BAB V SIMPULAN DAN SARAN
5.2 Saran
Berdasarkan hasil penelitian yang diperoleh, diberikan beberapa saran sebagai berikut:
1. Demi keberhasilan siswa baik di sekolah maupun di lingkungan sekitarnya, maka disarankan kepada semua pihak sekolah terutama guru-guru pengajar agar lebih mengembangkan dan mengoptimalkan lagi penggunaan model pembelajaran dan guru harus memperhatikan setiap kondisi siswa tentang kesiapan belajar dalam proses pembelajaran, seorang guru juga harus memiliki ketegasan seperti memberi teguran yang keras dalam kegiatan belajar mengajar kemudian dalam pengelolaan kelompok kecil guru harus sering
melakukan penguasaan kelas contoh dalam memonitoring atau memimpin kelompok kecil guru harus sering mengelilingi kelas selama proses pembelajaran berlangsung sehingga pembelajaran bisa berjalan dengan baik. Selain itu penyampain materi harus dibuat sedemikian menarik sehingga siswa akan memusatkan perhatianya terhadap materi selama proses pembelajaran berlangsung.
2. Kepada orang tua peserta didik diharapkan untuk memotivasi anak untuk belajar dan terus belajar, serta menuntun mereka belajar dirumah,mengulangi pelajaran yang didapat dari sekolah, agar supaya kemampuan pada setriap anak tersebut berkembang, dan tingkat pemahaman siswa cepat menyerap pelajaran yang dibelajarkan guru bisa berkonsentrasi dan lebeih aktif lagi.
DAFTAR PUSTAKA
Abimanyu Soli.dkk 2009 : 10.Strategi Pembelajaran 3 sks Direktoret Jendral Pendidikan Tinggi Kementrian Pendidikan Nasional
Aqib Zainal, 2013. Model-Model, Media, dan Strategi Pembelajaran Kontekstual (inovatif). Bandung : YRAMA WIDYA
Djalil Aria.dkk 2009: Pembelajaran Kelas Rangkap. Jakarta : Universitas Terbuka
Hidayati , Mujinem. 2010 . Pengembangan Pendidikan IPS SD 3 SKS .Direktoret Jendral Pendidikan Tinggi Kementrian Pendidikan Nasional
Ibrahim, Muslimin ddk. Pembelajaran kooperatif surabaya: UNESA 2012.
Kementrian Pendidikan Nasional Universitas Negri Gorontalo. 2014/2015. Panduan Karya Tulis Ilmiah. Gorontalo : UNG Press.
Kurniasih Imas. Sani Berlin. 2015. Ragam Pengembangan Model Pembelajaran Untuk Peningkatan Profesionalitas Guru Jakarta: Kata Pena.
Majid Abdul. 2013 : II. Strategi pembelajaran. Bandung: remaja Rosdakarya Maleong,2005. Metodologi kualitatif revisi. Bandung. PT RemajaRosdakarya. Rahmat Abdul S.Sos, S.Pd, M.Pd.(2009). Super Teacher. Bandung: MQS
Publishing
Rusman. Model-model pembelajaran mengembangkan profesionalisme guru. Jakarta: PT Rajawali Pers, 2011.
Saleh, Stivan. 2013. Penerapan Metode Demonstrasi Pada Mata Pelajaran PKn Materi Kebebasan Berorganisasi Di Kelas V SDN 2 TAPA KEC. TAPA KAB, BONE BOLANGO
Sardiman. Interaksi dan motivasi belajar mengajar. Jakarta: Rajawali Pers, 2011. Suprijono agus. 2010. Cooperative Learning. Yogyakarta : PT pustaka pelajar. Sugiyono. 2014. Metode Penelitian Pendidikan Bandung : Alpabeta
Soebandi bandi, dkk.2008 model pembelajaran kritik dan apresiasi seni rupa. Solo : Direktorat Jendral Pendidikan Tinggi.
Susilowati,dkk.2010. Pembelajaran kelas rangkap 2 SKS Direktoret Jendral Pendidikan Tinggi Kementrian Pendidikan Nasional
Taneo Silvester Petrus. 2010. Kajian IPS SD 3 SKS Direktoret Jendral Pendidikan Tinggi Kementrian Pendidikan Nasional
Uno,hamja B.2010 prorofesi kependidikan. Jakarta : Umi Aksara
Irwansahaja.( 2014). http://irwansahaja.blogspot.co.id/2014/08/pengertian pembelajan-ilmu-pengetahuan.html. Di akses pada tangal 7 april 2016. Visiuniversal. 2014.
