• Tidak ada hasil yang ditemukan

SARANA KESEHATAN

Dalam dokumen DINAS KESEHATAN PROVINSI NUSA TENGGARA TIMUR (Halaman 145-153)

SITUASI SUMBER DAYA KESEHATAN

A. SARANA KESEHATAN

Sarana kesehatan yang disajikan dalam bab ini meliputi Puskesmas, rumah sakit (Rumah Sakit Umum dan Rumah Sakit Khusus), sarana produksi dan distribusi farmasi dan alat kesehatan, sarana Upaya Kesehatan Bersumber daya Masyarakat (UKBM), dan institusi pendidikan tenaga kesehatan.

1. Puskesmas

Puskesmas adalah suatu kesatuan organisasi fungsional yang merupakan pusat pengembangan kesehatan masyarakat yang juga membina peran serta masyarakat disamping memberikan pelayanan kesehatan secara menyeluruh dan terpadu kepada masyarakat di wilayah kerjanya dalam bentuk kegiatan pokok. Jumlah Puskesmas yang terdata sampai akhir tahun 2015 sebanyak 385 unit dengan rincian jumlah Puskesmas perawatan 179 unit dan Puskesmas non perawatan 206 unit. Pada tahun 2014 jumlah Puskesmas yang terdata sampai akhir 2014 sebanyak 379 unit dengan rincian jumlah puskesmas Perawatan 179 unit dan puskesmas Non Perawatan 200 unit, dan pada tahun 2013 naik menjadi 368 dengan jumlah puskesmas Perawatan 108 unit dan puskesmas Non Perawatan 260 unit, pada tahun 2014 naik menjadi 379 dengan Perawatan 179 unit dan puskesmas Non Perawatan 200 unit dan pada tahun 2015 naik lagi menjadi 383 unit dengan Puskesmas Perawatan 190 unit dan Puskesmas Non perawatan 193 unit.

Dalam upaya peningkatan mutu pelayanan kesehatan di Puskesmas, beberapa Puskesmas non perawatan ditingkatkan statusnya menjadi Puskesmas perawatan. Lokasi Puskesmas perawatan ini ditempatkan di daerah yang jauh dari rumah sakit, di jalur-jalur jalan raya yang rawan kecelakaan, serta di wilayah atau pulau-pulau yang terpencil. Perkembangan jumlah Puskesmas perawatan dari tahun 2013 – 2015 mengalami peningkatan. Perkembangan jumlah Puskesmas Perawatan dan Puskesmas Non Perawatan pada tahun 2013– 2015 disajikan pada Gambar 5.1 berikut ini.

GAMBAR 5.1

JUMLAH PUSKESMAS PERAWATAN DAN PUSKESMAS NON PERAWATAN DI PROVINSI NUSA TENGGARA TIMUR

TAHUN 2013 - 2015

Sumber : Profil Kesehatan Kabupaten/Kota Tahun 2015

Untuk meningkatkan jangkauan pelayanan kesehatan terhadap masyarakat di wilayah kerjanya, puskesmas dibantu dengan sarana pelayanan kesehatan berupa Puskesmas Pembantu (Pustu). Pustu sebagai unit pelayanan kesehatan yang sederhana dan berfungsi menunjang dan membantu melaksanakan kegiatan-kegiatan yang dilakukan puskesmas dalam ruang lingkup wilayah yang lebih kecil pada tahun tahun 2013 jumlah pustu 1.009 unit, pada tahun 2014 menurun menjadi 1.061 unit ,

pada tahun 2015 kembali meningkat menjadi 1.088 unit. Jika dibandingkan pada tahun 2014 jumlah Puskesmas Pembantu ini mengalami penurunan dibanding pada tahun 2014 dan tahun 2013.

