• Tidak ada hasil yang ditemukan

BAB V. SIMPULAN DAN SARAN

5.2 Saran

Berdasarkan penelitian yang dilakukan, saran yang dapat peneliti berikan diantaranya adalah diharapkan pemerintah mampu menarik dan mendatangkan para investor untuk dapat mengembangkan potensi daerah yang ada, sehingga dengan adanya investasi yang masuk ketiap daerah mampu meningkatkan sektor termasuk pada sektor pendidikan. Ketika sektor pendidikan diberikan tambahan investasi dan diselingi oleh suatu kebijakan yang berkaitan dengan penambahan batas minimum wajib sekolah maka dengan penambahan satu tahun pendidikan yang dimiliki oleh masyarakat membuat masyarakat memiliki kualitas yang lebih dan masyarakat mampu bersaing dengan masyarakat lainnya. Serta dengan adanya investasi pada tiap daerah maka daerah tersebut akan dapat meningkatkan nilai pada PDRB. Peneliti juga mengharapkan dengan jumlah penduduk Indonesia yang banyak, diharapkan terdapat penambahan lapangan pekerja baru yang terbuka agar orang yang sedang mencari pekerjaan mudah terserap sehingga jumlah pengangguran yang ada disetiap provinsi mengalami penurunan, karena dengan adanya lapangan pekerjaan baru membuat tenaga kerja usia produksi memiliki peluang untuk melakukan pekerjaan. Melalui penelitian ini, disarankan juga terkait penelitian yang akan peneliti lain lakukan diharapkan mampu meneliti dengan menambahkan variabel lain di luar variabel upah minimum provinsi, PDRB, populasi, rata-rata lama sekolah, dan investasi serta peneliti selanjutnya mampu menambahkan waktu penelitiannya agar data yang dihasilkan lebih baik dari penelitian sebelumnya.

DAFTAR PUSTAKA

Arsyad, L. (1999). Pengantar perencana dan pembangunan ekonomi daerah. Yogyakarta: BPFE Yogyakarta.

Badan Pusat Statistik. (2009). Produk domestik regional bruto. Jakarta: Badan Pusat Statistik.

Badan Pusat Statistik. (2015). Produk domestik regional bruto menurut lapangan usaha. Sumatera Selatan: Badan Pusat Statistik.

Badan Pusat Statistik. (2019). Rata-rata lama sekolah menurut provinsi, 2010-2018 (metode baru). Indonesia: Badan Pusat Statistik.

Badan Pusat Statistik. (2019). Upah minimum provinsi. Indonesia: Badan Pusat Statistik.

Boeri, T. (2012). Setting the minimum wage. Labour Economics, 19(3), 281 - 290. retrieved http://ftp.iza.org/dp4335.pdf

Cahyadi, L. D. (2018). Analisis faktor yang mempengaruhi penyerapan tenaga kerja industri kreatif di Kota Denpasar. Jurnal Ekonomi, 3(1),313-318.

Fachreza, A. N. (2017, Desember). Analisis penyerapan tenaga kerja sektor kontruksi di Kabupaten/Kota Provinsi Jawa Timur tahun 2011-2015. Jurnal Ekonomi

Pembangunan, 15 (2), 158-170.

Fikri, C. R. (2018). Analisis pengaruh produk domestik bruto, ekspor, dan upah terhadap

penyerapan tenaga kerja sektor pertambangan Indonesia. Malang:

https://jimfeb.ub.ac.id/index.php/jimfeb/article/view/4906, 6(2)

Findi, R. E. (2013). Analisis keterkaitan antara indeks pembangunan manusia dan PDRB per kapita di Indonesia. Jurnal Ekonomi dan Kebijakan Pembangunan, 2(1), 14 - 29.

Firmansah, M. Y. (2019). Analisis pengaruh PDRB, upah minimum provinsi, dan investasi terhadap

penyerapan tenaga kerja di Pulau Jawa. Malang: Universitas Brawijaya.

