BAB VI SIMPULAN DAN SARAN
6.2 Saran
Penelitian mengenai gambaran nilai persahabatan dalam novel Sang Pemimpi karya Andrea Hirata dibahas dengan menggunakan pendekatan sosiologi sastra. Nilai-nilai dalam persahabatan tokoh-tokoh yang digambarkan pengarang dalam novelnya berkaitan erat dengan watak setiap tokoh. Tidak semua nilai persahabatan tergambar dalam satu tokoh atau semua tokoh tergantung watak tokoh masing-masing. Oleh karena itu, peneliti menyarankan untuk menganalisis persahabatan tokoh dengan menggunakan pendekatan psikologi.
Novel Sang Pemimpi karya Andrea Hirata sangat bagus untuk menjadi bahan bacaan untuk semua kalangan. Novel tersebut bisa dijadikan inspirasi bagi orang-orang yang ingin menggapai cita-cita walaupun keadaan ekonomi terbatas. Selain itu, nilai-nilai persahabatan yang disampaikan pengarang dapat dijadikan pedoman untuk menjalin persahabatan dengan yang lain bahwa persahabatan itu timbul bukan karena keterpaksaan, tapi karena saling menerima.
BAB II
KONSEP, LANDASAN TEORI, DAN TINJAUAN PUSTAKA
2.1 Konsep
Penelitian ini melibatkan beberapa konsep, antara lain sebagai berikut: 2.1.1 Gambaran
Menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia (2008:435), gambaran adalah uraian, keterangan, atau penjelasan terhadap sesuatu hal.
2.1.2 Hakikat Nilai Persahabatan
Pengertian nilai persahabatan terbentuk dari kata nilai dan persahabatan. Nilai adalah segala sesuatu tentang baik dan buruk yang memiliki sifat-sifat atau hal-hal penting dan berguna bagi kemanusiaan. Dengan adanya nilai, manusia dapat merasakan kepuasan baik kepuasan lahiriah maupun batiniah (Varia 2011:51). Seperti yang diutarakan Waluyo dan kawan-kawan (2012:84) bahwa nilai berarti sifat-sifat atau hal-hal yang penting, berguna bagi kemanusiaan, dan sesuatu yang menyempurnakan manusia sesuai dengan hakikatnya.
Istilah persahabatan atau friendship berasal dari kata ”philein” atau ”philia” dan sering juga dikaitkan dengan kata suka atau cinta (love). Aristoteles berpendapat bahwa sahabat itu dapat dipandang sebagai gambaran diri sendiri atau ”another self”. Kesuksesan atau kegagalan seorang itu dapat disamakan dengan kesuksesan atau kegagalan sahabat karibnya karena mereka saling terpengaruh yang satu dengan yang lain, sedangkan Al-Ghazali mengatakan bahwa persahabatan seperti sebuah keluarga. Persahabatan menggambarkan suatu hubungan yang melibatkan pengetahuan, penghargaan dan afeksi (dalam Ibrahim dkk, 2013:25).
Dari pengertian nilai dan persahabatan yang telah dipaparkan, dapat ditarik kesimpulan bahwa nilai persahabatan merupakan hal-hal baik atau buruk yang cenderung dihasilkan atau ditunjukkan dalam hubungan persahabatan. Seperti yang terdapat pada artikel Wikipedia, dikatakan bahwa nilai dalam persahabatan merupakan hal-hal yang sering dihasilkan ketika seorang sahabat menunjukkannya secara konsisten, seperti kecenderungan untuk menginginkan apa yang terbaik bagi satu sama lain, simpati dan empati, kejujuran, dan saling pengertian.
2.2 Landasan Teori
Gambaran nilai persahabatan merupakan uraian, keterangan, atau penjelasan mengenai hal-hal baik atau buruk yang cenderung dihasilkan atau ditunjukkan dalam hubungan persahabatan. Nilai-nilai itu timbul ketika dua orang atau lebih telah menjalin hubungan tersebut. Penelitian difokuskan pada data yang berupa kalimat dari pernyataan-pernyataan tokoh, peristiwa, dan gambaran latar yang terdapat dalam novel Sang Pemimpi karya Andrea Hirata. Dengan demikian untuk menggambarkan nilai persahabatan dalam novel Sang Pemimpi karya Andrea Hirata, teori yang digunakan adalah sebagai berikut.
