Penelitian yang penulis lakukan baru sebagian kecil dari yang semestinya, karena hanya mendeskripsikan dan menganalisis persfektif Amina Wadud Muhsin berdasarkan pemikiran penulis.
Karenanya, saran penulis adalah sebagai berikut:
1. Hendaknya ada upaya penelitian lebih lanjut terhadap gagasan-gagasan Amina Wadud Muhsin, terutama mengenai segala hal yang berkaitan dengan kemajuan kaum perempuan pada era modernisasi saat ini.
2. Mengomparasikan pemikiran Amina Wadud Muhsin dengan gagasan hermeneutika Al-Qur′an yang dicanangkan oleh feminis-feminis Muslim lain, agar wawasan mengenai kesetaraan gender yang dicanangkan oleh para feminis Muslim tersebut dapat semakin luas.
3. Penelitian yang lebih mendalam mengenai ayat-ayat relasi gender dari mahasiswa Pascasarjana IIQ, agar ke depan muncul para mufassir-mufassirah baru – terutama perempuan – yang tentunya memiliki pengetahuan yang lebih mendalam mengenai interpretasi ayat-ayat Al-Qur’an.
4. Perkembangan pemikiran dalam Islam, khususnya dalam penafsiran Al-Qur′an adalah merupakan suatu fenomena yang wajar. Karenanya, para ulama, intelektual, dan cendikiawan Islam perlu untuk membuka cakrawala pemikiran mereka terhadap ide dan gagasan baru dalam upaya untuk mengkaji kembali ajaran-ajaran Islam sehingga terhadap compatibilitas antara Islam dengan realitas kehidupan kekinian.
5. Penelitian ini masih dalam tahap awal, sehingga diperlukan usaha lanjutan untuk lebih memperkuat bangunan pemikiran Islam khususnya penafsiran Al-Qur’an. Masih banyak aspek penelitian yang diperlukan dalam mengkaji permasalahan pemikiran tentang perempuan dalam Islam seperti kajian gender dengan berbagai pendekatan yang mungkin untuk dilakukan.
151
DAFTAR PUSTAKA
Abû Zaîd, Nasr Hamîd, Dawâ′ir al-Khawûf: Qirâ′ah fî Khitâb al-Mar′ah, diterjemahkan dengan judul Dekonstruksi Gender: Kritik Wacana Perempuan dalam Islam, Yogyakarta: SAMHA, 2003.
Ahmed, Leila, Women and Gender in Islam: Historical Roots of a Modern Debate, London: Yale University Press, 1992.
Al-Hafizh, Mushlihin, “Biografi Amina Wadud”,
http://www.Referensimakalah.com.2012/12/biografi-aminawadud.html., diakses tanggal 12 Desember 2012.
Al-Misri, Iyyat Khudaifi, Tafsir Wanita, Jakarta: Pustaka Group, 2009.
Al-Munawwar, Said Agil Husin, Alquran Membangun Tradisi Kesalehan Hakiki (ed.) Abdul Halim, Jakarta: Ciputat Pers, 2002.
An-Naisabûrî, Asbâb an-Nuzûl, Beirut: Dâr al-Fikr, 1991.
Anwar, Ghazali, “Wacana Teologis Feminis Muslim” dalam Wacana Teologi Feminis, ed. Zakiyuddin Baidhawy, Yogyakarta: Pustaka Pelajar, 1996.
Arikunto, Suharsimi, Prosedur Penelitian: Suatu Pendekatan Praktek, Jakarta: PT. Rineka Cipta, 1998.
Ash-Shiddieqy, Hasbi, Ilmu Al-Qur'an dan Tafsir, Semarang: Pustaka Rizki Putra, 2009.
Ath-Thabarî, Jâmi’ al-Bayân, Kairo: t.p, 1957.
Barlas, Asma, Cara Qur′an Membebaskan Perempuan, terj. R. Cecep Lukman Yasin, Jakarta: Serambi Ilmu Semesta, 2005.
Baidan, Nashruddin, Metodologi Penafsiran Al-Qur′an, Yogyakarta: Pustaka Pelajar, 2000.
Baidawi, Ahmad, Tafsīr Feminis; Kajian Perempuan dalam al-Qur′ān Dan Para Mufassir Kontemporer, Bandung: Nuansa, 2005.
