1. Saran untuk pelayanan kesehatan antara lain adalah sebagai berikut:
a. Suami termotivasi karena adanya rasa tanggung jawab dan kewajiban. Oleh karena itu, pasca istri melahirkan, suami diberikan form persetujuan untuk tidak memberi susu formula selama bayi berusia 0-6 bulan oleh pelayanan kesehatan.
b. Pelayanan kesehatan sebaiknya melatih tenaga kesehatan untuk memberikan penyuluhan kepada suami untuk mendukung ASI eksklusif pasca istri melahirkan. Penyuluhan yang diberikan berupa manfaat ASI eksklusif, hal yang harus dilakukan suami selama istri menyusui eksklusif, nutrisi yang dibutuhkan istri selama menyusu eksklusif, cara melancarkan produksi ASI, dan memperingatkan suami untuk tidak memberi makan dan minum bayinya selain ASI selama 0-6 bulan.
c. Bidan desa atau tenaga kesehatan penolong persalinan lainnya sebaiknya menganjurkan suami untuk menemani istri melakukan Inisiasi Menyusu Dini (IMD) selama minimal 60 menit setelah bersalin, agar suami termotivasi.
d. Bidan desa atau tenaga kesehatan penolong persalinan lainnya sebaiknya menganjurkan suami untuk melihat cara istrinya menyusui yang benar, agar suami dapat mengingatkan istri jika istri lupa dan salah posisi menyusui.
e. Tenaga kesehatan sebaiknya menganjurkan ibu mengajak suaminya apabila hendak konsultasi laktasi maupun kesehatan lainnya ketika hamil hingga pasca melahirkan.
2. Saran untuk penelitian selanjutnya:
a. Salah satu penyebab rendahnya ASI eksklusif adalah karena ibu bekerja sehingga tidak dapat menyusui anak secara eksklusif. Oleh karena itu, peneliti menyarankan agar peneliti berikutnya dapat membahas tema motivasi ibu bekerja yang menyusui secara eksklusif.
DAFTAR PUSTAKA
Afifah, D. N., 2007. Faktor yang Berperan dalam Kegagalan Praktik Pemberian ASI Eksklusif, Semarang: Pascasarjana Universitas Diponegoro.
Agus, S. & Utaminingrum, H., 2012. Hubungan Pengetahuan Ibu, Pendidikan Ibu, dan Dukungan Suami dengan Praktek Pemberian ASI Eksklusif di Kelurahan Multiharjo Kidul Kecamatan Telogosari Kota Semarang. Jurnal Gizi Universitas Muhammadiyah Semarang, Vol. 1(No.1).
Annisa, L. & Swastiningsih, N., 2015. Dukungan Sosial dan Dampak yang Dirasakan oleh Ibu Menyusui dari Suami. EMPATHY: Jurnal Fakultas Psikologi Ahmad Dahlan, Vol. 3(No. 1), p. 16.
Asih, K., 2013. Hubungan Dukungan Suami dengan Pemberian ASI Eksklusif Pada Karyawati Rumah Sakit Bakti Wira Tamtama, Semarang: Universitas Muhammadiyah Semarang.
Atika, N., 2013. Perbedaan Pemberian ASI Eksklusif dan Susu Formula Terhadap Status Gizi Bayi Umur 7-12 Bulan di Desa Reksosari Kecamatan Suruh
Kabupaten Semarang, Semarang: Akademi Kebidanan Ngudi Waluyo. Badriah, F. & Alkaff, R., 2013. Metodologi Penelitian Kualitatif. edisi pertama
ed. Jakarta: FKIK UIN Syarif Hidayatullah.
Cohen, S. & Syme, S., 1985. Social Support and Health. New York: Academic Press.
Creswell, J. W., 2014. Research Design: Qualitative, Quantitative, and Mixed Methods Approaches. 4th ed. ed. United States of America: SAGE.
Dinas Kesehatan Provinsi Jawa Barat, 2015. Profil Kesehatan Jawa Barat. s.l.:Dinas Kesehatan Jawa Barat.
Dirjen BINKESMAS KEMENKES RI, 2014. Tata Kelola Inisiasi Menyusu Dini dan ASI Eksklusif, Jakarta: Kinerja USAID.
