BAB V PENUTUP
B. Saran-saran
Pada kesempatan ini penulis menyampaikan saran dan mudah-mudahan dapat menjadi sebuah masukan begi keberlangsungan RISMA dan organisasi lainnya yaitu sebagai berikut :
1. Para pengurus RISMA agar lebih memperhatikan kegiatannya karena Sebagus apapun strategi jika tidak digunakan maka akan sia-sia dan akan memunculkan masalah-masalah baru. Dengan banyaknya teori yang berkaitan dengan strategi, maka RISMA dapat memilih dan menerapkan dalam kegiatan dakwahnya, sehingga kegiatan dakwah dapat di kontrol secara sistematik dan menarik.
2. Untuk masa depan RISMA khususnya para pengurus jangan pernah merasa bosan dalam menjalankan kegiatan dakwahnya terhadap remaja khususnya. Semoga RISMA dapat menjadi sebuah jembatan yang mengantarkan para remaja khususnya di lingkungan Sawangan - Depok menjadi remaja yang beriman dan berakhlaktul karimah, karena remaja merupakan salah satu asset negara sebagai generasi penerus. Untuk menumbuhkan hal itu, maka harus ada satu langkah strategi yang harus diambil dan diputuskan dari masa ke masa agar organisasi yang bergerak dibidang dakwah dapat berjalan dan tidak kehilangan arah.
3. Untuk ketua RISMA perlu di perhatikan bahwa keterkaitan remaja kepada orang tua atau ketua dari RISMA harus bisa menjalin kerja sama yang erat dalam hal apapun, karena dengan dorongan dari orang tualah RISMA dapat berjalan dengan baik dan lancar.
4. Diharapkan bagi pemerintah agar menyediakan program pembinaan yang dikhususkan pada remaja, agar tercipta generasi-generasi muda yang profesional, berfikir maju dan berakhlak baik, agar dapat membantu pemerintah memabantu masyarakat menjadi maju dan berpengetahuan luas.
51
A. Deskripsi Informan
Deskripsi informan adalah gambaran orang-orang yang memberikan informasi atau data di pengajian “Remaja IslamMusholah Al-hidayah (RISMA)” yang berlokasi di lingkungan Sawangan Rt 02 Rw 07, yaitu :
1. Pembina RISMA
Pembina pengajian RISMA l adalah ustadz Iwan Edi S.ThI, beliau lahir di Bogor,14 Desember 1979, Beralamat di Bedahan Sawangan Permai. Beliau sudah bekeluarga memiliki satu orang anak, pendidikan terakhir S1 di Universitas Islam Negeri Jakarta, Jurusan Filsafat. Di tahun 2002 beliau sudah bergabung di Yayasan Dompet Dhuafa sebagai koordinator program dakwah untuk rumah sakit, dosen konseling di UIN, dan Guru di beberapa sekolah. pengalaman organisasi beliau aktif di beberapa yayasan sosial seperti di yayasan yatim piatu, zakiah, amanah foundation, PM Mandiri, serta mengisi beberapa training motivasi interprener dan pengajian-pengajian remaja seperti saat ini.
2. Pengurus RISMA
Ketua RISMA yaitu Asmuni Sudrajat, lahir di Bogor, 20 Februari 1991, beralamat di Jl. Raya Muchtar Rt 01/07 Sawangan Gg. Poncol. Beliau seorang mahasiswa di bidang Teknik Komputer di Universitas BSI Fatmawati. Beliau menjabat sebagai ketua RISMA sudah dua tahun. Semangatnya dalam menghidupkan pengajian ini sangat tinggi.
Bidang peribadatan Eti Sarah, lahir di Bogor, 27 Agustus 1991, beralamat di Jl. Raya Muchtar Rt 02/07 Sawangan Gg. Poncol. Belum berkeluarga, aktif sebagai mahasiswi jurusan Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia di Universitas Indraprasta PGRI.
3. Guru Pengajar
Guru pengajar yakni Ustadz Amil Misar lahir di Bogor, 02 Agustus 1959, beralamat di Jln. Raya Muchtar RT 02 RW.07 Sawangan Lama kota Depok. Beliau sudah memiliki berapa orang anak,. Pendidikan terakhir Madrasah Aliyah di Pondok Pesantren As-salafiyah, beliau mengajar sebagai pemateri fiqih dan tajwid, menjabat sebagai penasihat RISMA.