Ganie, D. (2017). Analisis pengaruh upah, tingkat pendidikan, jumlah penduduk dan PDRB terhadap penyerapan tenaga kerja di Kabupaten Berau Kalimantan Timur. Jurnal Eksekutif, 14 (2), 332 - 354. http://jurnal.ibmt.ac.id/index.php/jeksekutif/article/view/150

Gretta, T. T. (2004). Ilmu Makro ekonomi. Jakarta: PT. Media Global Edukasi. Gujarati, D. (1993). Ekonometrika dasar (Edisi 3 ed.). Jakarta: Erlangga.

Handoko, D. T. (1996). Manajemen personalia dan sumberdaya manusia (Edisi 10 ed.). Yogyakarta: BPFE.

Ikhsan, F. (2005). Dasar-dasar kependidikan. Jakarta: Rineka Cipta.

Lestyasari, D. (2012). Hubungan Upah Minimum Provinsi dengan Jumlah Tenaga Kerja Formal di

Universitas Pertamina - 24 Lim, C.-U. K. (2018). Minimum wage and unemployment: an empirical study on OECD countries.

Korea: Journal of Reviews on Global Economics 7.

Mankiw. (2003). Teori makroekonomi (Edisi 5 ed.). Jakarta: Erlangga.

Manululang, S. H. (1998). Pokok-pokok hukum ketenagakerjaan di Indonesia. Jakarta: PT Rineka Citra.

Manurung, A. H. (2012). Model data panel. Jurnal Ekonomi dan Bisnis, 3 (2), 69-88.

Novius, A. (2007). Fenomena kesejahteraan buruh/karyawan perusahaan di Indonesia. Fokus

Ekonomi, 2 (2), 81-91. https://doi.org/10.34152/fe.2.2.%25p

Peraturan Pemerintah Republik Indonesia Nomor 78. (2015). Pengupahan Bab 1 (ketentuan Umum)

Pasal 1. Indonesia: Peraturan Pemerintah Republik Indonesia.

Prastyo, A. A. (2010). Analisis faktor-faktor yang mempengaruhi tingkat kemiskinan. Semarang: FE UNDIP.

Purnami, I. (2015). Pengaruh tingkat pendidikan dan upah minimum kabupaten/kota (UMK)

terhadap penyerapan tenaga kerja di Provinsi Jawa Barat tahun 2010-2013. Jakarta:

http://repository.uinjkt.ac.id/dspace/bitstream/123456789/30167/1/IZATUN%20P URNAMI-FEB.pdf.

Purwaningsih, L. R. (2019). Analisis faktor-faktor yang memengaruhi penyerapan tenaga kerja pada industri kreatif di Kota Surakarta. Fintech dan E-Commerce untuk

Mendorong Pertumbuhan UMKM dan Industri Kreatif, 8(3), 36-46.

Putong, I. (2003). Pengantar ekonomi mikro dan makro (Edisi 2 ed.). Jakarta: Ghalia Indonesia. Rahmatullah, L. W. (2018). Upah minimum provinsi (UMP) dan penyerapan tenaga kerja di Pulau

Jawa. Jurnal Gama Societa, 1 (1), 96-102.

Rapoport, A. E. (2019). Minimum wages and the labor market effects of immigration. Labour

Economics, 61. doi:https://doi.org/10.1016/j.labeco.2019.101753

Sari, A. K. (2013). Analisis pengaruh tingkat pendidikan, pertumbuhan ekonomi, dan upah terhadap pengangguran terdidik di Sumatera Barat. Jurnal Ekonomi Pembangunan, 4.

Satria, D. (2015). Kondisi ekonomi daerah pertumbuhan dan struktur ekonomi. Jawa Timur: www.diassatria.com/artikel-ekonomi-jawa-timur/.

