II. TINJAUAN PUSTAKA
5.2 Saran
5.2. Saran
1. Pengawasan iklan pangan perlu dilanjutkan pada media massa lainnya terutama media elektronik untuk memperoleh gambaran yang utuh terhadap kategori pelanggaran yang paling banyak terjadi. Hal ini berguna untuk memperkuat fungsi pengawasan yang dilakukan baik oleh pemerintah maupun konsumen serta edukasi terhadap konsumen itu sendiri.
2. Melakukan pengawasan iklan secara pre market yaitu melakukan penilaian terhadap iklan sebelum beredar/ditayangkan untuk menghindari terjadinya pelanggaran. Disamping hal tersebut juga untuk mengurangi ketidakpedulian produsen terhadap kepentingan konsumen serta kekurangtahuan dari pihak produsen/pengiklan mengenai peraturan perundang-undangan tentang iklan pangan.
3. Melakukan sosialisasi tentang peraturan perundang-undangan iklan pangan kepada konsumen termasuk pengetahuan tentang hak mereka sebagai pengguna produk yang diiklankan serta meningkat kesadaran , pengetahuan dan pendidikan konsumen dalam mengkonsumsi pangan yang dihasilkan produsen.
4. Pemerintah membuat aturan yang jelas terutama pada iklan yang memberikan klaim subyektif, sehingga memberikan kesamaan persepsi dalam menilai suatu iklan akibatnya penilaian lebih bersifat obyektif.
5. Pemerintah dalam hal ini Badan POM hendaknya melakukan pengawasan yang lebih intensif dan menyeluruh.
6. Meningkatkan koordinasi dengan instansi terkait dalam pengawasan iklan pangan.
DAFTAR PUSTAKA
[Depkes] Departemen Kesehatan Republik Indonesia. 1994 Peraturan Menteri Kesehatan RI Nomor 386 tahun 1996 tentang Pedoman Periklanan Obat Bebas, Obat Tradisional, Alat Kesehatan, Kosmetika, Perbekalan Kesehatan Rumah Tangga , Makanan dan Minuman, Jakarta
[Mensesneg RI] Menteri Sekretaris Negara Republik Indonesia. 1996. Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 7 tahun 1996 tentang Pangan. Jakarta: Mensesneg.
[Mensesneg RI] Menteri Sekretaris Negara Republik Indonesia. 1999. Undang-Undang Nomor 8 tahun 1999 tentang Perlindungan Konsumen. Jakarta: Mensesneg.
[Mensesneg RI] Menteri Sekretaris Negara Republik Indonesia. 2004. Peraturan Pemerintah Nomor 28 tahun 2004 tentang Keamanan, Mutu dan Gizi Pangan. Jakarta: Mensesneg.
[BPOM] Badan Pengawas Obat dan Makanan. 2004a. Keputusan Kepala Badan Pengawas Obat dan Makanan Republik Indonesia Nomor HK. 00.05.52.4321 tahun 2003 tentang Pedoman Umum Pelabelan Produk Pangan. Jakarta: BPOM.
[BPOM] Badan Pengawas Obat dan Makanan. 2004b. Keputusan Kepala Badan Pengawas Obat dan Makanan Republik Indonesia Nomor HK. 00.06.51.0475 tahun 2005 tentang Pedoman Pencantuman Informasi Nilai Gizi pada Label Pangan. Jakarta: BPOM.
[BPOM] Badan Pengawas Obat dan Makanan. 2005. Keputusan Kepala Badan Pengawas Obat dan Makanan Republik Indonesia Nomor HK. 00.05.1.52.0685 tahun 2005 tentang Ketentuan Pokok Pengawasan Pangan Fungsional. Jakarta: BPOM.
[BPOM] Badan Pengawas Obat dan Makanan. 2007. Keputusan Kepala Badan Pengawas Obat dan Makanan Republik Indonesia Nomor HK. 00.06.1.52.6635 tahun 2007 tentang Larangan Pencantuman Informasi Bebas Tambahan Pangan pada Label dan Iklan Pangan. Jakarta: BPOM. [Depkes RI] Departemen Kesehatan Republik Indonesia. 1998. Kumpulan
Peraturan Perundang-Undangan Bidang Makanan dan Minuman. Jakarta:
Depkes RI.