Farida, A., S. & Nafikadini, I., 2014. Dukungan Sosial Suami dalam Pemberian ASI Eksklusif di Suku Osing. e-Journal Pustaka Kesehatan.
Fauziah, A., 2013. Hubungan Antara Pengetahuan dan Sikap Suami Tentang Pemberian ASI Eksklusif, Surakarta: Fakultas Kedokteran Universitas Muhammadiyah Surakarta.
Fikawati, S. & Syafiq, A., Desember 2009. Penyebab Keberhasian dan Kegagalan Praktik Pemberian ASI Eksklusif. KESMAS (Jurnal Kesehatan Mayarakat Nasional), Volume Vol. 4 No. 3, p. 120.
Gerungan, W., 2004. Psikologi Sosial. 1 ed. Bandung: Refika Aditama.
Handoko, M., 1992. Motivasi: Daya Penggerak Tingkah Laku. 1 ed. Yogyakarta: Kanisius.
Hani, R. U., 2014. Hubungan Dukungan Suami Terhadap Keberhasilan Pemberian ASI Eksklusif pada Ibu Primipara di Wilayah Kerja Puskesmas
Pisangan, Jakarta: FKIK UIN Syarif Hidayatullah.
Hargi, J. P., 2013. Hubungan Dukungan Suami dengan Sikap Ibu dalam Pemberian ASI Eksklusif di Wilayah Kerja Puskesmas Arjasa Kabupaten
Jember, Jember: Universitas Jember.
Haryani, 2014. Alasan Tidak Diberikan ASI Eksklusif oleh Ibu Bekerja di Kota Mataram NTB, Denpasar: Pascasarjana Universitas Udayana Denpasar.
Hikmawati, I., 2008. Faktor-Faktor Risiko Kegagalan Pemberian ASI Selama Dua Bulan (Studi Kasus Pada Bayi Umur 3-6 Bulan Di Kabupaten
Banyumas), Semarang: Pascasarjana Universitas Diponegoro.
Ida, 2011. Faktor-Faktor yang Berhubungan dengan Pemberian ASI Eksklusif 6 Bulan di Wilayah Kerja Puskesmas MUka Kota Depok, Depok: Universitas Indonesia.
Iskandar, 2009. Metodologi Penelitian Kualitatif, Jakarta: Gaung Persada.
Kemenkes RI, 2017. Tingkatkan Konsumsi Sayur dan Buah Nusantara Menuju Masyarakat Hidup Sehat, Jakarta: Departemen Kesehatan RI.
Kementerian Kesehatan RI, 2014. Infodatin ASI Eksklusif, Jakarta: Pusat Data dan Informasi Kementerian Kesehatan RI.
Kementerian Kesehatan RI, 2015. Profil Kesehatan Indonesia 2015, Jakarta: Kementerian Kesehatan RI.
Khoiria, U. N., 2014. Hubungan Sikap Suami dengan Keberhasilan ASI Eksklusif di Wilayah Puskesmas Kasihan II Bantul, Yogyakarta: Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Aisyiyah.
Kohariningsih, Y. D. & Ngadiyono, 2013. Hubungan Antara Sikap dan Dukungan Suami dengan Praktik Pemberian ASI Eksklusif pada Ibu Tidak Bekerja yang Mempunyai Bayi 7-12 Bulan di Wilayah Kerja Puskesmas Ngemplak Simongan Kecamatan Semarang Barat. Jurnal Kebidanan, Vol. 2(No. 4), pp. 43-50.
Kriselly, Y., 2012. Studi Kualitatif Terhadap Rendahnya Cakupan ASI Eksklusif di Wilayah Kerja Puskesmas Kereng Pangi Kecamatan Katingan Hilir
Kabupaten Katigan Provinsi Kalomantan Tengah, Depok: Universitas Indonesia.
Maki, F., Umboh, A. & Ismanto, A. Y., 2017. Perbedaan Pemberian ASI Eksklusif dan Susu Formula Terhadap Kejadian Diare pada Bayi Usia 6- 12 Bulan di Wilayah Kerja Puskesmas Ranotana Weru. eJournal Keperawatan, Volume Vol.5 No.1.
