BAB V PENUTUP
B. Saran
1. Bagi Direktur RSUP Dr. M. Djamil Padang
Disarankan melalui Direktur RSUP Dr. M. Djamil padang dapat meningkatkan pelayanan rumah sakit dengan memberikan saran kepada perawat agar melaksanakan rencana asuhan keperawatan yang telah dibuatsesuai dengan NIC serta evaluasi yang dilakukan sesuai NOC sehingga perawat ruangan dapat mempertahankan dan memaksimalkan dalam memberikan asuhan keperawatan pada pasien.
2. Bagi Peneliti Selanjutnya
Hasil penelitian yang peneliti dapatkan diharapkan dapat menjadi acuan dan menjadi bahan pembanding pada peneliti selanjutnya dalam melakukan penelitian pada pasien Congestive Kidney Desease (CKD) yang mengalami ketidakseimbangan cairan dan elektrolit.
Alimul Aziz, H. 2009. Kebutuhan Dasar Manusia Aplikasi Konsep dan Proses Perawatan. Jakarta : Salemba Medika
. . 2013. Metode penelitian keperawatan dan teknik analisa data. Jakarta : Salemba Medika
Angraini, Fany & Putri, Arcellia, Farosyah. 2016. Pemantauan Intake Output Cairan Pada Pasien Gagal Ginjal Kronik Dapat Mencegah Overload Cairan.
Atoilah, Elang Mohamad & Engkus, Kusnadi. 2013. Askep Pada Klien Dengan Gangguan Kebutuhan DasarManusia. Jakarta: In Media
Badan Penelitian dan Pengembangan Kesehatan Kementerian Kesehatan RI Tahun
2013. Riset Kesehatan Dasar Riskesdas 2013.
http://www.litbang.depkes.go.id/sites/download/rkd2013/Laporan Riskesdas 2013. Diakses tanggal 17 Januari 2017.
Brunner and Suddarth. 2013. Keperawatan Medikal Bedah ed. 12. Jakarta : EGC.
Hengkesa, Pieter & Lawalata, Ivy, Violan. 2014. Faktor Risiko Penyakit Gagal Ginjal Kronik
Hendromartono. Nefropati Diabetik. Dalam : Buku Ajar Ilmu Penyakit Dalam. Edisi VI Jilid II. Jakarta: Pusat Penerbit FKUI ; 2014.
J Corwin Elizabeth. 2009. Buku saku Pathofisiologi, Penerjemah Nike BudhiSu bekti, Penerbit Buku Kedokteran EGC, Jakarta.
Morton, P.G, dkk. (2014). Keperawatan Kritis Pendekatan Asuhan Holistik Volume 1. Jakarta : EGC
Muttaqin, Arif. 2011. Asuhan Keperawatan Klien Dengan Gangguan Sistem Perkemihan. Jakarta: Salemba Medika
NANDA International.2015. Diagnosis Keperawatan Defenisi dan Klasifikasi 2015-2017, edisi 10. Jakarta : EGC
Notoatmodjo, S. 2012. Metodologi Penelitian Kesehatan. Jakarta: PT. Rineka Cipta.
Nursalam. 2011. Konsep dan Penerapan Metodologi Penelitian Ilmu Keperawatan Pedoman Skripsi, Tesis, dan Instrumen Penelitian Keperawatan Edisi 2. Jakarta: Salemba Medika.
Pace, R.C 2007.Fluid Management In Patient On Hemodialysis. Nephrplogy Nursing Journal.September-October.Vol.34, No.5.
Prabowo, Eko & Andi, Eka, Pranata. 2014. Asuhan Keperawatan Sistem Perkemihan. Yogyakarta : Nuha Medika
Price, s. A., & Wilson, L. M. (2006). Patofisiologi Konsep Klinis Proses-Proses Penyakit Edisi 6 Volume 1. Jakarta: EGC.
Jakarta
Report of Indonesia Renal Registry. 2015. diakses tanggal 17 April 2017 dari http://www.indonesianrenalregistry.org/data/INDONESIAN%20RENAL %20REGISTRY%202015.pdf.
