BAB V. PENUTUP
5.2 Saran
5.2 Saran
Karena masih banyak kekurangan dalam penulisan ini, penulis berharap bagi pembaca yang ingin melakukan pekerjaan performance test khususnya pada
machine D3G. Ada beberapa saran dari penulis untuk mengembangkan alat
pekerjaan dan panduan pekerjaan yang telah dibuat oleh penulis :
1. Karena alat pekerjaan (pressure gauge) masih menggunakan nut untuk dipasangkan kesetiap pressure gauge, supaya dibuatkan quick coupler disetiap gauge, untuk memudahkan penggunaan alat pekerjaan (pressure
gauge).
2. Karena masih ada kekurang tools yaitu ET (electronic technician) tools dalam pekerjaan performance test penulis berharap dapat dilengkapi untuk pekerjaan performance test.
3. Karena masih banyak kekurangan pada supplies contamination control dibengkel alat berat berupa wypall, dan absorbent pada saat pekerjaan
performance test. Penulis berharap agar melengkapi supplies contamination control.
51
Daftar Pustaka
[1]Caterpillar. 2003. D3G introducing (AEHQ5555). USA : Caterpillar
Learning
[2]Caterpillar. 2001. technical presentation D3G/D4G/D5G Track Type
Tractor. USA : Caterpillar Learning
[3]Caterpillar. 2003. Occupational health and safety. Tullamarine Victoria
Australia : Asia Pacific Learning.
[4]Caterpillar. 2003. Literature. Tullamarine Victoria Australia : Asia Pacific Learning
[5]Caterpillar. 2003. workshop tools, Tullamarine Victoria Australia : Asia
52
LAMPIRAN 1
Standard Operating Procedure (SOP)
A. Visual inspection for track type tractor D3G 1. Check engine oil level [#2.1]
Gambar 1 pengambilan dipstick Tarik dipstick oil enginesecara perlahan dan hati-hati.
Gambar 2 pembersihan dipstick
Bersihkan dipstick pada saat pengambilan pertama, bersihkan dipstick menggunakan wypall atau kain majun yang bersih.
53 Gambar 3 pemasangan dipstick
Pasang kembali dipstick tunggu 10-15 detik, agar oli pada engine menempel pada dipstick dengan sempurna.
Gambar 4 pembacaan dipstick engine oil Tarik dipstick dan arahkan ujung dipstick ke bawah.
Gambar 5 dipstick
Lihat pengukuran level oli pada ujung dipstick pastikan oli masih berada pada posisi full “H”
Apabila kondisi oli berada pada posisi hampir mendekati “L” segera lakukan penambahan oli dengan oli yang direkomendasikan.
54 2. Check oil hydraulic level [#2.2]
Gambar 6 pemeriksaan level oli hidrolik
Level oli hidrolik berada pada bagian belakang kabin ooperator.
Gambar 7 pembacaan level oli hidrolik
Lihat posisi oli hidrolik dan pastikan oli masih berada pada tulisan “FULL’ pada gauge level oli hdrolik
Apabila oli berada pada posisi “ADD” lakukan penambahan oli hidrolik dengan oli yang telah direkomendasikan.
55 3. Check oil final drive level [2.3]
Gambar 8 final drive D3G
Posisikan plugoil level check final drive horizontal dan plug oil drain final
drive kebawah.
Gambar 9 melepas plug oil level check Lepas plug oil level check final drive dengan perlahan.
Gambar 10 melihat level oli final drive
Lihat oli pada final drive pastikan ada oli yang keluar dan tidak terlalu banyak.
56 Apabila oli terlalu banyak keluar sehingga hampir setengah lubang maka oli harus dikurangi, dan apabila tidak ada oli yang keluar maka perlu dilakukan penambahan oli final drive dengan oli yang telah direkomendasikan.
4. Check fuel tank [#2.4]
Gambar 11 gauge
Cara mengecek leve fuel di machine D3G melalui gauge yang ada pada kabin operator.
Gambar 12 fuel gauge
Lihat fuel gauge jika jarum gauge ke kanan maka fuel masih penuh.
