• Tidak ada hasil yang ditemukan

BAB IV. KEKUATAN POLITIK MILITER PADA MASA ORDE LAMA

B. Saran-Saran

Setelah penulis melakukan penelitian yang telah dipaparkan di atas maka adapun saran-saran untuk hal tersebut yaitu:

1. Perlu memformulasikan tempat dan posisi TNI dalam politik saat ini secara lebih jelas dalam kendali otoritas sipil. Sehingga TNI tidak mudah memanipulasi masa lalunya yang menjadi alat kekuasaan untuk kembali berpolitik, menindas dan korup. Dalam hal ini sangat diperlukan adanya pembongkaran sejarah secara resmi terhadap segala bentuk penyimpangan dan penyalahgunaan kekuasaan terhadap institusi militer di masa lalu.

2. TNI sendiri juga harus merubah paradigma, doktrin dan tindakannya agar mampu menjadi bagian yang integral bagi bangsa Indonesia yang demokratis. Sebaliknya, jika TNI masih terus mengedepankan

penguasaan, apalagi menggunakan kekerasan, maka TNI hanya akan kembali menjadi “negara dalam negara”.

3. TNI harus tunduk pada otoritas sipil yang demokratis. TNI harus tunduk pada penegakkan hukum, termasuk proses peradilan hak asasi manusia. TNI harus dipimpin oleh seseorang yang cerdas, yang mampu menempatkan diri dalam perwujudan masyarakat yang demokratis, menjunjung supremasi sipil, dan konstitusional.

DAFTAR PUSTAKA

Anwar, Dewi Fortuna. dkk. Gus Dur Versus Militer: Studi tentang Hubungan Sipil-Militer di Era Transisi. Jakarta: PT. Grasindo, 2002.

Arikunto, Suharsimi. Prosedur Penelitian: Suatu Pendekatan Praktek. Jakarta: Rineka Cipta, 2002.

Azca, M. Najib. Ketika Moncong Senjata Ikut Berniaga: Laporan Penelitian Tim Kontras Mengenai Keterlibatan Militer Di Bojonegoro, Boven Digoel dan Poso. Jakarta: Kontras, 2004.

Bachtiar, Harsja. Siapa Dia? Perwira Tinggi Tentara Nasional Indonesia Angkatan Darat. Jakarta: Djembatan, 1988.

Bakrie, Connie Rahakundini. Pertahanan Negara Dan Postur TNI Ideal. Jakarta: Yayasan Obor Indonesia, 2007.

Bhakti, Ikrar Nusa, “Militer dan Parlemen di Indonesia.” dalam Panduan Parlemen Indonesia. Jakarta: Yayasan API, 2001.

________________. dkk. Tentara Mendamba Mitra: Hasil Penelitian LIPI tentang Pasang Surut Keterlibatan ABRI dalam Kehidupan Kepartaian di Indonesia. Bandung: Mizan, 1999.

________________. dkk. Tentara Yang Gelisah: Hasil Penelitian YIPIKA Tentang Posisi ABRI Dalam Gerakan Reformasi. Jakarta: Mizan, 1999. Britton, Peter. Profesionalisme dan Ideologi Militer Indonesia Perspektif

Tradisi-Tradisi Jawa dan Barat. Jakarta: LP3ES, 1996.

Cholisin. Militer dan Gerakan Prodemokrasi, Studi Analisis tentang Respons Militer terhadap Gerakan Prodemokrasi di Indonesia. Yogyakarta: Tiara Wacana Yogya, 2002.

Chrisnandi,Yuddy. Kesaksian Para Jenderal: Sekitar Reformasi Internal dan Profesionalisme TNI. Jakarta: Pustaka LP3ES Indonesia, 2006.

Crouch, Harold. Militer dan Politik Di Indonesia. Jakarta: Pustaka Sinar Harapan, 1999.

Desch, Michael C. Politisi VS Jenderal: Kontrol Sipil atas Militer di Tengah Arus yang Bergeser. Jakarta: PT. RajaGrafindo Persada, 2002.

Diamond, Larry. Developing Democracy: Toward Consolidation, terjemahan dengan judul yang sama, Yogyakarta: IRE, 2003.

Dogan, Save M. Kamus Besar Ilmu Pengetahuan. Lembaga Pengkajian Kebudayaan Nusantara, 1997.

Eko, Sutoro, “Demiliterisasi dan Demokratisasi.” dalam Arie Sujitno dan Sutoro Eko, ed. Demiliterisasi, Demokratisasi, dan Desentralisasi. Yogyakarta: IRE Press, 2002.

Fatah, Abdoel. Demiliterisasi Tentara: Pasang Surut Politik Militer 1945-2004. Yogyakarta: LKiS, 2005.

Feith, Herbert, Tim PSH, Terj. Soekarno dan Militer dalam Demokrasi Terpimpin. Jakarta: Pustaka Sinar Harapan, 1995.

Gerung, Rocky. “Tentara, Politik, dan Perubahan.” dalam Lukas Luwarso dan Imran Hasibuan. Indonesia di Tengah Transisi. Jakarta: Propatria, 2000.