2.2.1 Unsur-Unsur Intrinsik
Novel merupakan salah satu bentuk karya sastra yang bersifat naratif dan dibangun oleh unsur-unsur, salah satunya adalah unsur intrinsik. Pada umumnya, para ahli membagi unsur-unsur tersebut, antara lain: tokoh dan perwatakan; tema; alur; latar (setting); sudut pandang; dan gaya bahasa.
Menurut Pradopo (2002:77-78), dalam karya sastra terdapat tokoh utama dan tokoh tambahan atau pembantu. Tokoh utama terdiri dari tokoh protagonis dan antagonis. Adapun tokoh tambahan merupakan tokoh yang berfungsi untuk membantu
menjelaskan masalah dan penyelesaian masalah dan konflik-konflik tokoh utama. Tokoh protagonis merupakan tokoh yang memiliki watak yang baik dan positif, sedangkan tokoh antagonis adalah tokoh yang biasanya memiliki watak buruk dan negatif.
Menurut Saad (dalam Pradopo 2002:79), teknik perwatakan dapat digolongkan sebagai perwatakan analitik, yakni perwatakan yang dapat dianalisis dari lukisan bentuk lahir atau jasmani tokoh dan analisis watak secara langsung; dan perwatakan dramatik dapat dianalisis dari (1) lukisan jalan pikiran atau apa yang melintas dalam pikiran tokoh, (2) reaksi terhadap peristiwa, (3) lukisan sekitar tokoh, dan (4) reaksi-reaksi pelaku lain terhadap tokoh.
Tema merupakan unsur yang mendasari karya sastra. Tema dapat dipahami dengan terlebih dahulu memahami nilai-nilai kemanusiaan karena tema merupakan pendalaman dan hasil kontemplasi pengarang berkaitan dengan masalah kemanusiaan dan masalah lain yang bersifat universal. Tema biasanya tersirat dalam karya sastra, tidak terdapat dalam satu dua kalimat, tetapi dapat tersebar di balik unsur-unsur karya sastra (Brooks dalam Aminuddin, 2000:92).
Alur merupakan rangkaian cerita yang dibentuk dari tahapan-tahapan peristiwa. Tahapan-tahapan peristiwa tersebut dibedakan atas pengenalan, konflik, komplikasi, klimaks, peleraian, dan penyelesaian. Tahap pengenalan merupakan tahap memperkenalkan tokoh-tokoh atau latar cerita. Kemudian, terjadi ketegangan atau pertentangan antara dua kepentingan atau kekuatan dalam cerita tersebut yang disebut konflik. Tahap komplikasi merupakan tahap di mana konflik yang terjadi semakin tajam karena berbagai sebab dan kepentingan yang berbeda. Klimaks dari sebuah cerita dapat dilihat dari puncak ketegangan, yang diikuti oleh krisis. Krisis merupakan bagian alur yang mengawali penyelesaian yang ditandai oleh perubahan alur menuju
selesainya cerita. Tahap leraian merupakan tahap peristiwa yang menunjukkan perkembangan ke arah tahap akhir suatu cerita, di mana pada tahap ini semua masalah diuraikan, kesalahpahaman dijelaskan, dan rahasia dibuka (Siswanto, 2008:159-160).
Latar dalam karya sastra bukan hanya mengacu pada tempat, tetapi dapat juga berwujud waktu-waktu tertentu, cuaca, atau suatu periode sejarah. Latar terkadang dapat berpengaruh pada karakter-karakter dan dapat menjadi contoh representasi tema. Suasana cerita yang dimunculkan oleh latar dikenal dengan istilah ’atmosfer’, merupakan cermin yang merefleksikan suasana jiwa tokoh-tokoh atau bagian luar dari diri tokoh (Stanton, 2007:35-36).
