BAB V. SIMPULAN DAN SARAN
B. Saran
A. Simpulan
Berdasarkan hasil penelitian tindakan tersebut, maka dapat disimpulkan bahwa presentasi hasil melukis alam mampu meningkatkan rasa percaya diri peserta didik dengan cara:
1. Mengenalkan peserta didik terhadap presentasi melukis alam, hal ini bertujuan untuk mengenalkan peserta didik metode pembelajaran yang memberikan kesempatan kepada peserta didik untuk menunjukkan hasil melukis alam dan menceritakan secara lisan hasil melukis alam tersebut.
2. Pembelajaran atau melukis di luar kelas, dimaksudkan untuk peserta didik dapat melukis dengan melihat bentuk, warna maupun unsur-unsur rupa yang ada di alam secara langsung.
3. Memotivasi peserta didik, bertujuan untuk mendorong peserta didik agar percaya diri terhadap karyanya dan percaya diri melakukan presentasi hasil melukis alam.
B. Saran
Penelitian ini terdapat temuan-temuan yang mampu memberikan dampak positif bagi proses pembelajaran untuk meningkatkan rasa percaya diri peserta didik SD Negeri Nogopuro Tahun Ajaran 2014/2015. Peneliti merekomendasikan saran yang harapannya metode presentasi melukis alam dapat digunakan dalam proses belajar mengajar di kelas dan penelitian ini dapat menjadi acuan penelitian selanjutnya bagi penelitian lain.
100
Affandi H. M, Dewobroto. 2004. Mengenal Seni Rupa Anak Yogyakarta: Gama Media.
Eka, Rita., dkk., 2008. Perkembangan Peserta Didik. Yogyakarta: UNY Press. Hakim, Thursan. 2005. Mengatasi Rasa Tidak Percaya Diri. Jakarta: Puspa Swara. Kesuma, Dharma., dkk., 2012. Pendidikan Karakter. Bandung: Remaja Rosdakarya. Muclish, Masnur. 2011. Melaksanakan PTK Penelitian Tindakan Kelas Itu Mudah.
Jakarta: Bumi Aksara.
Palmer J. A. 2003. 50 Pemikir Pendidikan dari Piaget Sampai Masa Sekarang. Yogyakarta: Jendela.
Pamadhi, Hajar. 2012. Pendidikan Seni. Yogyakarta: UNY Press.
Tabrani, Primadi. 2014. Proses Kreasi- Gambar Anak- Proses Belajar. Jakarta: Penerbit Erlangga.
Sugihartono. 2007. Psikologi Pendidikan. Yogyakarta: UNY Press.
Sugiyono. 2013. Metode Penelitian Pendidikan Pendekatan Kuantitatif, Kualitatif, dan R&D. Bandung: Penerbit Alfabeta.
Susanto, Mike. 2012. Diksi Rupa. Yogyakarta: Dikti Art Lab.
Taylor, Ros. 2006. Mengembangkan Kepercayaan Diri. Jakarta: Erlanngga
Trianto, 2012. Mengembangkan Model Pembelajaran Tematik. Jakarta: Prestasi Pustaka.
Yamin, Martinis. 2007. Desain Pembelajaran Berbasis Tingkat Satuan Pendidikan. Jakarta: Gaung Persada Press.
Yaumi, Muh. 2014. Action Research. Jakarta: Penerbit Kencana.
Sumber Modul:
Pamadhi, Hajar. 2008. “Melukis Untuk Anak Usia Dini”. Bahan Pelatihan Pengembangan Modul FKIP- UT. Hlm. 9- 17
Sumber Internet:
Eksciznarciz. 2011. Jenis-Jenis Metode Pembelajaran. http://ekciznarciz.wordpress.co.com/. Diunduh pada tanggal 9 Juni 2015.
Rustanto, Bambang. 2013. Kepercayaan Diri. Bambang-rustanto.blogspot.com/2013/08/konsep-kepercayaan-diri.html. Diunduh pada tanggal 9 Juni 2015.
Efiaty, Sekhah. 2008. Metode Presentasi dalam Proses Pembelajaran. http://Missevi’s. wordpress.com/2008/08/20/metode-presentasi-dalam-proses-pembelajaran. Diunduh pada tanggal 9 Juni 2015.