Moleong, L. J., 2013. Metode Penelitian Kualitatif Edisi Revisi. Bandung: PT. Remaja Rosdakarya.
Narfin, 2013. Determinan Pemberian ASI Eksklusif Daerah Perumahan Kumuh dan Tidak Kumuh di Wilayah Kerja Puskesmas Jumpandang Baru,
Makasar: Universitas Hasanuddin.
Notoatmodjo, S., 2007. Promosi Kesehatan dan Ilmu Perilaku. 1 ed. Jakarta: Rineka Cipta.
Pratami, P. R., 2016. Pengalaman Suami dalam Memberikan Dukungan ASI Eksklusif pada Ibu Primipara di Wilayah Kerja Puskesmas Semplak
Kelurahan Curug Mekar Kota Bogor, Jakarta: UIN Syarif Hidayatullah Jakarta.
Purwiyanti, E., 2011. Studi Tentang Keberhasilan Pemberian ASI Pada Daerah Dengan Cakupan ASI Eksklusif >80%, Semarang: Universitas Negeri Semarang.
Putri, D. T., 2015. Perbedaan Perkembangan Bayi Usia 3-6 Bulan yang Diberi dan Tidak Diberi ASI Eksklusif di Kecamatan Purworejo Kabupaten Puworejo Jawa Tengah. Jurnal Kesehatan Masyarakat (JKM eJournal), Vol. 3(No.2), pp. http://ejournal-sl.undip.ac.id/.
Ramadani, M. & Hadi, E., 2010. Dukungan Suami dalam Pemberian ASI Eksklusif di Wilayah Kerja Puskesmas Air Tawar Kota Padang Sumatra Barat.. Jurnal Kesehatan Masyarakat Nasional Pendidikan Kesehatan Ilmu Perilaku, Vol. 4(No. 6).
Ramadani, M. & Hadi, E. N., Juni 2010. Dukungan Suami dalam Pemberian ASI Eksklusif di Wilayah Kerja Puskesmas Air Tawar Kota Padang Sumatera Barat. KESMAS (Jurnal Kesehatan Masyarakat Nasional), Volume Vol. 4 No. 6, p. 269.
Ryan, R. M. & Deci, E. L., 2000. Self-Determination Theory and the Facilitation of Intrinsic Motivation, Social Development, and Well-Being. American Psychologist, Vol. 55(No.1), pp. 68-78.
Siagian, S., 1995. Teori Motivasi dan Aplikasinya. 1 ed. Jakarta: Rineka Cipta. Sugiyono, 2012. Memahami Penelitian Kualitatif. Bandung: ALFABETA. UNICEF, 2012. Laporan Tahunan Indonesia 2012.
Wattimena & dkk, September 2015. Dukungan Suami dengan Keberhasilan Isteri untuk Menyusui. Jurnal Ners LENTERA, Vol. 3(No. 1), p. 10.
Widiarti, S. P., 2012. Hubungan Tingkat Pengetahuan Suami Tentang Pemberian ASI Terhadap Motivasi Ibu dalam Menyusui di Kelurahan Kemiri Muka
Kota Depok, Depok: Fakultas Ilmu Keperawatan Universitas Indonesia. Zakiyah, 2012. Faktor-Faktor yang Berhubungan dengan Pemberian ASI
Eksklusif di Kelurahan Semanan Kecamatan Kalideres Jakarta Barat,
LAMPIRAN 1
LAMPIRAN 2
Matriks Wawancara
No. Item Data Informan Utama (Suami) Kesimpulan
Suami 1 (U) Suami 2 (M) Suami 3 (J) Suami 4 (S) Suami 5 (H)
1 Motivasi Intrinsik (pengetahuan ): Pengetahuan terkait ASI Eksklusif (menurut pengalaman sendiri) PENGERTIAN: ASI Eksklusif: “sampe umur 2 tahun kali ya. kakanya juga sampe 2 tahun” Selain ASI (Air minum, susu formula, buah, MPASI, madu, teh, kopi, dan lain lain):
“ga boleh ya kalo baru lahir mah ya belum boleh.. tapi
PENGERTIAN:
ASI Eksklusif: “dari melahirkan ya, mungkin kurang lebih 6 bulan, eh berapa 2 tahun hehe.”