Bhasin, Kamla dan Nighat Said Khan, Persoalan Pokok Mengenai Feminisme dan Relevansinya, terj. S. Herlina, Jakarta: Gramedia Pustaka Utama, 1999.
Dâwûd, Abû, Sunan Abî Dâwûd, t.tp: t.p, t.t.
Djalal, Abdul, Ulumul Qur'an, Surabaya: t.p., 1998.
Departemen Pendidikan Nasional, Kamus Besar Bahasa Indonesia, Edisi III, Jakarta: Balai Pustaka, 2001.
Echol, John M. dan Hassan Shadily, Kamus Inggris-Indonesia, Jakarta:
Gramedia Pustaka Utama, 2003.
Engineer, Asghar Ali, Hak-hak Perempuan dalam Islam, Yogyakarta:
LSPPA, 1994.
_____, Islam dan Pembebasan, terj. Hairus Salim, Yogyakarta: LKiS, 1991.
_____, Pembebasan Perempuan, terj. Agus Nuryatno, Cet. III, Yogyakarta:
LKiS, 2007.
_____, “Perempuan dalam Syariah Persfektif Feminis dalam Penafsiran Islam”, dalam Jurnal Ulumul Qur′an, No. III Vol. IV, 1995.
Esposito, John. L. (editor in chief), The Oxford Encyclopedia of the Modern Islamic World, New York: Oxford University Press, 1995.
Faiz, Fakhruddin. Hermeneutika Al-Qur′an: Tema-tema Kontroversial, Yogyakarta: eLSAQ Press, 2005.
Fakih, Mansour, Analisis Gender dan Transformasi Sosial, Yogyakarta:
Pustaka Pelajar, 1996.
_____, Menggeser Konsepsi Gender dan Transformasi Sosial, Yogyakarta:
Pustaka Pelajar, 1996.
_____, “Posisi Kaum Perempuan dalam Tradisi Islam: Tinjauan Analisis Gender” dalam buku Membincang Feminisme, Surabaya: Risalah Gusti, 1996.
al-Faramâwî, ′Abdulhayyi, al-Bidâyah fî al-Tafsîr al-Maudhû′î: Dirâsah Manhajiyyah Maudhû′iyyah, Kairo: al-Hadârah, 1977.
Fawaidurrahman, “Kepemimpinan Perempuan dalam Kajian Hadits: Melacak yang Terlupakan”, http://fawaidroh.wordpress.com/2010/03/27/, diakses tanggal 27 Maret 2010.
Ghofur, Saiful Amin, Profil Para Mufasir Al-Qur′an, Yogyakarta: Pustaka Insan Madani, 2008.
Gidden, Anthony, Sociology, Cambridge: Polity Press, 1989.
Hakeem, Ali Hosein et.al., Membela Perempuan: Menakar Feminisme dengan Nalar Agama, terj. A. H. Jemala Gembala, Jakarta: Al-Huda, 2005.
Hasan, Hamka, Tafsir Jender, Cet. I, Jakarta: Badan Litbang dan Diklat Departemen Agama RI, 2009.
Ismail, M. Syuhudi, Kaedah Kesahihan Sanad Hadis: Telaah Kritis dan Tinjauan dengan Pendekatan Ilmu Sejarah, Jakarta: Bulan Bintang, 1990.
Ismail, Nurjannah, Perempuan dalam Pasungan, Yogyakarta: LKiS, 2003).
Izutsu, Toshihiko, God and Man in the Koran: Semantics of Koranic Weltanschauuung, Tokyo: The Keio Institute of Culture and Linguistics Studies, 1964.
al-Jâbirî, Muhammad ′Âbid, Bunyah al-′Aqlî al-′Arabî: Dirâsah Tahlîliyyah Naqdiyyah li Nizhâm al-Ma′rifah fî ats-Tsaqâfah al-′Arabiyyah, jilid II, Beirut: Markaz ats-Tsaqâfah al-′Arabî, 1991.
Junaidi, Abdul Basith, et. al, Islam dalam berbagai Pembacaan Kontemporer, Yogyakarta: Pustaka Pelajar, 2009.