LAMPIRAN 1
Pedoman Wawancara Guru
1. Bagaimana minat siswa terhadap pelajaran melukis alam?
2. Dalam mengajar Ibu/ Bapak selalu menyiapkan perangkat pembelajaran, seperti silabus dan RPP?
3. Selama Ibu/ Bapak mengajar melukis, apa kendala yang sering dihadapi siswa selama pembelajaran melukis alam?
4. Bagaimana cara Ibu/ Bapak dalam menghadapi kendala- kendala tersebut?
5. Apakah Ibu/ Bapak sudah menggunakan media dalam pembelajaran
melukis? Lalu seperti apa media yang sudah digunakan?
6. Apakah Ibu/ Bapak memberi contoh/ model ketika proses pembelajaran? 7. Metode apa yang sudah Ibu berikan dalam proses pembelajaran melukis? 8. Siswa sudah pernah diajak belajar/ melukis di luar kelas?
9. Ketika diajak belajar/ melukis di luar kelas, apakah siswa dibentuk dalam per kelompok atau per individu?
10.Bagaimana kondisi ketika siswa diajak belajar/ melukis di luar kelas?
11.Apakah Ibu/ Bapak melakukan bimbingan kepada siswa dalam proses
pembelajaran melukis?
12.Berapa kali siswa melukis setiap Kompetensi Dasarnya? Adakah
hambatan yang terjadi? Dan seperti apa hambatan itu terjadi?
13.Dalam pemberian waktu, apakah siswa selalu tepat waktu pada
penyelesaiannya?
14.Bagaimana Ibu/Bapak dalam mengkondisikan siswa untuk tepat waktu
dalam menyelesaikan tugas?
15.Bagaimana hasil karya siswa pada melukis alam?
16.Bagaimana apresiasi siswa terhadap karya siswa sendiri maupun karya teman sejawat?
Transkrip Wawancara Guru
Nama Informan : Ibu Suparmi
Tanggal : 2 Februari 2015
Tempat Wawancara : Ruang kelas 1B
Topik Wawancara : Proses Pembelajaran Melukis Alam di Kelas 1B
Materi Wawancara
Peneliti : Bagaimana minat siswa terhadap pelajaran melukis alam? Informan : Siswa sangat berminat dengan pelajaran melukis
Peneliti : Dalam mengajar Ibu/ Bapak selalu menyiapkan perangkat
pembelajaran, seperti silabus dan RPP?
Informan : Saya selalu menyiapkan perangkat pembelajaran karena itu
merupakan kewajiban sebelum melakukan proses KBM.
Peneliti : Selama Ibu/ Bapak mengajar melukis, apa kendala yang sering
dihadapi siswa selama pembelajaran melukis alam?
Informan : Terkadang siswa ada yang tidak membawa pewarna
Peneliti : Bagaimana cara Ibu/ Bapak dalam menghadapi kendala- kendala
tersebut?
Informan : Saya selalu menyiapkan media lukis apabila ada siswa yang tidak membawa pewarna lalu saya pinjamkan kepada siswa tersebut
Peneliti : Apakah Ibu/ Bapak sudah menggunakan media dalam
pembelajaran melukis? Lalu seperti apa media yang sudah digunakan?
Informan : Sudah, media yang sudah atau sering saya pakai yaitu seperti
kertas, cat air, kuas dan pastel
Peneliti : Apakah Ibu/ Bapak memberi contoh/ model ketika proses
pembelajaran?
Informan : Kadang- kadang saya memberikan contoh kepada siswa terlebih
dahulu
Peneliti : Metode apa yang sudah Ibu berikan dalam proses pembelajaran
melukis?
Informan : Eksperimen
Peneliti : Siswa sudah pernah diajak belajar/ melukis di luar kelas?
Informan : Belum pernah, sudah pun bukan pada mata pelajaran seni budaya
Peneliti : Ketika diajak belajar/ melukis di luar kelas, apakah siswa
dibentuk dalam per kelompok atau per individu?
Informan : Per individu
Peneliti : Bagaimana kondisi ketika siswa diajak belajar/ melukis di luar kelas?