Sudut pandang dalam karya sastra dibagi atas empat tipe utama. Pertama, sudut pandang ’orang pertama pelaku utama’ yaitu tokoh utama bercerita dengan k ata-katanya sendiri. Kedua, ’orang pertama-sampingan’, di mana cerita dituturkan oleh satu tokoh sampingan. Ketiga, sudut pandang ’orang ketiga-terbatas’, di mana orang ketiga tersebut hanya menggambarkan apa yang dilihat, didengar, dan dipikirkan oleh satu orang tokoh saja. Terakhir, sudut pandang ’orang ketiga-tidak terbatas’, di mana pengarang menceritakan semua tokoh dan membuat beberapa tokoh dapat melihat, mendengar, atau berpikir ketika tidak ada satu tokoh pun hadir (Stanton, 2007:53-54).
Unsur intrinsik perlu dibahas, terutama tokoh dan perwatakan, dalam melakukan penelitian tentang gambaran nilai persahabatan dalam novel Sang Pemimpi karena pada dasarnya, nilai berhubungan dengan prilaku manusia atau watak tokoh dalam karya fiksi. Seperti pendapat Gordon Allfort (dalam Hufad dan Sauri, 2007:44) yang mengatakan bahwa nilai merupakan keyakinan yang membuat seseorang bertindak atas dasar pilihannya karena tindakan dan perbuatan tersebut adalah proses psikologi, termasuk sikap, hasrat, keinginan, dan motif.
2.2.2 Sosiologi Sastra
Penelitian ini bertujuan untuk menggambarkan nilai persahabatan dalam novel Sang Pemimpi karya Andrea Hirata dengan menggunakan pendekatan sosiologi sastra. Sosiologi sastra adalah suatu telaah sosiologis terhadap suatu karya sastra. Menurut Wellek dan Warren (1989:111-112), telaah sosiologi memunyai tiga klasifikasi, sebagai berikut:
a. Sosiologi pengarang yang mempermasalahkan tentang status sosial, idiologi politik, dan lain-lain yang menyangkut diri pengarang sebagai penghasil sastra; b. Sosiologi karya sastra yang mempermasalahkan tentang suatu karya sastra; yang
menjadi pokok telaahan adalah tentang apa yang tersirat dalam karya sastra tersebut dan apa tujuan atau amanat yang hendak disampaikannya;
c. Sosiologi pembaca yang mempermasalahkan tentang pembaca dan pengaruh sosialnya terhadap masyarakat.
Penelitian yang dilakukan terhadap novel Sang Pemimpi karya Andrea, yakni gambaran nilai persahabatan dalam novel tersebut merupakan bagian dari telaah sosiologi karya sastra karena nilai persahabatan adalah salah satu amanat yang disampaikan oleh pengarang melalui karya sastra.
2.2.3 Nilai Persahabatan
Nilai dalam persahabatan cenderung ditunjukkan melalui prilaku dan interaksi. Menurut Veeger, perilaku dan interaksi sosial dianggap sebagai ciri khas objek sosiologis, yang sama sekali tidak dapat dijangkau oleh ilmu pengetahuan yang lain. Perilaku dan interaksi sosial merupakan akibat dan bagian sistem sosial yang berhubungan dengan lingkungan sosial. Perilaku dan interaksi sosial bertumpu pada kualitas konvensi dan tradisi, yang dasarnya telah tersedia dalam kenyataan sosial,
yang secara tidak sadar telah dimanfaatkan dan dimapankan dalam kehidupan sehari-hari (dalam Ratna, 2003:123).
Persahabatan adalah istilah yang menggambarkan perilaku kerja sama dan saling mendukung antara dua atau lebih entitas sosial. Dalam artikel Wikipedia, dikatakan bahwa ciri-ciri dua orang atau lebih yang menjalin hubungan persahabatan dapat dilihat dari cara sahabat menyambut kehadiran sesamanya dan menunjukkan kesetiaan satu sama lain. Selera mereka biasanya sama dan sering bertemu. Mereka menikmati kegiatan-kegiatan yang mereka suka. Mereka juga akan terlibat dalam perilaku yang saling menolong, seperti tukar-menukar nasihat dan saling menolong dalam kesulitan. Orang yang terlibat hubungan persahabatan adalah orang yang memperlihatkan perilaku yang berbalasan dan reflektif.