Selain ASI (Air minum, susu formula, buah, MPASI, madu, teh, kopi, dan lain lain): “engga gak boleh.... engga engga boleh, kalo udah boleh
PENGERTIAN:
ASI Eksklusif:
“yang saya tau dari pertama lahir sampe 2 tahun gitu hehe”
Selain ASI (Air minum, susu formula, buah, MPASI, madu, teh, kopi, dan lain lain):
“boleh diberikan susu formula paling. Kalo kekurangan... kalo cukup mah engga, ya Alhamdulillah, hehe...
PENGERTIAN:
ASI Eksklusif:
“ya ASI itu diberikan dari bayi lahir sampe paling sedikit 6 bulan.”
Selain ASI (Air minum, susu formula, buah, MPASI, madu, teh, kopi, dan lain lain):
“engga pernah diberikan, ya setau saya ga boleh diberikan ASI aja.. makan buah, ya belum boleh kalo 6 bulan kesini ya boleh,. bayi yang kecil itu, belum
PENGERTIAN:
ASI Eksklusif:
"harusnya dari awal lahiran ya, minimal 6 bulan, terus maksimal 2 tahun ya hehe.”
Selain ASI (Air minum, susu formula, buah, MPASI, madu, teh, kopi, dan lain lain): “kalo dari prinsip saya ga boleh, tapi denger-denger dari
Menurut informan tentang pengertian ASI Eksklusif adalah informan ragu tentang pengertian ASI Eksklusif kebanyakan dari mereka mengatakan ASI Eksklusif antara 0 sampai 6 bulan dan lebih baik jika samapi 2 tahun. Informan kebanyakan tidak memperbolehkan istri memberi makanan selain ASI diusia 0-6 bulan. Akan tetapi, ada yang mengatakan bahwa buah dan air minum diperbolehkan. Informasi tentang pengertian ASI didapat melalui pengalaman
kalo buah mah boleh diberikan.”
Informasi dari: “ga tau.. dari anak pertama juga harus diberikan ASI,”
makan baru
diberikan buah, air. Kalo baru lahir mah sampe 6 bulan mah ASI aja udah cukup.”
Informasi dari: “mungkin ya sepengetahuan saya aja yang udah ngalamin ke dua anak.”
kalo itu (buah, bubur, dan makanan lainnya) mah bagusnya jangan, maksimalnya 6 bulan, 6 bulan ya bu ya? (bertanya pada istrinya
dan istrinya
mengiyakan) kalo 0 sampe 5 bulan mah jangan dulu yah, “ Informasi dari: “menurut saya aja”
membutuhkan, kemungkinan ASI masih cukup. Mungkin kalo ga dicampur lebih baik kali ya.”
Informasi dari: “dari google”
kalo yang lain ada juga, pake asupan apa apa dari dua
bulan juga
diberikan, ”
Informasi dari:
dari internet..
dan ada pula yang mencari info melalui media internet. Berdasarkan keterangan informan, dapat disimpulkan bahwa pengetahuan informan terkait manfaat ASI Eksklusif adalah baik untuk pertumbuhan, kesehatan, kekebalan tubuh, kecerdasan, dan dapat mendekatkan hubungan ibu dan anak.
Menurut informan ASI Ekslusif lebih baik dari pada susu formula karena lebih steril, alami, lebih sehat, dan dapat mencerdaskan.
Menurut informan cara melancarkan ASI adalah
MANFAAT: “aduh tentang ASI mah haha.... ga tau saya mah hehe”
MANFAAT: “buat pertumbuhan anak gitu, biar sehat anaknya. Haha” “anaknya jadi cepat tangkap ya, jadi
MANFAAT:
“ASI teh Air Susu Ibu nyak?.. setau saya sih, itu buat bagus, buat anak kecil, lebih bagus dari susu botol lebih
MANFAAT:
“ASI Eksklusif ya ASI ibu buat anak yang secara klinik lebih bagus daripada susu formula kalo menurut saya”
MANFAAT: “manfaatnya kurang begitu tau,.. kan biar lebih deket sama ibunya”
belajar menghitung apa gitu mau, cepet dia.”
steril diakan alami gitu, kalo susu botolkan
banyak sampe
campuran.”