Informan : Siswa merasa sangat senang belajar di luar kelas, antusiasme dalam pelajaran juga lebih besar
Peneliti : Apakah Ibu/ Bapak melakukan bimbingan kepada siswa dalam
proses pembelajaran melukis?
Informan : Iya, yaitu dengan memberi contoh cara melukis dan berkeliling saat proses pembelajaran
Peneliti : Berapa kali siswa melukis setiap Kompetensi Dasarnya? Adakah
hambatan yang terjadi? Dan seperti apa hambatan itu terjadi?
Informan : Satu kali, siswa sering tidak membawa buku gambar dan
pewarna.
Peneliti : Dalam pemberian waktu, apakah siswa selalu tepat waktu pada
penyelesaiannya?
Informan :Ada beberapa siswa yang tidak tepat waktu dalam menyelesaikan
karyanya.
Peneliti : Bagaimana Ibu/Bapak dalam mengkondisikan siswa untuk tepat
waktu dalam menyelesaikan tugas?
Informan : Siswa diberi kesempatan untuk memilih tempat dalam proses
melukis
Peneliti : Bagaimana hasil karya siswa pada melukis alam?
Informan : Agak lumayan bagus
Peneliti : Bagaimana apresiasi siswa terhadap karya siswa sendiri maupun karya teman sejawat?
CATATAN PENELITIAN SIKLUS I
Pertemuan Ke : 1
Hari/ Tanggal : Selasa, 3 Februari 2015
Waktu : 07. 15 – 08. 55 WIB
Pada siklus pertama peneliti melakukan penelitian dikelas 1B dengan peserta didik sebanyak 31 orang. Kehadiran peserta didik di pertemuan pertama terdapat 3 peserta didik yang izin dikarenakan sakit. Sehingga peserta didik yang hadir sebanyak 28 orang, dan mereka pada pertemuan pertama ini diberikan materi tentang melukis alam oleh peneliti. Materi tersebut berupa bentuk- bentuk dasar, warna, garis dan unsur- unsur rupa lainnya yang merupakan materi dasar dalam melukis alam. Dengan menggunakan media LCD dan aplikasi Microsoft Powerpoint, peneliti memberikan materi dengan contoh gambar- gambar alam yang menarik beserta gambar teknik melukis alam. Contoh gambar yang menarik dan animasi bergerak yang digunakan dalam powerpoint memberikan daya tarik tersendiri bagi peserta didik dalam memperhatikan peneliti saat memberikan materi melukis alam.
Usia peserta didik yang masih anak- anak dengan usia rata- rata 7 tahun, mengajak mereka untuk tetap fokus selama pembelajaran bukanlah hal yang mudah. Saat peneliti memberikan materi tak jarang peserta didik mengobrol, dan bermain sendiri. Peneliti dengan spontan memberikan intruksi kepada peserta didik untuk menyanyikan lagu naik- naik kepuncak gunung, lagu yang masih bertemakan tentang alam. Menyanyikan lagu tersebut dimaksudkan untuk memberikan daya tarik kepada siswa untuk memperhatikan peneliti. Setelah penyampaian materi, peneliti mengajak peserta didik untuk melukis di luar kelas dengan tema melukis alam dan media pastel untuk pewarnaannya. Dalam praktiknya, peneliti melakukan proses pengamatan pada saat melukis di luar kelas.
Sebagian besar peserta didik masih bingung mau melukis alam seperti apa dan ada beberapa siswa tak kunjung melukis karena merasa tak bisa melukis. Dan dalam keadaan tersebut peneliti mencoba memberikan motivasi kepada peserta didik untuk mau melukis. “Semua orang bisa melukis, tidak ada lukisan yang benar maupun salah. Melukislah sesuai apa yang kamu inginkan atau kamu lihat tentang alam”.
