• Tidak ada hasil yang ditemukan

BAB V SIMPULAN DAN SARAN

B. Saran

Berdasarkan hasil penelitian diatas, maka diberikan beberapa saran yang dapat dijadikan bahan pertimbangan untuk perbaikan proses pembelajaran, yaitu : 1. Saran Bagi Siswa

Untuk selalu meningkatkan aktivitas dan hasil belajar terutama pada mata pelajaran PAI, dengan menggunakan metode maupun model pembelajaran apapun.

125   

2. Saran Bagi Guru

Agar pembelajaran lebih bermakna, sebaiknya guru menggunakan berbagai metode pengajaran dan pengelolaan kelas, dengan cara menerapkan metode pembelajaran yang menyenangkan dan mudah dipahami oleh siswa. Guru juga harus mempertimbangkan terutama media pembelajaran, dan soal tes ujian hendaknya menggunakan bahasa atau istilah yang mudah dimengerti oleh siswa atau bahasa yang tidak menimbulkan penafsiran ganda oleh siswa, dan menyajikan contoh-contoh yang memadai yang sudah dikenali dan sering ditemui peserta didik dari lingkungan hidupnya, sehingga peserta didik bisa menerapkan pelajaran yang didapat dalam kehidupan sehari-hari.

3. Saran Bagi Instansi Pendidikan

Sebaiknya menerapkan berbagai metode maupun model pembelajaran yang bervariasi untuk meningkatkan prestasi belajar peserta didik dan supaya peserta didik tidak merasa bosan dengan metode pembelajaran yang hanya monoton.

4. Bagi Peneliti Selanjutnya

Kualitas strategi pembelajaran yang digunakan guru yaitu ARIAS tergolong baik. Perlu diperhatikan bagi peneliti selanjutnya bahwa penelitian ini memerlukan waktu lebih agar diperoleh hasil penelitian lebih maksimal lagi, karena membentuk dan menilai aspek afektif yaitu perilaku-perilaku yang menekankan aspek perasaan dan emosi, seperti minat, sikap, apresiasi, dan cara penyesuaian diri itu tidak mudah.

 

DAFTAR PUSTAKA

Abbas, Nuryadi, Penerapan Model Pembelajaran Bermasalah, Jurnal

Pendidikan Kebudayaan (No. 51 tahun ke 10, November 2004)

Ace Suryadi, Pendidikan Indonesia Menuju 2025, (Bandung: Remaja

Rosdakarya, 2014)

Ahmad Munjin Nasih dan Lilik Nur Kholidah, Metode dan Teknik

Pembelajaran Pendidikan Agama Islam,(Bandung: PT Refika Aditama,2009)

Aqib, Zainal, Model-Model, Media, dan Strategi Pembelajaran Konstektual

(Inovatif) (Bandung: Yrama Widya, 2014)

Arikunto, Suharsimi, Prosedur Penelitian; Suatu Pendekatan Praktis,

(Jakarta: Bina Angkasa, 2006)

Barry, M. Dahlan Y. Al dan L. Lya Sofyan Yacub, Kamus Induk Istilah Ilmiah

Seri Intelektual (Surabaya: Target Press, 2003)

Beard, Ruth M. dan Senior, Isabel J. 1980. Motivating students. London:

Routledge and Kegan Paul Ltd.

Bloom, Benjamin S.1982. Human characteristics and school learning. New

York: McGraw-Hill Book Company.

Bohlin, Roy M. 1987. Motivation in instructional design: Comparison of an

American and a Soviet model, Journal of Instructional Development

vol. 10 (2)

Callahan, Sterling G. 1966. Successful teaching in secondary schools.

Chicago: Scott, Foreman and Company.

Davies, Ivor K. 1981. Instructional technique. New York: McGraw Hill Book

Company.

DeCecco, John P. 1968. The psychology of learning and instructions:

Educational psychology. New Jersey: Prentice Hall, Inc.

Departemen Pendidikan dan Kebudayaan. 1998. Laporan EBTANAS SD.

Palembang: Depdikbud Kodya Palembang.

Departemen Pendidikan Nasional, Kamus Besar Bahasa Indonesia (Jakarta:

Balai Pustaka, 2005)

Dick, Walter dan Reiser, Robert A. 1989. Planning effective instruction.

