BAB V SIMPULAN DAN SARAN
B. SARAN
Sehubung dengan kesimpulan hasil penelitian diatas, maka saran yang dapat dikemukakan oleh peneliti adalah :
1. Dengan hasil penelitian ini maka disarankan pada guru dan pihak sekolah agar dapat menggunakan media spinning wheel image dalam pembelajaran dan menambah wawasan dan kreatifitas guru dalam mengembangkan media pembelajaran.
2. Penggunaan media spinning wheel image memudahkan belajar bagi murid dan juga memudahkan pengajaran bagi guru serta memberikan manfaat kepada murid dan guru agar media spinning wheel image juga dijadikan sebagai sumber belajar baik dalam proses pembelajaran maupun di luar proses pembelajaran.
3. Kepada peneliti akan dapat mengembangkan dan membuat kreatifitas baru dengan media pembelajaran spinning wheel image ini dan mampu mengadakan penelitian yang lebih sukses. Dan kepada peneliti agar mampu menerapkan spinning wheel image ini pada mata pelajaran lain.
55
DAFTAR PUSTAKA
Ahsin, Muhammad Nur.2016. Peningkatan Keterampilan Menulis Karangan Narasi Dengan Menggunakan Media Audio Visual Dan Metode Quantum Learning. Refleksi Edukasi.6(2):158-171
Arsyad, Azhar. 2019.Media Pembelajaran. Depok: Rajawali pers
Astuti dan Ali Mustadi.2014.Pengaruh Penggunaan Media Film Animasi Terhadap Keterampilan Menulis Karangan Narasi Siswa Kelas V SD.
Prima Edukasi.2(2):250-262
Dalman. 2016 Keterampilan Menulis. Depok: PT Raja Grafindo Persada
Depdiknas. 2003. Undang- Undang Republik Indonesia No. 20 Tahun 2003 Tentang SISDKNAS (Sistem Pendidikan Nasional). Jakarta: Depdiknas.
Fithrati, Nurul.2010.Menulis Narasi.Tangerang:CV.Citralab
Hasniah.2011.Peningkatan Hasil Belajar Bahasa Indonesia Melalui Model Pembelajaran Kooperatif Tipe STAD. Skripsi tidak diterbitkan.Makassar:
Unismuh Makassar
Huda, Nurul. 2010. Strategi Pembelajaran. Jakarta: PT Multi Kreasi Satudelapan Kurniawan, Raafi Allen. 2014. Penggunaan Media Gambar Karikatur Untuk
Meningkatkan Keterampilan Menulis Narasi Siswa Kelas IV SDN Jujar Tunggal 11 Surabaya. JPGSD.2(2):1-9
Kusmana, Suherli.2010. Guru Bahasa Indonesia Profesional. Jakarta Selatan:Sketsa Aksara Lalitya
Nafi’ah, Annisatun, Siti. 2018.Model-Model Pembelajaran Bahasa Indonesia di SD/MI. Yogyakarta: Ar-Ruzz Media
Munirah. 2018. Evaluasi Keterampilan Berbahasa Indonesia. Makassar: CV.
Berkah Utami
Nafi’ah, Annisatun, Siti. 2018 Model-Model Pembelajaran Bahasa Indonesia di SD/MI. Yogyakarta:Ar-Ruzz Media
Noor, Muhammad. 2010. Media Pembelajaran Berbasis Teknologi. Jakarta: PT Multi Kreasi Satudelapan
Switsa, dkk. 2015. Pengaruh Picture And Picture Berbantuan Power Point Terhadap Keterampilan Menulis Karangan Narasi Siswa SD Kelas IV.
PGSD Universitas Pendidikan Ganesha Jurusan PGSD.3(1)
Susanto, Ahmad. 2019. Teori Belajar & Pembelajaran di Sekolah dasar. Jakarta:
Prenamedia Group
Sugiyono.2013. Metode Penelitian Kuantitatif Kualitatif dan R&D.