Waktu praktik melukis dirasa cukup, beberapa peserta didik belum selesai dalam menyelesaikan lukisannya. Ini dikarenakan peserta didik dalam praktiknya banyak yang melukis sambil bermain, melamun, bercerita sambil melukis, mengulang gambar karena dirasa jelek dan memperhatikan hal- hal yang lain. Walaupun demikian, peneliti tetap mengajak peserta didik untuk mempresentasikan atau menceritakan sambil menujukkan hasil karya lukisnya di depan kelas. Dari sekian banyaknya peserta didik hanya 10 siswa yang berani untuk mempresentasikannya di depan kelas. Beberapa siswa masih merasa malu untuk maju ke depan kelas dan bercerita hasil karyanya. Dan dapat disimpulkan bahwa pada siklus pertama peserta didik sudah memiliki respon yang cukup baik walaupun peserta didik masih merasa asing dengan metode presentasi karya lukis ini.
Selasa, 3 Februari 2015
Peneliti,
CATATAN PENELITIAN SIKLUS 2
Pertemuan Ke : 2
Hari/ Tanggal : Rabu, 3 Februari 2015
Waktu : 07. 15 – 08. 55 WIB
Siklus kedua peneliti laksanakan kembali dikelas yang sama yaitu dikelas 1B dengan daftar kehadiran siswa 25 siswa yang hadir dan 6 siswa tidak hadir dikarenakan sakit. Pada siklus kedua ini peneliti mengajak siswa mempresentasikan hasil karya lukis alam disekitar rumah mereka. Berbeda dengan siklus pertama, peserta didik diajak langsung untuk melukis diluar kelas, disiklus ke dua ini peserta didik sudah membawa hasil karya lukis yang peserta didik kerjakan dirumah tentang alam disekitar rumah mereka. Pertemuan ke dua sekaligus siklus kedua ini respon peserta didik terhadap metode pembelajaran mulai meningkat.
Terbukti dari banyaknya peserta yang mau atau mampu maju di depan kelas untuk mempresentasikan hasil karya lukisnya. Disiklus kedua ini semua peserta didik mampu mempresentasikan hasil karya lukisnya, walaupun dalam sisi penampilan presentasinya masih kurang baik. Yang dikatakan “baik” dalam hal ini adalah peserta didik yang mampu menceritakan hasil karya lukisnya dengan intonasi yang keras atau setidaknya terdengar oleh seluruh siswa lainnya, menunjukkan hasil karya lukisnya dengan percaya diri di depan kelas, dan pelafalan kata- kata yang lancar serta benar.
Dalam praktiknya peserta didik yang mampu dengan baik dalam mempresentasikan hasil karya lukis hanya beberapa peserta didik saja, selebihnya peserta didik masih merasa malu. Kemajuan ini tidak terlepas dari motivasi tentang percaya diri yang saya berikan, dan sistem “reward” penghargaan bagi peserta didik yang dapat mempresentasilkan hasil karya lukis dengan baik. Dan dilihat dari hasil gambar yang dihasilkan disiklus kedua ini tak jarang lukisan
peserta didik mempunyai bentuk yang sama dengan hasil lukis pasa siklus pertama. Hal ini seperti bentuk hafalan anak- anak terhadap alam yang mereka lihat. Jelas perintah pada siklus pertama dan kedua cukup berbeda. Dan dari hasil presentasi yang dilakukan dapat disimpulkan bahwa hasil karya mereka sebagian besar merupakan pengalaman mereka terhadap alam seperti meletusnya gunung merapi yang mereka visualisasikan dengan gunung yang berwarna abu- abu dan berasap dibagian puncaknya.
Rabu, 4 Februari 2015
Peneliti,
CATATAN PENELITIAN SIKLUS 3
Pertemuan Ke : 3
Hari/ Tanggal : Selasa, 17 Maret 2015
Waktu : 08.55 – 10. 30 WIB
Antusias dan respon peserta didik pada pertemuan atau siklus ketiga ini sangat baik. Peserta didik merasa senang melukis diluar sekolah, karena mereka merasa bisa bermain dan mendapatkan suasana baru dalam belajar. Tempat melukis yang peneliti gunakan yaitu persawahan yang tak jauh letaknya dari sekolah. Sehingga peserta didik, peneliti dan guru pendamping hanya perlu berjalan untuk mencapai tempat tujuan. Dalam perjalanan ke tempat tujuan para peserta didik menyanyikan lagu- lagu yang mereka senangi menandakan bahwa mereka menikmati proses pembelajaran di luar sekolah. Di pinggir persawahan mereka melakukan proses melukis.
