BAB V PENUTUP
B. Saran
Berdasarkan beberapa simpulan yang telah dijelaskan, ada beberapa saran yang diajukan oleh penulis, yaitu:
1. Diharapkan surat kabar Kompas dapat dikenalkan kepada peserta didik sebagai bahan analisis pilihan kata yang tepat dan baik. Maka, diharapkan bagi pendidik untuk dapat memanfaatkan surat kabar ini sebagai media pembelajaran bahasa nantinya.
2. Pembelajaran diksi yang telah didapatkan dalam surat kabar tersebut diharapkan dapat dijadikan sebagai bekal dalam pembentukan karakter yang menghargai bahasa bangsa sendiri. 3. Untuk mahasiswa/i bahasa, peneliti mengharapkan ada penelitian
lainnya mengenai penggunaan diksi pada media massa terutama dalam media massa cetak.
82
DAFTAR PUSTAKA
Arifin, E. Zaenal, dkk. Pemakaian Bahasa dalam Iklan Berita dan Papan Reklame. Jakarta: Pusat Pembinaan dan Pengembangan Bahasa Departemen Pendidikan dan Kebudayaan, 1992.
Barus, Sedia Willing. Jurnalistik: Petunjuk Teknis Menulis Berita, ___:Gelora Aksara Pratama. 2010.
Chaer, Abdul dan Liliana Muliastuti. Semantik Bahasa Indonesia. Jakarta: Pusat Penerbitan Universitas Terbuka. 2003
Departemen Pendidikan Nasional. Kamus Besar Bahasa Indonesia Pusat Bahasa. Jakarta: Gramedia Pustaka Utama. 2008.
Halim, Andreas. Kamus Lengkap 900 Milyard. Surabaya: Fajar Mulya.
Hamidih, Fathan Nur. Peran Harian Kompas Dalam Memelihara Pluralitas di Indonesia. Skripsi pada UIN Syarif Hidayatullah Jakarta. Jakarta. 2011. Tidak dipubliksikan.
Kadir, dkk. Pedoman Penulisan Skripsi. Jakarta: Fakultas Ilmu Tarbiyah dan Keguruan UIN Syarif Hidayatullah Jakarta. 2011.
Keraf, Gorys. Diksi dan Gaya Bahasa. Jakarta: Gramedia Pustaka Utama. 2009. Kridalaksana, Harimurti. Kamus Linguistik Edisi Keempat. Jakarta: Gramedia
Pustaka Utama. 2008.
Kurniawati, Wati dan Buha Aritonang. Kosa Kata Dominan Surat Kabar Ibukota dalam Kaitannya Dengan Pembentukan Opini Publik. Jakarta: Pusat Bahasa Kementerian Pendidikan Nasional. 2010.
Mahsun. Metode Penelitian Bahasa: Tahapan Strategi, metode, dan tekniknya. Jakarta: Raja Grafindo Persada. 2007.
Muhammad. Metode Penelitian Bahasa. Jakarta: Ar-Ruzzmedia. 2011.
Muis, Muhammad, dkk. Perluasan Makna Kata dan Istilah dalam Bahasa Indonesia. Jakarta: Pusat Bahasa Kementerian Pendidikan Nasional. 2010. Pusat Bahasa Departemen Pendidikan Nasional. Kamus Besar Bahasa Indonesia
Rosyadi, Zabrina. Analisis Penerapan Bahasa Jurnalistik Berita Utama Surat Kabar Empat Lawang Express Edisi Desember 2010. Skripsi pada UIN Syarif Hidayatullah Jakarta. Jakarta. 2011. Tidak dipublikasikan
Rahardi, R. Kunjana. Bahasa Indonesia untuk Perguruan Tinggi. Jakarta: Erlangga. 2009.
Ramlan, dkk. .Bahasa Indonesia yang Salah dan Yang Benar. Yogyakarta: Andi Offset. 1997.
Siregar, Ras. Bahasa Indonesia Jurnalistik. Jakarta: Pustaka Grafika. 1987. Sobur, Alex. Analisis Teks Media. Bandung: Remaja Rosdakarya. 2004
Sugono, Dendy.Mahir Berbahasa Indonesia Dengan Benar. Jakarta: Kompas Gramedia. 2009.
Suhaemi dan Ruli Nasrullah. Bahasa Jurnalistik. Jakarta: Lembaga Penelitian UIN Syarif Hidayatullah. 2009.
Sumadiria, AS Haris. Menulis Artikel Dan Tajuk Rencana. Bandung: Simbiosa Rekatama Media. 2005.
