• Tidak ada hasil yang ditemukan

HASIL DAN PEMBAHASAN

4. Sarana dan Prasarana

Lokasi peternakan ayam broiler kandang Geledug memiliki beberapa sarana penunjang seperti bangunan kandang, gudang pakan, gudang peralatan, mess karyawan, tendon air, dan berbagai peralatan operasional lainnya.

a. Bangunan kandang

Kandang yang didirikan menggunakan campuran bahan bambu dan kayu dengan atap menggunakan genting dan campuran asbes. Bahan tersebut digunakan untuk menjaga suhu kandang tetap sejuk apalagi saat

siang hari. Disekeliling kandang diberi terpal untuk menahan angin di malam hari serta mengatur sirkulasi udara. Bangunan ada yang dibuat panggung dan portal. Kandang jenis panggung digunakan pada kandang yang letak tanah miring.

b. Gudang pakan

Gambar 6 Gudang pakan

Gudang pakan pada setiap masing-masing kandang mempunyai tempat penyimpanan sendiri yang dekat dengan kandang. Tujuannya untuk mempermudah dalam pemberian pakan sehari-hari. Namun dalam pembelian pakan atau sapronak lain produsen memberikan sekaligus dalam jumlah banyak. Maka adanya gudang sebagai penampung semua diperlukan untuk menjaga agar lebih awet dan terjaga kualitasnya. Gudang besar tempat menampung sapronak dapat dilihat pada Gambar 6.

c. Mess karyawan

Gambar 7 Mess kepala kandang dan anak kandang

Tempat tingga karyawan atau anak kandang dibangun di dekat kandang ayam. Hal tersebut untuk memudahkan dalam mengontrol ayam setiap harinya. Apalagi ketika adanya DOC masuk, masa-masa pemeliharaan DOC yang masih rentan, pemeliharaan setiap harinya tambahan pakan atau lainnya, dan menjaga pada saat sebelum panen yang

sering terjadinya kemalingan. Mess kepala kandang maupun anak kandang dapat dilihat pada Gambar 7.

d. Tendon air

Gambar 8 Tendon air

Tendon air digunakan untuk mencukupi kebutuhan air bagi ayam selama proses pembesaran. Setiap masing-masing kandang mempunyai tendon air sendiri yang terhubung ada sumur bor sebagai sumber mata air. Perawatan tendon maupun selang dilakukan setiap selesai panen. Gambar tendon yang digunakan PPC dapat dilihat pada Gambar 8.

e. Sarana lain

Selain sarana dan prasarana di atas, masih ada sarana lain sebagai penunjang pemeliharaan ayam broiler. Penggunaan peralatan lain yang penggunaannya untuk kedua kandang adalah penggunaan termometer dan timbangan. Termometer digunakan untuk mengontrol suhu di kandang agar tetap seimbang dan sebagai penentu dalam penambahan pemanas atau kipas bagi ayam broiler.

 Sarana lain kandang open house

Gambar 10 Cerobong batu bara dan gasolec

Peralatan penghangat utama pada ayam broiler kandang terbuka adalah dengan menggunakan gasolec. Namun penggunaan gasolec jangkauan panasnya terlalu sempit hanya sekitar 4 m sehingga ayam tidak menerima panas yang merata. Perlu adanya tambahan panas jika terjadi suhu atau keadaan yang terlalu dingin. Penggunaan cerobong batu bara dinilai cukup ekonomis dibandingkan dengan penambahan gasolec, karena biaya gas elpiji yang akan besar.

Gambar 11 Kipas ruangan

Kipas merupakan salah satu peralatan yang ada pada kandang open house. Alat ini digunakan sebagai penambah kesejukan dalam kandang saat keadaan sekitar panas. Ini biasanya diperlukan ayam yang berada pada umur sekitar 2 minggu hingga panen karena ayam pada umur tersebut memerlukan udara yang dingin.

Gambar 12 Alat pakan dan tempat minum

Tempat pakan yang digunakan pada kandang open house

menggunakan 2 ukuran tempat pakan yaitu ukuran 5 kg dan 10 kg. Tempat pakan tersebut disesuaikan dengan umur pada ayam. Tempat minum yang digunakan oleh kandang open house telah menggunakan sistem otomatis dengan penggunaan penyedot langsung yang akan langsung keluar pada selang dan tabung minum. Tempat minum otomatis telah digunakan dari penggunaan tempat minum yang sederhana yang penggunaannya tidak efisien.

