• Tidak ada hasil yang ditemukan

1. Perlu dilakukan pemurnian bakteri dan uji lanjut untuk dapat memberikan dugaan terhadap spesies mikroba MFC. Selain itu perlu kajian lebih lanjut ten-tang mikroba yang dapat menghasilkan muatan listrik secara kontinu dan 2. Perlu pengujian elektroda lain dengan menambah luas permukaannya

sehingga akan didapat tegangan dan arus listrik yang dapat dimanfaatkan sebagai sumber energi alternatif.

DAFTAR PUSTAKA

Abazarian, E., Gheshlaghi, R. dan Mahdavi, M.A., 2016, The Effect of Number and Configuration of Sediment Microbial Fuel Cells on Their Performance In An Open Channel Architecture, Journal of Power Sources, 325 39-744.

Adimihardja, A., I. Juarsah dan U. Kurnia, 2000, Pengaruh Pengunaan Berbagai Jenis dan Takaran Pupuk Kandang Terhadap Produktivitas Tanah Ultisols Terdegradasi di Desa Batin, Jambi, Seminar Nasional Sumber Daya Tanah, Iklim dan Pupuk. Buku II. Lido-Bogor, 6-8 Des.1999, Pusat Penelitian Tanah dan Agroklimat, Bogor.

Aelterman, P., Rabaey, K., Pham, H.T., Boon, N. dan Verstraete, W., 2006, Continuous Electricity Generation at High Voltages and Currents using Stacked Microbial Fuel Cells, Environ. Sci. Technol., 40(10), 3388-3394.

Ali, M., 2011, Rembesan Air Lindi (Leachate) Dampak pada Tanaman Pangan dan Kesehatan, UPN, Surabaya.

Alice, 1997, Manure and Microbes: Public and Animal Health Problem.

Departement of Animal Science, Comell University, Ithaca, NY 14853, J.

Dairy Science, No 110.

Alwahab, 2015, Pemanfaatan Limbah Cair Biogas dari Kotoran Ternak sebagai Sumber Energi Listrik Alternatif Melalui Teknologi Microbial Fuel Cell (MFC), Skripsi, Universitas Halu Oleo, Kendari.

Amhir, A., 2010, Memburu Aroweli di Rawa Aopa. (othervisions.wordpress.com).

Angenent, L.T., Karim, K., Al-Dahhan, M., Wrenn, B.A. dan Domíguez-Espinosa, R., 2004, Production of Bioenergy and Biochemicals from Industrial and Agricultural Wastewater, Trends Biotechnol., 22(9), 477-485.

Anonim, 1993, Urine-A Wasted, Renewable Natural Resource, Noragric, Norwegia.

Apriyanto, H., 2007, Kebijakan Pengelolaan Teluk Berbasis Daerah Aliran Sungai (Studi Kasus Teluk Kendari), Jurnal Sains dan Teknologi Indonesia, 9(3), 149-155.

Arbianti, R., Utami, T.S., Hermansyah, H., Novitasari, D., Kristin, E. dan Trisnawati, I., 2013, Performance Optimization of Microbial Fuel Cell

94

(MFC) Using Lactobacillus bulgaricus, Makara Seri Teknologi, 17(1), 32-38.

Arsov, G.L. dan Georgievski, G., 2009, Preliminary Design of a PEM Fuel Cell Simulator Based on Digitally Controlled DC-DC Buck Converter, Electronics, 13 (1). Jurnal Ilmiah Ilmu-Ilmu Peternakan,Vol. XIII, No. 5.

Bergel, A., Feron, D. dan Mollica, A., 2005, Catalysis of Oxygen Reduction in PEM Fuel Cell by Seawater Biofilm, Electrochemistry Communication, 7, 900-904.

Blomen, L. dan Mugerwa, M., 1993, Fuel Cell Systems, Plenum Press.

Chaudhuri, S.K. dan Lovley, D.R., 2003, Electricity generation by direct

Damiano, L., 2009, Electricity Production from Management of Municipal Solid Waste Leachate with Microbial Fuel Cell, Masters Thesis, University of New Hampshire, Durham, NH.

Dariah, A. dan A. Rahman, 1989, Pengaruh Mulsa Hijauan Alley Cropping dan Pupuk Kandang Terhadap Pertumbuhan dan Hasil Jagung serta Beberapa Sifat Fisik Tanah, Pusat Penelitian Tanah dan Agroklima Dewan Energi Nasional, Executive Reference Data National Energy Management.

