• Tidak ada hasil yang ditemukan

Sarana dan Prasarana Desa Kelambir Lima Kebun

HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN 4.1 Deskripsi Lokasi Penelitian

4.2 Sarana dan Prasarana Desa Kelambir Lima Kebun

Sarana dan prasarana adalah satu hal yang tidak dapat dipisahkan.

Menurut KBBI, sarana adalah segala sesuatu yang dapat dipakai sebagai alat

yang merupakan penunjang utama terselenggaranya suatu proses (usaha, pembangunan, proyek dan sabagainya). Begitu juga seperti di Desa Kelambir Lima Kebun baik atau buruknya sarana dan prasarana di desa ini pasti akan berdampak pada aktivitas warga desa setempat.

Adapun sarana dan prasarana yang ada di Desa Kelambir Lima Kebun adalah sebagai berikut:

4.2.1 Sarana Kesehatan

Desa Kelambir Lima Kebun Kecamatan Hamparan Perak terdapat di dalamnya sebuah sarana kesehatan, sarana pendidikan, sarana transportasi, sarana olah raga dan tempat ibadah. Sarana kesehatan pada Desa Kelambir Lima Kebun pada tahun 2006 hanya tersedia 1 unit RSB, 2 unit Poliklinik, 2 orang Dukun Bayi dan 6 Paramedis. Namun pada tahun 2018 terjadi perkembangan pada sarana dan prasarana kesehatan di Desa Kelambir Lima Kebun. Jumlahnya bertambah.

Sarana dan prasarana kesehatan pada desa ini mulai memadai dengan adanya Puskesmas Pembantu berjumlah 2 unit, Posyandu 9 unit, 11 Dokter/Bidan Praktek/Klinik dan 2 unit sarana kesehatan lainnya.

Tabel 4.7 Sarana Kesehatan Pada Desa Kelambir Lima Kebun Tahun 2018

No Sarana Kesehatan Jumlah (Unit)

1 Puskesmas Pembantu 2

2 Posyandu 9

3 Dokter/Bidan Praktek/Klinik 11

4 Lain-lain 2

Sumber: Kantor Kepala Desa Kelambir Lima Kebun (2018)

4.2.2 Sarana Pendidikan

Salah satu amanat yang diemban pemerintah menurut UUD 1945 adalah upaya untuk mencerdaskan kehidupan bangsa. Pentingnya pendidikan dikarenakan pendidikan merupakan salah satu sarana untuk meningkatkan kecerdasan dan keterampilan manusia, sehingga Sumber Daya Manusia (SDM) sangat tergantung dari pendidikannya. Dengan SDM yang ada baik dari segi kualitas dan kuantitas yang diharapkan menjadi motor penggerak dan pelaksanaan pembangunan di Desa Kelambir Lima Kebun. Peningkatan ini harus didukung oleh tersedianya sarana pendidikan yang baik dan memadai.

Pada tahun 2006 terdapat 9 bangunan sekolah di Desa kelambir Lima Kebun yang terdiri dari 7 Sekolah Dasar (SD) yang terbagi lagi menjadi 4 Sekolah Dasar Negeri dan 3 Sekolah Dasar Swasta, 1 Sekolah Menengah Pertama (SMP) yang hanya berstatus Swasta saja, dan 1 Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) berstatus Swasta. Kemudian pada tahun 2018 di Desa Kelambir Lima Kebun bangunan sekolah bertambah lagi menjadi 39 bangunan sekolah seperti 15 Taman Kanak-kanak (TK), 13 Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD), 7 Sekolah Dasar (SD), 2 Sekolah Menengah Pertama (SMP), 1 Sekolah Menengah Atas (SMA) dan 1 Sekolah Menengah Kejuruan (SMK). Tidak seluruhnya sekolah di desa ini berstatus negeri, ada juga swasta.