DOKUMENTASI PENELITIAN
1. Mewawancarai wali Kelas IV SDN 84 Kota Tengah Kota Gorontalo di ruang Kelas IV
2. M ew aw ancarai Sisw a kelas IV SDN 84 Kot a Tengah Kot a Goront alo di ruang Kelas IV
DOKUMENTASI PADA SAAT PROSES PEMBELAJARAN 1. Guru menjelaskan materi pembelajaran Ilmu Pengetahuan sosial
2. Pembagian kelompok sekaligus menjelaskan apa yang akan dikerjakan kelompok
DOKUMENTASI KERJA KELOMPOK SISWA
1. Situasi pemb elajaran berkelompok Think Pair Share di SDN 84
2. Mempresentasikan hasil kerja kelompok di SDN 84 Kota Tengah Gorontalo
RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN (RPP)
Satuan pendidikan : Sekolah Dasar Materi pelajaran : IPS
Kelas/semester : IV/ II Alokasi waktu : 2 X 35 Menit A. Standar kompetensi
2. Mengenal sumber daya alam,kegiatan ekonomi,dan kemajuan teknologi di lingkungan Kab/Kota dan propinsi.
B. Kompetensi Dasar
2.2 Mengenal pentingnya koperasi dalam meningkatkan kesejahteraan C. Indikator
1. Menjelaskan pengertian,tujuan,fungsi manfaat dan peranan koperasi bagi peningkatan kesejahteraan masyarakat.
D. Tujuan pembelajarn Siswa dapat:
1. Menjelaskan pengertian,tujuan,fungsi, manfaat dan peranan koperasi bagi peningkatan kesejahteraan masyarakat.
E. Nilai Karakter
1. Religius : ( Sikap dan perilaku yang patuh dalam melaksanakan ajaran agama)
2. Cinta tanah air
3. Kreatif : (Berfikir,bersikap,dan berbuat yang menunjukan kesetiaan,kepedulian dan penghargaan yang tinggi terhadap bahasa,lingkungan fisik,sosial,budaya,ekonomi dan politik bangsa). 4. Demokratis : ( cara berfikir,bersikap dan bertindak dan bertindak
yang menilai sama hak dan kewajiban dirinya dan orang lain.). F. Metode pembelajaran
G. Model pembelajaran Think Pair Share H. Materi ajar
Pentingnya koprasi dalam meningkatkan kesejahteraan masyarakat Pengertian Koperasi
Dalam Undang-Undang Dasar 1945 pasal 33 ayat (1) tertulis “perekonomian disusun sebagai usaha bersama berdasarkan azas kekeluargaan untuk meningkatkan kesejahteraan anggotanya.
Tujuan koperasi
1. Memajukan kesejahteraan anggota, & memajukan kesejahteraan masyarakat 2. Membangun tanah ekonomi nasional
Manfaat Koperasi adalah : 1. Sebagai tiang perekonomian indonesia 2. Melatih anggota berorganisasi
3. Kebersamaan dalam suatu usaha
4. Sebagai bentuk pengalaman UUD 45 pasal 33 ayat 1
Koperasi sebagai kekuatan ekonomi yang berlandaskan pada UUD 1945 dan Pancasila, serta bertujuan untuk kesejahteraan anggota.
Peranan Koperasi antara lain :
1. Menyelenggarakan kehidupan ekonomi secara demokratis 2. Membentu meningkatkan kesejahteraan rakyat
3. Membentu kualitas pendidikan rakyat 4. Menambah penghasilan rakyat
I. Langkah-langkah pembelajaran
Tahapan Kegiatan Alokasi
waktu
( kegiatan awal)
1. Guru memberi salam 2. Guru mengkondisikan kelas 3. Berdoa 4. Mengabsen siswa 5. Apersepsi 6. Menyampaikan tujuan pembelajaran (Kegiatan inti) A. Explorasi
1. Siswa mengamati materi yang di tampilkan
2. Siswa memberi komentar terhadap materi yang ditampilkan.
B. Elaborasi
3. Mengonfirmasi kepada siswa system pembelajaran. Yang akan dilaksanakan.
4. Menentukan setiap pasangan siswa. Pasangan yang heterogen 5. Guru membagi kartu informasi
kepada setiap pasangan
6. Setiap pasangan diberikan tugas yang berbeda dan
mendiskusikan konsep tersebut bersama pasanganya dengan memahami kartu informasi. 7. Setelah selesai, setiap pasangan,
bertukar dengan pasangan lainya.
