• Tidak ada hasil yang ditemukan

BAB V : SIMPULAN DAN SARAN

5.2 Saran

Penelitian dengan pendekatan semiotik terhadap lagu-lagu Melayu Sumatera seperti yang penulis lakukan ini barulah dalam tahap awal. Tentu saja ke masa depan, perlu penelitian yang mendalam terhadap sejumlah besar lagu-lagu Melayu. Selain aspek semiotik teks penelitian lanjutan juga perlu dilakukan terhadap aspek semiotik bukan teks. Bagaimanapun masyarakat Melayu Sumatera Utara memiliki kebudayaan lagu-lagunya dengan ciri-ciri yang khas pula.

Setelah disimpulkannya penelitian ini, maka penulis akan memberikan saran berikut ini.

1. Masyarakat Melayu Sumatera Utara telah menganut sistem adat bersendikan syarak dan syarak bersendikan kitabullah. Islam menjadi panduan utama dalam mengisi hidup. Oleh karena itu, nilai-nilai Islam ini harus dilestarikan dari pada generasi yang satu ke generasi berikutnya.

2. Tuntutlah sains dan matematika, begitu juga sosial dan budaya. Kalau boleh tuntutlah ilmu setinggi-tingginya, agar bangsa Melayu menjadi pelopor utama kebudayaan dan peradaban di dunia ini. Islam, pendidikan, etika, dan orang Melayu haruslah sehati.

3. Demikian pula nilai-nilai budaya yang diekspresikan melalui lagu, agar terus digalakkan pendidikan dan penerapannya, agar masyarakat dan bangsa Melayu memiliki jati diri yang kuat dalam mengharungi samudera globalisasi, yang siap sedia menelan siapa pun yang tidak siap.

4. Disarankan juga adanya penelitian lanjutan tentang lagu-lagu daerah khususnya Melayu dengan menggunakan pendekatan-pendekatan lainnya, seperti analisis teks dengan menggunakan teori LFS, sehingga kekayaan informasi yang terkandung dalam lirik lagu-lagu daerah dapat diungkap di permukaan.

DAFTAR PUSTAKA

Appignanesi, Richard & Garratt, Chris, 1999, ( Terj. Ziauddin Sardar dan Patrick Curry ) Mengenal Postmodernisme . Bandung : Mizan

Barthes, Roland. 1967. Elementss of Semiology. London : Jonathan Cape.

_____________. 1989. The Rustle of Language . California : University Of California Press.

Budiman , Kris. 1999. Kosa Semiotika.. Yogyakarta : LKIS Chaer, Abdul. 1994. Linguistik Umum. Jakarta : Rineka Cipta . Chandlers. D. 2007. Semiotics : The Basic . London : Routledge.

Cullers, Jonathan. 1975. Structuralist Poetics. Ithaca : Cornell University.

Denzin, Norman K. Dan Yvonna S. Lincoln (eds). 1995. Handbook of Qualitative Research. Thousand Oaks, London, dan new Delhi : Sage Publications

Djajasudarma, T. Fatimah.1993. Metode Linguistik Ancangan Metode Penelitian dan Pengkajian Bandung : Eresco.

Eco, Umberto. 1976. Theory of Semiotics. Bloomington: Indiana University Press. ___________ 1984. Semiotics. And the Philosophy of language. London : Mac

Millan.

____________1992. Sebuah Pengantar Menuju Logika Kebudayaan. Jakarta.

Fokkema. D.W. 1978. Theories of Literature in the Twentieth century. London : C. hurst & Corporation.

Fokkema, D.W. dan Kunne-Ibsch, Elrud. 1998. Teori Sastra Abad Abad Kedua Puluh. Jakarta: Gramedia.

Hall, D.G.E. 1968. A History of South – East asia, New York : St. Martin’s Press Halliday . M.A.K. 1970. Language as a Social Semiotics. London : Edward Arnold. Hervey, S. 1982. Semiotics Perspectives. London : George Allen & Unwin.