Saputra, Lyndon. 2013. Catatan Ringkas Kebutuhan Dasar Manusia. Tangerang: Binarupa Aksara
Saryono. 2011. Metode Penelitian Kesehatan. Yogya : Mitra Cendikia
Smeltzer, Suzanne C & Brenda, G. Bare. 2013. Buku Ajar Keperawatan Medical Bedah: Brunner & Suddarth Edisi 8. Jakarta : EGC
Sugiyono. 2014. Metode Penelitian Kuantitatif Kualitatif Dan R&D. Bandung: Alfabeta
Surhayono, Toto & Madjid Abdul. 2011. Asuhan Keperawatan Pada Klien Dengan Gangguan Sistem Perkemihan
Tarwoto & Wartonah, 2011. Kebutuhan Dasar Manusia Dan Proses Keperawatan. Jakarta: SalembaMedika.
USRDS. 2015. Annual Data Report volume 2 ESRD In United States.https://www.usrds.org/2015/download/vol2_USRDS_ESRD_15.pdf. diakses tanggal 17 April 2017
A. PENGUMPULAN DATA 1. Identitas pasien
a. Nama : Ny. J
b. Tempat / tanggal lahir : Pasa Usang/ 1 Februari 1967
c. Jenis kelamin : Perempuan
d. Status kawin : Sudah menikah
e. Agama : Islam
f. Pendidikan : SMA
g. Pekerjaan : Ibu Rumah Tangga
h. Tanggal masuk : 22 Mei 2017
i. Alamat : Pasa Usang, Kab. Padang Pariaman
j. Tanggal pengkajian : 25 Mei 2017
1) Diagnosa medis : CKD stg V ec PGD on HD
2. Identifikasi penanggung jawab
a. Nama : Nn. M
b. Pekerjaan : Mahasiswi
c. Alamat : kuranji, Padang
d. Hubungan : Anak kandung
3. Riwayat
kesehatan-a. Riwayat kesehatan sekarang
1) Keluhan utama : Ny. J masuk ke RSUP Dr. M. Djamil Padang. datang melalui IGD pada tanggal 22 Mei 2017 pukul 15.05 WIB diantar oleh keluarga, dengan keluhan badan terasa lemah, letih, lesu, sembab pada tangan dan kaki serta air kencing keluar sedikit.
2) Keluhan saat dikaji : Riwayat kesehatan sekarang tanggal 25 Mei 2017, pasien mengatakan bahwa kaki dan tangannya masih sembab, mengeluh air kencing masih sedikit, dan sering merasa mual dan badan lemah.
b. Riwayat kesehatan dahulu
Pasien mengatakan bahwa pasien dahulunya sudah dikenal menderita Diabetes Melitus tipe II sejak 5 tahun yang lalu, adanya riwayat
c. Riwayat kesehatan keluarga
Pasien dan keluarga pasien mengatakan bahwa ada ibu dan kakak pasien yang juga menderita Diabetes Melitus.
4. Kebutuhan dasar
a. Makan / minum : a) Makan
1) Sehat
Pada saat sehat, pasien makan 3 kali dalam sehari dengan nasi, lauk, dan sayur. pasien mengatakan suka makanan yang bersantan dan berminyak.
2) Sakit
Pasien diberikan diit ML DD RG II, mampu hanya mampu makan ¼ porsinya saja, lalu ditambah dengan memakan buah. jenis minuman yang sering diminum pada saat sehat adalah air putih, namun pada saat sakit, minum pasien mulai dibatasi.
b) Minum 1) Sehat
Minum ± 1500 cc dalam sehari.
2) Sakit
jenis minuman yang sering diminum pada saat sehat adalah air putih, namun pada saat sakit, minum pasien mulai dibatasi.
b. Tidur :
1) Sehat Siang :
-Malam : 7-8 jam dalam sehari 2) Sakit
Siang : 2-3 jam dalam sehari Malam : 4-5 jam dalam sehari.
c. Eliminasi :
a. BAB 1) Sehat
Pasien biasanya BAB minimal 1 kali sehari, konsistensi lunak, berwarna kuning.
b. BAK 1) Sehat
Pasien BAK minimal 5 kali sehari 2) Sakit
Pasien BAK ± 500 cc/hari dengan warna kuning dan konsentrasi lebih bening.
d. Aktifitas pasien : 1. Sehat
Pasien bekerja sebagai asisten rumah tangga, dan bisa melakukan aktivitas seperti biasanya.