Sukmaningsih,I. 1997 Iklan Pangan Kaitannya dengan Hak dan Perlindungan Konsumen, Seminar Nasional Iklan Pangan dan Atisipasi Undang-Undang Nomor 7 tentang Pangan dan Peraturan Pemerintah Nomor 69 tahun 1999 tentang Label dan Iklan Pangan, Jakarta
Sumarwan,Ujang. 2006. Peningkatan Kesejahteraan Melalui Pemenuhan Hak atas Informasi. Orasi Guru Besar Tetap Ilmu Perilaku Konsumen, Fakultas Ekologi Manusia, Institut Pertanian Bogor, Bogor
Kurniawan,Hanif. 2008. Kajian Kesesuaian Iklan Produk Pangan di media massa terhadap peraturan perundang-undangan : Studi kasus pada harian Kompas, Republika, Koran Tempo, Pikiran rakyat dan Radar Bogor periode Agustus – Nopember 2007, Fakultas Teknologi Pertanian, Institut Pertanian Bogor, Bogor
LAMPIRAN 1
FORM PENILAIAN IKLAN PANGAN
Nama produk : ……….
Jenis produk : ………..
(lihat kategori pangan )
Jenis media : Cetak/elektrobik/luar ruang
Nama media : ……….
Tanggal terbit media : ………..
No Uraian Ya Tidak Penilaian
(MK/TMK)
Keterangan
I Iklan yang berkaitan dengan gizi, manfaat
kesehatan dan keamanan pangan
1 Apakah iklan pangan yang dicantumkan mencantumkan kata yang bermakna superlatif seperti "superlatif", "paling", "nomor satu",
"top", awalan "ter".
Apabila Ya, berarti iklan tersebut TMK
2 Apakah iklan pangan yang ditayangkan mencantumkan kata " satu-satunya " jika telah
ada produk pembandingnya. Apabila Ya, berarti iklan tersebut TMK
3 Apakah iklan pangan yang ditayangkan mencantumkan kata "jauh lebih " Kata " jauh lebih " kecuali apabila
dibandingkan dengan produknya sendiri dan pernyataan tersebut terukur serta bersifat objektif.
Apabila Ya, apakah dalam iklan tersebut disbanding
kan dengan produknya sendiri atau pernyataan tersebut terukur atau bersifat obyektif. Apabila Ya, iklan tersebut MK
4 Apakah iklan pangan yang ditayangkan mencantumkan kata "Aman "
Kata "aman", "tidak berbahaya", "tidak mengandung risiko" atau "tidak ada efek
samping" tanpa keterangan yang lengkap.
Apabila Ya, apakah tanpa keterangan lengkap. Apabila Ya, iklan tersebut TMK 5 Apakah iklan pangan yang ditayangkan
mencantumkan keterangan atau pernyataan bahwa pangan tersebut adalah sumber energi yang unggul dan segera memberikan kekuatan.
Apabila Ya, berarti iklan tersebut TMK
6 Apakah iklan pangan yang ditayangkan mencantumkan kata-kata higienis, sanitasi, Cara Produksi Pangan yang Baik dan hal-hal lain yang sudah merupakan keharusan dalam proses produksi.
Apabila Ya, berarti
mencantumkan keterangan-keterangan yang harus mendapatkan pembuktian secara ilmiah. Contoh : pencantuman DHA, gangliosida, lutein dll.
iklan tersebut TMK kecuali apabila pembuktian itu dapat diper
tanggung jawabkan
8 Apakah iklan pangan yang ditayangkan mencantumkan kata-kata, gambar dan janji-janji/jaminan.
Apabila Ya, berarti iklan tersebut TMK kecuali apabila pembuktian itu dapat dipertanggung jawabkan
9 Apakah iklan pangan yang ditayangkan mencantumkan klaim tanpa bahan tambahan
pangan
Apabila Ya, berarti iklan tersebut TMK 10 Apakah iklan pangan yang ditayangkan
mencantumkan bahwa sesuatu pangan dapat menyehatkan dan dapat memulihkan kesehatan.
Apabila Ya, berarti iklan tersebut TMK
11 Apakah iklan pangan yang ditayangkan mencantumkan keterangan-keterangan lain yang dapat menimbulkan gambaran yang menyesatkan pemahaman mengenai pangan yang bersangkutan
Apabila Ya, berarti iklan tersebut TMK
II Iklan Pangan yang mencantumkan
keterangan tidak benar dan menyesatkan, berkaitan dengan asal serta sifat bahan pangan
1 Apakah iklan pangan yang ditayangkan mencantumkan klaim " non-kolesterol"
Apabila Ya, iklan pangan tersebut TMK 2 Apakah iklan pangan yang ditayangkan
mencantumkan gambar buah, sayuran, daging dan lainnya
Gambar buah, sayuran, daging dan lainnya hanya boleh ditampilkan bila bahan tersebut merupakan bahan utama dalam ingredien pangan tersebut atau apabila berasal dari satu sumber
Contoh :
Gambar tomat dapat digunakan untuk mengiklankan pasta tomat.