“kalo manfaat ASI, buat anak kita setau saya ya pertama-tama itu buat kekebalan tubuh mba, kesehatan, soalnya anak anak saya ASI sampe dua tahun, nyatanya ga pernah sakit, paling sakit pusing batuk pilek, kalo sakit sampe dirawat ga pernah,”
“kalo setau saya kalo pake formula itu sebetulnya kalo buat pertumbuhan sama, cepet gede juga kalo pake susu formula, kalo diberikan ASI kan agak kurang (kurang besar pertumbuhan fisiknya), tapi kalo kesehatan ya dijamin (untuk yang pakai ASI Eksklusif), kalo kecerdasan saya masih kurang tau tapi anak saya pake ASI, alhamdulillah pinter mba, anak saya yang
dengan makan sayur yang banyak, dan dari lahir sudah dibiasakan minum ASI. Akan tetapi, ada informan yang tidak mengetahui informasi tentang ASI. Jadi dari kelima informan empat infoman termotivasi dalam diri melalui pengetahuan tentang ASI.
Dapat disimpulkan bahwa pengetahuan terkait pengertian ASI Eksklusif masih kurang karena hanya 3 dari 5 informan yang benar mengungkapkan pengertian ASI Eksklusif.
Pengetahuan lainnya terkait perbandingan ASI dengan
kuliah ini ga pake tes, langsung masuk lewat jalur undangan di universitas IPB. ..”
susu formula, manfaat ASI, dan cara melancarkan ASI dinilai cukup beragam.
CARA
MELANCARKA N ASI:
“aduh tentang ASI mah haha.... ga tau saya mah hehe”
CARA
MELANCARKAN ASI:
“hehe, ya kan kalo lagi menyusui kan harus makan sayur- sayuran,
begitukan?” (cara melancarkan ASI “engga, kalo itu kan dari awal, dari awal harus pake ASI.” (menurut keterangan suami, bayi akan minum ASI ketika dari lahir sudah
CARA
MELANCARKAN ASI:
“paling pake sayuran,”
CARA MELANCARKAN ASI:
“....makanya saya untuk menyikapi mensiasati ibunya biar selalu sehat terus gimana caranya tak kasih sayur sayuran kalo saya pulang kerja tak (saya) beliin sayur sayuran buah buahan, selalu ada terus.”
CARA MELANCARKAN ASI: “paling ya dari makanan, dari sayuran, terutama kan katuk itu ya, katanya bagus itu ya buat ASI”
diberi ASI)
“paling ya dari vitamin kalo yang tradisionalnya kan ya paling sayur, itu apa tuh yang orang sunda bilang, mah itu katuk misalnya” 2 Motivasi Intrinsik (stimulasi): Reaksi ketika istri memberikan ASI Eksklusif “Alhamdulillah lancar terus.” “wah bukan cuma bangga, (sambil menatap mesra istrinya dan tersenyum, sang istri tertawa sambil malu-malu dan wajah memerah)” Alasannya: “bangganya ya kesehatan, kan
“iya bangga (wajah lega dan sedikit senyum)”
Alasannya:
“ehm ya, anak anak itu jadi sehat, subur ASInya, jadi saya tuh bangga, jadi bayi itu ga ngerasa kekurangan.”
“kalo saya ya bersyukur ya,...”
Alasan:
“... karna kan ada posisinya, karna
sekarang mah
kebanyakan susu ASI nya susah, ASI nya dikit, sodara saya juga gitu ASI nya dikit jadi itu juga dibantu,”
“iya khawatir saya mba.”(suami khawatir bila istri tidak memberikan ASI Eksklusif)
Alasan:
“ya itu mba, kekebalan tubuhnya takut kurang, kalo ga ASI”
(kalau istri tidak memberi ASI) “saya agak kecewa juga ya,”
Alasan:
“Yang pasti punya kebanggaan sendiri aja kalo ngasih ASI itu,”
Berdasarkan keterangan informan, dapat disimpulkan bahwa reaksi informan ketika istri memberi ASI adalah perasaan bangga, bersyukur, dan yakin. Apabila istri tidak memberi ASI maka reaksi suami akan khawatir dengan anaknya dan kecewa kepada istrinya. Dari kelima informan, hanya empat informan yang terstimulasi karena istri memberi ASI Eksklusif. Ekspresi yang ditujukan informan cukup beragam.