Jarum pada fuel gauge menunjukkan kondisi level fuel semakin kekanan maka
57 5. Check coolant [#2.5]
Gambar 13 coolant indicator
Cara mengecek coolant melalui coolan indicator yang berada didepan engine dan menempel di top tank radiator.
Apabila ada terlihat cairan maka coolant masih ada dan apabila tidak ada terlihat cairan atau dibawah setengah perlu dilakukan panambahan coolant dengan
coolant yang telah direkomendasikan.
6. Check hiydraulic cylinder implement [#2.6]
Gambar 14 pemeriksaan cylinder hydraulic
Pemeriksaan secara visual untuk kebocoran dan kebengkokan pada rod
58 Gambar 15 pemeriksaan hose cylinder implement
Pemeriksaan pada hose cylinder implement untuk kebocoran dan kecacatan pada hose.
Apabila ditemukan kebocoran dan kecacatan pada hose atau rod segera laporkan pada customer atau atasan.
7. Track roller [#2.7]
Gambar 16 pemeriksaan track roller Periksa apakah ada track roller yang hilang.
Gambar 17 pemriksaan surface track roller
59 Laporkan kecustomer atau keatasan apabila terjadi kehilangan pada track roller atau adanya kerusakan dan kecacatan terjadi.
8. Master link [#2.8]
Gambar 18 pemeriksaan master link
Periksa master link apakah ada terjadi kerusakan atau kecacatan.
Laporkan kecustomer atau keatasan apabila terjadi kerusakan atau kecacatan terjadi pada master link.
9. Air filter primary and secondary [#2.9]
Gambar 19 melepas clamp air filter Lepas clamp dari cover air filter.
60 Gambar 20 melepas cover air filter
Lepas cover air filter.
Gambar 21 melepas primary air filter
Lepas primary air filter dan periksa primary air filter secara visual apakah ada kecacatan atau kerusakan yang terjadi.
Gambar 22 melepas secondary air filter
Lepas secondary air filter dan periksa secondary air filter secara visual apakah ada kecacatan atau kerusakan terjadi.
61 Gambar 23 membersihkan primary air filter
Bersihkan primary air filter jika diperlukan, bersihkan primary air filter dengan menyemprotkan udara bertekanan melalui dalam lubang primary
air filter, jangan menyemprot primary filter dari sisi luar karena dapat
menyebabkan kotoran terperangkap didalam filter.
Apabila ada kerusakan atau kecacatan pada primary & secondary air filter segera lakukan penggantian untuk menjaga agar engine tetap bekerja secara prima.
10. Wiring harness [#2.10]
Gambar 24 wiring harness ECM
Periksa secara visual wiring harness ECM apakah terjadi kerusakan atau kecacatan, bersihkan wiring jika terdapat kotoran.
62 Gambar 25wiring component
Periksa secara visual untuk wiring component yang lainnya.
Laporkan kecustomer atau keatasan apabila terdapat wiring yang mengalami kegagalan atau kerusakan.
11. Joystick [#2.11]
Gambar 26 pemeriksaan joystick implement
Periksa joysick implementdengan cara menggerakkan kesegalah arah lalu lepaskan joystick yang masih bagus akan langsung automatis ketengah dan pastikan joystick tidakstuck.
63 Gambar 27 pemeriksaan joystick travel
Periksa joystick traveldengan cara menggerakkan joystick kedepan kebelakang, kekiri, dan kekanan pastikan joystick tidak stuck.
Laporkan kecustomer dan keatasan apabila terjadi kerusakan atau kegagalan terjadi pada joystick.
12. Battery [#2.12]
Gambar 28 pemeriksaan battery
Periksa battery secara visual, apakah battery tidak kembung atau terjadi kerusakan pada battery dari segi visual.
64 Gambar 29 peemeriksaan kabel battery
Periksa kabel dan terminal pada battery apakah terjadi kerusakan atau terminal yang longgar, dan juga untuk membersihkan terminal apabila terdapat kotoran.
Laporkan kecustomer atau keatasan apabila terjadi kerusakan atau kecacatan pada battery.
13. System leak [#2.13]
Gambar 30 pemeriksaan kebocoran pada engine Periksa secara visual untuk kebocoran pada engine.