Ustadzah miyah, lahir di Bogor, 8 Agustus 1968, beralamat di Jln. Raya Muchtar RT 02 RW.07 Sawangan Lama kota Depok. Pendidikan terakhir Madrasah Aliyah, kiprah beliau di masyarakat sebagai ustadzah dan berprofesi sebagai pegawai swasta dan pengajar.
4. Ketua RT 01 dan 02
Andi Ibrahim, lahir di Bogor, 31 Agustus 1965, beralamat di Jl. Raya Muchtar Rt 01/07 Sawangan Gg. Poncol. Pendidikan terakhir SMA, dan berprofesi sebagai ketua RT di Sawangan Poncol.
Mamat Nur, lahir di Bogor, 16 September 1969, beralamat di Jl. Raya Muchtar Rt 02/07 Sawangan Gg. Poncol. Pendidikan terakhir SMA, dan berprofesi sebagai ketua RT di Sawangan Poncol.
5. Warga di lingkungan Musholla
Hasan Darmawan, lahir di Bogor, 17 Agustus 1964, beralamat di Jl. Raya Muchtar Rt 01/07 Sawangan Gg. Poncol. Pendidikan terakhir SMA, dan berprofesi sebagai warga.
Abdul Rozak, lahir di Bogor, 01 Oktober 1970, beralamat di Jl. Raya Muchtar Rt 01/07 Sawangan Gg. Poncol. Pendidikan terakhir SMA, dan berprofesi sebagai warga.
6. Anggota RISMA
Dwi Rusyada Agustin, lahir di Bogor, 17 Agustus 1995, beralamat di Jl. Raya Muchtar Rt 02/07 Sawangan Gg. Poncol. Pendidikan terakhir SMA, dan berprofesi sebagai mahasiswi di Universitas Politeknik Kemenkes Jakarta.
Siti Khodijah, lahir di Bogor, 01 Agustus 1997, beralamat di Jl. Raya Muchtar Rt 02/07 Sawangan Gg. Poncol. Berprofesi sebagai pelajar SMA.
Fitriyah Ramadhona, lahir di Bogor, 01 Januari 1997, beralamat di Jl. Raya Muchtar Rt 02/07 Sawangan Gg. Poncol. Berprofesi sebagai pelajar MA Islamiyah YADAIR.
Fauziah Afitrianti, lahir di Bogor 03 Mei 1992, beralamat di Jl. Raya Muchtar RT 02/07 Sawangan Gg. Poncol. Berprofesi sebagai mahasiswi di Universitas Indraprasta PGRI.
Nilam Suri, lahir di Bogor, 20 Oktober 1996, beralamat di Jl. Raya Muchtar Rt 02/07 Sawangan Gg. Poncol. Profesi sebagai pelajar di MA Al-karimiyah.
Rivia Maulidia, lahir di Bogor, 29 Agustus 1997, beralamat di Jl. Raya Muchtar Rt 02/07 Sawangan Gg. Poncol. Berprofesi sebagai pelajar di MA Yadair.
Afrina Rifkyah, lahir di Bogor 16 April 1993, beralamat di Jl. Raya Muchtar Rt 03/07 Sawangan Gg. Poncol. Berprofesi sebagai mahasiswi, jurusan Sistem Informasi di Universitas Islam Negeri Jakarta.
Fikri Zulfahmi, lahir di Bogor 28 Agustus 1992, beralamat di Jl. Raya Muchtar Rt 02/07 Sawangan Gg. Poncol. Berprofesi sebagai mahasiswa jurusan Sistem Informasi di Universitas Islam Negeri Jakarta.
Haryono Rindrori, lahir di Jakarta, 17 Januari 1992, beralamat di Jl. Raya Muchtar Rt 02/07 Sawangan Gg. Poncol. Berprofesi sebagai mahasiswa jurusan FIK di UPN.
Ahmad Pandu, lahir di Bogor, 20 Juni 1998, beralamat di Jl. Raya Muchtar Rt 02/07 Sawangan Gg. Poncol. Berprofesi sebagai pelajar kelas XI di SMAK Bogor.
Peserta pengajian diambil 10 orang karena merekalah yang sangat aktif dan telah mengikuti pengajian selama tiga tahun, bahkan kesepuluh orang ini adalah yang banyak melakukan aktivitas dalam kegiatan yang dibuat RISMA.