Donlan, R. M. dan Costeron, J. W., 2002, Biofilm : Survival Mechanism of Clinically Relevant Microorganism, Clin Microbial Rev, 15, 167-193.

Du, H. dan Li, F., 2016, Effects of Varying the Ratio of Cooked to Uncooked Potato on the Microbial Fuel Cell Treatment of Common Potato Waste, Science of the Total Environment 569–570 841–849.

Dwiari, S.R., 2008, Teknologi Pangan, Pusat Perbukuan Departemen Pendidikan Nasional.

Effendi, H. 2003. Telaah Kualitas Air Bagi Pengelolaan Sumber Daya dan Lingkungan Perairan. Kanisius, Yogyakarta.

Erliza, 2008, Teknologi Bioenergi, Agromedia, Jakarta.

Ewing, T., Ha, P.T. dan Beyenal H., 2016, Evaluation of Long-Term Performance of Sediment Microbial Fuel Cells and The Role of Natural Resources, Applied Energy xxx, xxx–xxx.

Fahrudin, 1989, Pengaruh Sampah di TPA Dago, Kota Madya Bandung terhadap kualitas Air Tanah Bebas di Sekitarnya, Thesis, Universitas Gadjah Mada, Yogyakarta.

Fatemi, S., Ghoreyshi, A. A., Najafpour, G. dan Rahimnejad, M., 2012, Bioelectricity Generation in Mediatorless Microbial Fuel Cell : Application of Pure and Mixed Cultures, Iranica Journal of Energy &

Environment, 3(2), 104-108.

Firmansyah, Y., 2011, Degradasi Bahan Organik dan Pemanfaatannya Sebagai Penghasil Energi Listrik Pada Sedimen Tambak Udang Melalui Sediment Microbial Fuel Cell, Skripsi, Institut Pertanian Bogor, Bogor.

Fitrinaldi, 2011, Microbial Fuel Cell sebagai Energi Alternatif Menggunakan Bakteri Escherichia coli, Artikel Penelitian hibah Pascasarjana Tahun Anggaran 2011, Universitas Andalas, Padang.

Fletcher, T., Thring, R. dan Watkinson, M., 2016, An Energy Management Strategy to Concurrently Optimise Fuel Consumption & PEM Fuel Cell Lifetime In a Hybrid Vehicle, International Journal of Hydrogen Energy, xxx 1 -13.

Ghoreyshi, A.A., Jafary, T., Najafpour, G.D., Haghparast, F., 2011, Effect of Type and Concentration of Substrate on Power Generation In Dual Chambered Microbial Fuel Cell. World Renewable Energy Congress.

Greenberg, A. E., P. R. Trussell and L. S. Clesceri, 1985, Standard Methods for the Examination of Water and Wastewater, American Public Health Association, Washington. Goswami dan Kreith, 2008, Energy Conversion, CRC Press.

Gunardi, W.D., 2007, Peranan Biofilm dalam Kaitannya dengan Penyakit Infeksi, Jurnal Kedokteran Meditek, 15(39), 1-9.

Habermann, W. dan Pommer, E.H. 1991, Biological Fuel Cells with Sulphide Storage Capacity, Appl. Microbiol. Biotechnol., 35(1), 128-133.

Hermanto, W.K.M., 2010, Kandungan Bahan Organik Pada Sedimen Di Perairan Teluk Buyat dan Sekitarnya, Jurnal Perikanan dan Kelautan Tropis, Vol.

VI-3.

Hermawan, K.G., Djaenudin, Sururi, M.R., 2014, Pengolahan Air Limbah Industri Menggunakan Sistem Double Chamber Microbial Fuel Cell, Jurnal Online Institut Teknologi Nasional, 2(1). 1-9.

Hijir, M., 2016, Produksi Biolistrik dari Air Lindi (Leachate) Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Puuwatu dengan Menggunakan Teknologi Leachate Microbial Fuel Cell, Skripsi, Universitas Halu Oleo, Kendari.

Hisham, N.S.N., Zain, S.M., Jusoh, S., Anuar, N., Suja, F., Ismail, A. dan Basri, N.E.A., 2013, Microbial Fuel Cell Using Different Types of Wastewater for Electricity Generation and Simultaneously Removed Pollutant, Journal of Engineering Science and Technology, 8(3), 316-325.

Holland, B.J., Zhu, J.G. dan Jamet, L., 2007, Fuel Cell Technology And Application, Australasian Universities Power Engineering Conference (AUPEC'01), 1, 390-395.

