• Tidak ada hasil yang ditemukan

4. Perencanaan Keperawatan dan Rasional

3.2. Saran

- Bagi Pelayanan Kesehatan

Agar petugas kesehatan selalu memberikan pengarahan kepada pasien dan keluarga agar mampu memahami dalam pengobatan terhadap keluarga pasien.

- Bagi Institusi Pendidikan

Agar pendidikan lebih meningkatkan pengayaan, penerapan, dan pengajaran asuhan keperawatan kepada mahasiswa. Meningkatkan ilmu pengetahuan dan memberikan keterampilan yang lebih kepada mahasiswa. - Bagi Pasien dan Keluarga

Dengan adanya asuhan keperawatan yang dilakukakan oleh perawat kepada klien, diharapkan klien dan keluarga mandiri dalam mencegah, meningkatkan dan mempertahankan kesehatan bagi diri, keluarga maupun lingkungan, sehingga tercapai derajat kesehatan yang optimal

BAB II

PENGELOLAAN KASUS

2.1. Konsep Dasar Asuhan Keperawatan dengan Masalah Kebutuhan Dasar Nutrisi

2.1.1. Definisi Nutrisi

Nutrisi merupakan proses pemasukan dan pengolahan zat makanan oleh tubuh yang bertujuan menghasilkan energi dan digunakan dalam aktivitas tubuh (Aziz, 2006).

Nutrisi adalah zat- zat gizi atau zat-zat lain yang berhubungan dengan kesehatan dan penyakit, termasuk keseluruhan proses dalam tubuh manusia untuk menerima makanan atau bahan –bahan dari lingkungan hidupnya dan menggunakan bahan-bahan tersebut untuk aktivitas penting dalam tubuh serta mengeluarkan sejak sisanya (tarwoto dan wartonah, 2010).

Nutrien merupakan elemen penting untuk proses and fungsi tubuh. Enam kategori zat makanan adalah karbohidrat, protein, lemak, vitamin, mineral dan air. Kebutuhan energi dipenuhi dengan metabolisme karbohidrat, protein dan lemak. Vitamin dan mineral tidak menyediakan energi, tetapi penting untuk proses metabolisme dan keseimbangan asam basa. Air adalah komponen tubuh yang vital dan bertindak sebagai penghancur zat makanan (potter & Perry,2005).

2.1.2. Kategori Zat Makanan 1. Karbohidrat

a. Pengertian Karbohidrat

Menurut potter & perry (2005) Karbohidrat merupakan sumber energy utama dalam diet. Tiap gram karbohirat menghasilkan 4 kilokalori (kkal). Jumlah karbohidrat yang sedikit disimpan dalam hati dan otot dalam bentuk glikogen. Glikogen, yang disintesis dari glukosa, menyediakan energy selama periode puasa yang singkat. Kelebihan kalori karbohidrat disimpan sebagai lemak. Metabolisme karbohidrat terdiri dari 3 proses utama :

1. Katabolisme glikogen menjadi glukosa, karbondioksida dan air (glikogenolisis)

2. Anabolisme glukosa menjadi glikogen untuk penyimpanan (glikogenesis)

3. Perubahan asam amino dan gliserol menjadi glikogen untuk energi (glukoneogenesis)

Penyerapan karbohidrat yang dikonsumsi masih dapat ditemukan dalam 3 bentuk, yaitu Polisakarida, Disakarida, dan Monosakarida. Didakarida dan monosakarida mempunyai sifat mudah larut dalam air sehingga mudah diserap melawati dinding usus mengikuti hokum difusi osmose yang tidak memerlukan tenaga serta langsung memasuki pembuluh darah. Proses penyerapan tenaga dan mengikuti hokum difusi osmose dikenal sebagai penyerapan pasif.

b. Sumber Karbohidrat

Sumber karbohidrat dalam makanan antara lain:

1. Serealia dan makanan yang terbuat dari serealia. Contoh: gandum, beras, jagung.

2. Gula murni (sukrosa)

3. Sayuran (misal: kentang, kacang-kacangan, sayuran hijau, dan sayuran akar lain). Akan tetapi, kandungan karbohidrat dalam panganan tersebut lebih rendah.