2. Sakit
Pasien lebih banyak diatas tempat tidur dan aktivitas dibantu oleh keluarga. 5. Pemeriksaan fisik a. Tinggi badan : 156 cm b. Berat badan : -c. Tingkat kesadaran : GCS : 15 d. TTV : TD : 150/60 mmHg, N : 68 X/I, RR : 21 x/I suhu : 36,80C
i. Rambut : kepala normachepal, rambut kering,mudah rontok
e. Telinga : tidak ada luka/bengkak, pendengaran baik.
f. Mata : konjungtiva anemis, sklera tidak ikterik, reflek pupil isokor, reflek kedip ada.
g. Hidung : bersih, cuping hidung (-), sianosis (-).
h. Mulut : Mukosa mulut kering
i. Leher : Pembesaran kelenjar getah bening (-), pembesaran tiroid (-), distensi vena jugularis sinistra (-),
j. Toraks :
a. Paru
1) Inspeksi
Simetris kiri dan kanan, pergerakan dinding dada simetris kiri dan kanan, tidak ada retraksi dinding dada.
2) Palpasi
Bunyi napas vesikuler.
k. Abdomen :
1. inspeksi : Tampak membuncit 2. palpasi : Tidak ada distensi abdomen 3. perkusi : Timpani
4. auskultasi : Bising usus normal
l. Genitalia : Terapasang kateter, bersih
m. Ekstermitas :
1) Ekstremitas Atas : kulit tampak kering, dan mengkilap, terdapat pitting edema, pruritus serta area ekimosis pada kulit. kekuatan otot anggota gerak kanan 1, otot gerak kiri 5, CRT kembali cepat <2 detik
2) Ekstremitas Bawah :bawah tampak edema, kulit kering dan mengkilap, pruritus serta terdapat area ekimosis pada kulit kaki, kekuatan otot anggota gerak kanan adalah 1,otot gerak kiri 5, CRT kembali cepat < 2 detik.
6. Pemeriksaan laboratorium/ pemeriksaan penunjang
Pemeriksaan penunjang yang telah dilakukan oleh pasien pada tanggal 22 Mei 2017, adalah gula darah sewaktu 192 mg/dl (normalnya 200), ureum darah 140 mg/dl (normalnya : 10,0-50,0), kreatinin darah 7,0 mg/dl (normalnya 6,6-8,7), protein total : 5,9 g/dl (normalnya 6,6 – 8,7) albumin : 1,8 (3,4 - 4,8), APTT : 40,6 detik (normalnya 28,20 – 38,10), pH : 7,32 (normalnya 7,35) PCO2 : 30 mmHg (normalnya : 35-45), PO2 : 66 mmHg (normalnya ), HCO3- : 15,5 mmol/L (normalnya 22-26), BE : -9,4 mmol/L (normalnya -2 sampai +2), Na+ : 146 (normalnya 135-145), K+ : 3,3 mmol/L (normalnya 3,5- 5,3).
candesartan 1x16 mg, lasix 2x1 amp dan HD 2x seminggu.
ANALISA DATA KEPERAWATAN
Data Masalah Penyebab
DS : klien mengeluh klien mengatakan tangan dan kaki sembab.