Supyaman, Ukun. Pilihan Kata Dalam Bahasa Indonesia. Bandung: Penerbit Alumni. 1984.
Takomala, Aris. Analisis Bahasa Jurnalistik Berita Utama Surat Kabar Republika Edisi Desember 2008. Skripsi pada UIN Syarif Hidayatullah Jakarta, Jakarta. 2009. Tidak dipublikasikan.
Tera, R.I. Panduan Pintar EYD: Pedoman Umum Ejaan Bahasa Indonesia Yang Disempurnakan. Yogyakarta: Indoensia Tera. 2010
Tim Prima Pena. Kamus Ilmiah Populer Edisi Lengkap. Surabaya: Gitamedia Press. 2006
Cahya Kamila,Sofiana. “Karakteristik diksi dan gaya bahasa puisi anak surat kabar Kompas (sebuah kajian psikologisemantik)”(file:///E:/Local%20Disk%20E/SKRIPSI/SKRIPSI%20F IX/Karakteristik%20diksi%20dan%20gaya%20bahasa%20puisi%20anak%2
0surat%20kabar%20Kompas%20%28sebuah%20kajian%20psikologi-84
semantik%29%20_%20Sofiana%20Cahya%20Kamila.htm), 2 September 2013.
Kompas.com. “Syarat dan
Ketentuan”.file:///E:/Local%20Disk%20E/SKRIPSI/SKRIPSI%20FIX/Syarat
%20&%20Ketentuan%20Surat%20Pembaca%20-%20KOMPAS.com.htm, 21 September 2013.
Kompas Gramedia, The Strongest of Foundations, tt.p. t.p.
repository.unhas.ac.id/bitstream/handle/123456789/.../BAB%20III.docx? 13 September 2013
Laksmi Karengga Ruci, Dwi.“Diksi Dalam Judul-judul Berita Harian Lampu
Hijau”.
(file:///E:/Local%20Disk%20E/SKRIPSI/SKRIPSI%20FIX/DIKSI%20DALA M%20JUDUL-JUDUL%20BERITA%20HARIAN%20LAMPU.htm),2 Sepember 2013
Tri Hidayani Maulita, Chusnul. “Diksi Surat Pembaca dalam Surat Kabar Harian
Jawa Pos”.
file:///E:/Local%20Disk%20E/SKRIPSI/SKRIPSI%20FIX/UBT%20Repositor y%20%20DIKSI%20SURAT%20PEMBACA%20DALAM%20SURAT%20 KABAR%20HARIAN%20JAWA%20POS.htm, 2 September 2013
Lampiran 1
RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN BERKARAKTER MATA PELAJARAN BAHASA DAN SASTRA INDONESIA
SEKOLAH : SMP
MATA PELAJARAN : Bahasa Indonesia
KELAS : IX
SEMESTER : 1
A. STANDAR KOMPETENSI :
12.3 Menulis surat pembaca tentang lingkungan sekolah. B. KOMPETENSI DASAR :
12. Mengungkapkan pikiran, perasaan, dan informasi dalam bentuk karya ilmiah sederhana, teks pidato, surat pembaca.
C. MATERI PEMBELAJARAN :
1. Menulis surat pembaca dengan bahasa yang santun berdasarkan permasalahan lingkungan sekolah.
2. Menanggapi surat pembaca tentang lingkungan sekolah dengan bahasa yang santun dan pilihan kata yang tepat.
D. PENILAIAN
No Indikator Pencapaian
Kompetensi Karakter siswa yang diharapkan 1 Mampu menentukan
permasalahan di lingkungan sekolah yang perlu mendapat perhatian atau penanganan.
Dapat dipercaya ( Trustworthines)
2 Mampu menuliskan permasalahan tersebut menjadi sebuah surat pembaca yang santun, memilih diksi yang tepat dan efektif.
Rasa hormat dan perhatian ( respect )
Mampu menanggapi surat pembaca dengan bahasa yang santun.
Tekun ( diligence )
Tanggung jawab ( responsibility ) E. TUJUAN PEMBELAJARAN :
Siswa dapat:
Setelah mengamati keadaan lingkungan sekolah, siswa dapat menentukan sebuah permasahan yang perlu mendapat perhatian atau penanganan.
Melalui permasalahan yang ditemukan, siswa dapat menentukan siapa yang perlu menangani permasahan tersebut.
Melalui permasalahan yang ditemukan, siswa dapat menulis surat pembaca dengan bahasa yang santun dan pilihan kata yang tepat.