4. Buah-buahan. Buah mengandung 5% - 10% gula. Makin manis rasa buah, makin tinggi kandungan gulanya.

5. Susu. Susu memiliki kandungan gula laktosa. Akan tetapi, keju dan mentega yang terbuat dari susu justru tidak mengandung karbohidrat.

c. Fungsi Karbohidrat

Fungsi karbohidrat dalam susunan makanan antara lain: 1. Sebagai sumber energy

Proses oksidasi glukosa barlangsung didalam sel. Senyawa ini dipecah melalui serangkaian reaksi kimia dan menghasilkan sejumlah energi. Setiap 1 g karbohidrat menghasilkan energi sebesar 16 kJ (3,75 kkal).

2. Sebagai penghasil lemak

Kelebihan karbohidrat dalam tubuh diubah menjadi lemak. Proses konversi ini berlangsung dalam hati meskipun lemak tersimpan diseluruh tubuh, yakni di dalam sel lemak jaringan adiposa (penimbun lemak). Diet karbohidrat yang berlebihan menyebabkan kegemukan.

3. Sebagai pasangan protein

Karbohidrat dibutuhkan dalam susunan makanan sebagai “pasangan protein”. Jika susunan makanan mengandung sedikit karbohidrat, presentase protein yang harus disediakan sebagai sumbar energi akan lebih besar dari biasanya. Karena peran utama protein adalah sebagai bahan dasar pertumbuhan dan perbaikan jaringan yang rusak, maka asupan karbohidrat yang cukup harus diberikan agar protein dalam makanan dapat digunakan untuk keperluan pertumbuhan.

2. Lemak

a. Pengertian Lemak

Lemak adalah senyawa yang mengandung unsur karbon, hidrogen dan oksigen. Lemak sendiri merupakan ester dari gliserol dan asam lemak. Pencernaan lemak dimulai dalam lambung, karna dalam lambung tidak ada enzim pemecah lemak.

b. Jenis-jenis Lemak

Pada dasarnya ada dua tepi asam lemak, yaitu:

1. Asam lemak jenuh. Asam lemak ini memiliki rantai hidrokarbon yang jenuh hidrogen.

2. Asam lemak tak jenuh. Asam lemak ini memiliki rantai hidraokarbon yang tidak jenuh-hidrogen, dan karenanya mempunyai satu ikatan rangkap atau lebih.

c. Sumber lemak dalam diet

Sumber lemak dalam diet meliputi daging, ikan, mentega, mergarin, susu, krim, keju, makanan panggang, minyak dan lemak untuk memasak, telur, serta makanan lain (miasl; es krim, cokelat, kembang gula, biji-bijian, dan kuah salad). Sayur-sayuran dan buah-buahan mengandung sedikit lemak, kecuali kedelai (24%) dan alpokat (8%).

d. Fungsi lemak dalam susunan makanan

Sumber energi. Setiap 1 g lemak menyediakan 38 kJ (9 kkal).

1. Pembentukan jaringan adiposa. Kelebihan lemak tidak langsung digunakan untuk energi, melainkan disimpan pada jaringan adiposa. Jaringan ini untuk energi mempunyai tiga fungsi, yaitu menyusun cadangan energi, membantu mencegah kehilangan panas yang berlebihan dari dalam tubuh, serta melindungi organ peka seperti ginjal dari kerusakan.

2. Sumber asam lemak esensial. Asam lemak esensial mutlak diperlukan oleh tubuh agar berfungsi secara normal. Senyawa ini tidak dapat disintesis oleh tubuh, dan karenanya harus tersedia dalam bahan makanan yang dikonsumsi. Asam lemak esensial meliputi asam linoleat, linolenat, dan arakidonat yang pernah disebut sebagai vitamin F.

3. Penyerapan vitamin larut-lemak. Jenis lemak tertentu dalam susunan makanan membantu tercukupinya asupan vitamin A, D,

E dan K yang larut dalam lemak. Akan tetapi di negara-negara dengan asupan lemak rendah, vitamin-vitamin dapat diperoleh dengan cara lain.