DO :klien tampak sembab, terdapat pitting edema ± 3 mm (derajat III), dan kulit tampak mengkilap. dari hasil labor Na+ : 146 (normalnya 135-145), hematokrit 32% (normalnya wanita : 37-43), K+ : 3,3 mmol/L (normalnya 3,5- 5,3), albumin : 1,8 (3,4 - 4,8). Kelebihan volume cairan
Retensi cairan dan natrium
DS : klien mengeluh bahwa kulit kering, bersisik
DO :kulit tampak kering bersisik dan
Kerusakan integritas kulit
kulit. ureum darah 140 mg/dl (normalnya : 10,0-50,0), kreatinin darah 7,0 mg/dl(normalnya 6,6-8,7). DIAGNOSA KEPERAWATAN No Diagnosa keperawatan Ditemukan masalah Dipecahkan masalah Tanggal Paraf Tanggal Paraf 1 kelebihan volume cairan
berhubungan dengan retensi cairan dan naatrium 25 Mei 2017 25 Mei 2017 2
kerusakan integritas kulit berhubungan dengan gangguan status metabolic. 25 Mei 2017 25 Mei 2017
cairan berhubungan dengan retensi cairan dan naatrium serta fluid balance dengan indikator serum albumin, kreatinin, hematokrit, Blood Urea Nitrogen (BUN), dalam rentang normal, 2. tidak terjadi kelemahan otot, kram otot, dan kram perut, 3. tidak terjadi disritmia dan tidak terjadi gangguan kesadaran 4. tidak terjadi asites 5. ekstremitas tidak edema dan tidak terjadi distensi vena jugularis
2. monitor hasil labor yang relevan dengan keseimbangan cairan (BUN, Hematokrit, albumin, protein, natrium dan kadar kalium).
3. Pantau adanya tanda dan gejala over
hidrasi yang
memburuk atau
dehidrasi.
4. monitor tanda-tanda vital yang sesuai. 5. timbang berat badan
harian.
6. kolaborasi pemberian diuretic sesuai interuksi
dengan gangguan status metabolic.
membranes. Indikator :
1. integritas kulit yang baik bisa dipertahankan (sensasi, elastisitas, temperature, hidrasi, dan pigmentasi). 2. tidak ada luka
atau lesi pada kulit. 3. mampu melindungi kulit dan mempertahankan kelembaban kulit dengan perawatan alami
2. jaga kebersihan kulit agar tetap bersih dan kering.
3. mobilisasi pasien ( ubah posisi setiap 2 jam sekali).
4. oleskan lotion atau baby oil pada daerah yang tertekan .
5. monitor status nutrisi pasien.
IMPLEMENTASI KEPERAWATAN
25 Mei 2017/ cairan berhubungan dengan retensi cairan dan natrium
output pasien yang akurat. b) pantau adanya tanda dan gejala
overhidrasi yang memburuk atau dehidrasi.
c) monitor vital sign
d) pengukuran berat badan harian e) kolaborasi pemberian diuretic
sesuai interuksi kerusakan integritas kulit berhubungan dengan gangguan status metabolic.
a) hindari kerutan pada tempat tidur.
b) jaga kebersihan kulit agar tetap bersih dan kering.
c) mobilisasi pasien (ubah posisi setiap 2 jam sekali).
d) oleskan lotion atau baby oil pada daerah yang tertekan . monitor status nutrisi pasien.
Jumat 26 / Mei / 2017 kelebihan volume cairan berhubungan dengan retensi cairan dan naatrium
a) mencatat catatan intake dan output pasien yang akurat. b) pantau adanya tanda dan gejala
overhidrasi yang memburuk atau dehidrasi.
c) monitor vital sign
d) pengukuran berat badan harian e) kolaborasi pemberian diuretic
sesuai interuksi kerusakan integritas kulit berhubungan dengan gangguan status metabolic.
a) hindari kerutan pada tempat tidur.
b) jaga kebersihan kulit agar tetap bersih dan kering.
c) mobilisasi pasien (ubah posisi setiap 2 jam sekali).
d) oleskan lotion atau baby oil pada daerah yang tertekan . monitor status nutrisi pasien.
2017 dengan retensi
cairan dan
naatrium
overhidrasi yang memburuk atau dehidrasi.
c) monitor vital sign
d) pengukuran berat badan harian e) kolaborasi pemberian diuretic
sesuai interuksi kerusakan integritas kulit berhubungan dengan gangguan status metabolic
a) hindari kerutan pada tempat tidur.
b) jaga kebersihan kulit agar tetap bersih dan kering.
c) mobilisasi pasien (ubah posisi setiap 2 jam sekali).
d) oleskan lotion atau baby oil pada daerah yang tertekan . monitor status nutrisi pasien.