8. Temuan baru yang di dapat dari pertukaran pasangan
disampaikan kepada pasangaan semula
C.Konfirmasi
1. Memberikan umpan balik terhadap hasil diskusi kelompok 2.Memberikan motivasi kepada
peserta didik yang kurang atau belum berpartisipasi aktif dalam kelompok.
(kegiatan akhir)
1. Membuat rangkuman materi pembelajaran
2. Memberikan evaluasi
3. Memberi motivasi pada siswa agar mengulang kembali materi yang telah dibahas di rumah.
D. Sumber dan media pembelajaran Sumber
1. Buku IPS kelas 4. 2. Kartu informasi
3. Bahan ajar,buku yang relevan dan media lainnya.
Media
Gambar kegiatan kerjasama
E. Penilaian
1. Pengamatan aktivitas di kelas 2. Hasil tugas kelompok
3. Tes hasil belajar
Tugas yang diberikan kepada siswa dalam bentuk kartu pesan.
Apa yang di maksud dengan koperasi
Koperasi adalah usaha bersama berdasarkan azas kekeluargaan untuk meningkatkan kesejahteraan
Sebutkan manfaat koperasi ! Manfaat Koperasi adalah : 1. Sebagai tiang perekonomian
indonesia
Apa saja peran koperasi ? Peran koperasi antara lain :
1. Menyelenggarakan kehidupan ekonomi secara demokratis
2. Membantu kesejahteraan rakyat
Sebutkan tujuan koperasi ! Tujuan Koperasi :
1. Memajukan kesejahteraan anggota
Evaluasi
Jawablah pertanyaan dibawah ini dengan tepat
1. Apa yang dimaksud dengan Koperasi? 2. Sebutkan Tujuan Koperasi !
3. Tuliskan Manfaat Koperasi 4. Apa saja peranan koperasi?
5. Koperasi adalah badan usaha yang beranggotakan orang seorang atau badan hokum koperasi dengan melaksanakan kegiatannya berdasar prinsip koperasi, sehingga sebagai gerakan ekonomi rakyat yang berdasar atas asas kekeluargaan
Pengertian koperasi di atas sesuai UU perkoprasian No berapa dan
tahun berapa ? Mengetahui Kepala sekolah ( Fatmah Usully S.Pd, M.MPd. ) NIP. 195707021980082001 Gorontalo Guru kelas IV ( Titin A. Dano S.Pd) NIP.197403062006042019 Dalam Undang-Undang Nomor 25
Tahun 1992 tentang perkoprasian disebutkan bahwa “Koperasi adalah badan usaha yang beranggotakan orang seorang atau badan hokum koperasi dengan melaksanakan kegiatannya berdasar prinsip koperasi, sehingga sebagai gerakan ekonomi rakyat yang berdasar atas asas kekeluargaan”.
Dalam Undang-Undang
Dasar 1945 pasal 33 ayat
(1) tertulis”
perekonomian disusun
sebagai usaha bersama
berdasarkan atas asas
kekeluargaan.”