Katsîr, Abû al-Fidâ Ismâ′îl ibnu, Tafsîr al-Qur′ân al-′Adzîm (Tafsîr Ibn Katsîr), jilid I, Beirut: Dâr al-Fikr, 1992.
al-Khathîb, Muhammad ′Ajjâj, Ushûl al-Hadîts: ′Ulûmuhu wa Mushtalahuhu, Beirût: Dâr al-Fikr, 1989.
al-Marâghi, Ahmad Mushthafâ, Tafsîr al-Marâghî, Kairo: Mushthafâ al-Bâbî al-Halabî wa Awlâduh, cet. III, 1382 H/1963 M.
Mas′udi, Masdar Farid, Islam dan Hak-hak Reproduksi Perempuan, Bandung: Mizan, 1997.
Megawangi, Ratna,”Feminisme: Menindas Peran Ibu Rumah Tangga”, dalam Dadang S. Anshori, et.al. (ed.), Membincangkan Feminisme: Refleksi Muslimah atas Peran Sosial Kaum Wanita, Bandung: Pustaka Hidayah, 1997.
_____, “Feminisme: Menindas Peran Ibu Rumah Tangga” dalam Jurnal Ulumul Qur′an edisi khusus No. 5 & 6 Vol. v, 1994.
Mernissi, Fatima dan Rifat Hassan, Setara di Hadapan Allah, terj. Tim LSPPA, Yogyakarta: Yayasan Prakarsa, 1995.
_____, Wanita di dalam Islam, terj. Yaziar Radianti, Bandung: Pustaka, 1991.
Moghissi, Haideh, Feminisme dan Fundamentalisme Islam, terj. M. Maufur, Yogyakarta: LKiS, 2005.
Moleong, Lexi J., Metodologi Penelitian Kualitatif, Bandung: Remaja Rosdakarya, 1997.
Muhammad, Baqir Muhammad, Ulumul Qur'an, Jakarta: Al-Huda, 2006.
Muhsin, Amina Wadud, Inside The Gender Jihad: Women′s Reform in Islam, Oxford: Oneworld, 2007.
_____, “Islam beyond Patriarchy through Gender Inclusive Qur′anic Analysis“, www.musawah.org/docs/pubs/wanted/Wanted-A-W-EN.pdf Islam beyond Patriarchy through Gender Inclusive Qur′anic Analysis., diakses tanggal 12 Desember 2012.
_____, Qur′an and Woman, Kuala Lumpur: Fajar Bakti Sdn. Bhd., Cet. III, 1994.
_____, Qur′an Menurut Perempuan: Meluruskan Bias Gender dalam Tradisi Tafsir, terj. Abdullah Ali, Jakarta: PT. Serambi Ilmu Semesta. 2001.
_____, Quran menurut Perempuan: Membaca Kembali Kitab Suci dengan Semangat Keadilan, terj. Abdullah Ali, Jakarta: Serambi Ilmu Semesta, 2006.
Mulia, Siti Musdah, Islam dan Inspirasi Kesetaraan Gender, Yogyakarta:
Kibar Press, 2007.
Mustaqim, Abdul, Epistemologi Tafsir Kontemporer, Cet. II, Yogyakarta:
2012.
_______, Paradigma Tafsir Feminis: Membaca al-Qur′an dengan Optik Perempuan (Studi Pemikiran Riffat Hasan tentang Isu Gender dalam Islam), Yogyakarta: Logung Pustaka, 2008.
Nasution, Khoiruddin, Status Wanita di Asia Tenggara: Studi terhadap Perundang-undangan Perkawinan Muslim Kontemporer di Indonesia dan Malaysia, Leiden-Jakarta: INIS, 2002.
Nawawi, Hadari, Metode Penelitian Bidang Sosial, Yogyakarta: Gajah Mada University Press, 2003.
Neufelt, Victoria (ed.), Webster′s New World Dictionary, New York:
Webster′s New World Clevenland, 1984.
Palmer, Richard E., Hermeneutics: Interpretation Theory in Schleiermacher, Dilthey, Heideggar and Gadamer, Evanston: Nortwestern University Press, 1969.
Prado, Abdennur, “About the Friday Prayer led by Amina Wadud”, http://abdennurprado.wordpress.com/2005/03/10about-the-friday-prayer-Ied-by-amina-wadud, diakses tanggal 10 Maret 2005.
Rachman, Budi Munawar, ′Penafsiran Islam Liberal atas Isu-isu Gender dan Feminisme di Indonesia′ dalam Ema Marhumah (ed.), Rekonstruksi Metodologis Wacana Kesetaraan Gender dalam Islam, Yogyakarta:
Pustaka Pelajar, 2002.