Berdasarkan surat pembaca yang dibuat oleh temannya satu kelas, siswa dapat menanggapi dengan bahasa yang santun.
F. METODE PEMBELAJARAN :
Penugasan
Tanya Jawab
Pemodelan
G. LANGKAH-LANGKAH KEGIATAN PEMBELAJARAN :
No. Kegiatan Belajar
1. Kegiatan Awal :
Apersepsi :
Guru mengucapkan salam
Mengecek kehadiran siswa
Guru mengondisikan kelas
Guru bertanya kepada peserta didik yang telah
mengetahui surat pembaca dan pernah membuat surat pembaca.
Motivasi : .
Guru menjelaskan secara singkat tujuan pembelajaran menulis karangan cerita yang mengesankan.
2. Kegiatan Inti :
Eksplorasi
Dalam kegiatan eksplorasi, guru:
Siswa diajak bertanya jawab tentang surat pembaca di majalah atau di koran.
Siswa dibentuk kelompok. Kelompok ditentukan berdasarkan piket kelas. Tiap kelompok mendapat tugas yang berbeda.
Kelompok Tugas pengamatan Senin toilet
Selasa kantin Rabu tempat sepeda Kamis tempat sampah
Setiap kelompok mendapat tugas untuk mencari permasalahan. Permasalahan tersebut berupa pendapat atau saran setelah melakukan pengamatan.
Setiap siswa membuat surat pembaca berdasarkan pengamatan yang telah dilakukan.
Salah satu hasil pekerjaan siswa dalam setiap kelompok ditukarkan dengan kelompok lain untuk ditanggapi.
Setelah menemukan permasalahan, siswa kembali ke kelas dan berdiskusi tentang tujuan surat pembaca yang akan dibuat.
menggunakan beragam pendekatan pembelajaran, media pembelajaran, dan sumber belajar lain
melibatkan peserta didik secara aktif dalam setiap kegiatan pembelajaran
Elaborasi
Dalam kegiatan elaborasi,
memfasilitasi peserta didik melalui pemberian tugas, diskusi, dan lain-lain untuk memunculkan gagasan baru baik secara lisan maupun tertulis
memberi kesempatan untuk berpikir, menganalisis, menyelesaikan masalah, dan bertindak tanpa rasa takut
memfasilitasi peserta didik dalam pembelajaran kooperatif dan kolaboratif
memfasilitasi peserta didik berkompetisi secara sehat untuk meningkatkan prestasi belajar
memfasilitasi peserta didik untuk menyajikan hasil kerja individual maupun kelompok
Dalam kegiatan konfirmasi, guru:
memberikan umpan balik positif dan penguatan dalam bentuk lisan, tulisan, isyarat, maupun hadiah terhadap keberhasilan peserta didik;
berfungsi sebagai narasumber dan fasilitator dalam menjawab pertanyaan peserta didik yang menghadapi kesulitan, dengan menggunakan bahasa yang baku dan benar;
membantu menyelesaikan masalah;
memberikan motivasi kepada peserta didik yang kurang atau belum berpartisipasi aktif.
3. Kegiatan Akhir :
Guru bersama siswa mengadakan refleksi dengan cara tanya jawab tentang manfaat surat pembaca.
bersama-sama dengan peserta didik dan/atau sendiri membuat rangkuman/simpulan pelajaran;
melakukan penilaian dan/atau refleksi terhadap kegiatan yang sudah dilaksanakan secara konsisten dan
terprogram
Guru menyimpulkan pembelajaran hari ini.
Penugasan
H. ALOKASI WAKTU : 4 x 45 menit
I. SUMBER BELAJAR/ALAT/BAHAN :
Buku Belajar Berbahasa Belajar Berkomunikasi (Buku Pelajaran Bahasa dan Sastra Indonesia SMP/MTs. ) oleh Barokah Santoso, dkk., dan media massa cetak.
Tes lisan dan tulis
Bentuk Instrumen Subjektif Uraian Terbatas Contoh Instrumen
1. Lakukan pengamatan di lingkungan sekolah!
2. Tentukan permasalahan yang layak untuk diangkat dalam surat pembaca. 3. Permasalahan tersebut bisa berupa saran maupun kritikan.
4. Tulislah saran atau kritikanmu dalam bentuk surat pembaca dengan pilihan kata yang tepat dan efektif!
5. Tukarkah kepada teman sebangkumu!
6. Komentari atau tanggapilah pekerjaan temanmu dengan bahasa yang santun!
7. Kembalikan, dan tempelkan di mading kelas!
Jawaban :
1) (Tindakan)
2) Pemilhan sampah di tempat sampah tidak sesuai dengan jenis sampah.