 Sarana lain kandang closed house

Gambar 13 Heater dan fan

Penggunaan kandang tunnel ventilation perlu adanya penggunaan bantuan heater dan fan. Kedua peralatan tersebut untuk kandang dalam pengaturan suhu yang sesuai dengan suhu ayam tersebut. Kedua peralatan tersebut dikontrol menggunakan tempron dan alat pengatur kipas, sehingga peternak dapat dengan mudah mengatur suhu yang diperlukan kemudian kipas dan fan akan berjalan sesuai dengan pengaturan tersebut.

Gambar 14 Tempat pakan dan tempat minum

Tempat pakan yang digunakan pada kandang tertutup sama dengan tempat pakan yang digunakan pada kandang tertutup. Tempat pakan tersebut cukup efisien dan sudah merupakan tempat pakan yang dimodifikasi dari tempat pakan sebelumnya. Ketepatan peralatan pada kandang tertutup dapat dilihat pada tempat minum yang digunakan,

5. Luasan Produksi

Peternakan ayam PPC kandang Geledug merupakan peternakan pembesaran ayam dengan hasil output ayam broiler dan pupuk kandang. Daya tampung pemeliharaan maksimal yang mampu dipelihara kandang Geledug adalah 60 000 ekor ayam. Kapasitas tersebut dibagi menjadi 10 kandang yang terdiri dari dua kandang closed house dan delapan open house. Tenaga kerja yang dimiliki ada 13 orang yaitu satu kepala kandang, satu kebersihan, satu keamanan, dan 10 anak kandang. Kandang Geledug memiliki luasan tanah untuk kandang dan keperluan bangunan lainnya seluas 2 hektar.

Kandang mulai dibuka (panen) setelah pemeliharaan kurang lebih 28 hingga 34 hari. Panen ayam dimulai dari permintaan bobot ayam dari pihak pedagang, sehingga waktu panen lama. Pada umur 28 hari ayam sudah mencapai bobot 1.4-1.5 kg, pada hari ke 34 bobot bisa mencapai bobot 2.4 kg. Secara menyeluruh,masa panen ayam broiler PPC rata-rata pada hari ke 31 dengan berat rata-rata sekitar 2 kg. Setelah masa panen, kandang dibersihkan dan dikosongkan kurang lebih selama 3 minggu. Masa kosong kandang berguna untuk menghilangkan bakteri maupun virus dengan penyemprotan disinfektan pada kandang. Sehingga perlu waktu 2 bulan PPC mulai pengisian DOC hingga kandang siap untuk pengisian kembali. Maka dalam satu tahun PPC berproduksi selama enam kali produksi.

Luasan masing-masing kandang berbeda-beda tergantung letak tanah dan kapasitas ayam. Luasan masing-masing kandang adalah 45 x 7.5 meter, 60 x 7.5 meter, 73 x 8 meter, 95 x 8 meter, 70 x 7.5 meter, 23 x 7.5 meter, kandang 7 sampai 9 luasannya sama yaitu 36 x 7 meter, dan terakhir 21 x 7 meter. Total luasan kandang sebagai tempat pembesaran ayam broiler adalah 3 692 meter persegi. Denah kandang Geledug dapat dilihat pada Lampiran 1. Jenis penggunaan masing-masing kandang berbeda tergantung bentuk tanah. Lokasi kandang yang berbukit mengakibatkan pihak PPC mendirikan kandang bentuk panggung yang letak tanahnya miring dan kandang portal pada tanah rata. Penelitian ini menggunakan kandang 1, 3, 7,

8, dan 9 sebagai kandang terbuka dan kandang 4 sebagai kandang tertutup. Perbedaan jumlah kandang yang diteliti berdasarkan atas jumlah populasi yang sama yaitu sebesar 18 000 ekor.

Hasil Kelayakan Aspek Teknis

Hasil analisis aspek teknis pada usaha pembesaran ayam broiler PPC dapat disimpulkan layak. Analisis teknis pada PPC sudah baik dari letak peternakan dengan bahan baku, pasar yang dituju, tenaga istrik dan air, transportasi. Sesuai performa kandang close house dapat dikatakan lebih baik daripada kandang open house dengan kriteria teknis hasil pembesaran ayam broiler. Selain itu penggunaan teknologi yang sesuai, sarana dan prasarana serta luasan produksi ayam terhadap kandang selama ini oleh PPC sudah dijalankan dengan cukup.