Ciri-ciri persahabatan menurut Kurth (1970:140-141) sebagai berikut: a. Persahabatan terjalin atas dasar kesukarelaan.
b. Persahabatan merupakan hubungan yang unik.
c. Persahabatan memiliki tingkat kedekatan dan keintiman yang lebih besar dibandingkan dengan pertemanan.
d. Hubungan persahabatan harus dipelihara agar tetap baik.
Dalam hubungan persahabatan, sesama sahabat dituntut untuk memelihara dan menjaga kelangsungan interaksi. Apabila pemeliharaan interaksi tersebut diabaikan, biasanya dapat mengganggu kelangsungan persahabatan. Orang-orang yang semula teman biasa berkembang menjadi persahabatan karena adanya nilai-nilai persahabatan yang tertanam dalam diri mereka masing-masing.
Nilai-nilai dalam persahabatan menurut Yager (2006:21-29) antara lain sebagai berikut:
1) Rasa percaya. Rasa percaya dalam persahabatan dapat membantu sesama sahabat membuka pikiran dan berbagi informasi yang dianggap rahasia.
2) Empati. Empati adalah kemampuan memahami sudut pandang seseorang, merasakan, menyayangi, dan menunjukkan simpati kepada seseorang. Empati kepada sesama sahabat tentu berakar dari dari emosi yang dalam dan merupakan kemampuan dasar mendengarkan dan benar-benar peduli apa yang dialami sahabat.
3) Kejujuran. Kejujuran berhubungan dengan bisa atau tidaknya sesama sahabat berbagi perasaan, termasuk pemikiran, opini, dan cita-cita. Harus ada suatu asumsi bahwa sesama sahabat dapat berbicara terbuka dan jujur tanpa ada rasa takut ditertawakan atau menerima akibat yang tidak diinginkan.
4) Kerahasiaan. Kemampuan menyimpan rahasia merupakan cara berbagi informasi rahasia dan pribadi, baik tentang kehidupan sahabat atau hal-hal yang tidak perlu diketahui orang lain. Mengeluarkan kerahasiaan dengan cara berbagi kepada sahabat, bisa memberikan efek melegakan yang bermanfaat. 5) Kebersamaan. Kebersamaan merupakan perasaan bahwa sesama sahabat
memiliki sesuatu, pengalaman, ide, dan keyakinan yang sama. Kebersamaan akan tumbuh dan menjadi kuat melalui berbagi minat, aktivitas, dan percakapan.
6) Kecemburuan. Kecemburuan terhadap kesuksesan sahabat memang ada, namun kemampuan menguasai rasa cemburu ketika seorang sahabat berhasil merupakan wujud dari nilai persahabatan. Kecemburuan tersebut dapat mendorong individu untuk mencapai hal yang mereka irikan atau cemburui.
2.3 Tinjauan Pustaka
Penelitian terhadap novel Sang Pemimpi karya Andrea Hirata sudah dilakukan oleh beberapa peneliti. Pertama dilakukan oleh Rangkuti dengan judul penelitian ”Sang Pemimpi Novel Karya Andrea Hirata: Analisis Sosiosastra”. Penelitian tersebut dilakukan untuk memeroleh gambaran tentang nilai-nilai sosiosastra dengan menguraikan struktur novel terlebih dahulu. Kemudian ditelaah dengan analisis sosiosastra. Rangkuti mengatakan bahwa tema dari novel Sang Pemimpi karya Andrea Hirata adalah tentang pendidikan yang diperoleh dengan perjuangan para tokohnya dan nilai- nilai sosiologi yang tercermin dari novel tersebut antara lain: nilai pendidikan, nilai cinta, nilai cita-cita, mata pencarian, sistem kemasyarakatan, teknologi, dan religi.