65 Gambar 31 pemeriksaan kebocoran pada system hydraulic
Periksa secara visual pada system hydraulic apakah terjadi kebocoran Laporkan kecustomer dan keatasan apabila terjadi kebocoran atau kecacatan yang terjadi pada komponen yang ada di machine D3G.
B. Performance test for track type tractor DG3 1. Engine speed [#1.1]
Gambar 32 engine speed rpm
Untuk mengetahui rpm pada engine menggunakan tool tachometer dengan menembakkan sinar laser tachometer ke komponen yang digerakkan langsung oleh engine contoh : pulley, fan, belt dll.
66 o Low idle [#1.1.1]
Gambar 33 low idle rpm Setting trhotle speed pada posisi low idle.
Tembakkan laser tachometer dan baca hasil pada display tachometer. o High idle [#1.1.2]
Gambar 34 high idle rpm Setting trhotle speed pada posisi high idle.
Tembakkan laser tachometer dan baca hasil pada display tachometer. 2. Hydraulic performance checks [#2.1]
Gambar 35 hydraulic performance checks
Pengetesan pada langkah ini untuk mengetahui kondisi cycle time pada unit D3G dengan menghitung waktu pergerakkan implement.
67 o Tilt cylinder speed (full tilt right to full tilt left) [#2.1.1]
Gambar 36 tilt cylinder speed test Posisikan tilt cylinder full tilt right standby. Posisikan throtle pada high idle rpm.
Gerakkan tilt cylinder of full tilt right to full left bersamaan dengan
stopwatch.
Baca hasil perhitungan stopwatch.
o Lift cylinder speed (ground to fully raised) [#2.1.2]
Gambar 37 lift cylinder speed test Posisikan lift cylinder ground standby.
Posisikan throtle pada high idle rpm.
Gerakkan lift cylinder ground to fully raised bersamaan dengan stopwatch. Baca hasil perhitungan stopwatch.
68 Gambar 38 angle cylinder speed test
Posisikan angle cyllinder full angle right stanby. Posisikan throtle pada high idle rpm.
Gerakkan angle cylder full angle right to full angle left bersamaan dengan
stopwatch.
Baca hasil perhitungan stopwatch. 3. Implement hydraulic system [#3.1]
Gambar 39 implement hydraulic system test
Pengetesan pada langkah ini untuk mengetahui kondisi system hydraulic pada implement, pengetesan dilakukan menggunakan tools pressure gauge dan tachometer.
69 o Relief valve (main) test [#3.1]
Gambar 40 pressure tap no.6
Pasang pressure gauge pada pressure tap no.6 untuk pengetesan
implement pressure.
Gambar 41relief valve (main) test Setting rpm pada posisi mplement stall.
Baca hasil dari pressure gauge dan tachometer. o Implement test (low idle)
Gambar 42 implement low idle test Posisikan throttle speed pada posisi low idle. Baca hasil dari pressure gauge dan tachometer.
70 o Implement test (high idle) [#3.1.3]
Gambar 43 implement high idle test Posisikan throtle speed pada posisi high idle. Baca hasil dari pressure gauge dan tachometer. 4. Power train system [#4.1]
Gambar 44 machine D3G
Pengetasan pada power train bertujuan untuk mengetahui kondisi dari
71 o Charge oil pressure (front pump)
Gambar 45 pressure tap no.4
Pasang pressure gauge pada pressure tap no.4 untuk mengetes charge oil
pressure (front pump).
o Charge oil pressure front pump (low idle) [#4.1.1]
Gambar 46 charge oil pressure front pump (low idle) Posisikan throtle speed pada posisi low idle.
72 o Charge oil pressure front pump (high idle) [#4.1.2]
Gambar 47 charge oil pressure front pump (high idle) Posisikan throtle speed pada posisi high idle.
Baca hasil pressure gauge dan tachometer o Charge oil pressure (rear pump)
Gambar 48 pressure tap no.3
Pasang pressure gauge pada pressure tap no.3 untuk mengukur charge oil
73
o Charge oil pressure rear pump (low idle) [#4.1.3]
Gambar 49 charge oil pressure rear pump (low idle) Posisikan throtle speed pada posisi low idle.