kalo anak diberikan ASI sama ibu kan bangga gitu” 3 Motivasi Intrinsik (kemampuan) : Tindakan Dukungan (dukungan fisik, emosional, penghargaan, dan informasi)
“ga tau saya mah, saya mah jarang dirumah saya kerja,” “iya diberikan (ASI Eksklusif) semua, sudah tiga.”
“wah bukan cuma bangga, (sambil menatap mesra istrinya dan tersenyum, sang istri tertawa sambil malu-malu dan wajah memerah)” (dukungan
“diberikan makan heheh” (menurut keterangan istri, istri bisa makan apa saja ketika menyusui bayinya walaupun jarang makan sayur.) “ya mungkin gimana anaknya kalo anaknya rewel pengen ASI gitu, ya pasti dipaksa ngasih ASI.”
Diberikan selain ASI Eksklusif: “engga saya mah ga setuju, ya karena
“kalo saya ya bersyukur ya,...” (dukungan emosional)
“saya mah pengennya ASI aja gitu.” (dukungan
penghargaan)
“ya itu kan bisa sebelah sebelah aja gitu gantian (mengganti dengan payudara lain yang tidak sakit)..”(cara agar bayi tetap minum ASI ketika puting ibu sakit)
(dukungan informasi) “oh iya itu juga termasuk, tapi saya mah
“....makanya saya untuk menyikapi mensiasati ibunya biar selalu sehat terus gimana caranya tak kasih sayur sayuran kalo saya pulang kerja tak (saya) beliin sayur sayuran buah buahan, selalu ada terus.” (dukungan fisik)
“kalo saya dari dulu belum pernah mba, kalo ASInya kurang/dikit ya saya berusaha itu buat mempercepat itu saya pake daun katuk satu pepaya muda, direbus, kalo engga jantung pisang.” (dukungan
“emang dari awal ga ada ambisi buat kasih (susu formula), ASI aja pokoknya teh.” (dukungan
emosional)
“kalo terjadi seperti itu (puting lecet dan ASI kurang), umpama dulu kan ya, kayaknya mah engga (engga diberikan susu formula), kan dulu pernah lecet putingnya, tapi ya
Berdasarkan keterangan informan, dapat disimpulkan bahwa suami memiliki
kemampuan dalam
mendukung ASI Eksklusif berupa dukungan emosional seperti membantu istri apabila kesulitan memberi ASI; dukungan fisik seperti memberi makan apa saja, membelikan sayur; dukungan informasi seperti mencari cara melancarkan ASI; dukungan penghargaan suruhan, ajakan, dan paksaan agar bayinya diberi ASI saja. Kesimpulan yang dapat diambil adalah dari lima
emosional) “iya yakin saya hehe. (istrinya dapat mengurus anak dan memberi
ASI tanpa mencampur dengan susu formula)” belum waktunya.” (dukungan penghargaan) “iya bangga..” (dukungan emosional)
“kalau selama masih ada ASInya mah ya paling pake pompa,.. waktu yang pertama begitu, pas pertama lahir mah pake gitu, tapi pas udah kesininya mah udah makan sayuran itu, Alhamdulillah banyak ya udah gitu.” (dukungan fisik)
“engga, kalo itu kan
ga terlalu mampu, ya kalo ada saya beliin, sayang aja saya mah kalo lagi ada (banyak ASInya) terus dibeliin (susu pelancar ASI), kalo ga ada ya mau beliin. Kalo ga ada mah dedenya juga diberikan bubur susu, tapi kan ini lagi ada berhubung ada berhubung banyak, udah gitu aja saya mah.” (dukungan fisik)
penghargaan)
“waktu baru pas ngelahirin juga susah keluar tapi kan dari dokter udah ngasih tau ini selama satu minggu ga pake minum ASI gapapa bayi masih bertahan gitu, jadi diusahain terus dipacu.” (dukungan informasi) “ya saya tanggung jawab saya siap sedia makanya saya usahakan biar istri saya sehat selalu, makanya kalo istri saya pusing pusing langsung saya kontrol ke bidan gitu.” (dukungan emosional) tetep diberikan ASI.” (dukungan penghargaan) “paling ya dari makanan, dari sayuran, terutama kan katuk itu ya, katanya bagus itu ya
buat ASI” (dukungan informasi) Berdasarkan observasi: Suami memberi dukungan fisik melalui pelayanan yaitu membantu istri mengendong dan mengajak bermain anaknya.