3. Protein

a. Pengertian Protein

Protein merupakan kelompok nutrien yang paling penting bagi makhluk hidup. Senyawa ini dijumpai dalam sitoplasma semua sel hidup, baik hewan maupun tumbuhan. Protein adalah substansi organik dengan kandungan unsur karbon, hidrogen dan oksigen yang mirip dengan karbohidrat dan lemak.

b. Sumber protein dalam susunan makanan

Kebutuhan protein dapat diperoleh dari sumber pangan hewani dan nabati. Biasanya, kandungan protein hawan lebih tinggi dibandingkan pangan nabati. Akan tetapi, beberapa sayuran dan kacang-kacangan seperti kedelai justru mempunyai kandungan protein yang lebih tinggi. Sumber protein ini dapat diperoleh dari daging, ikan, roti, serealia, susu, keju, telur dan sayuran. Jumlah protein dalam sel ubi dan sayuran hijau sedikit, kentang menyumbang 3% dari keseluruhan kandungan protein makanan. Sedangkan kacang-kacangan, seperti kacang kapri, buncis, dan memiliki kandungan protein cukup. Kandungan protein kedelai sangat tinggi dan menjadi sumber protein penting dalan susunan makanan.

1. Protein sempurna

Adalah protein yang mengandung asam amino esensial yang lengkap, baik macam maupun jumlahnya. Contohnya: kasein pada susu dan albumin pada putih telur. Pada umumnya protein hewani adalah protein lengkap.

2. Protein kurang sempurna

Adalah protein yang mengandung asam amino esensial lengkap, tetapi diantaranya jumlahnya sedikit. Protein ini tidak apat mencukupi untuk kebutuhan pertumbuhan dan mempertahankan kehidupan jaringan yang sudah ada. Contohnya: protein legumin pada kacang-kacangan dan gliadin pada gandum.

3. Protein tidak sempurna

Adalah protein yang tidak mengandung atau sangt sedikit mengandung asamamino esensial Protein ini tidak apat mencukupi untuk kebutuhan pertumbuhan dan mempertahankan kehidupan jaringan yang sudah ada. Contohnya: zein pada jagung

c. Kebutuhan Protein

Kebutuhan protein setiap orang bervariasi berdasarkan laju pertumbuhan dan berat badannya. Individu biasa membutuhkan asupan protein kurang lebih 1 g untuk tiap kg berat badan. Kebutuhan protein ini meningkat selama periode pertumbuhan. Sebagai contoh, anak usia 5-6 tahun membutuhkan asupan kurang lebih 2 g protein untuk tiap kg berat badan. Peningkatan kebutuhan ini juga dialami oleh wanita hamil, ibu menyusui, kondisi sehabis sakit, atau ketika menjalanin operasi.

4. Mineral a. Pengertian

Unsur mineral adalah unsur kimia selain karbon, hidrogen, oksigen dan nitrogen yang dibutuhkan oleh tubuh. Dalam makanan, unsu-unsur tersebut kebanyak terdapat dalam bentuk garam-garam organik, seperti natium klorida. Namun, beberapa mineral juga terdapat bentuk senyawa organik seperti sulfur dan fosfor. Sekitar 45 berat tubuh manusia tersusun atas unsur mineral. Sejumlah mineral, seperti kalsium dan fosfor, terdapat dalam jumlah yang relatif besar di dalam sel tubuh.

b. Macam-macam Mineral Jenis

Mineral Sumber Fungsi

Kalsium Susu

Pembentukan gigi dan tulang, aktivitas neuromuscular, dan koagulasi(pengumpulan darah)

Fosfor

Telur, Daging, dan Susu

Penyangga pembentukan gusi dan tulang Yodium Garam beryodium dan makanan laut

Pengaturan metabolisme tubuh dan memperlancar pertumbuhan

Besi Hati, telur, Daging

Komponen Hemoglobin dan membantu oksidasi dalam sel

Magnesium

Biji-bijian, susu, dan Daging

Pengaktifan enzim, pembetukan gigi dan tulang, dan membantu kegiatan neuromuscular

Zinc

Makanan Laut dan Hati

Bahan pembentuk enzim dan insulin

Tabel.2.1. Jenis, sumber dan fungsi mineral. 5. Vitamin

a. Pengertian

Vitamin adalah sekelompok senyawa kompleks organik yang dibutuhkan oleh tubuh dalam jumlah kecil agar tetap sehat. Penyakit akibat kekurangan vitamin telah dikenal selama berabad-abad, akan tetapi tidak diketahui penyebabnya. Skorbut, suatu penyakit akibat kekurangan vitamin C, dahulu sering dijumpai di antara para pelaut yang mengadakan perjalanan jauh. Ternyata penyakit tersebut dapat dicegah dengan mengonsumsi sayuran dan buah-buahan segar. Hal ini pertama kali diperkenalkan oleh Kapten Cook. Vitamin sendiri pertama kali diperkenalkan pada tahun 1912 oleh Hopkins.

b. Jenis, Sumber, dan Fungsi Vitamin

Jenis vitamin Sumber Fungsi Vitamin A Lemak hewani,

Mentega, keju, kuning telur, minyak ikan, sayuran hijau, buah yang kuning, dan sayuran.