Baca hasil pressure gauge dan tachometer.
o Charge oil pressure rear pump (high idle) [#4.1.4]
Gambar 50 charge oil pressure rear pump (high idle) Posisikan throtle speed pada posisi high idle.
74 o Cooling loop pressure
Gambar 51 pressure tap no.8 Pasang pressure gauge pada pressure tap no.8 o Cooling loop pressure (low idle) [#4.1.5]
Gambar 52 cooling loop pressure low idle Posisikan throtle speed pada posisi low idle.
75
o Cooling loop pressure (high idle) [#4.1.6]
Gambar 53 cooling loop pressure high idle Posisikan throtle speed pada posisi high idle.
Baca hasil pressure gauge dan tachometer. o Parking brake oil pressure
Gambar 54 pressure tap no.7
Pasang pressure gauge pada pressure tap no.7 untuk mengetes parking
76 o Brake switch
Gambar 55 brake switch
Tekan brake switch ketika akan mengukur tekanan parking brake untuk membuka aliran.
o Parking brake oil pressure (low idle) [#4.1.7]
Gambar 56 parking brake oil pressure low idle Posisikan throtle speed pada posisi high idle.
77 o Parking brake oil pressure (high idle) [#4.1.8]
Gambar 57 parking brake oil pressure (high idle) Posisikan throtle speed pada posisi low idle.
UNIT LOCATION : MHK17226 INSPECTOR : DOSEN PEMB. : SMU :
TRACK-TYPE TRACTOR D3G
Status of the Machine
Monitor & Repair TIME :
DATE :
POLITEKNIK NEGERI PADANG
08.00 s/d 16.00 wib
9-Sep-17
The status recommendation of your Track-Type Tractor is:
Citra Yolanda Perdana
Hanif St,Mt 704.3 H SERIAL NUMBER : MODEL : ENGINE S/N : BYR01771 3046
POLITEKNIK NEGERI PADANG
1
HANIF ST,MT TIME : 08.00 s/d 16.00 wib
ENGINE S/N : MHK17226 SMU: 704.3 H DATE :
2
TECHNICAL REPORT
water coolant yang sudah mengalami perubahan warna
diakibatkan kontaminasi
seal O-ring dibagian lift cylinder sebelah kiri yang sudah fatique dan banyak kontaminasi yang menumpuk pada ujung
sisi seal yang mengindikasikan seal dalam kondisi bocor
seal O-ring dibagian lift cylinder sebelah kanan yang sudah fatique dan banyak kontaminasi yang menumpuk pada ujung
sisi seal yang mengindikasikan seal dalam kondisi bocor rekomendasi : untuk dilakukannya flushing dan mennganti air
coolant
rekomendasi : untuk melakukan penggantian pada O-ring
seal
SERIAL NUMBER : BYR01771 INSPECTOR : CITRA YOLANDA P UNIT LOCATION :
9-Sep-17
MODEL : 3046 DOSEN PEMB. :
DESCRIPTION
3
No. PART
seal O-ring pada hose lift cylinder sebelah kiri terindikasi
mengalami kebocoran
rekomendasi : untuk melakukan penggantian pada O-ring
seal
rekomendasi : untuk melakukan penggantian pada O-ring seal
5 4
6
seal O-ring pada hose lift cylinder sebelah k anan terindikasi mengalami kebocoran
Air indicator yang mengalami keretakan
11
rekomendasi : agar dilakukan troubleshooting untuk mencari akar masalah dari permasalahan yang terjadi di rpm engine terjadi penurunan pada engine low idle rpm sebesar 22.9 rpm
10
rekomendasi : untuk dilakukan monitoring agar kenaikan tidak berlanjut
terjadi kenaikan tekanan pada implement pressure (high idle)
9
rekomendasi : untuk dilakukan penyetelan agar nilai tekanan
relief valve (main) kembali ke nilai spesifikasinya relief valve (main) terjadi penurunan tekanan sebesar 90 psi
6
Air indicator yang mengalami keretakan
rekomendasi : untuk melakukan penggantian air indicator
7
8
secondary air filter yang mengalami kerusakan (penyok)
cooling loop pressure low idle melewati batas maksimal 29 ±
15 psi
rekomendasi : untuk melakukan monitoring secara berkala rekomendasi : melakukan penggantian secondary air filter