Berdasarkan keseluruhan jumlah Sarana Pelayanan Kesehatan (Puskesmas) di Provinsi NTT, pada tahun 2015 sebanyak 385 sarana, jumlah sarana pelayanan kesehatan (Puskesmas) terbanyak terdapat di Kabupaten TTS (37 Puskesmas) dan Kabupaten Kupang dan TTU masing-masing sebanyak 26 Puskesmas, sedangkan Kabupaten yang memiliki puskesmas paling sedikit jumlahnya yaitu di Kabupaten Sabu Raijua yaitu 6 unit Puskesmas. Rincian per kabupaten/kota dapat dilihat pada Lampiran Tabel 67.

3. Rumah Sakit

Rumah sakit merupakan sarana pelayanan kesehatan masyarakat yang bergerak di bidang kuratif dan rehabilitatif, dan juga sebagai sarana pelayanan kesehatan rujukan. Sejalan dengan meningkatnya kebutuhan terhadap fasilitas pelayanan kesehatan, jumlah rumah sakit (umum dan khusus) dari tahun 2013 - 2015 mengalami peningkatan. Pada tahun 2015 rumah sakit umum sebanyak 45 buah dan rumah sakit khusus 5 buah, Untuk mengetahui jumlah rumah sakit umum dan khusus berdasarkan kepemilikannya pada periode tahun 2015 dapat dilihat pada lampiran Tabel 67.

Kemampuan Rumah sakit dalam memberikan pelayanan kepada masyarakat dilihat dari jumlah dan rasio tempat tidur rumah sakit terhadap jumlah penduduk. Jumlah tempat tidur rumah sakit umum milik pemerintah dan rumah sakit umum milik swasta pada kurun 3 tahun terakhir dari tahun 2013 - 2015 mengalami peningkatan. Sedangkan jumlah tempat tidur rumah sakit swasta kami tidak mengetahui

dengan pasti jumlahnya disebabkan beberapa rumah sakit swasta tidak melaporkan data mengenai jumlah tempat tidur. Gambaran peningkatan tersebut dapat dilihat pada Gambar 5.2 dan rincian per dilihat pada lampiran Tabel 55.

GAMBAR 5.2

PERKEMBANGAN JUMLAH TEMPAT TIDUR RUMAH SAKIT DI PROVINSI NUSA TENGGARA TIMUR

TAHUN 2013 - 2015

Sumber : Profil Kesehatan Kabupaten/Kota Tahun 2015

4. Sarana Kesehatan Bersumberdaya Masyarakat

Pengembangan Sarana Kesehatan Bersumberdaya Masyarakat merupakan salah satu langkah dalam upaya peningkatan derajat kesehatan masyarakat yang melibatkan potensi masyarakat didalamnya. Upaya Kesehatan Bersumberdaya Masyarakat (UKBM) di antaranya adalah Posyandu, Polindes (Pondok Bersalin Desa), Toga (Tanaman Obat Keluarga), Poskesdes (Pos Kesehatan Desa), Desa Siaga, POD (Pos Obat Desa), Pos UKK (Pos Upaya Kesehatan Kerja) dan sebagainya.

Posyandu, merupakan salah satu bentuk UKBM yang telah lama dikembangkan dan paling dikenal di masyarakat. Dalam menjalankan fungsinya di masyarakat, Posyandu diharapkan dapat menyelenggarakan 5 (lima) program prioritas, yaitu kesehatan ibu dan anak, keluarga berencana, perbaikan gizi, imunisasi dan penanggulangan diare. Untuk memantau perkembangan dan penilaian kinerjanya, Posyandu diklasifikasikan menjadi 4 (empat) strata yaitu Posyandu Pratama, Posyandu Madya, Posyandu Purnama dan Posyandu Mandiri. Berdasarkan laporan Profil kesehatan kabupaten/kota tahun 2015 dapat diketahui jumlah Pustu 1.088 unit, Posyandu sebanyak 10.348 buah, Poskesdes 803 buah, polindes sebanyak 981 buah.

