentration in ryegrass (Lolium spp.) pasture using the chlorophyll red-edge : theoretical modelling and experimental observation. Internasional Journal of Remote Sensing 23 (18) : 3619-3648.

Maharjanti RY. 2009. Pemetaan sawah baku kabupaten subang bagian timur dengan citra satelit alos [skripsi]. Bogor : Program Sarjana, Institut Pertanian Bogor.

Morales T. 2000. Bagan warna daun alat yang mudah dan murah. Dalam Wahid AS (ed). 2003. Peningkatan efisiensi pupuk nitrogen pada padi sawah dengan metode bagan warna daun. Jurnal Litbang Pertanian 22(4) : 156-161.

Peraturan Menteri Pertanian Nomor 40. 2007. Rekomendasi pemupukan N, P, dan K pada padi sawah spesifikasi lokasi. http://www.deptan.go.id/bdd/admin/file/Permentan-40-07.pdf. [26 Febuari 2010].

Prabawa S, Pramudya B, Astika IW, Setiawan RPA, dan Rustiadi E. 2009. Sistem informasi geografis dalam pertanian presisi aplikasi pada kegiatan pemupukan di perkebunan tebu. Makalah Presentasi di Seminar Nasional Himpunan Informatika Pertanian Indonesia (HIPI) di Bogor, 6- 7 Agustus 2009.

Prahasta E. 2005. Konsep-Konsep Dasar Sistem Informasi Geografis. CV Informatika. Bandung

Dalam Maharjanti RY (ed). 2009. Pemetaan Sawah Baku Kabupaten Subang Bagian Timur

dengan Citra Satelit Alos [skripsi]. Bogor : Program Sarjana, Institut Pertanian Bogor.

Pusat Penelitian Tanah. 1983. Klasifikasi Kesesuaian Lahan.Dalam Hardjowigeno S (ed). 2007. Ilmu

Tanah. CV Akademia Presindo. Jakarta.

Sanchez PA. 1976. Properties and Management of Soils in the Tropic. Dalam Hardjowigeno S (ed). 2007. Ilmu Tanah. CV Akademia Presindo. Jakarta.

Sarwono J. 2006. Teori analisa korelasi. http://www.jonathansarwono.info/korelasi/korelasi.htm. [15 Febuari 2011].

Tangkowit R, Salokhe V, Jayasuria H. 2006. Development of tractor mounted real-time variable rate herbicide applicator for sugarcane planting. Agricultural Engineering Internasional : the CIGR Ejournal Vol. VIII, June, 2006.

Wahid AS, Nasruddin, Saenong S. 2001. Efisiensi dan diseminasi pemupukan nitrogen dengan metode LCC pada tanaman padi sawah. Jurnal Pengkajian dan Pengembangan Teknologi Pertanian 4(2) : 108-117.

Wahid AS. 2003. Peningkatan efisiensi pupuk nitrogen pada padi sawah dengan metode bagan warna daun. Jurnal Litbang Pertanian 22(4) : 156-161.

Dokumen terkait