Lembar Pengamatan Kegiatan Guru Dalam Proses Pembelajaran
No Aspek Yang Diamati Dilaksanakan
SB B C K
1 Persiapan Kelas
2 Menyiapkan ruang,alat bantu belajar dan sumber belajar
3 Mengelola waktu pembelajaran secara efisien 4 Memulai pembelajaran dengan mengucapkan salam 5 Menanyakan kabar dan kondisi siswa dan kesiapan
dalam memulai proses pembelajaran 6 Melakukan apersepsi
7 Menyampaikan tujuan sesuai dengan materi yang diajarkan
8 Melaksanakan kegiatan pembelajaran dengan urutan 9 Menjelaskan materi pembelajaran
10 Menampilkan media pembelajaran 11 Bertanya dengan siswa
12 Memberi kesempatan kepada siswa untuk bertanya 13 Membagi siswa kedalam kelompok secara heterogen 14 Memberi tugas sesuai dengan materi yang diajarkan 15 Guru memimpin diskusi kecil
16 Guru mengelola kelas
17 Melaksanakan laporan hasil kegiatan kelompok 18 Memberi penilaian
19 Memberi penghargaan 20 Menyimpulkan materi 21 Memberi motivasi 22 Melaksanakan evaluasi
Lembar Pengamatan Kegiatan Siswa Dalam Proses Pembelajaran
No Aspek Yang Diamati Dilaksanakan
SB B C K
1 Masuk kelas dengan teratur
2 Menempati tempat duduk masing-masing 3 Kesiapan menerima pelajaran
4 Berdoa sebelum belajar
5 Menyiapkan alat tulis menulis
6 Mampu menjawab apersepsi
7 Mendengarkan materi dengan baik 8 Menggunakan media pembelajaran secara
efektif
9 Bertannya jawab dengan guru tentang materi pembelajaran yang belum dipahami
10 Membentuk kedalam kelompok
11 Aktif dalam mengerjakan tugas kelompok 12 Bekerjasama dalam kelompok
13 Mempresentasikan hasil kerja kelompok 14 Memperhatikan apa yang telah
dipresentasikan dalam kelompok
15 Memelihara hubungan sosial antara siswa dengan guru dan siswa dengan siswa
16 Menyelesaikan evaluasi dengan baik
17 Menulis PR untuk dikerjakan dirumah 18 Mampu menyimpulkan materi yang sudah
didapat
PEDOMAN WAWANCARA DENGAN GURU
Sekolah : SDN 84 Kota Tengah Kota Gorontalo Kelas/Semester : IV/II
1. Apakah model pembeljaran think pair sahre sering digunakan dalam pembelajaran IPS?
2. Bagaimana ibu/bapak menerapkan model think pair Share pada mata
pelajaran Ilmu Pengetahuan Sosial menggunakan model pembelajaran think pair Share?
3. Langkah-langkah apa saja yang ibu/bapak lakukan dalam menggunakan model pembelajaran think pair Share pada mata pelajaran Ilmu Pengetahuan Sosial?
4. Bagaimana respon siswa dalam pembelajaran ilmu pengetahuan sosial dengan menggunakan model pembelajaran think pair Share?
5. Apakah dalam proses pembelajaran ibu memberikan pertannyaan yang berhubungan dengan materi kepada siswa?
6. Bagaimana respon siswa pada saat ibu memberikan pertanyaan kepada mereka?
7. Apakah selama proses pembelajaran ada siswa yang bertanya tentang hal-hal yang belum dimengerti?
8. Apakah dalam proses pembelajaran ibu selalu memberikan kesempatan kepada siswa untuk bertanya hal-hal yang belum dimengerti yang berhubungan dengan materi pembelajaran?
9. Apakah ada upaya ibu untuk membuat siswa berani dalam mengemukakan pertanyaan atau pendapatnya?
10.Apakah dengan upaya tersebut siswa dapaat mengemukakan pendapat atau pertanyaannya? Jika Ya! Jelaskan jika tidak! Jelaskan?
11.Apakah dalam pembelajaran ibu membagi siswa ke dalam kelompok?
12.Bagaimana cara pembagian kelompoknya dan bagaimana cara ibu mengelola kelompok tersebut ?
13.Apakah dalam berkelompok siswa mampu bekerjasama dengan teman yang lain?
14.Kendala-kendala apa saja yang dihadapi ibu dalam memonitoring kelompok?
15.Bagaimana cara ibu/bapak mengatasi kendala yang dihadapi menggunakan model pembelajaran think pair Share dalam pembelajaran Ilmu Pengetahuan Sosial?
16.Bagaimana hasil yang di dapat dari penerapan model pembelajaran think pair Share pada mata pelajaran Ilmu Pengetahuan Sosial?
PEDOMAN WAWANCARA DENGAN SISWA
Sekolah : SDN 84 Kota Tengah Kota Gorontalo Kelas/Semester : IV/II
1. Siapa Nama adik/siswa?
2. Bagaimana cara ibu guru menjelaskan pelajaran Ilmu Pengetahuan Sosial kepada adik-adik dengan menggunakan model pembelajaran Think Pair Share?
3. Apakah dengan menggunakan model pembelajaran think pair Share adik/siswa merasa mudah dalam memahami materi pada pembelajaran Ilmu Pengetahuan Sosial ?