(dukungan fisik)
informan terdapat empat informan yang mampu
memberi dukungan
emosional, penghargaan, informaasi, dan fisik.
dari awal, dari awal harus pake ASI.” (menurut keterangan suami, bayi akan minum ASI ketika dari lahir sudah diberi ASI) (dukungan informasi) 4 Motivasi Ekstrinsik (identifikasi regulasi): Manfaat ASI Eksklusif “mendingan ASI, kalo ASI kan lebih bagus”
“percaya (ASI Eksklusif tidak membuat anaknya sakit), tapi kalo panas mah biasa.”
“itukan sehat memang ASI, makanan pertama buat anak”
“buat pertumbuhan anak gitu, biar sehat anaknya. Haha” “anaknya jadi cepat tangkap ya, jadi belajar menghitung apa gitu mau, cepet dia.”
“soalnya itu manfaatnya lebih banyak, soalnya kan buat makan minum kan buat anak.”
“iya pinter, saya ga tau apa jangan jangan karna susu Eksklusif apa engga, tapi setau saya Eksklusif bisa buat kesehatan otomatis buat kecerdasan juga bisa,...”
“ya.. mungkin nutrisinya lebih baik dari formula kali ya” “manfaatnya kurang begitu tau,.. kan biar lebih deket sama ibunya”
Berdasarkan keterangan informan, dapat disimpulkan bahwa semua informan mengakui bahwa ASI Eksklusif lebih bagus, sehat, makanan pertama bagi bayi, kebutuhan makan dan minum anak, dapat mencerdaskan, dan nutrisi lebih banyak dari formula. Semua informan termotivasi dari luar karena banyaknya informasi dari luar terkait manfaat ASI Eksklusif.
5 Motivasi Ekstrinsik (introjeksi regulasi): Kewajiban mendukung ASI Eksklusif “bener itu..” Alasannya: “terus terang saya mah kurang tau hahah..”
“iya bener,” Alasan:
“ya yang kesatu kan buat kesehatan bayi juga kan jadi ya diharuskan, “
“ya setuju aja.” Alasan:
“ya setuju aja soalnya kalau engga diberikan juga kasian kan bayinya juga, kalo ga diberikan kan juga semakin banyak susu ASI nya.” “ya tetep ASI aja, tapi untuk sementara ya mungkin diberikan susu formula, gantian aja,.. paling susu botol coba dulu, daripada kasian dipaksain ibunya nanti sakit.”
“ya saya tanggung jawab saya siap sedia makanya saya usahakan biar istri saya sehat selalu, makanya kalo istri saya pusing pusing langsung saya kontrol ke bidan gitu.”
“waktu baru pas ngelahirin juga susah keluar tapi kan dari dokter udah ngasih tau ini selama satu minggu ga pake minum ASI gapapa bayi masih bertahan gitu, jadi diusahain terus dipacu.”
“setuju banget” Alasan:
“yang pasti kualitas ASI itu ga bisa terkalahkan dengan kualitas susu formula gitu ya.”
Berdasarkan keterangan informan, dapat disimpulkan bahwa semua informan setuju bahwa mendukung ASI Eksklusif merupakan kewajiban dan tanggung jawab suami.
Alasan informan menyetujui bahwa suami berkewajiban dukung ASI Eksklusif cukup beragam. Ada yang karena alasan kesehatan bayinya, ASI istrinya banyak, dan ASI lebih baik kualitasnya dari susu formula. Ada satu informan yang setuju dan berjuang untuk kelancaran memberikan ASI istrinya. Jadi dari semua informan, terdapat empat informan