Rahman, Fazlur, Islam and Modernity: Transformation of an Intellectual Tradition, Chicago: The University of Chicago Press, 1982.
_____, Islam dan Modernitas, terj. Ahsin Muhammad, Bandung: Pustaka, 1982.
_____, Major Themes in the Qur′an, Chicago and Minneapolis: t.p., 1982.
_____, Islam, Chicago: Chicago & London University of Chicago Press, 1979.
Ramdansyah, Rangga, “Peran Wanita Menurut Amina Wadud”, http://slendangwetan29.blogspot.com/2008/03/peran-wanita-menurut-aminah-wadud-html., diakses tanggal 10 Maret 2008.
Saenong, Ilham B., Hermeneutika Pembebasan: Metodologi Tafsir Alquran menurut Hasan Hanafi, Bandung: Teraju, 2002.
Salim, Peter, The Contemporary English-Indonesian Dictionary, Jakarta:
Modern English Press, 1987.
_____, Webster′s New World Dictionary for Indonesian Users English Indonesian, Jakarta: Modern English Press, 1993.
Salsabila, Nezza, “Nafkah dan Kepemimpinan menurut Islam dan Keluarga:
Analisis Pendekatan Amina Wadud Muhsin”, http://insansalsabila.wordpress.com/2010/04/01/, diakses tanggal 1 April 2010.
ash-Shâbûnî, Muhammad ‘Alî, Shafwah at-Tafâsîr, Beirut: Dâr Qur’ân al-Karîm, 1981.
ash-Shâlih, Subhi, Mabâhits fî ′Ulûm al-Qur′ân, Beirut: Dâr al-Fikr, 1988.
Shiddique, Kaukab, The Struggle of Moeslim Women, diterjemahkan oleh Arif Maftuhin dengan judul Menggugat Tuhan yang Maskulin, Jakarta: Paramadina, 2002.
as-Sibâ′î, Musthafâ, As-Sunnah wa Makânatuhâ fi Tasyrî al-Islâmî, Damaskus: Ad-Dâr al-Qawmiyyah li ath-Thabâ′ah wa al-Nasyr, t.th.
Shihab, M. Quraish, Membumikan Alquran (Fungsi dan Peran Wahyu dalam Kehidupan Masyarakat), cet. XXII, Jakarta: Mizan, 2001.
_____, et. al., Sejarah dan ′Ulûm al-Qur′ân, cet. III, Jakarta: Pustaka Firdaus, 2001.
_____, Wawasan Al-Qur′an: Tafsir Maudhu′i atas Pelbagai Persoalan Umat, Bandung: Mizan, 1997.
Subana, M., dan Sudrajat, Dasar-dasar Ilmu Penelitian Ilmiah, Bandung:
Pustaka Setia, 2001.
Subhan, Zaitunah, Rekonstruksi Pemahaman Jender dalam Islam: Agenda Sosio-Kultural dan Politik Peran Perempuan, Jakarta: el-KAHFI, 2002.
_____, Tafsir Kebencian: Studi Bias Jender dalam Tafsir Al-Qur′an, Yogyakarta: LKiS, 1999.
Taymiyyah, Taqiy ad-Dîn Ahmad ibn ′Abd al-Halîm ibnu, Muqaddimât fî Ushûl at-Tafsîr, ed. Adnan Zurzur, cet. 1, Kuwait: Dâr Qur′ân al-Karîm, 1971.
Teosofi: Jurnal Tasawuf dan Pemikiran Islam, Vol. 3 No. 1 Juni 2013.
ath-Thabâthabâ’î, Muhammad Husain Al-Mîzân fî Tafsîr al-Qur’ân, Beirut:
Mu’assasah al-‘Alâmî li al-Mathbû’ât, 1991.
Tim Penulis, Pedoman Penulisan Skripsi, Tesis dan Disertasi Institut Ilmu Al-Qur′an (IIQ)(Edisi Revisi), Cet. II, Jakarta: IIQ Press, 2011.
Tuttle, Lisa, Encyclopedia of Feminism, New York: File Publication, 1986.
Umar, Nasaruddin, Argumen Kesetaraan Gender, Cet. I, Jakarta:
Paramadina, 2000.
