Wassalamu alaikum Wr.Wb.
SEKRETARIAT MARYATIH, S.E
H. Penduduk menurut Mata Pencaharian
I. Sarana dan Prasarana
4. Sarana Perekonomian
Sarana perekonomian merupakan hal yang sangat penting dalam membantu kegiatan masyarakat di bidang ekonomi. Fasilitas perekonomian digunakan sebagai tempat untuk menjalankan matapencaharian yang dapat menunjang penghasilan penduduk. Jumlah dan jenis sarana perekonomian yang terdapat di Kelurahan Sumur Batu dapat dilihat pada Tabel 11 berikut:
Tabel 11. Jenis dan Jumlah Sarana Perekonomian di Kelurahan Sumur Batu , Tahun 2014
Sarana Perekonomian Jumlah
Mini Market 2
Toko serba ada 4
Warung kecil / Kelontong 20
Industri kecil 55
Jumlah 81
61
Dari Tabel 11 di atas dapat diketahui bahwa fasilitas perekonomian yang ada di kelurahan Sumur Batu secara umum sudah cukup memadai. Jenis usaha yang paling banyak dilakukan sebagai penggerak perekonomian masyarakat di Kelurahan Sumur Batu yaitu banyaknya masyarakat yang membuka usaha industri kecil.
J. Pendidikan Anak
Masyarakat di Kelurahan Sumur Batu, Kecamatan Bantar Gebang pada saat ini kurang mendapatkan perhatian khusus dari Dinas Pendidikan Kota Bekasi, khususnya pada pendidikan untuk anak-anak dari golongan masyarakat miskin, termasuk keluarga pemulung. Hal ini disebabkan karena di daerah Kelurahan Sumur Batu sangat minim akan fasilitas-fasilitas pendidikan, seperti sekolah. Disamping itu, pandangan orangtua dari golongan masyarakat miskin, khususnya pada keluarga pemulung terhadap pendidikan anak-anak, juga masih kurang sehingga mengakibatkan anak-anak pada keluarga pemulung tidak bersekolah dan putus sekolah.
Hal ini dikarenakan anak-anak pada keluarga pemulung banyak yang membantu orangtua mereka bekerja, supaya dapat memenuhi kebutuhan hidup keluarga mereka dan sikap orangtua pemulung yang kurang peduli terhadap pendidikan dan masa depan anak-anak mereka.
A. Kesimpulan
Berdasarkan hasil penelitian dan analisis yang dilakukan, dapat diambil kesimpulan bahwa faktor-faktor yang berkorelasi dengan persepsi pemulung tentang pendidikan anak di Kelurahan Sumur Batu adalah sebagai berikut:
1. Ada korelasi yang signifikan antara jumlah anak dengan persepsi pemulung tentang pendidikan anak. Kesimpulan ini menjelaskan, jika jumlah anak pada keluarga pemulung banyak maka persepsi pemulung tentang pendidikan anak menjadi negatif, sebaliknya jika jumlah anaknya sedikit maka persepsinya tentang pendidikan anak menjadi lebih positif, namun hal ini tetap tidak dapat merubah pola pikir pemulung tentang pendidikan anak walaupun pemulung mengetahui pendidikan penting didapatkan anak tetapi pemulung tidak melakukannya agar anak bisa mendapatkan pendidikan tetapi tidak ada upaya pemulung untuk anak mereka agar meraih pendidikan.
2. Ada korelasi yang signifikan antara tingkat pendidikan pemulung dengan persepsi pemulung tentang pendidikan anak. Hasil ini menjelaskan bahwa semakin tinggi tingkat pendidikan pemulung maka persepsi pumulung tentang pendidikan anak semakin positif, sebaliknya semakin rendah tingkat pendidikan pemulung maka persepsi mereka tentang pendidikan anaknya
104
semakin negatif, atau kurang peduli terhadap pendidikan anak-anaknya, dari tingkat pendidikan pemulung dan dukung dari persepsi pemulung serta persepsi pemulung tentang pendidikan anak tetap persepsinya pun juga menyatakan tidak penting tentang pendidikan anak dan pemulung menganggapan tetap pendidikan tidak penting, walaupun mereka mengetahui pendidikan bagi anak sangat penting.
3. Ada korelasi yang signifikan antara pendapatan keluarga pemulung dengan persepsi pemulung tentang pendidikan anak. Dengan demikian, bahwa semakin rendah pendapatan keluarga pemulung maka persepsi pemulung tentang pendidikan anak semakin rendah, sebaliknya jika pendapatan keluarga pemulung tinggi maka persepsi pemulung tentang pendidikan anak semakin baik atau tinggi.