Holmes, D.E, Bond, D.R., O’Neil, R.A., Reimers, C.E., Tender, L.M. dan Lovley, D.R., 2004, Microbial Community Associates with Electrodes Harvesting Electricity from Variety of Aquatic Sediments, Microb. Ecol, 48, 178-190.

Holt, J.G., Krieg, N.K., Sneath, P.H.A., Staley, J.T. dan Williams, S.T., 1994, Bergey’s Manual of Determinative Bacteriology, Ninth Edition, Williams

& Wilkins, Maryland, USA.

Hong, S.W., Choi, Y.S., Chung, T.H., Song, J.H. dan Kim, H.S., 2009, Assessment of Sediment Remediation Potential Using Microbial Fuel Cell, Journal Engineering and Technology, 54, 683-689.

Hong, S.W., Kim, H.J., Choi, Y.S., dan Chung, T.H., 2008, Field experiments on Bioelectricity Production from Lake Sediment Using Microbial Fuel Cell Technology, Bull Korean Chem. Soc., 29, 2189-2194.

Hong, S.W., Kim, H.S., dan Chung, T.H., 2010, Alteration of Sediment Organic Matter in Sediment Microbial Fuel Cells, Environ. Pollut., 158(1), 185-191.

Islam, M.A., Woon, C.W., Ethiraj, B., Cheng, C.K., Yousuf, A. dan Khan, Md.M.R., 2016, Ultrasound Driven Biofilm Removal for Stable Power Generation in Microbial Fuel Cell, Energy & Fuels.

Jones and Bartlett Publishers (2012), Marine Sedimentation, http://www.jbpub.com/oceanlink, Diakses 11 Oktober 2016.

Kadir, A., 2002, Energi, UI-Press, Jakarta.

Killops, S.D. dan Killops, V.J., 2005, An Introduction to organic Geochemistry 2 Edition, Malden: Wiley Blackwell, 408p.

Kristin, E., 2012, Produksi Energi Listrik Melalui Microbial Fuel Cell Menggunakan Limbah Industri Tempe, Skripsi, Universitas Indonesia, Depok.

Larminie, J. dan Dicks, A., 2003, Fuel Cell Systems Explained, Wiley.

Lawalata, H.J., 2012, Keanekaragaman Bakteri Asam Laktat Penghasil Anti mikrobia selama Proses Fermentasi Bakasang, Disertasi, Universitas Gadjah Mada, Yogyakarta.

Leddy, J. dan Fenton, J., 2005, Proton Exchange Membrane Fuel Cells for Transportation Applications, The Electrochemical Society Interface, Fall, 21-23.

Li, M., Lv, K., Wu, S. dan Chen., S., 2016, Immobilization of Anodophilic Biofilms for Use in Aerotolerant Bioanodes of Microbial Fuel Cells, ACS Applied Materials & Interfaces.

Liu, H., Cheng, S. dan Logan, B.E., 2005, Power Generation in Fed-Batch Microbial Fuel Fell as a Fungtion of Ionic Strenght, Temperature, and Reactor Configuration, J. Environmental Science and Technology, 39, 5488-5493.

Liu, H. dan Logan, B.E., 2004, Electricity Generation Using an Air Chatode Single-Chamber Microbial Fuel Cell in The Presence and Absence of Proton Exchange Membrane, J. Environmental Science Technology, 38, 4040.

Liu, H., Ramnarayanan, R. dan Logan, B.E., 2004, Production of Electricity During Wastewater Using a Single-Chamber Microbial Fuel Cell, J.

Environmental Science Technology, 38, 2281-2285.

Logan, B.E., Hamelers, B., Rozendal, R., Schroder, U., Keller, J., Freguia, S., Aelterman, P., Verstraete, W. dan Rabaey, K., 2006, Microbial Fuel Cells:

Methodology and Technology, Environmental Science & Technology, 40(17), 5181-5192.

Lovley, D.R., 2006, Microbial fuel cells: Novel Microbial Physiologies and Engineering Approaches, Current Opinion in Biotechnology 2006, 17, 327-332.

Lu, N., Zhou, S., Zhuang, L., Zhang, J. dan Ni, J., 2009, Electricity Generation from Starch Processing Wastewater Using Microbial Fuel Cell Technology, J. Biochemical Engineering, 43, 246-251.

Madigan, Thomas, D., Michael, T.M., John, M.M., dan jack, P., 1997, Biology of Microorganisms, 8th Edition, Prentice Hall International Inc, New Jersey.