Membantu pertumbuhan sel tubuh dan penglihatan, menyehatkan rambut dan kulit.

Vitamin B1 (thiamin) larut dalam air

Ikan, daging ayam tanpa lemak, kacang-kacangan dan susu Metabolisme karbohidrat,membantu kelancaran system persyarafan, dan mencegah beri-beri Vitamin B2 (riboflavin) Larut dalam air Telur, sayuran hijau, daging tanpa lemak, susu dan biji-bijian

Membantu Pembentukan Enzim, pertumbujan, dan membantu adaptasi cahaya dalam mata Vitamin B3

(niacin)

Daging tanpa lemak, hati, ikan, kacang-kacangan, biji-bijian, telur dan hati.

Metabolism karbohidrat,lemak, protein, dan komponen enzim serta mencegah menurunnya nafsu makan Vitamin B6

(pyridoksin)

Biji-bijian, sayuran, daging, pisang

Membantu kesehatan gusi dan gigi, pembentukan sel darah merah, serta

metabolisme karbohidrat, lemak, dan protein. Vitamin B12

(cyanocobalamin)

Hati, susu, daging tanpa lemak, ikan, dan kerang laut.

Metabolisme protein, membantu pembentukan sel darah merah,

kesehatan jaringan, dan mencegah anemia Vitamin C (ascorbutacid) Jeruk, tomat, kubis, sayuran hijau, dan kentang. Menjaga kesehatan tulang, gigi, dan gusi, membantu pembentukan dinding pembuluh darah dan pembuluh kapiler, kesembuhan jaringan dan tulang, serta memudahkan penyerapan zat besi dan

asam folat Vitamin D Minyak ikan,

susu, kuning telur, mentega, hati, kerang, atau terbentuk dikulit akibat pemanasan sinar matahari. Membantu penyerapan kalsium dan fosfor serta mencegah rakhitis.

Vitamin E

(alphatocopherol)

Sayuran hijau. Membantu pembentukan sel darah merah dan melindungi asam amino utama.

Vitamin (biotin) Kuning telur, sayuran hijau, susu, dan hati

Membantu kegiatan enzim serta metabolism karbohidrat, lemak, dan protein.

Vitamin K Hati, telur, dan ssayuran hijau.

Membantu produksi protrombin.

Table.2.2. Jenis, Sumber dan Fungsi 6. Air

Air merupakan zat makanan paling mendasar yang dibutuhkan oleh tubuh manusia. Tubuh manusia terdiri atas 50%-70% air. Asupan air secara teratur sangat penting bagi makhluk hidup untuk bertahan hidup dibandingkan dengan pemasukan nutrisi lain.

2.1.3. Diet Wanita Hamil

Menurut Aziz(2006) pada wanita, masa hamil merupakan masa dimana unsure-unsur gizi diperlukan jauh lebih banyak dari pada yang diperlukan dalam keadaan biasa. Selain untuk kebutuhan sendiri, unsur - unsur gizi ini diperlukan oleh janin agar dapat tumbuh dengan pesat. Berdasarkan angka kecukupan gizi data yang dianjurkan perhari menurut hasil Widya karya Nasional Pangan dan gizi, selama hamil seorang wanita akan mendapatkan tambahan nilai gizi sebesar yang terdapat dalam tabel berikut.