Bandung:Alfabeta
Solihin, Muh Nur El Ibarahim.2010. Kurikulum Pembelajaran.Jakarta:Trans Mandiri Abadi.
Tyas, Amalia Nurrakhmaning. 2016. Upaya Meningkatkan Kemampuan Menulis Karangan Narasi Mata Pelajaran Bahasa Indonesia Melalui Model Mind Mapping Pada Siswa Kelas IV Di Sekolah Dasar.Purwekorte:Universitas Muhammadiyah Purwekorte.
Zulmi, Eva, Nizar.2016. Keefektifan Media Gambar Terhadap Keterampilan Menulis Karangan Narasi Siswa Kelas IV SDN Gugus Nyai Ageng Serang Tugu Semarang. Semarang:Universitas Negeri Semarang.
LAMPIRAN 1
RPP
RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN (RPP)
Satuan Pendidikan : SDN BATU BESSI Kelas / Semester : IV / 1 (Satu)
Tema 5 : Pahlawanku
Sub Tema 1 : Perjuangan Para Pahlawan Muatan Terpadu : Bahasa Indonesia
Pembelajaran ke : 1 Alokasi waktu : 1 hari
A. KOMPETENSI INTI
1. Menerima dan menjalankan ajaran agama yang dianutnya.
2. Memiliki perilaku jujur, disiplin, tanggung jawab, santun, peduli, dan percaya diri dalam berinteraksi dengan keluarga, teman dan guru.
3. Memahami pengetahuan faktual dengan cara mengamati (mendengar, melihat, membaca) dan menanya berdasarkan rasa ingin tahu tentang dirinya, makhluk ciptaan Tuhan dan kegiatannya, dan benda-benda yang dijumpainya di rumah, sekolah.
4. Menyajikan pengetahuan faktual dalam bahasa yang jelas dan logis dan sistematis, dalam karya yang estetis dalam gerakan yang mencerminkan anak sehat, dan dalam tindakan yang mencerminkan perilaku anak beriman dan berakhlak mulia.
B. KOMPETENSI DASAR DAN INDIKATOR PENCAPAIAN KOMPETENSI Bahasa Indonesia
Kompetensi Dasar Indikator Pencapaian Kompetensi 3.7 Menggali pengetahuan baru yang
terdapat pada teks nonfiksi.
3.7.1 Menyampaikan jawaban dari pertanyaan yang diajukan berdasarkan teks.
4.7 Menyampaikan pengetahuan baru dari teks nonfiksi ke dalam tulisan dengan bahasa sendiri.
4.7.1 Menceritakan kembali isi teks berdasarkan jawaban yang ada.
C. TUJUAN PEMBELAJARAN
1. Melalui penjelasan guru tentang komponen-komponen narasi, siswa dapat menulis karangan narasi sesuai dengan komponen-komponen narasi dengan benar.
2. Dengan memperhatikan gambar yang disajikan dalam media Spinning Wheel Image, siswa dapat menulis karangan narasi tentang berbagai topik sederhana dengan benar.
3. Melalui penjelasan guru tentang penggunaan ejaan, siswa dapat menulis karangan narasi dengan memperhatikan penggunaan ejaan (huruf besar, tanda titik, tanda koma, dll) dengan benar.
4. MATERI PEMBELAJARAN
1. Komponen-komponen karangan narasi.
2. Langkah menulis karangan narasi.
3. PENDEKATAN DAN METODE PEMBELAJARAN Pendekatan Pembelajaran : Saintifik
Metode Pembelajaran : Percobaan, permainan/simulasi, diskusi, tanya jawab, penugasan, dan ceramah
4. MEDIA/ALAT, DAN SUMBER BELAJAR
1. Media : Buku paket tema 5 kelas IV, Spinning Wheel Image 2. Sumber Belajar : Buku Guru dan Buku Siswa Kelas IV, Tema 5:
Pahlawanku, Subtema 1: Perjuangan Para Pahlawan, Pembelajaran 1. Buku Tematik Terpadu Kurikulum 5. LANGKAH-LANGKAH KEGIATAN PEMBELAJARAN
Kegiatan Deskripsi lembar kehadiran dan memeriksa kerapihan pakaian, posisi dan tempat duduk disesuaikan dengan kegiatan pembelajaran.