_____, Bias Jender dalam Penafsiran Kitab Suci – Buku Ketiga Serial
“Perempuan”, Jakarta: Fikahati Aneska, 2000.
Yanggo, Huzaemah Tahido, Fikih Perempuan Kontemporer, Jakarta: Ghalia Indonesia, 2010.
Zainab, Nurul, “Pemikiran Feminisme Amina Wadud”,
http://nurulzainab.blogspot.com/2012/02/pemikiran-feminisme-amina-wadud-Tafsīr.html., diakses tanggal 12 Februari 2012.
az-Zamakhsyarî, al-Kasysyâf ′an Haqâiq al-Tanzîl wa ′Uyûn al-Aqâwîl fî Wujûh al-Ta′wîl, Beirut: Dar al-Fikr, Vol. I, 1977.
az-Zarqânî, Muhammad ′Abd ′Âzhim, Manâhil ′Irfân fî ′Ulûm al-Qur′ân, Mesir: ′Isâ al-Bâb al-Halabî, jilid I , t.th.
Zed, Mestika, Metode Penelitian Kepustakaan, Jakarta: Yayasan Obor Indonesia, 2004.
CURRICULUM VITAE
1. Nama Lengkap : Hj. Bardiatus Sa′adah, S.Th.I 2. Tempat/ Tanggal Lahir : Amuntai, 20 Juni 1986
3. Agama : Islam
4. Jenis Kelamin : Perempuan
5. Pekerjaan : PNS (Guru MTsN Tanjung Redeb Berau) 6. Nama Suami : H. Samin, MA
7. Pekerjaan Suami : PTT Pemkab. Berau (Guru SMA N 4 Berau) 8. Nama Anak : Hani Maulida Naqiyya (3 tahun)
9. Alamat : Jl. Dr. Murjani II No. 3 Rt. 12 Kel. Karang Ambun Kec. Tanjung Redeb Kab. Berau Prop.
Kalimantan Timur 77311
10. Pendidikan : a. SDN. OO1 Tanjung Redeb (1991-1997) b. MTsN Tanjung Redeb (1997-2000) c. MAK Normal Islam RAKHA Putri
Amuntai (2000-2003)
d. Fakultas Ushuluddin Jurusan Tafsir Hadis IAIN Antasari Banjarmasin (2003-2007) e. Pascasarjana IIQ Jakarta (2008-2015) 11. Orang Tua : Ayah : H. Kailani, S. Ag
Ibu : Dra. Hj. Raudhah, M.Pd
AYAT-AYAT RELASI GENDER DALAM PEMBAHASAN AMINA WADUD MUHSIN No. Tema Sub Tema Surah &
Nomor Ayat
Bunyi Ayat Terjemah
1. In the Beginning, Man and Woman were Equal: Human Creation in the Qur’an
(Ihwal Penciptaan Manusia:
Mulanya Laki-laki dan Perempuan Sederajat)
Creation and the Language of the
Unseen (Penciptaan dan Ungkapan tentang
Alam Gaib)
Creation of the First Parents
(Penciptaan
Âli
‘Imrân [3]: 7
Al-A’râf [7]:
Dia-lah yang menurunkan Al kitab (Al- Qur′an) kepada kamu.
di antara (isi) nya ada ayat-ayat yang muhkamat, itulah pokok-pokok isi Al qur'an dan yang lain (ayat-ayat) mutasyabihat.
Adapun orang-orang yang dalam hatinya condong kepada kesesatan, Maka mereka mengikuti sebahagian ayat-ayat yang mutasyabihat daripadanya untuk menimbulkan fitnah untuk mencari-cari ta'wilnya, Padahal tidak ada yang mengetahui ta'wilnya melainkan Allah. dan orang-orang yang mendalam ilmunya berkata: "Kami beriman kepada ayat-ayat yang mutasyabihat, semuanya itu dari sisi Tuhan kami." Dan tidak dapat mengambil pelajaran (daripadanya) melainkan orang-orang yang berakal.
The Creation of Humankind (Penciptaan Manusia)
Shâd [38]:
71-72
At-Tîn [95]: 4
Al-Mu′min
sekali-kali kamu dapat ditipu oleh syaitan sebagaimana ia telah mengeluarkan kedua ibu bapamu dari surga, ia menanggalkan dari keduanya
pakaiannya untuk
memperlihatkan kepada
keduanya auratnya.