Aspek Manajemen dan Hukum

Aspek manajemen dianalisis untuk melihat kegiatan operasional peternakan berjalan dengan baik oleh pemilik. Manajemen berfungsi untuk aktivitas perencanaan, pengorganisasian, pelaksanaan, dan pengendalian usaha dalam pengelolaan kegiatan peternakan. Aspek ini terkait dengan operasional kegiatan pemeliharaan ayam broiler.

Peternakan kandang Geledug merupakan peternakan yang dengan kepemilikan perusahaan CV Perdana Putra Chicken. Pemeliharaan kandang sepenuhnya dilakukan oleh Bapak Dawari sebagai kepala kandang yang membawahi 10 orang anak kandang. Setiap aktivitas teknis peternakan, kepala kandang perlu membahasnya dengan anak kandang. Tiap-tiap wilayah mempunyai koordinator wilayah (korwil) masing-masing yang mengawasi keadaan kandang dan menjadi technical service. Korwil akan melaporkan apabila ada masalah operasional kepada kepala produksi yang kemudian baru laporan ke perusahaan. Tahap-tahap tersebut harus diikuti sehingga tidak semua masalah yang ada di lapang tidak langsung ke perusahaan. Pengaturan organisasi PPC sudah cukup baik karena tidak semua masalah masuk langsung ke perusahaan namun lewat koordinator wilayah dahulu.

Pada struktur organisasi bagian CV Perdana Putra Chicken didalamnya termasuk dalam struktur yang berbeda. Dalam internal perusahaan dibagi kembali yang terdiri dari beberapa bagian. Bagian keuangan, bagian kandang, pengelolaan sapronak, dan hubungan ke unit lain dalam satu manajemen PPC.

Anak kandang yang mendaftar bekerja selalu ditempatkan di wilayah lain dahulu untuk menghindari adanya kecurangan dalam bekerja. Anak kandang harus tinggal di kandang untuk beberapa waktu sebelum ditempatkan tetap. Anak kandang yang bermasalah akan dikeluarkan dan diganti dengan anak kandang baru. Syarat bekerja di PPC adalah rajin, taat, dan tidak curang.

Manajemen pemeliharaan pada kandang open house dan kandang

close house tidak jauh berbeda. Manajemen perkandangan dilakukan dengan 1. Pembersihan dan penyemprotan disinfektan kandang untuk mengurangi penyakit yang mungkin menempel pada kandang. Proses ini dilakukan sebelum chick in.

2. Kandang yang telah siap, sebelum DOC masuk perlu adanya persiapan air gula yang diberikan selama 2 jam. Pemberian air gula berguna untuk memberikan tenaga kembali ke ayam setelah perjalanan ke kandang.

3. DOC yang baru masuk ditempatkan pada chick guard, tujuannya agar ayam tetap hangat. Berbentuk lingkaran yang dibatasi oleh seng

Chick guard kandang terbuka dan tertutup bentuknya berbeda. Pada kandang tertutup berbentuk oval karena jangkauan gasolec atau pemanas pada kandang hanya terbatas sehingga bentuk oval lebih diterapkan PPC supaya hangatnya lebih merata. Sedangkan kandang tertutup bentuknya kotak atau lingkaran akibat adanya pemanas yang digunakan dapat menyeluruh ke seluruh kandang. Setiap 2 hari sekali seng diperlebar dan pada hari ke 12 sudah tidak lagi ada pembatas.

4. Pemberian pakan terdiri dari 3 macam jenis pakan, yaitu frestarter, crumble dan pellet. Pakan yang diberikan pada kandang terbuks msupun tertutup sama saja.

5. Seleksi pertumbuhan. Proses ini untuk memisahkan ayam dengan ukuran kecil. Ayam yang pertumbuhannya kurang ditaruh ke tempat yang berbeda. Hal ini dilakukan agar saat panen ayam yang ukuran kecil tidak mengakibatkan hasil akhir yang kurang baik.