3. siswa diberi pertanyaan oleh guru tentang pengalaman liburan, “Anak-anak, pernah berlibur ke mana sajakah kalian ?” Siswa menjawab sesuai dengan pengalamannya masing-masing. Siswa dan guru bernyanyi bersama, lagu yang berjudul “Libur Telah Tiba.”
Siswa menjadi siap dan semangat mengikuti kegiatan pembelajaran.
4. Siswa memperhatikan penjelasan guru tentang tujuan pembelajaran yang harus dicapai.
10 menit
Kegiatan Inti 5. Siswa memperhatikan penjelasan guru tentang langkah-langkah menulis karangan narasi dan cara penulisan sesuai ejaan yang benar.
50 menit
6. Guru memberi kesempatan kepada murid untuk memerhatikan materi yang disampaikan.
7. Guru memberikan tugas untuk membuat karangan narasi.
8. Guru memperlihatkan Spinning Wheel Image berisi gambar kepada siswa.
9. Siswa mendengarkan penjelasan guru tentang media Spinning Wheel Image.
10. Setiap siswa diminta untuk memainkan media Spinning Wheel Image.
11. Siswa diminta membuat karangan berdasarkan tema yang dia dapatkan dalam permainan media Spinning Wheel Image.
12. Siswa diberi kesempatan membacakan hasil karangannya di depan kelas dan siswa yang lain diminta memberikan tanggapan.
13. Siswa dibimbing guru membahas kesalahan-kesalahan dalam menulis karangan narasi.
Kegiatan Penutup
14. Siswa dibimbing guru menyimpulkan materi yang telah dipelajari.
15. Siswa mendapatkan motivasi oleh guru, bahwa keterampilan menulis sangat penting sebagai bekal keterampilan hidup.
16. Melakukan penilaian hasil belajar (sebelum menggunakan).
17. Mengajak semua siswa berdo,a menurut agama dan keyakinan masing-masing (untuk mengakhiri kegiatan pembelajaran).
18. Guru menutup pembelajaran Bahasa Indonesia dengan salam.
15 menit
6. PENILAIAN 1. Teknik : Tes 2. Prosedur : Posttest
3. Bentuk : Esai/karangan narasi
Aspek Penilaian Keterampilan Menulis Karangan Berikan tanda check (√) pada kolom tingkat kemampuan sesuai dengan indikator pengamatan!
No Indikator
Tingkat Kemampuan
1 2 3 4
1. Rangkaian Peristiwa
2. Lattar/Setting
3. Ejaan dan Tanda Baca
4. Pilihan Kata
5. Penyusunan Kalimat
Skor Maksimal = 20
Nilai = (Jumlah skor yang diperoleh: skor maksimal) x 100 Jumlah skor = ...Nilai = ...
Kriteria Keberhasilan:
Siswa dianggap tuntas apabila mendapat nilai minimal 75
Refleksi Guru:
LAMPIRAN
MATERI AJAR
1. Pengertian Karangan
Karangan adalah hasil perwujudan gagasan seseorang dalam bahasa tulis yang dapat dibaca dan dimengerti oleh masyrakat pembaca. Karangan adalah sebuah cerita, hasil ciptaan atau hasil rangkaian (susunan). Kamu dapat menyusun sebuah karangan.
Karangan terdiri atas beberapa paragraf yang berkaitan. Bentuk karangan bebas, dapat berupa pengalaman.
2. Karangan Narasi
Karangan narasi merupakan karangan yang berusaha menciptakan, mengisahkan, merangkaikan suatu kejadian atau peristiwa secara kronologis.