Matarirano, L., 1994, Liquid Manure is Good Fertilizer. Developing Countries Paket 34, Naskah 3 (Unpublished).

Mateo, J. R. S. C., 2012, Multi Criteria Analysis in The Renewable Energy Industry, London, Springer.

Mench, M.M., Wang, C.Y. dan Thynell, S.T., 2001, An Introduction to Fuel Cells and Related Transport Phenomena, International Journal of Transport Phenomena, 3(3).

METI, 2013, FGD Energi Surya. Jakarta.

Milcarek, R.J., Garrett, M.J. dan Ahn, J., 2016, Micro-tubular Flame-assisted Fuel Cell Stacks, International Journal of Hydrogen Energy, xxx (1-8).

Min, B. dan Logan, B.E., 2004, Continous Electricity Generation from Domestic Wastewater and Organic Substrates In a Flat Plate Microbial Fuel Cell, J.

Environmental Science and Technology, 38, 5809-5814.

Modi, A., Singh, S. dan Verma, N., 2016, Improved Performance of A Single Chamber Microbial Fuel Cell Using Nitrogen-Doped Polymermetal-Carbon Nanocomposite-Based Air-Cathode, International Journal of Hydrogen Energy, xxx 1-10.

Montpart, N., Baeza, M., Baeza, J.N. dan Guisasola, A., 2016, Low-Cost Fuel-Cell Based Sensor of Hydrogen Production In Lab Scale Microbial Electrolysis Cells, International Journal of Hydrogen Energy, xxx 1-8.

Moon, H., Chang, I.S. dan Kim, B.H., 2006, Continuous Electricity Production from Artificial Wastewater Using a Mediator-Less Microbial Fuel Cell, J.Bioresource Technology, 97, 621-627.

Motoyama, A., Ichihashi, O. dan Hirooka, Y., 2016, Measurement of pH Distribution Near the Air-Cathode of A Single-Chamber Microbial Fuel Cell Using Location Sensor-Equipped Microelectrodes, Electrochemistry Communications, S1388-2481, 30197-7.

Mulyana, R. dan Dirjen EBTKE, 2014, Presentasi Pengembangan dan Pemanfaatan Energi Baru Terbarukan dan Konservasi Energi. Seminar Nasional HAKTEKNAS ke-19, Jakarta.

Noori, Md.T., Jain, S.C., Ghangrekar, M.M. dan Mukherjee, C.K., 2016, Biofouling Inhibition and Enhancing Performance of Microbial Fuel Cell Using Silver Nano-Particles As Fungicide and Cathode Catalyst, Bioresource Technology, S0960-8524, 31189-0.

Nurrachman, 2013, Pengembangan Energi Surya untuk PLTS di Indonesia.

APAMSI.

Oh, S.E. dan Logan, B.E., 2007, Voltage Reversal During Microbial Fuel Cell Stack Operation, Journal of Power Sources, 167, 11–17.

Paitier, A., Godain, A., Lyon, D., Haddour, N., Vogel, T.M. dan Monier, J., 2016, Microbial Fuel Cell Anodic Microbial Population Dynamics During MFC Start-up, Biosensors and Bioelectronic, S0956-5663, 31134-4.

Paramita, P., Shovitri, M. dan Kuswytasari, N.D., 2012, Biodegradasi Limbah Organik Pasar dengan Menggunakan Mikroorganisme Alami Tangki Septik, Jurnal Sains dan Seni ITS, 1. 23-26.

Pelczar, M.J. dan Chan, E.C.S., 2005, Dasar-Dasar Mikrobiologi I, Terjemahan Hadioetomo R.S., Imas T., Tjitrosomo S.S., Angka S.L., Universitas Indonesia, Jakarta.

Penev, K., Pupkevich, V., Bagchehsaraee, B., Grawburg, N. dan Karamanev, D., 2008, Biofuel Cells: State of The Art and Perspectives, Ecological engineering and environment protection, 1, 74-81.

Pham, T.H., Rabaey, K., Aelterman, P., Clauwaert, P., De Schamphelaire, L., Boon, N. dan Verstraete, W., 2006, Microbial Fuel Cells in Relation to Conventional Anaerobic Digestion Technology, Eng. Life Sci., 6(3), 285-292.

Pratiwi, S.T., 2008, Mikrobiologi Farmasi, Erlangga, Jakarta.