Penelitian selanjutnya yang dilakukan oleh Rasman dengan judul penelitian ”Analisis Majas dalam Novel Sang Pemimpi Karya Andrea Hirata dan Relevansinya dengan Pembelajaran Keterampilan Menulis di Kelas XI SMA”. Dari hasil penelitiannya, Rasman menemukan majas perbandingan, majas perulangan, majas pertentangan, dan majas penegasan dalam novel Sang Pemimpi karya Andrea Hirata tersebut. Relevansi penggunaan majas dalam novel Sang Pemimpi sebagai bahan pembelajaran di kelas XI SMA dengan pembelajaran menulis terdapat pada aspek kebahasaan dan keefektifan majas dalam novel tersebut.
Novel Sang Pemimpi karya Andrea Hirata juga pernah diteliti oleh Parmini dan kawan-kawan dengan judul penelitian ”Analisis Nilai-Nilai Pendidikan pada Novel Sang Pemimpi Karya Andrea Hirata”. Tujuan dari penelitian adalah mendeskripsikan nilai-nilai pendidikan yang terkandung dalam novel Sang Pemimpi karya Andrea Hirata. Dari penelitian tersebut, peneliti menemukan dalam novel Sang Pemimpi terkandung nilai pendidikan religius, moral, sosial, dan budaya.
Hasil penelitian mengenai gambaran nilai persahabatan dalam novel Sang Pemimpi karya Andrea Hirata sejauh ini belum ada ditemukan. Walaupun penelitian terhadap novel Sang Pemimpi karya Andrea Hirata sudah banyak dilakukan baik dari segi struktural, stilistika, ataupun sosiosastra, namun sejauh ini belum ada yang mengkaji khusus nilai persahabatan dalam karya novel tersebut. Oleh karena itu, penulis akan mencoba mendalami kajian tentang gambaran nilai persahabatan dalam novel Sang Pemimpi karyaAndrea Hirata.
BAB I PENDAHULUAN
1.1 Latar Belakang
Sastra adalah institusi sosial yang memakai medium bahasa. Sastra menyajikan kehidupan yang sebagian besar terdiri dari kenyataan sosial, walaupun karya sastra juga meniru alam dan dunia objektif manusia (Wellek dan Warren, 1989:109). Sejalan dengan pendapat tersebut, Damono (dalam Escarpit, 2005:2) mengatakan bahwa sastra adalah kristalisasi keyakinan, nilai-nilai, dan norma-norma yang disepakati oleh masyarakat.
Manusia adalah mahluk sosial atau homo socious. Manusia hidup saling membutuhkan dan saling melengkapi. Manusia tidak dapat hidup jika tidak ada bantuan dari orang lain. Manusia juga perlu berinteraksi untuk kelangsungan hidupnya. Oleh karena itu, ada banyak timbul hubungan-hubungan di dalam kehidupan ini. Hubungan yang dimaksud antara lain: persaudaraan, kekeluargaan, percintaan, dan persahabatan.
Salah satu hubungan yang dapat terjalin lama yakni hubungan persahabatan. Persahabatan timbul karena adanya interaksi sosial yang baik sehingga membuat kedua belah pihak saling menerima, saling percaya, dan bisa juga karena banyaknya persamaan sifat. Walaupun salah satu di antaranya sudah menjalin hubungan keluarga, persaudaraan, ataupun cinta dengan orang lain, namun ikatan persahabatan tidak akan mudah berakhir jika hubungan persahabatan mereka sejati.
Andrea menggambarkan nilai persahabatan dalam novel Sang Pemimpi. Nilai persahabatan tersebut tergambar dari tokoh novel yang bernama Ikal dan sahabatnya yang bernama Arai dan Jimbron. Walaupun mereka sering mendapat masalah, tetapi
mereka tetap menjalin persahabatan. Hubungan tersebut membawa Ikal dan sahabat-sahabatnya meraih cita-cita walau dalam keterbatasan. Dari hal tersebut, dapat disimpulkan bahwa ada pengaruh tersendiri yang dirasakan Ikal dalam hidupnya semenjak ia memiliki sahabat.