127   

E. Mulyasa, Guru dalam Implementasi Kurikulum 2013 (Bandung: Remaja

Rosdakarya, 2015)

E. Mulyasa, Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan (Bandung: Remaja

Rosdakarya, 2001)

E. Mulyasa, Menjadi Guru Profesional, (Bandung: Remaja Rosdakarya,

2005), 37

Gagne, Robert M, dan Briggs, Leslie J. 1979. Principles of instructional

design. New York: Holt, Rinehart and Winston.

Gagne, Robert M. dan Driscoll, Marcy P. 1988. Essentials of learning for

instruction. Englewood Cliffs, NJ.: Prentice-Hall, Inc.

Hendorn, James N. 1987. Learner interests, achievement, and continuing

motivation in instruction, Journal of Instructional Development, Vol.

10 (3), 11-14.

Hilgard, Ernest R. dan Bower, Gordon H. 1975. Theories of learning.

Englewood Cliffs, NJ: Prentice Hall, Inc.

Hopkins, Charles D. dan Antes, Richard L. 1990. Classroom measurement

and evaluation. Itasca, Illinois: F.E. Peacock Publisher, Inc.

John M Keller dan Thomas W Kopp, An Application of The ARCS Model Of

Motivation Design, dalam Charles M. Reiguleth, Instructional Theories in Action (Hilsdale, NJ: Lawrence Erlbarum Asociates, Publisher: 1987)

John P. DeCecco, The Psychology Of Learning and Instructions: Educational

Psychology (New Jersey: Prentice Hall, Inc, 1968)

John. M Keller, Development and Use of ARCS Model Of Instructional

Design, (Journal Of Instructional Development,Vol 10, 1987)

Keller, John M. 1983. Motivational design instruction dalam Charles M

Reigeluth (ed.), Instructional design theories and models, 383-430.

Hillsdale, NJ.: Lawrence Erlbaum Associates, Publishers.

Keller, John M. dan Thomas W. Kopp. 1987. An application of the ARCS model of motivational design, dalam Charles M. Reigeluth (ed), Instructional theories in action, 289-319. Hillsdale, NJ: Lawrence Erlbaum Associates, Publishers.

Lastri, M.T.F. 1993. Kemampuan murid SD memprihatinkan, Kompas, 14

128   

Lefrancois, Guy R. 1982. Psychology for teaching. Belmont, CA: Wadsworth

Publishing Company.

Madjid, Abdul dan Dian Andayani, Pendidikan Agama Islam Berbasis

Kompetensi (Bandung: Remaja Rosda Karya, 2005)

Mardalis, Metode Penelitian: Suatu Pendekatan Proposional (Jakarta: Bumi

Aksara, 1995)

Marimba,Ahmad D, Pengantar Filsafat Pendidikan (Bandung: Al-Ma’arif,

1989)

Markowitz, Karen dan Eric Jensen, Otak Sejuta Gigabyte: Buku Pintar

Membangun Ingatan Super (Bandung: Kaifa, 2002)

Martina Susilowati, Kamus Jenius Bahasa Inggris-Indoesia, (Tangerang: Scientific Press, 2007)

McClelland, David C. 1987. Memacu masyarakat berprestasi. Terjemahan

Siswo Suyanto dan W.W. Bakowatun. Jakarta: CV. Intermedia.

Moloeng, Laxy J., Metodologi Penelitian Kualitatif (Bandung: Reja

Rosdakarya, 2002)

Morris, William (ed) 1981. The American heritage dictionary of English

language. Boston: Houghton Miflin Company.

Muhajir, Noeng, Metodologi Penelitian Kualitatif (Yogyakarta: Rake Sarasin,

1989)

Muhammat Rahman dan Sofan Amri, Model Pembelajaran ARIAS

Terintegratif (Jakarta: Prestasi Pustakarya, 2014)

Nana Sudjana, Dasar-dasar Proses Belajar Mengajar (Bandung: Sinar Baru,

1996)

Nana Syaodih Sukmadinata, Pengembangan Kurikulum Teori dan Praktek,

(Bandung: Remaja Rosdakarya, 2013)

Nurhadi, dkk. Pembelajaran Kontekstual Dan Penerapannya Dalam KBK.

(Malang: Universitas Negeri Malang, 2002)

Pasaribu, Simanjuntak, Proses Belajar Mengajar. (Bandung : Tarsito, 1983)

Pedoman Penulisan Skripsi Prodi Pendidikan Agama Islam Fakultas Tarbiyah UINSA

Petri, Herbert L. 1986. Motivation: Theory and research. Belmont, CA:

129   

Prayitno, Elida 1989. Motivasi dalam belajar. Jakarta: PPPLPTK.