4. Apakah dalam proses pembelajaran Ilmu Pengetahuan Sosial guru memberikan kesempatan bertanya pada adik/siswa tentang hal-hal yang belum dimengerti?
5. Apakah adik/siswa selalu memberikan pertanyaan kepada guru? Jika Ya! Jelaskan? Jika tidak! Jelaskan?
6. Apakah dalam proses pembelajaran guru sering bertanya pada adik/siswa berhubungan dengan materi pembelajaran?
7. Biasanya pertanyaan apa yang ditanyakan kepada Adik/Siswa?
8. Apakah guru memberikan selang waktu untuk adik dalam memikirkan jawaban dari pertanyaan yang diberikan guru?
9. Berapa waktu yang diberikan guru dalam memikirkan jawaban yang di tanyakan?
10.Apakah dalam proses pembelajaran guru membagi adik-adik kedalam bentuk kelompok?
11.Bagaimana cara ibu guru membagikan kelompok?
12.Setelah dibagi kelompok siapa yang menentukan ketua kelompoknya? 13.Setelah penentuan ketua kelompoknya apa yang adik-adik lakukan? 14.Apakah adik senang dalam pembelajaran berkelompok?
15.Apakah dalam kelompok ada teman yang tidak mau bekerjasama dengan kelompoknya? Jika ya! Alasanya apa?
16.Bagaimana perasaan adik/siswa setelah mengikuti pelejaran Ilmu Pengetahuan Sosial yang telah diberikan oleh ibu/bapak guru? Apakah senang atau tidak? Jika ya! Alasannya apa? Jika tidak alasannya apa?
CATATAN HASIL WAWANCARA DENGAN GURU
Hari/Tanggal : Rabu 23 April 2016 Waktu : 10.00
Lokasi :SDN 84 Kota Tengah Kota Gorontalo Informan : Titin Dano S.Pd
Status : Guru Kelas IV Wawancara : Cici Fitri Moningka
Tepatnya pada hari rabu tangal 22 april 2016 peneliti melakukan interview dengan kepala sekolah, saya melapor ke piket sekolah dan diantarkan langsung keruang kepala sekolah untuk meminta izin penelitian setelah diberikan izin saya langsung menuju ke ruang kelas IV kemudian dipersilahkan masuk oleh ibu wali kelas, kami berbincang-bincang sebelum memulai wawancara dan tepat jam 09:00 kami memulai dengan cuplikan wawancara sebagai berikut :
Peneliti : Assalamualaikum...
Guru : Wa’alaikumsalam...
Peneliti : maaf mengganggu kesibukan ibu.
Guru : iya, ada yang bisa saya bantu?
Peneliti : Begini bu, Lalu kedatangan saya kesini untuk melakukan Prakter Pengalaman Lapangan, kali ini maksud kedatangan saya untuk mengadakan penelitian sehubung dengan tugas akhir atau skripsi dan salah satu informasi yang saya wawancarai adalah ibu.
Guru : Kalau boleh saya tahu apa judul yang anda angkat?
Peneliti : Judul yang saya angkat dalam penelitian ini adalah tentang Penggunaan Model pembelajaran Think Pair Share dalam pembelajaran Ilmu Pengetahuan Sosial. Jadi, saya inggin memperoleh tentang penggunaan model pembelajaran Think Pair Share
Guru : Kebetulan hari ini saya tidak sibuk, jadi sekarang bisa diwawancarai
Peneliti : Iya bu..
Guru : Iyah silahkan
Peneliti : Iya Pertanyaan saya pertama adalah apakah model pembeljaran think pair sahre sering digunakan dalam pembelajaran Ilmu Pengetahuan Sosial?
Guru : iyah, Model pembelajaran Think pair Share sudah sering digunakan dalam pembelajaran Ilmu Pengetahuan Sosial .
Peneliti : Pertanyaan berikut bu, bagaimana ibu/bapak menggunakan model think pair Share pada mata pelajaran Ilmu Pengetahuan Sosial? Guru : Disini saya selaku guru kelas IV menggunaakan atau menerapkan
model pembelajaran Think Pair Share dengan melakukan kegiatan awal menyampaikan tujuan pembelajaran atau kompotensi yang hendak dicapai kepada siswa, kemudian menyampaikan atau menjelaskan materi yang akan diajarkan. Siswa diberikan kesempatan untuk memahami materi, memberi kesempatan siswa untuk bertanya tentang hal-hal yang belum dimengerti berdasarkan materi pembelajaran.