B. Strategi Dakwah RISMA Dalam Pembinaan Keagamaan Pada Remaja Di
Lingkungan Sawangan Rt 01, 02 - Rw 07
Pengajian merupakan suatu wadah tempat berlangsungnya proses mengajar kepada manusia atau umat Islam yang dilakukan dimasjid, dirumah, atau tempat lainnya. Saat ini pegajian identik dengan ibu-ibu dan bapak-bapak, namun para remaja juga tak kalah dengan pengajian saat ini. saat ini kondisi remaja sedang berada dalam jiwa yang bergejolak, penuh dengan kegelisahan dan pertentangan batin. Di usia remaja biasanya mengalami
perkembangan jiwa yang dalam kondisi labil, akibatnya sebagai refleksi kegoncangan jiwa agama sekaligus sebagai indikasi dari berkurangnya pembinaan mental spiritual remaja yang sedang mencari jati dirinya tidak mampu membendung dan mengendalikan gejolak yang timbul dalam jiwanya, sehingga terjerumus ke dalam perbuatan-perbuatan negatif. 1
Dalam hal ini diperlukan suatu siasat, taktik atau metode agar dapat menciptakan generasi muda yang berakhlaktul karimah dan mengatasi kegoncangan jiwa para remaja terjadi akibat perkembangan dan tantangan yang akan mereka hadapi. Dan disini agama-lah yang merupakan salah satu cara paling tepat untuk mengatasi hal tersebut.
Agama merupakan sebuah benteng yang paling kuat dalam menghadapi berbagai pengaruh dari perbuatan negatif. Dengan pemahaman agama yang baik, remaja akan sulit terpengaruh ke dalam perbuatan yang merusak diri para remaja. Selain itu, para remaja membutuhkan sebuah peran atau bimbingan dari keluarga secara baik dalam mengatasi kondisi internal mereka, disamping itu pendidikan formal juga penting dalam menunjang pengetahuan agama mereka, dan tidak cukup dalam pendidikan formal disekolah. Saat ini pendidikan non formal juga sangat penting guna lebih menambah pengetahuan agama agar pengamalannya lebih baik lagi.
Saat ini lembaga non formal yang banyak kita jumpai seperti majelis taklim atau pengajian yang bertempat di masjid atau musholah. Pengajian seperti ini dapat dijadikan sebagai wadah bagi remaja bahkan masyarakat untuk lebih meningkatkan ilmu agama mereka. pengajian remaja seperti ini
1
Zakiyah Derajat, Problematika Remaja Indonesia, (Jakarta : Bulan Bintang 1978), Cet. Ke-3, H.100
merupakan pendidikan non formal yang banyak memberikan manfaat pada remaja mulai dari remaja dapat belajar berorganisasi dan dapat bersosialisasi serta tak luput dari mendapatkan pengetahuan agama lebih mendalam.
Usaha dalam mewujudkan ajaran Islam secara kaffah dalam aspek kehidupan, tentunya bukan tanggung jawab para orang tua saja, tetapi unsur lain yang tidak dapat dikesampingkan dalam masalah ini, yaitu keberadaan kaum remaja atau para pemuda sebagai penerus bangsa dan agama yang memiliki andil dalam usaha penyampaian dakwah di lingkungannya. Sementara itu kita temui remaja yang melakukan hal yang positif secara memiliki andil dan manfaat terhadap lingkungannya.
Strategi merupakan suatu perencanaan atau keputusan manajerial yang strategis untuk mencapai suatu tujuan yang telah ditetapkan oleh suatu organisasi tertentu. Dalam konteks dakwah, strategi juga sangat dibutuhkan terutama bagi organisasi dakwah semacam pengajian remaja RISMA yang merupakan bagian dari organisasi kemasyarakatan.
Sebuah organisasi atau lembaga agar bisa mencapai segala tujuan yang telah ditetapkan maka sangat membutuhkan cara dan metode. Cara atau metode itulah yang disebut strategi. Sebab strategi adalah cara-cara atau taktik suatu organisasi suatu kegiatan yang akan berjalan ke arah tujuan tujuan yang sudah direncanakan terlebih dahulu.
