BAB V SIMPULAN DAN SARAN
5.2 Saran
Berdasarkan hasil penelitian di atas, penulis memberikan saran agar penelitian dapat bermanfaat sebagai berikut.
1. Kajian sastra, khususnya yang menitiberatkan pada psikologi sastra perlu mendapatkan kajian yang lebih dalam untuk memperkaya khazanah dunia pengetahuan pada umumnya dan dunia sastra Indonesia pada khususnya.
2. Kajian psikologi terhadap novel Diary Pramugari Seks, Cinta dan Kehidupan dapat di lanjutkan dengan psikologi yang lain yaitu dengan psikologi pengarang. Sebagai perwujudan dari penghargaan karya sastra yang erat dengan muatan emosional dan psikologis.
3. Penulis berharap akan adanya penelitian lebih lanjut yang bisa menyempurnakan hasil penelitian ini. Penulis sadar, bahwa dalam penelitian ini banyak sekali diketemukan kekurangan. Oleh karena itu, membutuhkan saran demi penyempurnaan
penelitian ini.
4. Bagi perempuan, kita mengakui bahwa bila disandingkan dengan pria, kita tentu sebagi makhluk yang lemah,tetapi kita juga harus ingat bahwa laki-laki juga memiliki kelemahan sama halnya seperti perempuan. Oleh karena itu, perempuan berhak memperjuangkan hak-haknya untuk hidup lebih bebas dan setara dengan laki-laki. Perempuan harus bisa memposisikan dirinya agar tidak lagi menjadi subordinat dibawah pengaruh patriarki
5. Bagi laki-laki, perempuan bukan hanya sebagai objek seks. Perempuan patut untuk dicintai dengan tulus dan rasa hormat. Perempuan disamping memiliki kewajiban untuk melayani laki-laki, tetapi perempuan juga boleh memperjuangkan haknya untuk bisa lebih dihormati sama seperti halnya laki-laki.
6. Bagi pembaca, agar selalu kritis dalam menyikapi suatu wacana agar pesan yang disampaikan oleh penulis tidak salah diartikan. Pembaca juga harus
mampu melihat bukan hanya dari satu sisi tetapi dari dua sisi, yakni membandingkan pemikiran penulis dan pemikiran dari si pembaca sendiri agar mendapatkan suatu pesan yang bisa diterima bersama.
DAFTAR PUSTAKA Buku
Endraswara, Suwardi. 2008. Metodologi Penelitian Sastra : Epistemologi, Model, Teori dan Aplikasi. Yogyakarta : MedPress.
Jabrohim. 2017. Teori Penelitian Sastra. Yogyakarta : Pustaka Pelajar.
Kamus Besar Bahasa Indonesia. ( Edisi ke-4).2008. Jakarta Gramedia PustakaUtama.
Minderop, Albertine. 2011. Psikologi Sastra : Karya Sastra, Metode, Teori dan Contoh Kasus. Jakarta : Yayasan Pustaka Obor Indonesia.
Riyanto, Yatim.2012. Metodologi Penelitian. Surabaya : SIC.
Suaka, I Nyoman. 2014. Analisis Sastra Teori dan Aplikasi. Yogyakarta: Penerbit Ombak.
Sugihastuti, Hadi. 2007. Gender dan Inferioritas Perempuan: Praktik Kritik Sastra Feminis. Yogyakarta : Pustaka Pelajar.
Suroto.1989. Apresiasi Sastra Indonesia. Jakarta : Erlangga.
Syaodih, Nana. 2010. Metode Penelitian Pendidikan. Bandung : Remaja Rosdakarya.
Tantawi, Isma. 2014. Bahasa Indonesia Akademik. Bandung : Citapustaka Media.
Tantawi, Isma. 2013. Terampil Berbahasa Indonesia. Bandung : Citapustaka Media Perintis.
Triana, Novi. 2018. Jati Diri Perempuan Sikep Dalam Konteks HAM. Madiun: Tiga Serangkai
Skripsi
Andriani Putri A, Arini. 2010. “Representasi Feminisme Radikal Pada Tokoh Shakuntala Dalam Novel Saman Karya Ayu Utami”. (Skripsi). FISIP, Ilmu Komunikasi, Universitas Airlangga, Surabaya.
Simonangkir, Isabella Reminisere. 2012. “Pemikiran Rene Descrates Dalam Novel Dunia Sophie (Analisis Wacana Kritis Teun A.van Djik)”. (Skripsi). Fakultas Sastra, Unikom.
Internet :
http://staffnew.uny.ac.id/upload/131872518/penelitian/metodologi-antropologi-sastra.pdf
http://digilib.uinsby.ac.id/11373/5/babii.pdf
https://123dok.com/document/8yd8gg6q-representasi-perempuan-pramugari-kehidupan-representasi-perempuan-pramugari-kehidupan.html
https://123dok.com/document/z3dgwdey-pramugari-pramugari-kehidupan-tinjauansosiologi-sastra-implementasinya-sebagai-sastra.html
https://text-id.123dok.com/document/8yd8gg6q-representasi-perempuan-dalam-teks-novel-diary-pramugari-seks-cinta-kehidupan-studi-analisis-wacana-kritis-sara-mills-
http://repository.unwidha.ac.id/597/1/Ruri%20ari%20dwi%20astuti.fix.pdf https://repository.unikom.ac.id/view/subjects/subjects.html
LAMPIRAN 1. Sinopsis
Jingga memulai karirnya sebagai seorang Pramugari maskapai besar di Indonesia. Ia berasal dari Solo, Jawa Tengah dan menginjakkan kaki ke Jakarta dengan kehidupan Pramugari yang sangat berbeda dari kota asalnya.