Peneliti : Langkah-langkah apa saja yang ibu/bapak lakukan dalam menggunakan model pembelajaran think pair Share pada mata pelajaran Ilmu Pengetahuan Sosial?
Guru : Ada beberapa langka-langkah pelaksanaan model pembelajaran
Think Pair Share yang dilakukan yakni yang pertama,
menyampaikan tujuan pembelajaran atau kompotensi yang hendak dicapai kepada siswa. Kedua, menyampaikan atau menjelaskan materi yang akan diajarkan. Ketiga, memperlihatkan media
pembelajaran berupa gambar yang ada hubungannya dengan materi pembelajara. Keempat, memberikan kesempatan untuk memahami materi kepada siswa. Kelima, Memberikan pertanyaan kepada siswa. Keenam, Membagi siswa kedalam beberapa kelompok. Ketuju, kesimpulan
Peneliti : Bagaimana respon siswa dalam pembelajaran ilmu pengetahuan sosial dengan menggunakan model pembelajaran think pair sahre?
Guru : Respon siswa dalam penggunaan model pembelajaran Think Pair Share pada mata pelajaran Ilmu Pengetahuan Sosial cukup baik. Dalam proes pembelajaran bisa mengaktifkan siswa menjawab pertanyaan yang di lontarkan guru dalam proses pembelajaran meski ada beberapa siswa yang tidak memperhatikan saat guru menjelaskan dan tidak mau bekerjasama dalam kelompok.
Peneliti : Apakah dalam proses pembelajaran ibu memberikan pertannyaan yang berhubungan dengan materi kepada siswa?
Guru : Iya, saya selalu memberikan pertanyaan yang ada hubungan atau kaitannya dengan materi pembelajaran kepada siswa.
Penelit : Bagaimana respon siswa pada saat ibu memberikan pertanyaan kepada mereka?
Guru : Respon siswa pada saat saya memberikan pertannyaan kadang mereka menjawab kadang tidak.
Peneliti : Apakah selama proses pembelajaran ada siswa yang bertanya tentang hal-hal yang belum dimengerti?
Guru : Selama proses pembelajaran jarang ada siswa yang ingin bertanya bahkan tidak ada sama sekali siswa yang bertanya.
Peneliti : Apakah dalam proses pembelajaran ibu selalu memberikan kesempatan kepada siswa untuk bertanya hal-hal yang belum dimengerti yang berhubungan dengan materi pembelajaran?
Guru : ya. saya selalu memberikan kesempatan kepada siswa untuk bertanya tentang Hal- hal yang belum di mengerti atau dipahami siswa.
Peneliti : Apakah ada upaya ibu untuk membuat siswa berani dalam mengemukakan pertanyaan atau pendapatnya?
Guru : iya, saya selalu bertanya tentang-hal-hal yang belum dimengerti atau dipahami agar ditanyakan.
Peneliti : Apakah dengan upaya tersebut siswa dapaat mengemukakan pendapat atau pertanyaannya? Jika Ya! Jelaskan jika tidak! Jelaskan?
Guru : Dengan upaya tersebut hanya satu atau dua orang siswa saja yang ingin bertanya bahkan ada saat dimana tidak satu orang siswapun memberikan pertanyaan.memang sangat sulit membuat siswa untuk mengemukakan pertanyaan, walaupun dengan memberikan kesempatan, mereka jarang memberikan pertannyaan karena takut.
Peneliti : Apakah dalam pembelajaran ibu membagi siswa ke dalam kelompok?
Guru : Ya, Dalam pembelajaran saya membagi siswa kedalam kelompok kecil.
Peneliti: Bagaimana cara pembagian kelompoknya dan bagaimana cara ibu mengelola kelompok tersebut ?
Guru : Cara pembagian kelompoknya dibagi 2-5 orang perkelompok dan digabung antara putra dan putri. Untruk cara pengelolaanya saya menjelaskan apa yang harus mereka lakukan dalam berkelompok dan mengawasi mereka. Selain itu saya menentukan ketua kelompok dari masing-masing kelompok.
Peneliti : Apakah dalam berkelompok siswa mampu bekerjasama dengan teman yang lain?