Gambar ikan sardin dapat digunakan untuk
mengiklankan sardin kaleng.
Apabila Ya, apakah bahan tersebut merupakan bahan utama. Apabila Ya, iklan tersebut MK
3 Apakah iklan pangan yang ditayangkan mencantumkan kata "alami" ?
Perkataan tersebut hanya boleh digunakan untuk bahan mentah, yang tidak dicampur dan tidak diproses atau produk yang diproses secara fisika tetapi tidak merubah sifat dan
kandungannya.
Apabila Ya, apakah produk tersebut tidak dicampur atau diproses. Apabila Ya, iklan tersebut MK.
No Uraian Ya Tidak Penilaian
(MK/TMK) Keterangan
4 Apakah iklan pangan yang ditayangkan mencantumkan kata "Segar"
Perkataan segar hanya boleh digunakan untuk pangan yang tidak diproses, berasal dari suatu bahan dan menggambarkan pangan yang belum mengalami penurunan mutu secara
keseluruhan.
Kata segar juga boleh digunakan dalam kalimat atau ilustrasi yang tidak terkait secara langsung dengan pangan.
Contoh ; susu segar, daging segar, sayur segar Pemakaian kata segar dimaksudkan karena meminum minuman yang dingin.
5 Apakah iklan yang ditayanglan mencantumkan kata "murni" ?
Kata murni hanya boleh digunakan untuk bahan atau produk yang tidak ditambahkan sesuatu apapun.
Contoh : madu murni
Apabila Ya, apakah pada produk tersebut tidak ditambah kan sesuatu apapun. Apabila Ya, iklan pangan tersebut MK
6 Apakah iklan yang ditayangkan mencantumkan kata "Dibuat dari"
Hanya boleh digunakan bila produk yang bersangkutan seluruhnya terdiri dari satu bahan
Contoh : sari buah apel (dibuat dari buah apel)
Apabila Ya, apakah produk tersebut seluruhnya terdiri dari satu bahan. Apabila Ya, iklan pangan tersebut MK.
7 Apakah iklan pangan yang ditayangkan mencantumkan kata "dibuat dengan" atau "berisi"
Bila produk terdiri dari beberapa bahan maka dapat diiklankan " dibuat dengan " atau " berisi ". Diikuti dengan nama bahan.
kata "100 % ?
Kata 100 %, digunakan untuk produk pangan yang tidak ditambahkan/dicampur dengan bahan lain.
Contoh ;
100 % terbuat dari buah apel (sari buah apel).
produk tersebut tidak ditambah
kan/
dicampur dengan bahan lain.
9 Apakah iklan pangan yang ditayangkan mencantumkan teknologi pangan
Teknologi pangan tidak boleh diiklankan atau disangkut pautkan dengan iklan kecuali teknologi tersebut termasuk dalam kelompok jenis pangan dalam kategori pangan.
Apabila Ya, berarti iklan tersebut TMK
III Iklan pangan yang mengarah bahwa pangan
seolah-olah sebagai obat
Apakah iklan pangan yang ditayangkanpangan yang mengarah bahwa pangan seolah-olah sebagai obat
Apabila Ya, berarti iklan tersebut TMK
IV Iklan pangan mendiskreditkan atau
merendahkan baik secara langsung maupun tidak langsung pangan lain.
Apakah iklan pangan yang ditayangkan mencantumkan klaim yang melecehkan, mendiskreditkan atau merendahkan baik secara langsung maupun tak langsung pangan lain.
Apabila Ya, berarti
iklan tersebut TMK
V Iklan pangan yang mencantumkan
logo/pernyataan
1 Apakah iklan pangan yang ditayangkan mencantumkan pernyataan seseorang/testimoni yang menyatakan bahwa pangan berkhasiat dapat menyembuhkan penyakit/berindikasi sebagai obat
Apabila Ya, berarti
No Uraian Ya Tidak Penilaian (MK/TMK)
Keterangan
2 Apakah iklan yang ditayangkan memuat pernyataan dan atau menampilkan gambar laboratorium, nama logo atau identitas lembaga, termasuk lembaga yang melakukan analisi dan mengeluarkan sertifikat terhadap pangan.
Apabila Ya, berarti
iklan tersebut TMK
3 Apakah iklan yang ditayangkan mencantumkan logo halal bukan pada label.
Apabila Ya, berarti
iklan tersebut TMK
Hasil penilaian : MK/TMK (sebutkan kategori pelanggarannya)