Jingga adalah seorang yang memegang teguh tradisi dan agama, sampai suatu saat ia terbentur oleh teman-teman seprofesi yang berbeda karakter. Ada Anya, pramugari dari Yogya yang berpandangan moderat walaupun tidak suka ‘dugem’ dan masih menghindari alcohol. Ada juga Puri, seorang pramugari yang bebas, suka
‘dugem’, alcohol, ganti-ganti pacar, dan penganut ‘free sex’
Konflik dengan teman-teman sesama profesi ini yang memicu perkembangan jiwa Jingga hingga ia harus menemukan ‘jalan’ untuk menyelesaikan masalah dalam dirinya. Beberapa penumpang yang mencoba mendekatinya dengan rayuan materi juga berdatangan seiring dalam pekerjaannya.
Bahkan pacar dari Puri jugaberjuang untuk bisa mendapatkan pelukan Jingga.
Jingga memang idola, karena wajahnya yang cantik, tubuhnya yang seksi.
Pengalaman pelecehan seksual yang pernah dialami Jingga serta konflik rumah tangga antara bapak dan ibunya membawa Jingga kepada pertemuan dengan
‘mentor’ spiritualnya, pak Gede Prabawa.Sebagai seorang wanita, tentu saja Jingga juga merasakan cinta.
Dalam pendidikan menjadi Pramugari, Jingga dipertemukan oleh Anya dan Puri, Pramugari yang menjadi sahabat Jingga dan mengajarkan banyak hal tentang kehidupan. Nampak perbedaan idealisme antara Jingga dan Anya yang menjadi bumbu dalam novel ini. Seperti tertera pada halaman 27-28, Aku tidak percaya dengan agama, jawab Anya ketika ditanya oleh Jingga tentang agama dan dosa.
Anya adalah seorang yang sangat mempercayai keberadaan Tuhan namun tidak mau menganut agama apapun. Ia memiliki falsafah hidup yang luas dan komitmen terhadap hubungan seks dengan pacarnya, sedangkan Puri adalah seorang hyperseks dari keluarga super kaya, yang akhirnya menemukan cintanya namun dalam keadaan tragis. Jingga menjadikan Anya sebagai sahabat sekaligus guru dalam memahami kehidupan. Puri ia anggap sebagai seorang sahabat yang perlu dibimbing karena perilaku seks bebasnya.
Traumanya akan pengalaman pelecehan seksual saat masih duduk dibangku sekolah membuat Jingga memiliki pandangan yang sempit terhadap laki-laki. Ia benci berhubungan dengan laki-laki. Kebenciannya semakin memuncak ketika ia tahu bahwa ibunya memaksa bapaknya untuk menikahi perempuan muda. Itu semua dilakukan dengan alasan yang sangat kuat, yaitu karena penyakit yang diderita ibunya dan rahasia masa lalu hidup rumah tangga mereka.
Penolakannya terhadap setiap laki-laki yang mendekatinya sangat nampak.
Jingga pun juga menunjukkan sikap dinginnya terhadap Alvin, sang maskapai penerbangan yang terpikat dengan Jingga sejak pertama kali bertemu.
Tuntutan untuk bekerja secara professional sebagai seorang Pramugari membuat Jingga semakin matang dan dewasa. Jingga mengalami masa-masa yang berat dan ia merasa ditinggalkan oleh semua orang yang ia cintai. Bapak yang menikah lagi, Ibu yang meninggal karena sakit, Anya yang mendahuluinya karena kecelakaan, dan Puri yang tiba-tiba menghilang karena kehamilannya di luar nikah.
Tak disangka, setelah kepergian Anya, Jingga akhirnya bertemu dengan Bapak Gede Prabawa. Pak Gede adalah seorang guru spiritual baru Jingga. Bagi Jingga, Pak Gede adalah sosok Anya yang baru yang akan membantunya memahami kehidupannya dan tumpuan ketika ia sedang menghadapi masalah
Di akhir cerita diungkapkan bahwa Jingga bukanlah anak dari seseorang yang selama ini ia panggil Bapak. Banyak hal yang mengharukan, banyak rahasia masa lalu yang terungkap, dan banyak makna hidup yang Jingga peroleh selama ia memulai kariernya sebagai seorang Pramugari.
2. Data Riwayat Hidup Agung Webe
Nama lengkap : Agung Wibowo
Tempat tanggal lahir : Yogyakarta , 26 April 1973
Status : Menikah
Riwayat pendidikan :Psikologi , Neuro Sains dan Pemberdayaan Sumber Daya Manusia
Karya : Penulis buku yang sudah menerbitkan lebih dari 30 buku pemberdayaan diri. Apabila instansi atau perusahaan anda membutuhkan pelatihan-pelatihan seperti: Public Speaking,Service Excellent,Leader as a Coach (Leadership program) Communication Skill, Negotiation Skill Achieving, Peak Performance + OUTING, Training Need Analysis, Stress Management (Detox Emotion)WritingSkill