Minggu 28 / 05 / 2017 kelebihan volume cairan berhubungan dengan retensi cairan dan naatrium
a) mencatat catatan intake dan output pasien yang akurat. b) pantau adanya tanda dan gejala
overhidrasi yang memburuk atau dehidrasi.
c) monitor vital sign
d) pengukuran berat badan harian e) kolaborasi pemberian diuretic
sesuai interuksi kerusakan integritas kulit berhubungan dengan gangguan status metabolic
a) hindari kerutan pada tempat tidur.
b) jaga kebersihan kulit agar tetap bersih dan kering.
c) mobilisasi pasien (ubah posisi setiap 2 jam sekali).
d) oleskan lotion atau baby oil pada daerah yang tertekan . monitor status nutrisi pasien.
EVALUASI KEPERAWATAN
25 / 05 / 2017 n cairan dan elektrolit berhubungan dengan destruksi struktur ginjal secara progresif
dan mual, serta badan masih sembab
O : masih terjadi kelemahan otot, masih terjadi asites, dan ekstremitas masih edema , balance cairan pasien +250cc.
A : masalah belum teratasi dan intervensi dilanjutkan. P : Intervensi dilanjutkan kerusakan integritas kulit berhubungan dengan gangguan status metabolic
S : subjektif dari pasien mngeluh kulit kering dan bersisik serta gatal-gatal
O : ditemukan masih ditemukan kulit kering bersisik, tidak ada kerutan pada tempat tidur, pasien belum melakukan miring kiri dan miring kanan karena mengeluh badan lemah, letih dan lesu.
A : Masalah teratasi sebagian P : Intervensi dilanjutkan Jumat 26 / 05 / 2017 ketidakseimbanga n cairan dan elektrolit berhubungan dengan destruksi struktur ginjal
S : pasien mengeluh badan masih lemah, dan badan masih sembab, O : masih terjadi kelemahan otot,
masih terjadi asites, dan ekstremitas masih edema balance cairan pasien +250cc.
P : intervensi dilanjutkan. kerusakan integritas kulit berhubungan dengan gangguan status metabolic
S : pasien mngeluh kulit kering dan bersisik serta gatal-gatal
O : ditemukan masih ditemukan kulit kering bersisik, tidak ada kerutan pada tempat tidur, pasien belum melakukan miring kiri dan miring kanan karena mengeluh badan lemah, letih dan lesu.
A : Masalah teratasi sebagian P : Intervensi dilanjutkan Sabtu 27 / 05 / 2017 ketidakseimbanga n cairan dan elektrolit berhubungan dengan destruksi struktur ginjal secara progresif
S : mengeluh badan masih lemah, dan badan masih sembab namun sekarang badan terasa lebih ringan
O : masih terjadi kelemahan otot, masih terjadi asites, dan ekstremitas masih edema, balance cairan +250cc. A : masalah belum teratasi P : intervensi dilanjutkan
kerusakan integritas kulit berhubungan dengan gangguan
S : pasien mngeluh kulit kering dan bersisik serta gatal-gatal
O : ditemukan masih ditemukan kulit kering bersisik, tidak ada
kiri dan miring kanan karena mengeluh badan lemah, letih dan lesu.
A : Masalah teratasi sebagian P : Intervensi dilanjutkan Minggu 28 / 05 / 2017 ketidakseimbanga n cairan dan elektrolit berhubungan dengan destruksi struktur ginjal secara progresif
S : pasien mengeluh badan masih lemah, dan badan masih sembab
O : masih terjadi kelemahan otot, masih terjadi asites, dan ekstremitas masih edema, balance cairan +250cc.
A : masalah belum teratasi
P : intervensi dilanjutkan kerusakan integritas kulit berhubungan dengan gangguan status metabolic
S : pasien mngeluh kulit kering dan bersisik serta gatal-gatal
O : ditemukan masih ditemukan kulit kering bersisik, tidak ada kerutan pada tempat tidur, pasien belum melakukan miring kiri dan miring kanan karena mengeluh badan lemah, letih dan lesu.