Guru : Dalam berkelompok ada yang mau melakukan kerjasama ada yang tidak mau bekerjasama Karena karakteristik siswa yang berbeda-beda baik minat,bakat,kebiasaan,motivasi,situasi sosial,lingkungan keluarga,dan harapan terhadap masa depan.
Peneliti : Kendala-kendala apa saja yang dihadapi ibu dalam memonitoring kelompok?
Guru : Seperti yang saya jelaskan tadi karena siswa memiliki karakteristik yang berbeda-beda baik minat,bakat,kebiasaan,motivasi,situasi sosial,lingkungan keluarga,dan harapan terhadap masa depan. sehingga sulit untuk memusatkan perhatian siswa dalam proses pembelajaran dan pengelolaan kelompok kecil seperti banyak siswa yang sering melapor perlu dimonitornig.
Peneliti : Bagaimana cara ibu/bapak mengatasi kendala yang dihadapi menggunakan model pembelajaran think pair Share dalam pembelajaran Ilmu Pengetahuan Sosial?
Guru : Untuk mengatasi kendala-kendala tersebut saya harus menjelaskan kembali materi yang belum diungkapkan atau yang belum dimengerti siswa dalam proses pembelajaran. memberikan kesempatan kepada siswa untuk bertanya materi yang disampaikan, sehingga siswa benar-benar memahami materi yang telah disampaikan. Guru memberikan tugas-tugas tertentu yang ada kaitanya dengan pelaksanaan materi yang disampaikan oleh guru. Kemudian membimbing kelompok yang minta dimonitoring.
Peneliti : Bagaimana hasil yang di dapat dari penerapan model pembelajaran think pair Share pada mata pelajaran Ilmu Pengetahuan Sosial?
Guru : Hasil akhir yang didapat dari penggunaan model pembelajaran think pair Share pada mata pelajaran Ilmu Pengetahuan Sosial cukup baik karena mampu membuat keberaniaan siswa dalam menjawab pertanyaan-pertanyaan yang ditanyakan guru, meskipun untuk mengungkapkan pertanyaannya kepada guru masih banyak yang tidak mempunyai keberanian. Namun semua kendala-kendala tersebut bisa saya atasi dengan menjelaskan berulang-ulang kali kepada siswa dan memberikan tugas-tugas tertentu yang berhubungan dengan materi sehingga membuat siswa mudah dalam memahami materi pembelajaran.
CATATAN HASIL WAWANCARA DENGAN SISWA Hari/Tanggal : Rabu 22 April 2016
Waktu : 10.00
Lokasi : SDN 84 Kota Tengah Kota Gorontalo Informan : Siswa SDN 84 Kota Tengah Kota Gorontalo Status : Siswa kelas IV
Wawancara : Cici Fitri Moningka
Tepatnya pada hari rabu tangal 22 april 2016 peneliti melakukan interview dengan kepala sekolah, saya melapor ke piket sekolah dan diantarkan langsung keruang kepala sekolah untuk meminta izin penelitian setelah diberikan izin saya langsung menuju ke ruang kelas IV kemudian dipersilahkan masuk oleh ibu wali kelas, kami berbincang-bincang sebelum memulai wawancara dan tepat jam 10:00 saya mulai wawancara dengan siswa SDN 84 Kota Tengah Kota Gorontalo dengan cuplikan wawancara sebagai berikut :
Peneliti : Assalamualaikum... Siswa : Wa’alaikumsalam...
Peneliti : maaf mengganggu kesibukan adik. Siswa : iya, ada yang bisa saya bantu?
Peneliti : Begini dik, kedatangan kaka kemari adalah untuk mengadakan penelitian sehubung dengan tugas akhir atau skripsi dan salah satu informasi yang kaka wawancarai adalah adik.
Siswa : Iyah silahkan
Penelit : Siapa Nama adik/siswa? Siswa : -
Penelit : iya. Pertanyaan kakak yang pertama adalah apa yang adik ketahui tentang model pembelajaran Think Pair Share ?
Peneliti : Bagaimana cara ibu guru menjelaskan pelajaran Ilmu Pengetahuan Sosial kepada adik-adik dengan menggunakan model pembelajaran Think Pair Share?
Siswa : Cara ibu guru menjelaskan pelajaran Ilmu pengetahuan sosial pertama menjelaskan tujuan pembelajaran, kemudian menyanyikan