Holderoft, D. 1991. Saussure, signs, System and Arbitrariness, Cambridge : Cambridge Universitty Press.

Legge, J.D., 1964. Indonesia. Englewood Cliffs, New Jersey: Pren-tice Hall.

Marckward, Albert H. dkk (eds.), 1990. Webster Comprehensive Dictionary (volume 2). Chicago: Ferguson Publishing Company.

Moleong, J. Lexy. 2000. Metode Penelitian Kualitatif . Bandung : Remaja Rosdakarya. Piah , Harun Mat . 1989. Puisi Melayu Tradisional : Suatu Pembicaraan Genre dan

Fungsi. Kuala Lumpur : dewan Bahasa dan Pustaka.

Pradopo, Djoko Rachmat dkk. 2002. Metodelogi Penelitian Sastra. Yogyakarta : Hanidita Graha Widya.

__________________ 1995. Beberapa Teori Sastra Metode Kritik dan Penerapannya. Yogyakarta. Pustaka Pelajar.

Pattinasarany, Sally . 1996 . Dasar-Dasar Semiotik. Jakarta : Pusat Pembinaan dan Pengembangan Bahasa.

Ridwan, A. T. 2006. Bahasa dan Linguistik. Jakarta : Mestika

Santoso, Puji . 1990. Ancaman Semiotika dan Pangkajian Susastra. Bandung : Angkasa.

Saragih, Amrin. 2008. Seminar Nasional Semiotika Budaya Etnik. Fakultas Sastra USU, LPPM USU dan Balai Bahasa Medan.

_____________ 2006. Bahasa dalam Konteks Sosial Program Pascasarjana Universitas Negeri Medan

Sheppard, Mubin, 1972. Taman Indera: Malay Decorative Arts and Pastimes. London: Oxford University Press.

Sibarani Robert. 2008. Seminar Nasional Semiotika Budaya Etnik. Fakultas Sastra USU, LPPM USU dan Balai Bahasa Medan.

Sinar, Tengku Luckman. 1990. Pengantar Etnomusikologi dan Tarian Melayu. Medan: Perwira.

Sinar, T. Silvana 2004 Ideologi Wacana kekuasaan: Daya Semiotik Ideational dan Interpersonal”. Pidato Pengukuhan Jabatan Guru Besar Tetap USU Medan. ______________ 2007 Pemakalah Seminar Internasional “Aktualisasi Bahasa

Dalam Pencerdasan Bangsa” 28-29 Mei 2007 Laboratorium Parriwisata USU Medan

Takari, Muhammad dan Fadlin . 2009 . sastra Melayu Sumatera Utara. Medan : Bartong Jaya.

Teeuw, A. 2003. Sastra dan Ilmu Sastra. Jakarta : Dunia Pustaka Jaya. _________. 1982. Khazanah . sastra Indonesia. Jakarta : Balai Pustaka

Verhaar. 1987. Pengantar Linguistik. Yogyakarta. Gajah Mada University Press. Wiryatmadja, Sutadi . 1981. Memahami Cerita Rekaan Secara Semiotika . Surakarta

: Universitas sebelas Maret.

Zoest, Aart Van. 1991. Fiksi dan Non Fiksi dalam Kajian Semiotik. Jakarta ILDEP. ______________.1993. Semiotika . tentang Tanda. Cara Kerjanya dan Apa yang

kita lakukan dengannya. Jakarta : Yayasan Sumber Agung

LAMPIRAN LAMPIRAN 1. LAGU-LAGU

a. Penghantar persembahan lagu Anak udang udanglah juga,

Boleh jadi si anak teri, Lagu orang lagu kita juga, Boleh jadi lagu sendiri.