Purwati, E., Latif, M., Purwanto, H. dan Oki. 2014. Inovasi Sumber Energi Terbarukan dari Perancangan Prototipe Microbial Fuel Cell Tipe Seri, Paralel, dan Seri-Paralel dengan Memanfaatkan Bakteri Escherichia Coli.

Inovasi Sumber Energi, 40(1), 132-141.

Purwono, Hermawan dan Hadiyanto. 2015. Penggunaan Teknologi Reaktor Microbial Fuel Cells (MFCs) dalam Pengolahan Limbah Cair Industri Tahu untuk Menghasilkan Energi Listrik. Jurnal Presipitasi, 12(2), 57-65.

Putra, Y. 2004. Pengelolaan Limbah Rumah Tangga (Upaya Pendekatan dalam Arsitektur). Program Studi Arsitektur, Fakultas Teknik USU, Medan.

Putranto, S. H., 2011, Saatnya Berfikir Ketahanan Energi Nasional. Journal of the Indonesian Oil and Gas Community.

Qalbi, N., Fahruddin dan Abdullah, A., 2013, Pengaruh Pemberian Sedimen Bakau dan Sedimen Rawa Terhadap Populasi Bakteri pada Air Asam Tambang, Universitas Hasanudin, Makasar.

Rabaey, K. dan Verstraete, W., 2005, Microbial Fuel Cells: Novel Biotechnology for Energy Generation,J. Trends Biotechnol., 23, 291-298.

Reimers, C.E., Tender, L.M., Fertig, S. dan Wong, W., 2001, Harvesting Energy from The Marine Sediment-Water Interface, Environ. Sci. Technol., 35, 192-195.

Rezaei, F., Richard, T.L., Brennan, R.A. dan Logan, B.E., 2007, Substrate-Enhanced Microbial Fuel Cells for Improved Remote Power Generation from Sediment-Based Systems, Environmental Science & Technology, 41(11), 4053-4058.

Riyanto, B., Nisa, R.M., Fitriani, I., 2011, Energi Listrik dari Sedimen Laut Teluk Jakarta melalui Teknologi Microbial Fuel Cell, Jurnal Pengolahan Hasil Perikanan Indonesia, Volume XIV Nomor 1, 32-42.

Robby, S., 2013, Pemanfaatan Bahan Organik Yang Terkandung Dalam Sedimen Laut Teluk Kendari Sebagai Sumber Energi Listrik Alternatif Melalui Teknologi SMFC, Skripsi, FMIPA UHO, Kendari.

Rochelle, P.A., Cragg, B.A., Fry, J.C., Parkes, R.J. dan Weightman, A.J., 1994, Effect of Sample Handling on Estimation of Bacterial Diversity in Marine Sediments by16S rRNA Gene Sequence Analysis, J. FEMS Microbiol.

Ecol., 15, 215-226.

Rohan, D., Deepa, V., Rohan dan G., Satish, B., 2013, Bioelectricity production from Microbial Fuel Using Escherichia coli (Glucose and Brewery Waste), Int. Res. J. Biological Sci., 2(7), 50-54.

Salnuddin, 2005, Pertukaran dan Pengadukan Massa Air Kaitannya dengan Transport Sedimen di Perairan Teluk Kendari, Tesis, Institut Pertanian Bogor, Bogor.

Samsudeen, N., Radhakrishnan, T.K. dan Matheswaran, M., 2016, Effect of Isolated Bacterial Strains from Distillery Wastewater on Power Generation In Microbial Fuel Cell, Process Biochemistry, S1359-5113, 30185-4.

Schroder, U., 2008, From Wastewater to Hydrogen: Biorefineries Based on Microbial Fuel-Cell Technology, ChemSusChem, 1, 281-282.

Sehah dan Cahyono, 2009, Pengujian Daya Hantar Listrik Air Tanah di Sekitar Tempat Pembuangan Akhir Gunung Tugel Kabupaten Banyumas Menggunakan Prinsip Jembatan Wheatstone, Jurnal Molekul, 4(1), 39-41.

Shantaram, A., Beyenal, H., Raajan, R., Veluchamy, A. dan Lewandowski, Z., 2005, Wireless Sensors Powered by Microbial Fuel Cells, J. Environ. Sci.

Technol., 39, 5037-5042.

Shimura, T., Jiao, Z. dan Shikazono, N., 2016, Dependence of Solid Oxide Fuel Cell Electrode Microstructure Parameters on Focused Ion Beam-Scanning Electron Microscopy Resolution, International Journal of Hydrogen Energy, 41, 22373-22380

Subramanian, M., 2010, Fuel Cell, CH1002 Energy Management in Chemical Industries.