Zat Gizi Nilai Gizi Energi Protein Vitamin A Thiamin Riboflavin Niasin Vitamin B12 Asam folat Vitamin C Kalsium Fosfor Besi Zinc Iodium + 285 (Kkal) +12 (g) + 200 (RE) +0,2 (mg) + 0,2 (mg) +1,3 (mg) + 0,3 + 150 (µg) + 10 (mg) + 400 (mg) + 200 (mg) + 20 (mg) + 5 (mg) +25 (µg)

Table.2.3. data angka kecukupan gizi yang dianjurkan perhari menurut hasil Widya karya Nasional

2.1.4. Anemia

a. Pengertian Anemia

Anemia adalah gejala dari kondisi yang mendasari, seperti kehilangan komponen darah, elemen tak adekuat atau kurangnya nutrisi yang dibutuhkan untuk pembentukan sel darah merah, yang mengakibatkan penurunan kapasitas pengangkut oksigen darah (Doenges, 1999).

Anemia adalah istilah yang menunjukan rendahnya hitungan sel darah merah dan kadar hemoglobin dan hematokrit di bawah normal (Smeltzer, 2002).

b. Klasifikasi Anemia dalam Kehamilan

Klasifikasi anemia dalam kehamilan menurut Mochtar (1998), salah satunya sebagai berikut:

Anemia Defisiensi Zat Besi

Anemia Zat Besi adalah anemia yang terjadi akibat kekurangan zat besi dalam darah. Pengobatannya yaitu, keperluan zat besi untuk wanita

hamil, tidak hamil dan dalam laktasi yang dianjurkan adalah pemberian tablet besi.

Untuk menegakan diagnosa Anemia defisiensi besi dapat dilakukan dengan anamnesa. Hasil anamnesa didapatkan keluhan cepat lelah, sering pusing, mata berkunang-kunang dan keluhan mual muntah pada hamil muda.

Kebutuhan zat besi pada wanita hamil yaitu rata-rata mendekati 800 mg. Kebutuhan ini terdiri dari, sekitar 300 mg diperlukan untuk janin dan plasenta serta 500 mg lagi digunakan untuk meningkatkan massa haemoglobin maternal. Kurang lebih 200 mg lebih akan dieksresikan lewat usus, urin dan kulit. Makanan ibu hamil setiap 100 kalori akan menghasilkan sekitar 8–10 mg zat besi. Perhitungan makan 3 kali dengan 2500 kalori akan menghasilkan sekitar 20–25 mg zat besi perhari. Selama kehamilan dengan perhitungan 288 hari, ibu hamil akan menghasilkan zat besi sebanyak 100 mg sehingga kebutuhan zat besi masih kekurangan untuk wanita hamil (Manuaba, 2001).

c. Gejala Anemia Kehamilan

Gejala anemia pada kehamilan yaitu: 1. Ibu mengeluh cepat lelah,Sering pusing 2. Mata berkunang-kunang

3. Malaise 4. Lidah luka

5. Nafsu makan turun (anoreksia) 6. Konsentrasi hilang

7. Nafas pendek (pada anemia parah)

8. Keluhan mual muntah lebih hebat pada hamil muda. d. Penyebab Anemia

Menurut Mochtar (1998) penyebab anemia pada umumnya adalah sebagai berikut:

2. Kurang zat besi dalam diet 3. Malabsorpsi

4. Kehilangan darah banyak seperti persalinan yang lalu, haid dan lain-lain

5. Penyakit-penyakit kronik seperti TBC paru, cacing usus, malaria dan lain-lain

Penyebab spesifik dari Anemia defisiensi zat besi

1. Ini Sangat penting untuk di ingat pada kehamilan. Terjadi kenaikan kebutuhan untuk zat besi, yang tidak selalu ditemukan. Disamping kondisi fisiologis, kenaikan zat besi selama kehamilan tidak selalu ditemukan, kondisi abnormal berikut menyebabkan kekurangan zat besi lebih lanjut dan akhirnya mengakibatkan anemia defisiensi zat besi. 2. Penurunan asupan zat besi sebagai akibat dari jenis diet, misalnya

kebiasaan makan, pantangan makanan, kebiasaan memasak.

3. Penurunan absorpsi zat besi sebagai akibat dari masalah gastrointestinal (diare dan muntah-muntah) atau penambahan asupan dari alkali untuk mengurangi rasa panas dalam perut, yang mengurangi penyerapan zat besi.