3. Komponen Karangan Narasi a. Alur (plot)
Dalam sebuah cerita alur dan jalan cerita itu berbeda. Jalan cerita memuat tentang kejadian, tetapi suatu kejadian ada karena ada sebabnya. Alur adalah sesuatu yang menggerakkan kejadian tersebut. Bagian-bagian dari alur: a) pengenalan, pengarang mulai mengenalkan situasi dan memperkenal-kan tokohtokoh cerita sebagai pendahuluan; b) konflik, pengarang mulai menampilkan pertikaian yang terjadi diantara tokoh; c) klimaks, pertikaian semakin meruncing; d) pemecahan
masalah, alur menurun menuju pemecahan masalah dan penyelesaian cerita.
b. Penokohan
Ciri khas karangan narasi adalah mengisahkan tokoh cerita yang bergerak dalam suatu rangkaian perbuatan atau mengisahkan tokoh cerita bergerak dalam suatu peristiwa dan kejadian.
c. Latar
Latar ialah tempat dan waktu terjadinya perbuatan tokoh atau peristiwa yang dialami tokoh.
4. Langkah-langkah Menulis atau Menyusun Karangan Sebelum mengarang, kamu harus melakukan langkah-langkah berikut .
a. Menentukan topik karangan
Topik karangan adalah gagasan inti yang dijadikan landasan pengembangan karangan.
b. Menentukan judul
c. Membuat kerangka karangan
Kerangka adalah rencana kerja yang memuat garis-garis besar suatu karangan
d. Menyusun atau mengembangkan kerangka karangan e. Pengembangan karangan adalah memaparkan bukti yang
mendukung dalam bentuk paragraf. Gagasan utama didukung kalimat penjelas. Dengan demikian, paragraf ini
menjadi utuh dan informasinya lengkap. Pengembangan biasanya memerlukan sejumlah bukti yang
mendukunggagasan menulis.
5. Penggunaan Ejaan dan Tanda Baca dalam Menulis Karangan 1. Mengunakan huruf kapital
Selain digunakan sebagai huruf pertama sebuah kalimat, huruf kapital juga digunakan untuk keperluan lain. Salah satunya adalah digunakan untuk menulis nama lembaga pemerintahan.
Selengkapnya diatur di dalam Ejaan yang Disempurnakan berikut ini.
a. Huruf kapital dipakai sebagai huruf pertama semua unsur nama negara, lembaga pemerintah dan
ketatanegaraan, serta nama dokumen resmi, kecuali kata seperti dan.
Contoh : Republik Indonesia
Dewan Permusyawaratan Rakyat
b. Huruf kapital dipakai sebagai huruf pertama setiap unsur bentuk ulang sempurna yang terdapat pada nama badan, lembaga pemerintah dan ketatanegaraan, serta dokumen resmi.
Contoh : Perserikatan Bangsa-Bangsa.
Undang-Undang Dasar Republik Indonesia
c. Sebagai huruf pertama kata pada awal kalimat.
2. Menggunakan tanda baca
Tanda baca adalah tanda untuk memberikan intonasi pada bacaan. Berikut ini akan diuraikan tentang fungsi beberapa tanda baca tersebut.
a. Tanda titik (.)
Tanda titik berguna untuk mengakhiri kalimat berita.
Contoh: Aldo berangkat ke sekolah.
b. Tanda seru (!)
Tanda seru digunakan untuk mengakhiri kalimat perintah.
Contoh: Jangan berdiri di depan pintu!
c. Tanda koma (,)
Tanda koma digunakan di antara unsur-unsur dalam suatu perincian.
Contoh: Budi membeli kertas, pena, dan tinta.
d. Tanda tanya (?)
Tanda tanya digunakan untuk mengakhiri kalimat tanya.
Contoh: Siapakah yang sedang belajar itu?
6. Menyusun Kalimat dengan Benar
Kalimat adalah susunan dari beberapa kata yang menimbulkan arti. Dalam wujud lisan, kalimat diiringi alunan titinada, dijeda dan diakhiri oleh intonasi selesai. Dalam wujud tulisan, kalimat dimulai dengan huruf kapital dan diakhiri dengan tanda titik (.), tanda tanya (?), tanda seru (!).