Walaupun harus duduk disembarang tempat, dan sedikit berkotor- kotoran tetapi peserta didik mengakui lebih menikmati pembelajaran di luar sekolah. Seperti pengakuan dari seorang peserta didik bernama Titan “ Enak ya belajar di luar bisa liat pesawat terbang, silir anginnya lagi” seru Titan. Ketika proses melukisnya berlangsung pun tak jarang peserta didik bermain atau mengobrol terlebih dahulu. Usia anak- anak seperti mereka wajar lebih suka bermain dan jiwanya lebih dekat dengan alam, yang lebih suka belajar di luar ruangan dibandingkan di dalam ruangan. Tak heran apabila waktu yang diberikan selalu dirasa tidak cukup oleh peserta didik menyelesaikan lukisan. Peneliti harus sering mengingatkan peserta didik untuk tetap melanjutkan melukis.
Ketika waktu praktik gambar di luar sekolah dirasa cukup tak jarang peserta didik malas atau tidak mau kembali ke sekolah dan ingin tetap tinggal untuk bermain. Dan setelah sampai di sekolah peserta didik melanjutkan tahap presentasi/ menceritakan hasil karya melukis. Pada tahap ini semua pereserta didik mampu mempresentasikan hasil karya melukis di sawah. Rasa percaya diri peserta didik pada siklus ketiga ini mengalami peningkatan terbukti dari intonasi suara peserta didik semakin keras, penampilan peserta didik semakin baik dalam menunjukan hasil gambar dan menceritakannya dengan pelafalan kata yang baik serta benar. Pengamatan dari siklus pertama hingga ketiga, peningkatan rasa percaya diri siswa itu ada dan apresiasi peserta didik juga meningkat seiring dengan peserta didik mengenali metode pembelajaran ini. Sehingga peserta didik mulai terbiasa dengan bentuk apresiasi dengan merespon hasil gambar teman saat menceritakan hasil gambarnya. Motivasi dari peneliti pun harus tetap diberikan kepada peserta didik untuk keberhasilan metode pembelajaran ini.
Selasa, 17 Maret 2015
Peneliti,
Pedoman Pengamatan Proses Pembelajaran Melukis Alam dengan Metode Presentasi Siklus 1
Berilah tanda (√) pada kolom skor pengamatan pembelajaran sesuai dengan pengamatan yang dilakukan !
No. Aspek Skor pengamatan
proses belajar 4 3 2 1
1 Antusias siswa dalam mengikuti pelajaran √
2 Respon siswa terhadap materi yang diberikan √
3 Siswa mengikuti arahan yang diberikan guru √
4 Siswa menyelesaikan tugas √
5 Respon siswa terhadap metode pembelajaran √
Keterangan : 4 = Baik sekali 3 = Baik 2 = cukup 1 = kurang
Pedoman Pengamatan Proses Pembelajaran Melukis Alam dengan Metode Presentasi Siklus 2
Berilah tanda (√) pada kolom skor pengamatan pembelajaran sesuai dengan pengamatan yang dilakukan !
No. Aspek Skor pengamatan
proses belajar 4 3 2 1
1 Antusias siswa dalam mengikuti pelajaran √
2 Respon siswa terhadap materi yang diberikan √
3 Siswa mengikuti arahan yang diberikan guru √
4 Siswa menyelesaikan tugas √
5 Respon siswa terhadap metode pembelajaran √
Keterangan : 4 = Baik sekali 3 = Baik 2 = cukup 1 = kurang
Pedoman Pengamatan Proses Pembelajaran Melukis Alam dengan Metode Presentasi Siklus 3
Berilah tanda (√) pada kolom skor pengamatan pembelajaran sesuai dengan pengamatan yang dilakukan !