Buah kelapa buah kenari,

Hendak dimasak dalam belanga, Boleh jadi lagu sendiri,

Pusaka sejarah budaya bangsa, Orang kampung bermain gasing, Bermain gasing dalam garis,

Nyanyikan tolong senandung Sri Mersing, Lagu pecahannya Joget Hitam Manis. b. Dodoi Didodoi

Buah hatiku belahan jiwa Buah hatiku belahan jiwa

Tidurlah tidur ya anak emak dodoikan ya sayang Tidurlah tidur ya anak emak dodoikan

Ala sayang dodoi didodoi Ala sayang dodoi didodoi

(Sumber: lagu rakyat Melayu Sumatera Utara) c. Timang

Rentak (a)-kan nak,

rentakkanlah gelang besi di kakinya, Gelak (a)kan nak gelakkanlah, Orang (a) benci di kelakinya.

d. Tamtambuku

Tamtambuku sederet tiang batu

Mata kucing mata paku anak belakang tangkap satu Boleh masuk atau tidak

(Sumber: lagu rakyat Melayu Sumatera Utara). e. Si La Lau Le

Si la lau le si la lau kong Budak kecik hendak berdukong

Si la lau le si la lau kong Duitlah seringgit potong

Anak ikan dimakan ikan Ikan memakanlah kepalanya Banyaklah hitam perkara hitam Itulah eloklah penggodanya.

(Sumber: Pak Alang Kidal, Negeri Lama, 29 Agustus 1973, separti yang dinyanyikannya untuk Goldsworthy).

f. Hadrah

Bismillah Mula-mula

Bismillah mula-mula Di dalam alam amat mulia Bismillah mula-mula Di dalam alam amat mulia Empat belas bulan purnama Kami bermain bersama-sama Empat belas bulan purnama

Kami bermain bersama-sama Kalimah basmallah doa mula dalam Islam Kalimah basmallah

doa mula dalam Islam Insan hidup sebagai makhluk menyembah pada Tuhan

Insan hidup sebagai makhluk menyembah pada Tuhan

Bismillah mula-mula Di dalam alam amat mulia Bismillah mula-mula Di dalam alam amat mulia Empat belas bulan purnama Kami bermain bersama-sama Empat belas bulan purnama Kami bermain bersama-sama

Takbir, tasbih, tahlil, tahmid Hanya pada Allah

Takbir, tasbih, tahlil, tahmid Hanya pada Allah

Dialah Tuhan yang ahad Diturun-Nya syariat

Dialah Tuhan yang ahad Diturun-Nya syariat

Bismillah mula-mula Di dalam alam amat mulia

Bismillah mula-mula Di dalam alam amat mulia Empat belas bulan purnama Kami bermain bersama-sama Empat belas bulan purnama Kami bermain bersama-sama

(Sumber: lagu hadrah Melayu Sumatera Utara

g. Selimut Putih

Selimut Putih

Bila Izrail datang memanggil, Jasad terbujur di pembaringan, Seluruh tubuh akan menggigil, Sekujur badan kan kedinginan.

Janganlah suka disanjug-sanjung, Engkau digelar manusia agung, Sadarlah diri tahu diuntung, Tiba saatnya keranda diusung.

Bila masanya insyaflah diri, Selimut putih pembalut badan, Tinggallah semua yang dikasihi, Berbaktilah hidup sebelum mati.

(Sumber: lagu nasyid ciptaan Haji Ahmad Baqi dari Sumatera Utara, notasi dan aransemen oleh Muhammad Takari).

Lancang kuning lancang kuning belayar malam belayar malam Lancang kuning lancang kuning belayar malam belayar malam Haluan menuju haluan menuju ke laut dalam

Haluan menuju haluan menuju ke laut dalam

Lancang kuning belayar malam Lancang kuning belayar malam

Lancang kuning lancang kuning menentang badai hai menentang badai Lancang kuning lancang kuning menentang badai hai menentang badai Tali kemudi tali kemudi berpilin tiga