Tidak selamanya hubungan persahabatan berjalan lurus. Selalu ada konflik dalam proses menjalin hubungan tersebut. Apabila kedua belah pihak mampu menerima dan saling memaafkan maka persahabatan itu akan berlangsung lama. Akan tetapi, pada zaman sekarang, hubungan persahabatan sudah semakin berkurang, terutama di kota-kota besar. Modernisasi membuat banyak orang lebih sibuk dengan perkembangan teknologi sehingga kebanyakan hubungan persahabatan terjadi di dunia maya, seperti media sosial.
Sastra mampu mengungkapkan nilai-nilai yang selama ini kurang dihargai. Seperti pendapat Luxemburg (Dick Hartoko, 1992:11-12) mengenai sifat sastra yaitu, sebagai berikut:
”Karena sifatnya rekaan, sastra secara langsung tidak mengatakan sesuatu
mengenai kenyataan dan juga tidak menggugah kita untuk langsung bertindak. Justru oleh karena itu, sastra memberikan kemungkinan dan keleluasaan untuk memerhatikan dunia-dunia lain, kenyataan-kenyataan yang hanya hidup dalam angan-angan, sistem nilai yang tidak dikenal atau mungkin tidak dihargai.” Isi novel Sang Pemimpi sangat menyentuh setiap pembacanya, bergantung dari segi mana mereka memaknai isi novel ini. Banyak nasihat dan nilai-nilai yang dapat dipetik, salah satunya adalah dari deskripsi pengarang tentang persahabatannya yang membawa mereka meraih cita-cita walau dalam keterbatasan. Oleh karena itu, akan dilakukan penelitian unsur-unsur intrinsik novel Sang Pemimpi karya Andrea Hirata terlebih dahulu untuk lebih memahami isi novel tersebut kemudian penelitian dilanjutkan dengan mendeskripsikan nilai persahabatan dalam novel Sang Pemimpi karya Andrea Hirata dengan menggunakan pendekatan sosiologi sastra.
1.2 Rumusan Masalah
Seperti yang telah dijelaskan dalam latar belakang, maka masalah penelitian ini adalah
1. Bagaimanakah unsur-unsur intrinsik novel Sang Pemimpi karya Andrea Hirata?
2. Bagaimanakah gambaran nilai persahabatan dalam novel Sang Pemimpi karya Andrea Hirata?
1.3 Batasan Masalah
Pembahasan unsur-unsur intrinsik novel Sang Pemimpi karya Andrea Hirata dibatasi hanya pada tokoh dan perwatakan; tema; alur; latar; dan sudut pandang; serta analisis unsur intrinsik tersebut difokuskan pada tokoh dan perwatakan, sedangkan untuk unsur intrinsik lainnya, yakni tema, alur, latar, dan sudut pandang hanya dibahas sepintas saja.
1.4 Tujuan dan Manfaat Penelitian 1.4.1 Tujuan Penelitian
Adapun tujuan penelitian ini antara lain, sebagai berikut.
1. Untuk menganalisis unsur-unsur intrinsik, terutama tokoh dan perwatakan, dalam novel Sang Pemimpi karya Andrea Hirata.
2. Untuk menggambarkan nilai persahabatan dalam novel Sang Pemimpi karya Andrea Hirata.
1.4.2 Manfaat Penelitian
Adapun manfaat dari penelitian ini adalah sebagai berikut: 1. Bidang Akademik
a. Hasil penelitian ini dapat menjadi acuan, masukan, serta gambaran yang lebih luas mengenai pentingnya persahabatan, bukan hanya dalam dunia fiksi, tetapi juga dalam kehidupan sehari-hari.
b. Menjadi dasar untuk penelitian selanjutnya, terutama dalam menganalisis nilai persahabatan dalam karya sastra.
2. Bidang Praktis
a. Hasil penelitian ini dapat menambah wawasan pembaca tentang nilai persahabatan yang terdapat dalam novel Sang Pemimpi karya Andrea Hirata.
b. Hasil penelitian ini dapat membantu pembaca untuk memahami dan menikmati novel Sang Pemimpi karya Andrea Hirata.