Sesungguhnya ia dan pengikut-pengikutnya melihat kamu dan suatu tempat yang kamu tidak bisa melihat mereka.
Sesungguhnya Kami telah menjadikan syaitan-syaitan itu pemimpin-pemimpim bagi orang-orang yang tidak beriman.
71. (Ingatlah) ketika Tuhanmu berfirman kepada Malaikat:
"Sesungguhnya aku akan menciptakan manusia dari tanah".
72. Maka apabila telah Kusempurnakan kejadiannya dan Kutiupkan kepadanya roh (ciptaan)Ku; Maka hendaklah kamu tersungkur dengan bersujud kepada-Nya".
The Origins of Humankind
(Asal-usul Manusia)
As-Sajdah [32]: 7
An-Nisâ′
[4]: 1
Al-
Sesungguhnya Kami telah menciptakan manusia dalam bentuk yang sebaik-baiknya .
Allah-lah yang menjadikan bumi bagi kamu tempat menetap dan langit sebagai atap, dan membentuk kamu lalu membaguskan rupamu serta memberi kamu rezki dengan sebahagian yang baik-baik. yang demikian itu adalah Allah Tuhanmu, Maha Agung Allah, Tuhan semesta alam.
Yang membuat segala sesuatu yang Dia ciptakan sebaik-baiknya dan yang memulai penciptaan manusia dari tanah.
Hai sekalian manusia, bertakwalah kepada Tuhan-mu yang telah menciptakan kamu dari seorang diri, dan dari padanya Allah menciptakan isterinya; dan dari pada
Âli
‘Imrân [3]: 190
Adz-Dzâriyât
laki dan perempuan yang banyak. dan bertakwalah kepada
Allah yang dengan
(mempergunakan) nama-Nya kamu saling meminta satu sama lain, dan (peliharalah) hubungan silaturrahim. Sesungguhnya Allah selalu menjaga dan mengawasi kamu.
Sesungguhnya dalam penciptaan langit dan bumi, silih bergantinya malam dan siang, bahtera yang berlayar di laut membawa apa yang berguna bagi manusia, dan apa yang Allah turunkan dari langit berupa air, lalu dengan air itu Dia hidupkan bumi sesudah mati (kering)-nya dan Dia sebarkan di bumi itu segala jenis hewan, dan pengisaran angin dan awan yang dikendalikan antara langit dan bumi; sungguh (terdapat) tanda-tanda (keesaan dan kebesaran Allah) bagi kaum yang memikirkan.
Al-A’râf [7]: 189
Az-Zumar [39]:6
Sesungguhnya dalam penciptaan langit dan bumi, dan silih bergantinya malam dan siang terdapat tanda-tanda bagi orang-orang yang berakal,
Dan segala sesuatu Kami ciptakan berpasang-pasangan supaya kamu mengingat kebesaran Allah.
Dialah yang menciptakan kamu dari diri yang satu dan dari padanya Dia menciptakan isterinya, agar Dia merasa senang kepadanya. Maka setelah dicampurinya, isterinya itu mengandung kandungan yang ringan, dan teruslah Dia merasa
The Dualism of the Creation
(Dualisme Penciptaan)
Asy-Syûrâ [42]: 11
Ar-Rûm [30]: 21
berat, keduanya (suami-isteri) bermohon kepada Allah, Tuhannya seraya berkata:
"Sesungguhnya jika Engkau memberi Kami anak yang saleh, tentulah Kami termasuk orang-orang yang bersyukur".
Dia menciptakan kamu dari seorang diri kemudian Dia jadikan daripadanya isterinya dan Dia menurunkan untuk kamu delapan ekor yang berpasangan dari binatang ternak. Dia menjadikan kamu dalam perut ibumu kejadian demi kejadian dalam tiga kegelapan. Yang (berbuat) demikian itu adalah Allah, Tuhan kamu, Tuhan yang mempunyai kerajaan. tidak ada Tuhan selain dia; Maka bagaimana kamu dapat dipalingkan?
[55]: 52
Hûd [11]:
40
Yâsîn [36]: 36
Az-Zukhrûf [43]: 12
Fâthir
jenis kamu sendiri pasangan-pasangan dan dari jenis binatang ternak pasangan- pasangan (pula), dijadikan-Nya kamu berkembang biak dengan jalan itu. tidak ada sesuatupun yang serupa dengan Dia, dan Dia-lah yang Maha mendengar dan melihat.