Sugi R., Dyah P. dan Pujianto, 2009, Pemanfaatan Kotoran Ternak Sapi Sebagai Sumber Energi Alternatif Ramah Lingkungan Beserta Aspek Sosio Kulturalnya, Inotek, Vol. 3, No. 2.

Sulaeman, Suparto, Eviati, 2005 Petunjuk Teknis Analisis Kimia Tanah, Tanaman, Air, dan Pupuk, Balai Penelitian Tanah, Departemen Pertanian, Bogor.

Sumadi dan Marianti, A., 2007, Biologi Sel, Graha Ilmu, Yogyakarta.

Supriadi, I.H., 2001, Dinamika Estuaria Tropik, oseana, Volume XXVI Nomor 4, 1-11.

Sururi, M.R., Ainun, S., dan Krisna, A., 2014, Pengolahan Lindi dengan Proses Oksidasi Lanjut Berbasis Ozon, Reaktor, 15(1), 20-26.

Susanto, J.P., Ganefati, S.P., Muryani, S. dan Istiqomah, S. H. 2004. Pengolahan Lindi (Leactahe) dari TPA dengan Sistem Koagulasi. J. Tek. Ling-P3TL-BPPT, 5(3), 167-173.

Utami dan Pramono, 1987, Diagnostika Penyakit Bacterial Pada Hewan.

Fakultas Kedokteran Hewan, Institut Pertanian Bogor, Bogor.

Tao, Y., Liu, Q., Chen, J., Wang, B., Wang, Y., Liu, K., Li, M., Jiang, H., Lu, Z.

dan Wang., D., 2016, Hierarchically Three-Dimensional Nanofiber Based Textile with High Conductivity and Biocompatibility As a Microbial Fuel Cell Anode, Environ. Sci. Technol, 50, 7889−7895.

Tchobanoglous, G., Theisen, H., dan Vigil, S. 1993. Integrated Solid Waste Management, Engineering Principles and Management Issues. Irwin McGraw Hill, Boston, MA.

Tender, L.M., Reimers, C.E., Stecher, H.A., Holmes, D.E., Bond, D.R., Lowy, D.A., Pilobello, K., Fertig, S.J. dan Lovley, D.R., 2002, Harnessing Microbially Generated Power on The Seafloor, Natural Biotechnology, 20, 821-825.

Toffin, L., Websterb, G., Weightman, A.J, Fry, J.C. dan Prieur, D., 2004, Molecular Monitoring of Culturable Bacteria from Deep-Sea Sediment of the Nankai Trough, Leg 190 Ocean Drilling Program, FEMS Microbiology Ecology, 48, 357–367.

Trihadiningrum, Y., 1995, Mikrobiologi Lingkungan, Jurusan Teknik Lingkungan ITS, Surabaya.

Voroney, R.P., 2007, The Soil Habitat, di dalam: Paul E.A. (editor), Soil Microbiologi, Ecology, and Biochemistry, Chennai: Elvesir Inc.

Wahyuningsih, 2005, Analisa Kelayakan Pengembangan Biogas Sebagai Energi Alternatif Berbasis Individu dan Kelompok, Tesis Sekolah Pasca Sarjana, Institut Pertanian Bogor.

Wang, H., Park, J.D. dan Ren, Z., 2012, Active Energy Harvesting from Microbial Fuel Cells at the Maximum Power Point without Using Resistors, Environ.

Sci. Technol., XXXX, XXX, XXX−XXX.

Wang, X., Li, D., Mao, X., Yu, E.H., Scott, K., Zhang, E. dan Wang, D., 2016, Anion Exchange Polymer Coated Graphite Granule Electrodes for Improving the Performance of Anodes In Unbuffered Microbial Fuel Cells, Journal of Power Sources 330 211-218.

Watnick, P. dan Kolter, R., 2000, Biofilm, City of Microbes, J. Bacteriol., 182(10), 2675-2679.

Xu, J., Xu, Z., Zhou, Y. dan Ye, B., 2016, Lysine Malonylome May Affect the Central Metabolism and Erythromycin Biosynthesis Pathway in Saccharopolyspora erythraea, J. Proteome Res, XXXX, XXX, XXX−XXX.

Ye, T., Song, N., Chen, M., Yan, Z. dan Jiang H., 2016, No Enhancement of Cyanobacterial Bloom Biomass Decomposition by Sediment Microbial Fuel Fell (SMFC) At Different Temperatures, Environmental Pollution, 218, 59-65.