Gambaran Nilai Persahabatan dalam Novel Sang Pemimpi Karya Andrea Hirata: Pendekatan Sosiosastra
Abstrak
Dalam novel, tergambar nilai-nilai yang baik, salah satunya adalah nilai persahabatan. Demikian juga halnya dalam novel Sang Pemimpi karya Andrea Hirata. Tujuan penelitian ini adalah untuk menganalisis unsur-unsur intrinsik dalam novel Sang Pemimpi karya Andrea Hirata serta menggambarkan nilai persahabatan dalam novel Sang Pemimpi karya Andrea Hirata. Unsur-unsur intrinsik novel yang dibahas adalah tokoh, tema, alur, latar, dan sudut pandang. Penelitian dilakukan dengan metode penelitian deskriptif kualitatif. Data dikumpulkan dengan studi pustaka, dilanjutkan dengan metode heuristik dan metode hermeneuristik untuk meneliti novel Sang Pemimpi karya Andrea Hirata. Analisis data dilakukan dengan menganalisis unsur-unsur intrinsik, terutama analisis tokoh, dilanjutkan dengan deskripsi nilai persahabatan dalam novel Sang Pemimpi karya Andrea Hirata. Berdasarkan temuan penelitian, dapat disimpulkan bahwa nilai persahabatan yang digambarkan dalam novel Sang Pemimpi karya Andrea Hirata antara lain: kebersamaan, kesetiaan, saling membantu, rasa percaya, empati, kejujuran, pengorbanan, saling memengaruhi, keegoisan, kerinduan, saling memahami dan menerima, saling pengertian, dan saling mendukung.
GAMBARAN NILAI PERSAHABATAN DALAM NOVEL
SANG PEMIMPI KARYA ANDREA HIRATA:
PENDEKATAN SOSIOSASTRA
SKRIPSI
OLEH:
MERIAH KITA DELIANI 110701033
DEPARTEMEN SASTRA INDONESIA
FAKULTAS ILMU BUDAYA
UNIVERSITAS SUMATERA UTARA
MEDAN
2015
PERNYATAAN
Dengan ini saya menyatakan bahwa skripsi yang berjudul ”Gambaran Nilai Persahabatan dalam Novel Sang Pemimpi Karya Andrea Hirata: Pendekatan Sosiosastra” adalah benar hasil karya penulis dan belum pernah dipublikasikan atau diteliti oleh mahasiswa lain untuk memeroleh gelar kesarjanaan. Dalam penelitian skripsi ini, semua sumber data yang diperoleh telah dinyatakan dengan jelas dan benar sesuai dengan aslinya. Apabila dikemudian hari pernyataan yang saya buat ini tidak benar, maka saya bersedia menerima sanksi yang ditetapkan oleh Departemen Sastra Indonesia Fakultas Ilmu Budaya Universitas Sumatera Utara.
Medan, Juli 2015 Penulis,
Meriah Kita Deliani NIM. 110701033
Gambaran Nilai Persahabatan dalam Novel Sang Pemimpi Karya Andrea Hirata: Pendekatan Sosiosastra
Abstrak
Dalam novel, tergambar nilai-nilai yang baik, salah satunya adalah nilai persahabatan. Demikian juga halnya dalam novel Sang Pemimpi karya Andrea Hirata. Tujuan penelitian ini adalah untuk menganalisis unsur-unsur intrinsik dalam novel Sang Pemimpi karya Andrea Hirata serta menggambarkan nilai persahabatan dalam novel Sang Pemimpi karya Andrea Hirata. Unsur-unsur intrinsik novel yang dibahas adalah tokoh, tema, alur, latar, dan sudut pandang. Penelitian dilakukan dengan metode penelitian deskriptif kualitatif. Data dikumpulkan dengan studi pustaka, dilanjutkan dengan metode heuristik dan metode hermeneuristik untuk meneliti novel Sang Pemimpi karya Andrea Hirata. Analisis data dilakukan dengan menganalisis unsur-unsur intrinsik, terutama analisis tokoh, dilanjutkan dengan deskripsi nilai persahabatan dalam novel Sang Pemimpi karya Andrea Hirata. Berdasarkan temuan penelitian, dapat disimpulkan bahwa nilai persahabatan yang digambarkan dalam novel Sang Pemimpi karya Andrea Hirata antara lain: kebersamaan, kesetiaan, saling