Contoh: Rini berangkat ke sekolah naik sepeda.
Rini berangkat ke sekolah naik apa?
Cepat berangkat!
Berdasarkan kelengkapannya, kalimat dibedakan menjadi dua yaitu:
a. Kalimat sempurna adalah kalimat yang memiliki unsur pokok subjek dan predikat. Contoh: Rini bermain sepeda.
S P O
b. Kalimat tak sempurna adalah kalimat yang tidak lengkap unsur pokoknya.
Contoh: Rini selalu rajin.
Contoh teks bacaan
MENGIKUTI LOMBA MEMASAK
Pada hari Senin, aku dan teman-teman mengikuti lomba memasak untuk memperingati hari pendidikan yang jatuh pada tanggal 2 Mei. Pelombaan dilaksanakan di sekolah antar kelas. Aku membawa wortel untuk bahan memasak, Dika membawa sayur- sayuran seperti sawi, brokoli, paprika, dan kol. Lina, Ani, Budi, dan Tia membawa alat untuk memasak dan ayam. Kami sangat kompak dalam membuat makanan yang akan dihidangkan. Dika bertugas untuk memotong sayuran. Aku dan Lina bertugas untuk memasak. Dan teman yang lain bertugas untuk menghias makanan. Setelah beberapa menit makanan kami siap disajikan dan dinilai dalam perlombaan. Masakan yang kami buat adalah sayur sop dan ayam goreng.
RUBRIK PENILAIAN KETERAMPILAN MENULIS NARASI
ASPEK Kurang Cukup Baik Baik Sekali
(1) (2) (3) (4)
Rangkaian Rangkaian Rangkaian Rangkaian Rangkaian Peristiwa peristwa menurut peristiwa peristiwa peristiwa
waktu tidak urut, menurut waktu menurut waktu menurut waktu mencakup awal kurang urut, dan urut, dan urut, dan
cerita mencakup mencakup mencakup
bagian awal dan bagian awal, inti, bagian awal, inti, inti cerita dan sedikit akhir dan akhir cerita
cerita
Latar/Setting Tempat, waktu, Tempat, waktu, Tempat, waktu, Tempat, waktu, dan suasana yang dan suasana yang dan suasana dan suasana yang diceritakan dalam diceritakan dalam yang diceritakan diceritakan
cerita tidak jelas cerita kurang jelas dalam cerita dalam cerita cukup jelas sangat jelas
Ejaan dan Kesalahan dalam Kesalahan dalam Kesalahan dalam Kesalahan dalam Tanda ejaan dan tanda ejaan dan tanda ejaan dan tanda ejaan dan tanda
Baca baca >12 baca 8-11 baca 4-7 baca 1-3 Pilihan Kata Kesalahan Kesalahan Kesalahan Kesalahan
pemilihan kata pemilihan kata pemilihan kata pemilihan kata dengan situasi dengan situasi dengan situasi dengan situasi yang diceritakan yang diceritakan yang diceritakan yang diceritakan
>7 5-6 3-4 1-2
Penyusunan Penyusunan Penyusunan Penyusunan Penyusunan
Kalimat antar kalimat dan antar kalimat dan antar kalimat dan antar kalimat dan antar paragraf antar paragraf antar paragraf antar paragraf tidak jelas kurang jelas cukup jelas jelas
RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN (RPP)
Satuan Pendidikan : SDN BATU BESSI Kelas / Semester : IV / 1 (Satu)
Tema 5 : Pahlawanku
Sub Tema 1 : Perjuangan Para Pahlawan Muatan Terpadu : Bahasa Indonesia
Pembelajaran ke : 1 Alokasi waktu : 1 hari
D. KOMPETENSI INTI
1. Menerima dan menjalankan ajaran agama yang dianutnya.
2. Memiliki perilaku jujur, disiplin, tanggung jawab, santun, peduli, dan percaya diri dalam berinteraksi dengan keluarga, teman dan guru.