No. Aspek Skor pengamatan
proses belajar 4 3 2 1
1 Antusias siswa dalam mengikuti pelajaran √
2 Respon siswa terhadap materi yang diberikan √
3 Siswa mengikuti arahan yang diberikan guru √
4 Siswa menyelesaikan tugas √
5 Respon siswa terhadap metode pembelajaran √
Keterangan : 4 = Baik sekali 3 = Baik 2 = cukup 1 = kurang
RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN SIKLUS 1 (Keberanian Presentasi)
Satuan Pendidikan : SD Negeri Nogopuro
Mata Pelajaran : Seni Budaya (Seni Rupa)
Kelas/ Semester : 1 (satu) /2 (Dua)
Tema/ Subtema : Lingkungan/ Alam sekitarku
Alokasi Waktu : 1 pertemuan (3 x 35 menit)
A. Standar Kompetensi
1. Mengekspresikan karya seni rupa 2. Mengapresiasi hasil karya seni rupa
B. Kompetensi Dasar dan Indikator Pencapaian Kompetensi
No. Kompetensi Dasar Indikator Pencapaian Kompetensi
1. 1.1. Mengidentifikasi unsur
rupa pada alam sekitar
1.1.1 Mengenal unsur-unsur bentuk dan warna pada alam sekitar
1.1.2 Menyebutkan unsur- unsur rupa pada alam sekitar
1.2. Menunjukkan sikap apresiatif terhadap unsur rupa di alam sekitar
1.2.1 Mengekspresikan sikap apresiatif dengan melukis alam
1.2.2 Mengekspresikan diri dengan melukis menggunakan teknik pastel 1.2.3 Menceritakan hasil lukis alam di depan teman sejawat
No. Kompetensi Dasar Indikator Pencapaian Kompetensi
melalui melukis alam secara langsung
(rupa) alam secara langsung
2.1.2 Mengekspresikan hasil pengamatan alam secara langsung melalui melukis
2.1.3 Melukis alam menggunakan teknik pastel
2.2. Menunjukkan sikap percaya diri (apresiatif) terhadap karya sendiri maupun teman
2.2.1 Menceritakan hasil karya lukis alam secara lisan di depan teman sejawat
2.2.2 Menunjukkan hasil karya lukis di depan teman sejawat
C. Tujuan Pembelajaran :
Siswa dapat mengamati secara langsung bentuk dan warna yang terdapat di alam sekiar
Siswa dapat mengapresiasi dengan menyebutkan bentuk beserta warnanya yang dapat dilihat di alam sekitar
Siswa dapat mengekpresikan hasil mengamati alam secara langsung dengan melukis menggunakan teknik pastel
Siswa berani dan percaya diri untuk menunjukkan hasil karya lukis alam kepada teman sejawat di depan kelas.
Siswa berani dan percaya diri menceritakan tentang hasil karya lukis alam di depan teman sejawat
D. Materi Ajar Unsur- unsur rupa
Melukis Alam
E. Metode Pembelajaran
Ceramah.
Tanya jawab.
Demonstrasi.
F. Langkah- langkah pembelajaran
1. Kegiatan awal : Apresepsi/ Motivasi :
Mengisi daftar kelas , berdoa, mempersiapkan materi ajar, model, alat peraga.
Memperingatkan cara duduk yang baik ketika melukis di dalam dan di luar kelas.
2. Kegiatan inti :
Pertemuan ke satu 3x 35 menit
Eksplorasi
Dalam kegiatan eksplorasi, guru:
Menjelaskan unsur-unsur rupa yang ada di alam sekitar, contohnya : warna, bidang, garis, ruang dan lain-lain.
Elaborasi
Dalam kegiatan elaborasi, guru:
Mengajak siswa keluar kelas dan memberi kesempatan siswa
mengamati alam sekitar
Melalui pengamatan secara langsung siswa megekspresikan dengan
melukis menggunakan teknik pastel
Konfirmasi
Dalam kegiatan konfirmasi, guru:
Guru memberikan kesempatan kepada siswa untuk mempresentasikan
hasil karya lukis alam
Guru bersama siswa bertanya jawab, memberikan apresiasi terhadap hasil karya siswa dan memberikan penyimpulan
3. Kegiatan akhir
Dalam kegiatan akhir, guru:
Membuat kesimpulan dari materi yang disampaikan dan memotivasi
siswa untuk lebih percaya diri.
Memberikan tugas melukis alam di sekitar rumah untuk dipresentasikan dipertemuan berikutnya.