Rahman, Muhammat dan Sofan Amir, Model Pembelajaran ARIAS

Terintegratif (Jakarta: Prestasi Pustakarya, 2014)

Reigeluth, Charles M. dan Curtis Ruth V. 1987. Learning situations and

instructinal models, dalam Robert M. Gagne (ed.), Instructional

technology foundations, 175-206. Hillsdale, NJ: Lawrence Erlbaum Associates, Publishers.

Riyanto, Yatim, Metodologi Penelitian Pendidikan, (Surabaya: Penerbit SIC,

2001)

Rose, Colin, KUASAI Lebih Cepat: Buku Pintar Accelerated Learning

(Bandung: Kaifa, 2003)

Roy M. Bohlin, Motivation in Instructional Design: Comparison of An

American and a Soviet Model, (Journal of Instructional Development Vol 10)

Rusman, Model-Model Pembelajaran: Mengembangkan Profesionalisme

Guru (Jakarta: Rajawali Press, 2013)

Ruth M. Beard dan Isabel J. Senior, Motivating Student (London: Routladge

and Kegan Paul Ltd, 1980)

Sardiman A.M. Interaksi dan Motivasi belajar dan Mengajar,(CV Rajawali.

Jakarta. 1992)

Semiawan, Conny R. 1991. Strategi pembelajaran yang efektif dan efisien

dalam Conny R. Semiawan dan Soedijarto (ed.), Mencari strategi

pengembangan pendidikan nasional menjelang abad XXI, 165-175. Jakarta: Grasindo.

Siahaan, Parsaoran dkk. 2010. “Penerapan Model ARIAS (Assurance,

Relevance, Interest, Assesment and Satisfaction) Dalam Pembelajaran TIK (Teknologi Informasi dan Komunikasi”. Jurnal Pendidikan Teknologi Informasi dan Komunikasi (PTIK), Vol. 3 No.1/ Juni 2013,ISSN 1979-9462 

Soekamto, Toeti 1994. Evaluasi diri demi peningkatan mutu pendidikan. Pidato pengukuhan guru besar tetap Fakultas Pendidikan Teknologi dan Kejuruan, Institut Keguruan dan Ilmu Pendidikan Jakarta, 30 Juli.

Soemanto, Wasty, Psikologi Pendidikan (Jakarta: Rineka Cipta, 2003)

Sopah, Djamaah 1998. Studi tentang model peningkatan motivasi berprestasi

siswa, Laporan penelitian. Palembang: Lembaga Penelitian

130   

Soyomukti, Nurani, Pendidikan Berspektif Globalisasi (Yogyakarta: Ar-Ruzz

Media, 2008)

Subandijah, Pengembangan dan Inovasi Kurikulum, (Jakarta: Raja Grafindo

Persada,1996)

Sudjana, Nana, Dasar-Dasar Proses Belajar Mengajar (Bandung: Sinar Baru,

1996)

Sudjiono, Anas, Pengantar Statistik Pendidikan, (Jakarta: Rajawali Pers,

1991)

Suharsimi Arikunto, Dasar-Dasar Evaluasi Pendidikan (Jakarta: Bumi

Aksara, 2012)

Sukmadinata, Nana Syaodih, Pengembangan Kurikulum: Teori dan Praktek

(Bandung: Remaja Rosdakarya, 2013)

Sunarti dan Selly Rahmawaty, Penilaian dalam Kurikulum 2013 (Yogyakarta:

Andi, 2013)

Surahman, Winarno, Pengantar Ilmiah Dasar Metode dan Teknik, (Bandung:

Tarsito, 1982)

Suryabrata, Sumadi 1982. Psikologi pendidikan: Materi pendidikan program

bimbingan konseling di Perguruan Tinggi. Yogyakarta: Depdikbud

Syaiful Bahri Djamarah dan Aswan Zain, Strategi Belajar Mengajar (2002)

Tim Penyusun BPPS Fakultas Tarbiyah, Pedoman Penulisan Skripsi

(Surabaya: IAIN Surabaya, 2004)

Uhbuyah, Nur, Ilmu Pendidikan Islam ( Bandung: Pustaka Setia, 1998)

Wasty Soemanto, Psikologi Pendidikan (Jakarta: Rineka Cipta, 2003)

William Morris, The American Heritage Dictionary of English Language

(Boston: Houghton Miflin Company, 1981)

Winarno Surakhmad, Interaksi Belajar Mengajar, (Bandung: Jemmars, 1980),

Dokumen terkait