A : Masalah teratasi sebagian P : Intervensi dilanjutkan
ASUHANKEPERAWATAN KEBUTUHAN DASAR MANUSIA A. PENGUMPULAN DATA
1. Identitas pasien
a. Nama : Ny. F
b. Tempat / tanggal lahir : Sidempuan/ 10 April 1962
c. Jenis kelamin : Perempuan
d. Status kawin : Sudah menikah
i. Alamat : Kuranji, Padang j. Tanggal pengkajian : 26 Mai 2017
k. Diagnosa medis : CKD stg V ec PGD on HD
2. Identifikasi penanggung jawab
a. Nama : Nn. N
b. Pekerjaan : Mahasiswi
c. Alamat : kuranji, Padang
d. Hubungan : Anak kandung
3. Riwayat
kesehatan-a. Riwayat kesehatan sekarang
b. Keluhan utama : Pasien datang ke RSUP Dr. M. Djamil Padang merupakan rujukan RSUD Air Dingin Padang pada tanggal 25 Mei 2017 pukul 18.44 WIB. Pasien dating melalui IGD dengan penurunan
kesadaran sejak 1 hari sebelum masuk rumah sakit dan kejang 2 kali, pasien mengatakan badanya terasa lemah dan letih. Keluarga pasien mengatakan sebelumnya pasien dapat berkomunikasi tapi lama kelamaan pasien tampak mengantuk dan tidak bisa berkomunikasi dengan keluarga. c. Keluhan saat dikaji :
Pasien mengatakan bahwa kaki dan tangannya masih sembab, mengeluh air kencing masih sedikit, dan sering merasa mual dan badan lemah.
d. Riwayat kesehatan dahulu
Pasien juga mengatakan sebelumnya ia pernah dirawat di Rumah Sakit Tentara Reksodiwiryo Tk. III B, pasien sudah mengidap penyakit diabetes mellitus tipe 2 sejak 8 tahun yang lalu dan mendapatkan pengobatan melformin 3 kali sehari, tetapi sudah dua minggu pasien tidak mengkonsumsi OAD. Pasien juga pernah dirawat dengan penyakit CKD stg V dan sudah HD tiga kali di rumah sakit tersebut.
e. Riwayat kesehatan keluarga
Pasien dan keluarga pasien mengatakan bahwa ada anggota keluarga yang juga menderita diabetes melitus yaitu ibu pasien.
a). Sehat
Makan 3 kali sehari dengan nasi dan lauk pauk, pantangan/alergi tidak ada. Pasien mengatakan menyukai makanan yang bersantan dan berminyak.
b). Sakit
Makan 3 kali sehari dan hanya menghabiskan setengah porsi makan yang diberikan. Pasien tidak menyukai susu yang diberikan gizi dari Rumah sakit.Diit RP 48 gr DD 1700 kkal.
2). Minum a). Sehat
Minum ± 1500 cc dalam sehari
b). Sakit
Minum ± 500 cc dalam sehari dan terpasang Nacl 0.3 % 500ml/12 jam
3). Tidur :
a). Sehat
Siang : 1-2 jam dalam sehari Malam : 7-8 jam dalam sehari b). Sakit
Siang : 2-3 jam dalam sehari Malam : 4-5 jam dalam sehari.
b. Eliminasi : 1) BAB
a). Sehat
Pasien biasanya BAB minimal 1 kali sehari, konsistensi lunak, berwarna kuning.
b). Sakit
b). Sakit
Pasien BAK ± 1200 cc/hari dengan warna kuning pucat dan konsentrasi lebih bening.
c. Aktifitas pasien :
a). Sehat
Pasien bekerja sebagai asisten rumah tangga, dan bisa melakukan aktivitas seperti biasanya.
b). Sakit
Pasien lebih banyak diatas tempat tidur dan aktivitas dibantu oleh keluarga. 5. Pemeriksaan fisik a. Tinggi badan : 150 cm b. Berat badan : -c. Tingkat kesadaran : GCS : 15 d. TTV : TD : 130/70 mmHg, N : 68 X/I, RR : 21 x/I suhu : 37,6 0C
e. Rambut : kepala normachepal, rambut kering, mudah rontok
f. Telinga : tidak ada luka/bengkak, pendengaran baik.