4. Penurunan asupan dan penyerapan vitamin C.

e. Dampak anemia pada ibu hamil

Menurut Sinsin(2008) Akibat anemia pada kehamilan adalah sebagai berikut :

1. Perdarahan saat persalinan karena luka akibat persalinan sulit menutup

2. Meninggal saat persalinan

4. Berat bayi rendah

5. Gangguan jantung, ginjal dan otak f. Pencegahan Anemia Pada kehamilan

1. Makanlah makanan yang kaya akan sumber zat besi secara teratur. 2. Makanlah makanan yang kaya sumber vitamin C untuk

memperlancar penyerapan zat besi.

3. Jagalah lingkungan sekitar agar tetap bersih untuk mencegah penyakit infeksi dan penyakit cacingan.

4. Hindari minum teh, kopi, susu coklat setelah makan karena dapat menghambat penyerapan zat besi.

2.1.5. Pengkajian Keperawatan

Pengkajian keperawatan terhadap masalah kebutuhan nutrisi dapat meliputi pengkajian khusus masalah nutrisi dan pengkajian fisik secara umum yang berhubungan dengan kebutuhan nutrisi.

a. Riwayat makanan

Riwayat makanan meliputi informasi atau keterangan tentang pola makanan ,tipe makanan yang dihindari ataupun yang diabaikan, makanan yang lebih disukai sekarang, dan rencana makanan untuk selanjutnya.

b. Kemampuan makan

Beberapa hal yang perlu dikaji dalam hal kemampuan makan, antara lain kemampuan mengunyah, menelan dan makan sendiri tanpa bantuan orang lain.

c. Pengetahuan tentang nutrisi

Aspek lain yang sangat penting dalam pengkajian nutrisi adalah penentuan tingkat pengetahuan pasien mengenai kebutuhan nutrisi. d. Nafsu makan, jumlah asupan

e. Tingkat aktivitas f. Pengonsumsian obat g. Penampilan fisik

Penampilan fisik dapat dilihat dari hasil pemeriksaan terhadap aspek-aspek berikut : rambut yang sehat berciri mengkilat, tidak kering, dan tidak mengalami kebotakan bukan karena faktor usia; daearh diatas kedua pipi dan bawah kedua mata tidak berwarna gelap; mata carah dan tidak ada rasa sakit atau penonjolan pembuluh darah; daerah bibir tidak kering, pecah-pecah, ataupun mengalami pembengkakan; lidah berwarna merah gelap, tidak warna merah terang, dan tidak ada luka pada permukaannya; gusi tidak bengkak, tidak mudah berdarah, dan gusi yang mengelilingi gigi harus rapat serta erat tidak tertarik kebawah sampai di bawah permukaan gigi; gigi tidak berlubang dan tidak berwarna;kulit tubuh haus, tidak bersisik, tidak timbul bercak kemerahan, atau tidak terjadi pendarahan yang berlebihan; kuku jari kuat dan berwarna merah muda.

h. Pengukuran Atropometrik

Pengukuran ini meliputi pengukuran tinggi badan, berat badan dan lingkar lengan.

i. Labolatorium

Pemeriksaan labolatorium berhubungan dengan pemenuhan kebutuhan nutrisi adalah pemeriksaan albumin serum, Hb, glukosa, elektrolit, dan lain-lain.

2.1.6. Analisa Data

Data yang telah dikumpulkan dari hasil pengkajian kemudian dikelompokkan dan dianalisa untuk menemukan masalah kesehatan klien. Untuk mengelompokkannya dibagi menjadi dua data yaitu, data sujektif yaitu data yang di dapat dari pasien langsung, dan data objektif yaitu data yang didapat dari observasi perawat langsung kepada pasien, dan kemudian ditentukan masalah keperawatan yang timbul.

2.1.7. Rumusan Masalah

Perubahan nutrisi : kurang dari kebutuhan tubuh yang berhubungan dengan :

Peningkatan laju metabolik

Asupan nutrien yang tidak adekuat dalam diet

Peningkatan kehilangan nutrien melalui cairan gastrointestinal Kebutuhan energi tinggi akibat latihan yang berlebihan

2.1.8. Perencanaan

Setelah ditemukan masalah pada klien, perawat melakukan intervensi untuk melakukan asuhan keperawatan pada klien. Adapun intervensi asuhan keperawatan yang dilakukan pada masalah gangguan pemenuhan nutrisi pada ibu hamil yaitu :

a. Meningkatkan nafsu makan

b. Membantu memenuhi kebutuhan Nutrisi c. Mempertahankan nutrisi melalui oral

2.2.Asuhan Keperawatan kasus 1. Pengkajian

Identitas Pasien

Nama : Ny. S

Umur : 25 tahun Status Perkawinan : Kawin

Agama : Islam

Pendidikan : SD Pekerjaan : IRT

Alamat : Jl. Garu IIA Gg. Teratai No.5 B Golongan Darah : B

Tanggal Pengkajian : 17 juni 2013 Diagnosa Medis : Anemia 2. Keluhan Utama

Ny. S mengatakan sering mengalami Sakit kepala, tidak nafsu makan, mual dan muntah dan cepat lelah.