Habib, A. Hasnan. “Hubungan Sipil Militer Pasca Orde baru dan Prospeknya di Masa Depan.” Progresif, Vol II No. 1. Jakarta Political Science Forum FISIP UI, 2002.

_______________, “Peranan ABRI Selama Perjuangan Reformasi.” dalam Selo Soemardjan, ed. Kisah Perjuangan Reformasi. Jakarta: Pustaka Sinar Harapan, 1999.

Hadiz, Vedi R. Dinamika Kekuasaan, Ekonomi-Politik Indonesia Pasca-Soeharto. Jakarta: Pustaka LP3ES Indonesia, 2005.

Hanafie, Haniah. Hand Out Mata Kuliah: Kekuatan-Kekuatan Politik. Jakarta: 2007

Handojo, Sukardi S. Hadi, ed. 30 tahun Angkatan bersenjata republik Indonesia. Jakarta: Pusjarah ABRI, 1976.

Huntington, Samuel P. Gelombang Demokratisasi Ketiga. Jakarta: Pustaka Utama Grafiti, 1995.

__________________, “Mereformasi Hubungan Sipil-Militer.” dalam Larry Diamond dan F. Plattner ed. Hubungan Sipil Militer dan Konsolidasi Demokrasi. Jakarta: PT. RajaGrafindo Persada, 2000.

Kadi, Saurip. TNI- AD: Dahulu, Sekarang dan Masa Depan. Jakarta: Pustaka Utama Grafiti, 2000.

Kahfie, Syahdatul. “Peran Militer Indonesia: Tuntutan atau Kepentingan.” PROGRESSIF Vol. II, no. 1 Jakarta: Political Science Forum FISIP UI, 2002.

Karim, Muhammad Rusli. Peranan ABRI dalam Politik dan Pengaruhnya terhadap Pendidikan Politik di Indonesia 1965-1979. Jakarta: Haji Masagung, 1989.

Lane, Max. Bangsa Yang Belum Selesai: Indonesia, Sebelum dan Sesudah Soeharto. Jakarta: Reform Institute, 2007.

Mabes ABRI, Sukardi S. Hadi Handojo, ed. 30 tahun Angkatan bersenjata republik Indonesia. Jakarta: Pusjarah ABRI, 1976.

Mahdi, A. Dinajani S.H. Peran Sosial Politik ABRI dalam Era Reformasi: Kertas Karya Perorangan (Taskap) Kursus Singkat Angkatan VII Lemhanas 1998. Jakarta: Dept. Pertahanan Keamanan RI dan Lemhanas, 1998.

Makalah Hasil Seminar ABRI. Peran ABRI Abad XXI: Redefinisi, Reposisi, dan Reaktualisasi Peran ABRI dalam Kehidupan Bangsa. Bandung: Mabes TNI, 1998.

Markas Besar TNI. Bunga Rampai Paradigma Baru. Jakarta: Staff Komunikasi TNI, 2003.

Markas Besar TNI. Implementasi Paradigma Baru TNI dalam Berbagai Keadaan Mutakhir. Jakarta: Mabes TNI, 2001.

Muhaimin, Yahya. Perkembangan Militer dalam Politik di Indonesia 1945-1966. Yogyakarta: Gadjah Mada University, 1982.

Nasikun. ”Konsosiasionalisme dan Transisi Demokrasi dalam Masyarakat Majemuk.” dalam A. E. Priyono, Stanley Adi Prasetyo, dan Olle Tornquist ed. Gerakan Demokrasi di Indonesia Pasca Soeharto. Jakarta: Demos, 2003.

Nasution, A.H. Memenuhi Panggilan Tugas. Jakarta: Gunung Agung, 1982. Nasution, Adnan Buyung. Aspirasi Pemerintahan Konstitusional di Indonesia:

Studi Sosio-Legal atas Konstituante 1956-1959. Jakarta: Grafiti, 1995. Nordlinger, Eric A. Militer dalam Politik. Jakarta: Rineka Cipta, 1990.

Notosusanto, Nugroho ed. Pejuang dan Prajurit, Konsepsi dan Implementasi Dwifungsi ABRI. Jakarta: Sinar Harapan, 1984.

Perlmutter, Amos. Militer dan Politik. Jakarta: PT. RajaGrafindo Persada, 2000.

Rinakit, Sukardi. dalam “Tentara Nasional Indonesia Sudah Melempar Dadu.” sebagai Kata Pengantar Buku Yuddy Chrisnandi. Kesaksian Para Jenderal: Sekitar Reformasi Internal dan Profesionalisme Tentara Nasional Indonesia. Jakarta: Pustaka LP3ES Indonesia, 2006.

Sadli, M. Bila Kapal Mempunyai Dua Nakhoda: Esai-Esai Ekonomi Politik Masa Transisi. Jakarta: Alvabet, 2002.

Said, Salim. Militer Indonesia dan Politik: Dulu, Kini dan Kelak. Jakarta: Pustaka Sinar Harapan, 2001.