Dan di antara tanda-tanda kekuasaan-Nya ialah Dia menciptakan untukmu isteri-isteri dari jenismu sendiri, supaya kamu cenderung dan merasa tenteram kepadanya, dan dijadikan-Nya diantaramu rasa kasih dan sayang. Sesungguhnya pada yang demikian itu benar-benar terdapat tanda-tanda bagi kaum yang berfikir.
Di dalam kedua syurga itu terdapat segala macam buah-buahan yang berpasangan.
The Events in the Garden
An-Najm [53]: 45
Âli
‘Imrân [3]: 36
Ar-Ra’d
Hingga apabila perintah Kami datang dan dapur telah memancarkan air, Kami berfirman: "Muatkanlah ke dalam bahtera itu dari masing-masing binatang sepasang (jantan dan betina), dan keluargamu kecuali orang yang telah terdahulu ketetapan terhadapnya dan (muatkan pula) orang-orang yang beriman." dan tidak beriman bersama dengan Nuh itu kecuali sedikit.
Maha suci Tuhan yang telah menciptakan pasangan-pasangan semuanya, baik dari apa yang ditumbuhkan oleh bumi dan dari diri mereka maupun dari apa yang tidak mereka ketahui.
Dan yang menciptakan semua yang berpasang-pasangan dan menjadikan untukmu kapal dan binatang ternak yang kamu tunggangi.
Dan Allah menciptakan kamu
Surga)
Thâhâ [20]:
118-119
Al-A’râf [7]:
20-22
kamu berpasangan (laki-laki dan perempuan). dan tidak ada seorang perempuanpun mengandung dan tidak (pula) melahirkan melainkan dengan sepengetahuan-Nya. dan sekali-kali tidak dipanjangkan umur seorang yang berumur panjang dan tidak pula dikurangi umurnya, melainkan (sudah ditetapkan) dalam kitab (Lauh Mahfuzh). Sesungguhnya yang demikian itu bagi Allah adalah mudah.
Dan bahwasanya Dialah yang menciptakan berpasang-pasangan pria dan wanita.
Maka tatkala isteri 'Imran melahirkan anaknya, diapun berkata: "Ya Tuhanku, sesunguhnya aku melahirkannya seorang anak perempuan; dan Allah lebih mengetahui apa yang dilahirkannya itu; dan anak laki-laki tidaklah seperti anak perempuan. Sesungguhnya aku telah menamai Dia Maryam dan
Al-A’râf [7]:
23
Ar-Ra’d [13]:
11
Al-Anfâl [8]: 53
keturunannya kepada (pemeliharaan) Engkau daripada syaitan yang terkutuk."
Allah mengetahui apa yang dikandung oleh Setiap perempuan, dan kandungan rahim yang kurang sempurna dan yang bertambah. dan segala sesuatu pada sisi-Nya ada ukurannya.
118. Sesungguhnya kamu tidak akan kelaparan di dalamnya dan tidak akan telanjang,
119. dan Sesungguhnya kamu tidak akan merasa dahaga dan tidak (pula) akan ditimpa panas matahari di dalamnya".
20. Maka syaitan membisikkan pikiran jahat kepada keduanya untuk Menampakkan kepada keduanya apa yang tertutup dari mereka Yaitu auratnya dan syaitan berkata: "Tuhan kamu tidak melarangmu dan mendekati pohon ini, melainkan
Thâhâ [20]:
115-121
menjadi orang-orang yang kekal (dalam surga)".
21. dan Dia (syaitan) bersumpah
kepada keduanya.
"Sesungguhnya saya adalah Termasuk orang yang memberi nasehat kepada kamu berdua", 22. Maka syaitan membujuk keduanya (untuk memakan buah itu) dengan tipu daya. tatkala keduanya telah merasai buah kayu itu, nampaklah bagi keduanya aurat-auratnya, dan mulailah keduanya menutupinya dengan daun-daun surga.
kemudian Tuhan mereka menyeru mereka: "Bukankah aku telah melarang kamu berdua dari pohon kayu itu dan aku
katakan kepadamu:
"Sesungguhnya syaitan itu adalah musuh yang nyata bagi kamu berdua?"