Pada tahun 2013 terdapat 9.368 dan jumlah Posyandu yang aktif berjumlah 4.798 buah (51,22%). Perkembangan Posyandu pada tahun 2015 meningkat dibandingkan pada tahun 2014, baik strata mandiri dan purnama. Perkembangan Posyandu menurut strata dalam periode tahun

2013-2015 disajikan pada Gambar 5.3 dan rincian jumlah Posyandu pada tahun 2015 menurut Strata disajikan pada lampiran Tabel 69.

GAMBAR 5.3

JUMLAH POSYANDU MENURUT STRATA DI PROVINSI NUSA TENGGARA TIMUR

TAHUN 2009 - 2013

Sumber : Profil Kesehatan Kabupaten/Kota Tahun 2015

5. Pos Kesehatan Desa

Poskesdes merupakan salah satu indikator suatu desa disebut desa siaga. Poskesdes merupakan salah satu upaya mendekatkan pelayanan kesehatan dasar bagi masyarakat desa.

Kegiatan utama poskesdes yaitu pengamatan dan kewaspadaan dini (surveilans perilaku berisiko, lingkungan dan masalah kesehatan lainnya), penanganan kegawatdaruratan kesehatan dan kesiapsiagaan terhadap bencana serta pelayanan kesehatan. Pelayanan yang diberikan di Poskesdes juga mencakup pertolongan persalinan dan pelayanan KIA. Tenaga poskesdes minimal 1 (satu) orang bidan dan 2 (dua) orang kader. Pada tahun 2015 jumlah Poskesdes sebanyak 803 unit dan meningkat dari 728 unit pada tahun 2014 dan . Rincian jumlah Poskesdes pada tahun 2015 menurut kabupaten/kota disajikan pada lampiran Tabel 70.

6. Desa Siaga

Desa siaga adalah desa yang memiliki kesiapan sumber daya dan kemampuan untuk mencegah dan mengatasi masalah-masalah kesehatan secara mandiri. Menindaklanjuti Kepmenkes RI Nomor : 1529/Menkes/SK/X/2010, desa siaga dikembangkan menjadi desa siaga aktif. Desa Siaga Aktif adalah pembentukan bentuk pengembangan dari desa siaga yang penduduknya dapat mengakses dengan mudah pelayanan kesehatan dasar yang memberikan pelayanan setiap hari melalui Pos Kesehatan Desa ( Poskesdes ) atau sarana kesehatan yang ada di wilayah tersebut

seperti Pusat Kesehatan Masyarakat (Puskesmas), Pusat Kesehatan Masyarakat Pembantu (Pustu) atau sarana kesehatan lainnya, dan atau penduduknya mengembangkan UKBM dan melaksanakan surveilens berbasis masyarakat (meliputi pemantauan penyakit, kesehatan ibu dan anak, gizi, lingkungan, dan perilaku), kedaruratan kesehatan dan penanggulangan bencana, serta penyehatan lingkungan sehingga masyarakat menerapkan Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS). Tahun 2015 jumlah Desa Siaga sebanyak 1.599 (48,9%) desa dari 3.268 Desa yang ada di Provinsi Nusa Tenggara Timur, pada tahun 2014 jumlah Desa Siaga sebanyak 1.601 (49,9%) dari 3.210 seluruh Desa yang di Provinsi Nusa Tenggara Timur,dan Pada tahun 2013 jumlah Desa Siaga ini menjadi 1.422 desa (44,34%) dari jumlah desa yang ada di Provinsi Nusa Tenggara Timur sebesar 3.207 desa/kelurahan. Rincian jumlah desa siaga per Kabupaten/Kota dapat kita lihat pada Lampiran Tabel 71 menyediakan rincian data desa siaga Kabupaten/Kota se-Provinsi NTT tahun 2015.

Dalam dokumen DINAS KESEHATAN PROVINSI NUSA TENGGARA TIMUR (Halaman 145-153)

Dokumen terkait