Simamora, h. (2006). Manajemen sumber daya manusia (Edisi 3 ed.). Yogyakarta: STIE YKPN Yogyakarta.

Skousen, M. (2005). Teori-teori ekonomi modern. Jakarta: Prenada Media.

Soelistyo, N. A. (2018). Analisis pengaruh upah, PDRB, dan investasi terhadap penyerapan tenaga kerja dikawasan Gerbangkertasusila. Jurnal Ilmu Ekonomi, 2 (1), 357-371.

Subijanto. (2011). Peran negara dalam hubungan tenaga kerja Indonesia. Jurnal Pendidikan dan Kebudayaan, 17(6), 705-718.

Sumarsono. (2003). Ekonomi manajemen sumber daya manusia dan ketenagakerjaan. Yogjakata: Graha Ilmu.

Tadaro, S. C. (2006). Pembangunan ekonomi (Edisi 9 jilid 1 ed.). Jakarta: Erlangga.

Terrel, T. G. (2004). The effect of multiple minimum wages throughout the labor market. Germany: IZA DP No. 1159, 14(3).

Tran, N. V. (2019). Labour quality and benefits reaped from global economic integration: An application of dynamic panel SGMM. Economic Analysis and Policy 63, 63, 92 - 106. doi:https://doi.org/10.1016/j.eap.2019.04.014

Undang-Undang Nomor 13. (2003). Ketenagakerjaan Bagian Kedua: Pengupahan. Indonesia: Undang-undang Dasar Negara Republik Indonesia.

Valles, J. G.-S. (2007). Understanding the effects of government spending on consumption.

Journal of the European Economic Association, 5 (1), 227-270. doi:10.3386/w11578

Woyanti, D. &. (2009). Penyerapan tenaga kerja di DKI Jakarta. Jurnal Bisnis dan Ekonomi ,

Universitas Pertamina - 26

KARTU BIMBINGAN TUGAS AKHIR

Universitas Pertamina - 28

LAMPIRAN

Lampiran 1. Uji Multikolinearitas . vif

Variable VIF 1/VIF

lnpopulasi 1.79 0.559641 lnpdrb 1.65 0.606970 lnupahmini~m 1.48 0.677210 lamapendid~n 1.38 0.724792 lninvestasi 1.11 0.904930 Mean VIF 1.48

. xtset waktu tahun panel variable: waktu (strongly balanced) time variable: tahun, 1 to 9

delta: 1 unit

Lampiran 2. Uji Normalitas

Lampiran 3. Uji Chow

. xtreg lntenagakerja lnupahminimum lamapendidikan lnpdrb lninvestasi lnpopulasi > ,fe

Fixed-effects (within) regression Number of obs = 255 Group variable: waktu Number of groups = 32

R-sq: Obs per group:

within = 0.6322 min = 2 between = 0.4569 avg = 8.0 overall = 0.3946 max = 9

F(5,218) = 74.95 corr(u_i, Xb) = 0.3236 Prob > F = 0.0000

lntenagakerja Coef. Std. Err. t P>|t| [95% Conf. Interval]

lnupahminimum -.0998641 .0336264 -2.97 0.003 -.1661385 -.0335897 lamapendidi~n .0895904 .0256342 3.49 0.001 .0390679 .1401129 lnpdrb .1763959 .0328506 5.37 0.000 .1116504 .2411413 lninvestasi -.0001398 .0011446 -0.12 0.903 -.0023957 .0021161 lnpopulasi .0091802 .0047696 1.92 0.056 -.0002203 .0185807 _cons 11.70033 .3288732 35.58 0.000 11.05215 12.34851 sigma_u .56082218 sigma_e .03703404

rho .99565828 (fraction of variance due to u_i)

F test that all u_i=0: F(31, 218) = 1227.77 Prob > F = 0.0000

-1 -.5 0 .5 1

Residuals Kernel density estimate Normal density

kernel = epanechnikov, bandwidth = 0.1351

Lampiran 4. Uji Lagrangian Multiplier . xttest0

Breusch and Pagan Lagrangian multiplier test for random effects lntenagakerja[waktu,t] = Xb + u[waktu] + e[waktu,t]