3. Riwayat Kesehatan Sekarang A. Provocative/palliative

1. Apa penyebabnya

Tekanan darah ibu rendah dan tidak meminum vitamin penambah darah.

2. Hal- hal yang memperbaiki keadaan

Biasanya ibu langsung beristirahat ketika sudah merasa kelelahan.

B. Quantity/Quality 1. Bagaimana dirasakan

Ny. S terlihat lelah. 2. Bagaimana dilihat

Ny.S terlihat pucat C. Region

Terlihat pada Wajah Ny. S 2. Apakah menyebar

Iya , bagian wajah Ny. S terlihat pucat D. Severity

Ibu merasa sulit beraktivitas . E. Time

Jika ibu terlalu banyak melakukan aktifitas 4. Riwayat Kesehatan Masa Lalu

A. Penyakit yang pernah dialami Ibu pernah demam, batuk dan pilek.

B. Pengobatan/ tindakan Yang pernah dilakukan Ny. S membeli obat diwarung.

C. Pernah dirawat/dioperasi

Ny. S tidak pernah dirawat maupun dilakukan operasi. D. Lama dirawat

- E. Alergi

Ny. S tidak memiliki riwayat alergi. F. Imunisasi

Imunisasi Ny.S lengkap 5. Riwayat Kesehatan Keluarga

A. Orang tua

Orang tua Ny. S tidak ada yang menderita penyakit serius. B. Saudara kandung

Saudara Ny. S tidak ada yang menderita penyakit serius. C. Penyakit keturunan yang ada

Ny. S tidak mempunyai penyakit Keturunan D. Anggota keluarga yang meninggal

Belum ada anggota keluarga Ny. S yang meninggal Dunia E. Penyebab meninggal

Tidak Ada 6. Riwayat Obstetrik

G : 1 P : 0 A : 0 HPHT : 05 – 01 - 2013 TTP : 12 – 10 - 2013

No. Umur Komplikasi / Masalah Kondisi

Anak Penolong Kehamilan Persalinan Nifas

1. Hamil ini

- - - -

7. Pemeriksaan Fisik A. Keadaan umum

Keadaan umum Ny. S saat ini masih terlihat pucat. B. Tanda – Tanda vital

Suhu tubuh : 36 °C Tekanan Darah : 90 / 60 mmHg Nadi : 86 x / menit Pernafasan : 22 x / menit Skala Nyeri : 4 TB : 16 3cm BB : 55 kg Hb : 9 gr/dl

C. Pemeriksaaan Head to toe Kepala dan rambut

Bentuk : bulat

Ubun – ubun : tertutupi rambut dan tidak terdapat Kelainan Kulit Kepala : Bersih

Rambut

Penyebaran dan keadaan rambut : merata dan baik Bau : tidak berbau

warna kulit : kuning langsat Wajah

Warna kulit : kuning langsat

Struktur wajah : Bentuk wajah bulat, simetris. Mata

Kelengkapan dan kesimetrisan :Bola mata simetris, pergerakan bola mata normal

Palpebra : Normal

Konjungtiva dan sclera : Konjungtiva pucat, Sklera ikterik. Pupil : Refleks terhadap cahaya normal. Cornea dan iris : Kornea bening.

Visus : Tidak dikaji.

Tekanan bola mata : Tidak dikaji. Hidung

Tulang hidung dan posisi septum nasi : Normal, simetris, tidak ada kelainan

Lubang hidung : Normal, simetris, tidak ada polip. Cuping hidung : Tidak terdapat cuping hidung Telinga

Bentuk telinga : Bentuk daun telinga normal, simetris,

Ukuran telinga : Normal

Dokumen terkait