Zhang, W., Yue, B., Wang, Q., Huang, Z., Huang, Q. dan Zhang, Z., 2011, Bacterial community composition and abundance in leachate of semi-aerobic and ansemi-aerobic landfill. Journal of Environmental Sciences, 23(11), 1770-1777.

Zhao, Q., Li, R., Min Ji dan Ren, Z., 2016, Organic Content Influences Sediment Microbial Fuel Cell Performance and Community Structure, Bioresource Technology, BITE 17025.

Zielke, E. A, 2005, Design of a Single Chamber Microbial Fuel Cell, Penn State University.

Zou, M., Yang, F., Wen, K., Lv, W., Waqas, M. dan He, W., 2016, Ionic Conductivity Evolution at Strained Crystal Interfaces in Solid Oxide Fuel Cells (SOFCs), International Journal of Hydrogen Energy, xxx xxx-xxx.

LAMPIRAN

Lampiran 1. Gambaran Umum Alur Penelitian

Pengambilan Sampel Limbah dan

Lampiran 2. Prosedur Pembuatan Reagen 1. Kalium Dikromat 1 N

Kalium dikromat sebanyak 4,9 g dilarutkan dengan 30 mL akuades dalam gelas kimia, ditambahkan 5 mL asam sulfat pekat, dipanaskan hingga larut sempurna, setelah dingin diencerkan dalam labu ukur 50 mL dengan akuades sampai tanda garis.

2. Larutan Standar C dalam Glukosa 5000 ppm

Glukosa p.a. sebanyak 1,25 gram ke dalam labu ukur 100 mL.

Ditambahkan akuades hingga tepat 100 mL dan kocok hingga larutan homogen.

3. Larutan Standar N dalam Amonium Sulfat 5000 ppm

Serbuk (NH4)2SO4 p.a. sebanyak 0,47 gram (yang telah dikeringkan pada 100 0C selama 4 jam) dimasukkan ke dalam labu ukur 100 mL. Ditambahkan akuades hingga tepat 100 mL dan kocok hingga larutan homogen.

Lampiran 3. Diagram Alir Penetapan Kadar Air

- Ditimbang sebanyak 5 g dalam pinggang aluminium yang telah diketahui bobotnya

- Dikeringkan dalam oven pada suhu 105 0C selama 3 jam

- Diangkat pinggan dengan penjepit dan dimasukan ke dalam eksikator - Setelah sampel dingin kemudian

ditimbang

- Bobot yang hilang adalah bobot air Kadar air (%)

Sampel sedimen

Lampiran 4. Diagram Alir Penetapan C-organik cara Spektrofotometer

- Diambil 0,5 g lalu dimasukkan kedalam erlenmeyer

- Ditambahkan 5 mL K2Cr2O7 - Ditambahkan 7,5 mL H2SO4 pekat - Dikocok lalu didiamkan selama 30

menit

- Diencerkan dengan akuades hingga 100 mL

- Keesokan harinya diukur serapan larutan jernih dengan UV-Vis pada panjang gelombang 561 nm

- Sebagai pembanding dibuat larutan 0, 250, 500 dan 1000 ppm C dalam glukosa ke dalam labu takar 100 mL dengan perlakuan yang sama dengan pengerjaan sampel

- Dibuat kurva standar C dalam glukosa dan nilai serapan sampel - Ditransformasikan pada persamaan

garis kurva standar glukosa dan dilakukan perhitungan

Kadar C-organik (%) Sampel sedimen dan limbah

Lampiran 5. Diagram Alir Penetapan N-total cara Spektrofotometer

- Diambil 0,5 g lalu dimasukkan kedalam tabung digest

- Ditambahkan 1 g campuran selen dan 3 mL asam sulfat pekat

- Didestruksi hingga suhu 350 0C (3-4 jam).