3. Memahami pengetahuan faktual dengan cara mengamati (mendengar, melihat, membaca) dan menanya berdasarkan rasa ingin tahu tentang dirinya, makhluk ciptaan Tuhan dan kegiatannya, dan benda-benda yang dijumpainya di rumah, sekolah.
4. Menyajikan pengetahuan faktual dalam bahasa yang jelas dan logis dan sistematis, dalam karya yang estetis dalam gerakan yang mencerminkan anak sehat, dan dalam tindakan yang mencerminkan perilaku anak beriman dan berakhlak mulia.
5. KOMPETENSI DASAR DAN INDIKATOR PENCAPAIAN KOMPETENSI Bahasa Indonesia
Kompetensi Dasar Indikator Pencapaian Kompetensi 3.7 Menggali pengetahuan baru yang
terdapat pada teks nonfiksi.
3.7.1 Menyampaikan jawaban dari pertanyaan yang diajukan berdasarkan teks.
4.7 Menyampaikan pengetahuan baru dari teks nonfiksi ke dalam tulisan dengan bahasa sendiri.
4.7.1 Menceritakan kembali isi teks berdasarkan jawaban yang ada.
6. TUJUAN PEMBELAJARAN
1. Melalui penjelasan guru tentang komponen-komponen narasi, siswa dapat menulis karangan narasi sesuai dengan komponen-komponen narasi dengan benar.
2. Dengan memperhatikan gambar yang disajikan dalam media Spinning Wheel Image, siswa dapat menulis karangan narasi tentang berbagai topik sederhana dengan benar.
3. Melalui penjelasan guru tentang penggunaan ejaan, siswa dapat menulis karangan narasi dengan memperhatikan penggunaan ejaan (huruf besar, tanda titik, tanda koma, dll) dengan benar.
4. MATERI PEMBELAJARAN
1. Komponen-komponen karangan narasi.
7. Langkah menulis karangan narasi.
8. PENDEKATAN DAN METODE PEMBELAJARAN Pendekatan Pembelajaran : Saintifik
Metode Pembelajaran : Percobaan, permainan/simulasi, diskusi, tanya jawab, penugasan, dan ceramah
9. MEDIA/ALAT, DAN SUMBER BELAJAR 1. Media : Buku paket tema 5 kelas IV lembar kehadiran dan memeriksa kerapihan pakaian, posisi dan tempat duduk disesuaikan dengan kegiatan pembelajaran.
3. siswa diberi pertanyaan oleh guru tentang pengalaman liburan, “Anak-anak, pernah berlibur ke mana sajakah kalian ?” Siswa menjawab sesuai dengan pengalamannya masing-masing. Siswa dan guru bernyanyi bersama, lagu yang berjudul “Libur Telah Tiba.”
Siswa menjadi siap dan semangat mengikuti kegiatan pembelajaran.
4. Siswa memperhatikan penjelasan guru tentang tujuan pembelajaran yang harus dicapai.
10 menit
Kegiatan Inti 5. Siswa memperhatikan penjelasan guru tentang langkah-langkah menulis karangan narasi dan cara penulisan sesuai ejaan yang benar.
6. Guru memberi kesempatan kepada murid untuk
50 menit
memerhatikan materi yang disampaikan.
7. Guru memberikan tugas untuk membuat karangan narasi.
8. Setiap siswa membacakan hasil karangan masing-masing.
9. Siswa diberi kesempatan membacakan hasil karangannya di depan kelas dan siswa yang lain diminta memberikan tanggapan.
10. Siswa dibimbing guru membahas kesalahan-kesalahan dalam menulis karangan narasi.
Kegiatan Penutup
11. Siswa dibimbing guru menyimpulkan materi yang telah dipelajari.
12. Siswa mendapatkan motivasi oleh guru, bahwa keterampilan menulis sangat penting sebagai bekal keterampilan hidup.
13. Melakukan penilaian hasil belajar (sebelum menggunakan).
14. Mengajak semua siswa berdo,a menurut agama dan keyakinan masing-masing (untuk mengakhiri kegiatan pembelajaran).
15. Guru menutup pembelajaran Bahasa Indonesia dengan salam.
15 menit
16. PENILAIAN 1. Teknik : Tes 2. Prosedur : Pretest
3. Bentuk : Esai/karangan narasi
Aspek Penilaian Keterampilan Menulis Karangan Berikan tanda check (√) pada kolom tingkat kemampuan sesuai dengan indikator pengamatan!