Dalam hal ini, secara tidak langsung organisasi remaja ini berperan sebagai orang tua bagi remaja, seperti layaknya orang tua yaitu RISMA memiliki tugas untuk mengayomi dan membimbing para remajanya ke jalan yang positif. Jika para remaja bertindak melakukan kegiatan yang tidak sesuai
norma dan ajaran agama, maka RISMA lah yang berperan menasehati dan mencari solusi secara pertemanan.2
RISMA sebagai organisasi remaja memiliki andil dan turut berpartisipasi dalam membina kualitas spiritual dan moral remaja agar menjadi manusia religi dan berilmu pengetahuan. Untuk mencapai tujuan di atas, dalam rangka pembinaan keagamaan pada remaja, RISMA telah menerapkan beberapa langkah strategis, adapun strategi yang diterapkan oleh pengajian RISMA di lingkungan Sawangan adalah3 :
1. Melakukan pengenalan objek dengan cara mengadakan kegiatan positif yang bertujuan agar remaja tersebut mau bergabung dan mengikuti kegiatan keagamaan RISMA, seperti:
a. Melibatkan remaja kedalam event-event keIslaman maupun sosial. Adanya perubahan fisik dan psikis pada remaja akan membuat remaja ketakutan. Akibatnya mereka akan bingung untuk melakukan sesuatu. Ada dua kekuatan yang dapat mempengaruhi remaja yaitu kekuatan baik dan kekuatan buruk. Kekuatan baik diperoleh dari lingkungan yang baik, yaitu selalu melakukan aktifitas positif. Sedangkan kekuatan yang buruk diperoleh dari lingkungan yang selalu melakukan perbuatan terlarang. Dua kekuatan tersebut selalu mempengaruhi remaja sampai salah satu kekuatan itu masuk kedalam diri remaja.
Disini, yang dimaksud event-event keIslaman seperti peringatan hari-hari besar Islam yang dilaksanakan oleh RISMA dan event sosial
2
Iwan Edi, Pembina RISMA, Wawancara Pribadi, 26 mei 2013. Pukul 13:00 WIB
3
seperti kerja bakti atau kegiatan “bebenah musholah” yang di laksanakan setiap sebulan sekali.
Kegiatan ini tidak hanya melibatkan para anggota RISMA saja tetapi para remaja di luar RISMA dan masyarakat sekitar. Dengan adanya kegiatan ini diharapkan terjalin hubungan keakraban antar remaja. Karena seperti kita tahu remaja saat ini banyak yang lebih mementingkan gengsi untuk menghadiri kegiatan pengajian.
Selain itu, kegiatan ini juga bertujuan untuk mengajarkan kepada remaja agar lebih mencintai dan peduli terhadap musholah dan lingkungannya.
Adapun event-event keagamaan adalah seperti peringatan hari besar Islam seperti Isra’ Mi’raj, maulid Nabi Muhammad, tahun baru Hijriah. Di setiap event tersebut RISMA selalu mengadakan kegiatan-kegiatan yang melibatkan remaja dan masyarakat sekitar untuk berkontribusi memeriahkan perayaan tersebut.
Kegiatan Isra Mi’raj biasanya RISMA mengadakan acara ceramah agama yang diisi oleh ustadz yang di datangkan dari luar wilayah hal ini di maksudkan untuk menarik minat masyarakat setempat untuk datang menghadiri acara tersebut. Selain itu RISMA juga mengadakan lomba-lomba yang dikhususkan untuk para anak-anak sekitar Sawangan seperti lomba fashion show busana muslim, lomba adzan, lomba menghafal surat-surat pendek.
Dalam kegiatan ini para remaja dituntut untuk mengerjakan semua rangkaian acara. Agar mereka belajar bertanggung jawab dan belajar untuk saling bekerja sama dalam satu tim.
Peringatan tahun baru hijriah, RISMA mengadakan pawai obor keliling . Dalam kegiatan ini melibatkan banyak pengajian remaja luar untuk bergabung memeriahkan acara tersebut agar tali silaturahmi tidak terputus antar pengajian.
Dalam peringatan Maulid Nabi ini tidak hanya sekedar membaca rawi dan ceramah saja, tetapi sebelumnya RISMA juga mengadakan perlombaan untuk para remaja seperti lomba MC, ceramah agama, shalawat, marawis, qira’atul quran, yang dimana nantinya pemenang atau yang terbaik akan dilibatkan dalam acara ini. inilah salah satu strategi agar para remaja dapat melatih bakat dan kratifitas mereka selain itu event ini juga sebagai indikator mereka untuk melangkah ke jenjang yang lebih tinggi untuk mengasah kemampuannya.
Kegiatan ini cukup berhasil dalam rangka melaksanakan dakwah Islam yang dilakukan pengajian RISMA, karena kegiatan ini sebagai salah satu upaya untuk meningkatkan keimanan dan ketakwaan serta mempererat ukhuwah Islamiyah remaja yang direalisasikan dalam pengamalan ajaran Islam. Hal ini terbukti dengan kehadiran masyarakat luar yang sangat antusias kemudian kehadiran para petinggi seperti pejabat pemerintah, tokoh masyarakat, para assatidz.4 b. Melakukan pengajian bergilir di rumah anggota.