Said, Salim. Tumbuh dan Tumbangnya Dwifungsi: Perkembangan Pemikiran Politik Militer Indonesia 1958-2000. Jakarta: Aksara Kurnia, 2002. Samego, Indria. TNI Di Era Perubahan. Jakarta: Erlangga, 2000.

Sanit, Arbi. Partai, Pemilu dan Demokrasi. Yogyakarta: Pustaka Pelajar, 1997.

, Sistem Politik Indonesia: Kestabilan, Peta Kekuatan Politik, dan Pembangunan. Jakarta: PT. Raja Grafindo Persada, 2003

Schmitter, Philippe C, dan Guillermo O’Donnell. Transisi Menuju Demokrasi: Rangkaian Kemungkinan dan Ketidakpastian. Jakarta: LP3ES., 1993.

Sejarah TNI Jilid II 1950-1959. Jakarta: Pusat Sejarah dan Tradisi TNI, 2000.

Sejarah TNI Jilid III 1960-1965. Jakarta: Pusat Sejarah dan Tradisi TNI, 2000.

Singh, Bilveer. Dwi Fungsi ABRI: Asal Usul, Aktualisasi, dan Implikasinya bagi Stabilitas dan Pembangunan. Robert Hariono Imam penerjemah, Jakarta: PT. Gramedia Pustaka Utama, 1996.

Sitepu, P. Anthonius. “Militer dan Politik: Suatu Tinjauan terhadap Peranan Militer dalam Konfigurasi Politik Indonesia Kontemporer.” dalam POLITEIA Jurnal Ilmu Politik Medan: Departemen Ilmu Politik dan Labotarium Politik Fisip Universitas Sumatera Utara, 2006.

Soebijono, dkk. Dwi Fungsi ABRI: Perkembangan dan Peranannya dalam Kehidupan Politik di Indonesia. Yogyakarta: Gadjah Mada University Press, 1995.

Soebiyanto. Catatan-catatan tentang Dwifungsi dan kekaryaan ABRI. dalam Diktat Kursus Pembinaan Mental ABRI. Dephankam: Pusat pembinaan mental ABRI, 1976.

Stepan, Alfred C dan Linz, Juan J. “Mendefinisikan dan Membangun Demokrasi.” dalam Ikrar Nusa Bhakti. dan Riza Sihbudi. ed. Menjauhi Demokrasi Kaum Penjahat. Bandung: Mizan-LIPI-Ford Foundation, 2001.

Stepan, Alfred C. Bambang Cipto Penerjemah, Militer dan Demokrasi: Pengalaman Brasil dan Beberapa Negara Lain. Jakarta: Pustaka Utama Grafiti, 1996.

Sundhansen, Ulf. Politik Militer Indonesia 1945-1967: Menuju Dwi Fungsi ABRI. Jakarta: LP3ES, 1986.

Suryadinata, Leo. Golkar dan Militer: Studi tentang Budaya Politik. Jakarta: LP3ES, 1992.

Widodo, Cerdik Menyusun Proposal Penelitian Skripsi, Tesis, dan Disertasi. Jakarta: Magna Script, 2004.

Widoyoko, Danang, dkk. Bisnis Militer Mencari Legitimasi. Jakarta: Indonesian Corruption Watch, 2003.

Wirahadikusumah, Agus. “Reformasi TNI.” dalam Agus Wirahadikusumah, dkk. Indonesia Baru dan Tantangan TNI: Pemikiran Masa Depan. Jakarta: Pustaka Sinar Harapan, 1999.

Zen, Kivlan. Konflik dan Integrasi TNI-AD. Jakarta: Institue for Policy Studies, 2004.

Berita, artikel koran dan website

Chrisnandi, Yuddy. “Hubungan Sipil-Militer dan 'Otoritas' TNI yang Dikebiri.” Republika, 5 Oktober 2004.

________________. “Militer Ditengah Kemelut Politik.” diakses dari www. dephan.go.id.

Fathulbari, Ahmad. “Peranan Militer Dalam Politik”. Diakses dari http://ahmadfathulbari.multiply.com/journal/item/40/Catatan_Kuliah_Peran an_Militer_dalam_Politik_

Haramain, A. Malik. “Demokrasi dan Supremasi Sipil.” Kompas, Kamis, 8 November 2001.

Misol, Lisa. “Kuasa Militer Indonesia: Antara Bisnis, Politik Dan Kekerasan,” Jakarta Post, 14 Maret, 2006.

Prasetyono, Edy. “Supremasi Sipil dan Profesionalisme TNI.” Kompas, Selasa, 05 Oktober 2004.

Suyanto, Djoko. “TNI Profesional dan Dedikatif.” Kompas, 5 Oktober 2006. “KSAD: Anggota TNI Jangan Berpolitik Praktis.” artikel dimuat pada

Rabu 16 April 2008, dari www.okezone.com.

“Presiden: TNI Jangan Berpolitik Selasa: Hak pilih TNI masih diperdebatkan.” Republika,14 Februari 2006.

“Supremasi Sipil atas Militer Bukan Balas Dendam Politik.” Kompas, Minggu, 23 April 2000.