Keduanya berkata: "Ya Tuhan Kami, Kami telah Menganiaya diri Kami sendiri, dan jika Engkau tidak mengampuni Kami dan memberi rahmat kepada
Thâhâ [20]: 123
merugi.
Bagi manusia ada malaikat-malaikat yang selalu mengikutinya bergiliran, di muka dan di belakangnya, mereka menjaganya atas perintah Allah. Sesungguhnya Allah tidak merubah keadaan sesuatu kaum sehingga mereka merubah keadaan yang ada pada diri mereka sendiri. dan apabila Allah menghendaki keburukan terhadap sesuatu kaum, Maka tak ada yang dapat menolaknya;
dan sekali-kali tak ada pelindung bagi mereka selain Dia.
(Siksaan) yang demikian itu adalah karena Sesungguhnya Allah sekali-kali tidak akan meubah sesuatu nikmat yang telah dianugerahkan-Nya kepada suatu kaum, hingga kaum itu meubah apa-apa yang ada pada diri mereka sendiri, dan Sesungguhnya Allah Maha mendengar lagi Maha mengetahui.
Kami perintahkan kepada Adam dahulu, Maka ia lupa (akan perintah itu), dan tidak Kami dapati padanya kemauan yang kuat.
116. dan (ingatlah) ketika Kami berkata kepada Malaikat:
"Sujudlah kamu kepada Adam", Maka mereka sujud kecuali iblis.
ia membangkang.
117. Maka Kami berkata: "Hai Adam, Sesungguhnya ini (iblis) adalah musuh bagimu dan bagi isterimu, Maka sekali-kali janganlah sampai ia mengeluarkan kamu berdua dari surga, yang menyebabkan kamu menjadi celaka.
118. Sesungguhnya kamu tidak akan kelaparan di dalamnya dan tidak akan telanjang,
119. dan Sesungguhnya kamu tidak akan merasa dahaga dan tidak (pula) akan ditimpa panas matahari di dalamnya".
120. kemudian syaitan membisikkan pikiran jahat kepadanya, dengan berkata: "Hai Adam, maukah saya tunjukkan kepada kamu pohon khuldi dan
121. Maka keduanya memakan dari buah pohon itu, lalu nampaklah bagi keduanya aurat-auratnya dan mulailah keduanya menutupinya dengan daun-daun (yang ada di) surga, dan durhakalah Adam kepada Tuhan dan sesatlah ia.
Allah berfirman: "Turunlah kamu berdua dari surga bersama-sama, sebagian kamu menjadi musuh bagi sebagian yang lain. Maka jika datang kepadamu petunjuk daripada-Ku, lalu Barangsiapa yang mengikut petunjuk-Ku, ia tidak akan sesat dan tidak akan celaka.
2. The Qur’anic View of Woman in This World (Pandangan Al-Qur’an tentang Perempuan di
The Significance of the Women Mentioned or Referred to in the
Qur’an (Signifikansi
At-Tahrîm [66]:
10-12
10. Allah membuat isteri Nuh dan isteri Luth sebagai perumpamaan bagi orang-orang kafir. keduanya berada di bawah pengawasan dua orang hamba yang saleh di antara hamba-hamba kami; lalu kedua isteri itu
Al-Qur’an)
Woman as an Individual (Perempuan sebagai Individu)
Al-Baqarah [2]: 286
suaminya itu tiada dapat membantu mereka sedikitpun dari (siksa) Allah; dan dikatakan (kepada keduanya): "Masuklah ke dalam Jahannam bersama orang-orang yang masuk (jahannam)".
11. dan Allah membuat isteri Fir'aun perumpamaan bagi orang-orang yang beriman, ketika ia berkata: "Ya Rabbku, bangunkanlah untukku sebuah rumah di sisi-Mu dalam firdaus, dan selamatkanlah aku dari Fir'aun dan perbuatannya, dan selamatkanlah aku dari kaum yang zhalim.
12. dan (ingatlah) Maryam binti Imran yang memelihara kehormatannya, Maka Kami tiupkan ke dalam rahimnya sebagian dari ruh (ciptaan) Kami, dan Dia membenarkan kalimat Rabbnya dan Kitab-KitabNya, dan Dia adalah Termasuk orang-orang yang taat.
Allah tidak membebani seseorang melainkan sesuai dengan kesanggupannya. ia