Kegiatan ini merupakan strategi untuk lebih mendekatkan RISMA kepada orang tua remaja. Karena peran orang tua juga penting untuk
4
memotivasi anak agar terus mengikuti pengajian agar pengamalan agamanya meningkat.
Tujuan diadakan kegiatan ini karena kesatuan diantara anggota pengajian RISMA dalam melaksanakan kegiatan ini, dengan demikian timbul rasa keingin ikut sertaan bagi para remaja yang lain untuk ikut bergabung kedalam pengajian RISMA dalam upaya meningkatkan pengamalan agama.
2. Menyajikan materi agama dan umum dengan bentuk atau metode yang menarik.
Penyajian materi juga merupakan salah satu strategi yang RISMA punya. Dalam penyajian materi dakwah atau keagamaan tak terlepas dari metode tradisional seperti ceramah. Namun disini RISMA tidak hanya menggunakan metode lama, kita harus berinovasi dalam mengemas materi sesuai perkembangan zaman yang semakin modern. Dalam berdakwah media merupakan salah satu syarat mutlak yang harus dipenuhi oleh suatu pendakwah. Karena pemilihan media memiliki peran penting dalam menentukan bagaimana keefektifitas dakwah.5 RISMA bekerjasama dengan sejumlah ustadz yang mengisi pengajian dengan berbagai sajian materi yang menarik seperti :
a. Menyajikan materi dengan menggunakan media audio visual
Seperti Film slide ini berupa rekaman gambar pada film positif yang telah diprogram sedemikian rupa dengan baik sehingga hasilnya sesuai dengan apa yang telah diprogramkan. Pengoperasian film slide
5
melalui proyektor yang kemudian gambarnya diproyeksikan pada screen. Kelebihan dari film slide ini adalah mampu memberikan gambaran yang cukup jelas kepada audiensi tentang informasi yang disampaikan seorang juru dakwah. Disamping itu juga dapat dipakai berulang-ulang sejauh programnya sesuai dengan yang diinginkan. Sedangkan kelemahannya adalah bahwa untuk membuat program melalui film slide diperlukan dalam bidan fotografi dan grafis. Selain itu juga diperlukan ruangan khusus dengan menggunakan aliran listrik.
Dengan menggunakan media tersebut penyampaian dakwah lebih mudah untuk dimengerti karena audio visual itu termasuk alat dakwah yang merangsang indra pendengaran dan penglihatan sehingga lebih mudah. RISMA menyajiakan materi berupa power point yang diselingi dengan tanyangan video inspiratif.
Penyajian materi-materi mengenai mengetahuan agama dan pengetahuan umum membuat para anggota RISMA sangat antusias dengan penyajian materi ini karena dianggap tidak monoton dan para anggota dapat mengikutinya dengan hati yang senang. Dengan penyampaian ustadz yang humoris sehingga pengajian yang dilaksanakan pada malam hari tidak membuat para anggota ngantuk dan jenuh.
Seperti yang kita tahu bahwa menyampaikan materi dengan menggunakan audio visual dapat merangsang indra-indra manusia serta dapat menimbulkan perhatian untuk menerima dakwah. Semakin tepat dan efektif, media yang dipakai akan semakin efektif pula upaya
pemahaman ajaran Islam pada masyarakat yang menjadi sasaran dakwah.
Perkembangan teknologi komunikasi tersebut merupakan peluang sekaligus tantangan bagi para penjuru dakwah. Dikatakan sebagai peluang berarti dengan semakin beragamnya media komunikasi dan semakin praktis dan efisiennya seorang komunikator berhubungan dengan komunikan, maka jika komunikasi massa tersebut digunakan sebagai sarana dakwah akan mempercepat proses penyampaian dakwah.
Islam adalah agama dakwah, agama yang selalu mendorong umatnya untuk senantiasa aktif melakukan kegiatan dakwah. Kemajuan dan kemunduran umat Islam sangat berkaitan erat dengan dakwah yang dilakukannya.
b. Menyajikan materi dengan berdiskusi.
Materi yang disajikan RISMA bukan hanya seputar agama saja tetapi mengenai materi umum. Materi umum disajikan mengingat perkembangan zaman dan teknologi, maka disini para angota mendapatkan pengetahuan yang luas.