6. Pengaturan ventilasi. Kandang open house, awal DOC hingga sekitar umur 2 minggu terpal ditutup rapat dan menggunakan bantuan alat

CV Perdana Putra Chicken

Kepala produksi

Koordinator Wilayah

Kepala Kandang

Anak Kandang

pemanas untuk menjaga suhu agar tetap hangat. Setelah 2 minggu, terpal dibuka dan udara dibiarkan masuk bebas tanpa ada penyaring. Kandang closed house, konstruksi awal sudah tertutup rapat sekeliling kandang, hanya untuk sirkulasi menggunakan lunbang inlet dan pengaturannya tergantung umur ayam. Umur ayam semakin lama memerlukan udara yang cukup banyak, sehingga inlet juga akan terbuka dengan lebih lebar daripada pada masa awal. Secara umum, pemeliharaan ayam dengan kandang open house dan

closed house teknisnya sama. Namun bobot hasil ayam yang akan diperoleh lebih besar pada kandang closed house. Pada masa brooding, pengaturan kehangatan untuk ayam, kedua kandang telah diberikan dengan baik dengan adanya tambahan pemanas bagi ayam. Menurut hasil wawancara, pada hari ke 2 minggu, ayam akan mengalami pertumbuhan yang berbeda. Kandang tertutup pertumbuhannya bobotnya besar. Hal ini karena adanya ventilasi yang baik pada kandang tertutup sehingga kenyamanan ayam lebih bagus. Kenyamanan pada ayam akan berpengaruh pada pakan, kematian

Berdirinya Perdana Putra Chicken sekitar tahun 1989 oleh Bapak Tri sudah dijalankan secara terstrukutur. Perencanaan dan tekat yang kuat dari Bapak Tri, maka dari awal berdiri Perdana Putra Chicken sudah menjadi usaha dengan berbadan hukum Perserikatan Komanditer (CV). Legalitas usaha yang dijalankan oleh PPC telah memenuhi syarat hukum dan perijinan usaha yang tercantum dalam Badan Perindustrian dan Perdagangan. Surat perijinan disimpan oleh Bapak Tri sebagai pendiri, selama ini kelengkapan surat ijin disimpan oleh pemilik beserta surat berharga lainnya. Selain perlunya ijin perusahaan ke pemerintahan pusat, usaha peternakan perlu melakukan perijinan dengan masyarakat dan pemerintahan setempat yang dijadikan. Perijinan terhadap lingkungan masyarakat dilakukan PPC dengan cara kekeluargaan. Hasilnya ijin dengan pendirian yang cukup jauh dari pemukiman warga. Ijin lingkungan tersebut harus dilakukan oleh PPC karena pendirian kandang berada di lingkungan masyarakat.

Hasil Kelayakan Aspek Manajemen dan Hukum

Dalam analisis kandang PPC aspek manajemen dan hukum, usaha ini dapat dikatakan layak. Pada aspek manajemen, pihak PPC sudah mengorganisasikan struktur kerja TK sesuai. Manajemen kandang dengan terbuka dan tertutup sama-sama layak. Pada aspek hukum, perijinan pada pemerintah pusat maupun daerah dan masyarakat telah dilakukan dan mendapat perijinan semua pihak.

Aspek Sosial dan Lingkungan

Pendirian kandang peternakan ayam broiler mempunyai dampak positif dan negatif bagi masyarakat. Pada masa pembesaran hingga panen, ayam menghasilkan kotoran yang menjadi sumber bau dan lalat. Bau dan lalat merupakan dampak negatif yang ditimbulkan oleh usaha pembesaran ayam broiler dan dirasakan oleh masyarakat. Selain dampak negatif,

peternakan ayam broiler PPC mempunyai dampak positif. Dampak positif yang dirasakan masyarakat adalah meningkatnya kesejahteraan masyarakat dengan adanya tambahan lapangan kerja akibat adanya pendirian kandang. Namun ada syarat lingkungan yang ditetapkan oleh PPC yaitu mempekerjakan masyarakat dengan syarat yang ditentukan pihak perusahaan seperti yang telah dijabarkan dalam aspek manajemen.

Kandang open house

Aspek lingkungan yang terjadi pada kandang ini adalah adanya lalat dan bau. Munculnya saat adanya turun sekan (kegiatan mengeluarkan sekam dari kandang) dan saat masa panen. Selain pada saat masa tersebut, lalat juga mulai bermunculan pada saat ayam umur 2 minggu. Hal ini menyebabkan lingkungan banyak lalat hingga ke pemukiman masyarakat. Penanggulangan dari pihak kandang adalah dengan pemberian kapur untuk mengusir lalat dengan secara gratis.

Gambar 16 Dampak negatif berupa lalat Kandang closed house

Munculnya lalat dan bau dari peternakan terjadi pada semua peternakan ayam broiler. Masalah ini juga terjadi pada kandang closed house. Namun munculnya lalat tidak seperti pada kandang open house, lalat muncul saat masa panen saja. Menghindari timbulnya permasalahan dengan masyarakat akibat adanya dampak lalat, pihak kandang selalu memberikan obat pengusir lalat. Setiap masyarakat yang terkena akibat setiap saat dapat mengambil obat ke kepala kandang secara gratis. Selain dengan munculnya lalat, adanya tambahan kipas pada kandang closed house dan memberikan polusi udara sekitar kandang.