G. Alat Al H. Penila 1. Un 2. Po lat Peraga 1. Gamb 2. Kertas 3. Spidol aian njuk kerja ortofolio : ar atau foto s warna l dan perwa o tentang ala arna am Yogyak karta, 27 Me ei 2015
RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN SIKLUS 2 (Motivasi Presentasi)
Satuan Pendidikan : SD Negeri Nogopuro
Mata Pelajaran : Seni Budaya (Seni Rupa)
Kelas/ Semester : 1 (satu) /2 (Dua)
Tema/ Subtema : Lingkungan alam sekitarku
Alokasi Waktu : 1 Pertemuan (3x 35 menit)
A. Standar Kompetensi
1.Mengekspresikan karya seni rupa 2.Mengapresiasi hasil karya seni rupa
B. Kompetensi Dasar dan Indikator Pencapaian Kompetensi
No. Kompetensi Dasar Indikator Pencapaian Kompetensi
1. 1.1 Mengidentifikasi unsur
rupa pada alam sekitar rumah
1.1.1 Mengenal unsur- unsur bentuk dan warna pada alam sekitar rumah. 1.1.2 Menyebutkan unsur- unsur rupa pada alam sekitar rumah.
1.2. Menunjukkan sikap apresiatif terhadap unsur rupa di alam sekitar rumah
1.2.1 Mengekspresikan sikap apresiatif dengan melukis alam
1.2.2 Mengekspresikan diri dengan melukis menggunakan teknik pastel 1.2.3 Menceritakan hasil lukis alam di depan teman sejawat
2. 2.1. Menghasilkan karya lukis 2.1.1 Mengekspresikan hasil
No. Kompetensi Dasar Indikator Pencapaian Kompetensi
alam yang baik melalui melukis
2.1.2 Melukis alam menggunakan teknik pastel
2.2. Menunjukkan sikap percaya diri (apresiatif) terhadap karya sendiri maupun teman
2.2.1 Menceritakan hasil karya lukis alam secara lisan di depan teman sejawat
2.2.2 Menunjukkan hasil karya lukis di depan teman sejawat
C. Tujuan Pembelajaran :
Siswa dapat mengapresiasi dengan menyebutkan bentuk beserta warnanya yang dapat dilihat di alam sekitar rumah
Siswa dapat menghasilkan karya lukis alam yang baik dengan menggunakan teknik pastel
Siswa memiliki motivasi percaya diri untuk menunjukkan hasil karya lukis alam kepada teman sejawat
Siswa memiliki motivasi menceritakan tentang hasil karya lukis alam di sekitar rumah di depan teman sejawat
D. Materi Ajar
Unsur- unsur rupa
Melukis Alam E. Metode Pembelajaran Ceramah. Presentasi. Tanya jawab. Demonstrasi.
F. Langkah- langkah pembelajaran Pertemuan ke dua 3x 35 menit
1. Kegiatan awal :
Apresepsi/ Motivasi :
Mengisi daftar kelas, berdoa, mempersiapkan materi ajar, model, dan alat peraga.
Memotivasi untuk berani berekspresi dan percaya diri dalam mempresentasikan hasil melukis alam di rumah.
2. Kegiatan Inti :
Eksplorasi
Dalam kegiatan eksplorasi, guru:
Melalui pengamatan dan pengalaman siswa dirumah masing- masing
menjelaskan unsur-unsur rupa yang ada di alam sekitar rumah
Elaborasi
Dalam kegiatan elaborasi, guru:
Mengajak siswa untuk menunjukkan tugas rumah melukis alam sekitar rumah
Guru memberikan motivasi kepada siswa agar siswa memiliki motivasi untuk percaya diri mempresentasikan hasil karya lukis alam.
Konfimasi
Dalam kegiatan konfirmasi, guru:
Guru memberikan kesempatan kepada siswa untuk mempresentasikan
hasil karya lukis alamsekitar rumah
Guru bersama siswa bertanya jawab, memberikan apresiasi terhadap hasil karya siswa dan memberikankesimpulan
3. Kegiatan akhir
Dalam kegiatan akhir, guru:
Membuat kesimpulan dari materi atau pembelajaran yang disampaikan dan memotivasi siswa untuk lebih percaya diri.
G. Alat
Alat Peraga :
1.Gambar atau foto tentang alam 2.Kertas warna
H. Penil 1. Un 2. Po