g. Mata : konjungtiva anemis, sklera tidak ikterik, reflek pupil isokor, reflek kedip ada.
h. Hidung : bersih, cuping hidung (-), sianosis (-).
i. Mulut : Mukosa mulut kering
j. Leher : Tidak ada luka, pembesaran kelenjar getah bening (-), pembesaran tiroid (-), distensi vena jugularis sinistra (-).
k. Toraks :
1). Paru a). Inspeksi
Simetris kiri dan kanan, pergerakan dinding dada simetris kiri dan kanan, irama napas ireguler, tidak ada retraksi dinding dada.
b). Palpasi
Premitus kiri dan kanan sama c). Perkusi
l. Abdomen :
1) inspeksi : Tidak tampak membuncit 2) palpasi : Tidk ada distensi abdomen 3) perkusi : Timpani
4) auskultasi : Bising usus normal
m. Genitalia : Terapasang kateter, bersih
n. Ekstermitas :
1) Ekstremitas Atas : Terpasang infuse NaCl 0,3 %, tidak ada edema.
2) Ekstremitas Bawah : Tidak terdapat edema pada kedua tungkai, akral teraba hangat, CRT < 2 detik.
6. Pemeriksaan laboratorium/ pemeriksaan penunjang
Pemeriksaan laboratorium Ny. F pada tanggal 26/05/2017 gula darah sewaktu 592 mg/dl (normalnya 200), ureum darah 152 mg/dl (normalnya : 10,0-50,0), kreatinin darah 7,5 mg/dl (normalnya 6,6-8,7), protein total : 5,5 g/dl (normalnya 6,6 – 8,7), albumin 2,3 g/dl (normalnya 3,8-5,0), globulin 3,2 g/dl (normalnya 1,3-2,7), pH : 7,31 (normalnya 7,35), PCO2 : 38 mmHg (normalnya : 35-45), PO2 : 114 mmHg (normalnya ), HCO3- : 19,1 mmol/L (normalnya 22-26), BE : -7,2 mmol/L (normalnya -2 sampai +2), Na+ : 124 (normalnya 135-145), K+ : 4,7 mmol/L (normalnya 3,5- 5,3), SaO2 : 98% (normalnya 95-100).
7. Program pengobatan
Terapi pengobatan yang didapatkan oleh Ny. F dimulai dari tanggal 25 Mei 2017 dalah ML RP 48gr DD 1700 Kkal, IVFD Nacl 0,9 % 8 j/kolf, Inj. Ceftriaxone 1x2 mg, Bicnat 3x500 j, As. Folat 1x5 mg, Osteocal 1x1000 j, Drip critisil 111, IVFD Nacl 3 %12 jam/kolf, Novorapid 3x4 iu, Lovemir 1x6 iu, HD 2x seminggu.
ANALISA DATA KEPERAWATAN
bahwa badan terasa lemah, mual, tidak nafsu makan dan kulit kering bersisik DO : ureum darah 152 mg/dl (normalnya : 10,0-50,0), kreatinin darah 7,5 mg/dl (normalnya 6,6-8,7), albumin 2,3 g/dl (normalnya 3,8-5,0), globulin 3,2 g/dl, protein total : 5,5 g/dl (normalnya 6,6 – 8,7). elektrolit DS : klien mengeluh bahwa kulit kering, bersisik
DO :kulit tampak kering bersisik dan pruritus serta terdapat area ekimosis pada kulit. ureum darah 152 mg/dl (normalnya : 10,0-50,0), kreatinin darah 7,5 mg/dl
Kerusakan integritas kulit
Gangguan status metabolic
Tanggal Paraf Tanggal Paraf 1 ketidakseimbangan
cairan dan elektrolit berhubungan dengan destruksi struktur ginjal secara progresif 26 Mei 2017 26 Mei 2017 2
kerusakan integritas kulit berhubungan dengan gangguan status metabolic. 26 Mei 2017 26 Mei 2017
RENCANA ASUHAN KEPERAWATAN
No Diagnosa
keperawatan
Intervensi
dengan gangguan status metabolic.
membranes. Indikator :
4. integritas kulit yang baik bisa dipertahankan (sensasi, elastisitas, temperature, hidrasi, dan pigmentasi). 5. tidak ada luka
atau lesi pada kulit. 6. mampu melindungi kulit dan mempertahankan kelembaban kulit dengan perawatan alami
7. jaga kebersihan kulit agar tetap bersih dan kering.