- Setelah didestruksi keluar uap putih dan didapatkan ekstrak jernih

- Tabung diangkat lalu didinginkan kemudian ekstrak diencerkan dengan akuades hingga tepat 50 mL

- Dikocok sampai homogen dan dibiarkan semalam agar partikel mengendap

- Ekstrak akan digunakan untuk pengukuran nitrogen dengan cara spektrofotometer

Ekstrak sampel

Sampel sedimen dan limbah

- Dipipet ke dalam tabung reaksi masing-masing 2 mL ekstrak dan deret standar

- Ditambahkan berturut-turut larutan Sangga Tartrat dan Na-fenat masing-masing sebanyak 4 mL

- Dikocok dan dibiarkan 10 menit - Ditambahkan 4 mL NaOCl 5%

- Dikocok dan diukur dengan spektrofotometer UV-Vis pada panjang gelombang 636 nm

- Dibuat kurva standar amonium sulfat dan nilai serapan sampel

- Ditransformasikan pada persamaan garis kurva standar amonium sulfat dan dilakukan perhitungan

Kadar N-total (%) Ekstrak sampel

Lampiran 6. Diagram Alir Pengukuran COD (Chemical Oxygen Demand)

Sampel limbah

- Diambil 50 mL lalu dimasukkan kedalam erlenmeyer

- Ditambahkan 5 mL K2Cr2O7 - Ditambahkan 7,5 mL H2SO4 pekat

- Didiamkan selama kurang lebih 15 menit di dalam ruang asam

- Ditambahkan 3 tetes indikator ferroin dan dititrasi dengan menggunakan larutan ferrous ammonium sulfat [Fe(NH4)2(SO4)2] 0,2 N sampai terjadi perubahan warna dari hijau terang menjadi merah terang.

- Dilakukan juga titrasi terhadap blanko Nilai COD

Lampiran 7. Diagram Alir Pengukuran BOD (Biological Oxygen Demand) Sampel limbah

- Dimasukkan 50 mL lalu dimasukkan kedalam erlenmeyer

- Diencerkan dengan akuades dengan faktor pengenceran 15 dan 20 kali - Didiamkan selama kurang lebih 15

menit didalam ruang asam - Diaerasi selama 10 menit

- Dipisahkan lalu diinkubasi selama 5 hari ditempat gelap dan boleh terdapat gelembung udara pada suhu 20 0C

Nilai BOD (mg/L)

Lampiran 8. Diagram Alir Pengukuran pH

Sampel sedimen dan limbah

- Dimasukkan ke dalam dua buah botol kocok masing-masing 10 g

- Ditambahkan 50 mL akuades ke dalam botol yang satu (pH H2O) dan 50 mL KCl 1 M kedalam botol yang satu (pH KCl)

- Dikocok dengan mesin pengocok selama 30 menit

- Diukur dengan pH meter yang telah dikalibrasi menggunakan larutan buffer phosfat pH 7

Nilai DHL

Lampiran 9. Diagram Alir Pengukuran Daya Hantar Listrik (DHL) Sampel sedimen dan limbah

- Dimasukkan 10 g lalu dimasukkan kedalam botol kocok dan ditambahkan akuades

- Dikocok dengan mesin pengocok selama 30 menit

- Diukur daya hantar listrik dengan konduktometer sel platina yang telah dikalibrasi menggunakan larutan baku NaCl dan dibaca setelah konstan

Nilai DHL

Lampiran 10. Diagram Alir Isolasi, Karakterisasi dan Identifikasi Bakteri MFC

1. Isolasi Bakteri

Sampel sedimen dan limbah

- Dimasukkan sebanyak 1 mL ke dalam tabung reaksi berisi 10 mL media cair al-kaline peptone water (APW)

- Diinkubasi pada suhu ruang selama 3 hari pada suhu ruang dalam kondisi gelap Kultur mikroba

pada media APW

Pengenceran 10-3 Pengenceran 10-4 Pengenceran 10-2

- Diambil sebanyak 0,1 mL - Disebar pada media padat APW - Diinkubasi selama 48 jam pada suhu

ruang

- Diamati koloni bakteri yang tumbuh pada cawan petri

Bakteri tumbuh pada media padat APW

2. Pemurnian Bakteri

3. Pewarnaan Gram

Bakteri pada media padat APW

- Diambil 1 jenis koloni yang terpisah dengan menggunakan ose

- Digores pada media padat APW yang baru

- Diinkubasi selama 24 jam pada suhu ruang

Koloni tunggal bakteri

- Diambil sebanyak 1 ose dan dioles di atas permukaan kaca objek

- Diteteskan larutan Kristal violet pada bagian olesan bakteri dan didiamkan

- Diteteskan alkohol dan didiamkan selama 30 detik

- Diteteskan larutan safranin dan didiamkan selama 30 detik

Lampiran 11. Perhitungan Faktor Kadar Air (fk)

Sampel Bobot (g) Kehilangan bobot (g)

Sampel Bobot (g) Kehilangan bobot (g)

Dokumen terkait