Tali kemudi tali kemudi berpilin tiga

Lancang kuning belayar malam Lancang kuning belayar malam

Kalau nakhoda kalau nakhoda kuranglah faham hai kuranglah faham Kalau nakhoda kalau nakhoda kuranglah faham hai kuranglah faham Alamatlah kapal alamatlah kapal akan tenggelam

Alamatlah kapal alamatlah kapal akan tenggelam

Lancang kuning belayar malam Lancang kuning belayar malam

(Sumber: lagu zapin Melayu Riau dan Sumatera Utara, separti yang dinyanyikan Syaiful Amri tahun 2006 kepada Muhammad Takari, 2006)

i. Bunga Tanjung

Bungalah tanjung putih berseri

Hiasan sanggul kanan dan kiri

Menambalah cantik menambalah cantik dipandang berseri

Bungalah tanjung kembang tak jadi

Jatuhlah berserak jatuhlah berserak di tengah laman Hancur hati karena budi

Budilah sedikit budilah sedikit jadi kenangan Bungalah tanjung kembang tak jadi

(Sumber: penyanyi Khairuddin, Belawan, Sumatera Utara ) j. Laksmana Mati Dibunuh

Sayang Laksmana mati dibunuh

(Laksmanalah sayang) Mati ditikam Radin Amperi Sayang Laksmana mati dibunuh (Laksmana sayang)

Matilah ditembak Raden Pangeran Mujurlah kilat menjadi suluh (Laksmana sayang)

Barulah tampak tanah daratan Mujurlah kilat menjadilah suluh (Laksmana sayang)

Barulah tampak tanah daratan k. Tudung Saji

Satu ditutuh dua ditebang, Satu ditutuh dua ditebang,

Tinggalnya sedahan (o sayang) Sampirannyalah di kain

Tinggal (lah nya) sedahan (sayang) Sampirannyalah kain,

Tempatlah jatuh lagi dikenang, Tempatlah jatuh lagi dikenang, Konon (nya lah) pula (sayang), Tempat (lah nya) lagi main,

Konon (lah nya lah) pula (lah sayang) Tempat (lah nya) lagi main.

l. Mak Inang Pulau Kampai

Mak Inang Pulau Kampai

Pulaulah Pandan jauh di tengah (sayang), Pulaulah Pandan jauh di tengah,

Sebalik pulau (lah dua) Angsalah Dua, Sebalik Pulau Angsa Dua,

Hancur badan dikandung tanah (sayang), Hancurlah badan dikandung tanah, Budinya baik (juga) dikenang juga, Budi yang baik dikenang juga (dst.)

m. Tanjung Katung

Tanjung Katung airnya biru (nyawa), Tempat hendak mencucilah muka, Tanjung Katung airnya biru (sayang), Tempat hendak (ah muka) mencuci muka, Lagi sekampung hatiku rindu,

Konon (ah pula) mata jauh di mata, Lagi sekampung hatiku rindu (nyawa), Kononlah (konon mata) jauh di mata.

Satu, dua, tiga dan empat,

Satu, dua, tiga dan empat,

Lima, enam setengah, tujuh setengah Satu dua boleh ku dapat,

Manalah sama dengan adinda, Satu dua boleh ku dapat (sayang), Manalah sama dengan adinda. Tengku Khayat ke Tanjung Pandan, Pergi memutus membawa gambir, Selagi hayat dikandung badan, Tidaklah putus (kami) harapan kami, Selagi hayat dikandung badan (tuan), Tidaklah putus (kami) harapan kami.

Teks lagu Tanjung Katung di atas terdiri dari tiga bait (sanza) pantun asas, yaitu separti berikut.

n. Mega Mendung

Mendung si mega mendung, Mendung datang dari utara,

Mendunglah datang mendung datang dari utara, Mendung si mega mendung,

Mendung datang dari utara,

Mendunglah datang mendung datang dari utara, Termenung jangan adik termenung,

Kalau termenung rosak binasa, Termenung jangan adik termenung, Kalau termenung rosak binasa,

Dokumen terkait