No Indikator
Tingkat Kemampuan
1 2 3 4
1. Rangkaian Peristiwa
2. Lattar/Setting
3. Ejaan dan Tanda Baca
4. Pilihan Kata
5. Penyusunan Kalimat
Skor Maksimal = 20
Nilai = (Jumlah skor yang diperoleh: skor maksimal) x 100 Jumlah skor = ...Nilai = ...
Kriteria Keberhasilan:
Siswa dianggap tuntas apabila mendapat nilai minimal 75
Refleksi Guru:
LAMPIRAN
MATERI AJAR
7. Pengertian Karangan
Karangan adalah hasil perwujudan gagasan seseorang dalam bahasa tulis yang dapat dibaca dan dimengerti oleh masyrakat pembaca. Karangan adalah sebuah cerita, hasil ciptaan atau hasil rangkaian (susunan). Kamu dapat menyusun sebuah karangan.
Karangan terdiri atas beberapa paragraf yang berkaitan. Bentuk karangan bebas, dapat berupa pengalaman.
8. Karangan Narasi
Karangan narasi merupakan karangan yang berusaha menciptakan, mengisahkan, merangkaikan suatu kejadian atau peristiwa secara kronologis.
9. Komponen Karangan Narasi a. Alur (plot)
Dalam sebuah cerita alur dan jalan cerita itu berbeda. Jalan cerita memuat tentang kejadian, tetapi suatu kejadian ada karena ada sebabnya. Alur adalah sesuatu yang menggerakkan kejadian tersebut. Bagian-bagian dari alur: a) pengenalan, pengarang mulai mengenalkan situasi dan memperkenal-kan tokohtokoh cerita sebagai pendahuluan; b) konflik, pengarang mulai menampilkan pertikaian yang terjadi diantara tokoh; c) klimaks, pertikaian semakin meruncing; d) pemecahan masalah, alur menurun menuju pemecahan masalah dan penyelesaian cerita.
b. Penokohan
Ciri khas karangan narasi adalah mengisahkan tokoh cerita yang bergerak dalam suatu rangkaian perbuatan atau mengisahkan tokoh cerita bergerak dalam suatu peristiwa dan kejadian.
c. Latar
Latar ialah tempat dan waktu terjadinya perbuatan tokoh atau peristiwa yang dialami tokoh.
10. Langkah-langkah Menulis atau Menyusun Karangan Sebelum mengarang, kamu harus melakukan langkah-langkah berikut .
a. Menentukan topik karangan
Topik karangan adalah gagasan inti yang dijadikan landasan pengembangan karangan.
b. Menentukan judul
c. Membuat kerangka karangan
Kerangka adalah rencana kerja yang memuat garis-garis besar suatu karangan
d. Menyusun atau mengembangkan kerangka karangan e. Pengembangan karangan adalah memaparkan bukti yang
mendukung dalam bentuk paragraf. Gagasan utama didukung kalimat penjelas. Dengan demikian, paragraf ini menjadi utuh dan informasinya lengkap. Pengembangan biasanya memerlukan sejumlah bukti yang
mendukunggagasan menulis.
11. Penggunaan Ejaan dan Tanda Baca dalam Menulis Karangan 2. Mengunakan huruf kapital
Selain digunakan sebagai huruf pertama sebuah kalimat, huruf kapital juga digunakan untuk keperluan lain. Salah satunya adalah digunakan untuk menulis nama lembaga pemerintahan. Selengkapnya diatur di dalam Ejaan yang Disempurnakan berikut ini.
d. Huruf kapital dipakai sebagai huruf pertama semua unsur nama negara, lembaga pemerintah dan
ketatanegaraan, serta nama dokumen resmi, kecuali kata seperti dan.