Pihak kandang memberikan penanganan dengan cara pemberian jaring-jaring dan penanaman bambu untuk mengurangi polusi tersebut yang dapat dilihat pada Gambar 17. Penanganan terhadap pencemaran dari kandang tertutup lebih baik dan solusinya dapat dengan baik dilakukan sehingga dampak terhadap lingkungan dapat diminimalkan.

Sebagai bentuk tanggung jawab sosial, setiap panen perusahaan memberikan jatah ayam kepada warga sesuai dengan jumlah yang telah diberikan ketua RT sekitar. Cara ini efektif dilakukan untuk menghindari masalah dengan warga.

Gambar 17 Pengurangan polusi yang dilakukan Hasil Kelayakan Aspek Sosial dan Lingkungan

Hasil aspek sosial dan lingkungan pembesaran ayam broiler PPC, memberikan dampak positif lebih banyak daripada dampak negatif. Dampak negatif yang ditimbulkan peternakan dapat ditanganii dengan baik oleh pihak PPC dengan pemberian obat maupun dengan pencegahan. Maka usaha pembesaran ayam broiler ini dapat dikatakan layak untuk dijalankan.

Analisis Aspek Finansial

Analisis aspek finansial usaha pembesaran ayam broiler milik Perdana Putra Chicken pada kandang Geledug dilakukan untuk mengetahui kelayakan usaha, sehingga dapat dijadikan rekomendasi bagi perusahaan untyk menentukan pengembangan usaha. Kelayakan finansial kandang sistem open house dan closed house hampir sama keperluannya hanya yang membedakan adalah hasil atau penerimaan dan peralatan yang digunakan. Arus Manfaat (Inflow)

Manfaat yang diterima dari usaha peternakan ayam broiler Geledug merupakan penghasilan bagi perusahaan. Manfaat adalah segala sesuatu yang membantu tujuan. Sumber penghasilan yang diterima oleh perusahaan pembesaran ayam adalah dari penjualan ayam dan penjualan pupuk kandang hasil dari campuran sekam dan kotoran. Selain keduanya, perusahaan juga mendapat tambahan penghasilan dari nilai sisa dari peralatan yang digunakan yang tidak habis pada umur ekonomisnya.

Manfaat yang diperoleh setiap tahun bagi pemilik melakukan kegiatan pembesaran enam kali dalam satu tahun. Penetapan enam kali produksi dihitung berdasarkan waktu panen terakhir setiap musim dan pembersihan kandang. Panen hingga masa kosong kandang sekitar dua bulan sehingga pembesaran dalam satu tahun dilakukan enam kali. Penjualan ayam dan penjualan kotoran pada tahun pertama hanya dilakukan tiga kali saja yang biasanya dalam satu tahun melakukan kegiatan pembesaran ayam. Hal itu karena pada tahun pertama perusahaan

melakukan pembangunan kandang dan pengisian peralatan kandang. Pertimbangan hanya tiga kali periode karena persiapan kandang cukup lama kandang terbuka butuh waktu mendirikan lima kandang dan kandang tertutup dengan mesin yang perlu persiapan.

Hasil penjualan hasil utama yang diterima tahun pertama kandang

open Rp1 358 035 200 yaitu dari 16 260 ekor dengan bobot rata-rata 1.74 kg atau hasil 28 292 kg. Sedangkan pada kandang tertutup, penerimaan yang diperoleh adalah sebesar Rp1 475 222 400 dari penjualan 30 734 kg ayam. Hasil berat yang diperoleh dari kedua kandang mengalami perbedaan karena adanya tingkat kematian masing-masing kandang yaitu 4 persen pada kandang tertutup dan 8 persen pada kandang terbuka. Jumlah ini diperoleh dari penjualan ayam dengan harga Rp16 000 per kg. Harga jual ayam setiap periode mengalami perubahan, perubahan yang terjadi akibat adanya kebutuhan ayam yang berbeda. Saat hari raya permintaan pasar akan ayam broiler cukup tinggi sehingga dapat menjadikan harga ayam juga tinggi dapat mencapai Rp18 000 namun apabila pada bulan biasa harga bisa jatuh hingga kisaran harga Rp13 000.