Materi agama yang disampaikan mengacu kepada al-quran dan hadist yang menekankan kepada ilmu fiqih, ilmu akhlak dan hadist. Materi-materi ini adalah materi dasar Islam sehingga remaja harus mempelajarinya. Banyak materi yang telah ditelaah dan diuraikan kepada remaja di antaranya thaharoh, wudhu, shalat, puasa, zakat dan lain sebagainya.
Cara berdiskusi RISMA dengan membuat makalah seputar materi yang sudah ditetapkan dengan kelompok minimal dua orang, lalu membagikan materi yang sudah dibuat kepada anggota lainnya. Diskusi ini dibimbing oleh ustadz atau ustadzah yang mengerti di bidang tersebut.
Dengan cara ini anggota diharapkan dapat belajar mengenai pembuatan makalah dan melatih berbicara di depan dengan persentasi. c. Menyampaikan materi dakwah dengan menggunakan madding.
Madding salah satu media yang RISMA punya untuk menyampaikan dakwah. Selain itu melatih kreatifitas anggota dalam menulis sebuah artikel. Artikel atau tulisan yang terbaik akan mendapatkan sebuah penghargaan berupa bingkisan. Cara ini bertujuan untuk meningkatkan semangat para remaja.6
3. Membuat komunitas dakwah melalui facebook.
Melihat perkembangan zaman dan teknologi yang canggih, saat ini banyak para remaja yang lebih interaktif menggunakan internet. Oleh karena itu, RISMA membuat komunitas perkumpulan pengajian dan remaja sekitar agar ikut berpertisipasi dalam menyampaikan dakwah. Dengan adanya komunitas melalui via facebook dapat mempermudah para anggota untuk membangun suatu jaringan ketika mengundang untuk mengaji atau mengundang untuk acara. Dengan menggunakan fasilitas ini sangat bermanfaat karena jangkauannya yang sangat luas dan para anggota pun merasa mudah untuk meng-update mengenai informasi seputar pengajian seperti jadwal dan kegiatan pengajian.
6
Selain untuk menyebarkan informasi, RISMA juga memanfaatkan komunitas ini untuk berdakwah. Para anggota dapat berinteraktif dan sharing mengenai dakwah maupun pengetahuan di luar agama untuk saling menasehati. Pengetahuan di luar agama seperti bahayanya merokok, bahayanya menaruh handphone di samping kepala saat tidur dan lain sebagainya.
Disini sangat jelas bahwa media dakwah dapat memudahkan para juru dakwah untuk menyampaikan pesan pada khalayak atau komunikannya dengan cepat dan pesan yang disampaikan sapat tersebar dengan luas.
4. Menyiapkan sarana untuk menyalurkan bakat.
RISMA menyediakan beberapa sarana seperti adanya mading, hal ini bertujuan agar para remaja dapat berkreasi dan dapat menyalurkan bakat seperti menulis cerpen, membuat artikel-artiket pengetahuan agama, puisi, gambar dan lain sebagainya. Setiap dua bulan sekali RISMA akan memberikan hadiah kepada salah anggota yang memiliki karya yang terbaik. Dengan adanya program ini antusias para remaja cukup baik untuk berkreasi.
RISMA juga memberikan sarana untuk berwirausaha pada remaja dengan memberikan pelatihan kreatifitas membuat kalung, sarung toples dengan menggunakan kain flannel. Setelah itu akan dijual-belikan ke sekolah masing-masing yang nantinya uang hasil penjualannya akan dimasukan ke kas RISMA.
5. Melakukan pembinaan praktek sholat fardu dan dasar-dasar shalat. Pengajian yang diadakan rutin setiap seminggu sekali senantiasa
membahas masalah keIslaman seperti ilmu fiqih, ilmu hadist, Qira’atul qur’an beserta tajwid dan lain sebagainya.
Materi ilmu fiqih yang diberikan kepada remaja sperti masalah sholat 5 waktu, banyak pembahasan yang dibahas mengenai sholat seperti dasar-dasar sholat sampai tata cara sholat. Shalat merupakan wujud ibadah dan ketaatan umat Islam kepada penciptanya, dengan shalat jamaah mampu melatih kesabaran, melatih emosi diri dan selalu memohon petunjuk kepada Allah SWT, begitu pula halnya dengan puasa, umat Islam diwajibkan melaksanakannya dengan menahan hawa nafsu dan berlomba beramal