Contoh : Republik Indonesia
Dewan Permusyawaratan Rakyat
e. Huruf kapital dipakai sebagai huruf pertama setiap unsur bentuk ulang sempurna yang terdapat pada nama badan, lembaga pemerintah dan ketatanegaraan, serta dokumen resmi.
Contoh : Perserikatan Bangsa-Bangsa.
Undang-Undang Dasar Republik Indonesia
f. Sebagai huruf pertama kata pada awal kalimat.
3. Menggunakan tanda baca
Tanda baca adalah tanda untuk memberikan intonasi pada bacaan. Berikut ini akan diuraikan tentang fungsi beberapa tanda baca tersebut.
a. Tanda titik (.)
Tanda titik berguna untuk mengakhiri kalimat berita.
Contoh: Aldo berangkat ke sekolah.
b. Tanda seru (!)
Tanda seru digunakan untuk mengakhiri kalimat perintah.
Contoh: Jangan berdiri di depan pintu!
c. Tanda koma (,)
Tanda koma digunakan di antara unsur-unsur dalam suatu perincian.
Contoh: Budi membeli kertas, pena, dan tinta.
d. Tanda tanya (?)
Tanda tanya digunakan untuk mengakhiri kalimat tanya.
Contoh: Siapakah yang sedang belajar itu?
12. Menyusun Kalimat dengan Benar
Kalimat adalah susunan dari beberapa kata yang menimbulkan arti. Dalam wujud lisan, kalimat diiringi alunan titinada, dijeda dan diakhiri oleh intonasi selesai. Dalam wujud tulisan, kalimat dimulai dengan huruf kapital dan diakhiri dengan tanda titik (.), tanda tanya (?), tanda seru (!).
Contoh: Rini berangkat ke sekolah naik sepeda.
Rini berangkat ke sekolah naik apa?
Cepat berangkat!
Berdasarkan kelengkapannya, kalimat dibedakan menjadi dua yaitu:
a. Kalimat sempurna adalah kalimat yang memiliki unsur pokok subjek dan predikat. Contoh: Rini bermain sepeda.
S P O
b. Kalimat tak sempurna adalah kalimat yang tidak lengkap unsur pokoknya.
Contoh: Rini selalu rajin.
Contoh teks bacaan
MENGIKUTI LOMBA MEMASAK
Pada hari Senin, aku dan teman-teman mengikuti lomba memasak untuk memperingati hari pendidikan yang jatuh pada tanggal 2 Mei. Pelombaan dilaksanakan di sekolah antar kelas. Aku membawa wortel untuk bahan memasak, Dika membawa sayur- sayuran seperti sawi, brokoli, paprika, dan kol. Lina, Ani, Budi, dan Tia membawa alat untuk memasak dan ayam. Kami sangat kompak dalam membuat makanan yang akan dihidangkan. Dika bertugas untuk memotong sayuran. Aku dan Lina bertugas untuk memasak. Dan teman yang lain bertugas untuk menghias makanan. Setelah beberapa menit makanan kami siap disajikan dan dinilai dalam perlombaan. Masakan yang kami buat adalah sayur sop dan
Pada hari Senin, aku dan teman-teman mengikuti lomba memasak untuk memperingati hari pendidikan yang jatuh pada tanggal 2 Mei. Pelombaan dilaksanakan di sekolah antar kelas. Aku membawa wortel untuk bahan memasak, Dika membawa sayur- sayuran seperti sawi, brokoli, paprika, dan kol. Lina, Ani, Budi, dan Tia membawa alat untuk memasak dan ayam. Kami sangat kompak dalam membuat makanan yang akan dihidangkan. Dika bertugas untuk memotong sayuran. Aku dan Lina bertugas untuk memasak. Dan teman yang lain bertugas untuk menghias makanan. Setelah beberapa menit makanan kami siap disajikan dan dinilai dalam perlombaan. Masakan yang kami buat adalah sayur sop dan