4. Tidak ada korelasi yang signifikan antara kondisi tempat tinggal pemulung dengan persepsi pemulung tentang pendidikan anak.
5. Biaya pendidikan berkorelasi dengan persepsi pemulung tentang pendidikan anak. Hal tersebut berarti jika biaya pendidikan tinggi maka persepsi pemulung tentang pendidikan anak semakin rendah, sebaliknya jika biaya pendidikan rendah maka persepsi pemulung tentang pendidikan anak semakin baik.
6. Dukungan pendidikan dari lingkungan tempat tinggal memiliki hubungan dengan persepsi pemulung tentang pendidikan anak. Hasil ini menunjukkan semakin besar dukungan lingkungan tempat tinggal terhadap pendidikan anak, maka semakin positif persepsi pemulung tentang pendidikan anak, sebaliknya
jika rendah dukungan lingkungan tempat tinggal terhadap pendidikan anak maka semakin rendah persepsi pemulung tentang pendidikan anak.
B. Saran
Setelah melihat hasil penelitian, maka penulis memberikan saran-saran untuk dijadikan bahan pertimbangan, sebagai berikut:
1. Mengingat begitu penting pendidikan untuk anak-anak, orangtua pun juga harus bisa merespon atau menanggapi bahwa pendidikan untuk anak sangatlah penting, karena dapat membentuk pola kepribadian anak dan pola pikir anak serta untuk menunjang masa depan anak untuk menjadi lebih baik serta dapat merubah perekonomian keluarga.
2. Keluarga pemulung harus bersifat terbuka terhadap intervensi dari pihak luar (seperti LSM dan pemerintah), sehingga proses perubahan pola fikir dapat berjalan dengan baik dalam mendapatkan pendidikan untuk anak-anak, termasuk pada keluarga pemulung.
3. Mengingat begitu pentingnya pendidikan anak, perlu dilakukan kerjasama antara pemerintah setempat dengan aparatur kelurahan guna melakukan penyadaran kepada masyarakat miskin, khususnya pada keluarga pemulung, sehingga dapat merubah pola fikir mereka terhadap pendidikan.
4. Masyarakat sekitar dibantu Ketua RT setempat sebaiknya membangun lingkungan yang kondusif bagi anak-anak usia sekolah dengan menciptakan jam belajar bagi anak-anak.
106
5. Aparatur kelurahan bekerjasama dengan Ketua RT setempat, perlu meningkatkan kepedulian terhadap masyarakat, sehingga dapat menciptakan lingkungan yang baik, diharapkan berdampak pada kebiasaan para pemuda yang cenderung memanfaatkan waktu luang mereka dengan kegiatan yang lebih bermanfaat.
6. Pemerintah bekerjasama dengan pihak sekolah agar melakukan monitoring terhadap pelaksanaan kebijakan pemerintah di bidang pendidikan agar pemerataan pendidikan dapat terlaksana dengan baik.
Abdullah, Mulat Wigati. 2006. Sosiologi untuk SMP dan MTS Kelas VII. Grasindo, Jakarta.
Ali, Zaidin. 2006. Pengantar Keperawatan Keluarga. Buku Kedokteran EGC. Jakarta.
Amalia, Annis. 2009. “Persepsi Keluarga Pemulung tentang Pendidikan, di Kelurahan Sirantau, Kecamatan Datuk Bandar, Kota Tanjung Balai”. Medan: Universitas Sumatera Utara.
Amelia, Fanny. 2010. Faktor-faktor yang Mempengaruhi Terbentuknya Persepsi. Https://miklotof.wordpress.com/2010/07/30/faktor-faktor-yang mempenga ruhi-terbentuknya -persepsi/. Diakses 13 mei 2015.
Ameriani, Aisyah. 2006. “Analisis Karakteristik Pemulung, Karakteristik Kerja, Hubungan Sosial, dan Kesejahteraan Pemulung (Kasus Pemukiman Pemulung Di Desa Kedaung, Kecamatan Pamulang, Kabupaten Tangerang, Propinsi Banten)”.Bogor: Institut Pertanian Bogor.
Azizah. 2015. Manajemen Keuangan Sekolah. Http://azizahdreams. blogspot.com/2015/04/manajemen-keuangan sekolah.html. Diakses 10 September 2015.