Estimated results: l Test: Var(u) = 0 chibar2(01) = 838.13 Prob > chibar2 = 0.0000

Lampiran 5. Uji Hausman . hausman fe re Coefficients (b) (B) (b-B) sqrt(diag(V_b-V_B)) fe re Difference S.E. lnupahmini~m -.0998641 -.1252459 .0253818 .0074943 lamapendid~n .0895904 .0758246 .0137658 .0064276 lnpdrb .1763959 .21379 -.0373942 .0119108 lninvestasi -.0001398 -.0000677 -.000072 . lnpopulasi .0091802 .0108828 -.0017026 . b = consistent under Ho and Ha; obtained from xtreg B = inconsistent under Ha, efficient under Ho; obtained from xtreg Test: Ho: difference in coefficients not systematic

chi2(5) = (b-B)'[(V_b-V_B)^(-1)](b-B) = 10.81

Prob>chi2 = 0.0552

(V_b-V_B is not positive definite)

Lampiran 6. Hasil Regresi Random Effect Model

. xtreg lntenagakerja lnupahminimum lamapendidikan lnpdrb lninvestasi lnpopulasi > , re

Random-effects GLS regression Number of obs = 255 Group variable: waktu Number of groups = 32

R-sq: Obs per group:

within = 0.6301 min = 2 between = 0.4870 avg = 8.0 overall = 0.4236 max = 9

Wald chi2(5) = 386.48 corr(u_i, X) = 0 (assumed) Prob > chi2 = 0.0000

lntenagakerja Coef. Std. Err. z P>|z| [95% Conf. Interval]

lnupahminimum -.1252459 .0327806 -3.82 0.000 -.1894947 -.0609971 lamapendidi~n .0758246 .0248152 3.06 0.002 .0271876 .1244616 lnpdrb .21379 .0306153 6.98 0.000 .1537852 .2737949 lninvestasi -.0000677 .0011603 -0.06 0.953 -.0023419 .0022064 lnpopulasi .0108828 .0047925 2.27 0.023 .0014897 .0202759 _cons 11.3856 .3276467 34.75 0.000 10.74342 12.02777 sigma_u .49544626 sigma_e .03703404

rho .99444366 (fraction of variance due to u_i) Var sd = sqrt(Var) ntenag~a .4077908 .638585 e .0013715 .037034 u .245467 .4954463

Universitas Pertamina - 30

RIWAYAT HIDUP

Fitri Yanizal merupakan anak pertama dari empat bersaudara, pasangan

Bapak Mirzal dan Ibu Meliyani yang lahir pada 30 Januari 1998 di Kelurahan

Unyur, Serang. Pada umur 11 tahun melanjutkan pendidikan Sekolah Menengah

Pertama di SMPN 15 Kota Serang, kemudian pada tahun 2013 penulis melanjutkan

pendidikan menengah atas di SMAN 1 Kota Serang. Setelah lulus SMA, penulis

mengikuti tes masuk untuk jurusan ekonomi di Universitas Pertamina pada tanggal

4 juni 2016 yang berlokasi di Jakarta Pusat. Selama menempuh pendidikan di

Universitas Pertamina, penulis mengikuti beberapa Unit Kegiatan Mahasiswa

(UKM) seperti UKM Kewirausahaan dan UKM Bola Voli. Penulis pernah

berpartisipasi dalam Indonesia Economics Review (IER) yang diselenggarakan oleh

prodi ekonomi tahun 2016, acara UPRENEUR acara yang diselenggaran oleh UKM

kewirausahaan pada tahun 2019 dan UPVOTE yaitu sebuah pertandingan yang

diselenggaran oleh UKM bola voli tahun 2019

Dokumen terkait