Selain manfaat utama yang diperoleh juga adanya hasil sampingan berupa pupuk kandang. Kandang terbuka mampu menghasilan 1 000 karung kotoran ayam. Kandang tertutup mampu menghasilkan 600 karung kotoran ayam tiap periode, jumlah tersebut di asumsikan sama setiap periodenya. Kebutuhan sekam untuk masing-masing tipe kandang mempunyai perbedaan, harga jual kotoran per karung Rp3 000. Kotoran ayam setiap periode dibeli oleh konsumen langsung ke lokasi kandang yang berasal dari berbagai daerah. Kotoran ini dimanfaatkan konsumen sebagai pupuk bagi tanaman pertanian.

Selain dari penerimaan penjualan hasil utama dan sampingan, perusahaan mendapat penerimaan tidak langsung dari hasil nilai sisa peralatan yang habis pada umur ekonomisnya. Nilai sisa diperoleh pada tahun ke sepuluh, pada akhir umur bisnis pada akhir penyusutan. Penjualan tahun pertama diperoleh berdasarkan data historis Perdana Putra Chicken. Proyeksi penjualan tahun ke-2 hingga ke- 10 berdasarkan maksimal periode kandang berproduksi dengan enam periode dalam satu tahun yang dianggap tetap. Jumlah sisa yang diterima adalah sebesar Rp733 152 527 kandang terbuka, untuk kandang tertutup Rp448 568 620. Rincian nilai sisa ditampilkan pada lampiran 2.

Hasil kedua kandang memiliki kebutuhan yang berbeda dengan populasi yang diteliti sama jumlah 18 000 ekor. Pakan per ekor hampir sama karena kebutuhan ayam di kandang tertutup maupun terbuka hasil rata- ratanya sama. FCR atau rasio konversi pakan merupakan pembagian jumlah pakan yang dikonsumsi (kg) dengan berat badang yang dihasilkan (kg) atau jumlah pakan untuk menghasilkan berat 1 kg ayam. Rata-rata berat yang dihasilkan penetaapannya tergantung oleh permintaan pembeli dengan berat tertentu. Sedangkan untuk tingkat kematian yang terjadi akan berpengaruh pada output yang dihasilkan oleh kandang. Hasil indeks prestasi menunjukkan pengelolaan yang terjadi di kandang. Semakin tinggi nilai IP maka pengelolaan pada peternakan semakin baik. Perbedaan yang mendasar adalah jumlah kematian yang terjadi per periode dimana tingkat kematian

ayam lebih banyak pada kandang open house. Hasil performa tersebut mempengaruhi manfaat dan biaya yang dikeluarkan oleh perusahaan.

Arus Biaya (Outflow)

Komponen biaya Kandang Geledug mencakup biaya investasi (bangunan dan instalasi air juga peralatan) dan biaya reinvestasi serta biaya operasional kandang yaitu biaya tetap dan biaya variabel.

1) Biaya Investasi

Biaya investasi pada peternakan di kandang Geledug dikeluarkan saat usaha akan dijalankan. Biaya ini adalah biaya pengadaan bangunan dan instalasi air dan pengadaan peralatan.

Tabel 7 Harga investasi bangunan dan instalasi air kandang

Komponen Harga (Rp)

lahan (m2) 100 000

kandang closed house (tingkat /m2) 350 000

kandang open house (tingkat /m2) 218 000

gudang (buah)* 45 000 000

mess karyawan (buah)* 20 000 000

instalasi air* 40 000 000

diesel (buah)* 300 000 000

*: barang pemakaian bersama

Investasi bangunan dan instalasi air pada peternakan kandang Geledug adalah lahan, kandang, gudang, mess karyawan, pembuatan instalasi air, dan pembelian diesel harga yang berlaku saat itu dapat dilihat pada Tabel 7. Investasi bangunan dan instalasi antara sistem kandang open

dan closed house adalah sama, perbedaannya hanya pada luasan lahan dan kandang yang digunakan. Kandang dengan sistem terbuka menggunakan bangunan kandang seluas 1 678 m2 sedangkan kandang dengan sistem tertutup hanya memerlukan bangunan kandang menghabiskan 760 m2. Harga kandang berbeda tiap m2 karena adanya perbedaan penanganan pada pembuatannya. Pada sistem kandang tertutup bentuk kandang dibuat tingkat untuk efisiensi dari penggunaan alat. Pemakaian lahan dihitung dari luas

Dokumen terkait