Badan Pusat Statistik. 2009. Data Jumlah Penduduk Bekasi. Kota Bekasi. Jawa Barat.
Badan Pusat Statistik Indonesia Tahun 2009. Http://bps.go.id. Diakses 13 mei 2015.
Bappenas, 2002. Kebijakan dan Strategi Penanggulangan Kemiskinan Perkotaan Sebuah Gagasan.Bappenas. Jakarta.
Budi, Endik Arya. 2013.“Kendala-kendala yang Dihadapi Masyarakat Miskin dalam Mengakses Pendidikan Formal”.Lampung: Universitas Lampung. Black A James. dan Dean J. Champion. 2001. Metode dan Masalah Penelitian
✴✵8
Cahyono, Kurniawan Dedy. 2011. Analisis Faktor-faktor yang Memengaruhi Tingkat Kemiskinan. Insititusi Pertanian Bogor. Bogor.
Data Monografi. 2014. Laporan Tahunan. Kelurahan Sumur Batu, Kecamatan Bantar Gebang. Kota Bekasi
Dwidjoseputro. 1994.Ekologi Manusia dengan Linkungannya. Erlangga. Jakarta Esmara, Hendra. 1986. Perencanaan dan Pembangunan di Indonesia. Gramedia
Pustaka Utama. Jakarta.
Fauzi, A. 1999.Psikologi Umum. Gramedia. Jakarta.
Fattah, Nanang. 2000. Ekonomi dan Pembiayaan Pendidikan. PT. Remaja Rosdakarya. Bandung.
Febriyaningsih. 2012. “Ketahanan Keluarga Pemulung (Studi Deskriptif pada Empat Keluarga Pemulung di Pemukiman Al Bahar Rt 09 Rw 02 Kelurahan Abadijaya, Depok)”. Depok: Universitas Indonesia.
Felicia, Nadia. 2011.Hati-hati Pilih Lembaga Pendidikan Anak Usia Dini. 2011. Http://female. kompas\.com/read/2011/02/12/21250497/hati-hati.pilih.lembaga.pendidik-anak.usia. dini. Diakses 21 Januari 2015.
Fitzpatrick. 2004. Pengertian Keluarga. Http://www.pengertianahli.com /2013/11/pengertian-keluarga.html. Diakses 27 Febuari 2015
Gilarso, T. 2008.Pengantar Ilmu Ekonomi Mikro Edisi 5.Karnius. Surabaya. Hasan, Said. 2007.Ilmu dan Aplikasi Pendidikan Bagian 2. Imtima. Bandung. Ihromi, T.O. 1999. Bunga Rampai Sosiologi Keluarga. Yayasan Obor Indonesia.
Jakarta.
Ismiati, Siti Fatimah, dkk. 2012. Makalah Faktor-Faktor Pendidikan. Http://muhammadsyaefulabdulloh.blogspot.com/2012/04/faktor-faktor- pendidikan.html. Diakses 10 Maret 2015.
Jarkasi. 1996. Peranan Pendidikan dalam Pembinaan Kebudayaan Nasional Daerah Kalimantan Selatan.Depkibud.
Koesoema A, Doni. 2007. Pendidikan Karakter (Strategi Mendidik Anak di Zaman Global). PT Grasindo. Jakarta.
Lestari. 2005. Bahaya Penyakit yang Terkena Pada Pemulung. Http://www.academic.edu/741255/pendahuluan. Diakses 12 November 2014.
Maryati, Kun dan Junu Suryawati. 2006.Sosiologi untuk SMA dan MA Kelas XII. Erlangga. Jakarta.
Mubyarto. 1987.Pengantar Ekonomi Pertanian.Pustaka LP3ES. Yogyakarta. Mudyahardjo, R. 2004. Pengantar Pendidikan. PT. Radja Grafindo Persada.
Jakarta.
Mursyida,Rika. 2015. “Faktor-Faktor Yang Memengaruhi Jumlah Anak Di Desa Pusong Kecamatan Banda Sakti Kota Lohkseumawe”. Medan: Universitas
Sumatra Utara.
Nasikun. 1995.Kemiskinan di Indonesia Menurun, dalam Perangkap Kemiskinan , Problem, dan Strategi Pengentasannya. Airlangga Univercity Press. Surabaya.
Nisfiannoor, Muhammad. 2009.Pendekatan Statistika Modern Untuk Ilmu Sosial. Salemba Humanika. Jakarta.