3) Polisi Sampah
Tempat sampah di SMPN 1 Ciputat seharusnya berisi sampah yang sudah dipisahkan. Sampah plastik, sampah kertas, sampah daun harus ditempatkan berbeda, yaitu sampah organik dan anorganik. Namun, di tempat sampah kantin sekolah masih campur. Padahal sudah disediakan tempat sampah dua macam dan ada tulisannya. Bagaimana kalau disiapkan “POLISI SAMPAH?”
SKOR MAKSIMUM
Format Penilaian Surat Pembaca
1 Ejaan yang baik dan benar 2
2 Diksi yang baik dan benar 2
3 Keefektifan kalimat 2
4 Bahasa yang santun 2
Skor Perolehan NILAI = --- x 100 Mengetahui, Kepala Sekolah Tangerang Selatan, Guru Mata Pelajaran
SILABUS PEMBELAJARAN
Sekolah :SMP MABAD REMPOA
Mata Pelajaran : BAHASA INDONESIA
Kelas/Semester : IX / I
Standar Kompetensi : Menulis
12. Mengungkapkan pikiran, perasaan, dan informasi dalam bentuk karya ilmiah sederhana, teks pidato, surat pembaca.
Kompete nsi Dasar Materi Pembelajaran Kegiatan Pembelajaran Indikator Pencapaian Kompetensi Penilaian Alokasi Waktu Sumber Belajar Teknik Penilaian Bentuk Instrumen Contoh Instrumen
Kompete nsi Dasar Materi Pembelajaran Kegiatan Pembelajaran Indikator Pencapaian Kompetensi Penilaian Alokasi Waktu Sumber Belajar Teknik Penilaian Bentuk Instrumen Contoh Instrumen 12. 3 Menulis surat pembaca tentang lingkunga n sekolah Penulisan surat pembaca oMembaca dan mencermati surat oembaca yang diambil dari media cetak oBerdiskusika n untuk menentukan hal-hal pokok yang harus ada dalam surat surat pembaca oMengamati lingkungan sekolah untuk menentukan permasalahan /usul/saran yang akan Mampu menentukan hal-hal pokok dalam surat pembaca
Mampu menentukan permasalahan/usula n/saran/ yang akan disampaikan dalam surat pembaca Mampu menulis surat pembaca Mampu menyunting surat pembaca Tes praktik/kinerja Uji petik kerja Tentukan topik masalah Tulislah kritikan/saran dengan menggunakan pilihan kata yang tepat dan kalimat yang efektif!s 4X45’ Buku Teks Media massa cetak
nsi Dasar Materi Pembelajaran Kegiatan Pembelajaran Pencapaian Kompetensi Alokasi Waktu Sumber Belajar Teknik Penilaian Bentuk Instrumen Contoh Instrumen disampaikan dalam surat pembaca.
USWATUN KHASANAH, yang biasa dipanggil dengan Uswa atau Uswatun ini adalah anak pertama dari tiga bersaudara. Ia menuntaskan pendidikan TK Ulul Albab lanjut pendidikan dasarnya di SD Negeri Mekarsari, kemudian melanjutkan pendidikannya di SMP Negeri 1 Tigaraksa setelah itu melanjutkan pendidikan di SMK Negeri 1 Rangkasbitung. Selanjutnya, ia melanjutkan pendidikannya di UIN Syarif Hidayatullah Jakarta, Fakultas Ilmu Tarbiyah dan Keguruan dengan memilih jurusan Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia. Ia aktif dalam oragnisasi kepemudaan baik tingkat RW, kampus maupun nasional. Motto hidupnya adalah dapat bermanfaat bagi orang lain, maka ia senang aktif dimana saja dan kapan saja. Cita-citanya adalah dapat membangun negeri maka salah satu langkahnya adalah menjadi pendidik yang professional, menjadi teladan dan membina peserta didik menjadi calon pemimpin bangsa yang dinanti ibu pertiwi. Ia mempunyai harapan dapat membina anak-anak negeri di pelosok-pelosok yang membutuhkan pendidikan.
Menjadi guru adalah salah satu usahanya membangun negeri, ia juga aktif di komunitas jurnalistik kemanusiaa untuk membantu sesama manusia yang membutuhkan, dan ia termasuk staff di salah media on line dakwah. Guru bukan menjadi suatu profesi mencari materil maka ia punya hobi yang dapat membantunya menghasilkan materil yaitu menjadi wirausaha.