8. mobilisasi pasien (ubah posisi setiap 2 jam sekali).
9. oleskan lotion atau baby oil pada daerah yang tertekan .
10. monitor status nutrisi pasien. IMPLEMENTASI KEPERAWATAN Tanggal/ hari Diagnosa keperawatan
2017 elektrolit berhubungan dengan destruksi struktur ginjal secara progresif pasien
c) monitor perubahan status paru
dan jantung yang
menunjukkan kelebihan cairan atau dehidrasi. dengan
menghitung nadi dan
pernapasan kerusakan integritas kulit berhubungan dengan gangguan status metabolic.
a) hindari kerutan pada tempat tidur.
b) jaga kebersihan kulit agar tetap bersih dan kering.
c) mobilisasi pasien (ubah posisi setiap 2 jam sekali).
d) oleskan lotion atau baby oil pada daerah yang tertekan . e) monitor status nutrisi pasien.
Sabtu 27/ 05/ 2017 ketidakseimbangan cairan dan elektrolit berhubungan dengan destruksi struktur ginjal secara progresif
a) Mencatat intake output pasien.
b) mengukur tanda-tanda vital pasien.
c) monitor perubahan status paru dan jantung yang menunjukkan kelebihan cairan atau dehidrasi. dengan menghitung nadi dan pernapasan.
kerusakan
integritas kulit berhubungandenga
e) hindari kerutan pada tempat tidur.
f) jaga kebersihan kulit agar tetap bersih dan kering.
h) oleskan lotion atau baby oil pada daerah yang tertekan . i) monitor status nutrisi pasien. Minggu 28/ 05 / 2017 ketidakseimbangan cairan dan elektrolit berhubungan dengan destruksi struktur ginjal secara progresif
a) Mencatat intake output pasien.
b) mengukur tanda-tanda vital pasien.
c) monitor perubahan status paru dan jantung yang menunjukkan kelebihan cairan atau dehidrasi. dengan menghitung nadi dan pernapasan. kerusakan integritas kulit berhubungan dengan gangguan status metabolic.
a) hindari kerutan pada tempat tidur.
b) jaga kebersihan kulit agar tetap bersih dan kering. c) mobilisasi pasien (ubah
posisi setiap 2 jam sekali). d) oleskan lotion atau baby oil
pada daerah yang tertekan . monitor status nutrisi pasien.
EVALUASI KEPERAWATAN Tanggal
/ hari
Diagnosa keperawatan
Evaluasi keperawatan Paraf Jumat
26 / 05 / 2017
ketidakseimbangan cairan dan elektrolit berhubungan
dengan destruksi struktur ginjal secara progresif
S : Pasien, mengeluh badan masih lemah, letih dan lesu
O :Tanda-tanda vital tekanan darah : 120/90 mmHg (normal sistolik : 120-139) (normal
100 kali permenit), pernafasan : 21 kali permenit (pernafasan normal 16-24 kali permenit), suhu : 37,10C (suhu normal : 36,50C – 37,50C). Tidak ada perubahan status paru dan jantung yang menunjukkan kelebihan cairan atau dehidrasi, balance cairan +50 cc.
A : Masalah teratasi sebagian P : Intervensi dilanjutkan kerusakan integritas kulit berhubungandenga n gangguan status metabolic.
S : subjektif dari pasien mngeluh kulit kering dan bersisik serta gatal-gatal
O : ditemukan masih ditemukan kulit kering bersisik, tidak ada kerutan pada tempat tidur, pasien belum melakukan miring kiri dan miring kanan karena mengeluh badan lemah, letih dan lesu.
A : Masalah teratasi sebagian P : Intervensi dilanjutkan Sabtu
27 / 05 / 2017
ketidakseimbangan cairan dan elektrolit berhubungan