Nimran. 2007. Pendidika Pada Anak Pemulung. Http://repository.usu. ac.ac.id/bitstream/123456789/14942/1/09E0 0938. pdf. Diakses 22 Oktober 2014
Notoatmodjo, Soekidjo. 2003. Pendidikan dan Perilaku Kesehatan. PT Rineka Cipta. Jakarta.
Oliver dan Sandra. 2007.Public Relations Strategy.Erlangga. Jakarta.
Purwanto, Ngalim. 1986. Prinsip-Prinsip dan Teknik Evaluasi Pengajaran. Remaja Karya. Bandung.
Rahmatullah Rahmat. 2013. Budaya Kemiskinan dan Kemiskinan Struktural. http://www.rahmatullah.net/2013/08/kebudayaan-kemiskin-dan-kemiskin an.html. Diakses 11 Februari 2016.
Septiany, Irma. 2012. “Partisipasi Masyarakat Dalam Implementasi Program Nasional Pemberdayaan Masyarakat (PNPM) Mandiri Perkotaan Dengan Penggunaan Model Clear”.Depok: Universitas Indonesia.
Sinaga, Pariaman. 2008. Kajian Model Pengembangan Usaha Di Kalangan Pemulung. Deputi Bidang Pengkajian Sumberdaya UKM ASDED Urusan Penelitian Korperasi. Jakarta.
Siregar, Syofian. 2012. Metode Penelitian Kuantitatif. Kencana Prenadamedia Group. Jakarta.
110
Slameto. 1995.Belajar dan Faktor-Faktor yang Mempengaruhinya. Rineka Cipta. Jakarta.
Soekanto, Soerjono. 1982.Sosiologi: Suatu Pengantar,Rajawali Press. Jakarta. Soetopo, Hendyat. 1982.Pengantar Operasional Administrasi Pendidikan. Usaha
Dagang. Surabaya.
Sony, Tri Bangun L dan Bagong Suyoto. 2008. Pemulung sang Pelopor 3R Sampah.Pidus Zero Waste Indonesia. Jakarta.
Sugiyono. 2007.Metode Penelitian Pendidikan Pendekatan Kuantitatif, Kualitatif, dan R&D.Alfabeta. Bandung.
Suhendi, Hendi. 2001. Pengatar Studi Sosiologi Keluarga. Pustaka Setia. Bandung
Sunaryo. 2002.Psikologi untuk Kesehatan, Buku Kedokteran.EGC. Jakarta. Suprajitno. 2003. Asuhan Keperawatan Keluarga (Aplikasi dalam Praktik). Buku
Kedokteran EGC. Jakarta.
Suparlan, Parsudi. 1984.Kemiskinan di Perkotaan. Sinar Harapan dan Yayasan Obor Indonesia. Jakarta.
Suparlan, Parsudi. 1985.Kemiskinan di Kota. Sinar Harapan, Jakarta.
Sutardji. 2009. “Pemulung Kehidupan Sosial Ekonomi dan Demografi Sistem Hubungan Kerja Pemulung”. Bandung: Universeitas Pendidikan Indonesia.
Syatriadi, tommy. 2013. Tiga Faktor Utama Keberhasilan Pendidikan. Http://tomm ysyatriadi.blogs pot.com/2013/06/3-faktor-utama-keberhasilan- pendidikan.html. Diakses 10 Maret 2015.
Swasti A, Krishna Murti. 2013. “Faktor-Faktor yang Mempengaruhi Persepsi Dan Partisipasi Orang Tua Dalam Pendidikan Anak Usia Dini di Keluarga”. Surakarta: Universitas Sebelas Maret.
Usman, Hardius dan Nachrowi. 2004. Pekerja Anak di Indonesia Kondisi, Determinasi dan Eksplotasi (kajianKuantitatif).PT.Gramedia. Jakarta. Vincent, Gaspersz. 1997. Manajemen Bisnis Total dalam Era Globalisasi.
Http://www.Kajianpustakan.com/2012/10/teori-pengertian-proses-faktor- persepsi. html. Diakses 26 Febuari 2015.
Wiyatna, Made Yustisa Putri. 2015. “Analisi Pengaruh Faktor Sosial Demografi Dan Aktivitas Ekonomi Terhadap Kesejaterahan Keluarga Pemulung di Kota Denpasar”. Denpasar. Universitas Undayana.
Yulianti, Yoni. 2012. “Analisis Partisipasi Masyarakat Dalam Pelaksanaan Program Nasional Pemberdayaan Masyarakat (PNPM) Mandiri Perkotaan Di Kota Solok”. Padang. Universitas Andalas