Tabel 4.8 Sarana Pendidikan Pada Desa Kelambir Lima Kebun Tahun 2018

No Sarana Pendidikan Jumlah (Unit)

1 TK 15

2 TPA 13

3 SD 7

4 SMP/Amaliyah 2

5 SMA, SMK/Amaliyah 1

Sumber: Kantor Kepala Desa Kelambir Lima Kebun (2018)

4.2.3 Sarana Prasarana Transportasi

Hal mengenai sarana prasarana transportasi pada Desa Kelambir Lima Kebun juga sudah memadai. Banyak angkutan umum yang melintasi desa ini seperti angkutan umum berwarna putih MRX, angkutan umum KPUM berwarna kuning nomor 40 dan 67 serta angkutan atau kendaraan online Gojek dan Grab juga sampai di desa ini sehingga warga tidak merasa kesulitan untuk bepergian ke suatu tempat.

Penduduk desa ini sudah banyak yang memiliki sepeda, sepeda motor, mobil juga truk. Untuk pemilik transportasi jenis sepeda ada 1.713 jiwa, yang memiliki sepeda motor 4.828 jiwa, yang memiliki mobil 238 jiwa dan truk 20 jiwa yang memilikinya. Di Desa Kelambir Lima Kebun juga banyak penduduk yang memiliki betor atau becak motor yang biasanya dipergunakan setiap harinya untuk memulung, mengangkut barang-barang bekas dan lainnya. Ketika hendak keluar dari rumah, para warga desa menggunakan betor ini untuk memulung, sebagai wadah menampung barang-barang hasil mulung, sebagai wadah tempat mengangkut sisa-sisa makanan dari restoran atau rumah makan untuk pakan ternak, untuk mengangkut galon air depot oleh pengusaha air depot dan lain sebagainya.

4.2.4 Sarana Olah Raga

Menurut Menteri Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal dan Transmigrasi (Mendes PDTT) Eko Putro Sandjojo dalam wawancara detiksport pada 2018, Sarana olah raga merupakan wadah untuk para generasi muda di desa bisa berkumpul dan berlatih olah raga sesuai dengan bakatnya masing-masing. Pada Desa Kelambir Lima Kebun terdapat juga sebuah sarana olah raga seperti

lapangan sepak bola 14 unit, lapangan bulu tangkis 22 unit, lapangan bola voli 6 unit dan lapangan tenis sebanyak 3 unit. Sore hari olah raga paling sering dimainkan oleh pemuda di Desa Kelambir Lima Kebun ini yaitu sepak bola dan bulu tangkis lalu kemudian para ibu-ibu, bapak-bapak serta anak-anak banyak berkumpul untuk menyaksikan pemuda desa memainkan cabang olah raga tersebut.

Tabel 4.9 Sarana Olah Raga Pada Desa Kelambir Lima Kebun Tahun 2018

No Sarana Olah Raga Jumlah (Unit)

1 Lapangan Sepak Bola 14

2 Lapangan Bulu Tangkis 22

3 Lapangan Bola Voli 6

4 Lapangan Tenis 3

Sumber: Kantor Kepala Desa Kelambir Lima Kebun (2018)

4.2.5 Tempat Ibadah

Mengenai tempat ibadah pada Desa Kelambir Lima Kebun saat ini tersedia lengkap dan memadai. Dahulu pada tahun 2006, Desa Kelambir Lima Kebun hanya memiliki dua tempat ibadah saja yaitu Masjid dan Mushola. Masjid 4 unit dan Mushola 16 unit. Namun seiring berjalannya waktu, tempat ibadah pada desa ini mengalami peningkatan. Tahun 2018 tempat ibadah seperti Masjid bertambah jumlahnya menjadi 5 unit, Mushola 22 unit, kemudian sudah ada Gereja 3 unit dan Klenteng 1 unit.

Tabel 4.10 Tempat Ibadah Pada Desa Kelambir Lima Kebun Tahun 2018

No Tempat Ibadah Jumlah (Unit)

1 Masjid 5

2 Mushola 22

3 Gereja 3

4 Klenteng 1

5 Vihara -

Sumber: Kantor Kepala Desa Kelambir Lima Kebun (2018)

Dari hasil pengamatan dan wawancara antara peneliti dengan Kepala Lingkungan Dusun XIX, Bapak Alvon Jorri Marbun, bahwa di Dusun XIX sendiri ada beragam jenis nama Gereja yang ada di lingkungan tinggalnya seperti Gereja GBI (Gereja Bethel Indonesia), Gereja HKBP (Huria Kristen Batak Protestan), Gereja Adven dan Gereja Pentakosta.